Anda di halaman 1dari 48

PENULISAN STANDAR NASIONAL INDONESIA (SNI)

PUSAT PERUMUSAN STANDAR

bsn2012
1

Workshop Konseptor & Editor Perumusan SNI 22-23 Februari 2012

Member of

PERMASALAHAN DALAM PENULISAN SNI


1. 2. 3. 4. 5. Format penulisan SNI tidak konsisten dengan PSN 08 Penggunaan istilah yang belum konsisten Ada standar yang mengacu pada SNI lain, padahal SNI tersebut telah direvisi Penulisan Gambar yang tidak jelas dan tidak ada keterangannya Penulisan satuan ukuran yang masih keliru dan lain-lain
bsn2012
2 Workshop Konseptor & Editor Perumusan SNI 22-23 Februari 2012

Member of 22

OUTLINE PRESENTASI

1. Tujuan PSN 08:2007 2. Bahasa 3. Unsur standar dan penjelasannya 4. Penomoran 5. Persyaratan penampilan

bsn2012
3

Workshop Konseptor & Editor Perumusan SNI 22-23 Februari 2012

Member of 33

1. TUJUAN PSN 08:2007 PENULISAN SNI


Untuk menjamin agar SNI yang dirumuskan oleh panitia teknis/subpanitia teknis seragam dan konsisten, sehingga mudah dimengerti dan dipahami oleh pengguna SNI tersebut dengan memperhatikan tampilan tanpa mempengaruhi isi teknisnya

bsn2012
4

Workshop Konseptor & Editor Perumusan SNI 22-23 Februari 2012

Member of 44

2. BAHASA
Dalam penulisan SNI harus :

Menggunakan bahasa Indonesia yang baik dan benar Tegas dan jelas agar mudah dipahami semua pihak yang akan menggunakan standar Istilah asing yang belum ada padanan kata dalam Bahasa Indonesia, tetap ditulis dalam bahasa asing dan dicetak dengan huruf miring (italic) Bila diperlukan SNI dapat diterbitkan dalam dua bahasa, teks Bahasa Indonesia (halaman ganjil) dan teks bahasa asing (halaman genap)

bsn2012
5

Workshop Konseptor & Editor Perumusan SNI 22-23 Februari 2012

Member of 55

3 UNSUR STANDAR

Unsur pendahuluan bersifat informatif Unsur umum bersifat normatif Unsur teknis bersifat normatif Unsur tambahan bersifat informatif

bsn2012
6

Workshop Konseptor & Editor Perumusan SNI 22-23 Februari 2012

Member of 66

3 UNSUR STANDAR
Unsur pendahuluan bersifat informatif
Penempatan unsur standar Halaman sampul Daftar isi Prakata Pendahuluan Ketentuan unsur Wajib Opsional Wajib Opsional

bsn2012
7

Workshop Konseptor & Editor Perumusan SNI 22-23 Februari 2012

Member of 77

Penjelasan unsur pendahuluan bersifat informatif


Sampul depan
Unsur wajib Berisi Judul SNI, nomor SNI, nomor ICS, logo SNI dan logo BSN Judul dibuat dengan susunan kata yang cermat, ringkas dan tidak bermakna ganda terhadap subjek standar. Setiap tambahan khusus harus diuraikan dalam ruang lingkup Judul SNI pada sampul depan ditulis dengan huruf kapital hanya pada awal kata pertama, jenis huruf Arial 18 - bold. Judul SNI pada hal.pertama isi standar dengan huruf Arial 12 - bold
bsn2012 Aturan rinci untuk menyusun judul dapat dilihat pada Workshop Konseptor & Editor Perumusan SNI Member of 88 22-23 Februari 2012 Lamp. D 8

