Anda di halaman 1dari 28

Surat perjanjian sewa menyewa tanah Yang bertanda tangan di bawah ini : 1. Nama : Bapak Supadi No.

. KTP : Alamat : Pekerjaan : Tani Yang selanjutnya dalam surat perjanjian ini disebut PIHAK PERTAMA 2. Nama : Hafifah, SP MP No. KTP : Alamat : Pekerjaan : Mahasiswa Program Strata 3 Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya Yang selanjutnya dalam surat perjanjian ini disebut PIHAK KEDUA Bahwa, kedua pihak sepakat mengadakan perjanjian sewa tanah dengan ketentuan sebagai berikut : 1. Pihak Pertama menyewakan tanah seluas 450 (empat ratus lima puluh) meter persegi kepada Pihak Kedua yang berada di Desa Tegalgondo, Kecamatan Karangploso, Kabupaten Malang dengan batas : Utara : Barat : Selatan: Timur : 2. Pihak Pertama menyewakan tanah kepada Pihak Kedua selama 6 (enam) bulan, terhitung sejak tanggal 1 Maret 2013 (tanggal satu bulan maret tahun dua ribu tiga belas) sampai dengan 31 Agustus 2013 (tanggal tiga puluh satu bulan agustus tahun dua ribu tiga belas)

SURAT PERJANJIAN SEWA MENYEWA TANAH PERKEBUNAN Leave a comment


SURAT PERJANJIAN SEWA MENYEWA TANAH PERKEBUNAN Pada hari Rabu tanggal 29 Desember 2008, kami yang bertanda tangan dibawah: N a m a : Thaleb U m u r : 30 tahun Pekerjaan : Pegawai Negeri Sipil A l a m a t : Jl. T Iskandar No. 32 Lamteh Banda Aceh Pemilik tanah kebun dan selanjutnya, sebagai pihak pertama, danN a m a : Ismail U m u r : 40 tahun Pekerjaan : Pengusaha A l a m a t : Jl. T Umar No.1 Setui banda Aceh Penyewa selanjutnya disebut sebagai pihak kedua, Bahwa pihak pertama benar telah menyewakan sepetak tanah perkebunan beserta tanaman diatasnya yang terletak dijalan Inoeng Balee Darussalam, dengan luas 5000 meter persegi kepada pihak kedua terhitung sejak tanggal 1 Januari 2009 dengan harga sewa setiap tahun menurut keadaan dan ketentuan ketentuan yang berlaku-perjanjian sewa menyewa ini oleh pihak pertama

dan pihak kedua telah mengadakan suatu perjanjian atau persetujuan dengan ketentuan sebagai berikut,Pasal 1 Pihak Pertama menyewakan tanah kebun kepada Pihak kedua selama 3 (tiga) tahun, dengan harga sewa tanah Rp.5.000.000 (Lima juta rupiah) per tahun, yang dibayar oleh pihak Kedua setiap tahunnya selama penyewaan berlangsung. Pasal 2 Harga sewa tanah kebun setiap tahunnya meningkat sebesar 10 (sepuluh) persen dari harga sewa per tahun yang dibayar pihak kedua setiap tahun berjalan selama penyewaan berlangsung Pasal 3 Pihak kedua selama masa penyewaan ini berlangsung wajib memberikan hasil kebun dengan sistim bagi hasil sebesar 15 (lima belas) persen setiap tahunnya dari panen yang dihasilkan kepada pihak pertama. Pasal 4 Pihak kedua selama masa penyewaan ini berlangsung tidak dapat memindahkan haknya atau mengalihkan tanah atau kebun beserta hasilnya kepada pihak yang lain tanpa terlebih dahulu mendapat persetujuan dari pihak pertama, demikian juga pemindahan hak menyewa berikutnya harus disetujui oleh pihak pertama, Pasal 5 Jika suatu ketika ternyata tanah kebun yang disewakan tersebut telah dialihkan oleh pihak kedua kepada pihak yang lain tampa terlebih dahulu mendapat persetujuan dari pihak pertama, maka tanah kebun yang disewakan tersebut dapat diambil alih oleh pihak pertama yang menjadi hak milik tanpa mengganti kerugian apapun kepada pihak kedua. Pasal 6 Pihak kedua wajib memelihara, merawat, mengelola, dan memamfaatkan tanah kebun tersebut termasuk hasil hasilnya tersebut dengan selayaknya. Pasal 7 Jika terjadi kerusakan kerusakan atau matinya tanaman yang terletak diatas sepetak tanah kebun tersebut karena kelalaian pihak kedua selama masa penyewaan ini berlangsung, pihak kedua berkewajiban menggantikan kerugian kepada pihak pertama Pasal 8 Apabila pihak pertama membatalkan perjanjian sewa tanah kebun sebelum habis masa penyewaannya, maka pihak pertama wajib mengganti kerugian sebesar dua puluh lima persen dari harga sewa tanah kebun pertahun kepada pihak kedua. Pasal 9 Bilamana diantara kedua belah pihak terjadi perselihan pendapat mengenai penafsiran dan pelaksanaan surat perjanjian sewa menyewa ini langkah pertama kami ambil dengan musyawarah, jika hal ini tidak selesai, maka kami memilih daerah hukum pengadilan Negeri Banda Aceh sebagai tempat penyelesaian yang mengikat.

