Anda di halaman 1dari 20

I. PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Implikasi diterapkannya konsep Otonomi Daerah (OTODA) melalui perangkat UU No.

22 Tahun 1999 tentang Pemerintahan Daerah dan UU No. 25 Tahun 1999 tentang Perimbangan Keuangan Antara Pemerintahan Pusat dan Daerah telah memberikan perubahan-perubahan yang cukup mendasar dalam sistem pemerintahan. Perubahan sistem sentralistik menjadi desentralisasi ini menyangkut pemberian wewenang yang luas, nyata dan bertanggung jawab kepada daerah secara proporsional. Setiap daerah, dalam hal ini telah diberikan kebebasan untuk mengelola, mengembangkan segala potensi sumber daya alam (SDA) dan sumber daya manusia (SDM) yang dimilikinya untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Salah satu upaya peningkatan kesejahteraan masyarakat itu dapat dicapai melalui pembangunan. Pembangunan menurut Tjokroamidjojo adalah suatu proses pembaharuan yang kontinyu dan terus-menerus dari keadaan tertentu kepada keadaan yang lebih baik. Pembangunan desa sebagai bagian yang integral dari pembangunan nasional yang dilaksanakan melalui kebijaksanaan OTODA dan pengaturan sumber daya nasional, telah memberikan kesempatan bagi kinerja daerah untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat menuju masyarakat yang adil dan makmur. Pengertian ini juga memberikan suatu kesimpulan bahwa pembangunan merupakan suatu proses perubahan yang kontinyu dan berkesinambungan dari suatu keadaan tertentu pada suatu keadaan yang lebih baik. Sehingga dapat dikatakan bahwa pembangunan merupakan suatu usaha menciptakan pertumbuhan atau perubahan yang lebih baik dari sebelumnya. Pembangunan nasional dewasa ini titik beratnya dimulai dari daerah pedesaan yang merupakan bagian integral didalamnya, mengingat tujuan pembangunan itu sendiri adalah meningkatkan kesejahteraan dan kemakmuran bagi seluruh rakyat dimana mayoritas rakyat Indonesia berdomisili di daerah Pedesaan. Dengan demikian pembangunan nasional tidak akan terlepas dari upaya pembangunan masyarakat desa.

Pembangunan Nasional Negara Indonesia dilakukan secara bertahap dan merata dari seluruh wilayah Indonesia. Sebagaimana dicita-citakan dalam rumusan GBHN yang dilaksanakan dalam segala bidang kehidupan. Pelaksanaan pembangunan pada hakekatnya diarahkan untuk membentuk manusia Indonesia seutuhnya demi mewujudkan kesejahteraan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia. Pembangunan ekonomi regional ini disebabkan karena keterbatasan potensi sumber daya manusia, atau belum adanya pemberdayaan yang maksimal terhadap produk-produk unggulan yang ada, masalah ini umumnya dilatarbelakangi oleh rendahnya kualitas dari pengetahuan yang dimiliki oleh sumber daya manusia. Seperti yang tertuang dalam Tap MPR RI No. II/MPR/1993. Letak kemakmuran melalui pembangunan nasional juga dimaksudkan untuk meningkatkan Sumber Daya Manusia dengan penerapan IPTEKS. Hal ini dikarenakan adanya penyebaran sumber daya yang tidak merata. Berkaitan dengan hal tersebut penelitian dan pengamatan regional yang cermat dan komprehensif semakin dibutuhkan agar kebijaksanaan pembangunan regional untuk masing-masing wilayah dapat ditentukan lebih cepat, terarah sampai dengan potensi yang terdapat pada masing-masing wilayah. Implikasinya adalah perlunya disusun suatu perencanaan yang terkoordinir dan terintegrasi baik dalam penentuan tujuan pembangunan maupun dalam perangkat kebijaksanaan dalam menentukan prioritas untuk mencapai tujuan tersebut. Hal ini, diperlukan untuk menghindari inkonsistensi dalam perencanaan pembangunan regional. Dalam era globalisasi dan liberalisasi ekonomi yang sekarang sedang dihadapi oleh semua negara di dunia merupakan tantangan baru dalam perencanaan pembangunan regional. Sebab, pasar global yang semakin menyatu akibat kemajuan teknik dan informasi menurut bidang perekonomian regional yang mantap dan kuat. Salah satu upaya untuk memperkuat basis perekonomian tersebut adalah dengan cara pemberdayaan masyarakat desa melalui POSDAYA (Pos Pemberdayaan Keluarga) yang merupakan forum atau wadah silaturahmi, komunikasi, advokasi dan wadah kegiatan penguatan fungsi-fungsi keluarga secara terpadu dalam upaya meningkatkan kesejahteraan keluarga secara mandiri berazaskan Gotong Royong yang berbasis pada bentuk Kebersamaan Keluarga, misalnya kelompok PKK Tingkat Lingkungan atau RW, Karang Taruna ataupun Kelompok Pengajian.

