Anda di halaman 1dari 13

BAB I PENDAHULUAN

1.1 LATAR BELAKANG MASALAH


Penyakit kulit adalah penyakit infeksi yang paling umum, terjadi pada orang-orang dari segala usia. Sebagian besar pengobatan infeksi kulit membutuhkan waktu lama untuk menunjukkan efek. Penyakit kulit kebanyakan diakibatkan oleh fungi. Fungi adalah organisme yang cenderung menyukai tempat hangat, basah, dan kotor. Beberapa fungi tidak bisa dilihat kasat mata, tetapi beberapa di antaranya bisa dilihat dengan mata telanjang. Berbagai macam penyakit kulit seperti panu, kadas, kurap sudah tidak asing lagi di masyarakat Indonesia. Menurut dokter spesialis kulit dan kelamin Rumah Sakit Jogja, Rikyanto, penyakit kulit seperti panu, kadas dan kurap umum dialami masyarakat yang tinggal di daerah beriklim tropis. Munculnya kadas dan kurap ditandai dengan bercak berbentuk bulat atau lonjong dan tidak rata di kulit, ujarnya. Selain itu, tanda-tanda awal munculnya penyakit kulit itu yakni adanya warna kemerahan, bersisik dan berbintik di permukaan kulit. Untuk jenis penyakit kulit panu biasanya berupa bercak putih yang muncul pada permukaan kulit dan terasa gatal. Secara medis, penyakit di permukaan kulit tersebut bisa disembuhkan dengan olesan salep khusus penghilang gatal. Salep juga mampu menghentikan pelebaran penyakit sebelum meluas lebih besar. Secara herbal dan mudah, masyarakat memang banyak memanfaatkan laos [lengkuas] untuk mengobati dengan cara digosokkan ke gatal, katanya. Lengkuas atau laos dikenal sebagai rempah bumbu dapur untuk penyedap masakan. Tumbuhan dari keluarga umbi-umbian ini ternyata memiliki manfaat mengobati jamur kulit.

1.2 RUMUSAN MASALAH


Berdasarkan latar belakang di atas, maka rumusan masalah yang dapat di ambil adalah sebagai berikut : 1. Mengapa lengkuas dapat membantu menyembuhkan penyakit kulit (panu, kurap, eskim)? 2. Bagaimana cara menggunakan lengkuas sebagai obat penyakit kulit (panu, kurap, eskim)? 3. Apa saja khasiat lengkuas?

1.3 PEMBATASAN MASALAH


Dari rumusan masalah diatas, penulis membatasi masalah yang akan dibahas menjadi : 1. Mengapa lengkuas dapat membantu menyembuhkan penyakit kulit (panu, kurap, eskim)? 2. Bagaimana cara menggunakan lengkuas untuk mengobati penyakit kulit (panu, kurap, eskim)?

1.4 TUJUAN PENULISAN


Tujuan dari penulisan makalah ini adalah : 1. Untuk mengetahui alasan mengapa lengkuas dapat digunakan untuk membantu dalam menyembuhkan penyakit kulit. 2. Untuk mengetahui bagaimana cara menggunakan/memproses lengkuas agar dapat digunakan sebagai obat penyakit kulit.

1.5 MAANFAAT PENULISAN


Dengan adanya penulisan makalah ini, kita dapat mengetahui tentang penggunaan lengkuas sebagai obat beberapa penyakit kulit yaitu : panu, kurap dan eskim sebagai salah satu bahan obat dalam pengobatan herbal.