Pasal 10 Halhal yang tidak termuat dalam perjanjian ini akan diatur lebih lanjut oleh kedua belah pihak dengan dasar tidak merugikan salah satu pihak. Pasal 11 Surat ini dibuat dalam rangkap dua (2) masingmasing berbea materai Rp.3000,00 (tiga ribu rupiah ), satu (1) lembar untuk pihak pertama dan satu (1) lembar lagi untuk pihak kedua. Demikian surat perjanjian ini kami perbuat dengan sebenarnya untuk dapat digunakan seperlunya. Banda aceh, 29 Desember 2008 Pihak kedua Pihak pertama (Ismail) (Thaleb) Mengetahui saksi-saksi : 1. Edy Rezkina ZA ( ) 2. Benny Mardinata ( ) 3. Afrijal ( ) 4. Rahmad Saputra ( ) SURAT PERJANJIAN SEWA MENYEWA Pada hari ini (hari) tanggal (hh) (bulan) (tahun), kami yang bertanda tangan di bawah ini: 1. H. M. Amien Noer, Lc. Ketua Umum Yayasan Attaqwa Ujungharapan Bahagia Bekasi dalam hal ini bertindak untuk dan atas nama Yayasan Attaqwa Ujungharapan, selanjutnya disebut pihak kesatu. 2. H. Hasan bin H. Awal, Pekerjaan tani, Alamat Nurul Huda Desa Bahagia Kecamatan Babelan Kabupaten Bekasi dalam hal ini bertindak untuk dan atas namanya sendiri, selanjutnya disebut pihak kedua. Menerangkan bahwa pihak kesatu telah menyewakan sebidang tanah sawah milik Yayasan Attaqwa yang terletak di desa Bahagia nomor C (Kelompok) 4 seluas 1863 Ha, terletak di block BAMPENG, kepada pihak kedua dengan syarat-syarat dan perjanjian sewa menyewa sbb.: 1. Tempo sewa-menyewa tiga tahun, terhitung mulai tanggal 13 Desember 1987 M sampai dengan 13 Desember 1990 M. 2. Besarnya sewa adalah 2900 Kg. gabah kering untuk setiap kali panen, dibayar di musim panen dengan mengantarkannya ke pool gudang. 3. Pembayaran urunan desa dipikul oleh pihak kedua, dibayarkan bersamaan dengan pembayaran sewa. 4. Pihak kedua harus melapor kepada pihak kesatu, setiap kali sawah garapannya akan dipanen. 5. Apabila terjadi serangan hama yang sangat dahsyat, maka usul pengurangan sewa dari pihak kedua akan dipertimbangkan oleh pihak kesatu lewat team khusus yang terdiri dari Pengurus Yayasan dan Pemerintah Desa. 6. Apabila padi sewa tersebut tidak dapat dibayarkan pada waktu yang telah ditentukan; LIMA BELAS HARI SETELAH SAWAH GARAPANNYA DIPANEN maka perjanjian sewa menyewa ini menjadi batal, sedang pihak kedua tetap bertanggungjawab atas pembayaran sewa sawah garapannya apabila belum terlunasi.

7. Pihak kedua tidak diperkenankan menanam tanaman yang berumur lebih dari satu tahun diatas tanah tersebut atau mendirikan bangunan diatasnya tanpa seizin pihak kesatu. 8. Pihak kedua berkewajiban memelihara keutuhan tanah, batas-batasnya serta tidak diperkenankan mengadakan perubahan tanah, sehingga tanah menjadi berubah sifatnya; seperti tanah basah menjadi tanah kering atau sebaliknya atau membuat kolam/empang kecuali seizin pihak kesatu. 9. Karena pelanggaran atas perjanjian-perjanjian ini atau salah satu daripadanya dapatlah diputuskan sewa menyewa ini dengan seketika dengan tidak mengambil jalan seperti yang dimaksud dengan pasal 1265 dan 1266 dari KUHP, sedang pihak kedua tidak mendapat pergantian sesuatu apapun. Ujungharapan 13 Desember 1987 Tanda tangan pihak kesatu Tanda tangan pihak kedua

H. M. AMIEN NOER, LC. H. HASAN H. AWAL Mengetahui/Menyaksikan Kepala Desa Bahagia

ABD. SHOMAD MURDANI

CONTOH SURAT PERJANJIAN SEWA MENYEWA TANAH


Yang bertanda tangan di bawah ini: 1. Nama : ---------------------------------------------------Umur : ---------------------------------------------------Pekerjaan : ---------------------------------------------------Alamat :

---------------------------------------------------Nomer KTP / SIM : ---------------------------------------------------Dalam hal ini bertindak atas nama diri pribadi yang selanjutny a disebut PIHAK PERTAMA 2. Nama : ---------------------------------------------------Umur : ---------------------------------------------------Pekerjaan : ---------------------------------------------------Alamat : --------------------------------------------------Nomer KTP / SIM : ---------------------------------------------------Dalam hal ini bertindak atas nama diri pribadi yang selanjutnya disebut PIHAK KEDUA Para pihak menerangkan terlebih dahulu: --------------------------------------------------1. Bahwa PIHAK PERTAMA adalah yang paling berhak penuh dan pemilik sah sebidang tanah Hak Milik yang diuraikan dalam ( --------nomer sertifikat tanah --------

) , yang terletak di ( --------alamat lengkap lokasi tanah --------), dan diuraikan lebih lanjut dalam ( --------nomer gambar situasi --------), seluas [( --)( --luas tanah dalam huruf --)] meter persegi, dengan batas batas: Utara :( --------------------------------------------------------------------------) Selatan :( --------------------------------------------------------------------------) Barat :( -------------------------------------------------------------------------) Timur :(

--------------------------------------------------------------------------) Dan untuk selanjutnya disebut TANAH .

