Anda di halaman 1dari 6

a.

Observasi Obsevari merupakan metode engumpulan data yang paling alamiah dan paling banyak diguanakan tidak hanya dalam dunia keilmuan, tetapi juga dalam berbagai aktifitas kehidupan. Prof. Dr. Imam Suprayogo mengatakan: Secara umum, observasi berarti pengematan, penglihatan. Sedangkan secara khusus dalam dunia penelitian observasi adalah mengamati dan mendengar dalam rangka memahami, mencari jawab, mencari bukti terhadap fenomena sosial-keagamaan (perilaku, kejadian-kejadian, keadaan, benda dan symbol tertentu) selama beberapa waktu tanpa mempengaruhi fenomena yang diobsevasi, dengan mencatat, merekam, memotret renomena tersebut guna menemukan data anlisis.1 Pengamatan yang akan dilakukan peneliti hanya sebatasobservasi proses bimbingan konseling islam yang dilakukan oleh M. Syakur, S.Sos.I. dalam meningkatkan prestasi belajar siswa. b. Wawancara Sebagaimana dikatakan oleh Prof. Dr. Lexy J. Moleong, MA. Bahwa wawancara adalah: proses percakapan yang dilakukan oleh dua orang atau lebih yang mengajukan pertanyaan dan yang diwawancarai memberikan jawaban atas pertanyaan itu dengan maksud tertentu. 2 Sedangkan kegunaan wawancara ini Dr. Husaini Usman, M.Pd. memaparkan dalam bukunya yang berjudul Metodologi Penelitian Sosial: 1) Mendapatkan data ditangan pertama 2) Pelengkap teknik pengumpulan lainnya 3) Menguji hasil pengumpulan data lainnya. 3 Metode wawancara dilakukan dengan pole interview with snowballing. Dengan wawancara ini peneliti berusaha mewawancarai subyek dalam mencari informasi dengan pola menggelinding seperti bola salju yang kian membesar sehingga sampai ditemukan keyakinan analisis yang dikembangkan. Dalam penelitian ini, peneliti akan mewawancarai M. Syakur, S.Sos.I. selaku guru bimbingan konseling islam sebagai konselor, dari pihak klien adalah siswa SMP Ibrahimy 2 Sukorejo Situbondo. Selain itu untuk pembanding peneliti juga mewawancarai informasn dari teman siswa yang prestasinya menurun. c. Dokumentasi Teknik ini digunakan untuk mencari data mengenai hal-hal atau variabel yang berupa catatan, transkrip, buku dan agenda-agenda lainnya. Ini akan membantu peneliti dalam mendapatkan data tentang masa-masa ayng telah lewat. Tentang dokumentasi Lexy juga menjelaskan menfaat sebagai berikut: Pertama, dokumen digunakan karena merupakan sumber data yang stabil, kaya dan mendorong. Kedua, berguna sebagai bukti untuk suatu pengujian. Ketiga, berguna dan sesuai dengan penelitian kualitatif karena sifatnya yang alamiah, sesuai dengan
1 2

Imam Suprayogo. Metodologi Penelitian Sosial-Agama. (Bandung: PT. Remaja Rosdakarya). 67 Lexy J. Moleong, Metodolongo Penelitian Kualitatif. Hal. 135 3 Husaini Usman. Metodologi Penelitian Sosial. (Jakarta: PT. Bumi Aksara). 60.

konteks, lahir dan berada dalam konteks. Keempat, tidak reaktif sehingga tidak sukar ditemukan. Kelima, membuka kesempatan untuk lebih memperluas tubuh pengetahuan terhadap sesuatu yang diselidiki.4 4. Analisi Data Analisi data tersebut juga pengolahan dan penafsiran data. Anailis data adalah rangkaian kegiatan pnelaahan, pengelompokan, sistematis, penafsiran dan verifikasi data agar sebuah fenomena memilikinilai sosial, akademis dan ilmiah. Dalam analisa ini peneliti menggunakan teknik deskriptif komparatif, yanitu mengkoparasikan atau membandingkan kondisi klien sebelum diterapi (pre test) dengan setelah terapi (post test), jika post test berbeda dengan pre test, berarti konseling yang dilakukan berpengaruh, sedangkan apabila sama berarti tidak berpengaruh. Teknik ini dapat digambarkan sebagai berikut:

