Anda di halaman 1dari 6

TUGAS 2

METODE PENELITIAN ETIKA PENELITIAN


Nurul Ajeng Dian Ardina K (23512304) (25312310)

PROGRAM STUDI TEKNIK LINGKUNGAN FAKULTAS TEKNIK SIPIL DAN LINGKUNGAN SEKOLAH PASCA SARJANA INSTITUT TEKNOLOGI BANDUNG 2013

TUGAS 2 ETIKA PENELITIAN ANGGOTA : 1. NURUL AJENG SUSILO (25312304) 2. DIAN ARDINA K. (25312310) A. Penjelasan Umum Pentingnya Etika Aturan etika merupakan hal yang penting bagi pengarang atau pembuat karya ilmiah, karena dengan adanya aturan mengenai etika dapat melindungi hak cipta dari suatu hasil karya seorang peneliti dan menghargai hasil karya tersebut serta dapat membatasi tindakan-tindakan yang merugikan peneliti atau ilmuwan. Definisi Etika Penelitian Etika adalah ilmu yang membahas mengenai perbuatan baik dan buruk manusia sejauh yang dipahami pikiran manusia. Etika digunakan untuk mengkaji nilai-nilai yang berlaku, misalnya nilai susila dan nilai norma. Etika penelitian adalah suatu sikap, acuan yang digunakan para ilmuwan atau peneliti dalam melakukan penelitian dan saat publikasi hasil penelitian agar penelitiannya berjalan lancar serta terhindar dari tindakan yang merugikan bagi peneliti. Etika secara sederhana dapat dideskripsikan sebagai suatu standar atau acuan yang dimiliki suatu kelompok untuk memudahkan dalam pengambilan keputusan yang mengatur kegiatan yang dilakukan dengan satu tujuan yang sama. Etika secara filosofi merupakan prinsip-prinsip dasar dan konsep moral yang ditemukan dari pemikiran manusia atau kegiatan. Keterkaitan antara Etika dan Profesionalisme Profesionalisme merupakan suatu komitmen yang mengarah pada kekuatan individu terhadap profesinya. Seorang peneliti dikatakan profesionalisme ketika dia mampu tetap fokus dengan profesinya dan tidak melupakan etika dalam pekerjaannya. Keterkaitan antara Etika dan Moral Secara estimologis, kata moral berasal dari kata mos dalam bahasa latin, bentuk jamaknya mores, yang artinya adalah tata cara atau adat istiadat (Kamus Besar Bahasa Indonesia, 1989:592), moral diartikan sebagai akhlak budi pekerti atau susila. Kata moral sering kali disinonimkan dengan etika yang diartikan sebagai nilai-nilai dan normanorma moral yang menjadi pegangan bagi seseorang atau sekelompok dalam mengatur tingkah lakunya. Moral adalah prinsip yang menyatakan tentang benar atau salah,

B.

C.

D.

sedangkan etika adalah system yang berprinsipkan moral.

E.

Ruang Lingkup Etika Penelitian Etika penelitian dapat diterapkan mulai dari suatu kelompok kerja kecil atau dalam sebuah tim kecil. Disini sangat penting untuk memiliki professional ethics. Hal tersebut meliputi kompetensi yang dimiliki seseorang, kemudian adanya suatu kebenaran dan memiliki suatu sikap kejujuran. Tiga hal tersebut sangatlah pentng dalam menjujung etika penelitian di ruang lingkup yang kecil seperti dalam tim. Untuk kelompok yang lebih besar dari tim adalah dalam sebuah organisasi. Jika dalam sebuah kelompok kecil yang disebut tim ada professional ethics, begitu juga pada ruang lingkup organisasi. Organizational ethics meliputi pertanggung jawaban mereka terhadap publik. Pada etika penelitian sebuah organisasi dalam melakukan penelitian dapat mempertanggung jawabkan nya terhadap publik. Dan dari semua nya itu, etika penelitian juga mencakup pada masyarakat. Masyarakat juga memiliki social ethics yang berunsur pada ekonomi politik berkelanjutan. Ruang lingkup masyarat mencakup keseluruhan dari ruang lingkup pada kelompok kecil (tim) dan juga pada organisasi.

F. Aturan Etika dalam Penelitian Kode Etika dalam Penelitian 1. Peneliti membaktikan diri pada pencarian kebenaran ilmiah untuk memajukan ilmu pengetahuan, menemukan teknologi dan menghasilkan inovasi bagi peningkatan peradaban dan kesejahteraan manusia. 2. Peneliti melakukan kegiatannya dalam cakupan dan batasan yang diperkenankan oleh hukum yang berlaku, bertindak dengan mendahulukan kepentingan dan keselamatan semua pihak yang terkait dengan penelitiannya, berlandaskan tujuan mulia berupa penegakan hak-hak asasi manusia dengan kebebasan-kebebasan mendasarnya. 3. Peneliti mengelola sumber daya keilmuan dengan penuh rasa tanggung jawab, terutama dalam pemanfaatannya, dan mensyukuri nikmat anugerah tersedianya sumber daya keilmuan baginya. G. (LIPI, 2007) Pelaku Etika Penelitian Pelaku etika penelitian tidak hanya untuk peneliti itu sendiri, tetapi terdapat beberapa pelaku juga yang dikenai etika, diantaranya:

1. 2. 3. 4.