2
2. Bahwa PIHAK PERTAMA akan menyewakan TANAH tersebut di atas kepada PIHAK KEDUA dan PIHAK KEDUA benar benar telah men yatakan persetujuannya untuk menyewa TANAH dari PIHAK PERTAMA . 3. Bahwa para pihak menerangkan, bahwa PIHAK PERTAMA dengan ini menyewakan kepada PIHAK KEDUA , yang dengan ini menyewa TANAH dari PIHAK PERTAMA

, yang ditanda tangani oleh kedua belah pihak den gan materei cukup serta dilampirkan dalam perjanjian ini. 4. Selanjutnya para pihak menerangkan bahwa sewa menyewa TANAH ini dilangsungkan dan diterima dengan syarat syarat ketentuan ketentuan yang diatur dalam 13 ( tiga belas ) pasal , seperti berikut di ba wah ini : Pasal 1 JANGKA WAKTU 1. Sewa menyewa ini dilangsungkan dan diterima untuk jangka waktu [( -----)( --waktu dalam huruf --)], terhitung sejak tanggal ( -----tanggal, bulan, dan tahun ------

) dan berakhir pada tanggal ( -----tanggal, bu lan, dan tahun -----). 2. Setelah jangka waktu tersebut berakhir dan PIHAK KEDUA bermaksud untuk memperpanjang, maka PIHAK KEDUA harus memberitahukan kepada PIHAK PERTAMA secara tertulis, selambat lambatnya [( -----)( --waktu dalam huruf --)] bulan sebelum berakhirnya perjanjian ini. 3. Syarat syarat serta ketentuan ketentuan perihal perpanjangan sewa tanah tersebut akan ditentukan dalam Surat Perjanjian tersendiri. PASAL 2 HARGA SEWA 1.

Harga sewa TANAH ditetapkan sebesar [( --Rp . --------, 00 )( -----jumlah uang dalam huruf -----)] per tahun atau [( --Rp . --------, 00 )( -----jumlah uang dalam huruf -----)] untuk keseluruhan jangka waktu sewa dan uang tersebut akan diberikan PIHAK KEDUA kepada PIHAK PERTAMA bersamaan denga

n penandatanganan Surat Perjanjian ini sebagai tanda pelunasan dari seluruh jumlah uang sewa termaksud. 2. PIHAK PERTAMA akan memberikan tanda bukti penerimaan tersendiri kepada PIHAK KEDUA . 3. PIHAK PERTAMA dal am masa sewa menyewa ini sama sekali tidak diperbolehkan mengambil uang sewa tambahan lagi dari PIHAK KEDUA dengan mengemukakan dalih atau alasan apapun juga. PASAL 3 SERAH TERIMA TANAH 1. Pada saat perjanjian ini, PIHAK PERTAMA menyerahkan TANAH kepada PIHAK KEDUA . 2. PIHAK KEDUA menerima penyerahan TANAH sesuai menurut kondisi nyata pada hari penyerahan tersebut. 3. Penyerahan

TANAH dari PIHAK PERTAMA kepada PIHAK KEDUA dituangkan dal a m suatu Berita Acara Serah Terima. Pasal 4 PENGGUNAAN TANAH 1. PIHAK KEDUA berhak sepenuhnya untuk menggunakan TANAH yang disewanya dengan perjanjian ini untuk ( ---------------------------) atas tanggung jawab PIHAK KEDUA sendiri dan dengan memperhatikan serta mentaati segala peraturan peraturan hukum yang berlaku. 2. PIHAK KEDUA tidak akan mempergunakan TANAH untuk tujuan yang lain dari pada yang disepakati dalam perjanjian ini, kecuali telah mendapat ijin tertulis dari PIHAK PERTAMA . Pasal 5 PEMELIHARAAN TANAH 1. PIHAK KEDUA diwajibkan untuk memelihara TANAH

yang disewanya dengan sebaik baiknya dengan ongkos atau biaya pemeliharaan PIHAK KEDUA sendiri. 2. PIHAK PERTAMA akan mengambil tindakan tindakan pencegahan untuk menjaga keamanan dalam lingkungan wilayah usaha PIHAK PERTAMA , namun PIHAK PERTAMA tidak ber tanggung jawab atas tindakan tindakan PIHAK KETIGA yang dapat menyebabkan kerugian pada PIHAK KEDUA . Pasal 6 PENGALIHAN SEWA Dalam masa berlakunya perjanjian ini, PIHAK KEDUA tidak diperbolehkan untuk menyewakan kembali sebagian atau keseluruhan TANAH yang disewanya kepada PIHAK KETIGA , kecuali jika mendapat ijin tertulis dari

