Anda di halaman 1dari 51

IBADAH HAJI

Haji adalah rukun (tiang agama) Islam yang kelima.

Haji Sebagai Ibadah

Berarti berkunjung ke Baitullah untuk berziarah pada suatu waktu tertentu dengan maksud sengaja melakukan beberapa amalan ibadah menurut cara-cara serta ketentuan-ketentuan yg telah ditetapkan. Merupakan salah satu bentuk jihad fisabillillah, harta yg dikeluarkan dianggap infaq fisabillillah, dapat menghapuskan dosa, mendapatkan balasan surga bagi yang mabrur.

Haji
Syarat haji : Islam, Baligh, dewasa, berakal, waras, merdeka, mampu. Rukun Haji : Ihram, Wukuf di Arafah, tawaf ifadah, sai, tahallul, tertib Syarat wajib haji : memulai ihram dan miqat, melontar jumrah, mabit di Mudzdalifah, mabit di Mina, tawaf wada

Macam Macam Haji


1.

2.

3. 4. 5.

Ifrad = haji dan umrah dikerjakan sendiri-sendiri, namun masih dalam bulan haji, haji dilakukan lebih dulu Tamattu = melakukan Umrah terlebih dahulu kemudian haji Qiran = Melakukan umrah dan haji sekaligus Akbar = haji yg wukufnya jatuh pada hari jumat Mabrur= haji yg benar, ikhlas, tidak melakukan dosa, memakai biaya yg halal, dan menjadi insan yg lebih baik setelahnya.

PRESENTASI AGAMA
Aditya Daniswara (0806462395) Mita Puspitasari (0806345171) Ovila Nanci Septiawan (0806345322) Puri Ayu Lestari Rini Setianingsih Yudhistira Adi Wicaksana (0806345713)

AKIDAH

Menurut istilah akidah berarti iman yang teguh dan pasti, yang tidak ada keraguan sedikit pun bagi orang yang meyakininya. Akidah merupakan amalan hati yang berupa keyakinan hati dan pembenarannya terhadap sesuatu yang diyakini Akidah dibangun atas 6 dasar keimanan yang disebut dengan RUKUN IMAN.

Iman Kepada Allah


Mempercayai bahwa Dia itu maujud (ada) yang disifati dengan sifat-sifat keagungan dan kesempurnaan, yang suci dari sifat-sifat kekurangan.
1. 2. 3.

Beriman kepada Allah bisa diartikan berikrar dengan macam-macam tauhid yang tiga : Mengimani sifat rububiyah Allah Mengimani sifat uluhiyah Allah Mengimani Asma dan sifat Allah 2 prinsip dalam meyakini sifat Allah Allah wajib disucikan dari semua sifat-sifat kurang mutlak Allah mempunyai nama dan sifat yang sempurna yang tidak ada kekurangan sedikitpun. Dan tidak ada makhluk yg menyerupai-Nya.

Iman Kepada Malaikat

Salah satu dalil untuk mengetahui keberadaan malaikat adalah melalui berita yang dibawa Nabi Muhammad SAW yaitu Al-Quran. Dalam Al-Quran masalah malaikat disebutkan >75 kali dan tersebar dalam 33 surat

Barangsiapa yang kafir kepada Allah, malaikat-malaikat-Nya, kitabkitab-Nya, rasul-rasul-Nya, dan hari kemudian, maka sesungguhnya orang itu telah sesat sejauh-jauhnya. (An-Nisaa :136)

Iman Kepada Malaikat


1.

2.
3. 4. 5. 6. 7. 8. 9. 10.

Malaikat-malaikat yang wajib diketahui umat islam dan tugas-tugasnya : Jibril : menyampaikan wahyu kepada para Nabi dan Rasul Allah Mikail : membagi rizki kepada seluruh makhluk Israfil : meniup sangkakala pada hari kiamat Izrail : mencabut nyawa (malaikat maut) Munkar: memeriksa amal perbuatan manusia di dalam kubur Nakir : memeriksa amal perbuatan manusia di dalam kubur Raqib : mencatat amal baik manusia ketika hidup di dunia Atid : mencatat amal buruk manusia ketika hidup di dunia Malik : menjaga neraka Ridwan : menjaga surga

Hikmah manusia sebagai khalifah di bumi harus introspeksi mengenai seberapa besar ketaatan dan kepatuhan kepada Allah jika dibandingkan malaikat

Iman Kepada Kitab Allah


Mempercayai dan meyakini sepenuh hati bahwa Allah SWT telah menurunkan kitabkitabnya kepada para nabi atau rasul yang berisi wahyu Allah untuk disampaikan kepada seluruh umat manusia.

