Anda di halaman 1dari 43

PEDOMAN DAN MANUAL PENGAMANAN PANTAI DI INDONESIA

Puslitbang SDA - Balitbang PU

PENGERTIAN NORMA, STANDAR, PEDOMAN, MANUAL (NSPM)

Puslitbang SDA - Balitbang PU

NORMA adalah aturan atau ketentuan yang mengikat sebagai panduan dan pengendali dalam melaksanakan kegiatan (PP 25 tahun 2000)

(Diberlakukan nasional)

Contoh : UU, PP, PERDA

Puslitbang SDA - Balitbang PU

STANDAR adalah spesifikasi teknis atau sesuatu yang dibakukan termasuk tatacara dan metode yang disusun berdasarkan konsensus semua pihak yang terkait dengan memperhatikan syarat-syarat keselamatan, keamanan, kesehatan, lingkungan hidup, perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi serta pengalaman, perkembangan masa kini dan masa yang akan datang untuk memperoleh manfaat yang sebesar-besarnya (PP 102 tahun 2000)

(Diberlakukan nasional)

Contoh: SNI, ASTM, JIS


Puslitbang SDA - Balitbang PU

PEDOMAN adalah acuan yang bersifat umum yang harus dijabarkan lebih lanjut dan dapat disesuaikan dengan karakteristik dan kemampuan daerah setempat (PP 25 tahun 2000)

(Diberlakukan nasional)
Contoh : Pedoman Perencanaan Bendung Pedoman Prakiraan dan Peringatan Dini Banjir

Puslitbang SDA - Balitbang PU

MANUAL adalah acuan operasional yang penerapannya disesuaikan dengan kebutuhan dan karakteristik objek, dalam hal ini berupa petunjuk pelaksanaan dan petunjuk teknis (PP 25 Tahun 2000)

(Diberlakukan internal Kementerian PU)


Contoh : Manual Pembuatan Embung

Puslitbang SDA - Balitbang PU

Landasan Pengesahan NSPM


NORMA
TAP MPR No. III/2000 tentang Sumber Hukum dan Tata Urutan Peraturan Perundang-undangan Badan Standard Nasional (BSN) KEPMEN /PERMEN PU SK ESELON I

STANDAR NASIONAL INDONESIA (SNI)

PEDOMAN MANUAL

Puslitbang SDA - Balitbang PU

Standardisasi proses merumuskan, menetapkan, menerapkan dan merevisi standar, yang dilaksanakan secara tertib dan bekerjasama dengan semua pihak (PP 102 2000).

Puslitbang SDA - Balitbang PU

Dasar Hukum Standardisasi


PP No: 102 tahun 2000 tentang Standardisasi Nasional; 2. Kepres No: 166/ 2000 tentang Kedudukan BSN dan pembagian tugas/ wewenang antara BSN dan Instansi Teknis; 3. SK Kepala BSN No: 3401/BSN/11/2001 tentang Sistem Standardisasi Nasional (SSN). 4. Keputusan Kepala BSN No: 95/KEP/BSN/4/2006 Tentang Penetapan Panitia Teknis Perumusan SNI 91-01: Bahan Konstruksi Bangunan dan Rekayasa Sipil 5. Permen PU Nomor: 23/PRT/M/2006 tentang Tata Kerja Panitia Teknis Standardisasi Bahan Konstruksi Bangunan dan Rekayasa Sipil di lingkungan Kementerian PU.
1.

Puslitbang SDA - Balitbang PU

Manfaat Standardisasi (secara umum)


1.

Memperlancar transaksi arus barang dan jasa. menghilangkan hambatan teknis via harmonisasi standar

2. 3. 4. 5.

Membantu mempercepat diseminasi sistem manajemen, teknologi dan inovasi. Meningkatkan daya saing bisnis (mutu, keamanan, keselamatan, kesehatan dan kelestarian lingkungan). Memfasilitasi penilaian dan pembuktian kesesuaian. Optimasi infrastruktur standardisasi.

