Anda di halaman 1dari 8

Kelas IX C Nama Kelompok: Herlinda Permata Sari Nor Hidayah Munawarah Raudatul Hikmah

kelainan dan Penyakit pada Sistem Ekskresi


Seperti halnya system organ yang lain, system ekskresi tidak luput juga dari gangguan dan kelainan, ataupun penyakit, baik akibat infeksi kuman / mikroba pathogen maupun penyebab lainnya yang terkadang tidak / belum diketahui. Berikut ini adalah beberapa kelainan, gangguan dan penyakit yang lazim terdapat pada system ekskresi manusia terutama system urinaria. Beberapa Kelainan , gangguan pada system urinaria. 1. Anuria, merupakan gangguan kemampuan ginjal dalam membentuk urin akibat kegagalan fungsi ginjal 2. Albuminuria, suatu gangguan yang ditandai oleh adanya senyawa protein pada urin. Ini bias disebabkan oleh adanya kerusakan pada glomerulus 3. Batu ginjal, yaitu gangguan yang berupa endapan kristal kalsium fosfatyang kemudian menggumpal layaknya batu. Sehingga disebut sebagai batu ginjal. Keberadaan batu ginjal dalam saluran urinaria ini bisa menyebabkan terjadinya stagnasi urin 4. Nefritis, yaitu gangguan berupa peradangan pada bagian ginjal yang menyebabkan kerusakan jaringan ginjal sehingga fungsi ginjal sebagai organ ekskresi menjadi terganggu. 5. Nefritis akut, disebabkan oleh penyakit menular, terutama penyakit jengkering ( scarlet fever ) . Biasanya ini terjadi pada anak-anak dan remaja. Nefritis yang kronis biasanya terjadi pada orang yang lebih tua usianya dengan tanda-tanda , seperti ; hipertensi, pengerasan pembuluh darah ( sclerosis ) pada ginjal atau bias juga glomerulus dan tubula telah mengalami kerusakan cukup lama. 6. Gagal ginjal, merupakan kegagalan fungsi ginjal yang akut dan dapat menimbulkan nefritis, luka, perdarahan bahkan fungsi jantung berhenti secara tiba-tiba . 7. Uremia, merupakan suatu kondisi di mana darah mengandung zat-zat sisa metabolisme seperti urea dan tidak mampu diekskresikan. Kondisi ini berlanjut dengan munculnya odeem / bengkak pada bagian tubuh terutama pada bagian anggota gerak bawah ( kaki ). 8. Sistitis, merupakan peradangan pada membrane mukosa yang melapisi kantung urin ( vesica urinaria ) disebabkan oleh infeksi mekroba tertentu ataupun peradangan ginjal yang meluas hingga kantung urin.

Sistem ekskresi pada intinya merupakan proses pembuangan zat-zat sisa hasil metabolisme yang sudah tidak dimanfaatkan lagi oleh tubuh. Pembuangan zat sisa ini terjadi pada setiap makhluk hidup, terutama manusia. Layaknya sebuah kendaraan yang pasti membuang zat-zat hasil pembakarannya, tubuh manusiapun lazim mengeluarkan zat hasil pembakaran sari-sari makanan menjadi energi keluar dari tubuhnya yang disebut dengan limbah. Nah, dalam proses ekskresi tersebut ada beberapa organ tubuh yang terlibat yakni ginjal, kulit, paru-paru dan juga hati. Dalam pembuangan zat sisa tersebut normalnya tidak akan menimbulkan dampak apapun terhadap kesehatan Anda. Namun, adakalanya ketika proses ekskresi berlangsung terjadi problem pada keempat organ tubuh yang akibatnya sangat variatif. Berikut merupakan ulasan potensi gangguan yang terjadi pada saat sistem ekskresi terjadi. Gangguan Ginjal Sebagaimana yang diketahui bahwa penyakit ginjal ini ada beberapa macamnya, seperti batu ginjal, gagal ginjal, dan radang ginjal. Fungsi ginjal akan terganggu biasanya disebabkan oleh peradangan, infeksi bakteri, dan lainnya. Jika ginjal rusak, maka penumpukan urea akan terjadi pada tubuh dan kalau tidak dilakukan penanganan secara tepat maka ujung-ujungnya akan berakibat pada kematian. Beberapa penyakit yang sering terjadi pada ginjal:

