Anda di halaman 1dari 23

PIT KKN ANGKATAN XLVIII

UNIVERSITAS MUSLIM INDONESIA


Desa Tabo-Tabo, Kec . Bungoro Kab . Pangkep BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Kuliah Kerja Nyata (KKN) adalah merupakan aset nasional, yang lahir dari saham mahasiswa dalam menunjang pembangunan. Konsep ini berasal dari kesadaran mahasiswa sebagai calon sarjana untuk dapat memanfaatkan sebagai waktu belajarnya dalam perkuliahan dan perpustakaan di kampus, bekerja untuk mengembangkan dan mengimplementasikan pengetahuan dan ilmu yang telah didapatkan secara langsung guna untuk memecahkan dan memberikan solusi konkrit setiap permasalahan yang muncul dan juga melaksanakan pembangunan ditengah masyarakat. Pada Universitas tahun 1971, dan Universitas Universitas Gajah Andalas, Mada, telah

Hasanuddin

melaksanakan kegiatan yang pada saat itu masih merupakan proyek perintis dengan nama Pengabdian Mahasiswa Kepada Masyarakat. Dengan adanya kegiatan pengabdian mahasiswa

terhadap masyarakat akan memberikan makna dan arti lebih penting lagi, setelah Presiden Republik Indonesia dalam pidato Dies Natalis Universitas Gajah Mada pada bulan Februari tinggal 1972 dan antara bekerja dan lain mengatakan agar setiap dalam mahasiswa belajar di desa dalam jangka waktu tertentu, membantu masyarakat pelaksanaan memecahkan persoalan pembangunan

sebagai bagian dari kurikulumnya. Berdasarkan dari pemikiran, pengalaman dan

informasi tersebut, maka Direktorat Jenderal Pendidikan 1

PIT KKN ANGKATAN XLVIII

UNIVERSITAS MUSLIM INDONESIA


Desa Tabo-Tabo, Kec . Bungoro Kab . Pangkep Tinggi berkesimpulan untuk mengembangkan salah satu kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang dilaksanakan oleh mahasiswa di Perguruan Tinggi secara nasional. Sehubungan dengan itu pada tanggal 17 - 18 November 1972 telah diselenggarakan suatu seminar nasional di Yokyakarta, diikuti oleh 13 Perguruan Tinggi Negeri yang terdiri dari Universitas pelaksana proyek perintis ditambah dengan 10 perguruan tinggi yang akan diikut sertakan dalam proyek perintis pada tahun akademik 1973/1974 dengan pokok bahasan kegiatan proyek perintis Pengabdian Mahasiswa Kepada Masyarakat diberi nama Kuliah Kerja Nyata Disingkat KKN. Untuk pertama kalinya program KKN dilaksanakan pada tahun akademik 1973/1974 oleh 13 Perguruan Tinggi peserta seminar kemudian pada tahun 1974/1975 diperluas menjadi 15 Perguruan Tinggi, dan tahun 1975/1976 menjadi 29 Perguruan Tinggi. Mulai tahun akademik 1976/1977 semua perguruan tinggi negeri, dan sebagai perguruan tinggi swasta di Indonesia telah menyelenggarakan KKN meskipun belum merata disemua fakultas di tingkat Universitas. Dengan adanya kegiatan KKN sebagai salah satu Mata Kuliah Intrakokurikuler didukung pula oleh ketentuan didalam buka Repelita II Bab 22 dan Repelita III Buku II Bab 17, serta dilanjutkan dengan ketentuan dalam repelita IV Buku II Hal 566 yang merupakan keputusan Pemerintah Republik Indonesia No. 21 Tahun 1984. KKN merupakan program Pendidikan Tinggi yang merealisasikan filsapah pendidikan tinggi di Indonesia berdasarkan Pancasila dan Undang-Undang No. 2 Tahun 1989 tentang sistem Pendidikan Nasional dan peraturan Pemerintah RI nomor 30$ tahun 1990

PIT KKN ANGKATAN XLVIII

UNIVERSITAS MUSLIM INDONESIA


Desa Tabo-Tabo, Kec . Bungoro Kab . Pangkep tentang pendidikan tinggi yang dilaksanakan dalam bentuk pengintegrasian antara kegiatan-kegiatan pendidikan dan pengajaran penelitian serta pengabdian kepada masyarakat secara interdisiplinar. 1.2. Tujuan, Sasaran Dan Status KKN 1.2.1 Tujuan KKN KKN pendidikan berinteraksi adalah merupakan suatu program

intrakokurikuler dengan tujuan utama adalah memberikan kepada mahasiswa dengan cara berbaur langsung dengan masyarakat. Namun di bisa mengambil lokasi harus sekaligus

demikian, karena pelaksanaannya masyarakat dan memerlukan maka realisasinya di lapangan

keterlibatan masyarakat,

memberikan manfaat bagi masyarakat yang bersangkutan. Karenanya KKN memiliki arah yang ganda yaitu :
a. Memberikan pendidikan pelengkap kepada mahasiswa

dari ilmu yang diperoleh di kampus.


