Anda di halaman 1dari 140

Triple Play Service In Your Pocket

Triple Play Service In Your Pocket

Agung Dermawan
----------------------------------------------------

890003@telkom.co.id 021-36060866

Kata Pengantar
Beranjak dari perkembangan bisnis Telkom yang memasuki teknologi triple play membuat kemampuan setiap pegawai menjadi faktor penting demi memenangkan persaingan bisnis yang ada saat ini. Minimnya sumber informasi mengenai teknologi terkini mendorong penulis berinisiatif untuk membuat suatu buku pengetahuan layanan triple play yang aplikatif. Buku ini dikemas secara aplikatif agar pembaca dapat dengan mudah mengimplementasikannya di lapangan. Buku ini membahas mulai dari proses instalasi di sisi Telkom hingga pelanggan serta pengenalan teknologi dan perangkat yang digunakan agar menjadi total solution bagi seorang pegawai dalam memahami teknologi triple play. Dengan segala kerendahan, penulis menyadari bahwa penyusunan buku ini masih banyak kekurangannya sehingga jauh dari sempurna. Oleh karena itu, penulis memohon maaf apabila terjadi kesalahan baik dalam hal penulisan maupun penyampaian. Akhir kata, semoga buku ini dapat bermanfaat dan dapat menambah ilmu pengetahuan serta dapat diaplikasikan secara nyata khususnya bagi dunia telekomunikasi, sehingga dimasa mendatang TELKOM selalu siap menghadapi perubahan dan tantangan dalam persaingan bisnis. Jakarta, Juni 2011

Agung Dermawan ii

Ucapan Terima Kasih


Dalam menyelesaikan buku ini dan selama On The Job Training di Divisi Akses Telkom Area Slipi, penulis banyak mendapatkan bantuan dan dorongan serta informasi dari berbagai pihak. Pada kesempatan ini penulis ingin mengucapkan rasa terima kasih yang sebesar-besarnya kepada: 1. Bapak Rinaldi Selaku Manager DIVA Area Slipi atas segala bantuan, baik berupa bimbingan, diskusi, dan arahan yang telah diberikan kepada penulis. 2. Bapak Gatot Sumarko Selaku Asisten Manager MDM DIVA Area Slipi yang telah meluangkan waktunya dalam membimbing penulis sewaktu menjalani On The Job Training di unit kerjanya. 3. Bapak Nasrudi selaku guru penulis yang telah mengajarkan berbagai macam perangkat Telkom serta cara penggunaannya dimana ini menjadi dasar ilmu pengatahuan yang baru bagi penulis. 4. Bapak Muchlas selaku mentor penulis yang telah memberikan wawasan bagi penulis sehingga dapat menjalani pekerjaan dengan baik di PT.Telkom. 5. Seluruh rekan-rekan Divisi Akses Area Slipi yang senantiasa membantu penulis di lapangan dalam setiap pekerjaan yang penulis kerjakan.

iii

Daftar Isi
Kata Pengantar
Ucapan Terima Kasih

ii
iii

Daftar Isi OLT (Optical Line Terminal) Ilustrasi Implementasi di Lapangan Pengenalan Perangkat OLT Pengenalan Tipe-Tipe Perangkat ONT Langkah-Langkah Setting ONT Di Sisi OLT Contoh Layanan Triple Play pada Komplek Kementrian Pemuda & Olahraga
Langkah Troubleshooting Konfigurasi OLT GPON Versi Baru Service : Internet pppoe VLAN 3706 di ONT Port 1 Service : Internet Astinet VLAN 629 di ONT Port 2 Service : Voice Via Sip Phone VLAN 70 di ONT Port 3 Service : IPTV VLAN Multicast : 110 & Unicast: 111 di ONT Port 4 MSAN (Multi Service Access Node) Pengenalan Perangkat MSAN ZTE Penanganan Operasional Lapangan Perangkat MSAN dengan Menggunakan Command Line Penanganan Operasional Lapangan Perangkat MSAN dengan Menggunakan GUI (Guide User Interface) NMS DSLAM (Digital Subscriber Line Access Multiplexer) Pengenalan Perangkat DSLAM Compact 5605 Langkah-Langkah Konfigurasi Perangkat DSLAM

iv 1 1 6 8 11 20
22 24 26 27 28 29 31 34 36 41 49 49 50

iv

Konfigurasi Mini DSLAM MA5605 Konfigurasi DSLAM MA5600 Langkah-Langkah Troubleshooting DSLAM 5300 Konfigurasi Voip Untuk ONT ZTEG-F620 Konfigurasi IPTV Pada Modem ZTE Konfigurasi IPTV Pada Modem Huawei Konfigurasi IPTV Pada Modem TP-LINK Melakukan Setting Di Sisi STB (Set Top Box) Dengan Mengaksesnya Ke Layar Televisi Setting Wifi /Access Point Pengenalan Istilah Daftar Pustaka

53 60 66 69 79 88 94 114 119 127 133

OLT (Optical Line Terminal)


Contoh Ilustrasi Implementasi di Lapangan

Terdapat tiga bagian penting secara umum pada teknologi GPON , yaitu, OLT (Optical Line Terminal), ODN (Optical Distribution Network), dan ONT (Optical Network Terminal). Pada teknologi GPON, terdapat pengefisienan kabel optik yang digelar, dikarenakan hanya 1

cukup menggunakan 1 kabel optik yang di dalamnya akan digunakan untuk mode penerima (receive) dan pengiriman (transmit). Teknologi ini juga mendukung proses pemisahan 1 jalur menjadi beberapa jalur (splitting) tanpa harus ada power yang digunakan. Oleh karena itu, teknologi ini disebut Passive Optical Network, dikarenakan menggunakan Passive Splitter. Pada implementasi di lapangan, perangkat OLT terletak di Kantor Telkom dimana hampir sebagian besar OLT GPON yang digunakan oleh Telkom menggunakan perangkat ZTE. Terdapat 2 versi OLT ZTE yang keduanya akan dibahas bagaimana cara mengkonfigurasinya pada buku ini. Untuk ODN itu sendiri akan dibagi menjadi ODC dan ODP. Pembagian ini dilakukan untuk mempermudah dalam hal labeling, pencarian titik kerusakan, dan lain sebagainya. Pada ODN, akan terjadi proses splitting/pemisahan dari 1 jalur menjadi beberapa bagian. Adapun rasionya yaitu, 1:4 , 1:8 , 1:16, dan 1:32. Sedangkan untuk ONT, merupakan perangkat yang digunakan untuk demodulasi (penterjemahan dari sinyal pembawa ke dalam sinyal informasi) dan sebaliknya. Karena menggunakan kabel optik, otomatis akan terjadi proses pengubahan dari sinyal cahaya ke elektris sekaligus diubah ke dalam mode digital sehingga perangkat pelanggan dapat mengetahui informasi yang diterima.

ODP (Optical Distribution Point) ODP bisa diasumsikan seperti DP pada kabel tembaga dimana mempunyai lokasi yang lebih dekat ke lokasi yang akan dipasang FTTx. Disini akan ada pelabelan pada setiap kabel optiknya yang mengarah ke lokasi tempat pemasangan.

ODC (Optical Distribution ) ODC bisa diasumsikan seperti RK pada kabel tembaga. Pada ODC terdapat splitter yang digunakan untuk memecah 1 saluran optik yang berasal dari sentral menjadi beberapa kabel serat optik. Adapun rasio splitternya: 1:4 1:8 1:16 1:32 Perlu diperhatikan, semakin banyak pemisahan kabel serat optik akan memperbesar redaman. 3

Perangkat Blower Perangkat yang digunakan untuk memasukan kabel serat optik ke dalam suatu jalur pipa (microduct, subduct, dll) dengan sistem menggunakan kompresor (tekanan angin). Alat ini biasa digunakan untuk memasukan kabel serat optik ke dalam microduct dari ODC ke ODP sekaligus dari ODP ke OTP(di sisi pelanggan).

Fusion Splicer Alat yang digunakan untuk penyambungan kabel optik. Alat ini melakukan pemanasan saat penyambungan menggunakan laser sehingga menghasilkan redaman yang sangat rendah.

Splitter Perangkat yang akan membagi dari 1 jalur optik menjadi beberapa jalur optik. Seperti pada gambar, ini merupakan jenis splitter 1:8.

Patchcord SC (Kotak) & FC (Bulat) --- APC (Hijau) & PC (Biru)

SC-APC

FC-PC

PENGENALAN PERANGKAT OLT ZTE ZXA10 C220 Modul GPFA : Modul pelanggan dimana dalam satu modul terdapat 4 port. Pada modul ini terdapat tombol RST yang digunakan untuk reset modul. Fungsi dari modul ini adalah menerima frame informasi dari perangkat ONT/ONU kemudian diteruskan ke modul GCSD/GCSA. Modul GCSD : Modul yang digunakan untuk modul kontrol dan switching dimana modul ini dapat mengolah data, TDM, dan proses untuk sinyal clock. Terdapat port RJ45 yang bisa digunakan untuk console dan network management.

Modul E1T1F : Modul yang digunakan sebagai interface uplink & downlink untuk modul control dan switching ketika bekerja pada keadaan stand by/active. Modul ini terdapat satu 10G XFP. Modul CE1B : Digunakan untuk interface koneksi E1 dimana memiliki kapasitas 32 E1 & sebuah tombol RST untuk reset.

Perangkat OLT GPON yang digunakan oleh Telkom kebanyakan merupakan perangkat buatan ZTE. Perangkat ini secara total telah mendukung berbagai layanan triple play yang dijanjikan oleh teknologi ini. Dengan memiliki bandwidth yang sangat besar, perangkat ini dapat mensupport layanan triple play dengan baik. Teknologi ini dapat beroperasi pada line rates 2.488 Gbps untuk arah downstream dan 1.244 Gbps untuk arah upstream. Modul pada perangkat GPON dapat diekspansi tanpa harus mematikan perangkat. Sehingga bila ada penambahan modul, perangkat ini bersifat fleksibel. Hal dasar lainnya adalah, perangkat ini harus mendukung arsitektur IP dimana internal backplane pada perangkat ini mampu melakukan switching yang bersifat non-blocked matrix.

PENGENALAN TIPE-TIPE PERANGKAT ONT ZTEG-F620 Karakteristik ONT : Memiliki 4 Port Ethernet (RJ45) Memiliki 2 Port POTS (RJ11) Memiliki 1 Port Back Up Power Supply (UPS) Konsumsi Power: <16 Watt Power Supply : 12 VDC Jarak Link : 0-20 Km (max) Port Fiber Optik : SC-APC Proses konfigurasi dilakukan dari sisi OLT tanpa harus melakukan koneksi telnet ke perangkat ONT tersebut. Untuk melakukan setting voip, kita harus melakukan setting langsung di ONT dengan mencolokan kabel LAN ke salah satu port ethernetnya.