Batu Ginjal Penyakit batu ginjal ini disebabkan oleh terhambatnya pengeluaran urin yang diakibatkan oleh adanya endapan garam kalsium di dalam ginjal. Batu ginjal sangat mengganggu aktifitas seseorang karena menimbulkan rasa nyeri. Pengobatan untuk penyakit batu ginjal bisa dilakukan dengan sinar laser atau pembedahan yang tentunya memiliki konsekuensinya masing-masing. Adapun tujuan dari pembedahan ialah untuk membuang endapan garam kalsium yang terlalu banyak di dalam tubuh. Dan fungsi dari penyinaran laser untuk memecahkan garam kalsiumnya. Gagal Ginjal Banyak orang khawatir ketika dokter memvonisnya terkena gagal ginjal karena memang resiko terburuk dari penyakit ini ialah kematian. Gagal ginjal terjadi jika salah satu atau semua organ ginjal sudah tidak berfungsi lagi. Kalau ada satu ginjal yang terganggu, maka beban kerjanya akan diambil alih oleh ginjal yang satunya lagi. Meski demikian, hal tersebut bisa menyebabkan penumpukan urea dalam tubuh semakin tinggi dan resikonya dapat menyebabkan kematian kalau tidak ditangani secepatnya. Radang Ginjal Radang ginjal tak kalah mengerikannya dibandingkan gagal ginjal karena penderitanya harus melakukan cuci darah secara rutin sampai menemukan orang yang rela

melakukan donor ginjal. Radang ginjal atau sering disebut dengan nefritis ini diakibatkan oleh adanya kerusakan nefron karena adanya infeksi bakteri. Kerusakan nefron tersebut berimplikasi pada kembalinya urin masuk ke dalam darah sehingga menyebabkan penyerapan air menjadi terganggu. Lama-kelamaan proses tak wajar tersebut dapat menyebabkan adanya pembengkakan pada kaki. Penyembuhannya bisa dilakukan dengan cangkok ginjal atau melakukan cuci darah secara berkala yang tentunya membutuhkan biaya yang tidak sedikit. Gangguan Hati Penyakit yang berkaitan dengan hati biasanya hepatitis dan penyakit kuning. Yang menjadi penyebab utama gangguan pada hati ini ialah adanya infeksi virus, tidak bekerjanya empedu, dan hati.

Hepatitis Hepatitis merupakan radang hati yang disebabkan oleh serangan virus. Dalam klasifikasinya, hepatitis ini memiliki dua macam yakni hepatitis A dan hepatitis B. Hepatitis B memiliki tingkat resiko yang lebih tinggi dibandingkan hepatitis A. Untuk pencegahannya biasanya dilakukan dengan vaksinasi. Penyakit Kuning Penyakit kuning yang juga banyak menyerang masyarakat disebabkan oleh tersumbatnya saluran empedu yang harusnya mengalir ke usus dua belas jari, malah masuk ke dalam darah. Orang yang menderita penyakit kuning kulitnya akan tampak menguning, kuku jarinya berawarna kuning, juga bola matanya berwarna kekuningan. Gangguan Paru-paru Beberapa gangguan pada paru-paru biasanya kanker paru-paru, TBC, pneumonia, dan juga asma. Penyebab utama yang membuat paru-paru terganggu ialah adanya infeksi virus dan bakteri serta polusi udara.

TBC (Tuberculosis) Hati-hati dengan TBC karena bisa menyebabkan kematian jika tidak didiagnosa dan diberikan penanganan yang tepat. TBC disebabkan oleh serangan bakteri mycobacterium tuberculosis. Bakteri ganas ini menyerang bagian paru-paru sehingga terlihat pada alveolus ada bintil-bintil. Sebagian besar orang yang menderita TBC tidak mengalami gejala permulaan, dan hal ini yang mesti diwaspadai. Keadaan tersebut disebut dengan latent tuberculosis yang apabila tidak segera mendapatkan pengobatan maka akan berkembang menjadi active tuberculosis. Asma Anda sering menderita sesak ketika bernafas? Hati-hati karena bisa saja Anda terserang penyakit asma. Asma atau yang dikenal dengan bengek disebabkan oleh bronkopasme. Penyakit asma merupakan keadaan menyempitnya saluran pernafasan

utama pada paru-paru. Namun, jangan khawatir karena asma tidak menular dan bersifat turunan. Pneumonia Penyakit yang terjadi pada paru-paru ini terjadi karena terhambatnya oksigen akibat terlalu banyak cairan pada alveolus. Gangguan Kulit Meski kelihatannya ringan, namun ada juga beberapa gangguan pada kulit yang cukup membahayakan. Gangguan kulit yang biasanya terjadi ialah sebagai berikut:

Psoriasis Penyakit kulit ini memiliki gejala seperti kulit berwarna kemerahan pada bagian kulit kepala, punggung, lutut, maupun sikut. Proriasis ini belum bisa disembuhkan secara total, namun dengan melakukan perawatan dan pengobatan secara teratur maka gejala kulit kemerahan akan menjadi tidak tampak. Kanker Kulit Kanker kulit biasanya terjadi pada orang-orang yang berkulit putih atau terang. Penyebabnya ialah kadar penerimaan sinar matahari yang overload oleh kulit. Pencegahannya bisa dilakukan dengan menggunakan tabir surya dan menghindari sorotan sinar matahari secara langsung. Gangguan yang terjadi pada organ-organ tubuh di atas merupakan penyakit yang berkaitan dengan sistem ekskresi manusia. Untuk meminimalisir terjadinya gangguan sebagaimana disebutkan di atas, bisa dilakukan dengan mengkonsultasikan dan memeriksakan diri ke dokter apabila ada gejala-gejala yang tidak seperti biasanya dirasakan atau muncul di dalam tubuh. Untuk beberapa penyakit yang menimbulkan gejala seperti kanker kulit, psoriasis, dan lainnya bisa kita identifikasi sendiri dan segera diberikan penanganan. Namun untuk beberapa penyakit yang tidak menimbulkan gejala seperti TBC atau pneumonia tentunya diperlukan bantuan pihak medis untuk mengetahui penyakit-penyakit tersebut bersarang di tubuh atau tidak.

Berikut ini definisi-definisi sosiologi yang dikemukakan beberapa ahli:


1. Emile Durkheim Sosiologi adalah suatu ilmu yang mempelajari fakta-fakta sosial, yakni fakta yang mengandung cara bertindak, berpikir, berperasaan yang berada di luar individu di mana fakta-fakta tersebut memiliki kekuatan untuk mengendalikan individu. 2. Selo Sumardjan dan Soelaeman Soemardi Sosiologi adalah ilmu kemasyarakatan yang mempelajari struktur sosial dan prosesproses sosial termasuk perubahan sosial. 3. Soejono Sukamto Sosiologi adalah ilmu yang memusatkan perhatian pada segi-segi kemasyarakatan yang bersifat umum dan berusaha untuk mendapatkan pola-pola umum kehidupan masyarakat. 4. William Kornblum Sosiologi adalah suatu upaya ilmiah untuk mempelajari masyarakat dan perilaku sosial anggotanya dan menjadikan masyarakat yang bersangkutan dalam berbagai kelompok dan kondisi. 5. Allan Jhonson Sosiologi adalah ilmu yang mempelajari kehidupan dan perilaku, terutama dalam kaitannya dengan suatu sistem sosial dan bagaimana sistem tersebut mempengaruhi orang dan bagaimana pula orang yang terlibat didalamnya mempengaruhi sistem tersebut. 6. Menurut Roucek & Waren, sosiologi adalah ilmu yang mempelajari hubungan antara manusia dengan kelompok sosial. 7. Menurut Soerjono Soekanto, sosiologi adalah ilmu yang kategoris, murni, abstrak, berusaha mencari pengertianpengertian umum, rasional, empiris, serta bersifat umum. 8. Pitirim Sorokin Sosiologi adalah ilmu yang mempelajari hubungan dan pengaruh timbal balik antara aneka macam gejala sosial (misalnya gejala ekonomi, gejala keluarga, dan gejala moral), sosiologi adalah ilmu yang mempelajari hubungan dan pengaruh timbal balik antara gejala sosial dengan gejala non-sosial, dan yang terakhir, sosiologi adalah ilmu yang mempelajari ciri-ciri umum semua jenis gejala-gejala sosial lain.

9. Roucek dan Warren Sosiologi adalah ilmu yang mempelajari hubungan antara manusia dalam kelompokkelompok. 10. William F. Ogburn dan Mayer F. Nimkopf Sosiologi adalah penelitian secara ilmiah terhadap interaksi sosial dan hasilnya, yaitu organisasi sosial. 11. J.A.A Von Dorn dan C.J. Lammers Sosiologi adalah ilmu pengetahuan tentang struktur-struktur dan proses-proses kemasyarakatan yang bersifat stabil. 12. Max Weber Sosiologi adalah ilmu yang berupaya memahami tindakan-tindakan sosial. 13. Paul B. Horton Sosiologi adalah ilmu yang memusatkan penelaahan pada kehidupan kelompok dan produk kehidupan kelompok tersebut. Dari berbagai definisi diatas, maka dapat disimpulkan bahwa : Kesimpulannya sosiologi adalah ilmu yang mempelajari hubungan antara individu dengan individu, individu dengan masyarakat, dan masyarakat dengan masyarakat. Selain itu, Sosiologi adalah ilmu yang membicarakan apa yang sedang terjadi saat ini, khususnya pola-pola hubungan dalam masyarakat serta berusaha mencari pengertianpengertian umum, rasional, empiris serta bersifat umum

Beri Nilai