PIHAK PERTAMA yang dituangkan dalam suatu perjanjian pengalihan sewa menyewa TANAH . Pasal 7 PAJAK, IURAN DAN PUNGUTAN Segala macam pajak, iuran, dan pungutan uang yang berhubungan dengan TANAH di atas diberlakukan ketentuan sebagai berikut: 1. Sejak sebelum hingga waktu ditandatanganinya perjanjian ini masih menjadi kewajiban dan tanggung jawab PIHAK PERTAMA . 2. Setelah ditan datanganinya perjanjian ini dan seterusnya menjadi kewajiban dan tanggung jawab PIHAK KEDUA . 3. Perbuatan atau tindakan yang melanggar hukum yang dilakukan PIHAK KEDUA sepenuhnya menjadi tanggung jawab PIHAK KEDUA . Pasal 8 KEWAJIBAN AHLI WARIS Perjanji an ini tidak berakhir karena salah satu pihak meninggal dunia, melainkan akan tetap bersifat turun -

temurun dan harus dipatuhi oleh para ahli waris atau penerima hak masing masing pihak. Pasal 9 PELANGGARAN ATAU KECURANGAN Apabila salah satu dari kedua b elah pihak melakukan kecurangan atau melanggar serta tidak mentaati perjanjian ini, maka diberlakukan peraturan sebagai berikut: 1. Apabila PIHAK KEDUA melakukan pelanggaran atau tidak mentaati perjanjian ini maka PIHAK PERTAMA berhak untuk minta perjanji an ini dibatalkan. 2. Apabila PIHAK PERTAMA melakukan pelanggaran atau tidak mentaati perjanjian ini maka PIHAK PERTAMA wajib memberikan atau membayar ganti rugi kepada PIHAK KEDUA . Besarnya ganti rugi tersebut ditetapkan oleh 3 ( tiga ) orang arbiter yang terdiri dari: a. Seorang arbiter yang ditunjuk PIHAK PERTAMA

, b. Seorang arbiter yang ditunjuk PIHAK KEDUA , dan c. Seorang yang ditunjuk arbiter dari PIHAK PERTAMA dan PIHAK KEDUA . Apabila keputusan para arbiter tidak memuaskan kedua belah pihak, masing masing pihak bersepakat untuk membawa dan menyerahkan masalah tersebut kepada ( -----Kantor Kepaniteraan Pengadilan Negeri -----) untuk mengangkat 1 (satu) atau 2 (dua) orang arbiter baru guna melengkapi arbiter arbiter yang telah ada. Pasal 10 PEMUTUSAN PERJANJIAN OLEH PIHAK PERTAMA PIHAK PERTAMA berhak untuk memutuskan hubungan sewa menyewa berdasarkan perjanjian ini t anpa pemberitahuan terlebih dahulu kepada PIHAK KEDUA dalam hal

hal berikut: 1. Apabila PIHAK KEDUA lalai membayar harga sewa, biaya perawatan, dan/atau tagihan lainnya yang terhutang selama [( -----)( --waktu dalam huruf --)] bulan setelah pembayaran harga sewa dan/atau tagihan tersebut jatuh tempo. 2. Apabila kegiatan tau usaha PIHAK KEDUA dihentikan untuk sementara berdasarkan penetapan dari instansi yang berwenang, atau ijin usahanya dicabut oleh PIHAK PERTAMA . Pasal 1 1 PEMUTUSAN PERJANJIAN OLEH PIHAK KEDUA PIHAK KEDUA berhak untuk memutuskan hubungan sewa menyewa berdasarkan perjanjian ini sebelum berakhirnya jangka waktu sewa menyewa dengan syarat syarat sebagai berkut: 1.

PIHAK KEDUA memberitahukan secara tertulis perihal keinginannya itu kepada PIHAK PERTAMA , sekurang kurangnya [( -----)( --waktu dalam huruf --)] bulan sebelum perjanjian ini putus. PIHAK PERTAMA akan memberikan jawaban secara tertulis kepada PIHAK KEDUA perihal permintaan tersebut dengan disertai dengan pemberitahuan hak hak dan kewajiban kewajiban lain yang harus dipenuhi kedua belah pihak. 2. PIHAK KEDUA tidak berhak menuntut pengembalian uang sewa dan biaya perawatan yang telah diterima oleh PIHAK PERTAMA . P asal 12 PENYELESAIAN PERSELISIHAN 1. Hal -

hal yang belum tercantum dalam perjanjian ini akan dibicarakan serta diselesaikan secara kekeluargaan melalui jalan musyawarah untuk mufakat oleh kedua belah pihak. 2. Apabila terjadi perselisihan dan tidak bisa d iselesaikan secara kekeluargaan atau musyawarah untuk mufakat, kedua belah pihak bersepakat untuk menyelesaikannya secara hukum dan kedua belah pihak telah sepakat untuk memilih tempat tinggal yang umum dan tetap di ( -----Kantor Kepaniteraan Pengadilan Negeri -----). Pasal 13 PENUTUP Surat perjanjan sewa menyewa tanah ini dibuat rangkap 2 ( dua ) dan ditandatangani kedua belah pihak di ( ----tempat -----) pada hari ( --------) tanggal [( -----)(

--tanggal dalam huruf --)] ( --bulan dalam huruf --) tahun [( ---)( --tahun dalam huruf --)] dimana masing masing pihak berada dalam keadaan sadar serta tanpa adanya paksaan atau tekanan dari pihak manapun juga. PIHAK PERTAMA PIHAK KEDUA [ -----------------------] [ ----------------------]
PERJANJIAN SEWA MENYEWA TANAH Nomor: [..........................]

