Anda di halaman 1dari 6

HIPEREMESIS GRAVIDARUM

II. ASKEB TEORI


I. PENGKAJIAN Biodata umur :penyebab dari hiperemesisi gravidarum belum diketahui secara pasti,namun diperkirahan hamil dibawah usia 24 tahun ( sobatbaru.blogspot.com/2009/02/hiuperemesis gravidarum.htm) Sering terjadi pada primigravida (http://brantas1984.wordpress.com/2009/05/02/tugas-kelompokhiperemesis-grafidarum/) Keluhan utama Mual dan muntah ,nafsu makan turun Tidak dapat melakukan kegiatan sehari-hari Cemas dengan kondisi kehamilannya (http://brantas1984.wordpress.com/2009/05/02/tugas-kelompokhiperemesis-grafidarum/) A. Data Subjektif

Riwayat kehamilan hiperemesis gravidarum diperkirakan terjadi berhubungan dengan kehamilan pertama,kehamilan ganda. usia kehamilan : hiperemesis gravidarum terjadi pada minggu ke 612 masa kehamilan,yang dapat berlanjut sampai minggu ke 16-20 masa kehamilan ( sobatbaru.blogspot.com/2009/02/hiuperemesis gravidarum.htm)

Pola eliminasi Adanya gangguan buang air besar ( konstipasi ) dan terjadi oligouri. (Sarwono Prawirohardjo.2005.277)

Pola makan Adanya gangguan pada nafsu makan ( menurun ) (Sarwono Prawirohardjo.2005.277)

Keadaan psikologi interaksi social : perubahan status kesehatan,stressor kehamilan,respon anggota keluarga yang dapat bervarisi terhadap hospitalisasi dan sakit,system pendukung yang kurang integritas ego : konflik interpersonal keluarga,kesulitan ekonomi,kehamilan tak direncanakan,perubahan persepsi terhadap kehamilanya. (http:// zerich150105.wordpress.com/2009)

B. Data Objektif Pemeriksaan umum kesadaran : apatis pada hiperemesis gravidarum tingkat III bisa mengalami somnolen sampai koma. (http:// coassgokil.multiply.com/journal/2008) nadi meningkt sekitar 100 kali per menit tekanan darah turun suhu naik (Kapita Selekta Kedokteran.2005. 259) berat badan turun wanita dengan obesitas ( kegemukan ) juga mengalami peningkatan resiko hiperemesis gravidarum. ( sobatbaru.blogspot.com/2009/02/hiuperemesis gravidarum.htm) Pemeriksaan khusus inspeksi : - lidak mengering dan mata cekung palpasi : turgor kulit berkurang (http:// coassgokil.multiply.com/journal/2008) Pemeriksaan laboratorium pemeriksaan keton di dalam urine : Pada pemeriksaan Urine di temukan keton 3c BUN dan elektrolit Tes fungsi ginjal pada hiperemesis gravidarum tingkat II mengalami

TSH dan T4 (Helen Varney.2006.hal :608) Pemeriksaan darah lengkap dengan apusan darah: Nilai hemoglobin dan hematokrit yang meningkat menunjukan hemokonsentrasi berhubungan dengan dehidrasi. Anemia merupakan konsekuensi mal nutrisi.

(http://bidancanggih.blogspot.com/2009/07/hiperemesis-gravidarum.html) Pemeriksaan diagnostic USG : mengkaji usia gestasi janin dan gestasi multiple,mendeteksi abnormalitas janin,melokalisasi plasenta Pemeriksaan fungsi hepar : AST,ALT,dan kadar LDH Urinalisis :kultur,mendeteksi bakteri (http:// zerich150105.wordpress.com/2009) II. MENGIDENTIFIKASI DIAGNOSA DAN MASALAH Diagnosa : Hiperemesis Gravidarum Masalah 1. Mual dan muntah ,nafsu makan turun 2. Tidak dapat melakukan kegiatan sehari-hari 3. Cemas dengan kondisi kehamilannya (http://brantas1984.wordpress.com/2009/05/02/tugas-kelompokhiperemesis-grafidarum/) III. MENGIDENTIFIKASI DIAGNOSA DAN MASALAH POTENSIAL Diagnosa Potensial pemeriksaan medik dan psikiatrik memburuk gangguan faal organ ( sobatbaru.blogspot.com/2009/02/hiuperemesis gravidarum.htm) Gangguan jiwa (http://pramitaherlina.blogspot.com/2009/09/ho-hiperemesis.html)

-terjadi :

