Anda di halaman 1dari 32

Dr. Supraptiningsih, SpS Lab/SMF Penyakit Saraf FK UNEJ/RSD Dr.

Soebandi Jember

I. DEFINISI
Penyakit Parkinson (Parkinson desease) adalah bagian dari Parkinsonism, yang secara patologis ditandai oleh degenerasi ganglia basalis terutama di substansia nigra pars kompakta (SNC) yang disertai adanya inklusi sitoplasmik eosinofilik (Lewy Bodies)

PARKINSONISM: Adalah suatu sindrom yang ditandai oleh tremor waktu istirahat, rigiditasi, bradikinesia dan hilangnya refleks postural, akibat penurunan kadar dopamin dengan berbagai macam sebab

II. ETIOLOGI
Idiopatik Usia lanjut Genetik Faktor limgkungan Faktor resiko:
Usia

tidak dapat diabaikan

Rasial Genetik

: Meningkat pada usia lanjut, jarang pada usia < 30th : kulit putih lebih sering dari pada orang Asia dan Afrika : diduga mempunyai peranan

Faktor resiko:
Lingkungan : Toksin : - MPTP, dll - Penggunaan herbisida dan pestisida - Infeksi Cedera Cranio Serebral: : Masih belum jelas Stress Emosional : diduga merupakan faktor resiko

III. PATOFISIOLOGI
Penyakit Parkinson terjadi karena penurunan kadar dopamin akibat kematian neuron di pars kompakta substansia nigra sebesar 40 50 % yang disertai adanya inklusi sitoplasmik eosinofilik (Lewy bodies) akibat multifaktorial

IV. EPIDEMIOLOGI
Digambarkan oleh James Parkinson pada 1817 Dikenal sebagai kelainan system Extrapyramidal oleh Kinnier Wilson pada tahun 1912 Penyakit parkinson > 80% Parkinsonism Pria : Wanita = 3 : 2 Biasanya mulai timbul pada usia 40 70 thn; puncaknya pada dekade ke enam Mulai < 20 thn ~ Juvenile Parkinsonism Prevalensi 160 per 100.000 populasi Incidence 20 per 100.000 populasi Kematian biasanya disebabkan infeksi sekunder

V. KLASIFIKASI
A. Idiopatik (Primer) Penyakit parkinson Juvenile Parkinsonism B. Simptomatik (Sekunder) Infeksi dan pasca infeksi Pasca Encefalitis (Ensefalitis letargika), slow virus Toksin:
1-Methyl-4Phennnyl-1,2,3,6-Trihydroxypyridine (MPTP) ; Co ; Mn ; Mg ; CS2 ; Metanol, Etanol; Sianid

Obat:
Neuroleptik (antipsikotik); anti emetik; reserfin; tetrabenazine; Alfa-Metil-Dopa; Lithium; Flunarisin; sinarisin

Vaskuler: multi infark serebral Trauma kranio serebral (Pugilistic Encephalopathy) Lain-lain:
Hipoparatiroidia Degenerasi Hepato Serebral Tumor Otak siringomielia

C. Parkinsonism Plus (Multiple system degeneration) Progresif Supranuclear Palsi Atrofi Multisystem: Degenerasi striatogrial; syndroma shydrager; degenerasi olivo pontosereberel; sindroma parkinsonism-amiotrofi Degenerasi ganglionik kortikobasal

Sindroma Demensia: Kompleks parkinsonism-demensials (GUAM; penyakit lewy bodies difus; penyakit Jacob creut zfeldt; penyakit alzheimer Hidrosefalus tekanan normal Kelainan Herediter Penyakit Wilson; penyakit Hallervorden-Spatz; penyakit hutington; neuro akantositosis; kalsifikasi ganglia basal familial; parkinsonism familial; parkinsonism familia dengan neuropati perifer

D. Penyakit Heredodegeneratif Seroid Lipofusinosis Penyakit Gerstmann-strausler-scheinker Kelainan Herediter penyakit Hallervorden-Spatz Penyakit hatingtong Lubag (Filipo X linked dystoniaparkinson)

Penyakit Machado joseph Nekrosis striatal dan sitopati mitokhondria Neuroakantosis Atrofi famialial olivopontoserebeler Syndrom Talamik demensia Penyakit Wilson

