Anda di halaman 1dari 5

Tumor Pituitary / Hipofisis

Definisi Merupakan pertumbuhan baru jaringan dimana multipikasi sel tidak terkontrol dan progresif pada kelenjar pituitary/hipofisis Etiologi Penyebab tumor hipofisis tidak diketahui. Sebagian besar diduga tumor hipofisis hasil dari perubahan pada DNA dari satu sel, menyebabkan pertumbuhan sel yang tidak terkendali.Cacat genetik, sindroma neoplasia endokrin multipel tipe Idikaitkan dengan tumor hipofisis. Namun, account cacat ini hanya sebagian kecil dari kasus-kasus tumor hipofisis. Selain itu, tumor hipofisis didapat dari hasil penyebaran (metastasis) dari kanker situs lain.Kanker payudarapada wanita dan kanker paru-paru pada pria merupakan kanker yang paling umum untuk menyebar ke kelenjar pituitari. Kanker lainnya yang menyebar kekelenjar pituitari termasuk kanker ginjal,kanker prostat, melanoma,dan kanker pencernaan. Epidemiologi Sekitar 10% dari seluruh tumor intrakranial merupakan tumor hipofisis, terutama terdapat pada usia 20-50 tahun, dengan insiden yang ditemukan seimbang pada laki-laki dan wanita.Tumor hipofisis terutama timbul pada lobus anterior hipofisis, sedangkan pada lobus posterior (neurohipofisis) jarang terjadi. Tumor ini biasanya bersifat jinak. Klasifikasi 1. Adenoma hipofisis non fungsional (tidak memproduksi hormon) Tumor ini berkisar sekitar 30% dari seluruh tumor pada hipofisis. Biasanya muncul pada dekade ke 4 dan ke 5 dari kehidupan, dan biasanya lebih sering ditemukan padalaki-laki daripada wanita. Nama lain dari tumor ini yaitu Null cell tumor,undifferentiated tumor dan non hormon producing adenoma. Karena tumor ini tidak memproduksi hormon, maka pada tahap dini seringkali tidak memberikan gejala apa-apa. Sehingga ketika diagnose ditegakkan umumnya tumor sudah dalam ukuran yang sangat besar, atau gejala yang timbul karena efek masanya. Tumor biasanya solid walaupun bias ditemukan tumor dengan campuran solid dan kistik. Gejala Klinis : Nyeri kepala, karena perluasan tumor ke area supra sella, maka akan menekan chiasma optikum, timbul gangguan lapang pandang bitemporal. Karena serabut nasal inferior yang terletak pada aspek inferior dari chiasma optik melayani lapang pandang bagian temporal superior maka yang pertama kali terkena adalah lapang pandang quadrant bitemporal superior. Selanjutnya kedua papil akan menjadi atrophi. Jika tumor meluas ke sinus cavernosus maka akan timbul kelumpuhan NIII, IV, VI, V2, V1, berupa ptosis, nyeri wajah, diplopia. Oklusi dari sinue akan menyebabkan proptosis, chemosis dan penyempitan dari karotis (oklusi komplit jarang). Tumor yang tumbuh perlahan akan

menyebabkan gangguan fungsi hipofisis yang progressif dalam beberapa bulan atau beberapa tahun berupa: Hypotiroidism, tidak tahan dingin, myxedema, rambut yang kasar Hypoadrenalism, hipotensi ortostatik, cepat lelah Hypogonadism, amenorrhea (wanita), kehilangan libido dan kesuburan Diabetes insipidus, sangat jarang Walaupun gangguan lapang pandang bitemporal dan hypopituitarism yang berjalan progresif merupakan gejala klinik yang khas pada tumor ini, kadangkadang adenoma hipofisis yang besar memberikan gejala yang akut akibat adanya perdarahan atau Infark. Tumor intrakranial yang paling sering menimbulkan perdarahan adalah adenoma hipofisis. Adanya perdarahan yang besar ke dalam tumor hipofisis akan menyebabkan gejala nyeri kepala yang tiba-tiba, penurunan kesadaran gangguan penglihatan dan insufisiensi adrenal yang akut. Pasien yang menderita abcess pada hipofisis akan memberi gejala yang sama disertai demam. Menurut Wilson sekitar 3%makroedenoma menunjukkan Pituitary apoplexi. 2. Adenoma hipofisis fungsional yang terdiri dari : a. adenoma yang bersekresi prolaktin b. adenoma yang bersekresi growth hormon (GH) c. adenoma yang bersekresi glikoprotein (TSH, FSH, LH)