Puslitbang SDA - Balitbang PU

KELOMPOK KERJA PERUMUSAN SNI DIBENTUK DAN DITETAPKAN OLEH BSN


(Pedoman Standardisasi Nasional 02-2005)

Panitia Teknis: unit organisasi dalam sistem standardisasi nasional yang dibentuk dan ditetapkan oleh Badan Standardisasi Nasional
Subpanitia Teknis: unit organisasi yang dibentuk oleh panitia teknis.

Puslitbang SDA - Balitbang PU

Permen PU Nomor: 23/PRT/M/2006 tentang Tata Kerja Panitia Teknis Standardisasi Bahan Konstruksi Bangunan dan Rekayasa Sipil di lingkungan Kementerian PU.

PANITIA TEKNIS Bahan Konstruksi Bangunan dan Rekayasa Sipil

SUB PANITIA TEKNIS

SUB PANITIA TEKNIS

SUMBER DAYA AIR

REKAYASA JALAN DAN JEMBATAN

SUB PANITIA TEKNIS BAHAN, SAIN, STRUKTUR KONSTRUKSI BANGUNAN

SUB PANITIA TEKNIS TATA RUANG

Puslitbang SDA - Balitbang PU

Kebijakan Standardisasi Bidang Bahan Konstruksi Bangunan dan Rekayasa Sipil

Menyusun, merumuskan, menerapkan, merevisi SPM yang telah ada mengacu pada PSN (Pedoman Standar Nasional) Menetapkan SNI wajib secara bertahap Melakukan prioritasi pemberlakuan terhadap metode, tatacara dan spesifikasi SNI sesuai PP 102/2000 tentang Standardisasi Nasional Pasal 12

Puslitbang SDA - Balitbang PU

LANDASAN HUKUM

PENERAPAN SPM

Puslitbang SDA - Balitbang PU

UU-RI No. 18 Th. 1999 TENTANG JASA KONSTRUKSI


Pasal 23 ayat (2) Penyelenggaraan pekerjaan konstruksi wajib memenuhi ketentuan tentang keteknikan, keamanan, keselamatan dan kesehatan kerja, perlindungan tenaga kerja, serta tata lingkungan setempat untuk menjamin terwujudnya tertib penyelenggaraan konstruksi

Puslitbang SDA - Balitbang PU

PP-RI No 102 Th. 2000 TENTANG STANDARDISASI NASIONAL


Pasal 12 (1) SNI berlaku di seluruh Wilayah RI (2) SNI bersifat sukarela untuk ditetapkan oleh pelaku usaha (3) Dalam hal SNI berkaitan dengan kepentingan keselamatan, keamanan, kesehatan masyarakat dan atau pelestarian fungsi lingkungan hidup dan atau pertimbangan ekonomis, instansi teknis dapat memberlakukan secara wajib sebagian atau seluruh spesifikasi teknis dan atau parameter dalam Standar Nasional Indonesia (4) Tata cara pemberlakuan SNI sebagaimana dimaksud dalam ayat (3) diatur lebih lanjut dengan keputusan Pimpinan Instansi teknis sesuai dengan bidang tugasnya.

Puslitbang SDA - Balitbang PU

PP-RI No 54/2010 TENTANG PENGADAAN BARANG/JASA PEMERINTAH


Pasal 96 ayat (3)
Perjanjian/Kontrak wajib mencantumkan persyaratan penggunaan : a. Standar Nasional indonesia (SNI) atau standar lain yang berlaku dan/atau standar internasional yang setara yang ditetapkan oleh instansi terkait yang berwenang;

Puslitbang SDA - Balitbang PU

Instruksi Menteri PU No. 02/IN/M/2005 Tentang Penerapan SPM Dalam Dokumen Kontrak
Menginstruksikan :
1. Eselon

I s/d II wajib memahami SPM bidang PU sebagaimana tercantum dalam lampiran Instruksi Menteri ini, sebagai dasar melakukan pembinaan dan mendorong pelaksanaan pembangunan infrastrukstur bidang ke-PU-an sebagai yang dipersyaratkan Sementara (Pimpro/Bapro) di lingkungan Dep.PU wajib memahami untuk mencantumkan dan mempertanggung jawabkan SPM bidang PU sebagaimana tercantum dalam lampiran instruksi Menteri ini, dalam dokumen kontrak pekerjaan sesuai dengan yang dipersyaratkan di bidangnya.
kepentingan (stake holder) dihimbau untuk memahami SPM bidang PU sebagaimana yang dipersyaratkan dan/atau dicantumkan dalam dokumen kontrak.
Puslitbang SDA - Balitbang PU

