Anda di halaman 1dari 8

RESUME PENGENALAN ALAT-ALAT SURVEI DAN FUNGSINYA

1. GPS
GPS (Global Positioning System) adalah sistem satelit navigasi dan penentuan posisi. Sistem ini didesain untuk memberikan posisi dan kecepatan tiga-dimensi serta informasi mengenai waktu, secara kontinyu di seluruh dunia tanpa bergantung waktu dan cuaca, bagi banyak orang secara simultan. GPS dapat memberikan informasi posisi dengan ketelitian bervariasi dari beberapa millimeter (orde nol) sampai dengan puluhan meter.

Foto 1.1 GPS

2. Theodolite
Theodolite adalah instrument /alat yang dirancang untuk pengukuran sudut yaitu sudut mendatar yang dinamakan dengan sudut horizontal dan sudut tegak yang dinamakan dengan sudut vertical. Dimana sudut-sudut tersebut berperan dalam penentuan jarak mendatar dan jarak tegak diantara dua buah titik lapangan.

Foto 2.1 Theodolite

3. Waterpass
Waterpass (penyipat datar) adalah suatu alat untuk mengukur dalam menentukan beda tinggi dari sejumlah titik atau pengukuran perbedaan elevasi. Perbedaan yang di maksud adalah perbedaan tinggi di atas air laut kesuatu titik tertentu sepanjang garis vertikal. Sedangkan pengukuran yang menggunakan alat ini disebut

dengan Levelling atau Waterpassing. Pekerjaan ini dilakukan dalam rangka penentuan tiggi suatu titik yang akan ditentukan ketinggiannya berdasarkan suatu sistem referensi atau bidang acuan.

Foto 3.1 Waterpass

4. Kompas Geologi
Kompas geologi adalah alat navigasi untuk mencari arah berupa sebuah panah penunjuk magnetis yang bebas menyelaraskan dirinya dengan

medan magnet bumi secara akurat.Kompas geologi, selain dapat dipakai untuk mengukur komponen arah, juga komponen besar sudut. Kompas geologi ada dua macam, yaitu kompas tipekuadran dan kompas tipe azimuth.

. Foto 4.1 Kompas Geologi

5. Palu Batuan Seedimen (Pick Point)


Palu jenis batuan sedimen, terlihat dari ujung tanduk yang berbentuk persegi, yang berguna untuk memecahkan suatu bagian sampling maupun pengamatan material dan lain2 dari struktur batuan sedimen.

Foto 5.1 Palu Batuan Sedimen

6. Palu Batuan Beku (Chisel Point)


Ujung tanduknya berbentuk lancip atau runcing, dikarenakan batuan beku pada umumnya memiliki hardness kekerasan yang lebih dari batuan sedimen, sehingga mengapa lancip, otomatis ketika menggukan ujung yg lancip memusatkan kekuatan pada satu titik yg luas permukaannya lebih kecil sehingga kekuatan ayunan bertumpu pada satu pusat dan mampu memecahkan bagian dari batuan beku yang ingin di amati

Foto 6.1 Palu Batuan Beku

7. Klinometer
Merupakan rangkaian alat yang digunakan untuk mengukur besarnya kemiringan bidang. rangkaian alat tersebut terdiri dari Nivo tabung, penunjuk skala,

Foto 7.1 Klinometer

8. Peta Dasar
Peta dasar atau potret udara gunanya untuk mengetahui gambaran secara garis besar daerah yang akan kita selidiki, sehingga memudahkan penelitian lapangan baik morfologi, litologi, struktur dll. Selain itu peta dasar digunakan untuk menentukan lokasi dan pengeplotan data, umumnya yang digunakan adalah peta topgrafi/kontur.

Gambar 8.1 Peta Dasar

9. Lup
Lup atau kaca pembesar adalah sebuah lensa cembung yang mempunyai titik fokus yang dekat dengan lensanya. Benda yang akan diperbesar terletak di dalam titik fokus lup itu atau jarak benda ke lensa lup tersebut lebih kecil dibandingkan jarak titik fokus lup ke lensa lup tersebut. Di geologi, lup digunakan untuk mengamati batuan misalnya mineral maupun fosil., lensa pembesar yang umum dipakai adalah perbesaran 8 sampai 20

Foto 9.1 Lup

10. Roll Meter


Alat ukur yang digunakan dalam kegiatan lapangan biasanya menggunakan meteran 50 meter. Berbentuk seperti roll kabel agar praktis dibawa. Biasanya digunakan untuk mengukur jarak litasan dalam suatu daerah ataupun mengukur ketebalan lapisan.

Foto 9.1 Lup

KESIMPULAN

Jadi dapat disimpulkan bahwa dalam melakukan kegiatan survei atau kegiatan geologi lapangan kita memerlukan alat yang menunjang pekerjaan tersebut. Peralatan tersebut digunakan untuk mengukur, mempelajari,

mengumpulkan data, dan mengambil sampelnya. Juga untuk menunjang kegiatan lapangan, peralatan haruslah layak untuk digunakan dan

terstandarisasi.

DAFTAR PUSTAKA

Wahyu, Jang, 2008, Pengertian GPS. http://gaulwahyu.wordpress.com/2008/ 10/16/pengertian-gps/. Diakses tanggal 26 Februari 2013 (online) Gumilar, Indra, 2011, Alat-alat Survey. http://www.scribd.com/doc/ 64779966/ Alat-survey-pemetaan. Diakses tanggal 26 Februari 2013 (pdf) Winniarti, Winni, 2009, Pengenalan Theodolite. http://cwienn.wordpress.com/ 2009/06/01/pengenalan-theodolite/. Diakses tanggal 26 Februari 2013 (online) Poliban, Geodesi, 2010, Contoh Laporan IUT. http://adygeodesi.blogspot.com /2010/11/contoh-laporan-iut_29.html#comment-form. Diakses tanggal 26 Februari 2013 (online) Saumi, Rahmawati, 2009, Pengenalan Alat Lapangan Geologi. http://oti saumirahmawati.wordpress.com/2009/11/29/pengenalan-alat-lapangangeologi/. Diakses tanggal 26 Februari 2013. (online) Adi Prasetya, Yogi, 2012, Perlengkapan dan Alat Geologi yang Digunakan di Lapangan, http://geoyogi.wordpress.com/2012/03/03/alat-geologi-

yang-digunakan-di-lapangan/. Diakses tanggal 26 Februari 2013 (online) Tyas, Yushinta, 2012, Perlengkapan Waib Geologist, http://isticlyne.blogspot .com/2012/09/perlengkapan-wajib-geologist.html. Diakses tanggal 26 Februari 2013 (online) Syukur Anwar, Andi, 2012, Peralatan Dasar Geologi Lapangan, http://bumimyearth.blogspot.com/2012/01/peralatan-dasar-geologi-lapangan.html. Diakses tanggal 26 Februari 2013 (online)