Anda di halaman 1dari 10

FERMENTASI DAN DESTILASI ALKOHOL TAPE KETAN

Kelompok Aktif : Aghry Wiranata Anugrah Uki Harinanda Ramadhan Try Nur Hidayati Riska Nurhidayah Rachmawatika Pratiwi BIOLOGI 1 A UHAMKA

METODE PENELITIAN
Bahan : beras ketan kg ragi 1 butir daun pisang air secukupnya Alat : toples 1 buah nampan 1 buah panci 1 buah kompor termos listrik 1 buah baskom 1 buah selang kecil 1 meter botol dot bayi 1 buah botol kaca 1 buah es batu secukupnya sendok 1 buah saringan 1 buah gelas 1 buah teko 1 buah kapas korek api Gelas logam 2 buah Plastik transparan Karet gelang

Cara membuat tape


Siapkan semua bahan Cuci beras ketan sampai benar-benar bersih, lalu rendam beras ketan di dalam baskom yang berisi air semalaman Siapkan air mendidih dalam panci Kukus beras ketan di atas air mendidih Setelah matang, taruh ketan ke dalam nampan, tunggu sampai dingin Haluskan ragi Tabur ragi di atas ketan yang sudah dingin dan aduk sampai rata Masukkan ketan di dalam toples yang sudah di alasi dengan daun pisang di bagian bawah dan atas toples dan tutup sampai benar-benar rapat Diamkan tape selama 3 hari Siapakan alat dan bahan untuk membuat alat destilasi sederhana Rangkai 2 buah botol di bagian kanan dan kiri yang di hubungkan dengan selang kecil

CARA MENDESTILASI TAPE


Siapkan alat dan bahan untuk membuat alat destilasi sederhana Rangkai 2 buah botol di bagian kanan dan kiri yang di hubungkan dengan selang kecil Botol 1(dot bayi) diletakkan di atas termos listrik yang berisi air panas 80-90 derajat, lalu botol ke 2 (botol kaca) diletakkan di atas teko yang berisi air es Saring tape menggunakan saringan hingga didapatkan air tape hasil fermentasi Tuang air tape ke dalam dot bayi yang telah diletakkan di termos listrik Mulailah proses destilasi sampai didapatkan air alcohol dari air hasil fermentasi tape ketan Setelah didapatkan alcohol dari proses destilasi, lalu ambil sedikit kapas dan oleskan alcohol di atas kapas Bakar kapas tersebut, amati perubahannya.

ALAT DAN BAHAN

HASIL PENYARINGAN

PROSES DESTILASI

PERCOBAAN PERTAMA

Pada penelitian pertama kelompok kami belum sempurna dikarenakan hasil destilasi air tape ketan tidak menghasilkan setetes pun alcohol pada botol ke 2 yang diletakkan di dalam teko yang berisi air dingin. Namun alcohol yang kami dapatkan untuk membakar kapas berasal dari tetesan uap air alkohol di atas botol dot bayi yang berisi air tape yang sedang di panaskan di atas termos listrik.

PERCOBAAN KEDUA

Pada penelitian kedua kelompok kami berhasil melakukan destilasi air tape ketan sehingga menghasilkan cairan alcohol di dalam gelas logam yang di letakkan di dalam tempat yang berisi air dingin. Setelah mendapatkan hasil cairan alcohol, kemudian kami meneteskannya di atas kapas, saat kami sentuh kapas tersebut terasa dingin, dan saat kami mulai membakarnya, kapas tersebut mengeluarkan api tetapi kapas tidak habis

KESIMPULAN

Setelah melakukan penelitian, ternyata kami dapat menyimpulkan bahwa fermentasi yang terjadi pada tape terjadi selama 2-3 hari dan termasuk bioteknologi konvensional. Selain itu juga, dalam proses pembuatan tape ini ragi saccaromyces cereviceae mengeluarkan enzim yang dapat memecah kan karbohidrat pada ketan menjadi gula yang lebih sederhana. Oleh karena itu tape akan terasa manis apabila sudah matang tanpa diberi gula sebelumnya. Kemudian khamir(ragi) akan merubah sebagian gula-gula sederhana tersebut menjadi alkohol. Inilah yang menyebabkan aroma alkohol pada tape. Semakin lama tape tersebut dibuat, semakin kuat alkoholnya. Kegagalan dalam pembuatan tape dikarenakan enzim pada ragi saccaromyces cereviceae tidak dapat memecah karbohidrat menjadi gula sederhana apabila terdapat udara yang mengganggu proses pemecahan enzim tersebut.