2. Satker

3. Pemangku

UU No.7 th. 2004, Tentang SUMBER DAYA AIR


Pasal 63, ayat 1: Pelaksanaan konstruksi prasarana sumber daya air dilakukan berdasarkan norma, standar, pedoman, dan manual dengan memanfaatkan teknologi dan sumber daya lokal serta mengutamakan keselamatan, keamanan kerja, dan keberlanjutan fungsi ekologis sesuai dengan peraturan perundang-undangan. Pasal 63, ayat 2 Setiap orang yang karena kelalaiannya melakukan kegiatan pelaksanaan konstruksi prasarana sumber daya air yang tidak didasarkan pada SPM sebagaimana dimaksud dalam Pasal 95, ayat 3 Dipidana dengan pidana penjara paling lama 6 (enam) bulan dandenda paling banyak Rp100.000.000,00 (seratus juta rupiah) : b. setiap orang yang karena kelalaiannya melakukan kegiatanpelaksanaan konstruksi prasarana sumber daya air yang tidakdidasarkan pada norma, standar, pedoman, dan manualsebagaimana dimaksud dalam Pasal 63 ayat (2);
Puslitbang SDA - Balitbang PU

Masalah di Lapangan

Sering terjadi kegagalan mutu infrastruktur Masih ada ketidaktepatan pemberlakuan SPM (Standar, Pedoman, Manual) Mismanajemen (pelaksana-pengawas-pemilik) dalam implementasi SPM Kelemahan monitoring dan evaluasi terhadap implementasi SPM Lemahnya kesadaran/keseragaman/penjaminan mutu

Banyak penggunaan standar di lapangan yang tidak berasal dari SNI; Berasal dari Standar Asing (ASTM, JIS, British Standar)
Menggunakan standar lama (lebih dari lima tahun) Menggunakan standar yang telah diabolisi
Puslitbang SDA - Balitbang PU

INFORMASI SPM KEMENTERIAN PU BIDANG SUMBER DAYA AIR

Puslitbang SDA - Balitbang PU

Puslitbang SDA - Balitbang PU

INTERNATIONAL CLASSIFICATION FOR STANDARDS (ICS) BIDANG PANITIA TEKNIS KODE


01 03

BIDANG
Umum, Terminologi, Standardisasi, Dokumentasi Sosiologi, Jasa, Perusahaan dan Managemen Organisasi Matematika, Ilmu Pengetahuan Alam Perlindungan Linkungan dan Kesehatan, Keselamatan Rekayasa Listrik Elektronika Telekomunikasi Pertanian

07
13 29 31 33 65

91 93

Bahan Konstruksi dan Bangunan Rekayasa Sipil


Puslitbang SDA - Balitbang PU

STANDAR PEDOMAN MANUAL BIDANG SUMBER DAYA AIR

SNI

No

Bagian

Metode 1 0 18 5 14

Tata cara 6 4 6 1 4

Spek 6 0 0 1 0

TOTAL Pedoman Jumlah SNI+RS Teknis NI+Pd 13 4 24 7 18 9 26 12 11 0 22 30 36 18 18

1 Bendungan 2 Bendung 3 Sungai 4 Irigasi 5 Air Tanah Standar Perencanaan Irigasi

0
3

0
4

0
0

0
7

0
3

0
10

7 Pantai

Puslitbang SDA - Balitbang PU

INFORMASI SPM BIDANG PANTAI

Puslitbang SDA - Balitbang PU

STANDAR, PEDOMAN, MANUAL YANG TELAH DITERBITKAN

SK SNI M-38-1993-03 Pengukuran Bathimetri menggunakan alat Perum Gema


Metode Penqukuran Bathimeteri Menggunakan Alat Perum gema ini : 1) membahas persyaratan, ketentuan-ketentuan, dan cara pengukuran; 2) untuk perairan dengan kedalaman sampai 120 m.

