Anda di halaman 1dari 19

MANAJEMEN PEMASARAN

TUGAS AKHIR SEMESTER


PENGANTAR EKONOMI

Disusun Oleh : Nama Npm Jurusan Program : SYAFRINA ARIANTI : 43A87067080045 : Komputerisasi Akutansi (KA) : D3/KA/2A/Pagi

SEKOLAH TINGGI MANAJEMEN INFORMATIKA DAN KOMPUTER BANI SALEH BEKASI 2008

KATA PENGANTAR
Dalam usaha meningkatkan kegunaan makalah ini kepada mahasiswa dan meningkatkan pengajaran dalan perkuliahan para dosen,makalah pengantar ekonomi telah saya rangkum menjadi yang sekarang ini dan judulnya manajemen pemasaran. Dari segi materi yang diterangkan tidak terdapat pebedaan, kerana uraian yang dibuat hanya sedikit saja yang diubah. Tanbahan yang paling penting adalah teks Ringkasan dan arti Konsep Penting yang diberikan di bagian belakang dari setiap bab. Semejak makalah ini dibuat untuk pertama kali mengalami beberapa perkembangan yang menungkatkan kegunaan teory mikroekonomi sebagai pendekatan untuk memahami perkembangan tersebut. Dalam dua dekata belakang ini ekonomi dunia telah mengalami perkembangan . Perlu ditekankan di sini bahwa walaupun saya telah berusaha memperbaiki uraian dan penampilan makalah ini, keefektifannya untuk menambah pengetahuan para mehasiswa sangat tergantung kepada kerja keras mereka. Sehubungan dengan hal ini, saya ingin menyampaikan kepada mahasiswa atau mereka yang memiliki niat untuk belajar ekonomi, mempelajari suatu ilmu harus di dasari dengan niat. Pada dasarnya memasuki fakultas manajemen atau studi pembangunan, mempelajari ekonomi, akuntansi memerlukan pengetahuan tentang kegiatan ekonomi. Adapun dalam penyusunan tugas ini masih banyak terdapat kekurangan karena keterbatasan pengetahuan, pengalaman dan kemampuan yang dimilki sehingga makalah jauh dari sempurna, oleh kerana itu dengan tangan terbuka penulis mengharapakan saran kritik yang membangun dari semuanya. Besar harapan semoga apa yang penulis sajikan menambah khazanah keilmuan kita khususnya bagi penulis dan pembaca pada umumnya.amin

Bekasi, 5 juni 2009 Penulis

Syafrina Arianti

DAFTAR ISI Kata Pengantar..i Daftar Isi..ii Bab I PENDAHULUAN..1

Bab II PENGERTIAN MENAJEMEN PEMASARAN ...2 A. Pemasaran...2 B. Manajemen Pemasaran...2 C. Konsep Pemasaran..3 D. Segmentasi Pasar5 E. Karakteristik Jasa6 F. Prilaku ekonomi..7 G. Beberapa pendekatan dalam pemasaran.8 H. Pemasaran Internasional.9 I. Atenatif Saluran..10 Bab III SIFAT SIFAT PEMASARN JASA PEMASARAN.....11 A. Sifat Khusus..11 B. Pembentukan citra.12 IV FAKTOR - FAKTOR DALAM PENETAPAN HARGA...13 Bab V RUANG LINGKUP MANAJEMEN PEMASARAN......15 A. Produk15 B. Harga......15 C Saham Distribusi..15 D. Promosi...15 Bab VI PENUTUP.16 DAFTAR PUSTAKA

