Anda di halaman 1dari 4

A.

DEFINISI Dengue Haemoragic Fever (DHF) adalah penyakit demam akut yang disertai dengan adanya manifestasi perdarahan, yang bertendensi mengakibatkan renjatan yang dapat menyebabkan kematian (Arief Mansjoer & Suprohaita; 2000; 419) Demam berdarah dengue adalah penyakit demam akut yang disebabkan oleh empat serotipe virus dengue dan ditandai dengan empat gejala klinis utama yaitu demam yang tinggi, manifestasi perdarahan, hepatomegali, dan tanda-tanda kegagalan sirkulasi sampai timbulnya renjatan (sindroma renjatan dengue) sebagai akibat dari kebocoran plasma yang dapat menyebabkan kematian. (Rohim dkk, 2002 ; 45) B. EPIDEMIOLOGI Flavivirus (Arbovirus) dari 4 serotipe (1,2,3 & 4) dibawa nyamuk Aedes aegypti yang bersifat: A. Sangat domestik, B. Menggit pada pagi, siang & sore hari (sekolah, pasar dll) & mengigit berulang-ulang, C. Jentiknya berkembang di air jernih/air hujan, D. Jarak terbang rata-rata 40100 m., E. Suhu udara optimal 28 29C. Di hutan virus DHF juga dapat dibawa oleh nyamuk A. albopictus.

ETIOLOGI 1. Virus dengue Virus dengue yang menjadi penyebab penyakit ini termasuk ke dalam Arbovirus (Arthropodborn virus) group B, tetapi dari empat tipe yaitu virus dengue tipe 1,2,3 dan 4. keempat tipe virus dengue tersebut terdapat di Indonesia dan dapat dibedakan satu dari yang lainnya secara serologis virus dengue yang termasuk dalam genus flavovirus ini berdiameter 40 nonometer dapat berkembang biak dengan baik pada berbagai macam kultur jaringan baik yang berasal dari sel sel mamalia misalnya sel BHK (Babby HomsterKidney) maupun sel sel Arthropoda misalnya sel aedes Albopictus. 2. Vektor Virus dengue serotipe 1, 2, 3, dan 4 yang ditularkan melalui vektor yaitu nyamuk aedes aegypti, nyamuk aedes albopictus, aedes polynesiensis dan beberapa spesies lain merupakan vektor yang kurang berperan berperan.infeksi dengan salah satu serotipe akan

menimbulkan antibodi seumur hidup terhadap serotipe bersangkutan tetapi tidak ada perlindungan terhadap serotipe jenis yang lainnya (Arief Mansjoer & Suprohaita; 2000;420). Patofisiologi Virus dengue yang telah masuk ketubuh penderita akan menimbulkan virtemia. Hal tersebut menyebabkan pengaktifan complement sehingga terjadi komplek imun Antibodi virus pengaktifan tersebut akan membetuk dan melepaskan zat (3a, C5a, bradikinin,serotinin, trombin, Histamin), yang akan merangsang PGE2 di Hipotalamus sehingga terjaditermo regulasi instabil yaitu hipertermia yang akan meningkatkan reabsorbsi Na+ dan air sehingga terjadi hipovolemi. Hipovolemi juga dapat disebabkan peningkatkan permeabilitasdinding pembuluh darah yang menyebabkan kebocoran palsma. Adanya komplek imunantibodi virus juga menimbulkan Agregasi trombosit sehingga terjadi gangguan fungsitrombosit, trombositopeni, coagulopati. Ketiga hal tersebut menyebabkan perdarahanberlebihan yang jika berlanjut terjadi shock dan jika shock tidak teratasi terjadi Hipoxiajaringan dan akhirnya terjadi Asidosis metabolik. Asidosis metabolik juga disebabkankarena kebocoran plasma yang akhirnya tejadi perlemahan sirkulasi sistemik sehinggaperfusi jaringan menurun jika tidak teratasi terjadi hipoxia jaringan.Masa virus dengue inkubasi 3-15 hari, rata-rata 5-8 hari. Virus hanya dapat hidupdalam sel yang hidup, sehingga harus bersaing dengan sel manusia terutama dalamkebutuhan protein. Persaingan tersebut sangat tergantung pada daya tahan tubuhmanusia.sebagai reaksi terhadap infeksi terjadi (1) aktivasi sistem komplemen sehinggadikeluarkan zat anafilaktosin yang menyebabkan peningkatan permiabilitas kapiler sehinggaterjadi perembesan plasma dari ruang intravaskular ke ekstravaskular, (2) agregasi trombositmenurun, apabila kelainan ini berlanjut akan menyebabkan kelainan fungsi trombositsebagai akibatnya akan terjadi mobilisasi sel trombosit muda dari sumsum tulang dan (3)kerusakan sel endotel pembuluh darah akan merangsang atau mengaktivasi faktorpembekuan.Ketiga faktor tersebut akan menyebabkan (1) peningkatan permiabilitas kapiler; (2)kelainan hemostasis, yang disebabkan oleh vaskulopati; trombositopenia; dan kuagulopati 5(Arief Mansjoer &Suprohaita; 2000; 419).