ZXA10-F820 Karakteristik ONT : Jarak Link : 0-20 Km (max) 24*10/100Base-T interfaces 2*10/100/1000Base-T interfaces 16*E1 2 * 2MHz/bits clock output interfaces 2.5Gbit/s 1.25Gbit/s Power Supply:-48VDC atau 110V/220VAC Konsumsi Power : < 50W Port Fiber Optik : SC-APC Proses konfigurasi dilakukan dari sisi OLT dan Juga di sisi ONT dengan melakukan telnet ke IP ONT yang sebelumnya telah ditanam. ZXDSL-9806H Karakteristik ONT : Jarak Link : 0-20 Km (max) Memiliki 4 Slot yang bisa diisi dengan modul pots. 1 * GPON/GE port 96 * ADSL/ADSL2+/SHDSL or 64 * VDSL2 interfaces

2.5Gbit/s 1.25Gbit/s Konsumsi Power : <100Watt Power Supply:-48VDC atau 110V/220VAC Port Fiber Optik : SC-APC

10

LANGKAH-LANGKAH SETTING ONT DI SISI OLT


Aplikasi menggunakan ZOC : Connect to : 10.40.3.90 Port : 22 Connection Type : Secure Shell Emulation : Ansi BBS User : xxxxxx Password : xxxxxx

11

Status Koneksi telah terjalin. Sekarang anda telah masuk ke Embassy.

Sekarang Kita Koneksi ke OLT SLIPI (172.20.21.175) Menggunakan Telnet. [700579@embasy-d2-jakbar ~]$ telnet 172.20.21.175 Trying 172.20.21.175 Connected to 172.20.21.175 Escape character is '^]'. ************************************************ Welcome to ZXAN product C220 of ZTE Corporation 12

************************************************ Username : xxx Password : xxx GPON00-D2-SLP# Melakukan Setting ONT untuk Layanan Data dengan VLAN 3000 Pada FE (Fast Ethernet) 1. Melihat Status ONT yang Belum di Register. Sebaiknya Kita Mengetahui ONT yang Kita Pasang Terkoneksi Ke Port OLT Berapa. X/Y/Z dengan X Menandakan Shelf, Y menandakan Slot, dan Z Menandakan Port. GPON00-D2-SLP#show gpon onu uncfg gpon-olt_0/5/4 OnuIndex Sn State --------------------------------------------------------------------gpon-onu_0/5/4:1 ZTEG70004F20 unknown Setelah Terdeteksi ONT yang Belum Teregistrasi, kita lalu mencocokan Serial Numbernya Sesuai dengan ONT yang Kita Pasang. Langkah Selanjutnya Kita Masuk ke Mode Konfigurasi di OLT GPON00-D2-SLP#configure terminal Masuk ke Interface OLT Sesuai dengan Port di OLT-nya GPON00-D2-SLP(config)#interface gpon-olt_0/5/4 Melihat ONT-ONT yang Teregistrasi Pada Port OLT 0/5/4 GPON00-D2-SLP(config-if)#show running-config interface gpon-olt_0/5/4 13

---------------------------------------------------------------------------Building configuration... name OLT-4 reg-mode provision discover-period new_onu 20 miss_onu 60 register 1 type ZTEG-F820 ZTEG90003FD6 state ready register 2 type ZTEG-F820 ZTEG90003FF2 state ready multicast bandwidth 10240 flood bandwidth 1024 broadcast bandwidth 1024 pon-bandwidth 2488320 scb-port 4095 id Selanjutnya no shutdown ---------------------------------------------------------------------------Melakukan Registrasi ONT ke Sisi OLT dengan Menempati id yang berbeda. Tampak di atas id yang telah teregistrasi hanya ada 2. Kita bisa meregistrasi ONT pada id Selanjutnya. GPON00-D2-SLP(config-if)#register 3 type ZTEG-F620 ZTEG70004F20 state ready Melakukan Setting ONT Yang Kita Pasang Dengan Memberikan Layanannya Sekaligus Memberikan Deskripsi Dari ONT Yang Dipasang. GPON00-D2-SLP(config-if)#exit GPON00-D2-SLP(config)#interface gpon-onu_0/5/4:3 GPON00-D2-SLP(config-if)#name {diisi bebas,contoh PT.TELKOM} GPON00-D2-SLP(config-if)#description {diisi bebas,JL. S.Parman, Layanan ASTINET 20M} 14

Melihat Bandwidth Profile yang Tersedia di OLT. GPON00-D2-SLP(config-if)#show gpon profile bandwidth ---------------------------------------------------------------------------Name :Up-2M Type:1, FBW: 2048(kbps) Name :UP-4M Type:1, FBW: 4096(kbps) Name :UP-3M Type:1, FBW: 3072(kbps) Name :UP-20M Type:1, FBW: 20000(kbps) ---------------------------------------------------------------------------Memberikan Alokasi Kecepatan Upstream Sesuai dengan Bandwidth Profilenya. (tcont = traffic control,digunakan untuk membatasi besaran traffic maksimal yang digunakan masing-masing ONT) GPON00-D2-SLP(config-if)#tcont 1 name Astinet-tcont traffic UP-20M Melihat Bandwidth Traffic yang Tersedia di OLT. GPON00-D2-SLP(config-if)#show gpon profile traffic ---------------------------------------------------------------------------Name : Down-2M SIR PIR 15

2048 2048 Name : DOWN-4M SIR PIR 4096 4096 Name : DOWN-20M SIR PIR 20000 20000 ---------------------------------------------------------------------------Memberikan Alokasi Kecepatan Downstream Sesuai dengan Bandwidth Traffic-nya. (Gemport = digunakan untuk enkapsulasi trafik antara ONT dengan OLT,dimana modul GPFAB menerima frame GEM dari ONT kemudian akan diteruskan ke modul GCSA/GCSD) GPON00-D2-SLP(config-if)#gemport 1 name Astinet-Gemport unicast tcont 1 downtraffic DOWN-20M Mendefinisikan vport 1 : GPON00-D2-SLP(config-if)#switchport mode hybrid vport 1 Men-Tag VLAN 3000 (VLAN sesuai alokasi) pd vport1 : GPON00-D2-SLP(config-if)#switchport vlan 3000 tag vport 1 Setelah Melakukan Setting ONT di Sisi OLT. Sekarang Kita Melakukan Pengaturan ONT dalam Managementnya GPON00-D2-SLP(config-if)#exit GPON00-D2-SLP(config)#pon-onu-mng gpon-onu_0/5/4:3 16

GPON00-D2-SLP(gpon-onu-mng)#interface eth eth_0/1 max-frame 1632 Memberikan VLAN 3000 Untuk Uplink (tag) dan Downlink (untag) untuk Port eth_0/1 GPON00-D2-SLP(gpon-onu-mng)#vlan-tag uni eth_0/1 up-mode add up-prio 0 up-vid 3000 downmode untag Memberikan Bridge Uplink Untuk Gemport Yang Telah Didefinisikan sebelumnya. GPON00-D2-SLP(gpon-onu-mng)#interwork gemport Astinet-Gemport bridge uplink_0/1/1 GPON00-D2-SLP(gpon-onu-mng)#vlan-filter-mode uni eth_0/1 tag-filter vid-filter untag-filter transparent Melakukan Setting Port Ethernet Berapa yang Akan Diberikan Layanan Astinet GPON00-D2-SLP(gpon-onu-mng)#vlan-filter uni eth_0/1 priority 0 vid 3000 Melakukan Setting Secara Logik Untuk VLAN 3000 Pada Arah Uplink GPON00-D2-SLP(gpon-onu-mng)#vlan-filter-mode uplink uplink_0/1/1 tag-filter vid-filter untagfilter discard GPON00-D2-SLP(gpon-onu-mng)#vlan-filter uplink uplink_0/1/1 priority 0 vid 3000 GPON00-D2-SLP(gpon-onu-mng)#exit Melakukan Setting Di Sisi OLT untuk Me-Registrasikan VLAN ke Arah Uplink ke Metro Ethernet GPON00-D2-SLP(config)#interface gei_0/6/1 GPON00-D2-SLP(config-if)#switchport vlan 3000 tag

17

Create Layanan IPTV dengan VLAN 110,111 pada FE (Fast Ethernet) 2. GPON00-D2-SLP(config)#interface gpon-onu_0/5/4:3 GPON00-D2-SLP(config-if)#tcont 2 name iptv-tcont traffic iptv-tcont GPON00-D2-SLP(config-if)#gemport 2 name iptv-gemport unicast tcont 2 downtraffic iptvgemport GPON00-D2-SLP(config-if)#switchport mode hybrid vport 2 GPON00-D2-SLP(config-if)#switchport vlan 110,111 tag vport 2 GPON00-D2-SLP(config-if)#igmp fast-leave enable vport 2 GPON00-D2-SLP(config-if)#igmp version v3 vport 2 GPON00-D2-SLP(config-if)#exit GPON00-D2-SLP(config)#pon-onu-mng gpon-onu_0/5/4:3 GPON00-D2-SLP(gpon-onu-mng)#vlan-tag uni eth_0/2 up-mode add up-prio 0 up-vid 111 downmode untag GPON00-D2-SLP(gpon-onu-mng)#interwork gemport iptv-gemport bridge uplink_0/1/2 GPON00-D2-SLP(gpon-onu-mng)#vlan-filter-mode uni eth_0/2 tag-filter vid-filter untag-filter transparent GPON00-D2-SLP(gpon-onu-mng)#vlan-filter uni eth_0/2 priority 0 vid 110 GPON00-D2-SLP(gpon-onu-mng)#vlan-filter uni eth_0/2 priority 0 vid 111 GPON00-D2-SLP(gpon-onu-mng)#vlan-filter-mode uplink uplink_0/1/2 tag-filter vid-filter untagfilter discard GPON00-D2-SLP(gpon-onu-mng)#vlan-filter-mode uplink uplink_0/1/255 tag-filter vid-filter untag-filter discard GPON00-D2-SLP(gpon-onu-mng)#vlan-filter uplink uplink_0/1/2 priority 0 vid 110 18

GPON00-D2-SLP(gpon-onu-mng)#vlan-filter uplink uplink_0/1/255 priority 0 vid 111 GPON00-D2-SLP(gpon-onu-mng)#exit Set multicast receive-port ONT : GPON00-D2-SLP(config)#igmp mvlan 110 receive-port gpon-onu_0/5/4:3 vport 2 Set multicast source-port OLT : GPON00-D2-SLP(config)#igmp mvlan 110 source-port gei_0/6/1 Langkah Setting Layanan Astinet dan IPTV Telah Selesai. Untuk Melihat Status ONT Apakah Dalam Keadaan aktif atau mati GPON00-D2-SLP(config-if)#show gpon onu state gpon-olt_0/5/4 Melihat Status ONT Port 0/5/4:3 GPON00-D2-SLP(config-if)#show gpon onu detail-info gpon-onu_0/5/4:3 Melihat Tipe ONT Yang Telah Didefinisikan di OLT GPON00-D2-SLP(config-if)#show onu-type Melihat Konfigurasi Lengkap ONT Yang Baru Kita Konfigurasi GPON00-D2-SLP(config-if)#show running-config interface gpon-onu_0/5/4:3 Melihat Konfigurasi Lengkap di Sisi Manajemen ONT Yang Baru Kita Konfigurasi GPON00-D2-SLP(config)#show onu running config gpon-onu_0/5/4:3 Melihat Vlan 3000 di port uplink : GPON00-D2-SLP(config)#show running-config interface gei_0/6/1

