Oleh : Gabriella Berta Risma 1218011055

Latar Belakang
Dalam dunia kedokteran profesionalisme sanga dijunjung
tinggi dan sangat dibutuhkan oleh seorang dokter dalam menjalankan profesinya. Dalam dunia kedokteran terdapat tiga

profesionalisme yang dijalin oleh dokter yaitu :
 Hubungan profesional dokter dengan pasien  Hubungan profesional dokter dengan teman sejawat  Hubungan profesional dokter dengan masyarakat.

Rumusan Masalah
1.
2. 3.

Apa yang dimaksud dengan profesionlisme ?
Apa hak dan kewajiban dokter ? Bagaimana hubungan dokter dengan teman sejawatnya ?

Profesionalisme dokter Hak dan Kewajiban dokter Terhadap pasien Sejawat Diri sendiri .

Antar teman sejawat Kerja sama Hubungan dokter dengan rekan sejawat konflik Guru dan murid penyelesaiannya .

Profesionalisme Profesionalisme (KBBI) adalah Mutu. kualitas. Profesionalisme dokter (WMA) ada 5 yaitu :  Menyediakan layanan kesehatan yang baik  Caring  Teaching and training  Team work . dan tindak tanduk yang merupakan ciri suatu profesi atau orang yang profesional.

Profesionalisme dokter (Konsil Kedokteran Amerika) seorang dolter yang profesional harus :  Memberikan layanan klinik yang baik  Memberikan perhatian dan pelayanan kepada pasien  Melakukan teaching and training  Melakukan kerjasama yang baik antar profesi .

yaitu  Altruisme  Akuntibilitas  Excellence  Duty  Integrity  Sopan santun .Profesionalisme dokter (Vamluijk) seorang dokter yang profesional harus memiliki sikap sebagai berikut.

Pembelajaran diri sendiri dan kepada kolega 3.Empat ciri karakter profesional dokter dalam menjalankan pelayanan . Mengutamakan pelayanan ke pasien dan peserta didik 2. Inovasi melalui riset dan telaah pengembangan institusi 4. Sikap kerja yang bernuasan disiplin dalam kehadiran serta kepatuhan akan etika. . yaitu : 1. prosedur yang sudah disepakati dan prinsip kemitraan.

Hak Dokter:  Bekerja sesuai peraturan kedokteran yang berlaku serta memeroleh perlindungan Hukum (Pasal 35 jo ps 50)  Memberikan pelayanan medis menurut standar profesi dan standar prosedur operasional  Memeroleh informasi yang lengkap dan jujur dari pasien atau keluarganya  Menerima imbalan jasa  Diperlakukan sesuai Asas Hukum RI: Praduga Tak Bersalah/Presumption of Innocence  Mendapat perlindungan HAM (UU no39 th 1999)  Mempunyai hidup pribadi  Memutus hubungan profesional dengan pasien  Menolak memberi keterangan tentang pasiennya .

kecuali dengan persetujuan atau berdasarkan prosedur yang etis .Kewajiban Dokter kepada Teman Sejawat  Setiap dokter memperlakukan teman sejwatnya sebagaimana ia sendiri ingin diperlakukan  Setiap dokter tidak boleh mengambil alih pasien dari teman sejawat.

Kewajiban Dokter Terhadap Diri Sendiri  Setiap dokter harus memelihara kesehatannya. supaya bekerja dengan baik  Setiap dokter harus senantiasa mengikuti perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi kedokteran/kesehatan .

.  Bersedia untuk ditempatkan didaerah terpencil sesuai dengan Surat Keputusan dari pemerintah.  Menjalankan profesi dokternya sesuai dengan undang- undang yang ditetapkan oleh pemerintah.  Memberikan tenaga medisnya terhadap korban bencana alam atau korban perang.Kewajiban dokter kepada negara  Membayar pajak atas ijin prakteknya.

• Memberikan layanan kesehatan semaksimal mungkin • Melayani atau menerima konsultasi • Melakukan kederisasi masyarakat dalam bidang kesehatan kompleks . • Setiap dokter wajib memberikan kesempatan pada penderita agar senantiasa dapat berhubungan dengan keluarga dan penasehatnya dalam beribadat maupun dalam masalah lainnya.Kewajiban Dokter Kepada Masyarakat • Setiap dokter harus senantiasa mengingat akan kewajibannya melindungi untuk hidup insani. • Setiap dokter wajib bersikap tulus ikhlas dan menggunakan segala ilmu yang dimiliki dan ketrampilannya untuk kepentingan masyarakat.

• Menanggulangi penyakit atau wabah tertentu • Memberikan penyuluhan/informasi kesehatan pada masyarakat. • Melaporkan apabila terjadi kejadian luar biasa. • Seorang dokter harus mengutamakan/mendahulukan kepentingan masyarakat dan memperhatikan segala aspek pelayanan kesehatan yang menyeluruh.serta berusaha menjadi pendidik dan pengabdi masyarakat yang sebenarnya. • Seorang dokter harus senantiasa berhati-hati dalam mengumumkan dan menerapkan setiap penemuan atau tekhnik baru yang belum teruji kebenarannya. • Dalam melakukan pekerjaannya sebagai dokter. .seorang dokter tidak boleh dipengaruhi oleh pertimbangan keuntungan pribadi.

