Anda di halaman 1dari 4

6

BAB II TINJAUAN PUSTAKA


2.1 Pengertian Aldehid dan Keton Aldehid dan keton adalah senyawa-senyawa sederhana yang mengandung sebuah gugus karbonil sebuah ikatan rangkap C=O. Aldehid dan keton termasuk senyawa yang sederhana jika ditinjau berdasarkan tidak adanya gugusgugus reaktif yang lain seperti -OH atau -Cl yang terikat langsung pada atom karbon di gugus karbonil seperti yang bisa ditemukan misalnya pada asamasam karboksilat yang mengandung gugus -COOH. Pada aldehid, gugus karbonil memiliki satu atom hidrogen yang terikat padanya bersama dengan salah satu dari gugus berikut: atom hidrogen lain atau, yang lebih umum, sebuah gugus hidrokarbon yang bisa berupa gugus alkil atau gugus yang mengandung sebuah cincin benzen. Pada keton, gugus karbonil memiliki dua gugus hidrokarbon yang terikat padanya. Sekali lagi, gugus tersebut bisa berupa gugus alkil atau gugus yang mengandung cincin benzen. Perlu diperhatikan bahwa pada keton tidak pernah ada atom hidrogen yang terikat pada gugus karbonil (Clark, 2007).

2.2 Ciri-ciri Aldehid Aldehid berasal dari alkohol dehidrogenatum. (cara sintesisnya). Struktur Aldehid adalah R CHO. Sifat-sifat kimia aldehid dan keton umumnya serupa, hanya berbeda dalam derajatnya. Unsur C kecil larut dalam air (berkurang + C). Aldehid merupakan senyawa polar dan memiliki titik didih yang lebih tinggi dibandingkan dengan senyawa non polar. Satu-satunya aldehid yang berbentuk gas pada suhu kamar, tak bewarna, baunya tajam, larut dalam air (H2O) dari 40% disebut formalin. Aldehid dapat dibuat dengan cara : Oksidasi dari alcohol primer Oksidasi dari metal benzen Reduksi dari asam klorida

(Ratna, 2010)

2.3 Ciri-ciri Keton Keton merupakan suatu senyawa organik yang mempunyai sebuah gugus karbonil (C=O) terikat pada dua gugus alkil, dua gugus aril atau sebuah alkil dan sebuah aril. Sifat-sifat keton sama dengan aldehid. Struktur: (R)2-C=O. Contoh dari keton adalah propanon atau biasa disebut aseton atau sama dengan dietil eter, yang memiliki sifat tak berwarna, mudah menguap dan merupakan pelarut yang baik. Keton dapat dibuat dengan cara : Oksidasi dari alkohol sekunder Asilasi Friedel-Craft Reaksi asam klorida dengan organologam (Ratna, 2010)

2.4 Sifat-sifat Fisika dan Kimia Aldehid dan Keton Sifat kimia dari aldehid dan keton ditentukan oleh gugus karbonil. Oleh karena itu ada beberapa sifat dari aldehida dan keton yang memiliki kesamaan. Namun, karena adanya perbedaan gugus yang terikat pada gugus karbonil antara aldehid dan keton. Perbedaan sifat kimia yang paling menonjol antara aldehid dan keton adalah : a. Aldehid mudah teroksidasi sedangkan keton agak sukar teroksidasi. b. Aldehid lebih reaktif dibanding dengan keton terhadap adisi nukleofiliki.

Sedangkan sifat suatu aldehid dan keton dari fisiknya adalah a. Aldehid dan keton tidak mengandung hidrogen yang terikat pada oksigen, sehingga tak dapat terjadi ikatan hidrogen seperti pada alkohol. b. Aldehid dan keton adalah polar dan membentuk daya tarik-menarik elektrostatik yang relatif kuat molekulnya. c. Aldehid dan keton mempunyai titik didih intermediet antara senyawa ikatan hidrogen dengan senyawa non polar. d. Kelarutan aldehid dan keton dalam air sama dengan alkohol.

Ada beberapa perbedaan antara aldehida dan keton pada sifat dan struktur yang mempengaruhinya, yaitu : a. Aldehid sangat mudah dioksidasi, sedangkan keton sukar untuk beroksidasi. b. Aldehid biasanya lebih reaktif dari keton, terhadap suatu reagen yang sama. Hal ini disebabkan karena atom karbonil dari aldehida kurang dilindungi dibandingkan keton. c. Aldehida jika teroksidasi akan menghasilkan asam karboksilat dengan jumlah atom yang sama tetapi untuk keton tidak, dikarenakan pada keton sering mengalami pemutusan ikatan yang menghasilkan 2 ikatan asam karboksilat dengan jumlah atom karbon dari keton mula-mula (akibat putusnya ikatan karbon). Keton siklik menghasilkan asam karboksilat dengan jumlah atom karbon yang sama banyak. Jadi perbedaan kereaktifan antara aldehid dan keton dengan oksidator dapat digunakan untuk membedakan kedua senyawa tersebut (Helda, 2010).

2.5 Pembuatan Aldehid dan Keton 2.5.1 Pembuatan Aldehid Aldehid dapat dibuat dengan berbagai cara, yaitu : 1. Oksidasi alkohol primer dengan katalis Ag/Cu, reaksi ini dalam industri digunakan untuk membuat formaldehida/formalin. RCH2OH RC(OH)2 RC OH 2. Destilasi kering garam Na-karboksilat dengan garam natrium format. Natrium karboksilat + asam format alkanal + asam karbonat. RCOONa + HCOONa RC=OH + Na2CO3 3. Dari alkilester format dengan pereaksi Grignard (R-Mgl) HCOOR + R-Mgl RC = OH + RO-Mgl RC (OH)2 RC=OH

2.5.2

Pembuatan Keton Keton dapat dibuat dengan berbagai cara, yaitu : 1. Oksidasi alkohol sekunder Oksidasi alcohol sekunder dengan katalis natrium bikromat dan asam sulfat akan menghasilkan keton dan air. Contoh : H3C-CHCH3 + Na2Cr2O7 + H2SO4 H3C-C-CH3 + H2O || O Mengalirkan uap alkohol di atas tembaga panas Oksidasi uap alkohol sekunder dengan katalis tembaga panas akan menghasilkan keton dan gas hidrogen. Contoh : H3C-CH-CH3 + Cu (15oC) H3C-C-CH3 + H2O || O 2. Memanaskan garam kalsium asam monokarboksilat Keton dapat diperoleh dari pemanasan garam kalsium asam

monokarboksilat. Contoh : Ca(CH3COO)2 H3C-C-CH3 + CaCO3 || O