19

Membuat Line Profile dan Traffic Profile pada OLT ZXAN# configure terminal ZXAN(config)#gpon ZXAN(config-gpon)#bandwidth-profile UP100M type 1 fixed 102400 ZXAN(config-gpon)#traffic-profile DOWN100M sir 100000 pir 120000 (SIR = Sustained Information Rate, Tingkat Laju Kestabilan Kecepatan Yang Digaransikan. PIR = Peak Information Rate, Tingkat Laju Lonjakan Kecepatan Data Yang Diijinkan Yang Dapat Melalui Jaringan) Contoh Layanan Triple Play { Internet = VLAN 3162 , IPTV = VLAN 110&111, Serta Voip = VLAN 1105) Pada Komplek Kementrian Pemuda & Olahraga ZXAN(config)#interface gpon-onu_0/9/1:1 ZXAN(config-if)#name TRIPLE PLAY == MENPORA ==Komplek.Mentri Widya Chandra ZXAN(config-if)#description Komplek.Mentri Widya Chandra ZXAN(config-if)#tcont 1 name iptv-tcont traffic iptv-tcont ZXAN(config-if)#tcont 2 name speedy-tcont traffic UP-10M ZXAN(config-if)#tcont 3 name voip-tcont traffic UP-3M ZXAN(config-if)#gemport 1 name iptv-gemport unicast tcont 1 dir both downtraffic iptv-gemport ZXAN(config-if)#gemport 2 name speedy-gemport unicast tcont 2 dir both downtraffic DOWN10M ZXAN(config-if)#gemport 3 name voip-gemport unicast tcont 3 dir both downtraffic DOWN-3M ZXAN(config-if)#switchport mode hybrid vport 1 ZXAN(config-if)#switchport vlan 110-111 tag vport 1 ZXAN(config-if)#switchport mode hybrid vport 2 20

ZXAN(config-if)#switchport vlan 3162 tag vport 2 ZXAN(config-if)#switchport mode hybrid vport 3 ZXAN(config-if)#switchport vlan 1105 tag vport 3 ZXAN(config-if)#igmp version v3 vport 1 ZXAN(config-if)#igmp fast-leave enable vport 1 ZXAN(config-if)#igmp max-groups 1024 vport 1 ZXAN(config-if)#exit ZXAN(config)#pon-onu-mng gpon-onu_0/9/1:1 ZXAN(gpon-onu-mng)#interface eth eth_0/1 max-frame 1600 ZXAN(gpon-onu-mng)#interface eth eth_0/4 max-frame 1600 ZXAN(gpon-onu-mng)#vlan-tag uni eth_0/1 up-mode add up-prio 0 up-vid 3162 down-mode untag ZXAN(gpon-onu-mng)#vlan-tag uni eth_0/4 up-mode add up-prio 0 up-vid 111 down-mode untag ZXAN(gpon-onu-mng)#interwork gemport iptv-gemport bridge uplink_0/1/1 ZXAN(gpon-onu-mng)#interwork gemport speedy-gemport bridge uplink_0/1/2 ZXAN(gpon-onu-mng)#interwork gemport voip-gemport bridge uplink_0/1/3 ZXAN(gpon-onu-mng)#vlan-filter-mode uni eth_0/1 tag-filter vid-filter untag-filter transparent ZXAN(gpon-onu-mng)#vlan-filter-mode uni eth_0/4 tag-filter vid-filter untag-filter transparent ZXAN(gpon-onu-mng)#vlan-filter uni eth_0/1 priority 0 vid 3162 ZXAN(gpon-onu-mng)#vlan-filter uni eth_0/4 priority 0 vid 110 ZXAN(gpon-onu-mng)#vlan-filter uni eth_0/4 priority 0 vid 111 ZXAN(gpon-onu-mng)#vlan-filter-mode uplink uplink_0/1/1 tag-filter vid-filter untag-filter discard ZXAN(gpon-onu-mng)#vlan-filter-mode uplink uplink_0/1/2 tag-filter vid-filter untag-filter discard ZXAN(gpon-onu-mng)#vlan-filter-mode uplink uplink_0/1/3 tag-filter vid-filter untag-filter discard 21

ZXAN(gpon-onu-mng)#vlan-filter-mode uplink uplink_0/1/255 tag-filter vid-filter untag-filter discard ZXAN(gpon-onu-mng)#vlan-filter uplink uplink_0/1/1 priority 0 vid 111 ZXAN(gpon-onu-mng)#vlan-filter uplink uplink_0/1/2 priority 0 vid 3162 ZXAN(gpon-onu-mng)#vlan-filter uplink uplink_0/1/3 priority 7 vid 1105 ZXAN(gpon-onu-mng)#vlan-filter uplink uplink_0/1/255 priority 0 vid 110 ZXAN(gpon-onu-mng)#voip protocol h248 ZXAN(gpon-onu-mng)#ip-host 1 ip 172.24.170.4 mask 255.255.255.192 gateway 172.24.170.1 ZXAN(gpon-onu-mng)#vlan-filter-mode ip-host 1 tag-filter vid-filter untag-filter discard ZXAN(gpon-onu-mng)#vlan-filter ip-host 1 priority 0 vid 1105 ZXAN(gpon-onu-mng)#exit ZXAN(config)#igmp mvlan 110 receive-port gpon-onu_0/9/1:1 vport 1 ZXAN(config)#igmp mvlan 110 source-port gei_0/6/1 Langkah Troubleshooting Melihat apakah perangkat yang kita pasang telah aktif atau belum dengan cara, menyalakan ONT yang telah di setting. Bila telah diregistrasi maka lampu PON pada ONT akan menyala berwarna hijau. Bila lampu LOS yang berwarna merah, ini menyatakan kabel optik putus. Bila hanya lampu power yang menyala, ini menandakan perangkat ONT belum diregistrasi.

22

Apabila telah diregistrasi, langkah yang kita lakukan adalah menghubungkan perangkat lain ke port yang telah dialokasikan untuk layanan tersebut. (misal komputer untuk layanan speedy dicolokan pada port Ethernet 1). Selanjutnya kita bisa melihat apakah mac address komputer tersebut telah terdeteksi atau belum dengan cara melihat di OLT. GPON00-D2-SLP(config)#show vlan 3161 Id : 3161 Name : VLAN3161 Description : N/A Transparent : disable multicast-packet: flood-unknown port(untagged) : port(tagged): gpon-onu_0/5/1:4:1,2:8:1 gei_0/6/1 GPON00-D2-SLP(config)#show mac vlan 3161 Total mac address : 2 Mac address Vlan id State Port Vc -------------------------------------------------------------------------------------0000.5e00.0101 3161 Dynamic gei_0/6/1 0002.6f71.8f0c 3161 Dynamic gpon-onu_0/5/2:8 vport 1 23 (Contoh, VLAN Speedy)

Pada langkah-langkah diatas kita bisa melihat apakah VLAN yang kita buat telah berada di port yang kita maksudkan. Apabila ternyata di OLT belum tertanam VLAN yang kita pasang, maka kita lakukan pemberian VLAN kembali. Langkah selanjutnya, kita bisa melihat mac address perangkatnya. Pada baris di atas tampak mac address untuk VLAN 3161 itu telah tertanam di gei_0/6/1 dan gpon-onu_0/5/2:8. Untuk port gei, ini menyatakan bahwa VLAN tersebut telah terhubung ke Metro E. Sedangkan untuk gpon-onu_0/5/2:8, ini menyatakan VLAN 3161 itu telah tertanam di ONT pada registrasi tersebut. Apabila ONT yang kita tanam pada suatu register di OLT belum terdeteksi di OLT, kita bisa melakukan reset ONT dengan cara mematikan power ONT kemudian menyalakannya kembali. Hal ini sering terjadi karena status ONT belum ter-update ke OLT. Apabila mac address nya tetap tidak terdeteksi, kemungkinan kesalahan terjadi pada ONT nya atau konfigurasinya. Langkah yang bisa kita lakukan adalah melihat langkah-langkah setting yang telah kita lakukan dengan membandingkannya dengan langkah-langkah yang valid. Hal ini dimungkinkan terjadi karena kadang kala satu baris konfigurasi lupa ditulis yang bisa berakibat settingannya tidak berhasil. Konfigurasi OLT GPON Versi Baru Membuat Line Profile pada OLT ZXAN#conf t ZXAN(config)#gpon ZXAN(config-gpon)# profile tcont UP-2M type 1 fixed 2048 setting upstream ZXAN(config-gpon)# profile traffic DOWN-2M sir 2048 pir 2048 setting downstream Catatan: UP-2M dan DOWN-2M adalah nama profile, di isi bebas dan di sesuaikan

24

Melihat Status ONT yang Belum di Register. Sebaiknya Kita Mengetahui ONT yang Kita Pasang Terkoneksi Ke Port OLT Berapa. X/Y/Z dengan X Menandakan Shelf, Y menandakan Slot, dan Z Menandakan Port. ZXAN#sho gpon onu uncfg gpon-olt_0/5/1 OnuIndex Sn State --------------------------------------------------------------------gpon-onu_0/5/1:1 ZTEG70002115 unknown Jika sudah pernah di config atau tidak terdeteksi, maka akan muncul seperti ini: %Code 32310: No related information to show. Jika belum pernah di konfigurasi, maka kita lanjutkan dengan me-register ONT tersebut: ZXAN# config terminal ZXAN(config)# interface gpon-olt_0/5/1 ZXAN(config-if)# onu 10 type ZTEG-F620 sn ZTEG70002115 vport-mode gemport ZXAN(config-if)# exit Keterangan: Angka 10 sesuai dengan registrasi ONT, di isi bebas tapi tidak boleh sama antar ONT dalam 1 Port OLT. ZTEG70002115 Sesuaikan dengan serial number ONT yang ter-install.

25

Service: Internet pppoe VLAN 3706 di ONT Port 1 ZXAN(config)# interface gpon-onu_0/5/1:10 ZXAN(config-if)# tcont 1 traffic UP-50M ZXAN(config-if)# gemport 1 name gemport-1 unicast tcont 1 downtraffic DOWN-50M ZXAN(config-if)# switchport mode hybrid vport 1 ZXAN(config-if)# switchport vlan 3706 tag vport 1 ZXAN(config-if)# exit ZXAN(config)# pon-onu-mng gpon-onu_0/5/1:10 ZXAN(gpon-onu-mng)# flow 1 ZXAN(gpon-onu-mng)# flow mode 1 tag-filter vid-filter untag-filter discard ZXAN(gpon-onu-mng)# flow 1 priority 0 vid 3706 ZXAN(gpon-onu-mng)# gemport 1 flow 1 ZXAN(gpon-onu-mng)# vlan-filter-mode ethuni eth_0/1 tag-filter vid-filter untag-filter transparent ZXAN(gpon-onu-mng)# vlan-filter ethuni eth_0/1 priority 0 vid 3706 ZXAN(gpon-onu-mng)# onu-vlan ethuni eth_0/1 up-mode add up-prio 0 up-vid 3706 down-mode untag ZXAN(gpon-onu-mng)# exit ZXAN(config)# interface gei_0/6/1 ZXAN(config-if)# switchport mode hybrid ZXAN(config-if)# switchport vlan 3706 tag ZXAN(config-if)# exit

