Anda di halaman 1dari 14

RANCANGAN

Standar Nasional Indonesia

Pemeriksaan Terhadap Peralatan, Barang, Makanan Dan Minuman Dan Yang Masuk Pesawat Udara

RANCANGAN

ii

RANCANGAN

Daftar isi

Daftar isi ...................................................................................................................................... i Prakata ........................................................................................................................................ ii 1 2 3 4 5 Ruang lingkup ................................................................................................................... 1 Acuan normatif.................................................................................................................. 1 Istilah dan definisi ............................................................................................................. 1 Jasa Boga, Tempat Penyimpanannya dan Suplai .............................................................. 4 Perusahaan Kebersihan ..................................................................................................... 7

RANCANGAN

Prakata

Standar Nasional Indonesia " Pemeriksaan Terhadap Peralatan, Barang, Makanan Dan Minuman Yang Masuk Pesawat Udara disusun dengan maksud untuk memberikan pedoman dalam melakukan pemeriksaan terhadap semua petugas yang masuk pesawat udara sipil di bandar udara.

ii

RANCANGAN
Pemeriksaan Terhadap Peralatan, Barang, Makanan Dan Minuman Yang Masuk Pesawat Udara
1 Ruang lingkup Standar ini menguraikan ikhwal pemeriksaan terhadap semua petugas yang masuk pesawat udara di bandar udara (Bandara) yang meliputi acuan, definisi, istilah, fasilitas pelayanan, petugas, prosedur operasi, fasilitas pelayanan pemeriksaan, prosedur gawang detektor Iogam, prosedur detektor Iogam genggam, prosedur pemeriksaan perabaan seluruh badan, barang, pemeriksaan Iangsung, dan pedoman untuk barang yang tidak boleh masuk ke daerah steril. 2 Acuan normatif SNI ini menggunakan acuan dokumen yang dipublikasikan oleh Indonesia dan International Civil Aviation Organizaation (ICAO), yaitu: UU No.1 Tahun 2009 tentang Penerbangan KM 9 Tahun 2010 tentang Program Keamanan Penerbangan Nasional. Document 8973, Security Manual Volume IV 3 Istilah dan definisi

3.1 bagasi jinjing (hand baggage) barang yang dibawa oleh penumpang sendiri dan berada di bawah pengawasan pemiliknya 3.2 bagasi pemeriksaan (checked baggage) barang penumpang yang sebelum keberangkatannya diserahkan kepada pengangkut untuk diangkut dengan pesawat udara bersama-sama dengan penumpang yang bersangkutan 3.3 bandar udara Iapangan terbang yang dipergunakan untuk mendarat dan Iepas Iandas pesawat udara, naik turun penumpang dan atau bongkar muat kargo dan/atau pos, serta dilengkapi dengan fasilitas keselamatan penerbangan dan sebagai tempat pemindahan antara moda transportasi 3.4 barang segala sesuatu (benda) yang diangkut dan atau akan diangkut dengan pesawat udara sipil kecuali barang-barang yang dibawa penumpang 3.5 barang-barang berbahaya ialah barang-barang yang berpotensi menimbulkan bahaya. Lebih lanjut lihat ICAO Restricted Item Lists