Sekumpulan tim peneliti Pengawas sebagai direktur penelitian Ketua dari unit penelitian/organisasi Kelompok belajar masyarakat dan media publikasi yang berperan sebagai mediator data penelitian dan sebagai promotor ilmu pengetahuan. 5. Pendanaan organisasi sebagai pembuat kebijakan penelitian.

H.

Syarat Etika Penelitian Etika dalam Sains sangat penting karena memiliki tanggung jawab dalam ilmu pengetahuan. Etika dalam karya ilmiah secara sederhana terbagi menjadi beberapa syarat, diantaranya : 1. Etika dalam membuat karya ilmiah harus dilakukan dengan integritas, ketelitian dan akurasi yang tinggi (misalnya: pada saat penelitian, mencatat proses penelitian dan menilai hasil penelitian). 2. Tansparansi; etika berkelanjutan seperti pengumpulan data, penelitian, metode evaluasi serta keterbukaan dalam publikasi hasil penelitian. 3. Keadilan ; mempertimbangkan prestasi dari peneliti lain. 4. Akuntabilitas; perencanaan, pelaksanaan dan pelaporan sesuai dengan standar yang ditetapkan dalam penelitian ilmiah. 5. Akuntabilitas dan Keadilan; kesepakatan dalam tim peneliti perlu dilakukan sebelum memulai penelitian, seperti hak dan kewajiban peneliti dalam penyimpanan data hasil penelitian. 6. Akuntabilitas dan keterbukaan; penjelasan mengenai sumber pendanaan dan asosiasi lain yang ikut berpartisipasi dalam penelitian. 7. Good Management Practices; pengelolaan administrasi yang baik dan melakukan manajemen keuangan yang baik. Prinsip Dasar Etika Penelitian Prinsip dasar dari etika penelitian, diantaranya: 1. Menghormati harkat dan martabat manusia 2. Menghormati privasi dan kerahasiaan subyek penelitian 3. Keadilan dan inklusivitas 4. Memperhitungkan manfaat dan kerugian yang ditimbulkan

I.

J.

Konsep Etika dan Jenis Pelanggaran Etika Terdapat 2 jenis praktik pelanggaran etika, diantaranya: 1. Kesalahan dalam ilmu Klasifikasi ini terdapat 2 macam kesalahan yang dilakukan, yaitu: Kelalaian; untuk klasifikasi ini kesalahan yang dilakukan karena factor ketidaksengajaan, misalnya ilmuwan yang memberikan informasi yang salah. Kebohongan yang disengaja; kesalahan ilmiah yang melibatkan seorang ilmuwan yang tidak jujur terhadap pemalsuan data hasil penelitian. Beberapa contoh kesalahan yang dilakukan seorang peneliti: Kelalaian dalam mengacu pada temuan sebelumnya, ceroboh dalam pelaporan hasil penelitian dan metode yang digunakan, kelalaian dalam pencatatan dan melestarikan hasil publikasi yang sama beberapa kali. 2. Penipuan dalam ilmu Terdapat beberapa contoh jenis tindakan penipuan ilmu yang dilakukan, diantaranya: Fabrication; penyajian data hasil penelitian yang dibuat belum sesuai dengan metode yang seharusnya digunakan dalam laporan penelitian. Kekeliruan (pemalsuan) Perubahan data asli yang dilakukan dengan sengaja secara dsitorsi sehingga diperoleh perbedaan antara data hasil penelitian dan kesimpulan. Plagiat; penyalahgunaan suatu hasil penelitian orang lain yang mencuri ide dari penelitian tersebut dan mengganti nama asli dari pemilik penelitian dengan nama seseorang yang tidak bertanggung jawab. Secara umum kesalahan dan penipuan ilmu tersebut merupakan suatu kegiatan yang berbahaya bagi ilmu pengetahuan. Hal tersebut dapat merugikan bagi peneliti dan menurukan nilai moral. Maka perlu adanya suatu aturan yang dapat membatasi hal tersebut salah satunya dengan adanya etika penelitian.

DAFTAR PUSTAKA E. Stern, Judy, Ph.D. and Deni Ellioet, Ed.D. 1997. The Ethics of scientific Research. America: University Press of New England. Majelis Profesor Riset Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (MPRLIPI). 2007. Kode Etika Peneliti. Jakarta: LIPI Press. ISBN 979 -

799 - 123 7. http://etih.staff.ipb.ac.id/files/2011/07/etika-penelitian.pdf.