26

Service: Internet 2 ASTINET VLAN 629 di ONT Port 2 ZXAN(config)# interface gpon-onu_0/5/1:10 ZXAN(config-if)# tcont 2 traffic UP-50M ZXAN(config-if)# gemport 2 name gemport-2 unicast tcont 2 downtraffic DOWN-50M ZXAN(config-if)# switchport mode hybrid vport 2 ZXAN(config-if)# switchport vlan 629 tag vport 2 ZXAN(config-if)# exit ZXAN(config)# pon-onu-mng gpon-onu_0/5/1:10 ZXAN(gpon-onu-mng)# flow 2 ZXAN(gpon-onu-mng)# flow mode 2 tag-filter vid-filter untag-filter discard ZXAN(gpon-onu-mng)# flow 2 priority 0 vid 629 ZXAN(gpon-onu-mng)# gemport 2 flow 2 ZXAN(gpon-onu-mng)# vlan-filter-mode ethuni eth_0/2 tag-filter vid-filter untag-filter transparent ZXAN(gpon-onu-mng)# vlan-filter ethuni eth_0/2 priority 0 vid 629 ZXAN(gpon-onu-mng)# onu-vlan ethuni eth_0/2 up-mode add up-prio 0 up-vid 629 down-mode untag ZXAN(gpon-onu-mng)# exit ZXAN(config)# interface gei_0/6/1 ZXAN(config-if)# switchport mode hybrid ZXAN(config-if)# switchport vlan 629 tag ZXAN(config-if)# exit

27

Service : VOIP Via SIP Phone VLAN 70 di ONT Port 3 ZXAN(config)# interface gpon-onu_0/5/1:10 ZXAN(config-if)# tcont 3 traffic UP-50M ZXAN(config-if)# gemport 3 name gemport-3 unicast tcont 3 downtraffic DOWN-50M ZXAN(config-if)# switchport mode hybrid vport 3 ZXAN(config-if)# switchport vlan 70 tag vport 3 ZXAN(config-if)# exit ZXAN(config)# pon-onu-mng gpon-onu_0/5/1:10 ZXAN(gpon-onu-mng)# flow 3 ZXAN(gpon-onu-mng)# flow mode 3 tag-filter vid-filter untag-filter discard ZXAN(gpon-onu-mng)# flow 3 priority 0 vid 70 ZXAN(gpon-onu-mng)# gemport 3 flow 3 ZXAN(gpon-onu-mng)# vlan-filter-mode ethuni eth_0/3 tag-filter vid-filter untag-filter transparent ZXAN(gpon-onu-mng)# vlan-filter ethuni eth_0/3 priority 0 vid 70 ZXAN(gpon-onu-mng)# onu-vlan ethuni eth_0/3 up-mode add up-prio 0 up-vid 70 down-mode untag ZXAN(gpon-onu-mng)# exit ZXAN(config)# interface gei_0/6/1 ZXAN(config-if)# switchport mode hybrid ZXAN(config-if)# switchport vlan 70 tag ZXAN(config-if)# exit

28

Service IPTV VLAN MULTICAST: 110 dan UNICAST: 111 di ONT Port 4 ZXAN(config)# interface gpon-onu_0/5/1:10 ZXAN(config-if)# tcont 4 traffic UP-50M ZXAN(config-if)# gemport 4 name gemport-4 unicast tcont 4 downtraffic DOWN-50M ZXAN(config-if)# switchport mode hybrid vport 4 ZXAN(config-if)# switchport vlan 110 tag vport 4 ZXAN(config-if)# igmp fast-leave enable vport 4 ZXAN(config-if)# igmp max-groups 1024 vport 4 ZXAN(config-if)# igmp version v3 vport 4 ZXAN(config-if)# iptv service start vport 4 ZXAN(config-if)# exit ZXAN(config)# pon-onu-mng gpon-onu_0/5/1:10 ZXAN(gpon-onu-mng)# flow 4 ZXAN(gpon-onu-mng)# flow mode 4 tag-filter vid-filter untag-filter discard ZXAN(gpon-onu-mng)# flow mode 255 tag-filter vid-filter untag-filter discard ZXAN(gpon-onu-mng)# flow 4 priority 0 vid 111 ZXAN(gpon-onu-mng)# flow 255 priority 0 vid 110 ZXAN(gpon-onu-mng)# gemport 4 flow 4 ZXAN(gpon-onu-mng)# vlan-filter-mode ethuni eth_0/4 tag-filter vid-filter untag-filter transparent ZXAN(gpon-onu-mng)# vlan-filter ethuni eth_0/4 priority 0 vid 111 ZXAN(gpon-onu-mng)# vlan-filter ethuni eth_0/4 priority 0 vid 110 ZXAN(gpon-onu-mng)# onu-vlan ethuni eth_0/4 up-mode add up-prio 0 up-vid 111 down-mode untag 29

ZXAN(gpon-onu-mng)# exit ZXAN(config)# igmp mvlan 110 source-port gei_0/6/1 ZXAN(config)# igmp mvlan 110 receive-port gpon-onu_0/5/1:10 vport 4 ZXAN(config)# interface gei_0/6/1 ZXAN(config-if)# switchport mode hybrid ZXAN(config-if)# switchport vlan 110 tag ZXAN(config-if)# exit Setting IGMP: ( IP group di sesuaikan keadaan) ZXAN(config)# igmp enable ZXAN(config)# igmp mvlan 110 ZXAN(config)# igmp mvlan 110 work-mode proxy ZXAN(config)# igmp mvlan 110 host-ip 192.168.1.20 ZXAN(config)# igmp mvlan 110 group 239.1.1.1 to 239.1.1.254 ZXAN(config)# igmp mvlan 110 group 239.1.1.1 to 239.1.1.254 prejoin enable

30

MSAN (Multi Service Access Node)


Multi Service Access Node adalah perangkat yang dapat melayani berbagai layanan seperti VPN, Astinet, Speedy, Voip, dll yang sudah termasuk dalam kategori broadband sehingga memungkinkan untuk dapat melayani layanan triple play. MSAN merupakan Perpaduan fleksibel dari layanan broadband dan narrowband yang dapat diintegrasikan dari sebuah single platform seperti: 1. Layanan Voice : POTS, VoIP, ISDN Data / broadband : TDM leased line (Leased line : 2 Mbit/s, nx64 Kbit/s, subrate), DSL (ADSL, VDSL, ADSL2/2+, G.SHDSL) 2. Transmisi Transmisi yang dapat digunakan oleh Multi Service Access Node (MSAN) meliputi : SDH (STM- 1 s/d STM 6) Ethernet (FE dan GE) 3. Topologi MSAN dapat mensupport topologi yang berbeda-beda untuk konfigurasi jaringan yang berbedabeda yaitu : Star Tree Ring MSAN memungkinkan beragam aplikasi penggelaran fiber optik FTTx yang mungkin seperti : FTTO (Fiber to The Office), FTTC (Fiber To The Curb), FTTB (Fiber To The Building) juga tersedia perangkat transmisi optik SDH atau PDH. 31

Multi Service Access Node (MSAN) dapat memberikan keuntungan dan nilai tambah non-teknis sebagai berikut : 1. Kemampuan menyediakan berbagai layanan. MSAN menyediakan layanan narrowband untuk data dan suara (menggunakan POTS, ISDN PRA/BRA,digital leased line) dan layanan broadband untuk kemampuan internet, data dan multimedia (melalui ADSL atau G.SHDSL) yang memungkinkan kemampuan download file dan penjelajahan internet yang lebih cepat bagi pelanggan. 2. Kecepatan penggelaran. Perangkat telah siap untuk di operasikan begitu dihubungkan dengan catuan listrik serta tersambung ke jaringan transport dan koneksi ke end-user telah dibuat. Dari NMS atau melalui suatu terminal lokal, provisioning sistem dapat dilakukan sehingga memungkinkan MSAN untuk dapat langsung operasional dalam waktu yang cukup pendek yang secara signifikan berarti memangkas waktu yang diperlukan untuk mengatur pendapatan. 3. Dalam hal aplikasi greenfield yang membutuhkan pekerjaan sipil, MSAN dimungkinkan digelar dengan memakai infrastruktur serat optik sehingga memungkinkan penggunaan kabel tembaga yang lebih pendek karena jaraknya menjadi lebih dekat ke pelanggan (pada umumnya < 1 km). Hal ini akan mengurangi biaya penggelaran jaringan last-mile dan memungkinkan Telkom untuk menawarkan layanan xDSL dengan jangkauan yang lebih luas serta memberikan berbagai kemungkinan layanan level agreement yang lebih besar. 4. MSAN dirancang untuk solusi multi vendor seperti MSAN ZTE dan Huawei yang ada di Telkom sekarang ini. Penggunaan interface standar diintegrasikan di layer transport, layer signalling dan level manajemen jaringan. Hal ini memungkinkan MSAN untuk secara penuh bekerja dengan baik walaupun saling berhubungan dengan berbagai perangkat yang dibuat dari macam-macam vendor.

32

5. Manajemen jaringan yang saling terintegrasi karena sudah berbasis IP. Pemakaian GUI yang mudah untuk dioperasikan dapat menampilkan seluruh data operasional seperti performansi, konfigurasi layanan, alarm, keamanan dan lainnya. Dengan suatu monitor tunggal seluruh alarm di elemen jaringan dapat ditampilkan sehingga akan mengurangi sumber daya yang dibutuhkan untuk mengatur dan memonitor layer jaringan. 6. Kesiapan berevolusi ke NGN. MSAN dirancang untuk siap menuju NGN. Sistemnya disiapkan untuk dapat bertransformasi secara lancar dari suatu platform access multiservice yang mendukung layanan TDM eksisting menuju ke suatu solusi NGN yang berbasis IP/ATM. Melalui suatu pensinyalan modul VoIP gateway yang sederhana node MSAN dapat diubah menjadi access gateway NGN sehingga dapat mendukung layanan VoIP dengan investasi yang minim sambil tetap mengakomodasi pelanggan yang masih menggunakan backbone TDM yang lama dan juga pelanggan yang ingin menggunakan bagian belakang NGN yang baru.

33

PENGENALAN PERANGKAT MSAN ZTE

GIS (Giga Ethernet Integrated Control and Switching Card) Berfungsi sebagai fungsi kontrol dari perangkat MSAN. Pada modul ini terdapat port yang digunakan untuk melakukan konfigurasi perangkat MSAN secara lokal. 34

MPRB (Packet processing and resource card type B) Berfungsi untuk memproses paket-paket data yang diterima dan dikirim. GEI (Giga Ethernet Interface Card) Perangkat yang digunakan untuk proses Uplink kearah Metro E, OLT, atau cascade ke MSAN lagi. ALC (Analog Line Card) Merupakan modul yang digunakan untuk melayani layanan voice ke pelanggan. Pada modul ini mempunyai 32 port. FLC (Far-end Line Card) Merupakan modul yang digunakan untuk melayani layanan 16 KC dimana ini digunakan untuk layanan telepon umum maupun wartel. Pada modul ini terdapat 16 port. GADL (Giga Backplane Interface ADSL Subscriber Line Card) Merupakan modul yang digunakan untuk layanan data. Pada modul ini terdapat 16 port in dan 16 port out, sehingga total dapat melayani 16 pelanggan. GILCA Merupakan modul kombo dimana dapat melayani layanan voice dan data internet. Pada modul ini terdapat 16 port in dan 16 port out, sehingga total dapat melayani 16 pelanggan. Power K Sebagai power untuk perangkat dimana bersifat tambahan dan digunakan untuk mencatu ringing tone.