1 dari 10

RANCANGAN
3.6 catering jenis jasa untuk penyediaan tata boga (makanan dan minuman) 3.7 daerah steril tempat, ruangan maupun bangunan, bagian dari bandar udara yang bersih dari adanya senjata api, senjata tajam serta benda Iain yang dapat dipakai sebagai alat untuk mengancam atau memaksakan kehendak 3.8 detektor bahan peledak peralatan yang dlgunakan untuk mendeteksi zat/bahan peledak 3.9 detektor logam peralatan pendeteksi (detector) Iogam genggam (Hand Held Metal Detector/HHMD) dan gawang pendeteksi (detector) Iogam (Walk Through Metal Detector/WTMD) yang digerakkan dengan Ilstrik digunakan untuk melakukan pemeriksaan terhadap orang/penumpang 3.10 fasilitas pelayanan sekuriti penumpang dan barang fasilitas yang tersedia di bandar udara berupa peralatan atau sarana pendukung Iainnya untuk melaksanakan pemeriksaan penumpang dan barang bawaannya 3.11 jasa boga perusahaan yang bertanggung jawab atas penyediaan makanan dan minuman dan barang-barang lain yang berhubungan dengan tata boga di dalam pesawat 3.12 Kapten Penerbang (Pilot in Command) awak pesawat udara yang ditunjuk dan ditugasi untuk memimpin suatu misi penerbangan serta bertanggung jawab atas keamanan dan keselamatan penerbangan selama pengoperasian pesawat terbang dan/atau helikopter yang dari segi teknis berfungsi normal 3.13 kargo barang muatan pesawat udara yang dilengkapi Surat Kargo Udara atau Surat Muatan Udara (SMU) termasuk bagasi yang dikirim melalui prosedur pengiriman kargo 3.14 label sekurltl label atau stiker yang dlgunakan atau ditempelkan pada bagasi yang sudah melalui pemeriksaan 3.15 maskapai perusahaan penyedia layanan penerbangan

2 dari 10

RANCANGAN

3.16 mesin X-ray peralatan yang digunakan untuk melakukan pemeriksaan terhadap barang tanpa dibuka 3.17 operator seseorang yang mengoperasikan peralatan sekuriti 3.18 pemeriksaan (screening) pemeriksaan fisik yang dilakukan oleh Petugas Sekuriti Bandara atau pihak yang ditunjuk oleh Administrator atau Kepala Bandara terhadap orang dan atau bagasi kabin, bagasi, kiriman pos, kargo dan barang Iainnya dalam rangka keamanan dan keselamatan penerbangan 3.19 penumpang pesawat udara penumpang yang melakukan perjalanan dengan pesawat udara yang dilengkapi dengan tiket atau dokumen sejenis untuk maksud tersebut 3.20 peralatan komunikasi peralatan yang dapat digunakan untuk berkomunikasi oIeh petugas pemeriksaan di tempat pemeriksaan dengan pihak terkait 3.18 peralatan sekuriti peralatan X-Ray, Metal Detector dan Explosive Detector serta peralatan Iain yang dipergunakan di bandara untuk melakukan pemeriksaan terhadap penumpang dan barang bawaannya 3.21 personil pemeriksaan penumpang, barang dan kargo personil sekuriti yang melakukan tugas pemeriksaan terhadap penumpang, barang, dan kargo yang akan diangkut dengan pesawat udara 3.22 personil pesawat udara personil penerbangan yang memiliki sertifikat kecakapan untuk bertugas sebagai personil operasi pesawat udara dan personil penunjang operasi pesawat udara 3.23 pesawat udara setiap alat yang dapat terbang di atmosfer karena gaya angkat 3.24 prosedur/peraturan pedoman berupa buku-buku peraturan mengenai keamanan dan keselamatan penerbangan serta petunjuk-petunjuk yang berupa papan-papan peringatan yang harus tersedia pada setiap bandar udara