BAB 1 PENDAHULUAN

Peningkatan hasil produksi mengakibatkan pula laba perusahaan, situasi semacam ini terus berlangsung sampai terjadi depresi ekonomi yang melanda dunia pada tahun 1930, pada waktu itu timbul pemikiran lain dari para produsen. Jika sebelumnya mereka lebih mencurahkan perhatian untuk dapat memproduksi barang sebanyak banyaknya. Para produsen berusaha untuk menemukan keinginan para selera konsumen dan menyesuaikan hasil produksi mereka dengan keinginan dan selera konsumen. Kebutuhan dasar dibentuk oleh budaya dan kepribadian individu menjadi keinginan manusia, keinginan ini kalau didukung dengan daya beli menjadi permintaan. Pemasarn mengarahkan permintaan ini dengan menciptakan produk dan jasa yang tepet. Produk ini memuaskan kebutuhkan dan keinginan dengan menawarkan nilai kepada pelanggan, persepsi pelanggan mengenai perbedaan antara manfaat dan menggunakan produk tersebut dan berapa biaya untuk memperolehnya. Bila menawarkan produk yang baik, produk akan menipkatan kepuasan pelanggan, kepuassan pelanggan berkaitan erat dengan mutu. Mutu berarti bukan hanya tanpa cacat, tetapi juga produk tersebut menawarkan kepuasan yang di cari pelanggan. Banyak perusahaan yang berhasil adalah perusahaan yang mamilki focus yang kuat pada pelanggan dan kebulatan komitmen pada pemasaran. Pemasaran adalah proses social dan manajerial yang menjadi sarana bagi individualdan kelompok untuk memperoleh apa yang mereka butuhkan dan inginkan lewat pertukaran produk serta nilai dengan pihak lain. Yang menjadi dasar pemasaran adalah kebuhuhan manusia, yang merupakan persyaratan dari perasaan kehilangan. Pemasaran yang ekfektif dianggap sebagai suatu unsure penting bahwa kadang kadang sebagai unsure penenrubagi kenerhasilan operasi suatu perusahaan. Bersamaan dengan pemahaman tentang pemasaran ,perlu pula dipahami arti pasar.

BAB II PENNGERTIAN MANAJEMEN PEMASARAN


A. PEMASARAN Pemasaran salah satu kegiatan dalam perekonomian yang membantu dalam menciptakan nilai ekonomi. Nilai ekonomi itu sendiri menentukan harga barang dan jasa. Faktor penting dalam menciptakan nilai tersebut adalah produksi, pemasaran dan konsumsi. Pemasaran menjadi penghubung antara kegiatan produksi dan konsumsi. Banyak ahli yang telah memberikan definisi atas pemasaran ini. Definisi yang diberikan sering berbeda antara ahli yang satu dengan ahli yang lain. Perbedaan ini disebabkan karena adanya perbedaan para ahli tersebut dalam memandang dan meninjau pemasaran. Dalam kegiatan pemasaran ini, aktivitas pertukaran merupakan hal sentral. Pertukaran merupakan kegiatan pemasaran dimana seseorang berusaha menawarkan sejumlah barang atau jasa dengan sejumlah nilai keberbagai macam kelompok social untuk memenuhi kebutuhannya. Pemasaran sebagai kegiatan manusia diarahkan untuk memuaskan keinginan dan kebutuhan melalui proses pertukaran. Definisi yangpaling sesuai dengan tujuan tersebut adalah : Pemasaran adalah suatu proses social dan manajerial yang didalamnya individu dan kelompok mendapatkan apa yang mereka butuhkan dan inginkan dengan menciptakan, menawarkan, dan mempertukarkan prosuk yang bernilai kepada pihak lain (Kotler, 1997). Definisi pemasaran ini bersandar pada konsep inti yang meliputi kebutuhan (needs), keinginan (wants), dan permintaan (demands). Manusia harus menemukan kebutuhannya terlebih dahulu, sebelum ia memenuhinya. Usaha untuk memenuhi kebutuhan tersebut dapat dilakukan dengan cara mengadakan suatu hubungan. Dengan demikian pemasaran bia juga diartikan suatu usaha untuk memuaskan kebutuhan pembeli dan penjual (Swasta, 1996). B. MANAJEMEN PEMASARAN Penanganan proses pertukaran memerlukan waktu dan keahlian yang banyak. Manajemen pemasaran akan terjadi apabila sekurang-kurangnya satu pihak dari pertukaran potensial memikirkan cara untuk mendapatkan tanggapan dari pihak lain