b. Mahasiswa

dapat

berpartisipasi

langsung

dalam

membantu masyarakat melaksanakan pembangunan di wilayahnya masing-masing. Dengan demikian, dengan adanya KKN ini maka perguruan tinggi bukan merupakan suatu kelembagaan yang terpisah dari masyarakat, akan tetapi terjadi keterikatan dan saling ketergantungan baik secara fisik maupun emosional antara perguruan tinggi dan masyarakat, sehingga pada gilirannya akan terasa bahwa peranan perguruan tinggi sebagai teknologi pusat dan pengembangan seni menjadi ilmu pengetahuan, di mata lebih nyata

masyarakat.

PIT KKN ANGKATAN XLVIII

UNIVERSITAS MUSLIM INDONESIA


Desa Tabo-Tabo, Kec . Bungoro Kab . Pangkep 1.2.2 Sasaran KKN Atas dasar hal-hal yang sudah dikemukakan, maka KKN mempunyai tiga kelompok sasaran yaitu MahaPitumpanua, masyarakat bersama pemerintah daerah dan Perguruan Tinggi . Masing-masing akan memperoleh manfaat dari pelaksanaan KKN, sebagai berikut : a. Mahasiswa 1. Memperdalam pengertian mahasiswa tentang cara berfikir dan bekerja secara interdisipliner, sehingga dapat menghayati adanya ketergantungan kaitan dan kerjasama antar sektor.
2. Memperdalam

pengertian didapatkan

dan dari

penghayatan kampus untuk di dan

mahasiswa tentang pemanfaatan ilmu, teknologi dan seni


3. Melalui

yang

pelaksanaan pembangunan di setiap sektor. pengalaman bekerja langsung masyarakat,menganalisis, merumuskan

memecahkan masalah secara langsung, akan lebih menumbuhkan sifat profesionalisme dan kepedulian sosial dalam diri mahasiswa dalam arti peningkatan keahlian, tanggung jawab maupun rasa kesejawatan. b. Masyarakat dan Pemerintah Daerah.
1. Memperoleh bantuan pemikiran dan tenaga, serta

ilmu, teknologi dan seni dalam merencanakan dan melaksanakan pembangunan di daerah.
2. Adanya metode metode baru yang dibutuhkan

untuk

merencanakan,

merumuskan

dan

melaksanakan pembangunan.
3. Mendapatkan pengalaman dan pengetahuan baru,

dalam

menggali

serta

menumbuhkan

potensi

PIT KKN ANGKATAN XLVIII

UNIVERSITAS MUSLIM INDONESIA


Desa Tabo-Tabo, Kec . Bungoro Kab . Pangkep swadaya masyarakat sehingga mampu berpartisipasi aktif dalam pembangunan.
4. Lahirnya potensi potensi penerus pembangunan

didalam masyarakat sehingga terjamin kelanjutan pembangunan.


5. Pemerintah daerah dapat memperoleh manfaat dari

bantuan tenaga mahasiswa dalam melaksanakan program dan proyek pembangunan yang berada dibawah tanggung jawabnya. c. Perguruan Tinggi.
1. Mendapatkan

manfaat

balik

sebagai dengan perkuliahan

hasil proses dan

pengintegrasian pembangunan sehingga

mahasiswanya ditengah-tengah materi

masyarakat

kurikulum,

pengembangan ilmu yang diasuh diperguruan tinggi dapat lebih disesuaikan dengan tuntutan nyata dari hasil pembangunan.
2. Mendapatkan berbagai informasi berharga yang di

peroleh

mahasiswa,

berupa

contoh

kasus

di

masyarakat, potensi daerah, dan system kehidupan social masyarakat menemukan


3. Melalui

yang dapat digunakan sebagai masalah dapat untuk menelaah,

referensi dalam memberikan materi perkuliahan dan berbagai mahasiswa, pengembangan penelitian. kegiatan dan menganalisis merumuskan keadaan/kondisi

nyata masyarakat di setiap wilayah yang berguna bagi pengembangan ilmu, teknologi dan seni, serta dapat mendiagnosa secara tepat kebutuhan masyarakat setempat sehingga ilmu, teknologi dan