POSDAYA ini adalah sebuah sarana pemberdayaan yang dibentuk oleh, dari, dan untuk masyarakat. Peranan POSDAYA adalah melakukan upaya-upaya dalam pembangunan manusia dan keluarga sejahtera untuk mencapai target IPM dan MDGs. Adapun beberapa target MDGs antara lain adalah: 1. Menghilangkan angka kemiskinan absolut dan kelaparan ; 2. Memberlakukan pendidikan dasar yang universal ; 3. Mengembangkan kesetaraan dan pemberdayaan perempuan ; 4. Menurunkan angka kematian anak ; 5. Memperbaiki kesehatan maternal ; 6. Memerangi HIV/AIDS, malaria dan penyakit lainnya ; 7. Menjamin kesinambungan lingkungan hidup ; 8. Membangun kemitraan global untuk pembangunan. Dalam hal ini keberadaan POSDAYA ditujukan untuk meningkatkan status kesehatan masyarakat, meningkatkan status pendidikan masyarakat serta meningkatkan status ekonomi masyarakat melalui pemberdayaan keluarga parasejahtera menjadi keluarga sejahtera, sehingga diharapkan dapat memenuhi target MDGs di atas. Agar POSDAYA ini dapat terwujud menjadi salah satu sarana yang dapat membantu pembangunan masyarakat desa, maka di sini perguruan tinggi beserta civitas akademiknya sebagai Lembaga Pendidikan Tinggi juga memiliki tanggung jawab moral dan profesional untuk mensukseskan program POSDAYA tersebut melalui sumbangan ilmiah pengetahuan dan program-program pengembangan dan pembangunan desa. Hal ini karena perguruan tinggi mengemban amanah nasional untuk dapat melahirkan tenaga pemikir yang progresif, kreatif, dan inovatif yang dengan pemikirannya itu diharapkan mampu menunjukkan jalan yang dapat menyadarkan masyarakat untuk ikut berpartisipasi aktif dalam pembangunan terutama melalui penerapan IPTEKS. Dalam rangka mempercepat akselerasi kualitas SDM terutama dalam pembangunan ekonomi kerakyatan demi mewujudkan hal itu perguruan tinggi memutuskan Kuliah Kerja sebagai kegiatan intrakulikuler dalam bentuk pengintegrasian antara pengabdian kepada masyarakat dengan pendidikan

dan penelitian untuk mahasiswa dengan bimbingan Perguruan Tinggi dan Pemerintah Daerah yang dilaksanakan secara interdisiplin dan intrakurikuler. Mahasiswa sebagai bagian dari civitas akademika perguruan tinggi, pada akhirnya diharapkan mampu memberikan kontribusinya dalam proses pembangunan pedesaan melalui POSDAYA tersebut. Ilmu yang pernah atau yang dimiliki selama kuliah akan sangat berarti apabila dapat diterapkan secara nyata di lingkungan masyarakat. Sebaliknya akan sia-sia setelah terjun di masyarakat tanpa bisa memanfaatkan ilmu-ilmunya. Melalui kegiatan kuliah kerja peran mahasiswa diharapkan dapat menciptakan suatu pertumbuhan dan keadaan yang lebih baik di pedesaan. Peran dasar yang dapat diimplementasikan dalam masyarakat desa antara lain : 1) Memberi masukan informasi Seringkali masyarakat desa tertinggal dari akses-akses informasi baik melalui media massa ataupun elektronik. Ketertinggalan ini sebagai akibat kesibukan mereka sehari-hari untuk memenuhi kebutuhan dasar pokok sehingga tidak memungkinkan mereka untuk mengenyam informasiinformasi dari luar. Rendahnya tingkat perekonomian juga menyebabkan masyarakat desa tidak bisa mengakses berita-berita lewat jalur teknologi seperti televise, radio, koran, dan lain-lain. Dari keadaan tersebut peran mahasiswa yang secara intelektual dianggap lebih dari masyarakat desa dalam kegiatan kuliah kerja dapat menukarkan informasi-informasi yang penting bagi masyarakat. Saling masukan informasi ini dapat dijadikan proses pembelajaran dan pendidikan bagi masyarakat desa secara keseluruhan, dan mahasiswa sendiri. 2) Pemberi motivasi kepada masyarakat Dalam pembangunan masyarakat desa tidak akan lepas dari keterlibatan seluruh masyarakat desa, yang secara budaya memiliki rasa kekeluargaan dan rasa persaudaraan yang kuat akan sangat membantu dalam proses pembangunan desa. Dari kelebihan tersebut motivasi masyarakat untuk terus berpartisipasi secara aktif dalam pembangunan sangat diperlukan. Peran ini memungkinkan mahasiswa untuk memberi suri tauladan terhadap masyarakat melalui gerakan-gerakan sosial ketika kuliah kerja dilaksanakan.