CONTOH
SNI Nomor SNI Standar Nasional Indonesia

Judul SNI

Nomor ICS Logo BSN


bsn2012
9 Workshop Konseptor & Editor Perumusan SNI 22-23 Februari 2012

Member of 99

Daftar isi

Penjelasan unsur pendahuluan bersifat informatif

Unsur opsional (jika jumlah halaman kurang dari 10 ) Dilengkapi dengan nomor halaman agar pengguna standar dapat mengetahui isi standar secara keseluruhan dan mendapatkan halaman yang tepat sesuai dengan kebutuhan. Pada halaman daftar isi diberi judul Daftar isi ditulis dengan huruf kapital pada awal kata pertama dengan jenis huruf Arial 12 bold, Penulisan judul pasal/subpasal dimulai setelah 3 karakter dari angka terakhir nomor pasal/subpasal dengan jenis huruf Arial 11

bsn2012
10

Workshop Konseptor & Editor Perumusan SNI 22-23 Februari 2012

Member of 1010

CONTO H
Daftar isi Daftar isi i Prakata ... .. ii Pendahuluan iii 1 Ruang lingkup . 1 2 Acuan normatif 1 3 Istilah dan definisi 1 4 Persyaratan . 5 5 Pengambilan contoh ... 6 6 Cara uji .. 6 7 Pengemasan 10 8 Penandaan ..10 Lampiran A (normatif). 11 Lampiran B (informatif) .. 15 Bibliografi ..17

bsn2012
11

Workshop Konseptor & Editor Perumusan SNI 22-23 Februari 2012

Member of 1111

Penjelasan unsur pendahuluan bersifat informatif Prakata


Unsur ini bersifat wajib (harus ada dlm setiap SNI) menguraikan tentang tujuan atau alasan perlunya standar tersebut dirumuskan; pernyataan merevisi, mengadopsi, atau merupakan bagian dari standar berseri yang relevan; Untuk revisi, dicantumkan pernyataan perubahan teknis penting dan alasan direvisi. Untuk adopsi menyebutkan judul dan nomor standar yang diadopsi, jenis adopsi (identik atau modifikasi) menyebutkan nama Panitia Teknis atau sub Panitia Teknis perumusan RSNI mencantumkan tanggal dan tempat pelaksanaan rapat konsensus

bsn2012
12

Workshop Konseptor & Editor Perumusan SNI 22-23 Februari 2012

Member of 1212

Penjelasan unsur pendahuluan bersifat informatif


Pendahuluan

Unsur bersifat opsional Menguraikan informasi khusus atau penjelasan mengenai isi teknis standar dan alasan standar tersebut diperlukan. Tidak berisi persyaratan Bila dalam SNI terdapat hak paten,harus menuliskan peringatan tentang hal tersebut Tidak diberi nomor, kecuali untuk membuat penomoran subpasal, maka diberi nomor 0 (subpasal 0.1; 0.2, dst)

bsn2012
13

Workshop Konseptor & Editor Perumusan SNI 22-23 Februari 2012

Member of 1313

3 UNSUR STANDAR
Unsur umum bersifat normatif
Penempatan unsur dalam dokumen Judul Ruang lingkup Acuan normatif

Ketentuan unsur Wajib Wajib Opsional

bsn2012
14

Workshop Konseptor & Editor Perumusan SNI 22-23 Februari 2012

Member of 1414

Penjelasan unsur umum normatif


Judul

Unsur wajib Judul pada sampul depan harus sama dengan judul pada halaman pertama dari isi standar Harus sesuai dengan isi atau substansi standar Harus dibuat dengan susunan kata yang cermat, ringkas, dan tidak bermakna ganda terhadap subjek standar Ditulis menggunakan huruf kapital hanya pada awal kata pertama, dengan jenis huruf Arial 12 - bold

bsn2012
15

Workshop Konseptor & Editor Perumusan SNI 22-23 Februari 2012

Member of 1515

Penjelasan unsur umum normatif


Ruang lingkup

Bersifat wajib, sebagai pasal 1 dalam struktur standar Menguraikan tentang subjek dan aspek yang tercakup dari standar, tujuan penggunaan dan batasan penggunaan atau penerapan SNI. Tidak berisi persyaratan Harus singkat dan jelas, sehingga dapat digunakan sebagai ringkasan.