SNI 19-6471.1-2000 Tata Cara Pengerukan Muara Sungai dan Pantai Bagian 1: Survei Lokasi dan Investigasi
Tata cara ini meliputi ketentuan-ketentuan survei dan investigasi untuk keperluan kegiatan pengerukan muara sungai dan pantai yang dilakukan dengan bantuan wahana apung.

SNI 19-6471.2-2000 Tata Cara Pengerukan Muara Sungai dan Pantai Bagian 2: Pertimbangan yang Mempengaruhi Pekerjaan Pengerukan
Tata cara ini meliputi tentang karakteristik kapal keruk beserta jenis-jenis kapal keruk, kelebihan dan kekurangannya, petunjuk pemilihan kapal keruk beserta jenis dan metode yang digunakan, mobilisasi alat dan pembiayaannya; pengerukan besar beserta persyaratan khusus pengoperasian di lapangan dan kondisi bahan kerukan
Puslitbang SDA - Balitbang PU

SNI 19-6471.3-2000 Tata Cara Pengerukan Muara Sungai dan Pantai Bagian 3: Pemeliharaan Peralatan
Tata cara ini digunakan untuk memberikan acuan tentang pemilihan jenis kapal keruk yang umum digunakan sesuai dengan persyaratan kemampuan alat dan metodenya, mobilisasi alat, kerukan dan kondisi setempat, serta pemeliharaan program kerja pengerukan dan pembiayaannya.

SNI 19-6471.4-2000 Tata Cara Pengerukan Muara Sungai dan Pantai Bagian 4 : Pelaksanaan dan Pengawasan
Tata cara ini bertujuan untuk menjaga kedalaman semula yang telah mengalami kedangkalan endapan dan dipergunakan dengan alat yang ringan dengan selang waktu beberapa minggu dan paling lama beberapa tahun.

Puslitbang SDA - Balitbang PU

SNI 19-6745-2002 Metode Penentuan Titik Perum Menggunakan Dua Buah Sextant
Standar ini menetapkan suatu penentuan posisi titik perum menggunakan dua buah sextant, termasuk membahas tentang ketentuan dan tahapan pelaksanaan pengukuran penentuan posisi titik perum

SNI 19-6746-2002 Metode Penentuan Posisi Titik Perum Menggunakan Trisponder

Standar ini menetapkan suatu penentuan posisi titik perum menggunakan trisponder

Pd T-26-2004-A Pengukuran pasang surut air laut secara visual dengan papan duga
Pedoman ini merupakan acuan dan panduan untuk melaksanakan pengukuran pasang surut air laut secara visual dengan menggunakan papan duga sehingga diperoleh data pasang surut yang dapat dimanfaatkan secara optimal.

Puslitbang SDA - Balitbang PU

Pd T-04-2005-A Perencanaan jeti tipe rubble mound untuk penanggulangan penutupan muara sungai oleh sedimen
Pedoman ini menetapkan tata cara perencanaan jeti tipe rubble mound untuk penanggulangan penutupan muara sungai oleh sedimen untuk membantu para perencana, pelaksana, dan pengambil keputusan yang berkaitan dengan pekerjaan perbaikan muara sungai, agar dampak negatif dari pekerjaan tersebut dapat dikurangi.

SNI 3417 -2008 Tata cara Penentuan Posisi Titik Perum Menggunakan Alat Sifat Ruang
Standar ini menetapkan tata cara penentuan posisi titik perum dengan menggunakan minimal dua buah alat sipat ruang dalam pengukuran posisi titik perum di perairan pantai, sungai, danau, muara dan saluran navigasi. Alat ini digunakan untuk mengukur sudut di darat atau pada landasan yang tidak bergerak (stabil), sehingga teknik tidak dapat digunakan di atas kapal survei, sedangkan untuk alat ukur yang dapat digunakan pada landasan yang bergerak adalah sextant.