3 dari 10

RANCANGAN
3.25 senjata (weapon) senjata api, senjata tajam, barang/bahan yang digunakan sebagai senjata (termasuk pemukul, pembakar, peledak), barang/bahan yang dirakit akan merupakan senjata, barang yang sangat mirip senjata, atau yang menurut ketentuan pengamanan penerbangan serta negara/bandar udara setempat dikategorikan sebagai senjata 3.26 Surat Tanda Kecakapan Personil (STKP) tanda yang sah bagi setiap personil sekuriti bandara untuk dapat bertugas sebagai pemeriksa penumpang dan atau operator peralatan sekuriti 3.27 tempat pemeriksaan tempat pemeriksaan dilakukan terhadap penumpang dan barang yang terdiri dari lima posisi tugas, yaitu; pengendalian dan pengaturan penumpang dan barang (posisi 1), pemeriksaan penumpang (posisi 2), pengoperasian mesin sinar-x (posisi 3), pemeriksaan barang (posisi 4) dan pengawasan pameriksaan (posisi 5). 3.28 tindakan ancaman melawan hukum suatu tindakan yang tergolong tindakan kekerasan terhadap seseorang di atas pesawat udara dalam penerbangan dangan tujuan untuk manghancurkan pasawat udara atau mengganggu ketertiban penerbangan dengan cara apapun atau menempatkan suatu aIat/ beban untuk menghancurkan atau merusakan fasilitas navigasi udara dengan maksud mengganggu operasi penerbangan 4 Jasa Boga, Tempat Penyimpanannya dan Suplai 4.1 Tujuan Barang-barang yang masuk ke dalam pesawat terbang melalui jasa boga berpotensi menimbulkan bahaya. Standar ini dibuat agar jasa boga dari suatu maskapai dapat memastikan tidak ada barang-barang berbahaya yang masuk ke dalam pesawat yang dapat mengancam keselamatan penumpang dan kru dari pesawat tersebut. 4.2 Tanggung Jawab Tanggung jawab keamanan jasa boga diamanatkan kepada maskapai. Otoritas yang bersangkutan harus menjamin bahwa perusahaan katering benar-benar mengontrol kemananan barang-barang yang masuk ke pesawat. Jasa boga harus memberikan catatan tertulis kepada otoritas yang bersangkutan tentang prosedur-prosedur keamanan dalam memasukkan catering ke pesawat. 4.3 Penunjukan petugas keamanan jasa boga penerbangan Jasa boga harus menunjuk petugas yang bertanggung jawab atas pelatihan, kontrol kualitas, penyimpanan, keamanan dan suplai barang.

4 dari 10

RANCANGAN

4.4 Perekrutan dan pelatihan keamanan Prosedur keamanan catering harus dimasukkan juga dalam NCASP (National Course on Aviation Security Training Program) , program training pemerintah federal Amerika Serikat 4.5 Bangunan Daerah-daerah yang digunakan untuk persiapan dan penyimpanan catering harus diamankan, akses menuju daerah-daerah tersebutpun harus dikontrol setiap saat, termasuk jendela dan pintu harus diawasi secara ketat. Jika persiapan catering dilakukan di wilayah sisi udara (airside) maka tingkat keamanan setara sisi udara harus dilaksanakan. Namun jika persiapan dilakukan di luar sisi udara, maka suplai catering yang dibawa ke pesawat harus menggunakan kendaraan tertutup. 4.6 Persiapan, tranportasi dan pemeriksaan suplai jasa boga penerbangan komersial 4.6.1 Bangunan dan operasi sisi darat/sisi udara Ketika jasa boga yang letak operasinya di luar airport security restricted area mengirimkan jasa boga menuju dapur di wilayah airport security restricted area untuk kemudian di bawa ke pesawat, maka jasa boga tersebut harus memastikan keamanan di antara kedua daerah tersebut. 4.6.2 Pemasukan barang 4.6.2.1 Semua pengiriman material kasar dan alat-alat ke daerah yang digunakan untuk persiapan dan pemrosesan catering harus dibongkar untuk diperiksa dan dicek secara menyeluruh untuk memastikan tidak adanya barang-barang terlarang yang masuk. 4.6.2.2 Pengiriman barang-barang yang tidak dapat dibongkar untuk kemudian diperiksa seperti headset, amenity kits, kotak P3K, selimut dalam jumlah besar , koran, air mineral, produk susu, makanan beku dan lain-lain harus dibungkus atau dibuat z-evident* oleh penyedia barang yang mana pihak catering harus memiliki perjanjian yang isinya memastikan bahwa barang yang dikirim tidak mengandung barang-barang terlarang. Aplikasi dari perjanjian tersebut harus diverivikasi oleh pihak catering. 4.6.2.3 Jika ada tanda-tanda kontaminasi terhadap barang-barang yang dikirim pihak catering, maka sekuriti yang ditunjuk oleh catering harus melakukan pencarian barang-barang terlarang tersebut secara manual untuk memastikan supaya barang yang akan dikirim tidak terkontaminasi barang-barang terlarang. 4.6.3 Persiapan Staf yang menyiapkan catering termasuk, container dan kereta dorong, harus berada di bawah pengawasan ketat untuk memastikan bahwa mereka tidak memasukkan benda-benda berbahaya ke dalamnya. 4.6.4 Penyimpanan