Contoh : Standar ini menetapkan metode untuk.. Standar ini menentukan suatu sistem untuk.. Standar ini menentukan karakteristik dari

Pernyataan untuk penggunaan suatu standar dimulai dengan katakata berikut Standar ini digunakan untuk ..................
bsn2012
16 Workshop Konseptor & Editor Perumusan SNI 22-23 Februari 2012

Member of 1616

Penjelasan unsur umum normatif


Acuan normatif

Bersifat opsional, sebagai pasal 2 Menguraikan daftar dokumen normatif yang harus diacu dalam penyusunan SNI Standar tidak dapat digunakan jika dokumen acuan normatif tidak tersedia Dokumen normatif harus berupa standar (SNI, ISO, IEC). Acuan bertanggal dilengkapi tahun publikasi

bsn2012
17

Workshop Konseptor & Editor Perumusan SNI 22-23 Februari 2012

Member of 1717

Acuan normatif ( lanjutan)


Dok. teknis dari badan standardisasi negara lain atau asosiasi dapat diacu, jika: a) mempunyai keberterimaan luas dan tersedia secara umum b) PT/SPT terkait telah memperoleh persetujuan dari penyusun/ penerbit c) penyusun/penerbit bersedia menginformasikan jika ada revisi Dok. yang tidak dapat digunakan sebagai acuan normatif : a) Tidak tersedia secara umum b) Hanya bersifat informatif c) Hanya digunakan sebagai referensi umum Jika acuan normatif adalah standar internasional, dianjurkan untuk segera diadopsi secara identik
bsn2012
18 Workshop Konseptor & Editor Perumusan SNI 22-23 Februari 2012

Member of 1818

Bibliografi
Merupakan daftar dokumen yang digunakan sebagai sumber informasi dalam menyusun RSNI Unsur ini bersifat opsional Bila pada daftar dokumen tersebut ada bagian yang dikutip, maka yang dikutip tersebut harus dimasukkan ke dalam standar dengan menyebutkan sumber dokumennya. Dicantumkan dalam daftar isi Diletakkan dibagian akhir dari standar Aturan yang terkait dengan Bibliografi mengikuti SNI 194190
bsn2012
19

Workshop Konseptor & Editor Perumusan SNI 22-23 Februari 2012

Member of 1919

3 UNSUR STANDAR
Unsur teknis bersifat normatif
Penempatan unsur dalam dokumen Istilah dan definisi Simbol dan singkatan Persyaratan Pengambilan contoh Metode uji Klasifikasi,penunjukan dan pengkodean Penandaan, pelabelan dan pengemasan Lampiran normatif Ketentuan unsur Opsional Opsional

Opsional Opsional Opsional Opsional Opsional Opsional

bsn2012
20

Workshop Konseptor & Editor Perumusan SNI 22-23 Februari 2012

Member of 2020

Penjelasan unsur teknis bersifat normatif


Istilah dan definisi

Bersifat opsional, ditulis secara alfabetis, sebagai pasal 3, menguraikan definisi seperlunya untuk memberikan pemahaman tentang istilah tertentu yang digunakan dalam SNI Nomor dan istilah ditulis dengan huruf tebal Penulisan istilah dan definisi harus diikuti sumbernya, yang dituliskan di dalam kurung pada akhir kalimat, kecuali istilah dan definisi yang dihasilkan dari konsensus Semua ungkapan istilah yang berasal dari bahasa asing harus dicetak dengan huruf miring (italic) Bila seluruh istilah dan definisi tertulis dalam dokumen tersebut, maka kalimat pendahuluan berikut harus digunakan : Untuk tujuan penggunaan dalam dokumen ini, isitilah dan definisi berikut digunakan Bila istilah dan definisi disebutkan dalam satu dokumen atau lebih, maka kalimat pendahuluan berikut ini harus digunakan: Untuk tujuan penggunaan dalam dokumen ini, selain istilah dan definisi yang ada dalam dokumen , istilah dan definisi berikut ini berlaku
bsn2012
21