35

Penanganan Operasional Lapangan Perangkat MSAN Dengan Menggunakan Command Line. [700579@embasy-d2-jakbar ~]$telnet 172.20.21.167 1123 (1123 merupakan port untuk akses ke MSAN) Trying 172.20.21.167... Connected to 172.20.21.167. Escape character is '^]'. ************************************************** * _______ _________ _______ __ __ __ __ * * | ____ / |___ ___ | | _____| ____| |____ \ \ \ \ / / * * // || || | __ __ | \_\ \_\ /_/ * * // || | |_____ | |_ | |__| | _________ * * // || | ____| | ____ ____| |_________| * * // || || | | __ __ * * / /____ || | |_____ | | / / \ \ * * /_______| |_| |_______| |__| /__/ \__\ * * * * Welcome to you !!! * * ( MSAG5200 V2.0.2 ) * ************************************************** Login Password : xxx : xxx 36

Memasang Modul Pada Perangkat MSAN. MSAN00-D2-SLP-3MRY#ag Memasang Modul ALC Pada Rack 1,Shelf 2, Slot 4 Dengan Type Menandakan Jenis Modul Yang Dipasang. MSAN00-D2-SLP-3MRY(ag)#add-board-slc rack 1 shelf 2 slot 4 type 26 Memberikan TID Pada Modul ALC atau GILCA. Beginindex menandakan dimulai dari port ke berapa, num menandakan berapa banyak port yang akan diberikan TID, tmidfix menandakan pelabelan TID, type default,dan begno menandakan nomor TID-nya. Kasus dibawah ini kita akan memberikan TID dari Port 1 sebanyak 16 port dimulai dari TID 0. A0,A1,A2,.A15. MSAN00-D2-SLP-3MRY(ag)#add-slctermid rack 1 shelf 2 beginslot 4 beginindex 1 num 16 tmidfix A type 2 begno 0 Menghapus Modul Pada Slot 3 MSAN00-D2-SLP-3MRY(ag)#del-board-slc slot 3 Menghapus TID dari port 16 sebanyak 16 port. MSAN00-D2-SLP-3MRY(ag)#del-slctermid rack 1 shelf 0 beginslot 3 beginindex 16 num 16 Memblock PORT. Circuitb menandakan dimulai dari port ke berapa dan circuite menandakan sampai port ke berapa. MSAN00-D2-SLP-3MRY(ag)# block-slc rack 1 shelf 4 slot 3 circuitb 3 circuite 3

37

Meng- Unblock PORT MSAN00-D2-SLP-3MRY(ag)# unblock-slc rack 1 shelf 4 slot 3 circuitb 3 circuite 3 Melihat Line Profile def2m.prf MSAN00-D2-SLP-3MRY(config)# show adsl lineprofile def2m.prf Membuat VLAN Baru Pada MSAN RY MSAN00-D2-SLP-3MRY(config)#vlan add 3021 MSAN00-D2-SLP-3MRY(config)#vlan add-port 3021 port 0/7/0 tagged MSAN00-D2-SLP-3MRY(config)#vlan add-port 3021 port 0/8/0 tagged MSAN00-D2-SLP-3MRY(config)#vlan add-port 3021 port 0/3/1-0/3/1 pvc 0 untagged Membuat VPI dan VCI Pada Modul di Slot 3 MSAN00-D2-SLP-3MRY(config)#dsl port atmpvc 0/3/0-0/3/15 pvc 0 vpi 0 vci 35 Memberikan Line Profile 112.prf Pada Slot 6 Port 15 (tanpa harus menghapus line profile yang sudah tertanam di port tersebut bersifat langsung menimpa line profile eksisting) MSAN00-D2-SLP-3MRY(config)#adsl port lineprofile 0/6/15 112.prf Mengaktifkan Port MSAN00-D2-SLP-3MRY(config)#port enable 0/7/0 MSAN00-D2-SLP-3MRY(config)#port enable 0/8/0

38

Melihat PVC Yang Tertanam Pada Suatu Port MSAN00-D2-SLP-3MRY(config)#show dsl port atmpvc port 2/15/15 Membuat Layanan IPTV Pada Salah Satu Port Di MSAN RY MSAN00-D2-SLP-3MRY(config)#vlan add 111 MSAN00-D2-SLP-3MRY(config)#vlan add-port 111 port 0/7/0 tagged MSAN00-D2-SLP-3MRY(config)#vlan add-port 111 port 0/8/0 tagged MSAN00-D2-SLP-3MRY(config)#vlan add-port 111 port 2/15/15 pvc 1 untagged MSAN00-D2-SLP-3MRY(config)#dsl port atmpvc 2/15/15 pvc 1 vpi 8 vci 88 MSAN00-D2-SLP-3MRY(config)#mvr add vlan 110 MSAN00-D2-SLP-3MRY(config)#mvr add-srcport vlan 110 port 0/7/0 MSAN00-D2-SLP-3MRY(config)#mvr add-recvport vlan 110 port 2/15/15 pvc 1 MSAN00-D2-SLP-3MRY(config)#mvr add-group vlan 110 group 239.1.1.1 to 239.1.1.255 MSAN00-D2-SLP-3MRY(config)#igmp enable Membuat Lineprofile paket 3 Mbps MSAN00-D2-SLP-3MRY(config)#adsl lineprofile add 115.prf MSAN00-D2-SLP-3MRY(config)#adsl lineprofile quickset atuc 115.prf targetSnr 120 MSAN00-D2-SLP-3MRY(config)#adsl lineprofile quickset atur 115.prf targetSnr 120 MSAN00-D2-SLP-3MRY(config)#adsl lineprofile quickset atur 115.prf maxrate 1024 MSAN00-D2-SLP-3MRY(config)#adsl lineprofile quickset atuc 115.prf maxrate 3648 Membuat paket 3 Mbps pada 0/3/0 sampai dengan 0/15/15 (mulai slot 3 port 0 s/d slot 15 port 15) MSAN00-D2-TGA-3MRS(config)# adsl port lineprofile 0/3/0-0/15/15 115.prf 39

Melihat VLAN Yang Tertanam Di MSAN RY MSAN00-D2-SLP-3MRY(config)#show vlan all MSAN00-D2-SLP-3MRY(config)#show vlan 3000 MSAN00-D2-SLP-3MRY(config)#show port 0/9/2 MSAN00-D2-SLP-3MRY(config)#show port slot 0/9

40

Penanganan Operasional Lapangan Perangkat MSAN Dengan Menggunakan GUI(Guide User Interface) NMS. Aplikasi menggunakan NetNumen : Username : maintenanceslp Password : telkom Server Address : 172.28.1.20

Konfigurasi Untuk Layanan Voip : Pilih Node MSAN Yang Akan Dikonfigurasi, Lalu Klik. Pada Rack/Board MSAN Klik Kanan Pada Modul ALC,FLC,GADL, Atau GILCA Yang Ingin Kita Setting. Pada Tampilan Rack MSAN Pilih Port Manager. Pada Layar Akan Terlihat Status Port Dan Menu. Pada Menu Tersebut Kita Dapat Lakukan Eksekusi Sesuai Menu Tersebut. 41

Tampilan NMS NETNUMEN Masuk Ke Perangkat MSAN Yang Ingin Dituju Dengan Mengakses Panel Sebelah Kiri Berdasar Areanya.

42

Melihat Modul-Modul Yang Tertanam di MSAN.

43

Melihat Isi Port dari Modul ALC, GADL, FLC, atau GILCA. Klik Kanan Pada Modul Yang Ingin Diamati.

44

Melihat Port-Port Yang Ada di Dalam Modul ALC Beberapa konfigurasi yang bisa dilakukan pada mode ini adalah :

Membuat Termination ID Menghilangkan Terminination ID Melakukan Change Port Melakukan Setting Layanan FAX Melakukan Blok/Unblock Port Pelanggan (PerPort/Per-Slot)

45

Pemberian Termination ID (TID) Termination ID Prefix : A (Default) Begin Circuit : Menandakan Dimulai Dari Port Ke Berapa Pada Modul Tersebut Untuk diberikan TID. Count : Menandakan Berapa Banyak Port Yang Akan Diisi TID. Termination ID Type Begin No. : Menandakan Nomor TID Yang Akan Diberikan Penghapusan Termination ID (TID) Begin Circuit : Menandakan Dimulai Dari Port Ke Berapa Pada Modul Tersebut Untuk Dihapus. Count : Menandakan Berapa Banyak Port Yang Akan Dihapus. Langkah Untuk Melakukan Change Port: Delete TID Lama (Sesuai Contoh Di Atas) Set TID Baru (Sesuai Contoh Di Atas) Untuk Modul GILCA, Ada di Tab VOIP 46

Langkah Untuk Block / Unblock Per Port

Pilih Port Yang Akan Di Block, Lalu Click Block. Untuk Langkah Unblock, Pilih Port Yang Akan Di Unblock,Lalu Click Unblock

47

Langkah Untuk Block / Unblock Per Slot

Langkah Untuk Melakukan Block / Unblock Per Slot: Click Batch Block Seperti Contoh di Bawah. Untuk Langkah Unblock, Click Batch Unblock

48

DSLAM (Digital Subscriber Line Access Multiplexer)


Merupakan Perangkat yang menggabungkan antara layanan voice (TDM) dengan layanan data (internet) dengan prinsip melakukan multiplexing sinyal data (frekuensi tinggi) dengan sinyal voice (frekuensi rendah). Oleh karena itu, di sisi pelanggan, dibutuhkan perangkat yang bernama Splitter yang digunakan untuk memisahkan kembali sinyal data dan sinyal suara tersebut berdasarkan prinsip pemisahan frekuensi tinggi dan rendah. PENGENALAN PERANGKAT DSLAM DSLAM COMPACT 5605 Keterangan : - 4 Modul Pelanggan Yang Masing-Masing Berisi 16 Port - 1 Modul Uplink (MGOA) - Bisa digunakan untuk konfigurasi cascade dengan Mengkoneksikan Tx Rx DSLAM Kedua ke SFP Modul Uplink Induknya.

49

Langkah Langkah Konfigurasi Perangkat DSLAM Tipe DSLAM Compact : MA 5605 1. 2 MiniDSLAM MA5605 terdiri dari 1 board MGOA dan 4 board ADCE 2. MiniDSLAM00 dan Metro-E terhubung melalui GE LAN 0/0. 3. Konfigurasi cascade menggunakan satu VLAN service 4. VLAN service : 800 (Contoh) 5. NMS VLAN kedua MiniDSLAM :38, dengan IP 10.12.38.2/24 dan 10.12.38.3/24 6. Line-profile ADSL dengan kecepatan sebagai berikut: Upstream 128 kbps Downstream 1024 kbps 7. Username/password MA5605 : root/admin. Persiapan: 1. Siapkan PC/Notebook dan kabel konsol (kabel serial) untuk mengkonfigurasi DSLAM atau BRAS. 2. Colokan kabel serial (DB-9) pin ke serial port di PC. Atau jika port serial tidak ada sambungkan DB-9 pin ke USB to Serial konverter. Sedangkan di sisi satunya, masukan RJ-45 ke port COM di DSLAM atau BRAS. 3. Klik START PROGRAMS ACCESSORIES COMMUNICATIONS HYPER TERMINAL. Kemudian muncul tampilan seperti pada gambar berikut, isi kolom tersebut kemudian klik OK.

50

4. Di kolom Connect Using, pilih COM1, jika tidak menggunakan USB to Serial konverter atau pilih COM lain (biasanya COM4 jika menggunakan konverter). Kemudian klik OK.