sesuai dengan yang diinginkannya. Dengan demikian, manajemen pemasaran dapat diartikan :Manajemen pemasaran adalah proses perencanaan dan pelaksanaan pemikiran, penetapan harga, promosi serta penyaluran gagasan, barang dan jasa untuk menciptakan pertukaran yang memuaskan tujuan-tujuan individu dan organisasi (Kotler, 1997). Definisi ini mengakui bahwa manajemen pemasaran adalah proses yang melibatkan analisa, perencanaan, pelaksanaan, dan pengendalian yang mencakup barang, jasa dan gagasan yang tergantung pada pertukaran dengan tujuan menghasilkan kepuasan bagi pihak-pihak yang terkait. Manajemen pemasaran dapat diterapkan pada semua bidang usaha. Dalam manajemen terdapat fungsi penganalisaan, perencanaan, pelaksanaan atau penerapan serta pengawasan. Tahap perencanan merupakan tahap yang menentukan terhadap kelangsungan dan kesuksesan suatu organisasi pemasaran. Proses perencanaan merupakan satu proses yang selalu memandang ke depan atau pada kemungkinan masa akan datang termasuk dalam pengembangan program, kebijakan dan prosedur untuk mencapai tujuan pemasaran. C. KONSEP PEMASARAN Suatu perusahaan dalam menjalankan aktivitasnya harus efi menjalankan konsep pemasaran agar keuntungan yang diharapkan dapat terealisasi dengan baik. Ini menandakan bahwa kegiatan pemasaran dalam perusahaan harus dikoordinasi dan dikelola dengan cara yang labih baik. Falsafah konsep pemasaran bertujuan untuk memberikan kepuasan terhadap keinginan dan kebutuhan konsumen. Kegiatan perusahaan yang berdasar pada konseop pemasaran ini harus diarahkan untuk memenuhi tujuan perusahaan. Secara definitive dapat dikatakan bahwa konsep pemasaran adalah falsafah bisnis yang menyatakan bahwa pemuasan kebutuhan konsumen merupakan syarat ekonomis dan social bagi kelangsungan hisup perusahaan (Swasta, 1996). Dari definisi tersebut,perusahaan memili konsekuensi seluruh kegiatan perusahaan harus diarahkan untuk mengetahui kebutuhan konsumen dan mampu memberikan kepuasan agar mendapat laba dalm jangka panjang. Organisasi perusahan yang menerapkan konsep pemasaran. Konsep pemasaran juga menyatakan bahwa kunci untuk meraih tujuan organisasi adalah menjadi lebih

efektif dari pada pesaing dalam memadukan kegiatan pemasaran guna menetapkan dan memuaskan kebutuhan pasar sasaran. Konsep pemasaran ini bersadar pada empat pilar yaitu pasar sasaran kebutuhan pelanggan, pemasaran terpandu dan profitabilitas. Dewasa ini konsep pemasaran mengalami perkembangan yang semakin maju sejaln dengan majunya masyarakat dan teknologi. Perusahaan tidak lagi berorientasi hanya pada pembeli saja, akan tetapi berorientasi pada masyarakat atau manusia. Konsep yang demikianlah yang disebut dengan konsep pemasaran masyarakat . Selanjutnya akan dibahas tiga factor penting yang digunakan sebagai dasar dalam konsep pemasaran : a. Orientasi konsumen Pada intinya, jika suatu perusahaan ingin menerapkan orientasi konsumen ini, maka : 1. Menentukan kebutuhan pokok dari pembeli yang akan dilayani dan dipenuhi. 2. Memilih kelompok pembeli tertentu sebagai sasaran dalam penjualan. 3. Menentukan produk dan program pemasarannya. 4. Mengadakan penelitian pada konsumen untuk mengukur, menilai dan menafsirkan keinginan, sikap serta tingkah laku mereka 5.Menentukan dan melaksanakan strategi yang paling baik, apakah menitikberatkan pada mutu yang tinggi, harga yang murah atau model yang menarik b. Koordinasi dan integrasi dalam perusahaan Untuk memberikan kepuasan secara optimal kepada konsumen, semua elemen pemasaran yang ada harus diintegrasikan. Hindari adanya pertentangan antara perusahaan dengan pasarnya. Salah satu cara penyelesaian untuk mengatasi masalah koordinasi dan integrasi ini dapat menggunakan satu orang yang mempunyai tanggung jawab terhadap seluruh kegiatan pemasaran, yaitu manajer pemasaran. Jadi dapat disimpulkan bahwa setiap orang dan bagian dalam perusahaan turut serta dalam suatu upaya yang terkoordinir untuk memberikan kepuasan konsumen sehingga tujuan perusahaan dapat tercapai. c. Mendapatkan laba melalui pemuasan konsumen Salah satu tujuan dari perusahaan adalah untuk mendapatkan profit atau laba. Dengan laba tersebut perusahaan bisa tumbuh dan berkembang dengan kemampuan yang lebih besar. Sebenarnya laba merupakan tujuan umum dari sebuah perusahaan. Banyak perusahaan yang mempunyai tujuan lain disamping laba. Dengan