Puslitbang SDA - Balitbang PU

Permen PU 06/PRT/2009 Perencanaan umum pembangunan infrastruktur di kawasan rawan tsunami

Surat Edaran Menteri Pekerjaan Umum No 07/SE/M/2010 tentang Pemberlakuan Pedoman Pelaksanaan Konstruksi Bangunan Pengaman Pantai
Surat Edaran ini sebagai acuan bagi pelaksana kegiatan pekerjaan konstruksi bangunan pengamanan pantai. Tujuan diterbitkannya Surat Edaran ini: a. agar dalam pelaksanaan konstruksi bangunan pengamanan pantai memenuhipersyaratan struktur sesuai dengan metode dalam Surat Edaran ini. b. sebagai pedoman bagi Balai Besar Wilayah Sungai/Balai Wilayah Sungai dalam melaksanakan konstruksi bangunan pengamanan pantai. Pedoman ini dapat dipergunakan oleh gubernur, bupati/walikota atau masyarakat dalam pelaksanaan konstruksi bangunan pengamanan pantai sesuai dengan kebutuhan Pedoman pelaksanaan konstruksi bangunan pengaman pantai ini menetapkan pelaksanaan konstruksi berdasarkan detil desain dan spesifikasi teknis mengenaipekerjaan tanggul laut, tembok laut, revetmen, pemecah gelombang, krib, jeti, dan pengisian pasir. Pedoman ini meliputi ketentuan dan persyaratan umum, kegiatan pra-persiapan, persiapan, metode pelaksanaan, penyerahan pertama pekerjaan, masa pemeliharaan, dan penyerahan akhir pekerjaan. Pedoman ini tidak termasuk membahas tentang pelaksanaan supervisi konstruksi.
Puslitbang SDA - Balitbang PU

Surat Edaran Menteri Pekerjaan Umum No 07/SE/M/2010 tentang Pemberlakuan Pedoman Penilaian Kerusakan Pantai dan Prioritas Penangannya
Surat Edaran ini sebagai acuan bagi pelaksana kegiatan penanganan kerusakan pantai dan prioritas penanganannya. Tujuan diterbitkannya Surat Edaran ini: a. agar diperoleh keseragaman bagi pelaksana kegiatan guna penyusunan rencana dan landasan bagi pelaksanaan konstruksi bangunan pengaman pantai. b. sebagai pedoman bagi Balai Besar Wilayah Sungai/Balai Wilayah Sungai untuk menentukan usulan prioritas kegiatan penanganan pengamanan pantai. Pedoman ini menetapkan tentang : a. Penilaian kerusakan pantai dan lingkungan sekitarnya yang disebabkan oleh daya rusak alam dan kegiatan manusia. b. Cara menilai kerusakan pantai : yang meliputi kriteria kerusakan pantai, tolok ukur kerusakan pantai, bobot tingkat kerusakan, bobot tingkat kepentingan, prosedur pembobotan dan penentuan urutan prioritas penanganan, yang akan digunakan untuk perencanaan.

Puslitbang SDA - Balitbang PU

STANDAR, PEDOMAN, MANUAL DALAM PROSES FINALISASI


RPT3 : Pd T-XX-2010-A Perencanaan teknis reklamasi perairan pantai
Pedoman ini merupakan panduan yang bersifat teknis dalam perencanaan reklamasi perairan pantai, meliputi kegiatan persiapan, survei, dan detail desain, yang dilakukan setelah kegiatan studi kelsaringandan AMDAL terpenuhi. Pedoman ini menetapkan tata cara perencanaan teknis reklamasi perairan pantai untuk membantu para perencana, pelaksana, dan para pengambil keputusan yang berkaitan dengan pekerjaan reklamasi perairan pantai.

RPT3 : Pd T-XX-XXXX-A Penentuan Sempadan Pantai


Pedoman ini sebagai acuan untuk menentukan garis sempadan pantai dalam rangka pengamanan pantai (kerusakan akibat gelombang, tsunami, sedimentasi) sesuai dengan fungsi dan pemanfaatannya (kota, pemukiman, daerah wisata, industri, kegiatan nelayan dan hutan lindung)

Puslitbang SDA - Balitbang PU

STANDAR, PEDOMAN, MANUAL YANG BELUM DITERBITKAN


1. 2. 3. 4. 5. Pedoman Perencanaan Teknis Pengamanan Pantai Pedoman Perencanaan Teknis Reklamasi Pantai Pedoman Pelaksanaan Konstruksi Bangunan Pengaman Pantai Pedoman Operasi dan Pemeliharaan Bangunan Pengaman Pantai Pedoman Penanganan Darurat Bangunan Pengaman Pantai