Workshop Konseptor & Editor Perumusan SNI 22-23 Februari 2012

Member of 2121

CONTOH
Istilah dan definisi Untuk tujuan penggunaan dalam dokumen ini, istilah dan definisi berikut ini digunakan
3

3.1 persyaratan ketentuan yang menyatakan kriteria untuk dipenuhi dst 3. Istilah dan definisi Untuk tujuan penggunaan dalam dokumen ini, selain istilah dan definisi yang ada dalam dokumen , istilah dan definisi berikut ini berlaku 3.1 standar dokumen berisi ketentuan atau persyaratan .
bsn2012
22

Workshop Konseptor & Editor Perumusan SNI 22-23 Februari 2012

Member of 2222

Penjelasan unsur teknis normatif


Simbol dan singkatan

Merupakan unsur opsional yang mencantumkan daftar simbol dan singkatan istilah yang diperlukan untuk memahami SNI Untuk mudahnya, unsur ini boleh dikombinasikan atau digabung dengan subpasal istilah dan definisi, simbol, singkatan istilah, dan mungkin satuan yang sesuai dengan judul. Misalnya, Istilah, Definisi, Simbol, Satuan dan Singkatan Istilah Semua ungkapan istilah yang berasal dari ungkapan asing dan belum ada padanannya harus ditulis dengan huruf miring (italic) CONTOH Indikator Kinerja Manajemen (Management Performance Indicator/MPI), bila singkatan belum dikenal secara umum

bsn2012
23

Workshop Konseptor & Editor Perumusan SNI 22-23 Februari 2012

Member of 2323

Penjelasan unsur teknis normatif


Persyaratan

Merupakan unsur opsional yang menguraikan karakteristik yang relevan dengan aspek produk, proses atau jasa yang dicakup dalam standar, dan nilai batas yang dipersyaratkan dari karakteristik yang dapat diukur Untuk masing-masing persyaratan harus ada referensi metode uji untuk menentukan atau membuktikan besaran karakteristik atau metode uji Harus ada perbedaan yang jelas antara persyaratan (3.1.1), rekomendasi (3.1.2) dan pernyataan (3.1.3) Persyaratan kontraktual (berkaitan dg klaim, jaminan, biaya,dll) dan persyaratan legal/bersifat legislatif tidak masuk dalam bagian ini.

Pengambilan contoh
Unsur opsional ini menetapkan kondisi dan metode pengambilan contoh, serta metode untuk penanganan contoh uji
bsn2012
24

Workshop Konseptor & Editor Perumusan SNI 22-23 Februari 2012

Member of 2424

Penjelasan unsur teknis normatif


Metode uji

Merupakan unsur opsional yang menguraikan semua instruksi yang berkaitan dengan prosedur untuk menentukan nilai karakteristik, mengecek kesesuaian persyaratan yang ada, menjamin konsistensi hasil pengujian ulang harus menjelaskan prosedur dan/atau penggunaan bahan atau peralatan yang dapat menimbulkan bahaya terhadap personel laboratorium dan lingkungan dengan mencantumkan peringatan umum dan peringatan khusus yang diperlukan

Klasifikasi,Penunjukan, . Penandaan, Lampiran normatif

disesuaikan dengan kebutuhan

bersifat opsional dan merupakan bagian integral dari suatu standar yang harus dirujuk dalam teks secara jelas, dan dicantumkan dalam daftar isi dan pada lembar lampiran yang ditempatkan di atas judul lampiran
bsn2012
25

Workshop Konseptor & Editor Perumusan SNI 22-23 Februari 2012

Member of 2525

3 UNSUR STANDAR
Unsur tambahan bersifat informatif
Penempatan unsur dalam Ketentuan unsur Isi unsur standar dokumen Lampiran informatif Opsional Uraian, Gambar, Tabel, Catatan, Catatan kaki Referensi, Catatan kaki Uraian