BAB II PEMBAHASAN
2.1 PENYAKIT KULIT
Penyakit kulit merupakan suatu penyakit yang menyerang penyakit kulit permukaan tubuh, dan disebabkan oleh berbagai macam penyebab. Gangguan pada kulit memang sangat menjengkelkan dan dapat menghambat aktifitas kita. Gangguan pada kulit sering terjadi karena berbagai faktor penyebab, antara lain yaitu cuaca, lingkungan tempat tinggal, kebiasaan hidup yang kurang sehat, alergi, dan lain-lain. Dan penyakit kulit yang sering terjadi adalah sebagai berikut: Jenis Jenis Penyakit Kulit 1. Eksim (Dermatitis). Gejala utama yang dirasakan penderita eksim adalah rasa gatal yang berlebihan pada kulit. Lalu disertai dengan kulit memerah, bersisik dan pecah-pecah, timbul gelembung-gelembung kecil mengandung air atau nanah. Tangan, kaki, lipatan paha dan telinga adalah bagian tubuh yang paling sering terkena eksim. Eksim terbagi menjadi dua, yaitu eksim kering dan basah. Pada eksim basah, juga akan terasa panas dan dingin yang berlebihan pada kulit. Eksim disebabkan karena alergi terhadap rangsangan zat kimia tertentu seperti yang terdapat dalam detergen, sabun, obat-obatan dan kosmetik, kepekaan terhadap jenis makanan tertentu seperti udang, ikan laut, telur, daging ayam, alkohol, vetsin (MSG), dan lain-lain. Eksim juga dapat disebabkan karena alergi serbuk sari tanaman, debu, rangangan iklim, bahkan gangguan emosi. Eksim lebih sering menyerang pada orang-orang yang berbakat alergi. Penyakit ini sering terjadi berulang-ulang atau kambuh. Oleh karena itu harus diperhatikan untuk menghindari hal-hal atau bahanbahan yang dapat menimbulkan alergi (alergen.) Tetapi, dengan pengobatan yang tepat, penyakit ini dapat dikendalikan dengan baik sehingga mengurangi angka kekambuhan. Pada beberapa kasus, eksim akan menghilang seiring dengan pertambahan usia penderita.

Tujuan utama pengobatan adalah menghilangkan rasa gatal pada kulit agar tidak terjadi infeksi. Ketika kulit terasa sangat gatal dan kering setelah melakukan atau menyentuh sesuatu, sebaiknya gunakan krim pelembab untuk melembabkan kulit. Tindakan ini lebih baik dilaksanakan ketika kulit masih sedikit basah, seperti sehabis mandi. Sehingga pelembab yang dioleskan akan mempertahankan kulit. Untuk mengurangi rasa gatal, sebaiknya kulit dikompres dengan air dingin. Salep atau krim yang mengandung kortikosteroid seperti hydrokortison diberikan untuk mengurangi proses inflamasi atau keradangan. Untuk kasus yang berat, sebaiknya telan tablet kortikosteroid. Apabila daerah terkena eksim telah terinfeksi telan antibiotika untuk membunuh bakteri penyebab infeksi. Obat lain yang dibutuhkan adalah antihistamin untuk mengurangi rasa gatal yang terlalu berat, dan cyclosporin untuk penderita yang tidak berespon terhadap semua jenis pengobatan yang diberikan. 2. Bisul (Furunkel). Bisul merupakan infeksi kulit berupa benjolan, tampak memerah, yang akan membesar. Benjolan ini berisi nanah, dan terasa panas dan berdenyut. Bisul bisa tumbuh di semua bagian tubuh. Namun lebih banyak tumbuh pada bagian tubuh yang lembab, seperti, lipatan paha, sela bokong, sekitar leher dan ketiak, dan juga kepala. Bisul disebabkan karena adanya infeksi bakteri Stafilokokus aureus pada kulit melalui folikel rambut, kelenjar minyak, kelenjar keringat, kemudian menimbulkan infeksi lokal. Faktor yang meningkatkan risiko terkena bisul antara lain kebersihan yang buruk, luka yang terinfeksi, pelemahan diabetes, kosmetika yang menyumbat pori, dan pemakaian bahan kimia. Untuk menghindari bisul, sebaiknya tetaplah menjaga kebersihan diri dan lingkungan, dan asupan gizi harus benar-benar diperhatikan. Karena gizi yang baik akan memperkuat daya tahan tubuh. 3. Campak (Rubella). Merupakan penyakit akut menular yang disebabkan oleh virus. Biasanya menyerang anak-anak. Gejala awal campak adalah demam, pilek, bersin, badan terasa lesu, sakit kepala, nafsu makan menurun drastis dan radang mata. Setelah beberapa hari dari gejala tersebut