Ada 4 kitab : Taurat, Zabur, Injil, Al-Quran

Dalam surat Al-Maidah ayat 48, dijelaskan tentang keutamaan Al-Quran yang artinya : "Dan Kami telah turunkan kepadamu Al Qur'an dengan membawa kebenaran, membenarkan apa yang sebelumnya yaitu kitab-kitab (yang diturunkan sebelumnya), dan sebagai batu ujian terhadap kitab-kitab yang lain itu" Oleh karena itu tidak dibenarkan mengerjakan hukum apapun dari kitab-kitab terdahulu, kecuali yang benar dan ditetapkan Al Qur'an.

Iman Kepada Rasul-Rasul Allah

Nabi secara istilah adalah seorang laki-laki merdeka di mana Allah mengabarkan syariat sebelumya kepadanya agar dia menyampaikan kepada orang-orang yang di sekitarnya dari kalangan pemilik syariat tersebut. Rasul secara istilah adalah laki-laki merdeka yang diutus oleh Allah dengan syariat dan Dia memerintahkannya untuk menyampaikannya kepada orang yang tidak mengetahui atau menyelisihinya dari kalangan orang-orang di mana dia diutus kepada mereka.

Iman Kepada Rasul-Rasul Allah


Dalil yang menetapkan bahwa kenabian adalah murni anugerah Allah adalah firmanNya : Mereka itu adalah orang-orang yang telah diberi nikmat oleh Allah, yaitu para nabi dari keturunan Adam, dan dari orang-orang yang kami angkat bersama Nuh, dan dari keturunan Ibrahim dan Israil, dan dari orang-orang yang telah Kami beri petunjuk dan telah Kami pilih. (Maryam: 58). FirmanNya kepada Musa, "Hai Musa, sesungguhnya Aku memilih (melebihkan) kamu dan manusia yang lain (di masamu) untuk membawa risalahKu dan untuk berbicara langsung denganKu." (Al-Araf: 144). FirmanNya tentang ucapan Yaqub kepada Yusuf, Dan demikianlah Tuhanmu, memilih kamu (untuk menjadi Nabi). (Yusuf: 6).

Iman Kepada Rasul-rasul Allah

Nabi-nabi yang namanya disebut di dalam Al-Quran adalah : Nabi Adam a.s, Nabi Idris a.s, Nabi Nuh a.s, Nabi Hud a.s, Nabi Shaleh a.s, Nabi Ibrahim a.s, Nabi Isma'il a.s, Nabi Ishaq a.s, Nabi Ya'qub a.s, Nabi Yusuf a.s, Nabi Luth a.s, Nabi Ayyub a.s, Nabi Syu'aib a.s, Nabi Musa a.s, Nabi Harun a.s, Nabi Dzulkifli a.s, Nabi Daud a.s, Nabi Sulaimana a.s, Nabi Ilyas a.s, Nabi Ilyasa a.s, Nabi Yunus a.s, Nabi Zakariya a.s, Nabi Yahya a.s, Nabi Isa a.s dan Nabi Muhammad SAW. Nabi Muhammad SAW adalah rasul terakhir sekaigus penutup para nabi, Muhammad itu sekali-kali bukanlah bapak dari seorang laki-laki di antara kamu, tetapi dia adalah Rasulullah dan penutup nabi-nabi. Dan adalah Allah Maha Mengetahui segala sesuatu. (Q.S. Al-Azhab [33]: 40)

Iman Kepada Hari Akhir

Hari dimana seluruh manusia dibangkitkan pada hari tersebut untuk dihisab dan dibalas. Iman kepada hari akhir mengandung 3 unsur : Mengimani baats (kebangkitan) menghidupkan orang ketika tiupan sangkakala yang kedua kali Mengimani hisab (perhitungan) dan jaza (pembalasan) dengan meyakini semua perbuatan akan dihisab dan dibalas Mengimani surga dan neraka sebagai tempat manusia yang abadi

1.

2.
3.