3) Pelancar proses difusi dan teknologi Ketertinggalan masyarakat desa dari teknologi menyebabkan mereka sering gagap terhadap inovasi-inovasi baru teknologi yang bersifat modern. Teknologi merupakan bagian penting dari pembangunan. Dalam kegiatan kuliah kerja mahasiswa dapat memainkan peran untuk bisa menyebarkan hasil-hasil teknologi dan menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari. Untuk masyarakat desa teknologi pertanian sangat dibutuhkan dengan memperkenalkan inovasi-inovasi baru di bidang teknologi pertanian para petani di desa diharapkan dapat meningkatkan kualitas dan kuantitas hasil pertaniannya. 4) Penghubung antar sistem di masyarakat Tatanan-tatanan yang ada dalam masyarakat baik bersifat tradisi, agama, adat istiadat merupakan norma-norma yang selalu bersentuhan dengan aktivitas mereka sehari-hari. Norma itu mengatur kehidupan masyarakat agar berjalan secara kondusif dengan saling menjaga tali kekerabatan yang di desa sangat dihargai. Mahasiswa memungkinkan untuk menjaga tali persaudaraan dengan mewujudkan rasa gotong royong melalui kegiatan kuliah kerja dalam bentuk bakti sosial antar masyarakat dan mahasiswa. 5) Penggerak masyarakat ke arah pembangunan Sebagai kaum yang sering dipandang oleh masyarakat desa lebih tinggi dalam intelektualnya, mahasiswa diharapkan mampu memberi contoh dan mengimplementasikannya dalam pembangunan. Upaya untuk menggerakkan masyarakat dalam proses pembangunan diwujudkan dalam bentuk pendidikan misal mengikutsertakan masyarakat dalam program pendidikan pemerintah, kejar paket A, bagi mereka orang dewasa yang buta huruf, teknologi terapan, partisipasi masyarakat dalam kegiatan bakti sosial dan lain-lain akan membuat proses pembangunan masyarakat desa itu menjadi dinamis. Peran strategis mahasiswa tersebut dalam kegiatan kuliah kerja yang akan dilaksanakan dari tanggal 14 Juli sampai 27 Agustus 2010 diharapkan dapat menciptakan suatu pertumbuhan dan perubahan masyarakat menuju keadaan yang

lebih baik. Dimana perubahan yang demikian sebagai perubahan berencana yang dilaksanakan secara sadar oleh suatu komponen bangsa menuju modernitas dalam rangka pembinaan bangsa dan memberikan hasil yang bermanfaat bagi orang yang terlibat di dalamnya. Dari kenyataan ini maka kami sebagai mahasiswa kuliah kerja terpadu perlu melaksanakan proses untuk memperbaiki kondisi yang ada dalam masyarakat pedesaan di Desa Sebanen Kecamatan Kalisat Kabupaten Jember sebagai tempat dimana kami melaksanakan kegiatan Kuliah Kerja Terpadu. 1.2 Permasalahan Berdasarkan hasil observasi yang telah kami laksanakan maka didapati beberapa permasalahan. Adapun masalah tersebut kami identifikasi dan kami ambil yang paling vital dan dibutuhkan masyarakat desa untuk segera kami bahas. Desa Harjomulyo pada umumnya cukup sejahtera, warga hidup berdampingan satu sama lain dengan sangat baik. Namun demikian ada beberapa permasalahan yang dihadapi di desa ini, terutama terkait dengan kesadaran masyarakat desa untuk meningkatkan kualitas hidup mereka. Berdasarkan observasi yang kami lakukan, sekiranya ada beberapa hal yang menurut kami menjadi pokok permasalahan di desa Harjomulyo, antara lain: Masyarakat desa Harjomulyo memiliki kesadaran yang kurang akan pentingnya pendidikan bagi anak-anak dan remaja demi peningkatan kualitas hidup mereka. Selain itu ada kendala ketidakmampuan ekonomi yang cukup untuk menunjang pendidikan anak di tingkat lebih lanjut dan jauhnya letak sekolah-sekolah tingkat lanjutan seperti SMP,SMA, dan perguruan tinggi. Para orang tua sebagian besar cenderung hanya mampu menyekolahkan anak hingga tingkat SD dan setelah itu menikahkan anaknya (pernikahan usia dini). Hal ini menjadi masalah bagi peningkatan kualitas hidup yang dimiliki anak, yang mana sangat ditunjang oleh pendidikan yang memadai, minimal adalah pendidikan dasar 9 tahun. Tingginya tingkat pernikahan usia dini di kalangan masyarakat desa, yang tidak hanya mengurangi kesempatan anak dan remaja untuk mengenyam pendidikan serta meningkatkan jumlah ibu muda yang kurang memiliki