5 dari 10

RANCANGAN
Ruang pendingin atau kulkas yang mengandung makanan dan container untuk catering harus diamankan. Akses menuju tempat-tempat tersebut pun harus diamankan setiap saat. 4.6.5 Dokumentasi Dalam setiap pengiriman catering penyertaan dokumen yang menjelaskan secara detail mengenai perusahaan asal catering, tempat penyimpanan dan suplai, maskapai, tujuan, nomor penerbangan, tanggal dan lain-lain merupakan sebuah kewajiban. 4.6.6 Pemeriksaan dan penyegelan kendaraan 4.6.6.1 Sesaat sebelum memulai menurunkan barang, bagasi kendaraan harus dicek oleh orang yang ditunjuk oleh jasa boga untuk memastikan mobil tersebut tidak membawa benda terlarang dan orang yang tidak memiliki ijin. 4.6.6.2 Label yang digunakan untuk mengamankan kendaraan harus ditempelkan pada kendaraan dalam pengawasan ketat. Nomor label yang sama harus ada pada sertifikat pengutusan kendaraan. 4.6.6.3 Label tersebut juga harus dicek ulang dengan dokumen lain yang sesuai, dan jika ada ketidaksesuaian yang tidak dapat diselesaikan di antara dokumendokumen tersebut atau ada tanda-tanda perubahan pada penomoran label yang tidak lazim, maka barang tersebut tidak boleh dibawa masuk pesawat. 4.6.7 Pembawa dan kontainer jasa boga penerbangan Visual cek harus dilaksanakan sesaat sebelum kontainer atau catering cart ditutup untuk dibawa ke pesawat dan pastikan bahwa kontainer tersebut tidak membawa barang-barang berbahaya. Orang yang bertugas mengamankan kontainer harus merekam tindak kerjanya pada dokumentasi pengiriman dan menandatanganinya 4.6.8 Transportasi dan pengiriman ke pesawat udara 4.6.8.1 Keamanan container catering harus dijaga selama pemindahan dari jasa boga sampai diterima maskapai 4.6.8.2 Semua kendaraan yang berasal dari jasa boga yang operasinya berada di luar security restricted area yang digunakan untuk transportasi catering menuju dan dari pesawat harus diberi label atau dikunci. 4.6.8.3 Transportasi catering harus dilakukan oleh maskapai, jasa boga, atau perusahaan angkutan barang yang prosedur operasi dan keamanannya sudah disetujui oleh jasa boga 4.6.8.4 Kendaraan pengangkut tidak boleh dibiarkan tanpa pengawasan, jika hal ini tidak memungkinkan, maka jasa boga harus memastikan keamanan kendaraan tersebut dengan metode tertentu yang detailnya harus ada dalam training manual.

6 dari 10

RANCANGAN

4.6.9 Muatan untuk beberapa pesawat Jika ada satu mobil yang membawa muatan untuk beberapa pesawat, maka label pada kendaraan tersebut harus dirobek oleh supir kendaraan pada saat pengiriman yang pertama. Untuk pengiriman yang berikutnya harus dilabeli lagi, dengan catatan bahwa kru kendaraan harus memastikan lagi bahwa kompartemen kendaraan dalam keadaan aman.