Iman Kepada Qada Dan Qadar


Qada ketetapan Allah sejak zaman azali sesuai dengan iradat-Nya tentang segala sesuatu yang berkenaan dengan makhluk. (Sudah pasti terjadi, tak bisa diubah) Qadar perwujudan atau kenyataan ketetapan Allah terhadap semua makhluknya dalam kadar dan berbentuk tertentu sesuai dengan iradat-Nya. (masih bisa diubah sesuai dengan ikhtiar kita)

Implementasi Akidah

Mendorong kita untuk lebih baik karena dengan akidah kita bisa meninggalkan apa saja yang dianggap dosa dan menjalankan perintah-perintah Allah dengan lebih baik

SYARIAH

Ibadah : Mengatur perilaku dan tata cara berhubungan antara manusia dengan Allah SWT Muamalah: Mengatur perilaku dan tata cara berhubungan antara manusia dengan manusia

Zakat Sebagai Ibadah


Menurut bahasa berarti tumbuh, berkembang, menyucikan, membersihkan. Menurut istilah berarti memberi kekayaan dalam jumlah dan perhitungan tertentu. Rukun Islam ke-4, hukumnya fardhu ain jika telah mencapai ketentuan tertentu

Macam Macam Zakat


Fitrah Dikeluarkan pada bulan ramadhan menjelang Idul Fitri. Besarnya adalah 2,5 kg makanan pokok yg dimakan daerah tsb. 2. Maal Dikeluarkan jika telah mencapai nisab, pada sektor perniagaan, pertanian, pertambangan, hasil laut, ternak, barang temuan, emas dan perak serta hasil kerja
1.

Mustahik
1. 2. 3. 4. 5. 6.

7.
8.

Fakir = hampir tidak memiliki apa-apa, dak mampu memenuhi kebutuhan pokok Miskin = punya harta, namun tidak mencukupi untuk memenuhi kebutuhan pokok Amil = panitia zakat Muallaf = Orang yang baru masuk Islam Hamba Sahaya Gharim = orang yg berhutang untuk sesuatu yg halal dan tidak sanggup membayarnya Fisabillillah = orang yg berjuang di jalan Allah Ibnu Sabil = musafir yg kehabisan biaya

KELOMPOK 3
ANGGOTA :

FGH RTT FFF FFF FFF FFF FFFF FFFF FFFFFF

Jual Beli Sebagai Muamalah


1. 2.

3.

Kesepakatan tukar-menukar benda untuk memiliki benda tsb selamanya. Syarat jual beli : Penjual & pemli Uang & barang yg dibeli Ijab QabulKesepakatan tukar-menukar benda untuk memiliki benda tsb selamanya

Waqaf
Menahan untuk tidak dijual, tidak dihadiahkan, atau diwariskan suatu benda yg dapat diambil manfaatnya. Syarat waqaf: 1. Untuk selamanya 2. Tunai, diserahkan saat ikrar 3. Jelas, kepada siapa diwakafkan Rukun waqaf : Orang yg berwaqaf, barang yg abadi dan dapat diambil manfaatnya, bertujuan baik, pernyataan berupa lisan dan tulisan

Sewa Menyewa

Kesepakatan dimana penyewa harus membayarkan/ memberikan imbalan / manfaat dari benda yg dimiliki pemiliknya. Hukumnya mubah Syarat sewa-menyewa : Barang yg disewakan, penyewa, pemberi sewa, imbalan, dan kesepakatan Hal-hal yg membuat sewa-menyewa batal : barangnya rusak, masa sewa habis, barangnya cacat setelah berada di penyewa

Khiyar

1.

2.

3.

Bebas memutuskan apakah akan meneruskan jual beli/membatalkannya. Macam-macamnya: Majelis = kedua pihak masih berada di tempat transaksi Syarat = khiyar yg dijadikan sarat, dimana penjual memberi batas waktu kepada pembeli Aib = pembeli boleh mengembalikan barang, jika terdapat kerusakan yg mengurangi nilai barang tsb.

Riba

1. 2. 3. 4.