PIT KKN ANGKATAN XLVIII

UNIVERSITAS MUSLIM INDONESIA


Desa Tabo-Tabo, Kec . Bungoro Kab . Pangkep seni yang diamalkan dapat disesuaikan dengan tuntunan nyata.
4. Meningkatkan, memperluas dan mempererat kerja

sama dengan instansi serta departemen terkait melalui rintisan kerja sama dari mahasiswa yang melaksanakan kegiatan KKN. d. Status Dan Beban Akademik KKN KKN merupakan bagian dari proses pendidikan dan pengembangan diri keberlanjutan kemampuan yang berkaitan erat dengan dan meningkatkan demikian KKN pembinaan mahasiswa secara utuh, guna menunjang pembangunan masyarakat. Dengan

menjadi suatu bagian integral dari kurikulum perguruan tinggi dan juga merupakan persyaratan bagi setiap mahasiswa program Strata Satu (S-1). Status KKN yang intrakurikuler ini antara lain karena : a. Program yang terstruktur. b. Mempunyai bobot akademik (SKS). c. Mempunyai kurikulum.
d. KKN diprogramkan dalam kartu rencana studi (KRS).

status/kedudukan

yang

jelas

dalam

e. Melakukan bimbingan, pembinaan dan evaluasi. 1.3. Dasar Pelaksanaan KKN 1.3.1. Pengertian KKN Kuliah Kerja Nyata (KKN) adalah suatu bentuk pendidikan dengan cara memberikan pengalaman belajar kepada mahasiswa untuk hidup dan berbaur di masyarakat diluar kampus, dan secara langsung mengidentifikasi serta

PIT KKN ANGKATAN XLVIII

UNIVERSITAS MUSLIM INDONESIA


Desa Tabo-Tabo, Kec . Bungoro Kab . Pangkep menangani masalah-masalah pembangunan yang dihadapi masyarakat di lokasi masing - masing. KKN dilaksanakan oleh perguruan tinggi dalam upaya meningkatkan isi dan bobot serta kualitas pendidikan bagi mahasiswa, dan untuk mendapatkan nilai tambah yang lebih besar pada pendidikan tinggi. KKN dilaksanakan di masyarakat diluar kampus dengan maksud meningkatkan relefansi pendidikan tinggi dengan perkembangan dan kebutuhan masyarakat akan ilmu pengetahuan, teknologi, serta seni untuk melaksanakan pembangunan, serta meningkatkan persepsi dan referensi mahasiswa tentang relevansi antara materi kurikulum yang mereka pelajari dikampus dengan realita pembangunan didalam masyarakat. Bagi mahasiswa, kegiatan KKN haruslah dijadikan sebagai pengalaman belajar yang baru, yang tidak akan pernah didapatkan di kampus. Dengan berakhirnya kegiatan KKN, maka mahasiswa diharapkan memperoleh pengetahuan baru, kesadaran baru tentang masyarakat, bangsa, tanah air, serta tentang dirinya sendiri, yang akan sangat berguna bagi bekal hidup sebelum menjadi sarjana. Dengan demikian nyatalah bahwa KKN merupakan kegiatan intrakurikuler bagi MahaPitumpanua program sarjana pada tingkat tertentu dan dalam jangka waktu tertentu. KKN merupakan perpaduan antara kegiatan pendidikan dan pengajaran, penelitian, serta pengalaman ilmu pengetahuan, teknologi dan seni (IPTEKS). 1.3.2. Filsafah Dan Pengabdian KKN a. Filsafah Kuliah Kerja Nyata adalah bagian internal dari proses pendidikan yang mempunyai ciri-ciri khusus. Karenanya

PIT KKN ANGKATAN XLVIII

UNIVERSITAS MUSLIM INDONESIA


Desa Tabo-Tabo, Kec . Bungoro Kab . Pangkep sistem penyelenggaraannya memerlukan landasan idil

yang secara filosofis akan memberikan gambaran serta pengertian yang utuh tentang apa, bagaimana, serta apa KKN itu diselenggarakan. Landasan idil ini secara filosofis akan memberikan petunjuk serta mengendalikan pola pikir dan tindakan dalam setiap proses penyelenggaraan KKN yang pada gilirannya akan membedakannya dari bentukbentuk kegiatan lain. KKN sekurang-kurangnya mengandung lima aspek yang bernilai fundamental dan berwawasan filosofis yang tidak dapat dipisahkan antara satu dengan yang lainnya, yaitu :
1. Keterpaduan pelaksanaan Tridarma perguruan tinggi. 2. Pendekatan interdisiplinar yang komprehensif.