ketrampilan dan pendidikan dasar. Oleh karena itu bagi ibu-ibu muda yang menikah usia dini perlu diberikan beberapa pelatihan yang dapat mengasah ketrampilan agar nantinya memiliki kesempatan untuk berwirausaha. Pelaksanaan pembangunan di desa Harjomulyo, Kecamatan Silo, Kabupaten Jember yang dilakukan masyarakat desa banyak mengalami hambatan, yaitu keterbatasan SDM yang terdidik dan terlatih, serta sedikitnya pengetahuan dan kesadaran akan kewirausahaan sebagai salah satu cara peningkatan kualitas hidup masyarakat, yang sekaligus dapat menjadi faktor pendukung pembangunan desa. Permasalahan mengenai kurangnya kesadaran akan pentingnya kesehatan serta gizi anak dan balita, serta perlunya dibagun kesadaran akan hidup sehat dan bersih. 1.3 1.3.1 Tujuan Dan Manfaat Tujuan Ada beberapa tujuan yang hendak dicapai dari pelaksanaan Kuliah Kerja Terpadu, yaitu : A. Tujuan Umum a. Mendekatkan perguruan tinggi pada masyarakat dan pemerintah melalui penempatan mahasiswa yang melakukan kuliah kerja di desa guna membantu pelaksanaan pembangunan. b. Membantu masyarakat dalam mengatasi masalah melalui kegiatan praktis berbasis IPTEKS. c. Memperkaya pembangunan. d. Memberi pengalaman praktis pada mahasiswa dalam mengaplikasikan teori yang telah didapatkan dari bangku perkuliahan pada realitas sosial dalam masyarakat. B. Tujuan Khusus pemahaman mahasiswa terhadap masalah

a. Menemukan dan merumuskan masalah pembangunan yang ada di desa dan kemudian bersama-sama menentukan formulasi yang tepat dari berbagai alternatif solusi yang ada. b. Menumbuhkan kesadaran masyarakat dan pihak-pihak yang terkait untuk turut berperan serta secara aktif dalam setiap pembangunan desa. c. Mengembangkan potensi yang ada di desa Harjomulyo dalam membantu program pemerintah dan mengarahkan desa Harjomulyo menjadi desa yang lebih maju di mana warganya mampu untuk meningkatkan kesehjahteraan keluarga dengan basis kewirausahaan. d. Meningkatkan hubungan antara perguruan tinggi dengan masyarakat. 1.3.2 Manfaat a. Membantu dalam terbentuknya kader-kader pembangunan. b. Mendorong masyarakat untuk mendayagunakan potensi yang ada guna mempercepat laju pembangunan. c. Membantu terlaksananya program-program yang telah direncanakan oleh pemerintah misalnya Posyandu, PKK, KB, Reboisasi, dan lain-lain. B. Bagi Masyarakat Desa a. Menambah wawasan, pengetahuan, serta keterampilan masyarakat desa dalam memanfaatkan potensi sumber daya alam sehingga dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat. b. Meningkatkan minat masyarakat desa untuk melakukan pembangunan bagi diri sendiri dan desanya. c. Memperoleh informasi tentang perkembangan pemikiran yang berkaitan dengan upaya pembangunan desa. d. Masyarakat desa Harjomulyo, Kecamatan Silo, Kabupaten Jember dapat termotivasi untuk ikut serta berperan aktif untuk melaksanakan pembangunan. e. Masyarakat dapat pengetahuan baru tentang IPTEKS yang diberikan oleh mahasiswa.