51

5. Pada Port Setting isi sesuai data pada gambar atau langsung klik Restore Defaults. Lalu klik OK.

6. Tekan ENTER.

52

Konfigurasi Mini DSLAM MA5605 1. Login ke DSLAM (user: root, password: admin) 2. Mengubah Waktu Di Perangkat DSLAM MA5605>enable MA5605#time [<time[hh:mm:ss]>]:12:07:35 [<date[yyyy/mm/dd]>]:2009/02/22 Set successfully. 3. Mengganti Nama DSLAM MA5605>enable MA5605#configure terminal MA5605(config)#hostname <name>(S[49]):MiniDSLAM00-D2-SLP-PAV{MiniDSLAMxx-DivreX-STO-site} >Are you sure to modify system name? (y/n) [n]:y Set successfully. 4. Menambah Username/Password (speedy/speedy) MiniDSLAM00-D2-SLP-PAV# user name <username>(S[19]): speedy user level: 1: General user 2: Operator 3: Administrator

53

Input level [1]: 3 >Login password (<20 chars): >Confirm password: >Telnet permit?{on|off}[on]: on The user added to system successfully. 5. Lihat kondisi semua board di MiniDSLAM. MiniDSLAM-D2-SLP-PAV(config)#show board 0 Slot ID Board Type Board Name Board State ----------------------------------0 GE H522MGOA Normal 1 ADCE H523ADCE Normal 2 ADCE H523ADCE Normal 3 ADCE H523ADCE Normal 4 ADCE H523ADCE Normal ----------------------------------------------------------------Konfigurasi LAN Upstream Service 6. Set LAN Port Mode MiniDSLAM00-D2-BJO-FRA(config)#interface lan 0/0 MiniDSLAM00-D2-BJO-FRA(config-LAN-0/0)#port mode {uplink,downlink}:uplink <tagged-mode>{tagged,untagged}:tagged {negotiate,non-negotiate}:non-negotiate 54

{full-duplex}:full-duplex <speed>{1000m}:1000m Set successfully. 7. Set IP Address Perangkat MiniDSLAM00-D2-SLP-PAV(config)#atmlan ip-address ethernet 10.12.38.2 255.255.255.0 (sesuaikan dengan alokasi IP & VLAN) 8. Set Inband NMS VLAN dan Service VLAN MiniDSLAM00-D2-SLP-PAV(config)#nms 38 Are you sure to set the inband VLAN to 38? (y/n) [n]:y Set inband VLAN successfully. huawei(config)#interface lan 0/0 huawei(config-LAN-0/0)#vlan <vlanId>{2-4095}:800 (VLAN service) {common,stacking,to}:common Add VLAN successfully, VLANID = 800. (sesuaikan dengan alokasi IP & VLAN) 9. Set Cascading & Forwarding VLAN (Jika ada konfigurasi CASCADE) MiniDSLAM00-D2-SLP-PAV(config-LAN-0/0)#cascade {forward,number}:number <num>{0-3}:1 Set cascading number successfully. MiniDSLAM00-D2-SLP-PAV(config-LAN-0/0)#cascade {forward,number}:forward {vlan,all}:all 55

MiniDSLAM00-D2-SLP-PAV(config-LAN-0/0)#exit Abaikan step 9 jika tidak ada konfigurasi cascading !! 10. Konfigurasi IP route dan Access List MiniDSLAM00-D2-SLP-PAV(config)#atmlan ip-route 0.0.0.0 0.0.0.0 10.12.38.1 MiniDSLAM00-D2-SLP-PAV(config)#atmlan ip-access 10.12.0.1 10.12.38.254 255.255.255.0 (sesuaikan dengan alokasi IP tiap DATEL) 11. Buat ADSL2+ Line-Profile MiniDSLAM00-D2-SLP-PAV(config)#adsl line-profile add [<index>]{2-32}:20 During input,press 'Q' to quit,then settings at this time are neglected. > Select the line profile type 1-adsl 2-adsl2+(1~2) [1]:2 > Will you set basic configuration for modem? (y/n) [n]:y Note: Setting to these mode of G992.3~5 will lead that the adsl ports that are not support adsl2+ not be activated > ADSL operating mode: > 0: All(G992.1~3, G992.5, T1.413) > 1: Full rate(G992.1/3/5 or T1.413) > 2: g.lite(G992.2) (ADLI can not support ) > 3: T1.413 (ADLI can not support ) > 4: g.dmt(G992.1/3/5) > 5: g.hs(G992.1~3, G992.5, G992.5 is prior) > 6: G992.1 > 7: G992.2 (ADLI can not support )

56

Please select (0~7) [0]: 0 > Trellis coding 0-disable 1-enable (0~1) [1]: > Upstream channel bit swap 0-disable 1-enable (0~1) [0]:1 > Downstream channel bit swap 0-disable 1-enable (0~1) [0]: 1 > Will you set channel mode? (y/n) [n]: y Please select channel mode 0-interleaved 1-fast (0~1) [0]: > Will you set interleave delay? (y/n) [n]: > Please select form of transmit rate adaptation in downstream: > 0-fixed 1-adaptAtStartup (0~1) [1]: > Will you set noise margin for modem? (y/n) [n]: > Will you set parameters for rate? (y/n) [n]: y > Min bit rate in down stream (32~8160 Kbps) [32]: 128 > Max bit rate in down stream (1024~8160 Kbps) [6144]:1024 (customer requirement) > Min bit rate in up stream (32~896 Kbps) [32]:64 > Max bit rate in up stream (32~896 Kbps) [640]: 128 (customer requirement) > Please input the profile's name : ADSL2+ Speedy Phase 4 Add profile 20 successfully. 12. Binding Line Profile dengan ADSL port MiniDSLAM00-D2-SLP-PAV(config)#interface adsl 0/1 MiniDSLAM00-D2-SLP-PAV(config-ADSL-0/1)#deactivate all MiniDSLAM00-D2-SLP-PAV(config-ADSL-0/1)#activate all 20 MiniDSLAM00-D2-SLP-PAV(config-ADSL-0/1)#exit Ulangi untuk slot 2 4 57

13. Membuat traffic profile MiniDSLAM00-D2-SLP-PAV(config)#traffic-profile <average>{64-65536}:1024 [<index>]{4-20}:7 Adjust average bandwith to 1024. Downstream Add traffic profile successfully, TID = 7 MiniDSLAM00-D2-SLP-PAV(config)#traffic-profile <average>{64-65536}:128 [<index>]{4-20}:8 Adjust average bandwith to 128. Add traffic profile successfully, TID = 8 Upstream 14. Membuat PVC (multi) dari ADSL Board ke LAN Board MiniDSLAM00-D2-SLP-PAV(config)#mpvc <FrameId[/soltId]>{(0)[/(1-4)]}:0/1 slot 1 <vpi>{0-255}:0 <vci>{32-511}:35 <vlanid>{1-4095}:800 VLAN service <vlanStep>{1,0,-1}:0 <priority>{0-7}:0 {disable,innerVlanID}:disable (common VLAN) <Encap>{1483b,pppoallc,pppoavc}[1483b]:1483b <rx-car>{on,off}:on <tx-car>{on,off}:on 58

<rx-cttr>{1-20}: 8 (upstraem) <tx-cttr>{1-20}:7 (downstream) Ulangi untuk slot 2 4 15. Set SNMP Parameters MiniDSLAM00-D2-SLP-PAV(config)#snmp-server community <name>(S[19]):huawei <ip>:10.12.12.91 { IP address of NMS server } <get-community>(S[19])[public]:public <set-community>(S[19])[private]:private <notify-community>(S[19])[notify]:notify <trap port>{1-65535}[162]:162 <trap version>{v1,v2}:v1 Add community name successfully. 16. Konfigurasi PITP MiniDSLAM00-D2-SLP-PAV(config)#interface lan 0/0 MiniDSLAM00-D2-SLP-PAV(config-LAN-0/0)#pitp switch pmode MiniDSLAM00-D2-SLP-PAV(config-LAN-0/0)#pitp code-type common Enable commom code type successfully! 17. Simpan Data MiniDSLAM00-D2-SLP-PAV(config)#save Configurasi Cascading Ulangi step 6 -17 tanpa step 9, perhatikan alokasi IP & VLAN & hostname !!!

59

Konfigurasi DSLAM MA5600 1. Login ke DSLAM (user: root, password: admin) huawei#config Step precaution! huawei(config)#protect huawei(config-protect)#protect-group first 0/7/0 second 0/8/0 eth workmode portstate huawei(config-protect)#quit 2. Mengganti Nama DSLAM huawei(config)#hostname DSLAM00-D2-SLP DSLAM00-D2-SLP(config)# autosave interval on DSLAM00-D2-SLP(config)# autosave interval 30 DSLAM00-D2-SLP#time { time<T><hh:mm:ss>|date<D><yyyy-mm-dd>|dst<K>|time-stamp<K> }:15:15:59 { <cr>|date<D><yyyy-mm-dd> }:2011-02-04 3. Menambah Username/Password (speedy/speedy) DSLAM00-D2-SLP#terminal user name User profile name(<=15 chars)[root]:root User Name(<=15 chars):speedy User Password(<=15 chars):speedy Confirm Password(<=15 chars):speedy 60

User's Level: 1. Common User 2. Operator 3. Administrator : 3 Permitted Reenter Number(0--4):4 User's Appended Info(<=30 chars):Telkom Speedy Phase 4 This user has been added Repeat this operation? (y/n)[n]: n 4. Setting IP Address & Routingnya serta VLAN Manajemen DSLAM00-D2-SLP(config)#vlan 10 standard DSLAM00-D2-SLP (config)#port vlan 10 0/7 0 DSLAM00-D2-SLP (config)#interface vlanif 10 DSLAM00-D2-SLP (config-if-vlanif10)#ip address 10.12.1.122 255.255.255.0 (ip address sesuai alokasi) DSLAM00-D2-SLP (config-if-vlanif10)#quit DSLAM00-D2-SLP (config)#ip route-static 0.0.0.0 0.0.0.0 (sesuai alokasi) 5. Setting Parameter SNMP DSLAM00-D2-SLP (config)#snmp-agent sys-info version all DSLAM00-D2-SLP (config)#snmp-agent community read public DSLAM00-D2-SLP (config)#snmp-agent community write private DSLAM00-D2-SLP (config)#snmp-agent trap enable standard DSLAM00-D2-SLP (config)#snmp-agent target-host trap address <nms_server_ip> securityname private DSLAM00-D2-SLP (config)#snmp-agent trap source vlanif 10 61

6. Menyimpan Konfigurasi DSLAM00-D2-SLP (config)#save 7. Meregister Modul ADEE DSLAM00-D2-SLP (config)#display board 0 //if board still in auto_find state, please run command as below; DSLAM00-D2-SLP (config)#board confirm 0 8. Membuat Smart VLAN untuk Modul ADSL DSLAM00-D2-SLP (config)#vlan 340 smart DSLAM00-D2-SLP (config)#vlan 341 smart DSLAM00-D2-SLP (config)#port vlan 340 0/7 0 9. Mengkonfigurasi QoS DSLAM00-D2-SLP (config)#traffic table index 7 ip car 1024 priority 0 priority-policy tag-In(Qos arah Downstream) Package DSLAM00-D2-SLP (config)#traffic table index 8 ip car 128 priority 0 priority-policy tag-InPackage (Qos arah upstream) DSLAM00-D2-SLP (config)#display traffic table from-index 0 10. Mengkonfigurasi port service dengan membundlingnya dari GE Uplink Ke Modul ADSL DSLAM00-D2-SLP(config)# multi-service-port vlan 340 port 0/0 0-63 vpi 0 vci 35 user-encap pppoe rx-cttr 7 tx-cttr 8 (Untuk Modul Slot 0)

