Anda di halaman 1dari 4

DESI PERMATA SARI PADANG 4111220003 NONDIK A BIOLOGI 2011

PEMANFAAT SERAT NANAS (Ananas comosus) UNTUK TEKSTIL YANG RAMAH TERHADAP LINGKUNGAN SERTA DAPAT MENGURANGI PEMANASAN GLOBAL (GLOBAL WARMING)

Bisa jadi, baju yang kamu pakai sekarang berasal dari serat tumbuhan. Bahkan mungkin kertas yang kamu gunakan juga berasal dari serat tumbuhan. Serat-serat tumbuhan yang dimaksud ialah serat skelerenkim yang terdapat di berbagai jaringan tumbuhan. Serat tumbuhan dengan sentuhan teknologi dapat dimanfaatkan untuk berbagai kepentingan. Serat floem misalnya, banyak dipakai untuk beberapa keperluan manusia dan bahkan sekarang diperdagangkan. Beberapa serat floem dikotil digunakan untuk membuat kertas. Serat yang berasal dari daun monokotil juga dapat dimanfaatkan manusia. Contoh serat daun monokotil salah satunya adalah serat nanas (Ananas comosus) yang dapat digunakan untuk tekstil. Serat daun nanas (pineappleleaf fibres) adalah salah satu jenis serat yang berasal dari tumbuhan (vegetable fibre) yang diperoleh dari daun-daun tanaman nanas. Tanaman nanas yang juga mempunyai nama lain, yaitu Ananas comosus, (termasuk dalam family Bromeliaceae), pada umumnya termasuk jenis tanaman semusim. Menurut sejarah, tanaman ini berasal dari Brazilia dan dibawa ke Indonesia oleh para pelaut Spanyol dan Portugis sekitar tahun 1599. Di Indonesia tanaman tersebut sudah banyak dibudidayakan, terutama di pulau Jawa dan Sumatera yang antara lain terdapat di daerah Subang, Majalengka, Purwakarta, Purbalingga, Bengkulu, Lampung dan Palembang, yang merupakan salah satu sumber daya alam yang cukup berpotensi. Proses pembuatan serat nenas bisa dibilang cukup

lama dengan hasil yang tidak banyak, hal ini dikarenakan proses yang di lakukan menghasilkan serat yang bagus, bersih dari daun/pelepah dilakukan berulang kali agar dapat menghasilkan serat nenas pilihan. Kita bisa melihat hasilnya pada gambar di bawah ini:

Gambar : pembuatan serat nanas (Ananas cosmosus) Meskipun proses pembuatan serat nenas bisa dibilang cukup lama dengan hasil yang tidak banyak, tapi manfaat serat nanas untuk menambah kekuatan uji tarik dari material komposit resin epoksi serat nanas untuk pembuatan helmet pengaman sangat bagus. Dari hasil jurnal Musa B. Palungan Jurusan Teknik Mesin UKI- Paulus Makassar, ia mengatakan apabila volume serat nenas ditambah sebesar 20 % dalam resin epoksi maka mengakibatkan/menyebabkan kekuatan dari spesimen uji mengalami peningkatan sebesar 0,098 joule atau sebesar 36,43 % daripada untuk material komposit resin epoksiserat nenas untuk helmet pengaman pada komposit 100%-0% (tanpa serat) Adiwidia Edisi Desember 2009, No. 2 diperoleh kekuatan yang rendah bila dibandingkan dengan komposisi 80%- 20% (dengan serat). Namun apabila komposisi 80%-20% dibandingkan dengan helmet standar (asli) maka diperoleh kekuatan yang lebih kecil. Manfaat pembuatan serat nanas untuk bahan tekstil juga ramah akan lingkungan. Dari hasil skripsi M.NASHRUS TSANI 0652010022 program studi teknik lingkungan yang berjudul PENGARUH PENAMBAHAN SERAT LIMBAH DAUN NANAS TERHADAP