Bibliografi Indeks

Opsional Opsional

bsn2012
26

Workshop Konseptor & Editor Perumusan SNI 22-23 Februari 2012

Member of 2626

Penjelasan unsur tambahan bersifat informatif

Lampiran informatif

Ketentuan opsional, Lampiran informatif menguraikan tambahan informasi dan dimaksudkan untuk membantu pemahaman atau penggunaan standar Lampiran seharusnya tidak mengandung persyaratan yang perlu dipenuhi untuk mengklaim kesesuaiannya dengan standar. Lampiran informatif (berbeda dengan normatif, lihat 6.3.8 ) tidak perlu dirujuk dalam teks tetapi dicantumkan dalam daftar isi dan pada lembar lampiran yang ditempatkan di atas judul lampiran.

bsn2012
27

Workshop Konseptor & Editor Perumusan SNI 22-23 Februari 2012

Member of 2727

CONTOH Lampiran A (informatif) Standar dasar dan acuan kerja

bsn2012
28

Workshop Konseptor & Editor Perumusan SNI 22-23 Februari 2012

Member of 2828

Unsur informatif lain


-

Catatan dan contoh yang terintegrasi dalam teks sebaiknya dicantumkan pada bagian akhir pasal atau subpasal atau paragraf yang dirujuk. Catatan dalam pasal atau subpasal didahului dengan kata CATATAN (huruf Arial 10 bold). Uraian catatan ditulis pada jarak 4 karakter dari kata CATATAN (huruf Arial 10) Contoh dalam pasal atau subpasal didahului dengan kata CONTOH (huruf Arial 10 bold). Uraian contoh ditulis pada jarak 4 karakter dari kata CONTOH (huruf Arial 10) Catatan kaki teks Ditempatkan di bagian bawah halaman yang terkait dengan jenis huruf Arial 10. Dimulai dengan angka 1 diikuti dengan tanda kurung tutup, misal: 1), 2), 3),dst Harus dirujuk dalam teks dengan menyisipkan angka yang sama dengan bentuk kecil yang ditulis di atas (superscript) sesudah kata atau kalimat yang dimaksud.
bsn2012
29 Workshop Konseptor & Editor Perumusan SNI 22-23 Februari 2012

Member of 2929

Hak paten
a. Untuk sesuatu yang dipatenkan, maka : Semua konsep yang disampaikan untuk mendapatkan tanggapan harus memuat pernyataan pada sampul depan, misalnya: Penerima konsep standar ini diminta untuk menyampaikan pemberitahuan tentang hak paten yang diketahui dan sekaligus memberikan dokumen penunjang yang ada

bsn2012
30

Workshop Konseptor & Editor Perumusan SNI 22-23 Februari 2012

Member of 3030

b. Dokumen standar yang dupublikasikan yang dalam proses penyiapannya tidak ditemukan adanya hak paten, maka dalam pendahuluan harus ada penjelasan.

c. Dokumen standar yang dipublikasikan yang selama persiapannya telah mengidentifikasikan adanya hak paten, maka dalam pendahuluan harus ada penjelasan

bsn2012
31

Workshop Konseptor & Editor Perumusan SNI 22-23 Februari 2012

Member of 3131

GAMBAR

Menyajikan informasi dengan cara yang paling efisien Jika gambar banyak atau ukuran besar, sebaiknya sebagai lampiran Gambar harus berbentuk gambar teknik (foto hanya dapat digunakan apabila tidak mungkin untuk meng-ubahnya menjadi gambar teknik) Judul gambar ditulis di tengah setelah nomor gambar, letak mendatar di bawah gambar dengan jenis huruf Arial 11- bold. Antara nomor gambar dan judul dipisahkan dengan tanda hubung ( - )

bsn2012
32

Workshop Konseptor & Editor Perumusan SNI 22-23 Februari 2012

Member of 3232

Contoh gambar

Keterangan gambar: 1 Rangka 2 Piring bajak 3 Penggandeng 4 Pengatur kedalaman 5 Roda dukung 6 Dudukan piringan