62

DSLAM00-D2-SLP(config)# multi-service-port vlan 340 port 0/1 0-63 vpi 0 vci 35 user-encap pppoe rx-cttr 7 tx-cttr 8 (Untuk Modul Slot 1) DSLAM00-D2-SLP(config)# multi-service-port vlan 340 port 0/2 0-63 vpi 0 vci 35 user-encap pppoe rx-cttr 7 tx-cttr 8 (Untuk Modul Slot 2) ::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::: ::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::: ::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::: DSLAM00-D2-SLP(config)# multi-service-port vlan 340 port 0/15 0-63 vpi 0 vci 35 user-encap pppoe rx-cttr 7 tx-cttr 8 (Untuk Modul Slot 15) 11. Membuat ADSL line profile untuk port pelanggan DSLAM00-D2-SLP (config)#adsl line-profile add 20 { <cr>|profile-index<U><2,999> }: Command: adsl line-profile add 20 Start adding profile Press 'Q' to quit the current configuration and new configuration will be neglected > Do you want to name the profile (y/n) [n]: > Please choose default value type 0-adsl 1-adsl2+ (0~1) [0]:0 > Will you set basic configuration for modem? (y/n)[n]:y Note: Setting to these mode of G992.3~5 will lead that the adsl ports that are not support adsl2+ not be activated ADSL transmission mode: 63

> 0: All (G992.1~5,T1.413) > 1: Full rate(G992.1/3/5 or T1.413) > 2: g.lite(G992.2/4) (ADSL over ISDN board doesn't support g.lite mode) > 3: T1.413(ADSL over ISDN board doesn't support T1.413 mode) > 4: g.dmt (G992.1/3/5) > 5: g.hs (G992.1~5, G992.5 is prior) > 6: G992.1 > 7: G992.2 > 8: G992.3 > 9: G992.4 > 10:G992.5 > 11: ADSL all (G992.1~2,T1.413) > 12: ADSL&ADSL2(G992.1/3 or T1.413) Please select (0~12) [0]:0 > Trellis mode 0-disable 1-enable (0~1) [1]: > Downstream channel bit swap 0-disable 1-enable (0~1) [1]: > Upstream channel bit swap 0-disable 1-enable (0~1) [1]: > Please select channel mode 0-interleaved 1-fast (0~1) [0]: > Will you set interleaved delay? (y/n)[n]: > Please select form of transmit rate adaptation in downstream: > 0-fixed 1-adaptAtStartup 2-adaptAtRuntime (0~2) [1]: > Will you set SNR margin for modem? (y/n)[n]: > Will you set parameters for rate? (y/n)[n]:y > Minimum transmit rate in downstream (32~32000 Kbps) [32]:128 64

> Maximum transmit rate in downstream (1024~32000 Kbps) [24544]:1024 > Minimum transmit rate in upstream (32~6000 Kbps) [32]:64 > Maximum transmit rate in upstream (32~6000 Kbps) [1024]:128 Add profile 20 successfully 12. Memberikan line profile ke port pelanggan pada line profile 20 DSLAM00-D2-SLP (config)#interface adsl 0/0 DSLAM00-D2-SLP (config-if-adsl-0/0)#deactivate all DSLAM00-D2-SLP (config-if-adsl-0/0)#activate all profile-index 20 DSLAM00-D2-SLP (config-if-adsl-0/0)#quit DSLAM00-D2-SLP (config)#interface adsl 0/1 DSLAM00-D2-SLP (config-if-adsl-0/1)#deactivate all DSLAM00-D2-SLP (config-if-adsl-0/1)#activate all profile-index 20 DSLAM00-D2-SLP (config-if-adsl-0/2)#quit (Abaikan Slot 7 dan 8, Lanjutkan sampai modul terakhir yang dipasang) DSLAM00-D2-SLP (config)#interface adsl 0/15 DSLAM00-D2-SLP (config-if-adsl-0/15)#deactivate all DSLAM00-D2-SLP (config-if-adsl-0/15)#activate all profile-index 20 DSLAM00-D2-SLP (config-if-adsl-0/15)#quit DSLAM00-D2-SLP (config)#pitp enable pmode DSLAM00-D2-SLP (config)#save 65

Langkah-Langkah Troubleshooting DSLAM 5300


[700579@embasy-d2-jakbar ~]$ telnet 10.12.1.122 Trying 10.12.1.122... Connected to 10.12.1.122. Escape character is '^]'. HUAWEI SmartAX MA5300 series Multi-service Access Module. Copyright(C) 2001-2004 by Huawei Technologies Co., Ltd. User Access Verification Usernam : root Password : root DSLAM00-D2-SLP>enable DSLAM00-D2-SLP#configure terminal Melihat Status Port Adsl Yang Aktif Di DSLAM Tersebut DSLAM00-D2-SLP(config)#show adsl port state all Interface PortState LinkState Line-Profile Alarm-Profile ExtLine-Profile ---------------------------------------------------------------------------------------------Adsl0/0/0 down activating 11 1 Adsl0/0/1 down activating 11 1 Adsl0/0/2 down activating 11 1 Adsl0/0/3 down activating 6 1 Adsl0/0/4 down activating 11 1 .................................................Dan Seterusnya................................................... 66

Melihat Line Profile Yang Tertanam Pada DSLAM Tersebut DSLAM00-D2-SLP(config)#show adsl line-profile all Index ProfileName Target Atuc-Max Atur-Max trans-mode chan-mode SnrMgn txRate txRate (dB) (Kbps) (Kbps) --------------------------------------------------------------------------------------------------1 LINE-PROFILE-2 12 6144 640 all INTERLEAVE 2 115 12 3648 896 all INTERLEAVE 3 113 12 1216 384 all INTERLEAVE 4 114 12 2432 512 all INTERLEAVE 5 111 12 448 64 all INTERLEAVE 6 112 12 576 128 all INTERLEAVE 11 116 10 320 64 all INTERLEAVE 100 LINE-PROFILE-100 6 2048 1024 all INTERLEAVE Melihat Line Profile Yang Tertanam Pada DSLAM Tersebut DSLAM00-D2-SLP(config)#show mac-address-table vlan 1649 MAC ADDR VLAN ID STATE PORT INDEX AGING TIME f4ec.38b5.435e 1649 Learned Adsl0/0/18 N/A 0021.912e.dc81 1649 Learned Adsl0/0/19 N/A 001a.7095.abdf 1649 Learned Adsl2/0/1 N/A 0022.6be4.65e0 1649 Learned Adsl2/0/3 N/A 0019.5b85.6108 1649 Learned Adsl2/0/14 N/A 0014.7cbe.1cbd 1649 Learned Adsl2/0/20 N/A 67

Pada langkah-langkah di atas, terlihat cara-cara untuk melihat status aktif atau mati dari suatu port pelanggan. Pada kolom Link State ada tulisan activating, ini menandakan port tersebut dalam keadaan siap untuk layanan adsl namun di sisi pelanggan keadaan modem dalam keadaan mati. Bila keadaan modem pelanggan menyala, maka status Link State tersebut akan berubah menjadi active. Dalam penanganan gangguan, apabila terjadi kasus dimana status modem sudah dinyalakan namun pada Link State masih dalam keadaan activating, ini berarti terjadi masalah pada port dslam tersebut atau kondisi modem adsl yang mengalami kerusakan. Biasanya hal yang dilakukan adalah mengganti port dslam atau mengganti modem adslnya. Pada langkah selanjutnya,tampak terlihat bagaimana caranya untuk mengetahui line profile yang tertanam pada perangkat DSLAM tersebut. Pada kondisi dilapangan akan sering sekali terjadi penggantian line profile, oleh karena itu kita perlu mengetahui line profile apa saja yang sudah ada di DSLAM tersebut agar kita bisa menggantinya dengan mudah. Langkah lainnya adalah melihat mac address seperti pada konfigurasi diatas. Pada langkah ini kita bisa melihat perangkat apa saja yang aktif dan sudah sudah dikenal di perangkat DSLAM kita. Pada konfigurasi di atas, tampak bahwa VLAN 1649 merupakan VLAN yang digunakan untuk service data(internet/speedy). Disini kita bisa melihat, port mana saja yang keadaan modemnya sedang aktif sekaligus kita bisa melihat mac address dari perangkat yang digunakan untuk browshing di sisi pelanggan. Hal ini adalah langkah yang baik untuk mengetahui apakah sudah terjalin komunikasi antara perangkat DSLAM kita dengan modem pelanggan.

68

KONFIGURASI VOIP UNTUK ONT ZTEG-F620


Username : admin Password : admin

69

Administrator_System management Klik Restore Default

70

Network WAN connection Pilih Type : Static Pilih Service List : TR069_VOIP_INTERNET Isi VLAN ID : 1094 (sesuai alokasi) Isi Ip Address : (sesuai alokasi) Subnet Mask : (sesuai alokasi) Default gateway : (sesuai alokasi) Klik Create

71

Klik Aplication_WAN Connection : 1-TR069_VOIP_INTERNET Kilk Submit

72

Klik H248 Basic Isi prefered SS : 172.28.4.4 Isi Alternate SS : 172.28.5.5 Klik Submit

73

Klik H248 Termination Pilih Physical Termination Flag : Configure One By One Isi Phisycal Termination1 : A0 Isi Phisycal Termination2 : A1 Isi Extend Length : 1 Klik Submit

74

Klik H248 Authentication Klik Submit

75

Klik H248 Services Centang Pada Number Shortest Match Flag Jangan Centang Pada RTP Link Detection FLAG Klik Submit

76

Klik Advanced Pilih Jitter Buffer : Fixed Klik Submit

77

Administrator_System management Klik Reboot

78

KONFIGURASI IPTV PADA MODEM ZTE Masuk ke dalam pengaturan modem dengan mengaksesnya melalui Browsher. http://192/168.1.1/ Username : admin Password : admin Hal ini dilakukan untuk berbagai tipe modem.

79

Membuat koneksi untuk layanan Speedy dan IPTV. Dikarenakan modem seperti tampilan disamping hanya bisa untuk 4 koneksi padahal untuk layanan IPTV dibutuhkan 2 koneksi lagi yaitu koneksi multicast dan unicast. Sehingga salah satu koneksi yang telah ada di mode default harus dihapus.

80

Menghapus koneksi Bridge

81

Membuat koneksi Unicast dengan VPI/VCI = 8/88. Hal ini berlaku untuk seluruh tipe modem eksisting.

82

Membuat koneksi Multicast dengan VPI/VCI = 8/89. Hal ini berlaku untuk seluruh tipe modem eksisting.

83

Sekarang tampak ada 4 koneksi layanan pada modem disamping. PPPoE1 = DSLAM Huawei 0/35 PPPoE2 = DSLAM ZTE 0/81 Unicast = IPTV unicast 8/88 Multicast= IPTV multicast 8/89 Jika rekan-rekan hanya ingin men-setting untuk layanan IPTV saja, koneksi untuk PPPoE1 dan PPPoE2 bisa dihapus.