A. Pemerintah

C. Bagi Lembaga atau Universitas a. Sebagai salah satu upaya penerapan Tridarma Perguruan Tinggi terutama darma ketiga yaitu pengabdian kepada masyarakat. b. Mendekatkan Universitas Jember kepada masyarakat dan pemerintah. c. Memperoleh umpan balik dari masyarakat sehingga kurikulum materi perkuliahan dan pengembangan ilmu dapat lebih disesuaikan dengan tuntutan nyata pembangunan. D. Bagi Mahasiswa a. Mendekatkan alam pikiran mahasiswa untuk melaksanakan setiap penelaahan dan pemahaman masalah yang ada di masyarakat secara prakmatis dan ilmiah. b. Memberi keterampilan pada mahasiswa untuk melaksanakan program pembangunan desa. c. Membina mahasiswa untuk menjadi motivator, dinamisator, dan problem solver. d. Mahasiswa dapat memperoleh pengalaman yang berharga dari masyarakat secara langsung untuk menemukan, merumuskan, memecahkan, dan menanggulangi permasalahan yang ada di masyarakat secara praktis dan interdisipliner. e. Mengetahui permasalahan yang ada di masyarakat dan juga dapat mempraktekkan ilmu pengetahuan yang di dapat di perguruan tinggi sesuai dengan kondisi masyarakat.

II. METODE 2.1 Tempat Dan Waktu Program kegiatan Kuliah Kerja Terpadu (KKT) Universitas Jember gelombang I tahun 2012 ini untuk kelompok 17 berlokasi di Desa Harjomulyo, Kecamatan Silo, Kabupaten Jember yang berlangsung selama 6 minggu atau 45 hari terhitung mulai tanggal 17 Januari 2012 sampai dengan 2 Maret 2012. Tempat kegiatan dan pelaksanaan kegiatan disesuaikan dengan jenis kegiatan dan lokasi kegiatan yang telah direncanakan. 2.2 Khalayak Sasaran Khalayak sasaran program kegiatan kuliah kerja terpadu ini adalah warga desa setempat yang meliputi perangkat desa, petani, pedagang, pengrajin, ibu-ibu PKK, pemuda desa/karang taruna, anak-anak usia sekolah dan pra sekolah serta anggota masyarakat lainnya. Adapun klasifikasi khalayak sasarannya adalah: Perangkat desa: merupakan penggerak masyarakat yang secara langsung mengarahkan masyarakat dalam pembangunan masyarakat seutuhnya. Pemuka agama dan tokoh masyarakat: peranan mereka di desa juga sangat berpengaruh, sebab segala ucapan, tindakan, dan perilaku mereka adalah panutan masyarakat desa. Pengurus dan anggota PKK: berperan ganda, disamping sebagai pengurus dan anggota PKK juga sebagai ibu rumah tangga. Kelompok remaja/karang taruna: merupakan salah satu kelompok yang sangat penting dalam pembangunan desa. Agar kelompok ini memiliki kesempatan yang lebih baik atau maju maka diberi motivasi, pengarahan, atau kesempatan berkarya. Pelajar Sekolah Dasar dan Sekolah Menegah: sebagian besar penduduk pedesaan adalah pelajar tingkat SD yang belum memiliki keinginan untuk melanjutkan ke jenjang SMP. Di sini program yang dilaksanakan sebagai program KKT mahasiswa di Desa Harjomulyo adalah memberi penyuluhan kepada para pelajar akan pentingnya melanjutkan pendidikan ke jenjang SMP sebagai bentuk pemenuhan Wajib Belajar 9 Tahun. Selain itu penting pula