3. Lintas sektoral. 4. Dimensi yang luas dan kepragmatisan. 5. Keterlibatan masyarakat secara efektif. b. Pengabdian Pelaksanaan KKN oleh mahasiswa di masyarakat adalah merupakan diri dan suatu bentuk implementasi moral kaum pengabdian tanggungjawab

intelektual muda yaitu mahasiswa terhadap masyarakat. Dimana mereka dalam jangka waktu tertentu terlibat langsung dengan masyarakat sekitarnya guna memberikan suatu sumbangsi baik berupa dalam bentuk material maupun dari kemampuan pemikiran mereka yang menghasilkan suatu gagasan atau ide-ide kreatif yang berpedoman dari disiplin ilmu yang mereka dapatkan selama menempuh pendidikan di kampus.

PIT KKN ANGKATAN XLVIII

UNIVERSITAS MUSLIM INDONESIA


Desa Tabo-Tabo, Kec . Bungoro Kab . Pangkep Hasil dari pemikiran dan ide mahasiswa dijadikan suatu rumusan program kerja yang akan di tawarkan kepada masyarakat untuk mereka laksanakan. Namun hal ini dapat berjalan sebagaimana mestinya jika diiringi oleh adanya suatu bentuk sinergis dan keselarasan dari program kerja yang ada di Desa / Desa tersebut. Dan harus di barengi oleh adanya kerjasama dan dukungan sepenuhnya oleh seluruh elemen masyarakat daerah tersebut.

BAB II GAMBARAN UMUM POTENSI DESA / DESA 2.1. Luas Wilayah Dan Jumlah Penduduk Desa Tabo-tabo merupakan salah satu daerah yang berada di lingkup Kecamatan Bungoro, Kabupaten Pangkep dan menjadi salah satu lokasi kegiatan Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Muslim Indonesia angkatan ke - 48 Tahun 2011. Luas wilayah desa tabo- tabo ialah +3.224. Desa tabo- tabo Kec .Bungoro yang terdiri +883 KK dengan komposisi jumlah laki-laki dan jumlah perempuan masing-masing + 1.514 Jiwa untuk laki- laki dan + 1.609 jiwauntuk perempuan, sehingga total jumlah penduduk yang bermukim di Desa tabotabo keseluruhan sebanyak + 3.123 Jiwa, Penduduk asli Desa Tabo-tabo yaitu yang berasal dari suku Bugis Pangkep,.Mayoritas beragama Islam 2.2. Kondisi Geografis

PIT KKN ANGKATAN XLVIII

UNIVERSITAS MUSLIM INDONESIA


Desa Tabo-Tabo, Kec . Bungoro Kab . Pangkep Secara administratif, Desa Tabo-tabo berada dalam

wilayah pemerintahan Kecamatan Bungoro, Kabupaten Pangkep yang mempunyai luas wilayah + 3224 Ha. Desa Tabo-tabo terdiri atas 13 Rukun Tetangga(RT) & 6 Rukun Warga (RW). Dengan batas wilayah : Sebelah Utara Sebelah Selatan
Sebelah Barat

: Desa Baring : Desa Mangilu : Desa Bara batu : Desa Pujinanting

Timur

Berikut ini ialah Kondisi geografis di Desa Tabo-tabo, yakni : Ketinggian Tanah dari permukaan laut Banyaknya curah hujan : 50-200 Mdpl

: 275 mm/thn : Tinggi

Topografi(dataran rendah tinggi pantai)

Secara

Geografis

iklim

Desa

Tabo-tabo

adalah

beriklim tropis yang terdiri atas dua musim, yaitu musim kemarau dan musim hujan. 2.3 Perhubungan Berbicara tentang perhubungan, Desa Tabo-tabo termasuk desa yang mudah dijangkau dengan menggunakan kendaraan pribadi , baik roda dua, maupun roda empat, akan tetapi apabila ingin di jangkau dengan menggunakan kendaraan umum roda empat, agak sulit, karena masih jarang kendaraan umum yang beroprasi di desa ini. Di desa tabo- tabo juga masih ada 10