4.7 Barang untuk di jual selama penerbangan Barang-barang yang dijual selama penerbangan seperti minuman beralkohol, suvenir, dan lain-lain harus dikontrol keamanannya dan disimpan dalam tempat yang aman. Jika barang-barang tersebut telah diamankan sebelum sampai di pesawat atau pada saat memasukkan barang ke pesawat, maka tidak perlu mengamankan lagi benda-benda tersebut ketika di dalam pesawat. 4.8 Penyedia jasa boga yang terpercaya 4.8.1 Katering yang terpercaya ialah catering yang memiliki relasi bisnis dan perjanjian keamanan dengan maskapai dengan detail prosedur keamanannya telah disetujui oleh pihak yang berwenang. 4.8.2 Jasa boga dapat disebut terpercaya jika menerapkan langkah-langkah keamanan dengan standar minimum dari maskapai. 4.8.3 Semua catering yang berasal dari perusahaan yang tidak memenuhi persyaratan keamanan dari regulator harus disebut sebagai tidak terpercaya, dan tidak boleh diijinkan masuk pesawat tanpa melalui pemeriksaan manual. 5 Perusahaan Kebersihan 5.1 Tujuan Alat-alat kebersihan yang masuk ke dalam pesawat dapat menjadi potensi terjadinya bahaya. Standar ini bertujuan untuk menghindari adanya barangbarang terlarang yang masuk ke dalam pesawat yang dapat membahayakan pesawat, kru maupun penumpangnya. 5.2 Tanggung Jawab Operator harus memastikan tidak adanya benda-benda berbahaya yang masuk melalui alat kebersihan masuk ke pesawat. Operator juga harus memastikan bahwa perusahaan kebersihan pesawat benar-benar menjalankan langkahlangkah kemanan minimum yang disyaratkan. 5.3 Penunjukan petugas Perusahaan kebersihan pesawat harus menunjuk petugas yang bertanggung jawab atas pelatihan, penyimpanan, keamanan dan suplai barang 5.4 Perekrutan Operator atau perusahaan kebersihan harus memastikan bahwa proses handling kebersihan dilakukan oleh staf yang ahli dan berpengalaman. Semua staff

7 dari 10

RANCANGAN
kebersihan yang memasuki area keamanan terbatas harus memiliki tanda pengenal yang valid dan harus dikenai background check. Petugas yang membawa alat-alat kebersihan dalam pesawat harus diberi pelatihan mengenai keamanan dalam pesawat sebelum mereka diijinkan untuk melakukan pekerjaan mereka. 5.5 Bangunan Daerah-daerah yang digunakan untuk persiapan dan penyimpanan alat kebersihan harus diamankan, akses menuju daerah-daerah tersebut pun harus dikontrol setiap saat, termasuk jendela dan pintu harus diawasi secara ketat. Jika persiapan dilakukan di wilayah sisi udara (airside) maka tingkat keamanan setara sisi udara harus dilaksanakan. Namun jika persiapan dilakukan di luar sisi udara, maka suplai yang dibawa ke pesawat harus menggunakan kendaraan tertutup. 5.6 Transportasi dan pemeriksaan acak 5.6.1 Transportasi Pada saat mentransportasikan alat kebersihan dari gedung penyimpanan alat kebersihan sampai pesawat, keamanan harus selalu dijaga. Kendaraan yang digunakan harus terkunci dan diberi label. Kendaraan tidak boleh dibiarkan dalam keadaan kosong tanpa penjagaan. 5.6.2 Pemasukan barang 5.6.2.1 Semua pengiriman alat kebersihan ke daerah yang digunakan untuk persiapan dan pemrosesan alat kebersihan harus dibongkar untuk diperiksa dan dicek secara menyeluruh untuk memastikan tidak adanya barang-barang terlarang yang masuk. 5.6.2.2 Pengiriman barang-barang yang tidak dapat dibongkar untuk kemudian diperiksa harus dibungkus atau dibuat tamper-evident* oleh penyedia barang yang mana pihak perusahaan kebersihan harus memiliki perjanjian yang isinya memastikan bahwa barang yang dikirim tidak mengandung barang-barang terlarang. Aplikasi dari perjanjian tersebut harus diverivikasi lagi oleh pihak perusahaan kebersihan. 5.6.2.3 Jika ada tanda-tanda kontaminasi terhadap barang-barang yang dikirim pihak perusahaan kebersihan, maka sekuriti yang ditunjuk oleh perusahaan kebersihan harus melakukan pencarian barang-barang terlarang tersebut secara manual untuk memastikan supaya barang yang akan dikirim tidak terkontaminasi barang-barang terlarang. 5.6.3 Bangunan dan operasi sisi darat/sisi udara Ketika perusahaan kebersihan yang letak operasinya di luar airport security restricted area mengirimkan alat kebersihannya menuju gedung di wilayah airport security restricted area untuk kemudian di bawa ke pesawat, maka perusahaan tersebut harus memastikan keamanan di antara kedua daerah tersebut. 5.6.4 Pemeriksaan dan penyegelan kendaraan