memberi kesadaran bagi pelajra tingkat Sekolah Menengah untuk melanjutkan pendidikan ke tingkat lebih lanjut demi peningkatan kualitas pendidikan pelajar itu sendiri. Ibu Rumah Tangga: sebagai orang tua yang berperan besar dalam perkembangan anak, ibu rumah tangga dipilih sebagai khalayak sasaran dengan pemberian penyuluhan mengenai pentingnya pendidikan serta kesehatan anak dan balita. Masyarakat desa pada umumnya: merupakan pelaku utama dalam pembangunan, oleh sebab itu pengabdian mahasiswa perlu melibatkan secara langsung masyarakat dalam setiap aktivitas. Pengrajin kerai atau usaha perseorangan mandiri: merupakan lapangan kerja bagi masyarakat setempat. 2.3 Jenis Kegiatan Jenis-jenis kegiatan yang akan dilaksanakan di Desa Harjomulyo, Kecamatan Silo, Kabupaten Jember yaitu berupa kegiatan pembentukan POSDAYA-POSDAYA dengan program-program kerja yang disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat pedesaan. Adapun beberapa program yang sekiranya akan dilaksanakan dalam POSDAYA yang akan dibentuk adalah: 1) Program Pendidikan Desa Program ini menitikberatkan pada pentingnya bisa membaca dan menulis bagi semua perangkat desa Harjomulyo. Sebagian besar perangkat Harjomulyo termasuk dalam kategori buta huruf. Program pendidikan ini juga ditujukan kepada siswa SD khususnya untuk membantu mereka dalam menguasai dan memahami pelajaran bahasa Inggris. Tujuan program ini adalah membantu perangkat desa agar bisa membaca dan menulis. Adapun kegiatan dalam program ini antara lain: a. b. c. d. 2) Usaha pemberantasan buta huruf dan pelatihan baca tulis Penyuluhan English Smart Solution bagi siswa SD Pelatihan MS. Office Penyuluhan Menabung Sejak Dini Program Kreativitas dan Wirausaha untuk peranakat desa Harjomulyo.

Penyuluhan mengenai pembentukan pra koperasi simpan pinjam sederhana bagi warga yang ingin membuka dan meningkatkan usaha, khusunya kerajinan kerai. Penyuluhan dan pelatihan ketrampilan ibu-ibu rumah tangga serta Lansia untuk kewirausahaan. Pengenalan dan pelatihan teknik pemasaran produk usaha. Adapun kegiatan dalam program ini antara lain: a. Peningkatan Kreativitas Ibu PKK b. Penyuluhan Pra-Koperasi c. Penyuluhan Berwira Usaha 3) Program Kesehatan dan Kebersihan Lingkungan Program ini menitikberatkan pada usaha peningkatan kualitas kesehatan dan kebersihan lingkungan bagi seluruh masyarakat di Dusun Sumber Lanas Barat Desa Harjomulyo. Adapun kegiatan dalam program ini antara lain: a. Penyuluhan Imunisasi b. Penyuluhan Makanan Sehat c. Berpartisipasi Dalam Kegiatan Posyandu d. Kebersihan Lingkungan 4) a. b. c. 2.4 Program Pertanian Penyuluhan System Tanam Jajar Legowo Penyuluhan Kesesuaian Penggunaan Dosis Pupuk Penyuluhan System Pertanian Moderm Fertikultur

Teknik Kegiatan Dalam pelaksanaan kegiatan Kuliah Kerja Terpadu ini diharapkan adanya

partisipasi aktif dari masyarakat. Adapun teknik kegiatan atau cara yang digunakan agar masyarakat dapat aktif dalam setiap program kegiatan terbagi menjadi dua pendekatan, yaitu : Pendekatan formal, meliputi: a. Penyuluhan b. Pelatihan c. Diskusi d. Peragaan dan demonstrasi e. Simulasi Pendekatan Nonformal, meliputi: a. Pendekatan kelompok

Model pendekatan kelompok dilakukan melalui penyuluhan secara kelompok, ceramah dan tanya jawab. Pendekatan ini dilakukan pada pengajian-pengajian, pertemuan PKK, posyandu dan organisasi kemasyarakatan lainnya. b. Pendekatan individu Dilaksanakan dengan melakukan silahturahmi ke rumah-rumah penduduk guna mendukung metode pendekatan kelompok. c. Metode persuasif Yaitu metode yang dilakukan dengan cara mengajak dan memotivasi masyarakat untuk melakukan suatu kegiatan melalui kelompok atau perorangan. d. Metode partisipasi Yaitu metode yang dilakukan dengan langsung terjun secara aktif dalam kegiatan yang dilakukan oleh masyarakat atau mahasiswa. e. Metode pembuktian Yaitu masyarakat perlu mendapatkan bukti apa yang diberikan sehingga perlu diberikan contoh terlebih dahulu.