Gambar 1 - Bajak piringan dan komponennya


bsn2012
33

Workshop Konseptor & Editor Perumusan SNI 22-23 Februari 2012

Member of 3333

Tabel
Merupakan cara yang paling efisien untuk menyajikan informasi Jika jumlah tabel banyak atau ukurannya besar, sebaiknya dicantumkan sebagai lampiran Tabel diberi nomor dimulai dengan angka 1, bebas dari penomoran pasal dan gambar Judul ditulis mendatar di tengah, di atas tabel dengan jenis huruf Arial 11-bold Antara nomor tabel dan judul terpisah 4 (empat) ketuk. Huruf pertama setiap kata dalam judul kolom tabel dimulai dengan huruf kapital. Satuan yang digunakan dalam kolom sebaiknya dicantumkan di bawah judul kolom bsn2012
34 Workshop Konseptor & Editor Perumusan SNI 22-23 Februari 2012

Member of 3434

Tabel
Contoh: Tabel 1
Jenis

Persyaratan mekanis
Panjang cm Diameter mm

Jika isi tabel memakai satuan yang sama, maka nama satuan ukuran ditulis pada kanan atas di luar tabel Contoh:
milimeter Jenis Panjang

Tabel 1

Persyaratan mekanis
Satuan dalam Diameter

bsn2012
35

Workshop Konseptor & Editor Perumusan SNI 22-23 Februari 2012

Member of 3535

Jika tabel berlanjut sampai 2 halaman atau lebih, maka:


-

nomor tabel diulang dengan diikuti judul tabel (optional) dan ditambahkan kata dalam kurung (lanjutan)

Contoh: Tabel 1 Tabel 1


Dimensi

(lanjutan) atau

Persyaratan mekanis (lanjutan)


Jenis A B

bsn2012
36

Workshop Konseptor & Editor Perumusan SNI 22-23 Februari 2012

Member of 3636

ACUAN PADA UNSUR DALAM TEKS


Pencantuman acuan pada unsur dalam teks tidak perlu menggunakan istilah Subpasal. Contoh: a) berkaitan dengan pasal 3, b) sesuai dengan 3.1, c) seperti ditetntukan dalam 3.1 b), d) seperti diberikan dalam 3.2.1,

ACUAN TABEL DAN GAMBAR Setiap tabel dan gambar di dalam standar seharusnya dirujuk dalam teks Contoh: a) diberikan dalam Tabel 3, b) (lihat Tabel B.3), bsn2012 Workshop Konseptor & Editor Perumusan SNI c) seperti diperlihatkan dalam Gambar A.6, Februari 2012 22-23
37

Member of 3737

PENYAJIAN ANGKA DAN NILAI NUMERIK


. Tanda desimal seharusnya ditulis dalam bentuk koma . Jika suatu angka bernilai kurang dari satu dan ditulis dalam bentuk desimal, maka tanda desimal didahului dengan nol CONTOH 0,001

. Jika suatu angka terdiri atas lebih dari tiga digit, maka pembacaan ke kiri atau ke kanan tanda desimal (pada setiap kelompok tiga digit) harus dipisahkan dengan satu spasi, kecuali angka 4 digit untuk menunjukkan tahun. CONTOH 23 456 2 345 2,345 2,345 6 2,345 67

1997 (menunjukkan tahun) . Tanda kali (X) lebihb baik daripada tanda titik (.) yang digunakan dalam perkalian angka dan nilai numerik CONTOH 1,8 x 10 bukan 1,8.10
bsn2012
38 Workshop Konseptor & Editor Perumusan SNI 22-23 Februari 2012