Masalah Potensial

o o o o o

delirium kebutaan takikardi ikterus anuria

( sobatbaru.blogspot.com/2009/02/hiuperemesis gravidarum.htm) IV. KEBUTUHAN

Dukungan dan perhatian dari keluarga Asupan makanan untuk nutrisi tubuh Menghentikan mual dan muntah Informasi serta kolaborasi dengan dokter KIE V. INTERVENSI Tujuan : Hiperemesis Gravidarum bisa diatasi,keadaan ibu dan janin baik Ibu tidak merasa khawatir lagi pada kondisi kehamilannya Keadaan umum ibu baik : Frekuensi nadi 80-90 kali per menit Tekanan darah kembali normal : sistole :120-140 mmHg Diastole : 70- 90 mmHg Intervensi 1. Batasi intake oral hingga muntah berhenti. 2. berikan terapi cairan 3. Mual dan muntah dapat berhenti Jumlah makan dan cairan yang di konsumsi tubuh seimbang Mempertahankan masa tubuh dan BB dalam batas nomal Asupan gizi dapat memenuhi kebutuhan tubuh Ibu bisa melakukan aktivitas sehari hari sendiri Ibu tidak merasa khawatir lagi Rasional 1. Memelihara keseimbangan cairan elektfolit dan mencegah muntah selanjutnya. 2. Untuk keseimbangan elektrolit.

Kriteria Hasil :

Anjurkan makan dalam porsi kecil tapi sering 3. Dapat mencukupi asupan nutrisi yang dibutuhkan tubuh

4. Ketika lambung kosong, asam lambung 4. Makan lebih dini dan sering sebelum ibu merasa lapar 5. 6. Anjurkan untuk menghindari makanan yang berlemak anjurkan untuk makan makanan selingan seperti biskuit, roti dan the (panas) hangat sebelum bagun tidur pada siang hari dan sebelum tidur 7. Anjurkan peningkatan asupan minuman berkarbonat, makan sesering mungkin dengan jumlah sedikit. 8. Kontrol lingkungan klien dan batasi pengunjung 9. Berikan support psikologis 9. Untuk menurunkan kecemasan dan membina rasa saling percaya dan penting untuk meningkatkan kesehatan mental klien 10. memberi konseling informasi dan edukasi (KIE) tentang kehamilan kepada ibu-ibu (http:// coassgokil.multiply.com/journal/2008) 10. Untuk menghilangkan faktor psikis rasa takut (http://pramitaherlina.blogspot.com/2009/09/ho11. Anjurkan klien membatasi aktifitas dengan isrirahat yang cukup. 12. Jangan tiba-tiba berdiri waktu bangun pagi hiperemesis.html) 11. Menghemat energi dan menghindari pengeluaran tenaga yang terus-menerus untuk meminimalkan kelelahan 12. karena akan membuat ibu pusing, mual dan muntah 13. Bantu klien beraktifitas secara bertahap. 13. Aktifitas bertahap meminimalkan terjadinya trauma seita meringankan dalam memenuhi kebutuhannya. (http:// coassgokil.multiply.com/journal/2008) VI. IMPLEMENTASI 8. Untuk mencegah dan mengurangi kecemasan 7. Membantu dalam meminimalkan mual/muntah dengan menurunkan keasaman lambung 5. Makanan yang berlemak dapat menstimulus mual dan muntah 6. Makanan selingan dapat mengurangi atau menghindari rangsang mual muntah yang berlebih tidak memiliki apapun untuk dicerna kecuali lapisan dindingnya sendiri Ini bisa memicu mual

1. membatasi intake oral hingga muntah berhenti.

2. Memberikan terapi cairan 3. menganjurkan makan dalam porsi kecil tapi sering 4. menganjurkan makan lebih dini dan sering sebelum ibu merasa lapar 5. 6. 7. menganjurkan untuk menghindari makanan yang berlemak menganjurkan untuk makan makanan selingan seperti biskuit, roti dan the (panas) hangat sebelum bagun tidur pada siang hari dan sebelum tidur menganjurkan peningkatan asupan minuman berkarbonat, makan sesering mungkin dengan jumlah sedikit. 8. Mengontrol lingkungan klien dan batasi pengunjung 9. Memberikan support psikologis 10. memberi konseling informasi dan edukasi (KIE) tentang kehamilan kepada ibu 11. menganjurkan klien membatasi aktifitas dengan isrirahat yang cukup. 12. Melarang tiba-tiba berdiri waktu bangun pagi 13. membantu klien beraktifitas secara bertahap VII. EVALUASI 1. Mual dan mutah tidak ada lagi.. 2. Tanda-tanda vital baik. (http://cakmoki.blogsome.com/)