Anda di halaman 1dari 2

Imunologi TB Respon imunologik terhadap infeksi TB berupa imuniti seluler (cell-mediated immunity )dan hipersensitiviti tipe lambat.

Apabila respon imun lemah atau gagal maka terjadi TB aktif pada indiidu yang terinfeksi Mycobacterium Tuberculosis. Immunity celluler menyebabkan proliferasi limfosit TCluster of-diferentiation (CD4) dan mempoduksi sitokin local sebagai respon terhadap antigen yang dikeluarkan Micobacterium Tuberculosis limfosit T helper1 (Th1) mengaktifkan makrofag sedangkan limfosit T helper2 (Th2) menambah sintesis atibodi humoral dan kemudian memproduksi sitokin TNFa dan INFg. Sitokin ini akan menarik monosit darah ke lesi TB dan mengaktifkannya. Monosit aktif atau makrofag dan limfosit-TCD4 memproduksi enzim lisosom, oksigen radikal, nitrogen intermediate dan interleukin-2 (IL-2). Hipersensitiviti tipe lambat merupakan bagian dari respon imuniti seluler yang akan mengakibatkan peningkatan aktiviti limfosit-TCD4 . limfosit-TCD8 sitotoksid serta pembunuh yang memusnahkan makrofag setempat, jaringan sekitarnya dan terjadi perkejuan. Imuniti seluler mengaktifkan makrofag sehingga menghambat replikasi basil. hipersensitiviti tipe lambat menghambat replikasi basil dengan menghancurkan makrofa yang belum aktif dan mengandung basil M. Tuberculosis juga mengisolasi lesi aktif, menyebabkan M. tuberculosis menjadi dormant, kerusakan jaringan, fibrosis dan parut. Proses ini dapat merugikan tubuh. Basil M.tuberculosis dapat keluar dari bagian tepi daerah nekrosiss dan membentuk hypersensitivity tipe lambat kemudian difagositosis oleh makrofag setempat.Jika makrofag belum diaktifkan oleh imunity seluler maka basil dapat tumbuh dalam makrofag sampai hypersensitivity tipe lambat merusak makrofag dan menambah daerah nekrosis pada saat imunity selular menstimulasi makrofag setempat iku membunuh basil dan mencegah perluasan penyakit. Terjadi nekrosis setempat saat pembentukan hypersensitivity tipe lambat member kesempatan imunity seluler untuk mengaktifkan makrofag setempat.Imuity seluler dan hypersensitivity tipe lambat menghambat replikasi basil pada masa kiju padat,tidak padamasa kiju cair.Proses imunity seluler dan hypersensitivity tipe lambat terjadi jika ada mycobacterium tuberculosis,apabila jumlah basil sedikit maka imunity selulermengaktifkan makrofag dan menghancurkan basil.Apabila jumlah bail banyak maka hypersensitivity tipe lambat lebih berperan dan menyebabkan nekrosis jaringan.Granuloma TB mengandung makrofag aktif yang mengellingi basil M.Tubeculosis dan lapisan luar yang terdiri dari limfosit T dan dapat menstimulasi makrofag.Makrofag secara metabolic aktif mengkonsumsi oksigen yang ada sehingga daerah granuloma menjadi anoksik dan nekrotik.Hal ini mengganngu pertumbuhan M.tuberculosis sehingga menjadi dormant.

Study epidemiologi terbaru diafrika selatan didapatkan 50% kematian akibat infeksi TB berhubungan dengan merokok,dalam penelitian tersebut 76% dari 2401 orang yang mendapatkan hasil tes tuberkulian positif,55% perokok aktif dan 82% bekas perokok.Dalam penelitian tersebut juga didapatkan hubungan antara jenis kelamin,umur,pendapat dan jumlah rokok yang dikonsumsi dalam setahun dengan hasil test tuberculin.Study ini menunjukkan perokok atau bekas perokok mempunyai resiko lebih tinggi terjadi infeksi M.Tuberculosis disbanding yang bukan perokok.Dalam studi ini juga jumlah bungkus rokok lebih dari 15 bungkus dalam setahun mempunyai resiko yang lebih tinggi terjadi infeksi M.Tuberculosis,dan tak terduga ternyata pendapatan mempunyai hubungan dengan test tuberculin positif.Sampai sekarang alasan peningkatan infeksi pada perokok belum jelas,tapi mungkin hal ini dapat diterangkan oleh efek rokok terhadap pertahanan respirasi. Merokok berhubungan dengan penurunan activity natural killer sitotoksik,penurunan fungsi sel T pada kedua paru dan darah,merusak mukosiali clearens dan menngkatkan jumlah makrofag alveolar disaluran napas bawah.Asap rokok fungsi fagositil makrofag sehingga M.tuberculosis dapat berkembangbiak . Makrofag alveolar mungkin yang pertama mencerna tubercle infeksi,sel ini menekan respon imun local dalam rangka memelihara struktur paru,merokok merusak fungsi fagositik makrofag alveolar,keduanya merokok dan TB mempengaruhi apoptosis sel.Bilas bronkus pada perook didapatkan jumlah makrofag lebih dari 4x.Asap rokok mengaktifkan produksi makrofag alveolar sebagai respons inflamasi local, tetapi nikotin menekan fungsi antigen presentation untuk mengembangkan respon imun spesifik. Pajanan asap rokok yang lama mengurangi ekspresi protein yang berhuubungan dengan antigen presentation makrofag. Interleukin-18 berkurang di dalam dahak perokok. Nikotin merusak antigen receptor mediated signal transduction dan mempengaruhi T cell energy. Aktivasi NK cell berkurang dan menurun secara signifikan dari bilasan bronkoalveolar perokok disbanding bukan perokok.