Tentang analisis Prof. Dr. Lexy J. Moleong, MA. Dalam bukunya, Metodologi Penelitian Kualitatif mengatakan bahwa: Analisis data telah dimulai sejak pertama tiba pada latar penelitian. Hal ini jelas berbeda dengan cara non kualitatif yang biasanya analisa data baru dilaksanakan setelah seluruh data selesai dikumpulkan.5 5. Pengujian Keabsahan Data Dalam proposal ini, peneliti bertolak dari fakta informasi empiris (data) untuk membangun konsep, hipotesis dan teori. Dari fakta informasi ke konsep merupakan suatu gerak melintas ketingkat abstraksi yang lebih tinggi, bukan suatu perhitungan tabulasi dari data yang berasosiasi dengan konsep yang ditemukan. Data yang terakumulasi di bawah suatu label itulah yang akhitnya dikembangkan menjadi pernyataan-pernyataan tentang definisi nominal makna teoritis atau konteks substantive dari suatu konsep.6 Secara umum, analisa dalam penelitian kualitatif bergerak secara induktif yaitu dari data atau fakta menuju ketingkat abstraksi yang lebih tinggi, termasuk juga melakukan sintesis dan mengembangkan teori (bila diperlukan dan datanya menunjang).7 Analisa data dalam penelitian skripsi ini adalah analisa komporasi konstan. Analisa komporasi konstan yaitu topic penelitian kadang didekati dengan terlebih dahulu memformulasikan teori yang dideskripsikan secara baik dan akurat sehingga kegiatan penelitiannya kelak bisa terkonsentrasi pada alokasi informasi yang sejalan dengan teori yang melandasinya.8
4 5

Lexy J. Moleong, Metodolongo Penelitian Kualitatif. Hal. 161 Lexy J. Moleong, Metodolongo Penelitian Kualitatif. Hal. 241 6 Sanapiah Faisal, Penelitian Kualitatif: Dasar-dasar dan Aplikasi (Malang: Yayasan Asih Asuh,1990). 90. 7 Ibid, 39. 8 Ibid, 108.