menggunakan konsep pemasaran ini, hubungan antara perusahaan dan konsumen akan dapat diperbaiki yang pada akhirnya akan menguntungkan bagi perusahaan. D . SEGMENTASI PASARS Pasar terdiri atas pembeli dan pembeli berbeda dalam banyak hal. Pasar dapat dibedakan atau disegmentasikan dalam berbagai cara. Pasar bisa diartikan sebagai orangorang yang mempunyai keinginan untuk puas, uang untuk belanja dan kemauan untuk membelanjakannya. Adapun istilah segmentasi pasar dapat didefinisikan sebagai berikut : Segmentasi pasar adalah kegiatan membagi-bagi pasar yang bersifat heterogen dari suatu produk ke dalam satuan-satuan pasar (segmen pasar) yang bersifat homogen (Swasta, 1996). Segmentasi pasar ini merupakan suatu falsafah yang berorientasi pada konsumen. Falsafah ini menunjukan usaha untuk meningkatkan ketepatan penetapan sasaran dari suatu perusahaan. Segmen pasar ini dapat dibentuk dengan banyak cara. Dengan mengacu pada demografi atau gaya hidup, segmentasi pasar dapat dilakukan. Ada beberapa pola berbeda yang akan muncul dalam melakukan segmenatasi pasar ini, yaitu : preferesi homogen, preferensi yang tersebar dan preferensi terkelompok Dengan menyatukan program pemasaran yang ditujukan kepada segmen-segmen pasar yang dituju, manajemen dapat melaksanakan pemasaran dengan lebih baik dan dapat menggunakan sumberdaya pemasaran secara efisien. Segmentasi pasar dapat membantu manajemen dalam hal menyalurkan uang dan usaha ke pasar potensial yang paling menguntungkan, merencanakan produk yang dapat memenuhi permintaan pasar, menentukan cara-cara promosi yang paling efektif, memilih media advertensi, dan mengatur waktu yang sebaik-baiknya. Dalam melakukan segmentasi pasar ini juga perlu suatu alasan yang cukup baik, misalnya, adanya pasar yang bersifat dinamis dan adanya pasar untuk suatu produk tertentu. Akan tetapi tidak semua segmentasi pasar yang dilakukan efektif. Dengan demikian perlu suatu upaya agar segmentasi pasar yang dilakukan itu berjalan sesuai dengan yang diharapkan. Ada beberapa hal yang mungkin perlu untuk diperhatikan dalam melakukan segmentasi, diantaranya : dapat diukur, dalam jumlah besar, dapat diakses dengan mudah, bisa dibedakan serta dapat diambil tindakan. Perusahaan yang mengidentifikasi

segmen pasarnya harus bisa mengevaluasi berbagai segmen dan memutuskan berapa banyak segmen yang akan dimasuki. Ada dua factor penting yang mesti diperhatikan dalam melakukan evaluasi segmen pasar, yaitu daya tarik segmen secara keseluruhan dan sumberdaya perusahaan (Kotler, 1997). Setelah evaluasi dilakukan, perusahaan kemudian mengambil keputusan seberapa banyak segmen yang akan dilayani. Pada tahap evaluasi, ada berapa hal tambahan yang dapat dijadikan pertimbangan untuk memilih segmen yaitu pilihan etika atas pasar sasaran, interelasi dan segmen-super, rencana serangan segmen per segmen dan kerjasama antarsegmen. E. KARAKTERISTIK JASA Definisi jasa belum digunakan secara luas oleh pemasar. Ini berkaitan dengan sulitnya diketahui batasan-batasan yang jelas antara organisasi atau unit usaha yang menjadi bagian dari penyaluran barang dengan organisasi yang yang menawarkan jasa. Dengan demikian jasa, khususnya yang menyangkut jasa pertukaran dapat didefinisikan sebagai : Jasa adalah barang yang tidak kentara (intangible product) yang dibeli dan dijual di pasar melalui suatu transaksi pertukaran yang saling memuaskan (Swasta, 1996). Unsur penting dalam pengertian tersebut adalah bahwa jasa merupakan suatu produk yang tidak kentara, artinya barang yang dipertukarkan dengan uang adalah suatu yang tidak berwujud. Jasa juga merupakan produk yang tidak bisa ditimbun atau ditumpuk dalam suatu gudang sambil menunggu penjualan. Penyaluran jasa kebanyakannya langsung dari produsen ke konsumen. Produk jasa ini banyak macam dan jenisnya. Secara umum ada perbedaan antara barang dan jasa yang dapat dilihat, misalnya, pembelian jasa dipengaruhi oleh motif dan emosi, jasa tidak berwujud, bersifat tidak tahan lama, tidak dapat disimpan, mementingkan unsur manusia, distribusi langsung, tidak memiliki standar dan keseragaman serta jasa tidak terlalu mementingkan adanya peramalan permintaan.Untuk pemasaran jasa ini diperlukan pemikiran yang lebih jauh bagi para pelaksana dibandingkan dengan pemasaran barang. F. PRILAKU EKONOMI Perilaku konsumen memiliki kepentingan khusus bagi orang yang dengan berbagai alasan berhasrat untuk mempengaruhi atau mengubah perilaku tersebut, termasuk orang