8 dari 10

RANCANGAN
5.6.4.1 Sesaat sebelum memulai loading, bagasi kendaraan harus dicek oleh orang yang ditunjuk oleh perusahaan kebersihan untuk memastikan mobil tersebut tidak membawa benda terlarang dan orang yang tidak memiliki ijin. 5.6.4.2 Label yang digunakan untuk mengamankan kendaraan harus ditempelkan pada kendaraan dalam pengawasan ketat. Nomor label yang sama harus ada pada sertifikat pengutusan kendaraan. 5.6.4.3 Label tersebut juga harus dicek ulang dengan dokumen lain yang sesuai, dan jika ada ketidaksesuaian yang tidak dapat diselesaikan di antara dokumendokumen tersebut atau ada tanda-tanda perubahan pada penomoran label yang tidak lazim, maka barang tersebut tidak boleh dibawa masuk pesawat. 5.6.5 Muatan untuk beberapa pesawat Jika ada satu mobil yang membawa muatan untuk beberapa pesawat, maka label pada kendaraan tersebut harus dirobek oleh supir kendaraan pada saat pengiriman yang pertama. Untuk pengiriman yang berikutnya harus dilabeli lagi, dengan catatan bahwa kru kendaraan harus memastikan lagi bahwa kompartemen kendaraan dalam keadaan aman.

5.6.6 Pengiriman pelayanan dan peralatan kebersihan 5.6.6.1 Pihak operator harus selalu mengecek validitas petugas kebersihan pesawat. 5.6.6.2 Pada saat pengiriman alat kebersihan, kru harus selalu memeriksa keadaan alat-alat kebersihan untuk memastikan tidak adanya benda-benda berbahaya yang masuk. 5.6.6.3 Jika ada yang mencurigakan dalam proses pengiriman tersebut, maka kru harus mencari secara manual keberadaan benda berbahaya tersebut 5.6.7 Penolakan transportasi Suplai alat kebersihan yang disediakan oleh perusahaan yang tidak diakui keamanannya harus ditolak masuk pesawat. 5.6.8 Perusahaan kebersihan yang terpercaya 5.6.8.1 Perusahaan kebersihan yang terpercaya ialah perusahaan yang memiliki relasi bisnis dan perjanjian keamanan dengan maskapai dengan detail prosedur keamanannya telah disetujui oleh pihak yang berwenang. 5.6.8.2 Perusahaan kebersihan dapat disebut terpercaya jika menerapkan langkah-langkah keamanan dengan standar minimum dari maskapai. 5.6.8.3 Semua layanan kebersihan yang berasal dari perusahaan yang tidak memenuhi persyaratan keamanan dari regulator harus disebut sebagai tidak terpercaya, dan tidak boleh diijinkan masuk pesawat tanpa melalui pemeriksaan manual.

9 dari 10

RANCANGAN

Bibliografi
-

UU No.1 Tahun 2009 tentang Penerbangan


KM 9 Tahun 2010 tentang Program Keamanan Penerbangan Nasional. Document 8973, Security Manual Volume IV

10 dari 10