Aqad yg terjadi pada pertukaran benda sejenis tanpa diketahui sama/tidak takarannya. Riba Dilarang agama. Macam-macam riba : Fadhli : Pertukaran barang sejenis yg tidak sama timbangannya Qardhi : Pinjam meminjam, dg syarat memberi kelebihan saat mengembalikannya, disebut juga bunga pinjaman. Yad : Jual beli barang sejenis dan sama timbangannya, namun pembeli dan penjual telah berpisah sebelum serah terima. Nasa : Aqad jual beli dengan penyerahannya beberapa waktu kemudian, bkn saat transaksi

Utang Piutang
1. 2.

3.

Memberikan harta & benda kepada seseorang dg catatan akan dikembalikan pada waktu kemudian dg tidak merubah keadaanya. Rukun Utang piutang : Yg berhutang dan yg berpiutang Harta & benda Lafadz kesepakatan untuk berhutang piutang

Pinjam Meminjam

1. 2. 3.

Sesuatu yg diberikan kepada orang lain, dalam jangka waktu tertentu, lalu dikembalikan dan tidak menghilangkan nilai dr barang tsb. Rukun pinjam meminjam: Yg meminjamkan & yg dipinjamkan Benda yg dipinjamkan Ijab Qabul

Luqathah

Menjaga barang yg hampir sia-sia dan tidak diketahui pemiliknya. Orang yg menemukan wajib mengenli ciri-ciri dan jumlah barang tsb, kemudian diberitahukan kepada orang yg adil, lalu dijaga dan dumumkan kepada khalayak umum selama setahun. Jika pemiliknya memintanya, harus dikembalikan, meski sudah lewat satu tahun. Jika tidak ada yg mengaku bearti menjadi hak milik penemu.

Agunan

1. 2. 3.

Harta yg dijadikan jaminan utang agar bisa dibayar dg harganya oleh pihak yg wajib membayarnya, jka dia gagal membayar hutangnya. Rukun agunan : shigat (ijab qabul), al-aqidan ( pihak yg mengagunkan & yg menrima agunan ) Obyek akad : Barang dan utang Jika bendanya merupakan barang yg bisa dipindah-pindah, maka kekuasaan atas barang tsb dapat dipindahkan. Jika barang tsb tidak dapat berpindah-pindah, maka barang tsb bisa dijual.

Hawalah

Akad pemindahan utang/piutang suatu pihak pada pihak lain. Rukun hawalah: orang yg berhutang (muhil), orang yg memberikan hutang(Muhal), dan orang yg berutang kepada muhil (muhal alih), utang muhil kepada muhal, utang muhal alaih kepada muhil, sighat. Syarat sahnya : muhil& muhal harus sudah baligh, adanya kerelaan muhil&muhal, adanya kesamaan utang, piutang/utang sudah pasti adanya, utang muhal kepada muhil dan hutang muhal alih kepada muhil harus sama.

Wadiah
1.

2.

Memberikan kekuasaan kepada orang lain untuk menjaga harta/barangnya dg terang-terangan. Rukun wadiah : orang yg menitipkan, orang yg dititipi, barang yg ditipkan, ijab qabul Jenis-jenis wadiah : Yad Amanah : penerima titipan tidak diperbolehkan memanfaatkan barang tsb, dan menjamin untuk mengembalikannya secara utuh jika pemiliknya membutuhkan barang tsb. Yad Dhomanah : Penerima titipan boleh memanfaatkan barang tsb, dengan seizin pemiliknya. Namun harus dikembalikan secara utuh, jika diminta pemiliknya.

IMPLEMENTASI AJARAN ISLAM DALAM KEHIDUPAN SEHARI-HARI

Muamalah

Perilaku yang mencerminkan kepatuhan terhadap hukum islam tentang kerjasama ekonomi : 1. Tanggung jawab dalam melaksanakan akad tanggung jawab yang berkaitan dengan kepercayaan yang diberikan kepada pihak yang dianggap memenuhi syarat untuk memegang kepercayaan secara penuh dengan pihak yang masih perlu memenuhi kewajiban sebagai penjamin harus dipertimbangkan

2. Tolong menolong saling menolong sesama peserta (nasabah) dengan hanya berhadapan keridaan Allah dan memberikan santunan perlindungan atas musibah yang akan datang 3. Saling melindungi Perekonomian Islam yang berdasarkan Syariah merupakan usaha saling melindungi dan tolong menolong diantara sejumlah orang atau pihak melalui investasi