III. RENCANA PELAKSANAAN KEGIATAN 3.1 Susunan Organisasi SUSUNAN ORGANISASI KULIAH KERJA TERPADU UNIVERSITAS JEMBER KELOMPOK 33 GELOMBANG II TAHUN 2010 DESA SEBANEN, KECAMATAN KALISAT, KABUPATEN JEMBER JABATAN Koordinator Wakil Koordinator Sekretaris Bendahara NAMA Imam Akbarissalam Umar Fajar Darmawan T Elsa Yuniar Ardyana Kun Tepa Palupi FAKULTAS Pertanian Teknik PSIK Pertanian NIM 081510501068 081910101046 082310101030 081510601047

Seksi Perlengkapan Seksi Pubdekdok Seksi Konsumsi Seksi Acara

SEKSI-SEKSI Ranto Fajar W Teknik Siti Zainiyah Rita Pujiati Sukardi Ekonomi FISIP Sastra

081910301072 080810391088 080910202036 080110191040

3.2

Jadwal Kegiatan JENIS PROGRAM KEGIATAN DAN RENCANA KULIAH KERJA TERPADU KELOMPOK 17 UNIVERSITAS JEMBER GELOMBANG I TAHUN 2012 DI DESA HARJOMULYO, KECAMATAN SILO, KABUPATEN JEMBER

NO. I A B C D II A B C III A B C D IV A B C

KEGIATAN PROGRAM PENDIDIKAN Pemberantasan Buta Huruf Pelatihan Smart Solution Dalam Pemahaman B. Inggris Pelatihan MS. Office Penyuluhan Menabung Sejak Dini PROGRAM KEWIRAUSAHAAN DAN KREATIVITAS Peningkatan Kreativitas Ibu PKK Penyuluhan Pra-Koperasi Penyuluhan Berwira Usaha PROGRAM KESEHATAN DAN KEBERSIHAN Penyuluhan Imunisasi Penyuluhan Makanan Sehat Berpartisipasi Dalam Kegiatan Posyandu Kebersihan Lingkungan PROGRAM PERTANIAN Penyuluhan System Tanam Jajar Legowo Penyuluhan Kesesuaian Penggunaan Dosis Pupuk Penyuluhan System Pertanian Moderm Fertikultur TOTAL DANA KEGIATAN

VOLUME UKURAN 4x 4x 2x 2x 2x 2x 1x 1x 1x 6x 2x 1x 1x 1x

KHALAYAK SASARAN Peragkat desa Pelajar SD Perangkat Desa Masyarakat Ibu PKK Masyarakat Masyarakat Masyarakat Masyarakat Masyarakat Masyarakat Masyarakat Masyarakat Masyarakat

SUMBER DANA (RIBUAN) MASY MHS DLL

LOKASI

PENANGGUNG JAWAB Ranto Sukardi Umar Nia Tim KKT Tim KKT Rita Elsa Tim KKT Tim KKT Tim KKT Imam Palupi Imam

Balai Desa Sekolah Balai Desa Sekolah Balai Desa Balai Desa Balai Desa Balai Desa Balai Desa Posyandu Lingkungan Balai Desa Balai Desa Balai Desa

JADWAL PELAKSANAAN KEGIATAN


JANUARI 3 4 1 FEBRUARI 2 3

NO. I A B C D E F G H I J K II A B C III A B IV

KEGIATAN PENERAPAN IPTEKS Pelatihan Smart Solution Dalam Pemahaman B. Inggris Penyuluhan Kewirausahaan Penyuluhan Imunisasi Penyuluhan Makanan Sehat Peningkatan Kreativitas Ibu PKK Penyuluhan Pra-Koperasi Penyuluhan Menabung Sejak Dini Penyuluhan Makanan Sehat Penyuluhan System Tanam Jajar Legowo Penyuluhan Kesesuaian Penggunaan Dosis Pupuk Penyuluhan System Pertanian Moderm Fertikultur MEMBANTU PROGRAM PEMERINTAH Pelatihan MS. Office Pada Perangkat Desa Berpartisipasi Dalam Kegiatan Posyandu Pemberantasan Buta Huruf BAKTI SOSIAL Kebersihan Lingkungan Berpartisipasi Dalam Peringatan Maulid Nabi PEMBUATAN LAPORAN