Member of 3838

Dalam penulisan SNI hanya menggunakan Satuan SI (Sistem Internasional) Untuk penjelasan mengenai penggunaan besaran, simbol dan satuan secara lengkap dapat dilihat pada Lampiran F

bsn2012
39

Workshop Konseptor & Editor Perumusan SNI 22-23 Februari 2012

Member of 3939

Penulisan rumus
Persamaan ditampilkan dalam bentuk yang benar secara matematis. Contoh:

v = v1 + v2 + v3
Keterangan: v adalah .., dinyatakan dalam (..); v1 adalah .., dinyatakan dalam (..); v2 adalah .., dinyatakan dalam (..); v3 adalah .., dinyatakan dalam (l).

bsn2012
40

Workshop Konseptor & Editor Perumusan SNI 22-23 Februari 2012

Member of 4040

Lampiran
Diberi kata keterangan informatif atau normatif, sesuai kebutuhan Contoh:
Lampiran A (normatif) ..(judul).. A.1 B.1 Lampiran B (informatif) ..(judul)..

. A.2 ..

. B.2 ..

bsn2012
41

Workshop Konseptor & Editor Perumusan SNI 22-23 Februari 2012

Member of 4141

Lampiran
Gambar dan tabel pada lampiran, diberi nomor mengikuti lampiran
Contoh: Pada lampiran A Pada lampiran B Tabel B.1 .
Dimensi Jenis A B

Gamb ar
Gambar A.1 .
bsn2012
42

Workshop Konseptor & Editor Perumusan SNI 22-23 Februari 2012

Member of 4242

4 PENOMORAN

Penomoran pasal yang merupakan komponen dasar dari isi standar menggunakan angka dimulai dengan angka 1. Penomoran subpasal mengikuti nomor pasalnya, menggunakan angka dimulai dengan angka 1 dan ditulis setelah nomor pasal dan titik. Penomoran subpasal dapat dilakukan sampai dengan 5 tingkat. Penomoran Lampiran menggunakan huruf kapital, dimulai dengan huruf A. Penomoran Pasal-pasal dalam Lampiran A ditulis A.1, A.2, dst Penomoran Tabel menggunakan angka dimulai dengan angka 1 Penomoran Gambar menggunakan angka dimulai dengan angka 1

bsn2012
43

Workshop Konseptor & Editor Perumusan SNI 22-23 Februari 2012

Member of 4343

4 PENOMORAN

Contoh penomoran pasal dan penomoran sub pasal

Pasal Sub Pasal

5.1 . ..

bsn2012
44

Workshop Konseptor & Editor Perumusan SNI 22-23 Februari 2012

Member of 4444

4 PENOMORAN
Struktur Bagian Seksi Pasal Subpasal Subpasal (5 tingkat) Paragraf Lampiran
bsn2012
45

Contoh penomoran 9999.1 9999.1.1 4 4.1 4.1.1.1.1.1 Tanpa nomor A

Workshop Konseptor & Editor Perumusan SNI 22-23 Februari 2012

Member of 4545

5 Persyaratan penampilan
Kertas A4 dengan margin: atas = 30 mm; bawah = 20 mm, kiri = 30 mm; kanan = 20 mm
Kiri atas
SNI

Nomor standar SNI diketik pada bagian kanan atas pada setiap halaman Nomor halaman menunjukkan halaman ke berapa dari seluruh halaman isi SNI,
contoh: 12 dari 20

A4

kanan

12 dari 20

bawah

bsn2012
46

Workshop Konseptor & Editor Perumusan SNI 22-23 Februari 2012

Member of 4646

Judul SNI
1 Ruang lingkup ..

SNI

2 Acuan normatif ... 3 Istilah dan definisi 3.1 . 4 . 4.1 4.2 .. a) .. b) .. 4.3 .. CATATAN . . .

Contoh Tampilan

1 dari 20

bsn2012
47

Workshop Konseptor & Editor Perumusan SNI 22-23 Februari 2012

Member of 4747

Terima Kasih

Badan Standardisasi Nasional


Website : www.bsn.go.id Email : perumusan@bsn.go.id perumusan@yahoo.com

bsn2012
48

Workshop Konseptor & Editor Perumusan SNI 22-23 Februari 2012

Member of 4848