yang kepentingan utamanya adalah pemasaran. Tidak mengherankan jika studi tentang perilaku konsumen ini memiliki akar utama dalam bidang ekonomi dan terlebih lagi dalam pemasaran. Dengan demikian, perilaku konsumen menurut Engel (1994) adalah sebagai berikut :Perilaku konsumen merupakan tindakan yang langsung terlibat dalam mendapatkan, mengkonsumsi dan menghabiskan produk dan jasa, termasuk proses keputusan yang mendahului dan menyusuli tindakan ini. Subyek ini dapat diancangi dari beberapa prespektif, yaitu : pengaruh konsumen, menyeluruh dan antarbudaya. Penelitian terhadap motivasi dan perilaku konsumen mendapat arti dalam masyarakat komtemporer di dunia. Ada pula perspektif yang lebih menyeluruh dan memfokuskan pada upaya studi konsumsi untuk mengerti bagaimana manusia berpikir dan berperilaku dalam kegiatan hidup. Pemasar yang berusaha mempengaruhi perilaku konsumen terletak pada premis konsumen adalah raja, motivasi dan perilaku konsumen dapat dimengerti melalui penelitian, perilaku konsumen dapat dipengaruhi melalui kegiatan persuasive yang menanggapi konsumen secara serius sebagai pihak yang berkuasa dan dengan maksud tertentu serta pengaruh konsumen memiliki hasil yang menguntungkan secara social asalkan pengamanan hokum, etika, dan moral berada pada tempatnya untuk mengekang upaya manipulasi (Engel, 1994). Beberapa sifat perusahaan yang perlu dipertimbangan di dalam proses pemilihan saluran distribusi adalah : Ukuran perusahan Kekuatan financial Kombinasi produk yang dihasilkan Kebijakan pemasaran

Cara pengantukan yang baik akan mempengaruhi kelancaran arus barang dari produsen ke konsumen. Pengangkutan mempunyai tugas yaitu : o o Barang harus diangkut ke tempat barang dibutuhkan. Untuk Barang harus diangkut pada waktu barang dibutuhkan. Untuk menciptakan kefaedahan tempat (plece utility) menciptan kefaedahan waktu (time utility)

G. BEBERAPA PENDEKATAN DALAM PEMASARAN Dalam pemasaran ada beberapa pendekatan : 1. Pendekatan Barang disebut analisis saluran distribusi. Dengan cara ini pemasaran dipelajari dengan memahami saluran distribusi dari barang atau jenis barang tertentu. Dengan cara ini dibahas pula segala persoalan yang berhubungan dengan aktivitas pemasaran barang. Bila ingin membahas suatu barang maka pendekatan ini merupakan cara terbaik. 2. Pendekatan Fungsi disebut melalui fungsi atau yang dilakukan oleh badan di tangan konsumen. 3. Pendekatan Kelembagaan disebut pemasaran melalui peranan badan dan lembaga yang terlibat dalam usaha menyalurkan barang dari produsen ke konsumen. 4. Pendekatan Teory Ekonomi disebut pemasaran dengan bantuan teory ekonomi dalam bentuk persaingan (monopoli,oligopoly,kekuatan permintaan dan penawaran ). Pendekatan ini sering digunakan sebagai pelengkap dari salah satu cara yang telah dikemungkakan di atas dan sering digunakan bukan oleh perusahaan akan tetapi oleh lembaga yang mengurus pemasaran secara makro. 5. Pendekatan Historis disebut pemasaran dengan menganalisis fungsi dan lembaga pemasaran pada beberapa waktu yang berbeda. 6. Pendekatan Biaya disebut pendekatan pemasaran dengan menghubungkan tindakan tindakan yang diambil oleh namajemen pemasaran untuk mencapai sasarannya. Semakani luas daerah pemasaran suatu barang, semakin besar biaya pemasarn. Kurang lima puluh persen dari harga enceran barang yang dibayar konsumen. Kondisi persaungan yang semakin ketat para produsen dan penjual berusaha untuk menurunkan semua biaya dari barang dan jasa yang diprodusi atau dijual termasuk biaya pemasarannya. H. PEMASARAN INTERNASIONAL Pada abad globalisasi sekarabg ini perusahaan tidak dapat hanya memusatkan perhatian pada pasar domestic saja, betapapun besatnya pasar ini. Banyak industri yang merupakan industri dunia dan perusahaan yang beroperasi secara global akan mempunyai merek dengan biaya yang lebih rendah serta kepopuleran merek yang lebih