6. Naskah Akademik Pedoman Tentang Bangunan Pengaman Pantai dan Pengendali Muara

Bagian 1 : Pedoman Studi Awal, ; Bagian 2 : Pedoman Studi Identifikasi dan Inventarisasi
Permasalahan Pantai ; Bagian 3 : Pedoman Studi Pengenalan ; Bagian 4 : Tata Cara Peramalan Gelombang ; Bagian 5 : Tata Cara Peramalan Pasang Surut ; Bagian 6 : Pedoman Umum Perencanaan Teknis Bangunan Pengaman Pantai 7. Pedoman Penyusunan Spesifikasi Teknik, Volume VI Pengamanan Pantai Bagian 1: Perencanaan dan Detail Desain ; Bagian 2 : Konstruksi Krib Laut ; Bagian 3 : Konstruksi Revetmen Bagian 4 : Konstruksi Tanggul Laut ; Bagian 5 : Konstruksi Tembok Laut ; Bagian 6 : Konstruksi Pemecah Gelombang Tenggelam ; Bagian 7 : Operasi dan Pemeliharaan

Puslitbang SDA - Balitbang PU

Pedoman Perencanaan Teknis Pengamanan Pantai


Manual 1 - Pendahuluan Manual 2 - Hidrodinamika Pantai Manual 3 - Sedimentasi Pantai dan Proses Terkait Manual 4 - Survei Primer, Pengumpulan Data Sekunder, dan Pengolahannya Manual 5 - Perencanaan dan Desain Teknik Bangunan Pantai Manual 6 - Penanganan Muara Manual 7 - Pemodelan Fisik Pengaman Pantai Manual 8 - Pemodelan Numerik Teknik Kelautan Manual 9 - Penyusunan Amdal Manual 10 - Studi Sosial, Studi Ekonomi, dan kelayakan Pembangunan Manual 11 - Penyusunan KAK dan RAB Manual 12 - Studi Kasus Perencanaan Bangunan Pantai

Puslitbang SDA - Balitbang PU

Modul Pelatihan Coastal Manajement untuk Penunjang Penyiapan SDM Pengelola SDA pada Penelitian, Pengkajian dan Pelaksanaan Terapan
1. Identifikasi Permasalahan Pantai dan Muara 2. Pemetaan Bathimetri dan Topografi Pantai 3. Pengamatan Pasang Surut 4. Pengamatan Gelombang 5. Pengamatan Arus 6. Pengambilan dan Analisa Sedimen Pantai 7. Perencanaan Penanganan Muara sungai di Pantai

Puslitbang SDA - Balitbang PU

CONTOH FAMILY TREE STANDAR/PEDOMAN/MANUAL BANGUNAN AIR

Puslitbang SDA - Balitbang PU

Puslitbang SDA - Balitbang PU

ADVIS TEKNIK PUSAT LITBANG SUMBER DAYA AIR


A. Kajian gerusan pada pilar jembatan Suramadu
B. Penanggulangan erosi pantai di pulau Rupat Riau dan Bau-bau Kendari C. Perlindungan pantai Padang D. Perlindungan pantai di Jepara. E. Permasalahan muara sungai Paroman Sulawesi Selatan F. Potensi Sumber Air panas di Tulehu G. Studi Pendahuluan Analisa Kelayakan Pembangunan Pelabuhan di Muara Banjir Kanal Timur (BKT)

Puslitbang SDA - Balitbang PU

DATA BASE SPM SUMBER DAYA AIR

Puslitbang SDA - Balitbang PU

http://www.pusair-pu.go.id

Puslitbang SDA - Balitbang PU

http://www.pu.go.id

Puslitbang SDA - Balitbang PU

http://www.pu.go.id/satminkal/balitbang/sni/

Puslitbang SDA - Balitbang PU

Puslitbang SDA - Balitbang PU

TERIMA KASIH

Puslitbang SDA - Balitbang PU