Anda di halaman 1dari 16

I.

JUDUL Penentuan Konsentrasi Asam Asetat Melalui Titrasi Potensiometri

II. TUJUAN 2.1 Dapat memahami dan terampil dalam proses titrasi potensiometri 2.2 Dapat mengetahui konsentrasi asam asetat melaui titrasi potensiometri III DASAR TEORI Potensiometri adalah cabang ilmu kimia yang mempelajari pengukuran perubahan potensial dari elektroda untuk mengetahui konsentrasi dari suatu larutan. Prinsip potensiometri didasarkan pada pengukuran potensial listrik antara elektrode pengukur (elektroda indikator) dan elektroda pembanding yang dicelupkan pada larutan. Elektroda indikator adalah elektroda yang potensialnya bergantung pada konsentrasi ion yang akan ditetapkan dan dipilih berdasarkan jenis senyawa yang hendak ditentukan. Potensiometri adalah satu cara elektrokimia untuk analisa ion secara kuantitatif berdasarkan pengukuran potensial dari elektroda yang peka terhadap ion yang bersangkutan. Sewaktu pengukuran potensial tidak boleh ada arus. Terdapat 2 buah tipe elektroda yaitu : elektroda indikator (pengukur) dan elektroda pembanding. Potensial tidak dapat diukur secara mutlak, melainkan diukur secara relatif terhadap elektroda pembanding. Kedua elektroda tersebut saling dihubungkan dengan jembatan arus yang dapat dilewati oleh ion-ion, tetapi tidak terjadi pencampuran terhadap isi kedua elektroda tersebut. Susunan elektroda pengukur jembatan arus elektroda pembanding alat pengukur (potensiometer) disebut rantai Galvanis. Sedangkan elektroda pembanding adalah elektroda yang potensialnya diketahui dan selama pengukuran tetap konstan. Elektroda pembanding yang banyak digunakan adalah elektroda kalomel karena konstannya potensial yang dihasilkan. Proses titrasi potensiometri dapat dilakukan dengan bantuan elektroda indikator dan elektroda pembanding yang sesuai. Dengan demikian, kurva titrasi yang diperoleh dengan menggambarkan grafik potensial terhadap volume pentiter yang ditambahkan, mempunyai kenaikan yang tajam di sekitar titik kesetaraan. Dari grafik itu dapat diperkirakan titik akhir titrasi. Cara potensiometri ini bermanfaat bila tidak ada indikator yang cocok untuk menentukan titik akhir titrasi, misalnya dalam hal larutan keruh atau bila daerah kesetaran sangat pendek dan tidak cocok untuk penetapan titik akhir titrasi dengan indikator (Rivai, 1995).

Antara elekroda pengukur (elektroda indikator) dan elektroda pembanding terdapat jembatan arus atau garam dengan larutan elektrolit yang didalamnya terdapat transport ionarus. Elektroda membrane gelas sensitive terhadap perubahan jumlah ion hidrogen (H+). Untuk titrasi asam basa, setiap perubahan ion tersebut diamati. Melalui kurva hubungan antara volume pentiter vs pH dapat ditentukan titik akhir titrasinya. Pada titik akhir titrasi terjadi lonjakan perubahan pH secara drastis dengan perubahan volume yang kecil (Roth dan Blaschke, 1994). Reaksi yang terjadi dalam potensiometri adalah penambahan atau pengurangan ion dengan jenis elektrodanya. Potensial reaksi dihitung dengan menambahkan sedikit demi sedikit volume titran secara berturut turut (Khopkar, 2003). Ion yang dapat dititrasi dan potensial diukur untuk mengetahui titik ekivalen titrasi. Hal ini diterapkan terhadap semua jenis reaksi yang sesuai untuk analisa titrametrik (Day, 1998). Cara potensiometri ini bermanfaat bila tidak ada indikator yang cocok untuk menentukan titik akhir titrasi, misalnya dalam hal larutan keruh atau bila daerah kesetaran sangat pendek dan tidak cocok untuk penetapan titik akhir titrasi dengan indikator (Rivai, 1995). Metode potensiometri dapat digunakan untuk menentukan titik ekivalen suatu titrasi baik pada titrasi asam-basa, redoks, kompleksometri, maupun titrasi pengendapan. Alat-alat yang digunakan dalam metode potensiometri adalah elektrode pembanding, electrode indikator dan alat potensial. Titrasi potensiometri melibatkan pengukuran perbedaan potensial antara electrode indicator dan elektrode pembanding selama titrasi. Selisih potensial tersebut diukur dengan potensiometer atau pH-meter. Hal ini karena nilai pH berbanding langsung dengan potensial suatu larutan.

Gambar 1. Alat Pengukur pH dalam Potensiometri

pH-meter adalah alat yang dapat digunakan untuk mengukur pH suatu larutan. Selain itu dapat juga digunakan untuk mengikuti titrasi asam-basa atau menentukan titik akhir titrasi asam-basa sebagai penganti indikator. Alat ini dilengkapi dengan elektrode kaca dan elektrode kalomel atau gabungan dari keduanya (elektrode kombinasi).Skema susunan eksperimental untuk suatu titrasi, dengan menggunakan suatu elektroda gelas (Day, 1998) . Elektrode membran gelas sensitif terhadap perubahan jumlah ion hidrogen (H+). Untuk titrasi asam basa, setiap perubahan ion tersebut diamati. Melalui kurva hubungan antara volume pentiter vs pH, dapat ditentukan titik akhir titrasinya. Pada titik akhir titrasi terjadi lonjakan perubahan pH secara drastis dengan perubahan volume pentiter yang kecil.(Susanti, dkk., 2011). Potensiometri merupakan aplikasi langsung dari persamaan Nernst yang dilakukan dengan cara pengukuran dua elektroda tidak terpolarisasi pada kondisi arus nol, yang mana persamaan ini menyatakan adanya hubungan antara potensial relatif suatu elektroda dengan konsentrasi spesies ioniknya yang sesuai dalam larutan (Khopkar, 2003). Potensiometri memiliki beberapa keuntungan yaitu cara potensiometri ini sangat berguna ketika tidak ada indikator yang sesuai untuk menentukan titik akhir titrasi, misalkan ketika sampel yang akan dititrasi keruh atau berwarna dan ketika daerah titik ekivalen sangat pendek sehingga tidak ada indikator yang cocok. Biayanya yang relatif murah dan sederhana. Voltmeter dan elektroda jauh lebih murah daripada instrumen saintifik yang paling modern. Selain itu, pada saat potensial sel dibaca pada metode potensiometri, tidak terdapat arus yang mengalir dalam larutan dimana arus residual tatanan sel dan efek polarisasi dapat diabaikan. Manfaat potensiometri secara umum yaitu untuk menetapkan tetapan kesetimbangan. Potensialpotensial yang stabil sering diperoleh dengan cukup cepat dan tegangan yang mudah dicatat sebagai fungsi waktu, sehingga potensiometri kadang juga bermanfaat untuk pemantauan yang kontinyu dan tidak diawasi. Sedangkan manfaat metode potensiometri ini dalam analisis di bidang farmasi yaitu potensiometri digunakan untuk penentuan titik akhir titrasi pada titrasi asam basa, titrasi redoks, titrasi pengendapan dan titrasi pembentukan kompleks (Khopkar, 2003).

IV. ALAT DAN BAHAN 4.1. Pre- Praktikum a. Alat yang digunakan No. Nama Alat 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 Labu ukur Labu ukur Labu ukur Labu ukur Kaca arloji Pipet tetes Labu Erlemenyer Spatula Batang Pengaduk Gelas beaker Pipet volume Piler Spesifikasi Pyrex, 500 mL Pyrex , 250 mL Pyrex, 100 mL Pyrex , 50 mL Kaca Kaca Pyrex, 1 L Besi Batang kaca Schoot duran,100 ml Kaca, 5 mL Karet Jumlah 1 buah 1 buah 2 buah 2 buah 2 buah 2 buah 1 buah 2 buah 2 buah 3 buah 1 buah 1 buah

b. Bahan yang digunakan No. Nama Bahan 1 2 NaOH (padatan) Asam Oksalat (padatan) Jumlah 2 gram 0,315 gram untuk 50 mL dan 0,63 gram untuk 100 mL 3 4 Asam Asetat Akuades 2,86 mL dan 5 mL Secukupnya

4.2 Praktikum a. Alat yang digunakan No Nama Alat 1 2 3 4 Labur Erlemenyer Corong Gelas beaker Buret Spesifikasi 250 mL Kaca Schoot duran, 250 mL Pyrex, 50 mL Jumlah 1 buah 1 buah 1 buah 1 buah

No Nama Alat 5 6 7 Statif Klem pH meter

Spesifikasi Besi Besi -

Jumlah 1 buah 1 buah 1 buah

b. Bahan yang digunakan No. Nama Bahan 1 2 3 4 NaOH 0,1 M Asam Oksalat 0,05 Asam Asetat 0,1 M Akuades Jumlah 100 mL 25 mL 25 mL Secukupnya

V. LANGKAH KERJA 5.1. Pre- Praktikum a. Pembuatan NaOH 0,1 M, 500 mL


Alat dan bahan yang akan digunakan di siapkan Alat yang akan digunakan dicuci NaOH sebanyak 2 gram ditimbang dan ditaruh dalam gelas arloji

Larutan NaOH dimasukan ke dalam kedalam labu ukur yang sudah ditambahkan aquades.

Aquades dimasukan secukupnya ke labu ukur 500 mL

Padatan NaOH dilarutkan kedalam gelas beaker dengan ditambahkan sedikit aquades dan diaduk dengan batang pengaduk sampai larut

Aquades ditambahkan

. Pembuatan larutan Asam lagi ke labu ukur sampai


batas labu tersebut

Labu ukur di kocok

Beri label pada labu ukur dan larutan NaOH 0,1 M siap digunakan.

b. pembuatan Oksalat 0,05 M, 150 mL Pembuatan Larutan Asam Oksalat 0,05 dibuat dalam dua labu ukur yaitu labu ukur 50 mL dan 100 mL. b.1. Pembuatan Larutan Asam Oksalat 0,05 M, 100 mL.
Siapkan Alat dan bahan yang akan digunakan Cuci alat yang akan digunakan. Timbang Asam Oksalat sebanyak 0,63 gram dan diletakkan di kaca arloji

Masukkan asam oksalat yang sudah dilarutkan kedalam labu ukur tersebut

Masukkan 25 mL aquades ke dalam labu ukur 100 mL

Larutkan padatan Asam Oksalat dengan menaruhnya di gelas beaker dan menambahkan aquades dan diaduk dengan batang pengaduk sampai larut.

Tambahkan aquades lagi kedalam labu ukur tersebut sampai batas labu ukur

Kocok labu ukur tersebut.

Beri label pada labu dan Asam Oksalat 0,05 M siap digunakan.

b.2. Pembuatan Larutan Asam Oksalat 0,05 M, 50 mL.


Siapkan Alat dan bahan yang akan digunakan Masukkan asam oksalat yang sudah dilarutkan kedalam labu ukur tersebut Cuci alat yang akan digunakan. Masukkan 25 mL aquades ke dalam labu ukur 50 mL Timbang Asam Oksalat sebanyak 0,315 gram dan diletakkan di kaca arloji Larutkan padatan Asam Oksalat dengan menaruhnya di gelas beaker dan menambahkan aquades dan diaduk dengan batang pengaduk sampai larut. Beri label pada labu dan Asam Oksalat 0,05 M siap digunakan.

Tambahkan aquades lagi kedalam labu ukur tersebut sampai batas labu ukur.

Kocok labu ukur tersebut.

c. Pembuatan Asam Asetat 0,1 M , 150 mL. Karena terlalu kecil jumlah Asam Asetat yang diambil maka dibuat larutan Asam Asetat 1 M, 100 mL terlebih dahulu. c.1. Pembuatan Asam Asetat 1 M, 100 mL
Siapkan alat dan bahan yang akan digunakan. Beri label pada labu dan Larutan Asam Asetat siap digunakan. Tambahkan aquades kembali sampai batas labu dan dikocok. Cuci alat alatnya. Ambil larutan Asam Asetat pekat sebanyak 5,7 mL dengan menggunakan pipet volume dan letakkan dalam gelas beker dan segera tutupi dengan menggunakan kaca arloji.

Masuukan Asam Asetat pekat kedalam labu yang sudah berisi aquades.

Tambahkan sedikit aquades kedalam labu ukur 100 mL.

c.2. Pembuatan Asam Asetat 0,1 M, 150 mL. Pada saat pembuatan larutan Asam Asetat 0,1 M , 150 mL, megunakan 2 labu ukur yang berukuran 100 dan 50 mL hal ini dikarenakan tidak adanya labu ukur yang berukuran 150 mL di Laboratorium. c.1. Pembuatan Asam Asetat 0,1 M , 100 mL.
Siapkan Alat dan bahan yang akan digunakan Tambahkan kembali aquades sampai batas labu dan dikocok. Cuci alat yang akan digunakan . Ambil sebanyak 10 mL larutan Asam Asetat 1 M dan dimasukkan k ke dalam labu ukur.

Masukkan larutan Asam Asetat kedalam labu ukur yang sudah berisi aquades tersebut.

Masukkan aquades 25 mL pada labu ukur 100 mL.

Beri label pada labu dan larutan Asam Asetat 0,1 M siap digunakan

c.1.2. Pembuatan Asam Asetat 0,1 M , 50 mL.


Siapkan Alat dan bahan yang akan digunakan Cuci alat yang akan digunakan . Ambil sebanyak 10 mL larutan Asam Asetat 1 M dan dimasukkan k ke dalam labu ukur.

Tambahkan kembali akuades sampai batas labu dan dikocok.

Masukkan larutan Asam Asetat kedalam labu ukur yang sudah berisi aquades tersebut.

Masukkan aquades 25 mL pada labu ukur 50 mL.

Beri label pada labu dan larutan Asam Asetat 0,1 M siap digunakan

Pembuatan Asam Asetat 0,1 M , 100 mL.


Siapkan Alat dan bahan yang akan digunakan Cuci alat yang akan digunakan. Ambil sebanyak 10 mL larutan Asam Asetat 1 M dan dimasukkan k ke dalam labu ukur.

Tambahkan kembali aquades sampai batas labu dan dikocok.

Masukkan larutan Asam Asetat kedalam labu ukur yang sudah berisi aquades tersebut.

Masukkan aquades 25 mL pada labu ukur 100 mL.

Beri label pada labu dan larutan Asam Asetat 0,1 M siap digunakan

c.1.2. Pembuatan Asam Asetat 0,1 M , 50 mL.


Siapkan Alat dan bahan yang akan digunakan Cuci alat yang akan digunakan. Ambil sebanyak 10 mL larutan Asam Asetat 1 M dan dimasukkan k ke dalam labu ukur.

Tambahkan kembali akuades sampai batas labu dan dikocok.

Masukkan larutan Asam Asetat kedalam labu ukur yang sudah berisi aquades tersebut.

Masukkan aquades 25 mL pada labu ukur 50 mL.

Beri label pada labu dan larutan Asam Asetat 0,1 M siap digunakan

5.2.1. Standarisasi Larutan Baku NaOH


Siapkan Alat dan Bahan yang akan digunakan. Masukkan Larutan NaOH 0,1 M ke dalam buret 50 mL yang sudah di set menjadi alat titrasi. Cuci alat yang akan digunakan . Tambahkan Akuades sebanyak 100 mL kedalam gelas beaker tersebut dan ukur pH pada campuran tersebut. Set Alat Titrasi

Masukkan 25,0 mL larutan Asam Oksalat ke dalam gelas beaker dengan menggunakan pipet volume.

Tambahkan NaOH secara teratur kedalam larutan Asam Oksalat yang sudah ditambahkan aquades sebanyak 15, 16, 17, 18 , 19, 20, 21 , 22, 23 , 24, 25, 26, 27, 28, 29, 30, dan 31mL.

Ukur pH dengan menggunakan pH meter di setiap berapa banyak volume titran yang diteteskan.

Catat dan laporkan Data yang didapatkan.

5.2.1. Titrasi Asam Asetat dengan Larutan Baku NaOH b. Pembuatan larutan Asam Oksalat 0,05 M, 100 mL
Siapkan Alat dan bahan yang akan digunakan Cuci alat yang akan digunakan. Timbang Asam Oksalat sebanyak 0,63 gram dan diletakkan di kaca arloji

Masukkan asam oksalat yang sudah dilarutkan kedalam labu ukur tersebut

Masukkan 25 mL aquades ke dalam labu ukur 100 mL

Larutkan padatan Asam Oksalat dengan menaruhnya di gelas beaker dan menambahkan aquades dan diaduk dengan batang pengaduk sampai larut.

Tambahkan aquades lagi kedalam labu ukur 5.1 Praktikum tersebut sampai batas labu ukur.

Kocok labu ukur tersebut.

i.

Standarisasi Larutan Baku NaOH Masukkan 25,0 mL larutan asam oksalat 0,05 M ke dalam gelas beker, tambahkan aquades sebanyak 100 mL Ukur pH awal menggunakan pH meter

Tambahkan titran secara teratur dan ukurlah pH menggunakan pH meter

Titrasi larutan asam oksalat dengan larutan NaOH 0,1 m SECARA POTENSIOMETRI

Padapenambahan titran sebanyak 15 , 16 , 17 , 18 , 19 , 20 , 21 , 22 , 23 , 24 , 25 , 26 , 27 , 28 , 29 , 30 , 31 mL

ii.

Titrasi Asam Asetat dengan Larutan Baku NaOH Masukkan 25,0 mL larutan asam asetat 0,1 M ke dalam gelas beker, tambahkan aquades sebanyak 100 mL Tambahkan titran secara teratur dan ukurlah pH menggunakan pH meter Ukur pH awal menggunakan pH meter m SECARA POTENSIOMETRI Titrasi larutan asam asetat dengan larutan NaOH yang telah distandarisasi secara potensiometri

Padapenambahan titran sebanyak 15 mL, 16 mL. 17 mL, 18 mL, 19 mL. 20 mL, 21 mL, 22 mL, 23 mL. 24 mL, 25 mL, 26 mL, 27 mL, 28 mL, 29 mL, 30 mL, 31 mL

1.2.1 Titrasi Asam Asetat dengan Larutan Baku NaOH Masukkan 25,0 mL larutan asam asetat 0,1 M ke dalam gelas beker, tambahkan aquades sebanyak 100 mL Ukur pH awal menggunakan pH meter m SECARA POTENSIOMETR I Titrasi larutan asam asetat dengan larutan NaOH yang telah distandarisasi secara potensiometri

Tambahkan titran secara teratur dan ukurlah pH menggunakan pH meter

Padapenambahan titran sebanyak 15 mL, 16 mL. 17 mL, 18 mL, 19 mL. 20 mL, 21 mL, 22 mL, 23 mL. 24 mL, 25 mL, 26 mL, 27 mL, 28 mL, 29 mL, 30 mL, 31 mL

VI. HASIL PENGAMATAN 10.1 Tabel pengamatan standarisasi larutan baku NaOH No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 Volume titran (mL) Awal 15 16 17 18 19 20 21 22 Nilai 1,3 2,6 2,8 3,0 3,2 3,2 3,6 3,8 4,1 No 10 11 12 13 14 15 16 17 18 Volume titran (mL) 23 24 25 26 27 28 29 30 31 Nilai 4,4 5,0 9,2 12,6 13,0 13,2 13,4 13,5 13,6

10.2 Tabel pengamatan titrasi asam asetat dengan larutan baku NaOH No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 Volume titran (mL) Awal 17 18 19 20 21 22 23 24 Nilai 2,4 4,5 4,5 4,7 4,9 5,1 5,2 5,4 5,7 No 10 11 12 13 14 15 16 17 18 Volume titran (mL) 25 26 27 28 29 30 31 32 33 Nilai 6,1 6,9 9,8 12,7 13,2 13,4 13,6 13,8 13,9

PERHITUNGAN 1. Perhitungan NaOH 0,1 M 500 mL M= 0,1 = 0,1 =

2 gr = 4 gr = 4
2. Perhitungan asam oksalat 0,05 M ;100 mL M= 0,05 = 0,05 =

10 gr = 6,3 gr = 0,63
3. Perhitungan asam oksalat 0,05 M ;50 mL

M=
0,05 =

0,05 =
20 gr = 6,3 gr = 0,315 4. Perhitungan Asam Asetat pekat M= M= M = 17,485

5. Perhitungan asam asetat 100 mL ; 1 M V1 x M1 = V2 x M2 V1 x 17,485 = 100 x 1 V1 = 5,7 mL 6. Perhitungan Asam Asetat 100 mL;0,1 M V1 x M1 = V2 x M2 V1 x 1 = 100 x 0,1 V1 = 10 mL 7. Perhitungan Asam Asetat 50 mL; 1 M V1 x M1 = V2 x M2 V1 x 17,4 = 50 x 1 V1 = 2,85 mL 8. Perhitungan Asam Asetat 50 mL; 0,1 M V1 x M1 = V2 x M2 V1 x 1 = 50 x 0,1 V1 = 5 mL

LAMPIRAN

Gambar 1. Alat yang digunakan untuk Praktikum

Gambar 2. Set alat untuk titrasi

Gambar 3. Pengambilan asam oksalat Dan asam asetat masing-masing 25 mL

Gambar 4. pH saat penambahan NaOH sebanyak 25 mL pada larutan Asam oksalat

Gambar 5. pH pada saat penambahan NaOH sebanyak 28 mL Pada larutan asam asetat.