Perjanjian ini dibuat pada hari [.....................................] tanggal [................................] antara: [...........................] (Sebagai pihak yang menyewakan, untuk selanjutnya disebut sebagai PIHAK PERTAMA), dan [...........................] (Sebagai pihak penyewa, untuk selanjutnya dalam perjanjian ini disebut PIHAK KEDUA). MENGINGAT: Bahwa PIHAK KEDUA berkeinginan untuk menyewa tanah seluas [.................................] yang terletak di [................................] dengan batas-batas: Utara Selatan Barat Timur : [................................] : [................................] : [................................] : [................................]

MAKA, berkenaan dengan keterangan-keterangan tersebut di atas, kedua belah pihak sepakat untuk mengadakan Perjanjian Sewa Menyewa Tanah (selanjutnya disebut Perjanjian) atas dasar syaratsyarat dan ketentuan-ketentuan sebagai berikut: Pasal 1 KESEPAKATAN PIHAK PERTAMA dengan ini sepakat untuk menyewakan kepada PIHAK KEDUA dan PIHAK KEDUA dengan ini pula sepakat untuk menyewa dari PIHAK PERTAMA sebidang tanah yang berukuran [..........] meter x [..........] meter, atau seluas [..........] meter persegi yang terletak di wilayah [....................................], [...................................],Kecamatan [.........................], Kelurahan [......................] dengan batas: Utara : [................................]

Selatan : [................................] Barat Timur : [................................] : [................................]

(Selanjutnya disebut Tanah) Pasal 2 TUJUAN

Bahwa PIHAK KEDUA akan mempergunakan Tanah tersebut untuk [..............................................................................................................................], Pasal 3 SERAH TERIMA TANAH

keperluan

Pada saat Perjanjian ini ditandatangani, PIHAK PERTAMA menyerahkan Tanah kepada PIHAK KEDUA dan PIHAK KEDUA menerima penyerahan itu sesuai menurut kondisi yang nyata pada hari penyerahan tersebut yang dituangkan dalam suatu Berita Acara Serah Terima (selanjutnya disebut Berita Acara Serah Terima) Pasal 4 JANGKA WAKTU 1. Sewa Menyewa ini dibuat untuk jangka waktu [.......] ([.......]) tahun, dan dapat diperpanjang atas persetujuan kedua belah pihak 2. Jangka waktu itu dihitung mulai dari tanggal [.......] yang akan berakhir dengan sendirinya menurut hukum pada tanggal [.................]. Apabila PIHAK KEDUA bermaksud untuk memperpanjang Jangka Waktu Sewa ini, maka PIHAK KEDUA wajib untuk memberitahukan secara tertulis kepada PIHAK PERTAMA selambatlambatnya [.......] bulan sebelum berakhirnya Perjanjian ini. Pasal 5 PENGGUNAAN TANAH 1. PIHAK KEDUA tidak akan mempergunakan Tanah itu untuk tujuan yang lain dari pada yang disepakati dalam perjanjian ini, kecuali mendapat ijin tertulis terlebih dahulu dari PIHAK PERTAMA. 2. PIHAK KEDUA wajib mulai melaksanakan [.............] (penggunaan tanah) 3. Pihak Kedua wajib menyelesaikan kegiatan pembangunannya sebagaimana yang ada pada ayat (2) di atas dalam jangka waktu paling lambat [..........] ([...........]) bulan sejak tanggal dimulainya kegiatan pembangunan tersebut. PIHAK PERTAMA wajib mentaati dan memenuhi segala perangkat peraturan perundangan yang berlaku sekarang maupun akan datang yang ditetapkan oleh pihak yang berwajib mengenai pemakaian bangunan pabrik dan/atau pekarangannya dan segala pelanggaran atas peraturan itu semuanya menjadi tanggungan PIHAK KEDUA. Pasal 6 HARGA SEWA 1. Sewa menyewa tanah (selanjutnya disebut Harga Sewa) dalam perjanjian ini sebesar [..........] per meter persegi per bulan atau keseluruhannya sebesar [.............] per bulan. 2. Pajak Pertambahan Nilai (PPN) atas jasa penyewaan Tanah, Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) terhadap Tanah dan pajak-pajak lain yang ditetapkan oleh pemerintah yang timbul

