P. 1
Sistem Reproduksi Manusia

Sistem Reproduksi Manusia

|Views: 20|Likes:
Dipublikasikan oleh Elena Agustine
Presentasi Referat Obsgyn
Presentasi Referat Obsgyn

More info:

Categories:Types, Reviews
Published by: Elena Agustine on Mar 08, 2013
Hak Cipta:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PPTX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

12/05/2013

pdf

text

original

Putri Tama Hasandy Satya Viddin 042011101045

  Fertilisasi adalah pertemuan antara sel telur dengan sperma yang menghasilkan zygot.Pembelahan dan Pembentukan Blastosis . Fertilisasi dan Pembelahan Awal 3. Transportasi sperma dan sel telur 2.(pembuahan) Tahapan: 1.

     Sel telur yang dilepaskan COC Sel Telur masuk ke oviduct melalui ostium Setelah ovulasi. oosit dan cumulus oophorus berada di ampulla dari tuba selama 1520 menit. Fimbriae mengarahkan ovu ke ostium (ovotaxis) Pengangkutan difasilitasi oleh sel-sel kumulus sehingga mudah ditangkap oleh silia fimbriae .

 Lama transportasi ovum ke oviduct .

Sperma kemudian harus berikatan pada membran sel (membrane vitellin)  Sel telur tidak hanya harus merespon sperma.  . Fertilisasi dengan lebih dari satu sperma itu tidak baik.Sperma harus mengenali. berikatan dan akhirnya melewati zona pelusida yang mengelilingi oosit. tetapi juga harus dpat mencegah lebih dari satu sperma yang membuahi.

 Kapasitasi .Suatu perubahan fisiologis pada sperma sehingga mampu mengadakan fertilisasi/proses pelepasan bahan-bahan pelapis membran spermatozoa terutama pada bagian akrosom sehingga dapat berinteraksi dengan sel telur .Akrosom terutama terdiri dari enzim hyaluronidase dan acrosin .Ikatan sperma dengan oosit harus melewati zona pellucida .Untuk dapat menembus oosit sperma harus mengalami reaksi akrosom .Tempat: saluran reproduksi wanita  Reaksi Akrosom .Reaksi akrosom: pecahnya akrosom dan pelepasan isinya .

.

.

Protein-protein yang dilepaskan dari vesikula akrosom akan melekat pada permukaan tonjolan akrosom. menyebabkan vesikula akrosom pecah diikuti dengan terjadinya polimerisasi aktin untuk membentuk tonjolan akrosom yang menembus selaput lendir. dan selanjutnya mengikatkan sperma pada membran vitellin dan sekaligus mencerna lapisan tersebut . Bila sperma kontak dengan selaput lendir.

.

permukaan vitellin tidak meresponkontak sperma yang lain.Reseptor sperma di dalam zona pelusida dihancurkan. sperma lain yang belum berikatan pada zona pelusida tidak dapat lagi berikatan sehingga hanya tersisa sperma tunggal yg dapat memfertilisasi sel telur.  . Blokade Vitellin . tetapi berikutnya.Zona Pelusida mengeras.sperma yang memfertilisasi secara aktif ditangkap oleh vitellin. Oleh karena itu. Hal ini menyebabkan sperma tidak dapat melanjutkan perjalanan dan berhenti di dalam zona . Reaksi Zona .

   Periode ovulasi sampai implantasi berlangsung ± 6 hari Sigot mengalami pembelahan sel: 2 sel 4 sel 8 sel 16 sel (morula) Saat nampak lubang (vacuola) pada perkembangan morula : free blastocyst .

Early division of zygote into multiple cells without increase in size. partitions contents Morula solid ball of cells Zygote Blastocyst with blastocoele cavity .

Periode implantasi Berlangsung mulai hari ke 6 saat melekatnya blastocyst pada epithel endometrium sampai hari ke 12 setelah ovulasi Terdapat 2 kelompok sel inner cells mass yang disebut: ectoderm dan endoderm Pada bagian luar ECTODERM terdapat kelompok sel yang dinamakan trophoblast Terdiri dari : Cytotrophoblast Syncytiotrophoblast Pada periode ini mulai terbentuk amniotic cavity .

.   Aposisi/pendekatan blastosis ke endometrium Perlekatan blastosis pada permukaan epitel endometrium Invasi dimana sitotrophoblast menembus epitel endometrium.

    Pengeluaran hormon saat blastocytst by the blastocyst Stimulates corpus luteum to keep making progesterone and estrogens This maintains endometrium. prevents menstruation Can be detected by week 3 with a home pregnancy test .

You're Reading a Free Preview

Mengunduh
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->