luas. Tindakan proteksi hanya mampu memperlibatkan masuknya produk produk unggul, cara bertahan terbaik adalah dengan menyebu pasar dunia. Pemasaran global mengandung resiko besar kerena fluktuasi mata uang, pemerintahan yang tidak stabil, hambatan kaum proteksionis, biaya adaptasi produk dan kominikasi yang tinggi, serta beberapafaktor lainnya. Daur hidup produk internasional memberiakn dukunagn terhadap gagasan bahwa keunggulan komparatif di banyak industri akan berpindah dari Negara- Negara biaya tinggi ke Negara biaya rendah dan kerenanya perusahaan tidak dapat sekedar bertahan dipasar domestic dan berharap dapat mempertahankan pasar mereka. Dengan adanya keuntunagn maupun resiko dari pemasaran internasional , perusahaan membutuhkan cara yang sistematis untuk mengambil keputusan mengenai pemasaran internasional mereka. Produsen mempunyai berbagai merek untuk barang-barang yang dihasilkan meskipun kadang-kadang perbedaan antara masing-masing barang sedikt sekali. Ini merupakan untuk mendapatkan paar yang lebih luas. I. ALTENATI SALURAN Altenatif saluran menyakut beberapa unsure : Tipe perentara disebut middlemen, perentara yang bersifat agen dan pedagang. Perentara yang tidak memiliki barang-barang yang dipedagankan tetapi sematamata hanya bertindak sebagai penghubung antara pembeli denagn penjual. Jumlah perentara yang akan digunakan. Jumlah perentara ditentukan oleh penyebaran pasar yang diinginkan produsen. Ditijau dari jumlah perentara atau penyalur, dikenal 3 macam kebijakan penyalur : distribusi intensif adalah distribusi melalui sebanyak mungkin pedagan eceran. Distribusi selektif adalah system pemilihan saluran distribusi dengan hanya beberapa penyalur Distribusi eksklusif adalah produsen sengaja membatasi jumlah perentara yang menyalurkan hasil produksinya untuk menjadi penyalur tunggal

BAB III SIFAT SIFAT KHUSUS PEMASARAN JASA


A. SIFAT KHUSUS Dalam pelaksanaan pemaaran jasa oleh pemasar, ada sifat khusus yang membedakan pemasaran jasa dengan pemasaran barang. Sifat khusus tersebut menurut Alma (1992) adalah sebagai berikut : a. Menyesuaikan dengan selera konsumen : Gejala ini ditandai dengan pasar pembeli yang lebih dominan dalam suasana pasaran jasa. Kualitas jasa yang ditawarkan tidak dapat dipisahkan dari mutu yang menyediakan jasa. Dalam industri dengan tingkat hubungan yang tinggi, pengusaha harus memperhatikan hal-hal yang bersifat internal dengan cara memelihara tenaga kerja dan mempekerjakan tenaga sebaik mungkin. Inilah yang sering disebut dengan internal marketing, yaitu penerapan prinsip marketing terhadap pegawai dalam perusahaan. b. Keberhasilan pemasaran jasa dipengaruhi oleh jumlah pendapatan penduduk Dalam kenyataan, makin maju suatu negara akan semakin banyak permintaan akan jasa. Ini ada hubungannya dengan hirarki kebutuhan manusia, yaitu kebutuhan akan jasa. Masyarakat yang belum banyak menggunakan jasa dapat dikatakan bahwa pendapatan masyarakat tersebut belum merata. c. Pada pemasaran jasa tidak ada pelaksanaan fungsi penyimpanan : Tidak ada jasa yang dapat disimpan. Jasa diproduksi bersamaan waktunya dengan mengkonsumsi jasa tersebut. d. Mutu jasa dipengaruhi oleh benda berwujud sebagai pelengkapnya.: Karena jasa adalah suatu produk yang tidak berwujud maka konsumen akan memperhatikan benda berwujud yang memberikan pelayanan sebagai patokan terhadap kualitas jasa yang ditawarkan. e. Saluran distribusi dalam pemasaran jasa tidak terlalu penting : Ini disebabkan dalam pemasaran jasa perantara tidak digunakan. Akan tetapi ada type pemasaran tertentu yang menggunakan agen sebagai perantara.