berdasarkan Perjanjian ini serta sepanjang tidak ada peraturan lain mengenai pajak yang akan diterapkan oleh pemerintah menjadi tanggung jawab dan harus dibayar oleh [.........................]. Pasal 7 PEMBAYARAN HARGA SEWA Pembayaran Harga Sewa oleh PIHAK KEDUA kepada PIHAK PERTAMA dapat dilakukan dalam mata uang Rupiah. Untuk bukti penerimaan Harga Sewa dan Biaya Perawatan PIHAK PERTAMA akan memberikan tanda bukti penerimaan tersendiri kepada PIHAK KEDUA. [___] (Tata cara Pembayaran sewa): a. Harga Sewa dibayarkan dimuka untuk setiap periode satu bulan, (misal) Pasal 8 PEMELIHARAAN/PERAWATAN OLEH PIHAK PERTAMA 1. PIHAK PERTAMA berjanji untuk setiap saat memelihara dan merawat dengan baik seluruh lingkungan dalam wilayah usaha PIHAK PERTAMA termasuk memelihara kebersihan dan kelestarian lingkungan serta sarana-sarana yang digunakan secara bersama-sama. 2. Selanjutnya PIHAK PERTAMA mengambil tindakan-tindakan pencegahan untuk menjaga keamanan dalam lingkungan wilayah usaha PIHAK PERTAMA, akan tetapi PIHAK PERTAMA tidak bertanggung jawab atas tindakan-tindakan pihak ketiga yang dapat mengakibatkan kerusakan dan/atau kerugian pada PIHAK KEDUA. Pasal 9 PEMELIHARAAN/PERAWATAN OLEH PIHAK KEDUA 1. PIHAK KEDUA wajib menggunakan dan memelihara Tanah dengan sebaik-baiknya sebagai seorang penyewa yang jujur dan baik serta membayar segala ongkos dan biaya yang ditimbulkan berkenaan dengan pemeliharaan/perawatan dan penggunaan Tanah. Ketentuan di atas berlaku pula bagi bangunan milik PIHAK KEDUA sendiri yang didirikan di atas Tanah yang disewakan sesuai dengan ketentuan Pasal 2 Perjanjian ini, termasuk pula pengecatan secara berkala, sekurang-kurangnya sekali dalam [___] ([___]) tahun, penyediaan alat-alat pemadam kebakaran secukupnya serta usaha-usaha lainnya untuk menjaga dan mempertahankan kelestarian lingkungan. 2. PIHAK KEDUA tidak diperbolehkan membuat bangunan, sumur bor atau galian-galian lain di atas Tanah yang disewakan tanpa izin tertulis terlebih dahulu dari PIHAK PERTAMA. 3. PIHAK KEDUA wajib mentaati dan memenuhi segala perangkat peraturan perundanganundangan yang berlaku sekarang maupun akan datang yang ditetapkan oleh peraturan mengenai pemakaian bangunan pabrik dan/atau pekarangannya dan segala pelanggaran atas peraturan itu semuanya menjadi tanggungan PIHAK KEDUA. Pasal 10 ASURANSI

Selama berlangsungnya Jangka Waktu Sewa Menyewa, PIHAK KEDUA wajib mengasuransikan bangunan yang didirikan di atas Tanah yang disewanya berikut turutannya serta harta benda yang berada dalam bangunan tersebut terhadap risiko kerugian atau kerusakan karena bahaya kebakaran dan bahaya-bahaya lainnya yang dianggap perlu atas beban dan biaya PIHAK KEDUA. Pasal 11 JAMINAN PIHAK PERTAMA 1. PIHAK PERTAMA menjamin PIHAK KEDUA bahwa apa yang disewakan dalam Perjanjian ini adalah merupakan haknya PIHAK PERTAMA, bebas dari sengketa atau sitaan dan tidak dalam keadan disewakan/dijual kepada pihak lain. 2. PIHAK PERTAMA selanjutnya menjamin PIHAK KEDUA bahwa PIHAK KEDUA dapat menjalankan hak-haknya sebagai penyewa dari Tanah tersebut dengan tidak mendapat gangguan dari pihak lain dan, segala kerugian yang diderita oleh PIHAK KEDUA sebagai akibat dari gangguan-gangguan itu, jika ada, menjadi tanggungan PIHAK PERTAMA, 3. Kecuali hal-hal yang terjadi karena Kadaan Kahar (Force Majeure). Yang dimaksud dengan Keadaan Kahar adalah keadaan seperti, namun tidak terbatas pada perang, kebakaran, banjir, huru-hara, pemogokan yang timbul dan terjadinya bukan disebabkan oleh kedua belah Pihak dalam Perjanjian ini, bencana alam, atau kejadian-kejadian lainnya yang berada di luar kemampuan para pihak yang ada dalam Perjanjian ini. Pasal 12 PENGALIHAN 1. PIHAK KEDUA tidak dapat memindahkan ataupun mengalihkan hak sewa berdasarkan Perjanjian ini baik untuk keseluruhan maupun untuk sebagian kepada pihak lainnya kecuali dengan izin tertulis dari PIHAK 2. PERTAMA, yang dituangkan dalam suatu perjanjian pengalihan sewa menyewa Tanah. 3. Sejak perjanjian pengalihan itu ditandatangani oleh PIHAK PERTAMA, PIHAK KEDUA dan pihak ketiga maka pihak ketiga yang menerima pengalihan itu wajib membayar Harga Sewa dan memenuhi kewajiban-kewajiban lain yang diatur dalam Perjanjian ini dan setuju atas perubahan-perubahan Harga Sewa, Uang Jaminan, Jangka Waktu Sewa serta persyaratan khusus lainnya baik yang diatur dalam Perjanjian ini maupun dalam perjanjian pengalihan sewa menyewa tanah sebagaimana dimaksud dalam ayat 1 di atas. Pasal 13 PEMUTUSAN PERJANJIAN OLEH PIHAK KEDUA PIHAK KEDUA berhak setiap saat memutuskan hubungan sewa menyewa berdasarkan Perjanjian ini sebelum saat berakhirnya Jangka Waktu Sewa Menyewa dengan syarat sebagai berikut: 1. PIHAK KEDUA terlebih dahulu memberitahukan maksudnya secara tertulis sekurangkurangnya [___] ([___]) bulan sebelum Perjanjian ini putus. PIHAK PERTAMA akan memberikan jawaban secara tertulis kepada PIHAK KEDUA tentang permintaan tersebut disertai dengan pemberitahuan hak-hak dan kewajiban-kewajiban lain yang harus dipenuhi kedua belah pihak, termasuk kewajiban untuk memenuhi biaya penggunaan Fasilitas oleh