d. adenoma yang bersekresi adrenokortikotropik hormon (ACTH) Treatment 1. Operasi Ini dilakukan untuk mengangkat tumor. Operasi yang disukai adalah pendekatan trans-sphenoidal dimana tumor diangkat melalui bagian nasal via sayatan pada mulut atau hidung. Jenis operasi lainnya adalah kraniotomi dimana bagian tulang pada tengkorak diangkat untuk mengakses tumor. Tulang ditempatkan kembali setelah pengangkatan tumor. Tumor besar yang melebar keluar fossa pituitari mungkin memerlukan tambahan terapi radiasi. 2. Terapi Radiasi Bentuk terapi radiasi paling umum adalah terapi radiasi sinar eksternal standard dimana sinar X energy tinggi ditujukan pada tumor selama 5-6 minggu untuk mengakibatkannya untuk mengkerut. Bedah Radiasi (Pengobatan Pisau Gama) menggunakan sinar radiasi majemuk diarahkan pada tumor yang juga digunakan untuk mengantarkan radiasi dosis besar tunggal untuk menghentikannya dari tumbuh.

3. Terapi Obat Kunjungan ulang dengan endokrinologis diperlukan: 1. Untuk mendeteksi dan mengganti kekurangan hormon yang terjadi setelah pengobatan contohnya, tablet tiroksin dan hidrokortison. Pengobatan ini seumur hidup dan harus diteruskan bahkan ketika sakit.

2. Untuk menghambat produksi hormon dari tumor. Pengobatan ini biasanya diberikan ketika jumlah produksi hormon terus dibuat berlebihan setelah operasi atau radiasi. Bromokriptin diberikan ketika tumor menghasilkan jumlah besar prolaktin, sebagai tambahan untuk menekan produksi prolaktin yang mungkin menyebabkan tumor mengkerut drastis. Injeksi somatostatin mungkin digunakan untuk pertumbuhan hormon yang memproduksi tumor.

PATOMEKANISME
Wanita 35 Tahun

Tumor di Pituitari Fossa

Infundibulum Tertekan

Optic Chiasm tertekan

Sekresi hormone Pituitari terganggu

Cranial Nerve II Terganggu

Visual Disturbance Hiposecretion

Mengganggu sekresi Hormon lain dari kelenjar target

Bitemporal Hemianopsia

TSH

ADH

ACTH

Basal Metabolic Rate

Absorpsi Tubuh Terhadap Air

Androgen

Produksi ATP

Sedikit berkeringat

Sedikit mengeluarkan minyak

Selalu Merasa Lelah

Rambut kasar Kulit kering

BHP
Tidur cukup, jangan stress, dan olahraga teratur Check-up teratur dengan tes laboratorium dan studi sinar X seperti scan MRI Melakukan treatment yang dianjurkan, seperti terapi obat dan terapi radiasi Memberikan informasi lebih jelas tentang tumor pituitary

IIMC
Al- Baqarah : 17 Perumpamaan mereka adalah seperti orang yang menyalakan api, maka setelah api itu menerangi sekelilingnya. Allah hilangkan cahaya (yang menyinari) mereka, dan membiarkan mereka dalam kegelapan, mereka tidak dapat melihat. An-Naml : 40 Berkatalah seorang yang mempunyai ilmu dari Al Kitab: Aku akan membawa singgasana itu kepadamu sebelum matamu berkedip. Maka tatkala Sulaiman melihat singgasana itu terletak di hadapannya, iapun berkata: Ini termasuk kurnia Tuhanku untuk mencoba aku apakah aku bersyukur atau mengingkari (akan nikmat-Nya). Dan barang siapa yang bersyukur maka sesungguhnya dia bersyukur untuk (kebaikan) dirinya sendiri dan barang siapa yang ingkar, maka sesungguhnya Tuhanku Maha Kaya lagi Maha Mulia. At-Tin : 4 Sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dalam bentuk yang sebaik-baiknya