SIFAT MEKANIK PLASTIK MUDAH TERURAI (BIODEGRADABLE) menjelaskan bahwa plastik mudah terurai (biodegradable) adalah plastik yang tergradasi di alam dalam waktu yang singkat. Bahan itu lebih murah dibanding bahan plastik lainnya. Waktu hancurnya lebih singkat. Bahan ini juga tidak beracun dan sangat aman untuk membungkus makanan. Plastik berbahan dasar tepung aman bagi lingkungan. Sebagai perbandingan, plastik tradisional membutuhkan waktu sekira 50 tahun agar dapat terdekomposisi alam, sementara plastik biodegradable dapat terdekomposisi 10 hingga 20 kali lebih cepat. Hasil degradasi plastik ini dapat digunakan sebagai makanan hewan ternak atau sebagai pupuk kompos. Plastik biodegradable yang terbakar tidak menghasilkan senyawa kimia berbahaya. Kualitas tanah akan meningkat dengan adanya plastik biodegradable, karena hasil penguraian mikroorganisme meningkatkan unsur hara dalam tanah. Namun plastik mudah terurai memiliki kelemahan terhadap sifat mekaniknya, kebanyakan plastik mudah terurai kurang bagus dalam sifat mekaniknya, (Malcom, 2007). Untuk itu dibutuhkan tambahan bahan lagi dengan menggunakan serat sebagai penguat sehingga nanti diproleh hasil yang lebih bagus, Serat daun nanas (pineappleleaf fibres)adalah salah satu jenis serat yang berasal dari tumbuhan (vegetable fibre) yang diperoleh dari daun-daun tanaman nanas. Tanaman nanas yang juga mempunyai nama lain, yaitu Ananas Cosmosus, (termasuk dalam family Bromeliaceae), Daun nanas mempunyai lapisan luar yang terdiri dari lapisan atas dan bawah. Diantara lapisan tersebut terdapat banyak ikatan atau helai-helai serat (bundles of fibre) yang terikat satu dengan yang lain oleh sejenis zat perekat (gummy substances) yang terdapat dalam daun. Karena daun nanas tidak mempunyai tulang daun, adanya serat-serat dalam daun nanas tersebut akan memperkuat daun nanas saat pertumbuhannya. Dari berat daun nanas hijau yang masih segar akan dihasilkan kurang lebih sebanyak 2,5 sampai 3,5% serat serat daun nanas. Pengambilan serat daun nanas pada umumnya dilakukan pada usia tanaman berkisar antara 1 sampai 1,5 tahun. Serat yang berasal dari daun nanas yang masih muda pada umumnya tidak panjang dan kurang kuat. Sedang serat yang dihasilkan dari tanaman nanas yang terlalu tua, terutama tanaman yang pertumbuhannya di alam terbuka dengan intensitas matahari cukup tinggi tanpa pelindung, akan menghasilkan serat yang pendek kasar dan getas atau rapuh (short, coarse and brittle fibre). Oleh sebab, itu untuk mendapatkan serat yang kuat, halus dan lembut perlu dilakukan pemilihan pada daun-daun nanas yang cukup dewasa yang pertumbuhannya sebagian terlindung dari sinar matahari. (Dwi. P, 2010).

Nah, dengan pemanfaatan serat nanas tersebut juga dapat mengurangi yang namanya pemanasan global (Global Warming). Dengan kita menggunakan serat ini kita tidak perlu sebanyak dulu menggunakan kayu untuk pembuatan bahan tekstil. Disini saya mencari alternatif pengganti kayu sehingga bisa mengurangi penebangan pohon dan dampak global warming. Padahal kita tahu bahwa di Indonesia sendiri tanaman nanas sudah banyak

dibudidayakan, terutama di pulau Jawa dan Sumatera yang antara lain terdapat di daerah Subang, Majalengka, Purwakarta, Purbalingga, Bengkulu, Lampung dan Palembang, yang merupakan salah satu sumber daya alam yang cukup berpotensi. DAN SAATNYA UNTUK KATAKAN : STOP GLOBAL WARMING !!!