PIHAK KEDUA (dalam hal PIHAK KEDUA menggunakan Fasilitas dari PIHAK PERTAMA). 2. PIHAK KEDUA tidak berhak menuntut pengembalian uang sewa dan biaya perawatan yang telah diterima oleh PIHAK PERTAMA dari PIHAK KEDUA untuk jangka waktu sewa menyewa yang belum dinikmati oleh PIHAK KEDUA. 3. PIHAK KEDUA tidak berhak menuntut pengembalian uang jaminan yang telah dibayarkan oleh PIHAK KEDUA kepada PIHAK PERTAMA. Pasal 14 PEMUTUSAN PERJANJIAN OLEH PIHAK PERTAMA PIHAK PERTAMA berhak untuk memutuskan hubungan Sewa Menyewa berdasarkan Perjanjian ini dengan segera tanpa pemberitahuan atau peringatan terlebih dahulu kepada PIHAK KEDUA dalam hal-hal sebagai berikut: 1. Apabila PIHAK KEDUA lalai membayar Harga Sewa, Biaya Perawatan dan/atau tagihan lainnya yang terhutang selama [___] ([___]) bulan setelah pembayaran Harga Sewa dan/atau tagihan tersebut jatuh tempo. 2. Apabila kegiatan/usaha PIHAK KEDUA dihentikan untuk sementara berdasarkan instruksi/penetapan dari Instansi yang berwenang, atau izin usahanya dicabut oleh PIHAK PERTAMA. Segala akibat kerugian yang diderita oleh PIHAK KEDUA karena tindakan PIHAK PERTAMA tersebut di atas sepenuhnya menjadi tanggung jawab dan beban PIHAK KEDUA semata-mata dan dengan ini pula PIHAK KEDUA mengikatkan diri untuk tidak mengajukan tuntutan apapun juga terhadap PIHAK PERTAMA berkenaan dengan pengembalian Harga Sewa, Biaya Perawatan, Uang Jaminan yang telah dibayarkan kepada PIHAK PERTAMA dan kerugian lain yang dideritanya. Pasal 15 PUTUSNYA PERJANJIAN SEWA MENYEWA KARENA KEADAAN MEMAKSA Apabila karena Keadaan Kahar Tanah yang disewakan atau bagian daripadanya rusak sedemikian rupa sehingga tidak dapat lagi digunakan sesuai dengan tujuannya maka Perjanjian Sewa Menyewa ini putus demi hukum terhitung sejak keadaan memaksa itu terjadi. Dalam hal itu PIHAK KEDUA tetap berkewajiban untuk melunasi pembayaran uang sewa, biaya perawatan dan tagihan-tagihan lainnya yang tertunggak. Pasal 16 PENYERAHAN TANAH PADA SAAT BERAKHIRNYA PERJANJIAN 1. Apabila Perjanjian ini berakhir karena telah berakhirnya Jangka Waktu Sewa dan apabila Tanah tidak diserahkan kepada pihak ketiga atau kepada PIHAK PERTAMA, maka PIHAK KEDUA wajib mengosongkan dan menyerahkan kembali Tanah yang disewakan kepada PIHAK PERTAMA dalam waktu [.......] hari setelah diterimanya permintaan / pemberitahuan secara tertulis dari PIHAK PERTAMA untuk mengosongan dan penyerahan tersebut. 2. Apabila setelah PIHAK KEDUA mengosongkan dan menyerahkan Tanah kepada PIHAK PERTAMA masih juga terdapat barang-barang/mesin-mesin/peralatan-peralatan milik

3.

4.

5.

6.