timbul ruam merah yang gatal, bertambah besar, tersebar ke beberapa bagian tubuh. 4. Kudis (Skabies). Kudis adalah penyakit yang disebabkan oleh parasit tungau yang gatal yaitu sarcoptes scabiei var hominis. Kulit terjangkit kudis lebih banyak terjadi di daerah kumuh dan tidak menjaga kebersihan tubuh. Gejala kudis adalah adanya rasa gatal yang begitu hebat pada malam hari, terutama di sela-sela jari kaki, tangan, di bawah ketiak, alat kelamin, pinggang dan lain-lain. Kudis sangat gampang menular pada orang lain, secara tidak langsung maupun tidak langsung. Secara langsung tentu saja melalui sentuhan kulit terkena kudis dengan kulit orang lain. Secara tidak langsung bisa menular melalui handuk atau pakaian yang dipakai secara bergantian dengan penderita kudis. Cara sangat mudah untuk menghindari kudis tentu saja dengan menjaga kebersihan lingkungan dan tubuh. 5. Kurap Biasanya yang menjadi gejalanya adalah kulit menjadi tebal dan pada kulit timbul lingkaran-lingkaran yang semakin jelas, bersisik, lembab dan berair dan terasa gatal. Kemudian pada lingkaran-lingkaran akan timbul bercak-bercak putih. Kurap timbul karena kurang menjaga kebersihan kulit. Bagian tubuh yang biasanya terserang kurap yaitu tengkuk, leher, dan kulit kepala. 6. Impetigo Impetigo adalah penyakit kulit menular yang biasanya disebabkan oleh bakteri. Impetigo menyebabkan kulit menjadi gatal, melepuh berisi cairan dan kulit menjadi merah. Impetigo sangat mudah terjadi pada anak berusia dua sampai enam tahun. Bakteri biasanya masuk ke dalam kulit melalui gigitan serangga, luka, atau goresan. Kebersihan sangat penting bagi orang yang mengalami impetigo. 7. Cacar air (Frambusia) Disebabkan virus/bakteri Trypanosoma, berupa berbintil-bintil ranum, sangat menular (dropplet infection melalui udara, pakaian dll). Jaga kebersihan, hindari kontak dengan penderita untuk pencegahan.

8. Infeksi jamur Penyakit kulit seperti panu (ditandai dengan bercak pada kulit, gatal saat berkeringat), kudis, jamur Candida dan sejenisnya adalah disebabkan oleh infeksi jamur. Meski tidak berbahaya penyakit kulit ini bisa sangat mengganggu jika pertumbuhannya sudah meluas seperti rasa gatal dan perih. Demikian info penyakit kulit, penyebab dan pencegahannya.

2.2 PENGERTIAN LENGKUAS

Lengkuas atau laos (Alpinia galanga) merupakan jenis tumbuhan umbi-umbian yang bisa hidup di daerah dataran tinggi maupun dataran rendah. Umumnya masyarakat memanfaatkannya sebagai campuran bumbu masak dan pengobatan tradisional. Pemanfaatan lengkuas untuk masakan dengan cara mememarkan rimpang kemudian dicelupkan begitu saja ke dalam campuran masakan, sedangkan untuk pengobatan tradisional yang banyak digunakan adalah lengkuas merah Alpinia purpurata K Schum. Rimpangnya besar dan tebal, berdaging, berbentuk silindris, diameter sekitar 2-4 cm, dan bercabang-cabang. Bagian luar berwarna coklat agak kemerahan atau kuning kehijauan pucat,mempunyai sisik-sisik berwarna putih atau kemerahan, keras mengkilap, sedangkan bagian dalamnya berwarna putih. Daging rimpang yang sudah tua berserat kasar. Apabila dikeringkan, rimpang berubah menjadi agak kehijauan, dan seratnya menjadi keras dan liat. Batangnya tegak, tersusun oleh pelepah-pelepah daun yang bersatu membentuk batang semu, berwarna hijau agak keputih- putihan. Batang muda keluar sebagai tunas dari pangkal batang tua. Daun tunggal berwarna