Analisa data merupakan upaya mencari dan menata data secara sistematis catatan hasil observasi, wawancara dan dokumen. Hal ini untuk meningkatkan pemahaman peneliti tentang kasus yang diteliti dan menyajikan sebagai orang lain. Sedangkan untuk meningkatkan pemahaman tersebut analisis perlu dilanjutkan dengan upaya mencari makna. Setelah itu, melakukan kategorisasi atau suatu tumpukan dari seperangkat tumpukan yang disusun berdasarkan pikiran, perasaan, dan pendapat. Penulis lalu mengadakan keabsahan data dan penafsiran data, mengolah hasil sementara menjadi teori substantive yang disusun dalam pernyataan argumentasi. Proses analisa data dimulai dengan menelaah seluruh data yang tersedia dari berbagai sumber, yaitu: wawancara, pengamatan yang sudah dituliskan dalam catatan lapangan, dokumen prbadi, dokumen resmi, gambar, foto dan sebagainya. Data yang sudah dipelajari dan ditelaah, maka langkah slanjutnya yaitu: mengadakan reduksi data yang dilakukan dengan jalan membuat abstraksi. Abstraksi merupakan usaha membuat rangkuman yang inti, proses dan pernytaan-pernyataan yang perlu dijaga sehingga tetap berada di dalamnya. Tahap akhir dari analisis data ini adalah mengadakan pemeriksaan keabsahan data.9 Dalam pendekatan teori analis data ini, peneliti mengkosentrasikan dirinya pada deskripsi yang rinci tentang sifat/cirri dari data yang dikumpulkan, sebelum berusaha menghasilkan pernyataan teoritis yang lebih umum. Masalah validitas dan obyektifitas data adalah masalah yang sering dipersoalkan dalam penelitian, baik dalam penelitian kuantitatif lelbih-lebih penelitian kualitatif. Sebab pada hakikatnya, penelitian adalah aktifitas penilaian, pengukuran, pemahaman, dan pecaindraan. Maka dari itu, penulis menggunakan metode triangulasi data. Katena metode ini paling umum dipakai dalam uji validitas dalam penelitian kualitatif. Metode triangulasi didasarkan pada filsafat (yang kemudian menjadi teori penelitian) fenomenologi. Fenomenologi merupakan aliran filsafat yang mengatkan bahwa kebenaran bukan terletak pada pra konsepsi peneliti (subjek), melainkan realitas objek itu sendiri. Triangulasi data dimaksudkan agar dalam pengumpulan data peneliti menggunakan multi sumber data. 6. Teknik Pemerikasaan Keabsahan Data Untuk memperoleh temuan dan interpretasi yang abash maka dalam penelitian ini peneliti menggunakan teknik pemeriksaan sebagai berikut: a. Perpanjangan Keikutsertaan Perpanjangan keikutsertaan peneliti akan memungkinkan peningkatan derajat data yang dikumpulkan. Hal ini disebabkan karena Pertama, peneliti dengan perpanjangan keikutsertaan akan banyak mempelajari kebudayaan dapat menguji ketidak benaran informasi ayng diperkenalkan oleh distorsi, baik yang berasal dari diri sendiri maupun responden, serta dapat membangun juga kepercayaan subyek. Kedua, perpanjangan keikutsertaan juga menuntut peneliti agar terjun ke dalam lokasi dan dalam waktu yang cukup panjang guna mendeteksi dan
9

Ibid, 190.

memperhitungkan distorsi yang mungkin mengotori data. Selain itu, membangun kepercayaan subyek dan diri sendiri dalam penelitian. b. Ketekukanan Pengamatan Dalam ketekunan pengamatan, peneliti bermaksud untuk menemukan cirri-ciri dan unsur-unsur dalam situsi yang seperti relevan dengan persoalan atau isu yang dicari dan kemudian memusatkan diri pada hal-hal tersebut secara rinci. c. Triangulasi Triangulasi merupakan teknik pemeriksaan keabsahan data yang memanfaatkan sesuatu yang lain di luar data itu untuk keperluan pengecekan atau sebagai pembanding terhadap data itu. Teknik triangulasi yang digunakan dalam penelitian ini adalah pemeriksaan melalui sumber lainnya. Dalam hal ini, tehnik yang dipakai peneliti antara lain dengan jalan membandingkan data hasil pengamatan dengan hasil wawancara, membandingkan hasil wawancara dengan isi suatu dokumen yang berkaitan. d. Tahap Pelaporan Penelitian Tahap pelaporan ini merupakan satu bagian yang tak terpisahkan dari kegiatan penelitian, sebab tahap ini adalah merupakan tahap yang paling akhir dalam suatu penelitian, dan dalam hal ini peneliti melakukan penelaahan terhadap laporan yang telah ditulis, sebab hal itu untuk mengingat dengan memproleh umpan baik dari beberapa pihak, hasil karya penulisan dapat lebih disempurnakan. Tentu saja penelaahan demikian dilakukan atas dasar criteria tertentu. Lincoln dan Guba member petunjuk dalam menyusun laporan penelitian antara lain: Pertama, penulisan hendaknya dilakukan secara informal. Kedua, penulisan itu hendaknya tidak bersifat penafsiran dan evaluative kecuali bagian yang mempersoalkan hal itu. Ketiga, penulis hendaknya menyadari jangan sampai terlalu banyak data yang dimasukkan. Keempat, penulis hendaknya tetap menghormati janji tidak menuliskan nama dan menjaga kerahasiaan. Kelima, penulis hendaknya tetap melaksanakan penjajakan audit. Keenam, penulis hendaknya menetapkan batas waktu penyelesaian laporan dan bertekad untuk menyelesaikannya.10 Dengan petunjuk di atas maka penulis dapat menyesuaikan dengan situasi dan kondisi yang sesuai realita atau fakta lapangan penelitian. Sehingga memudahkan peneliti menyajikan data penelitian untuk dijadikansebuah karya proposal. G. Sistematika pembahasan Untuk memudahkan atau menjelaskan pembahasan dalam skripsi ini, maka penulis susun bab perbab setiap babnya terdiri dari bab sebagaimana sistematika berikut: Bab Satu, Pendahuluan meliputi: latar belakang masalah, rumusan masalah, tujuan penelitian, serta sistematika pembahasan.