PIT KKN ANGKATAN XLVIII

UNIVERSITAS MUSLIM INDONESIA


Desa Tabo-Tabo, Kec . Bungoro Kab . Pangkep beberapa lokasi yang belum bisa jangkau oleh kendaraan umum khususnya roda empat, karena kondisi jalanannya yang kurang baik. 2.4 Kesehatan Mengenai fasilitas kesehatan desa tabo- tabo cukup memadai dimana terdapat satu buah puskesmas pembantu (PUSTU) dan satu buah pusat kesehatan desa (PUSKEDES). 2.5 Agama dan adat istiadat Kita ketahui bahwa agama dan adat istiadat di suatu daerah merupakan ciri khas daerah itu sendiri yang dapat memberikan cerminan mengenai keadaan desa itu, yang mana hal itu harus dimiliki oleh setiap daerah. Di desa tabo- tabo sendiri, penduduknya mayoritas beragama islam yang didukung dengan sarana peribadatan di desa tabo- tabo terdapat 6 mesjid dan satu musallah masing masing di lingkungan RT dan RW desa tabo- tabo. 2.6 Pendidikan Ketersediaan sarana dan prasarana pendidikan di desa tabo- tabo sudah cukup memadai. Hal ini dapat dilihat dari terdapatnya tiga sekolah dasar (SD), satu sekolah menengah pertama (SMP), satu madrasah dan satu ailyyah di lingkungan desa tabo- tabo. 2.7 Keadaan Sosial Ekonomi Kondisi sosial ekonomi desa tabo-tabo terdiri atas :
Mata pencaharian

11

PIT KKN ANGKATAN XLVIII

UNIVERSITAS MUSLIM INDONESIA


Desa Tabo-Tabo, Kec . Bungoro Kab . Pangkep Dari survey yang dilakukan secara umum dapat kami simpulkan bahwa sumber mata pencaharian masyarakat di desa tabo- tabo adalah petani dan pertukangan. Selain itu pula ada penduduk yang bekerja sebagai pegawai negeri, dan wiraswasta

Penghasilan Daerah - Pertanian panjang, jeruk, manga, : Padi, jagung, kacang tanah, kacang terong, Lombok, papaya, pisang, jambu, kelapa, kopi.

- Pertambangan &bahan galian : pasir, batu kali, batu bangunan

BAB III IDENTIFIKASI PERMASALAHAN DAN PEMECAHAN MASALAH

Untuk mengetahui perkembangan dan situasi yang terjadi di lokasi KKN,serta kebutuhan mendasar masyarakat setempat, maka mahasiswa PIT KKN UMI Angk XLVIII tahun 2011 di Desa tabo-tabo membutuhkan waktu kurang lebih 1 hari untuk mengidentifikasi permasalahan yang ada di masyarakat. Dari hasil observasi pada tanggal 21 Oktober 2011, mahasiswa KKN UMI Angk. XLVIII tahun 2011 Desa tabo-tabo mengidentifikasi dalam beberapa bidang program

12

PIT KKN ANGKATAN XLVIII

UNIVERSITAS MUSLIM INDONESIA


Desa Tabo-Tabo, Kec . Bungoro Kab . Pangkep kerja, adapun hasil observasi dijelaskan dalam poin-poin di bawah ini :
3.1 Identifikasi Masalah

Nuansa pola pikir yang didasari dari konsep secara teoritis berupaya menyeimbangkan keberadaan praktis di dunia realitas. Tingkatan potensi individu menjadi landasan untuk menyatukan dari setiap perbedaan. Dalam hal ini proses identifikasi masalah dibagi sesuai dengan bidang program kerja. Untuk lebih memudahkan dalam mengaktualisasikan program kerja ini, maka terbagi atas 2 bentuk program kerja, yaitu sebagai berikut : a. Program Fisik

Pembuatan Bagan Struktur Organisasi Desa Tabo-Tabo

Pengecetan Batas Desa Tabo-Tabo Pengecatan Baruga Desa Tabo-tabo


Pembuatan rambu-rambu mesjid

b. Program Non-Fisik Nama Kegiatan : Mengajar Waktu : Senin - Sabtu

Tempat Sasaran Tujuan tabo

: Sekolah-Sekolah : SD, SLTP &,SLTA : membantu meningkatkan mutu pendidikan di desa tabo: Meeting Club

Nama Kegiatan

13

PIT KKN ANGKATAN XLVIII

UNIVERSITAS MUSLIM INDONESIA


Desa Tabo-Tabo, Kec . Bungoro Kab . Pangkep Waktu Mengajar Tempat Sasaran Tujuan

: Disesuaikan Jadwal Belajar : Outdoor : SD,SMP, & SMA Tabo-Tabo : Menambah Pengetahuan Tentang Vocal(Kosa kata)

Nama Kegiatan : Penyuluhan Kesehatan Tentang Imunisasi Waktu : Senin, 31 Oktober 2011 Tempat Sasaran Tujuan

:Pustu Desa Tabo-Tabo :Warga Tabo-Tabo : Memberikan Pengetahuan tentang imunisasi dan Manfaatnya : Pelatihan Medis Praktis dan Kegawatdaruratan