PIHAK KEDUA yang tertinggal di atas Tanah yang disewakan, maka PIHAK PERTAMA berhak untuk menyingkirkan barang-barang / mesin-mesin / peralatan-peralatan tersebut dengan cara yang dianggapnya baik dan wajar. PIHAK KEDUA dengan ini sepakat untuk tidak mengajukan tuntutan dan/atau keberatan-keberatan yang mungkin dapat diajukan terhadap PIHAK PERTAMA berkenaan dengan penyingkiran barang-barang/mesinmesin/peralatan-peralatan tersebut di atas. Apabila PIHAK KEDUA lalai untuk mengosongkan dan menyerahkan Tanah yang disewakan pada PIHAK PERTAMA dalam jangka waktu yang ditentukan dalam ayat (1) di atas maka PIHAK PERTAMA berhak membongkar bangunan yang ada di atas tanah tersebut dan menguasainya dengan cara yang dirasa baik oleh PIHAK PERTAMA tanpa perlu minta izin dari Pengadilan atau instansi yang berwenang. Hak untuk melakukan sendiri pengosongan Tanah berikut segala sesuatu yang berada di atas tanah adalah merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari Perjanjian ini, sehingga untuk itu suatu Surat Kuasa Khusus tidak diperlukan lagi, jika PIHAK KEDUA cidera janji dan PIHAK PERTAMA akan menggunakan haknya. PIHAK KEDUA tidak berhak, setelah penyerahan Tanah kepada PIHAK PERTAMA atau sesudahnya, untuk mengajukan tuntutan pembayaran uang pindah ataupun pembayaran atau pengganti lainnya dari biaya-biaya yang mungkin telah dikeluarkannya untuk peningkatan, memperbaiki atau merawat Tanah. Kewajiban-kewajiban sebagaimana ditetapkan dalam ayat-ayat di atas akan tetap berlaku meskipun Perjanjian ini telah berakhir atau diputuskan. Pasal 17 PENYELESAIAN PERSELISIHAN

1. Perselisihan yang terjadi antara PIHAK PERTAMA dan PIHAK KEDUA mengenai Perjanjian ini atau setiap bagian dari padanya akan diselesaikan secara musyawarah oleh kedua belah pihak. 2. Apabila tidak diperoleh penyelesaian, maka kedua belah pihak dengan ini memilih tempat kediaman yang sah dan tidak berubah di Kantor Pengadilan Negeri [.............................................] Pasal 18 HUKUM YANG BERLAKU Perjanjian ini tunduk pada hukum serta peraturan perundangan yang berlaku di Republik Indonesia. Selanjutnya yang berkaitan dengan Perjanjian ini kedua belah pihak sepakat untuk mengesampingkan Pasal 1266 dan 1267 Kitab Undang-Undang Hukum Perdata dan kuasa yang diberikan berdasarkan Perjanjian ini merupakan kuasa yang tidak dapat dicabut kembali karena alasan apapun termasuk alasan yang termuat dalam Pasal 1813 Kitab Undang-Undang Hukum Perdata. Pasal 19 KETENTUAN LAIN-LAIN 1. Jika terjadi perubahan terhadap syarat-syarat yang menyimpang dari Perjanjian ini dilihat dalam konteksnya secara menyeluruh maka hal demikian tidak dapat diartikan bahwa seolah-

olah PIHAK PERTAMA telah melepaskan haknya untuk mengajukan tuntutan terhadap PIHAK KEDUA berkenaan dengan cidera janji oleh PIHAK KEDUA yang berkaitan dengan kewajiban-kewajibannya berdasarkan Perjanjian ini. 2. Perubahan dan/atau tambahan atas ketentuan-ketentuan serta pengaturan atas hal-hal yang belum/belum cukup diatur dalam Perjanjian ini hanya dapat dilakukan dengan suatu addendum yang disepakati oleh kedua belah pihak dan merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari Perjanjian ini. Demikianlah Perjanjian ini dibuat dan ditandatangani dalam rangkap 2 (dua), keduanya mempunyai kekuatan hukum yang sama. PIHAK PERTAMA ( ) PIHAK KEDUA ( ..)

SURAT PERJANJIAN SEWA TANAH

Yang bertanda tangan dibawah ini : Nama Pekerjaan Alamat : : :

Disebut pihak pertama sebagai pemilik tanah, Nama : Pekerjaan : Alamat : Disebut pihak kedua sebagai penyewa tanah, Bahwa, kedua pihak sepakat mengadakan perjanjian sewa tanah dengan ketentuan sebagai berikut : 1. Bahwa, pihak I memiliki tanah yang terletak di ...................... Sedang pihak ke II hendak menyewa tanah milik pihak per 1 tersebut. 2. Bahwa, masa sewa tanah tersebut terhitung mulai dari tanggal 12 April 2012 dan berakhir tanggal 12 April 2014 (selama 2 tahun), dengan sejumlah uang Rp 15.000.000,- ketentuan dibayar secara lunas pada saat perjanjian ini ditanda tangani oleh kedua pihak. 3. Bahwa, hal-hal yang tidak diatur secara rinci dalam perjanjian ini sudah dibicarakan secara lisan oleh kedua pihak.

Demikian perjanjian ini dibuat oleh kedua pihak tanpa ada tekanan, ancaman ataupun paksaan serta tipu muslihat dari pihak manapun. Perjanjian ini dibuat dan ditanda tangani di ., pada hari rabu tanggal 10 April 2012. , 10 April 2012 Pemilih / Pihak I;
Materai Rp 6000,

Penyewa / Pihak II;

(Tanda Tangan & Nama Terang)

(Tanda Tangan & Nama Terang)

Saksi-saksi;

(Tanda Tangan & Nama Terang)