3.3

Rencana Anggaran Biaya

RENCANA ANGGARAN BIAYA KEGIATAN KULIAH KERJA TERPADU


Anggaran Pelaksanaan Dari Setiap Program Kegiatan : Anggaran Dana Kesekretariatan : Pengadaan Proposal Amplop Kertas HVS A4 70 gram Map Plastik Pengadaan Laporan Dokumentasi (PRINT) Cinderamata (Vandel) Konsumsi Selama 6 Minggu TOTAL ANGGARAN 3 eks @ Rp. 5000 1 kotak @ Rp. 10,000 2 rim @ Rp. 25,000 2 bh @ Rp. 5000 5 eks @ Rp. 15,000 2botol @ Rp. 28.000 10bh @ Rp.30,000 45 hr @ Rp. 10,000 Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp 15.000,00 10.000,00 50.000,00 10.000,00 75.000,00 56.000,00 300.000,00 450.000,00 Rp 966.000,00 Rp 935.000,00

Rp 1.901.000,00

Terbilang : SATU JUTA SEMBILAN RATUS SERIBU RUPIAH

IV. PENUTUP Proses perubahan dan pembangunan bagi masyarakat terutama masyarakat pedesaan sebagai bagian dari program Kuliah Kerja Terpadu mahasiswa Universitas Jember tidaklah lepas dari kerjasama antara mahasiswa, lembaga-lembaga pemerintahan serta tentunya peran aktif dan partisipasi masyarakat desa itu sendiri. Pada dasarnya perubahan dan arah pembangunan dapat ditentukan oleh masyarakat, karena masyarakat mengetahui kondisi realitas yang terjadi di lingkungan sosialnya. Namun semuanya akan menjadi sia-sia ketika tidak disertai dengan peningkatan kualitas sumber daya (resources) yang ada, baik sumber daya alam (SDA) maupun sumber daya manusianya (SDM). Dengan melihat potensi beserta permasalahan pembangunan yang terdapat di Desa Harjomulyo, Kecamatan Silo, Kabupaten Jember diperlukan penanganan yang tidak hanya bisa dilakukan oleh mahasiswa atau aparat pemerintah saja. Tentunya kami mengharapkan kerjasama dari pihak terkait lainnya karena permasalahan pembangunan merupakan tanggung jawab kita semua. Akhirnya kami sebagai mahasiswa peserta program Kuliah Kerja Terpadu Universitas Jember mempunyai harapan besar terhadap meningkatnya kesejahteraan masyarakat Desa Harjomulyo. Demikian proposal ini kami buat dan sampaikan dengan harapan program kegiatan yang kami laksanakan dapat terselenggara dengan baik dan lancar. Semoga kegiatan ini memberikan banyak manfaat bagi kita semua. Atas segala perhatian dan kerjasama dari berbagai pihak kami sampaikan terima kasih.

PEMBENTUKAN POSDAYA DAN PENYULUHAN PRAKOPERASI SEBAGAI WADAH UNTUK MENINGKATKAN PEREKONOMIAN DI DUSUN SUMBER LANAS BARAT DESA HARJO MULYO KEC. SILO KAB. JEMBER

PROPOSAL KULIAH KERJA TERPADU

1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8.

Imam Akbarissalam Umar Fajar Darmawan T Elsa Yuniar Ardyana Kun Tepa Palupi Ranto Fajar W Siti Zainiyah Rita Pujiati Sukardi

Kelompok : 17 Disusun Oleh : 081510501068 081910101046 082310101030 081510601047 081910301072 080810391088 080910202036 080110191040

(Fakultas Pertanian) (Fakultas Teknik) (Fakultas PSIK) (Fakultas Pertanian) (Fakultas Teknik) (Fakultas Ekonomi) (Fakultas ISIP) (Fakultas Sastra)

KEMENTERIAN PENDIDIKAN NASIONAL

UNIVERSITAS JEMBER LEMBAGA PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT


JANUARI, 2012

Pengesahan proposal Kuliah kerja terpadu


Lembaga Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Jember a. Judul Kegiatan : Pembentukan Posdaya dan Penyuluhan Prakoperasi Sebagai Wadah Untuk Meningkatkan Perekonomian Di Dusun Sumber Lanas Barat Desa Harjomulyo Kec. Silo kab. Jember. : : Imam Akbarissalam : 081510501068 : Pertanian : : Harjomulyo : Silo : Jember : 17 :Jember, Koordinator KKT,

b. Koordinator - Nama - NIM - Fakultas d. Lokasi KKT Desa Kecamatan Kabupaten

c. Jumlah anggota kelompok : 8

e. Kelompok KKT g. Biaya kegiatan Dosen pembimbing KKT,

f. Waktu pelaksanaan KKT : 45 hari

Imam Akbarissalam NIM 081510501068 Menyetujui, Kepala pusat pendidikan dan pengembangan masyarakat LPM-universitas jember