4. Adil berbuat adil tanpa memandang bulu dalam transaksi 5. Amanah/jujur dalam kerja sama ekonomi Syriah harus dipenuhinya ikatan yang telah disepakati 6. Perilaku lain menghormati HAM, menjaga lingkungan hidup, dll

Syahadat

Implementasi syahadat adalah merupakan suatu tuntutan atas akidah seseorang Jika sudah melafazkan syahadat, maka orang tersebut tidak dapat mencintai, membenci, saling memberi wala, ataupun saling berseteru karena Allah SWT

Zakat

Penerima zakat adalah fakir, miskin, amil, muallaf, hamba sahaya, gharim, musafir, dan sabilillah Zakat bertujuan menumbuhkan dan meningkatkan harkat dan martabat manusia, sehingga tercapai kehidupan yang baik di dunia dan akhirat

Shalat

Shalat telah ditentukan waktu dan tata cara pengerjaannya terdapat kandungan makna yaitu pembinaan disiplin terhadap waktu dan tugas sehingga seorang muslim terbiasa hidup teratur dan tertib Shalat 5 waktu bisa dijadikan evaluasi diri

Puasa

Puasa dapat melatih seorang muslim untuk menjaga kehormatan diri dari hal-hal yang dilarang oleh Allah SWT Hikmah dari puasa dalam bisnis : 1. Kejujuran dengan jujur bisnis yang dijalani akan mendapatkan keberkahan dari Allah SWT 2. Kepekaan sosial melatih sifat empati dengan cara berbagi kesuksesan dengan orang sekitar 3. Kesabaran menahan hawa nafsu agar tidak berbuat curang

Haji

Realisasi dan implementasi nilai haji ada di Tanah Air Umat Islam memerlukan peningkatan kualitas pendidikan, ekonomi, dan sosial Dalam menunaikan haji harus saling berbagi, bergandengan tangan untuk mewujudkan cita-cita besar diri sendiri maupun lingkungan sekitar

Implementasi Akhlak

Diri Sendiri Keluarga Tetangga Masyarakat Hewan Tumbuhan Makhluk Mati (Abiotik)

Diri Sendiri
Tidak

mencelakakan diri sendiri Tidak melakukan perbuatan yang tercela Memiliki sifat-sifat yang terpuji Pemaaf

Diri Sendiri (lanjutan)


Memelihara kesucian jiwa dengan cara: Mujahadah = kesungguhan menuju jalan surga Muaqabah = tidak menunggu hukuman Muhasabah = melihat perbuatan kita ke belakang Muraqabah = omnipresent Muahadah = meneguhkan janji kepada Allah SWT

Keluarga

Ihsan sebagai Suami Mencari nafkah, bekerja keras, menjadi imam keluarga, dll. Ihsan sebagai Istri Mengurus keluarga, mentaati suami, mengasuh serta mendidik anak, dll. Ihsan sebagai Anak Berbakti pada orang tua, membantu orang tua, belajar dengan rajin, dll

Tetangga

Tiga macam tetangga


Muslim masih sekeluarga = Hak Keluarga, Kekerabatan, & Islam. Muslim saja = Hak Kekerabatan & Islam Kafir = Hak Kekerabatan

Perbuatan lain :

Tidak membuat gaduh Tidak menyakiti perasaannya Tidak merugikannya dll

Masyarakat
Memuliakan tamu Saling menolong Menghormati nilai & norma yang berlaku Melakukan musyawarah Menepati janji Menjalankan amanah dengan baik Membantu orang yang membutuhkan

Hewan
Tidak menyiksa atau mempermainkannya Memberikan makan dan minum Menyayanginya Tidak membuat jadi punah Boleh memeliharanya, asalkan dijaga dengan baik dan tetap mengingat kepada Allah SWT.

Tumbuhan
Memeliharanya dengan baik Tidak melakukan penggundulan hutan Tidak mencabut daun, buah yang belum matang, bunga yang belum mekar karena seperti tidak memberikan kesempatan untuk mencapai tujuan penciptaannya. Menjaga keserasian dan kelestarian lingkungan hidup

Makhluk Mati (Abiotik)


Menjaga keseimbangan lingkungan Abiotik Meminimalisir pencemaran-pencemaran yang terjadi Mengefisienkan penggunaan lingkungan abiotik, seperti mineral, air, tanah, dll. Tidak membuang sampah sembarangan Mencintai lingkungan di sekitar