10

Ibid, 230-231.

Bab Dua, kajian teoritis tentang pengertian bimbingan dan pengertian dan konseling, tujuan bimbingan dan konseling, bimbingan konseling, unsur-unsur bimbingan dan konseling, asas-asas bimbingan konseling, tehnik bimbingan dan konseling, dan pengaruh bimbingan konseling terhadap siswa khususnya siswa yang sering absen. Bab Tiga, metode penelitian meliputi; jenis penelitian, alasan memilih judul, lokasi penelitian, alas an memilih lokasi, instrument, sumber data, metode pengumpulan data, metode pengumpulan data, analisa data dan tehnik uji keabsahan data. Bab Empat, paparan temuan lapangan yang meliputi; deskripsi dari obyek yang diteliti dan problema klien sebelum mendapatkan bimbingan konseling, proses pelaksanaan bimbingan dan konseling untuk siswa yang sering absen hasil wawancara konseling, transkrip wawancara konselor, transkip wawancara tentang perubahan klien. Bab Lima, interpretasi yang berisi; tentang temuan lapangan serta aplikasi teoritis dari temuan lapangan dengan teori yang ada. Bab Enam, penutup yang meliputi; kesimpulan, saran dan penutup.

Daftar pustaka Bimo Walgio, 1989 Dasar-dasar bimbingan dan penyuluhan di sekolah. Surabaya: usaha Nasional. Dadang Sulaeman, 1995 Psikologi Remaja, Bandung: CV. Mandar Maju. Dede Hidayat Mulani Balya. 2005 Upaya Bimbingan dan Penyuluhan Agama bapak M. Yasin Dalam Mengatasi Kemalasan Belajar Siswa di MAN Situbondo (Situbondo; Fakultas Dakwah Jurusan Bimbingan dan Penyluhan Islam). Departemen Agama RI. 2000 Al-Quran dan Terjemahannya. Bandung: CV. Penerbit Diponegoro. Dewa Ketut Sukardi, 1984 Pengantar Teori Konseling Jakarta: Gelia Indonesia Husaini Usman. Metodologi Penelitian Sosial. Jakarta: PT. Bumi Aksara. Imam Suprayogo. Metodologi Penelitian Sosial-Agama. Bandung: PT. Remaja Rosdakarya. Lexy J. Moleong, Metodolongo Penelitian Kualitatif. Bandung: PT. Remaja Rosdakarya. Samsu Yusuf dan Juntika Nurihsan. 2005 Landasan Bimbingan dan Konseling. Bandung: Program Pasca Sarjana Universitas Pendidikan Indonesia denga PT. ROSDA cetakan ke I. Sanapiah Faisal, Penelitian Kualitatif: Dasar-dasar dan Aplikasi Malang: Yayasan Asih Asuh,1990. Suyadi, 2009 Buku Pegangan Bimbingan Konseling Untuk Paud. Yogyakarta. Diva Press.