hijau, bertangkai pendek tersusun berseling. Daun disebelah bawah dan atas biasanya lebih kecil daripada yang di tengah. Bentuk daun lanset memanjang dan ujungnya runcing, pangkal tumpul dengan tepi daun rata. Pertulangan daun menyirip, panjang daun sekitar 20- 60 cm, dan lebarnya 4 - 15 cm. Pelepah daun kira-kira 15 - 30 cm, beralur dan berwarna hijau.merupakan bunga majemuk berbentuk lonceng, berbau harum, berwarna putih kehijauan atau putih kekuningan. Ukuran perbungaan lebih kurang 10-30 cm x 5-7 cm. Bunganya panjang bibir bunga 2,5 cm, berwarna putih dengan garis miring warna merah muda pada tiap sisi. Mahkota bunga yang masih kuncup, pada bagian ujungnya berwarna putih, sedangkan pangkalnya berwarna hijau. Buahnya berupanya buah buni, berbentuk bulat, keras. ketika muda berwarna hijau-kuning, setelah tua berubah menjadi hitam kecoklatan, berdiameter 1 cm. Ada juga yang buahnya berwarna merah. Bijinya kecil-kecil, berbentuk lonjong,dan berwarna hitam. Anatomi Kadar minyak atsiri tidak kurang dari 0,5% v/b. Epidermis terdiri dari satu lapisan kecil agak pipih. Dinding berwarna kuning kecoklatan, kutikula jelas. Korteks parenkimatik, jaringan korteks bagian luar terdiri dari beberapa lapis sel dengan dinding tipis berwarna kuning kecoklatan, jaringan korteks bagian dalm terdiri dari sel parenkim besar, dinding sel tipis, tidak berwarna, kadangkadang bernoktah halus, berisi butir pati. Pada parekim tersebar idioblas berisi minyak dan zat samak, berwarna coklat muda atau tua yang dengan penambahan besi (III) klorida LP warna berubah menjadi kehitaman. Butir pati tunggal, bentuk lonjong atau bulat telur, lamela tidak jelas, panjang butir 8 m 60 m, umumnya 25 m 50 m. Endodermis terdiri dari sel yang lebih kecil dari sel parenkim, dinding sel tipis, tidak berisi pati. Berkas pembuluh kolateral, tersebar dalam parenkim, dikelilingi serabut. Serabut kecil memanjang, dinding sel tebal, tidak berlignin, lebar lumen 20 m -40 m, bernoktah. Xilem umumnya berupa pembuluh jala, pembuluh noktah dan pembuluh tangga, lebar 20 m 60 m, tidak berlignin. Floem sedikit dan tidak jelas. Tanaman lengkuas dapat diperbanyak dengan rimpang atau biji, namun umumnya lebih mudah diperbanyak dengan menggunakan rimpang. Rimpang yang baik untuk bibit adalah bagian ujungnya. Pengolahan tanah dilakukan dengan menggemburkan tanah dan dibuat

guludan-guludan. Pupuk yang digunakan meliputi pupuk kandang, kompos, dan pupuk buatan. Juga diperlukan bahan-bahan kimia untuk pemberantasan gulma.Panen dilakukan pada saat tanaman berumur 2,5 - 3 bulan, dan jangan lebih tua dari umur tersebut, karena rimpang akan mengandung serat kasar yang tidak disukai di pasaran

Klasifikasi tanaman ini adalah sebagai berikut : Kingdom Subkingdom Super Divisi Divisi Kelas Sub Kelas Ordo Famili Genus Spesies : Plantae (Tumbuhan) : Tracheobionta (Tumbuhan berpembuluh) : Spermatophyta (Menghasilkan biji) : Magnoliophyta (Tumbuhan berbunga) : Liliopsida (berkeping satu / monokotil) : Commelinidae : Zingiberales : Zingiberaceae (suku jahe-jahean) : Alpinia : Alpinia galanga (L.) Sw.