Seorang Dokter bertanggung jawab secara: 1) Moral : terhadap Sang Pencipta (melalui Sumpah Dokter) 2) Etik : terhadap organisasi profesi & masyarakat kedokteran 3) Disiplin : terhadap Konsil Kedokteran Indonesia & MKDKI 4) Hukum : -Kedokteran -Pidana -Perdata -Administrasi .

salah satunya adalah penerapan fee-for-service yaitu tidak menerima imbalan jasa dari teman sejawat untuk konsultasi dan layanan medis. WMA International Code of Medical Ethics menyebutkan terdapat dua hal yang tidak patut dilakukan oleh seorang dokter terhadap teman sejawatnya yaitu :  Membayar atau menerima imbalan dalam bentuk apapun dari rekan sejawat dan keluarganya  Mengambil alih pasien teman sejawat tanpa terlebih dahulu meminta izin . Interpretasi dan penerapan lafal ini sangat bervarasi. Guru dan Murid) Dalam WMA Delaration Geneva disebutkan bahwa “ saya akan memperlakukan teman sejawat saya sebagai saudara kandung “ .Hubungan Dokter dengan Rekan Sejawat (Teman.

Dalam KODEKI tertulis kewajiban dokter terhadap rekan teman sejawat yaitu  Setiap dokter memperlakukan teman sejawatnya sebagaimana ia sendiri ingin diperlakukan  Setiap dokter tidak boleh mengambil alih pasien dari teman sejawat. kecuali dengan persetujuan atau berdasarkan prosedur yang etis .

dokter memiliki hubungan yang spesial untuk menghormati gurunya. Dalam Declaration of Geneva tertulis “ Saya akan memberikan imbalan yang sewajarnya kepada guru guru saya. “ Guru Murid role model mencontoh dan menghormati guru .Dalam etika medis Hippokrates .

1990). 2000).  Kerjasama (cooperation) adalah suatu usaha atau bekerja untuk mencapai suatu hasil (Baron & Byane.  Kerjasama (Cooperation) adalah adanya keterlibatan secara pribadi diantara kedua belah pihak dami tercapainya penyelesaian masalah yang dihadapi secara optimal (Sunarto. .Kerja Sama dengan Rekan Sejawat  Kerjasama dimaksudkan sebagai suatu usaha bersama antara orang perorangan atau kelompok manusia untuk mencapai satu atau tujuan bersama (Soekanto. 2000).

Landasan kerja sama di kedokteran WMA Declaration of the rights of the patients  KODEKI pasal 10 .

Kerjasama dapat dibedakan lagi menjadi 4 macam yaitu: Kerjasama spontan (spontaneous cooperation). yaitu kerjasama yang terbentuk karena adanya sistem tradisi yang kondusif. yaitu kerjasama yang terjadi karena adanya perintah atasan atau penguasa. 3) Kerjasama kontrak (contractual cooperation) yaitu kerjasama yang berlangsung atas dasar ketentuan tertentu yang disetujui bersama untuk jangka waktu tertentu. 2) Kerjasama langsung (directed cooperation). 4) Kerjasama tradisional (traditional cooperation). . yaitu kerjasama yang timbul secara spontan.

Kerja sama tradisional  Akomodasi  Asimilasi  Akulturasi .

.Komunikasi sebagai bentuk kerjasama Berkomunikasi dengan teman sejawat adalah termasuk tindakan bekerja sama yaitu memberikan informasi yang tepat kepada sejawat tentang kondisi pasien baik secara lisan. tertulis atau elektronil pada saat yang diperlukan demi kepentingan pasien maupun ilmu kedokteran.

Konsultasi dengan teman sejawat merupakan suatu bentuk beromunikasi dengan teman sejawat. . Konsultasi adalah upaya meminta bantuan profesional penanganan suatu kasus penyakit yang sedang ditangani oleh seorang dokter kepada dokter lain yang sesuai Rujukan adalah upaya melimpahkan wewenang dan tanggungjawab penanganan kasus penyakiit yang sedang ditanganin oleh seorang dokter kepada dokter lain yang sesuai.

Konflik antara Manusia (Interpersonal) 3.Konflik dengan teman sejawat 3 Jenis Konflik Tiga jenis utama (Stott & Walker. Konflik Masyarakat . 1992): 1. Konflik Diri 2.

4 Jenis Isu Pencetus Konflik  Tidak setuju dengan maklumat/tujuan  Tidak setuju dengan cara melakukan tugas  Tidak setuju dengan suatu keterangan/fakta  Tidak setuju dengan nilai (benar/salah) .

Menurut Luthans. ada 3 jenis konflik  Approach-approach conflict  Approach-avioidence conflict  Avoidence-avoidence conflict .

Menyelesaikan Konflik Stratetgi win-win Strategi win-lose Strategi lose-lose .

. setelah upaya yang wajar. • Jika. • Pertimbangan pasien dan keputusan pasien juga harus menjadi dasar pertimbangan penyelesaian konflik.Penyelesaian konflik di kedokteran • Pendapat dari semua mereka yang terlibat langsung harus diperoleh dan diberikan pertimbangan . Jika masih terus berlanjut maka arbitrase atau ajudikasi harus dicari. keputusan orang dengan hak atau tanggung jawab untuk membuat keputusan harus diterima. kesepakatan atau kompromi tidak bisa dicapai melalui dialog.

Melaporkan tindakan non-etis rekan sejawat Melaporkan pelanggran etis. . Dalam WMA Internationa codes of medical ethics disebutkan bahwa seorang dokter harus melaporkan seorang dokter yang melakukan pelanggaran etis atau tindakan malpraktik dan orang orang yang terlibat dalam tindakan non-etis tersebut. kesalahan tindakan teman sejawat tersirat dalam kode etik kedokteran.

Terimakasih .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful