Anda di halaman 1dari 15

MK IKA

P3K ( 2 )
BILA DI GIGIT BINATANG BERBISA
BY. NILA ARDANI, SKM. MPD.

1. GIGITAN ULAR BERBISA

Ular adalah reptil yang tak berkaki dan bertubuh panjang. Ular memiliki sisik seperti kadal dan sama-sama digolongkan ke dalam reptil bersisik (Squamata). Bisa ular mengandung toksin dan enzim yang berasal dari air liur
Bekas gigitan ular; A: Tidak berbisa (tanpa bekas taring). B: Ular berbisa dengan taring di belakang. C: Ular berbisa dengan taring di depan (ular sendokKobra; ular laut). D: Ular berbisa dengan taring di depan agak ke samping (ular pohon).

Bisa tersebut bersifat: a. Neurotoksin: berakibat pada saraf perifer atau sentral. Berakibat fatal karena paralise otot-otot lurik. Manifestasi klinis: kelumpuhan otot pernafasan, kardiovaskuler yang terganggu, derajat kesadaran menurun sampai dengan koma. b. Haemotoksin: bersifat hemolitik dengan zat antara fosfolipase dan enzim lainnya atau menyebabkan koagulasi dengan mengaktifkan protrombin. Perdarahan itu sendiri sebagai akibat lisisnya sel darah merah karena toksin

Manifestasi klinis:
Luka bekas gigitan yang terus berdarah, haematom pada tiap suntikan IM, hematuria, hemoptisis, hematemesis, gagal ginjal.

c. Myotoksin:
Mengakibatkan rhabdomiolisis yang sering berhubungan dengan mhaemotoksin. Myoglobulinuria yang menyebabkan kerusakan ginjal dan hiperkalemia akibat kerusakan sel- sel otot.

d. Kardiotoksin: Merusak serat-serat otot jantung yang


menimbulkan kerusakan otot jantung.

e. Cytotoksin: dengan melepaskan histamin dan zat vasoaktifamin


lainnya berakibat terganggunya kardiovaskuler.

f. Cytolitik: zat ini yang aktif menyebabkan peradangan dan nekrose di


jaringan pada tempat patukan

g. Enzim-enzim: termasuk hyaluronidase


penyebaran bisa

sebagai zat aktif pada

JIKA ANDA BERPERGIAN. TIBA-TIBA BERTEMU ULAR BERBISA DAN DIGIGITNYA, PERTAMA YANG HARUS DILAKUKAN ADALAH

JANGAN PANIK
LALU COBA JAUHI ULAR ITU DAN JANGAN MELAKUKAN AKTIVITAS/GERAKAN YANG DAPAT MEMPERCEPAT DETAK JANTUNG. BERUSAHA UNTUK TETAP SADAR DAN MENGINGAT WARNA SERTA BENTUK ULAR YANG MENGGIGIT ANDA. APABILA MEMUNGKINKAN BUNUH ULAR ITU UNTUK DIBAWA KE MEDIS. SETELAH ITU KENALI CIRI-CIRI LUKA AKIBAT GIGITAN ULAR BERBISA YAITU : LUKA GIGITAN TERDAPAT DUA TITIK YANG NYATA !

Efek gigitan ular beracun bervariasi , tergantung jenis racunnya


Namun efek umum yang timbul antara lain :
- Pembengkakan pada luka diikuti perubahan warna kulit - Rasa sakit di seluruh persendian tubuh. - Mulut terasa kering dan mata berkunang-kunang. - Demam, menggigil. - Muntah - Sakit pinggang

Pertolongan pertama: 1. Segera baringkan penderita, dan letakkan bagian yang tergigit lebih rendah dari letak jantung. 2. Penderita disuruh agar tetap tenang, karena kegelisahan akan mempercepat penjalaran bisa. 3. Pasangkan/Kenakan torniket (torniquet) di daerah tepat di atas tempat luka yang digigit ular. (Torniket ini dimaksudkan untuk mencegah aliran darah yang sudah tercemar bisa ular mengalir ke arah jantung) 4. Denyut nadi di bagian yang terletak lebih rendah dari torniket harus merasa tetap teraba. khusus untuk gigitan ular sendok (kobra), torniket dikencangkan seperti pada perdarahan nadi. 5. Ikat diatas luka sampai berkerut, dan setiap 10 menit kendorkan 1 menit

Torniket untuk menghambat bisa ular atau gigitan binatang berbisa lainnya

6. Buat luka baru sedalam 1 cm dengan menggunakan pisau, cutter atau silet. Ingat, buat sayatan luka baru vertikal terhadap luka gigitan. 7.Keluarkan darah sebanyak mungkin dari sayatan baru itu dan jangan mengeluarkan darah dengan menyedot dengan mulut karena racun dapat mengkontaminasi mulut bahkan resiko tertelan.
8.Lakukan proses pengeluran darah berulang-ulang hingga warna darah yang keluar berubah dari merah kehitaman menjadi merah segar. 9. Segera pergi ke dokter terdekat, jangan lupa menceritakan apabila anda alergi terhadap obat tertentu

Tidak semua gigitan ular berbisa memiliki ciri-ciri diatas dan pada kasus gigitan ular seperti ular weling , ular laut dan ular pudak seruni penanganannya berbeda karena mereka memiliki spesifikasi racun berbeda. Tidak semua gigitan ular berbisa memiliki ciri-ciri diatas dan pada kasus gigitan ular seperti ular weling , ular laut dan ular pudak seruni penanganannya berbeda karena mereka memiliki spesifikasi racun berbeda.

2. GIGITAN LIPAN / KELABANG

Kelabang atau Lipan (bahasa Inggris: centipede) Merupakan hewan arthropoda yang tergolong dari kelas Chilopoda dan upafilum Myriapoda. Kelabang adalah hewan metameric yang memiliki sepasang kaki di setiap ruas tubuhnya. Hewan ini termasuk hewan yang berbisa, dan termasuk hewan nokturnal.

EFEK GIGITAN:
GIGITAN KELABANG MENINGGALKAN BEKAS BERUPA : - SEPASANG LUKA, - MENYEBABKAN PEMBENGKAKAN, - RASA SAKIT DAN KEMERAHAN DI SEKITAR TEMPAT LUKA. - RASA TERBAKAR, - PEGAL DAN SAKIT BIASANYA AKAN HILANG DENGAN SENDIRINYA SETELAH 4-5 JAM KEMUDIAN
.

3. GIGITAN LINTAH
Lintah adalah hewan yang tergabung dalam filum

Annelida subkelas Hirudinea. Terdapat jenis lintah yang dapat hidup di daratan, air tawar, dan laut. Seperti halnya kerabatnya, Oligochaeta, mereka memiliki klitelum. Seperti cacing tanah, lintah juga hermaprodit (berkelamin ganda). Lintah obat Eropa, Hirudo medicinalis, telah sejak lama dimanfaatkan untuk pengeluaran darah (plebotomi) secara medis

CARA PERTOLONGAN PERTAMA


1. Dengan hati-hati lepaskanlah lintah dari tempat ia mengigit. 2. Siram minyak atau air tembakau ke tubuh lintah supaya mempercepat melepaskan gigitan lintah. 3. Apabila ada tanda-tanda reaksi kepekaan seperti di atas, cukup digosok dengan obat atau salep anti gatal biasa