B. PEMBENTUKAN CITRA Konsumen dalam membeli dan mengkonsumsi sesuatu bukan hanya mengharapkan sekedar barang saja, akan tetapi ada sesuatu yang lain. Sesuatu yang lain itu sesuai dengan citra yang terbentuk dalam dirinya. Suatu perusahaan berkepentingan untuk memberikan informasi kepada publik agar dapat membentuk citra yang baik.Ada pepatah yang mengatakan bahwa citra merupakan poin awal untuk sukses dalam pemasaran. Istilah citra atau image ini mulai popular pada tahun 1950-an dalam konteks organisasi, perusahaan, nasional dan sebagainya. Citra tidak dapat dibuat seperti barang dalam suatu pabrik, akan tetapi citra adalah kesan yang diperoleh sesuai dengan pemahaman dan pengetahuan seseorang terhadap sesuatu. Citra yang ada pada perusahaan terbentuk dari bagaimana perusahaan tersebut melakukan kegiatan operasionalnya yang mempunyai landasan utama pada segi pelayanan. Suatu perusahaan harus mampu untuk melihat sendiri bagaimana citra yang ditampilkan kepada masyarakat yang dilayani. Perusahaan juga harus bisa memberikan suatu evaluasi apakah citra yang diberikan telah sesuai dengan yang diharapkan atau jika perlu ditingkatkan lagi. Jadi citra ini dibentuk berdasarkan impresi atau pengalaman yang dialami oleh seseorang terhadap sesuatu, sehingga pada akhirnya membangun suatu sikap mental. Sikap mental ini nantinya akan dipakai sebagai pertimbangan untuk mengambil keputusan karena citra dianggap mewakili totalitas pengetahuan seseorang terhadap sesuatu.

BAB IV FAKTOR- FAKTOR YANG PERLU DIPERTIMBANGKAN DALAM PENETAPAN HARGA


Dalam menetapkan harga jual perlu dipertimbangakn beberapa hal,antara lain adalah : a. b. c. d. e. Harga pokokjual barang Harga barang sejenis Daya beli masyarakat Jangka waktu perputaran modal Pereturan peraturan yang ada

Faktor faktor tersebut ataumerupakan factor factor obyektif artinya pendapatan pribadi pengusaha atau pedagan tidak ikut berperan atau kalaupun ada hanya kecil skali. Faktor faktor obyektif ini kadang kadang tidak cukup kuat untuk dipakai dasar penentuan harga, sehingga ada faktor faktor pertimbangan subyektif. Setiap pengusaha atau produsen dapat menentukan atau memilih saluran distribusi bersadarkan beberapa pertimbangan yaitu : target produk perentara pesaing perusahaan

Target pasar sangat mempengarui keputusan produsen dalam memilh saluran. Bila target pasarnya secara geografis luas, para produsen cenderung untuk menggunakan saluran panjang dengan banyak perentara di tiap tingkat saluran. Kecenderungan ini agak berkurang jika pasarnya secara geografis lebih terpusat. Selanjutnya pembeli yang sering (frekuensi pembelian tinggi) dalam jumlah yang kecil juga menimbulkan kecenderungan menggunakan saluran panjang.

Dalam penetapan harga harus ada pertimbangan dalam rangka pemilihan saluran yang akan ditawarkan: apakah barang tersebut mudah rusak berat dan volume barang nilai barang ditijau dari kebutuhan konsumen harga satuan barang

Tujuan dan cara pemasaran : pasar barang komsumsi jenis barang konsumsi tak terhitung jumlahnya, dalam pengolongan untuk membedahakan pemilihan strategi pemasaran yang tenpat untuk suatu barang. Pasar barang industri Pasar barang industri terdiri dari individu atau lembaga maupun organisasi yang membeli barang atau jasa untuk diproses lagi sampai menjadi produk akhir yang kemudian dijual.