2.3 KHASIAT DAN KANDUNGAN LENGKUAS


Lengkuas digunakan untuk penyembuhan penyakit kulit panu, eksem, koreng, masuk angin, perut tidak enak, kurang nafsu makan, gangguan pernafasan (bronchial catarrh) pada anak-anak, juga untuk stimulansia aromatikum. Sebagai obat dalam rimpang, lengkuas digunakan untuk mengobati gangguan pencernaan, meredakan kolik atau mules (meredakan aktivitas peristaltik usus). Sebagai penawar keracunan makanan dan anti kejang. Juga untuk obat kanker pada lambung. Parutan rimpang segar digunakan untuk menanggulangi gangguan limpa dan herpes. Uap yang diperoleh dari hasil pengembunan kukusan tunas batang digunakan untuk mengobati sakit telinga.Bubur bayi sering diberi bumbu rimpang lengkuas ini, di samping supaya sedap, juga dimaksudkan untuk mencegah kembung pada bayi.

Untuk obat luar, rimpang ini digunakan sebagai obat gosok (dimaserasi dengan anggur), obat kulit melepuh, sebagai anti jamur (obat panu dan penyakit kulit lainnya. Daunnya diinfus atau dekok digunakan sebagai stimulansia, dan campuran air mandi untuk pembersih badan setelah melahirkan dan meredakan rasa sakit pada rematik (dikenal dengan istilah "mandi hangat"). Bijinya juga berbau aromatis, digunakan untuk meredakan kolik / mules perut, diare dan anti mual. Lengkuas mengandung minyak atsiri antara lain: galangol, galangin, alpinen kamfer, methyl-cinnamate. Lengkuas berkasiat sebagai anti jamur, anti bakteri, menghangatkan, membersihkan darah, menambah nafsumakan, mempermudah pengeluaran angin dari dalam tubuh, mengencerkan dahak, mengharumkan dan merangsang otot. Pemilik rumah herbal Merapi Farma, Sidik Raharjo menyampaikan, salah satu khasiat lengkuas sudah dibuktikan menghambat pertumbuhan jamur kulit. Jenis lengkuas ada dua, rimpang merah dan putih, dua-duanya berkhasiat, katanya. Sidik menguraikan kedua jenis umbi lengkuas memiliki serat kasar dan beraroma khas. Sifat lengkuas panas yang tepat digunakan untuk obat luar mengatasi penyakit kulit seperti panu, kadas dan kurap. Lengkuas merah maupun putih memiliki sifat antijamur dan antikembung. Kandungan ini didapatkan dari zat basoni, galangan, galangol dan eugenol yang bermanfaat menghalau berkembangnya jamur di kulit.

2.4 CARA PENGOLAHAN


Cara mengolah lengkuas untuk membantu mengobati beberapa penyakit kulit adalah sebagai berikut : 1. Untuk mengobati Panu a. Sepotong lengkuas segar dicuci, memarkan salah satu ujungnya. Bagian yang memar dan berserabut dicelupkan ke 1 sendok makan cuka, sapukan ke bercak panu yang sudah dibersihkan. Lakukan 2-3 kali sehari sampai sembuh. b. Seibu jari lengkuas segar dicuci dan parut, 10 helai daun belimbing wuluh dicuci, lumatkan bersama 1 sendok teh kapur sirih dan garam lalu campurkan. Oleskan ke panu 2-3 kali sehari sampai sembuh.