Nama Kegiatan

Waktu Tempat Sasaran Tujuan daruratan

: Rabu & Jumat Sore : Pelataran Sekolah : SMP & SMA : Memberikan Pengetahuan tentang Medis Praktis dan Kegawat

3.2

Kendala Yang Dihadapi Berdasarkan dari hasil identifikasi nampak bahwa masyarakat pada umumnya telah berbaur dengan era kehidupan teknologi modern, namun hal ini belum merata sampai kepada elemen elemen lapisan bawah. Oleh sebab itu mereka masih membutuhkan bantuan dalam bentuk ide kreatif maupun fisik. Namun ide maupun bantuan fisik harus

14

PIT KKN ANGKATAN XLVIII

UNIVERSITAS MUSLIM INDONESIA


Desa Tabo-Tabo, Kec . Bungoro Kab . Pangkep lebih optimal dan bersifat simpatik dalam hal

penyampaiannya sehingga masyarakat mudah menerima hal hal baru di lingkungan mereka. Namun hal tersebut dapat terealisasi dengan baik, jika telah terjalin sosialisasi antara mahasiswa KKN UMI dengan masyarakat setempat. Adapun kendala-kendala yang kami hadapi adalah sebagai berikut : 1. Adanya salah satu Lingkungan yang kurang harmonis antara penduduk dan perangkat / pejabat Lingkungannya, sehingga terjadinya kurang komunikasi antar mereka dan menimbulkan kerja. 2. Adanya kesibukan masing masing pejabat pemerintahan dan masyarakat, sehingga setiap sedikit terkendala kerja yang dalam akan menyampaikan direalisasikan.
3. Minimnya dana yang ada, dan tidak adanya tersedia

perbedaan

cara

pandang

dan

pola

pemikiran, sehingga sulit untuk merealisasikan program

program

bantuan dana dari Universitas, guna lebih memudahkan dalam merealisasikan program kerja.
4. Sarana

dan prasarana serta fasilitas Desa Tabo-tabo

kurang memadai sehingga penambahan fasilitas lainnya cukup memberatkan peserta KKN. 5. Cuaca yang kurang bersahabat sehingga banyak program fisik yang tertunda pelaksanaannya BAB IV ALTERNATIF PEMECAHAN MASALAH

15

PIT KKN ANGKATAN XLVIII

UNIVERSITAS MUSLIM INDONESIA


Desa Tabo-Tabo, Kec . Bungoro Kab . Pangkep Dinamika kehidupan masyarakat Desa Tabo-tabo yang harmonis diantara mereka dan masih memegang teguh sikap saling menghormati dengan penuh rasa kekeluargaan dan keramahan sebagai ciri khas adat ketimuran masyarakat Sulawesi Selatan yang terpancarkan dari sikap mereka dalam penerimaan orang baru sehingga dalam mencari alternatif pemecahan masalah yang dihadapi dapat cepat di selesaikan. Berikut ini akan kami uraikan berbagai alternatif penyelesaian dari masalah-masalah yang kami hadapi dalam menyelesaikan program kerja 4.1 Program Fisik Pengecetan Batas Desa Tabo-Tabo
Dilaksanakan pada hari Jumat, 25 November 2011 bertempt di perbatasn desa tabo-tabo dan tarweang.

Pengecatan Baruga desa Tabo-tabo Dilaksanakan pada hari Selasa, 22 November 2011 bertempat di samping bali desa tabo-tabo.
Pembuatan rambu-rambu masjid

Pembuatan rambu-rambu masjid di laksanakan pada hari Sabtu,26 November 2011 bertempat di POSKO KKN TaboTabo. 4.2 Program Non-Fisik

Mengajar di Madrasah Aliyah Darud Dawh Wal-Irsyad. Kegiatan mengajar di Madrasah Aliyah Darud Dawh WalIrsyad Tabo-tabo dilaksanakan dengan bekerjasama dengan para pengajar yang bertugas mengajar di Madrasah Aliyah Darud Dawah Wal-Irsyad. yang dilaksanakan mulai tanggal 23 Oktober -26 16