VI. GEJALA KLINIS PARKINSON

VII. KOMPLIKASI
Hipokinesia
Atrofi / kelemahan otot skunder Kontraktur sendi Deformitas: kifosis; skoliosis Osteoporosis

Gangguan fungsi luhur


Afasia Agnosia Apraksia

Gangguan postural
Perubahan kardio-pulmonal Ulkus dekubitus jatuh

Gangguan Metal
Ganggua pola tidur Emosional Gangguan seksual Depresi Bradifrenia Psikosis Demensia

Gangguan Vegetatif
Hipotensi postural Inkontinensia urine Gangguan keringat

Gangguan akibat efek samping obat

VIII. DIAGNOSIS
Kriteria Diagnostik (Kriteria Hughes) Possible : terdapat salah satu dari gejala utama Tremor istirahat Rigiditas Bradikinesia Kegagalan refleks postural

Kriteria Diagnostik (Kriteria Hughes) Probable Terdapat kombinasi dua gejala utama atau satu gejala dari tiga gejala pertama yang tidak simetris Definite Terdapat tiga kombinasi dari empat gejala atau dua gejala dengan satu gejala lain yang tidak simetris Bila semua tanda-tanda tidak jelas periksa ulang beberapa bulan kemudian

Mask-like,expressionless face, often with drooling

Bent posture- chasing centre of gravity

Pil rolling tremor of hands

Stiff, shuffing gait

Tanda Khusus: Meyerson Sign = tidak dapat mencegah kedip mata bila daerah glabela diketuk berulang-ulang 2X/detik Pemeriksaan Penunjang Neuroimaging - CT- Scan - MRI - PET Laboratorium (penyakit parkinson sekunder) - Patologi Anatomi - Pemeriksaan kadar Cu (Wilsonis Disease) prion (Bovine spongiform encephalopathy)

IX. PENATALAKSANAAN
Umum (Suportive) Pendidikan (education) Penunjang (support) - Penilaian kebutuhan emosional - Rekreasi dan kegiatan kelompok - Konsultasi profesional - Konseling hukum - Konseling pekerjaan Latihan fisik Nutrisi

Medikamentosa
a. Antagonis NMDA Amantadin 100 n 200 mg per hari b. Anti kholinergik Benztropin mesylate 1 n 8 mg perhari Biperiden 3 6 mg perhari Chorphenoksamine 150-400 mg perhari Cycrimine 5 20 mg per hari Orphenadrine 150 400 mg perhari Procyclidine 7.5 30 mg perhari Trihexyphenidyl 3 15 mg perhari Ethoproprazine 30 60 mg perhari

c. dopaminergik carbidopa + levodopa 10/100 mg, 25/100 mg, 25/250 mg perhari Benserazide + levodopa 50/100 mg perhari d. Dopamin agonis Bromocriptine mesylate 5 40 mg perhari Pergolide mesylate 0.75 5 mg perhari Cabergoline 0.5 5 mg perhari Pramipexole 1.5 4.5 mg perhari Ropinirole 0.75 2.4 mg perhari Apomorphine 10 80 mg perhari

e. COMT (Catechal-O-Methyl Transferase) inhibitors Entacapone 200 mg perhari bersamaan dengan setiap dosis levodopa, maksimal 1600 mg entacapone perhari Tolcapone 300 600 mg perhari f. MAO-B (Mono Amine Oxidase B) inhibitor Selegiline 10 mg perhari (pagi dan siang) 5 mg bid perhari g. Antioksidan Asam askorbat (vit.C) 500-1000 mg perhari Betacaroten (pro vit. A) 4000 IU perhari h. Betablocker Propanolol 10 30 mg perhari

Pembedahan a. Talamotomi ventrolateral : bila tremor menonjol b.Palidotomi : bila akinesia dan tremor c. Transplantasi substansia nigra d.Stimulasi otak dalam

Rehabilitasi Medik Tujuan rehabilitasi medik adalah untuk meningkatkan kualitas hidup penderita dan menghambat bertambah beratnya gejala penyakit serta mengatasi masalah-masalah sebagai berikut a. Abnormalitas gerakan b. Kecenderungan postur tubuh yang salah c. Gejala otonom d. Gangguan perawatan diri (activity of daily livingADL) e. Perubahan psikologik

Untuk mencapai tujuan tersebut diatas dapat dilakukan tindakan sebagai berikut a. Terapi fisik : ROM (range of motion) - Peregangan - Koreksi postur tubuh - Latihan koordinasi - Latihan jalan (gait training) - Latihan buli-buli dan rectum - Latihan kebugaran kardiopulmonar - Edukasi dan program latihan di rumah b. Terapi okupasi c. Terapi wicara d. Psikoterapi e. Terapi sosial medik3