2. Untuk mengobati kurap Campur lengkuas sebanyak 4 ruas dengan bawang putih yang ditumbuk halus. Tambahkan 1 sendok cuka makan dan panaskan. Setelah dingin, oleskan pada bagian tubuh yang terserang kurap. 3. Untuk mengobati eskim Parut satu rimpang lengkuas yang telah dicuci bersih. Tambahkan air kapur sirih sebanyak satu sendok makan, aduk hingga rata. Oleskan ke bagian kulit yang terkena eksim, kemudian balut dengan perban.

10

BAB III PENUTUP


3.1 KESIMPULAN
Dari data di atas dapat diambil kesimpulan bahwa : 1. Lengkuas atau laos (Alpinia galanga) merupakan jenis tumbuhan umbiumbian yang bisa hidup di daerah dataran tinggi maupun dataran rendah. 2. Lengkuas dapat mengobati beberapa penyakit kulit seperti panu, kadas, kurap dan eskim. 3. Cara cara pengolahan lengkuas untuk membantu mengobati penyakit kulit yang biasa dilakukan oleh masyarakat, yaitu : 1. Untuk mengobati Panu a. Sepotong lengkuas segar dicuci, memarkan salah satu ujungnya. Bagian yang memar dan berserabut dicelupkan ke 1 sendok makan cuka, sapukan ke bercak panu yang sudah dibersihkan. Lakukan 2-3 kali sehari sampai sembuh. b. Seibu jari lengkuas segar dicuci dan parut, 10 helai daun belimbing wuluh dicuci, lumatkan bersama 1 sendok teh kapur sirih dan garam lalu campurkan. Oleskan ke panu 2-3 kali sehari sampai sembuh. 2. Untuk mengobati kurap Campur lengkuas sebanyak 4 ruas dengan bawang putih yang ditumbuk halus. Tambahkan 1 sendok cuka makan dan panaskan. Setelah dingin, oleskan pada bagian tubuh yang terserang kurap. 3. Untuk mengobati eskim Parut satu rimpang lengkuas yang telah dicuci bersih. Tambahkan air kapur sirih sebanyak satu sendok makan, aduk hingga rata. Oleskan ke bagian kulit yang terkena eksim, kemudian balut dengan perban.

11

3.2 SARAN
Berdasarkan data - data yang telah tersaji di atas, makalah yang penulis buat tentunya masih jauh dari sempurna. Dan oleh karena itu, penulis ingin memberikan saran, yaitu : 1. Sebaiknya diadakan penelitian lebih lanjut terkait lengkuas sebagai obat penyakit kulit. 2. Sebaiknya dibuat kembali sebuah makalah terkait lengkuas sebagai obat penyakit kulit untuk melengkapi kekurangan dari makalah yang telah penulis buat ini sehingga kedepannya makalah ini bisa menjadi lebih baik dan dapat menjadi sumber pengetahuan bagi masyarakat.

12

DAFTAR PUSTAKA
Dalimartha, Setiawan. Atlas Tumbuhan Obat Indonesia. Ungaran : Trubus Agriwidya, 1999. Muhlisah, Fauziah. Tanaman Obat Keluarga. Jakarta : Penebar Swadaya, 1999. Tampubolon, Oswald T. Tumbuhan Obat. Jakarta : Penerbit Bhratara, 1995. Tanaman Obat Keluarga. Jakarta : PT. Intisari Mediatama, 1999. http://doktersehat.com/apa-itu-kurap-atau-kadas/#ixzz1ycLb7EI7 diakses pada 25 Juni 2012 pukul 19.00 WIB http://khazeh-164youngerscommunity.blogs diakses pada 25 Juni 2012 pukul 19.00 WIB http://musttrie-art.blogspot.com/2012/05/jenis-penyebab-dan-pencegahanpenyakit.html diakses pada 25 Juni 2012 pukul 19.00 WIB http://www.eastlifes.com/2012/03/jenis-jenis-penyakit-kulit.html diakses pada 25 Juni 2012 pukul 19.00 WIB

13

Anda mungkin juga menyukai