PIT KKN ANGKATAN XLVIII

UNIVERSITAS MUSLIM INDONESIA


Desa Tabo-Tabo, Kec . Bungoro Kab . Pangkep November,setiap hari senin sabtu jam 08:00-09:00 pagi dan jam 04:00-05:00. Mengajar di SDN 17 Tabo-tabo Kegiatan ini dilaksanakan atas bantuan dan kerjasama kepala sekolah dan para guru SDN Tabo-tabo di kelas ,V dan VI selama tiga pekan lamanya yang dimulai pada hari kamis tanggal 31 Oktober-19 November 2011. English Meeting Club Kegiatan ini dilaksanakan atas bantuan dan kerja sama wrga desa tabo-tabo yg juga merupakan siswa-siswi Madrasah Aliyah Darud Dawah Wal irsyad yang selalu bersemangat untuk belajar bahasa inggris. Penyuluhan kesehatan tentang Iunisasi Kegiatan ini dilaksanakan berkat kerja sama dengan para staf yang bekerja di pustu tabo-tabo pada hari Senin 31 Oktober 2011dan merupakan pemberian layanan kepd masyarakat. Peserta dari kegiatan ini adalah warga tabotabo itu sendiri yang kebanyakan adalah ibu-ibu. Membantu di Pusat Kesehatan Desa Kegiatan ini dilaksanakan dalam rangka membantu para staf di pusat kesehtan desa dalam menjalankan tugasnya memberikan pelayanan kesehatan bagi masyarakat di desa tabo-tabo. Membantu Pelayanan kantor desa Kegiatan ini dilaksanakan dalam rangka untuk membantu staf desa dalam mengerjakan tugas kesehariannya dan membantu memperbaiki fasilitas kantor terutama komputer.

17

PIT KKN ANGKATAN XLVIII

UNIVERSITAS MUSLIM INDONESIA


Desa Tabo-Tabo, Kec . Bungoro Kab . Pangkep

BAB V PELAKSANAAN KEGIATAN Berdasarkan bab-bab sebelumnya telah diuraikan seperti pengidentifikasikan masalah pada setiap program kerja, sama halnya dengan mencari alternatif pemecahan masalah, jelas bahwa disetiap program kerja terdapat kendala, dari kendala yang dihadapi tersebut masing-masing terdapat suatu pemecahan masalah yang menghasilkan suatu solusi dan membangun pemahaman baru dalam proses mencari hikmah dari setiap masalah yang dihadapi. Berdasarkan hasil seminar program kerja mahasiswa PIT KKN UMI Angk. XLVIII tahun 2011 di Desa Tabo-tabo dengan memandang permasalahan serta kendala yang dihadapi di lapangan, maka dihasilkan serangkaian kegiatan sebagai alternatif pemecahannya. Dari hasil seminar program kerja, terdapat 7 program kerja utama yang diselesaikan dalam waktu kurang lebih 40 hari. Dan syukur Alhamdulillah semua program kerja yang telah kami recanakan dapat kami selesaikan dan berjalan dengan baik. Keberhasilan program kerja mahasiswa PIT KKN UMI Angk. XLVIII Desa Tabo-tabo tidak lepas dari peran serta dan kerjasama segenap masyarakat Desa Tabo-tabo, beserta tokoh masyarakat dan agama dan mahasiswa KKN pada khususnya serta arahan dari bapak kepala kelurahan dan supervisor kami. Adapun kegiatan yang kami dapat laksanakan selama masa pengabdian kami di Desa Tabo-tabo dapat kami jabarkan sebagai berikut :

18

PIT KKN ANGKATAN XLVIII

UNIVERSITAS MUSLIM INDONESIA


Desa Tabo-Tabo, Kec . Bungoro Kab . Pangkep

5.1 Program Fisik Pengecetan Batas Desa Tabo-Tabo


Dilaksanakan pada hari Minggu, 27 November 2011 bertempt di perbatasn desa tbo-tbo dan tarweang.

Pengecatan Baruga desa Tabo-tabo Dilaksanakan pada hari kamis, 17 November 2011 bertempat di samping bali desa tabo-tabo.
Pembuatan rambu-rambu masjid

Pembuatan rambu-rambu masjid di laksanakan pada hari Sabtu,26 November 2011 bertempat di POSKO KKN TaboTabo. 5.2 Program Non-fisik

Mengajar di Madrasah Aliyah Darud Dawh Wal-Irsyad. Kegiatan mengajar di Madrasah Aliyah Darud Dawh WalIrsyad Tabo-tabo dilaksanakan mulai tanggal 23 Oktober -26 November,setiap hari senin sabtu jam 08:00-09:00 pagi dan jam 04:00-05:00. Mengajar di SDN 17 Tabo-tabo Kegiatan ini dilaksanakan atas bantuan dan kerjasama kepala sekolah dan para guru SDN Tabo-tabo di kelas ,V dan VI selama tiga pekan lamanya yang dimulai pada hari kamis tanggal 31 Oktober-19 November 2011. English Meeting Club Kegiatan ini dilaksanakan atas bantuan dan kerja sama wrga desa tabo-tabo yg juga merupakan siswa-siswi