BAB V RUANG LINGKUP MANAJEMEN PEMASARAN


Proses pemindahan barang dan jasa dari tangan produsen ke tangan konsumen tidak sederhana namaya. Jangkauan pemasaran sangat luas. Berbagai tahap kegiatan harus dilalui oleh barang dan jasa sebelum sampai ke tangan konsumen. Ruang lingkup yang luas itu, kemudian disederhanakan menjadi empat kegiatan utama yang lazim disebut sebagai 4P dalam pemasaran atau bauran pemasaran (marketing mix). Unsur unsur 4P dalam pemasaran adalah : 1. Produk Mencakup pemilihan barang atau jasa yang ditawarkan secara tepat. Pembeli akan membeli hasil produksi, kalau merekamerasa cocok dengan hasil produksi itu. Artinya bukan pembeli yang menyesuaikan diri dengan produk,tetapi justru produk yang harus produk yang harus menyesuiankan diri dengan produk. 2. Harga Mencakup penetapan harga jual barang yang sesuai dengan kualitas barang dan dapat terjangkau konsumen. Bagi sebagai besar anggota masyarakat, harga masih menduduki tempat terbatas dalm urutan pertimbangan,sebelum membeli suatu barang atau jasa 3. Tempat Cara pendistribusian barang atau jasa sehingga sampai ke tangan konsumen 4. Promosi Mencakup pemilihan kebijakan promosi yang tepat dan sesuai denganbarang atau jasa yang ditawarkan. Pada umumnya barang yang baru tidak langsung dikenal oleh masyarakat dan barang lama sudah dilupakan masyarakat. Bautan pemasaran 4p adalah kegiatan pemasarn yang terpadu dan saling meninjau sati sama lain. Oleh karena itu kebersilan perusahan di bidang pemasarn di dukung oleh kebersihan dalm memilih produk yang tepet, harga yang layak, saluran distribusi yang baik dan promosi yangefektif. Dari sini dapat pula ditaruk hubungan dengan kegiatan lain yaitu mulai dari kegiatan keuangan,sumberdaya manusia sampai operarasi.

BAB VI PENUTUP

Jadi PEMASARAN adalah proses sosial dan manajerial yang menjadi sarana bagi indivual dan kelompok untuk memperoleh apa yang mereka butuhkan dan inginkan lewat pertukaran produk serta nilai dengan pihai lain. Bisa pula pemasaran diartikan sebagai suatu proses pemindahan barang atau jasa ke tangan konsumen atau bahwa pemasarn adalah semua kegiatan yang berhubungan dengan arus barang dan jasa dari produsen ke konsumen. Bersamaan dengan pemahaman tentang pemasaran,perlu pula dipahami arti pasar. Pasar adalah tempat penemuan antara penjual dan pembeli atau pasar daerah /tempat/ wilayah/ area yang didalamnya terdapat kekuatan permintaan dan penawaran yang sering bertemu untuk membentuk harga yang disebut pasar kongkret. Pemasaran dipelajari dengan bantuan teory ekonomi,masalah yang dibahas yaitu bentuk bentuk persaingan, menghubungkan tindakan yang diambil oleh menejemen pemasaran untuk mencapai sasarannya. Produsen sengaja membatasi jumlah perentara yang menyalurkan hasil produksinya untuk menjadi penyalur tunggal. Dalam memiliki penyalur produsen mempunyai berbagai faktor. Sasaran yang dituju oleh setiap produsen adalah barang atau jasa yang dihasilkan atau ditawarkan laku di pasar. Untuk ini diperlukan kegiatan promosi karena produsen tidak memiliki kekuatan memaksa kepada calon pembeli untuk membeli. Promosi mencakup semua kegiatan yang ditinjau untuk memperkenalkan barang , produsen, dan tempat penjualan sekaligus merangsang timbulnya keinginan untuk membeli.

DAFTAR PUSTAKA
Sudarsono,J. Pengantar Perusahaan, PT Prenhallindo, Jakarta, 2002. Hasan, Agus . Lembaga Sosial. PT prehalhando, Jakarta. 2002 Kother, Philip (1997). Manajemen Pemasaran. Jakarta. 1997 Buchari, Alma (2004) . Manajemen Pemasaran dan Pemasaran jasa, Penerbit CV Alfabete, Bandung.