19

PIT KKN ANGKATAN XLVIII

UNIVERSITAS MUSLIM INDONESIA


Desa Tabo-Tabo, Kec . Bungoro Kab . Pangkep Madrasah Aliyah Darud Dawah Wal irsyad yang selalu bersemangat untuk belajar bahasa inggris. Penyuluhan kesehatan tentang Iunisasi Kegiatan ini dilaksanakan berkat kerja sama dengan para staf yang bekerja di pustu tabo-tabo pada hari Senin 31 Oktober 2011dan merupakan pemberian layanan kepada masyarakat. Peserta dari kegiatan ini adalah warga tabotabo itu sendiri yang kebanyakan adalah ibu-ibu. Pelatihan Medis Praktis dan Kegawatdaruratan Kegiatan ini dilaksanakan bertujuan untuk memberikan pelatihan mengenai ilmu medis praktis dan kegawatdaruratan terhadap siswa SMP, dan SMA. Sehingga mereka diharapkan dapat menjadi dokter cilik dan dapat memberikan pertolongan pertama pada kasus kegawatdaruratan di desa tabo-tabo.

20

PIT KKN ANGKATAN XLVIII

UNIVERSITAS MUSLIM INDONESIA


Desa Tabo-Tabo, Kec . Bungoro Kab . Pangkep

BAB VI PENUTUP 6.1. Kesimpulan Dengan ucapan segala puji bagi Allah SWT yang telah memberikan kita kesehatan, perlindungan, dan pertolongan. Karena dengan kesehatan kita mampu bertahan di tempat KKN ini di Desa Tabo-tabo. Karena dengan perlindungan dan pertolonganNya juga kita bisa melaksanakan tugas dengan baik dan sukses. Adapun tugas program kerja yang telah dilaksanakan secara menyeluruh karena adanya dukungan dari teman-teman, baik itu dari segi materi, tenaga, pikiran yang semuanya itu didasari atas tanggung jawab, solidaritas yang tinggi, dan rasa persaudaraan. Adapun nilai sukses yang telah kita capai sampai selesainya program kerja Desa karena adanya dukungan pemerintah setempat, dan kerjasama seluruh masyarakat di Desa Tabo-tabo. Dengan nilai-nilai kebaikan yang sudah ada kita harus mempertahankan dan membudayakan budaya yang baik dari seluruh segi kehidupan, baik itu dari segi agama, sosial, ekonomi, politik, tradisi dan adat-istiadat setempat, adapun nilai-nilai yang belum baik kita jadikan baik dan benar, adapun masalah yang kita hadapi selama KKN ini kita semua duduk bersama dengan mengedepankan musyawarah untuk mencapai mufakat, memupuk semangat gotong royong untuk mencapai hasil yang baik dan bernilai

21

PIT KKN ANGKATAN XLVIII

UNIVERSITAS MUSLIM INDONESIA


Desa Tabo-Tabo, Kec . Bungoro Kab . Pangkep dimata masyarakat. Dengan adanya kerjasama semua

elemen di Desa Tabo-tabo kita bisa wujudkan nilai optimal yang telah tercapai dan sukses.

Dengan solidaritas,

demikian rasa

dari

dasar serta

tanggung kejujuran

jawab, bisa

persaudaraan,

mewujudkan nilai-nilai kebaikan dan budi pekerti luhur antar sesama mahasiswa pada khususnya dan masyarakat pada umumnya. 6.2. Saran-saran 1. Hasil yang telah dicapai agar bisa dipertahankan dan dilestarikan kedepan. 2. Nilai-nilai yang sudah ada dan menjadi budaya yang baik tetap dikembangkan dan menjadi tanggung jawab tiap elemen di Desa Tabo-tabo. 3. Harus ada nilai berkesinambungan dalam tiap kegiatan apapun dengan semangat gotong royong dan mengedepankan musyawarah untuk mencapai mufakat. 4. Nilai profesional dalam bekerja harus diutamakan sesuai prosedur dan proporsional. 5. Nilai kualitas tiap individu harus dikembangkan, nilai kuantitas harus tetap dijaga dan diberdayakan. 6. Masalah yang dihadapi jangan dijadikan beban tapi jadikan sebuah tugas bersama yang harus diselesaikan dengan baik dan benar.

22

PIT KKN ANGKATAN XLVIII

UNIVERSITAS MUSLIM INDONESIA


Desa Tabo-Tabo, Kec . Bungoro Kab . Pangkep 7. Koordinasi tiap elemen harus dilaksanakan dan dijaga, baik itu dari mahasiswa sendiri, pemerintahan, dan masyarakat setempat. 8. Harus ada kesadaran dan motivasi baik dari luar maupun dari dalam kita sendiri.

23