84

Info tambahan Dalam praktek di lapangan,untuk mempermudah dalam penanganan gangguan, biasanya kita akan binding koneksi layanan ke port-port ethernetnya. Untuk layanan Speedy dan lainnya biasanya pada port ethernet awal. Sedangkan untuk layanan IPTV di port akhir.

85

Melakukan binding layanan Speedy pada port ethernet 1 dan 2. Lakukan hal yang sama untuk koneksi PPPoE2.

86

Melakukan binding layanan IPTV pada port ethernet 3 dan 4. Lakukan hal yang sama untuk koneksi Multicast.

87

KONFIGURASI IPTV PADA MODEM HUAWEI

88

89

90

91

92

93

KONFIGURASI IPTV PADA MODEM TP-LINK

94

95

96

97

98

99

100

101

102

103

104

105

106

107

108

109

110

111

112

113

MELAKUKAN SETTING DI SISI STB (SET TOP BOX) DENGAN MENGAKSESNYA KE LAYAR TELEVISI

Masukan Kata Sandi 6321

Masuk Ke Dasar

114

Pilih Jenis Sambungan Kabel LAN

Lanjut

Gunakan Koneksi DHCP

Lanjut

Ubah Rekening = 5010 dan Kata Sandi = 1 OK. Hal Ini Tidak Perlu Dilakukan Apabila Nomor Rekening Pelanggan Sudah Masuk Ke Sistem I-Fes, Karena Otomatis Akan Terisi Dengan Nomor Speedy-Nya.

115

Pilih Sistem Informasi

Pilih Info Versi

Klik Meningkatkan. (Melakukan Update Versi STB)

116

Tunggu Beberapa Menit

Selesai Mencari Versi Baru. Klik OK

Pilih Kembali

117

Pilih Kembali

Pilih Reboot

Setelah Proses Ini Selesai, Layanan IPTV Sudah Bisa Digunakan. Perlu Diingat, dalam praktek di lapangan apabila menanamkan nomor rekening dengan nomor tes seperti 5010 maka kita harus melaporkannya ke Tim Avatar dengan memberikan informasi IP Perangkat STB nya serta Serial Numbernya Untuk dilakukan update.

118

SETTING WIFI / ACCESS POINT


Melakukan setting melalui browsher http://192.168.1.1 dengan username :admin password :admin

119

Klik Quick Start (Melakukan Setting Wifi mode Standar)

120

Klik Next

121

Mengubah Account Admin. Optional Tergantung Pengguna. Dalam kasus ini tetap menggunakan username (admin) dan password (admin). Klik Next

122

Mengubah settingan time dan date. Pilih GMT +07.00

123

Masuk ke dalam pengaturan WAN. Disini adalah komponen penting dalam melakukan koneksi internet. Karena kita menggunakan jalur akses speedy, maka kita memilih : Connection Type : PPPoE Username : xxxxxx@telkom.net (xxxxxxx merupakan nomor speedy pelanggan) Password : yyyyyy (yyyyyy adalah password speedy pelanggan) Confirm Password: yyyyyy (yyyyyy adalah password speedy pelanggan) Redial Policy : always on (access point akan melakukan redial otomatis apabila koneksi putus)

124

Masuk Ke dalam pengaturan Wifi modem tersebut. Disini adalah pengaturan untuk penamaan dan metode keamanan wifi. SSID : Merupakan nama Wifi Yang akan digunakan Wireless Security Settings , Mode : Mixed(WPA+WPA2)PSK (Menggunakan seluruh mode yang ada agar berbagai tipe perangkat dapat mengakses access point tersebut) WPA Algorithms : TKIP (Bisa pilih yang mixed TKIP/AES) Passphrase : Password yang digunakan untuk mengakses access point tersebut, biasanya bergantung keinginan pelanggan.

125

Klik Finish

126

PENGENALAN ISTILAH
1. Telnet (Telecommunication network) Sebuah protokol jaringan yang digunakan di koneksi Internet atau Local Area Network. 2. Secure Shell (SSH) Merupakan protokol jaringan yang memungkinkan pertukaran data melalui saluran aman antara dua perangkat jaringan. SSH dirancang sebagai pengganti Telnet dan shell remote tak aman lainnya, yang mengirim informasi, terutama kata sandi, dalam bentuk teks sederhana yang membuatnya mudah untuk disadap. Enkripsi yang digunakan oleh SSH menyediakan kerahasiaan dan integritas data melalui jaringan yang tidak aman seperti Internet. 3. Remote Desktop Protocol Sebuah protokol jaringan yang digunakan oleh Microsoft Windows Terminal Services dan Remote Desktop. RDP dibuat berdasarkan protokol T.120 yang juga merupakan protokol yang digunakan di dalam perangkat lunak konferensi jarak jauh Microsoft NetMeeting. 4. Virtual LAN (VLAN) Merupakan sekelompok perangkat pada satu LAN atau lebih yang dikonfigurasikan (menggunakan perangkat lunak/software) sehingga dapat berkomunikasi seperti halnya bila perangkat tersebut terhubung ke jalur yang sama, padahal sebenarnya perangkat tersebut berada pada sejumlah segmen LAN yang berbeda. VLAN merupakan suatu model jaringan yang tidak terbatas pada lokasi fisik seperti LAN , hal ini mengakibatkan suatu network dapat dikonfigurasi

127

secara virtual tanpa harus menuruti lokasi fisik peralatan. Penggunaan VLAN akan membuat pengaturan jaringan menjadi sangat fleksibel dimana dapat dibuat segmen yang bergantung pada organisasi atau departemen, tanpa bergantung pada lokasi workstation seperti pada gambar dibawah ini

128

5. Triple Play Dalam telekomunikasi, layanan Triple play adalah istilah pemasaran untuk pengadaan dua layanan bandwidth-intensif, yaitu, kecepatan tinggi seperti untuk layanan Internet dan televisi, dan layanan (tapi lebih latency-sensitif), serta kecepatan rendah seperti telepon. Triple play menyatakan bahwa semua layanan dapat berjalan secara bersamaan tanpa terputus salah satunya. 6. Broadband Broadband atau Jalur lebar atau pita lebar merupakan suatu istilah dalam internet yang merupakan koneksi internet transmisi data kecepatan tinggi. Ada dua jenis jalur lebar yang umum, yaitu DSL dan kabel modem, yang mampu mentransfer 512 kbps atau lebih, kira-kira 9 kali lebih cepat dari modem yang menggunakan kabel telepon standar. 7. Last-Mile Merupakan jarak akhir jaringan dari operator komunikasi untuk pelanggan. Jarak dari last mile biasanya lebih dari 1 mil khususnya pada daerah pedesaan(dahulunya). 8. Backbone Merupakan infrastruktur jaringan inti yang besar dimana dapat memberikan jalan untuk pertukaran informasi antara berbagai LAN atau subnetwork. Biasanya, kapasitas backbone adalah lebih besar dari jaringan yang terhubung dengannya.

129

9. Gateway Merupakan simpul yang berinteraksi dengan jaringan lain menggunakan berbagai protokol. Sebuah gateway mungkin berisi perangkat seperti penerjemah protokol, pencocokan impedansi perangkat, tingkat konverter, kesalahan isolator, atau sinyal penerjemah diperlukan untuk menyediakan sistem interoperabilitas. Gateway dapat beroperasi pada setiap lapisan jaringan dan lebih kompleks dibandingkan dengan router atau saklar seperti berkomunikasi menggunakan lebih dari satu protokol. 10. ATM ( Asynchronous Transfer Mode) Asynchronous Transfer Mode (ATM) adalah teknik switching untuk jaringan telekomunikasi. Menggunakan asynchronous time-division multiplexing. Ini berbeda dari jaringan seperti internet atau LAN Ethernet yang menggunakan variabel ukuran paket atau frame . ATM menyediakan lapisan data link layanan yang berjalan lebih dari OSI layer 1 link fisik. ATM memiliki kesamaan fungsional dengan baik sirkuit switched jaringan dan packet switched jaringan kecil. Hal ini membuat pilihan yang baik untuk jaringan yang harus menangani kedua lalu lintas tinggi. ATM menggunakan connection-oriented model di mana suatu sirkuit virtual harus dibangun antara dua endpoint sebelum pertukaran data yang sebenarnya dimulai. 11. VOIP ( Voice Over Internet Protocol ) Voip adalah teknologi yang memungkinkan percakapan suara jarak jauh melalui media internet (Protokol IP). Data suara diubah menjadi kode digital dan dialirkan melalui jaringan yang mengirimkan paket-paket data, dan bukan lewat sirkuit analog (telepon biasa). Voip dapat memanfaatkan infrastruktur jaringan data yang sudah ada untuk suara dan menggunakan bandwidth yang lebih kecil daripada telepon biasa. Dengan majunya teknologi penggunaan 130

bandwidth untuk voice sekarang ini menjadi sangat kecil. Teknik pemampatan data memungkinkan suara hanya membutuhkan sekitar 8 Kbps bandwidth. Voip yang ada di Telkom ini dapat digabung dengan jaringan telepon lokal yang sudah ada. 12. Provisioning Dalam telekomunikasi , Provisioning adalah proses mempersiapkan dan memperlengkapi jaringan untuk memungkinkan untuk menyediakan layanan baru kepada pengguna. 13. NGN ( Next Generation Network ) NGN adalah istilah yang luas digunakan untuk menggambarkan evolusi arsitektur kunci dalam telekomunikasi inti dan jaringan akses . Ide umum di belakang NGN adalah bahwa satu jaringan mengangkut semua informasi dan layanan (suara, data, dan segala macam media seperti video) ke dalam paket , mirip dengan yang digunakan pada internet. NGN biasanya dibangun di sekitar internet Protocol, dan kadang-kadang digunakan untuk menggambar transformasi menuju NGN. 14. GUI (Graphical User Interface) GUI Adalah jenis antarmuka pengguna yang memungkinkan pengguna untuk berinteraksi dengan perangkat elektronik dengan gambar daripada teks perintah. GUI dapat digunakan dalam komputer , perangkat genggam seperti MP3 player, portable media player atau perangkat game, peralatan rumah tangga dan peralatan kantor. Sebuah GUI mewakili informasi dan tindakan yang tersedia ke pengguna melalui grafis ikon dan indikator visual.

131

15. VPN ( Virtual Private Network) VPN merupakan jaringan pribadi (biasanya untuk instansi atau kelompok tertentu) di dalam jaringan internet (publik). Jaringan privat ini seolah-olah sedang mengakses jaringan lokalnya tapi menggunakan jaringan publik untuk menghubungkan antar remote-site secara aman. Perlu penerapan teknologi tertentu agar walaupun menggunakan medium yang umum, tetapi traffic (lalu lintas) antar remote-site tidak dapat disadap dengan mudah, juga tidak memungkinkan pihak lain untuk menyusupkan traffic yang tidak semestinya ke dalam remote-site. 16. ISDN (Integrated Services Digital Network) ISDN adalah suatu sistem telekomunikasi di mana layanan antara data, suara, dan gambar diintegrasikan ke dalam suatu jaringan, yang menyediakan konektivitas digital ujung ke ujung untuk menunjang suatu ruang lingkup pelayanan yang luas. Para pemakai ISDN diberikan keuntungan berupa fleksibilitas dan penghematan biaya, karena biaya untuk sistem yang terintegrasi ini akan jauh lebih murah apabila menggunakan sistem yang terpisah. ISDN merupakan sebuah bentuk evolusi telepon local loop yang mempertimbangkan jaringan telepon sebagai jaringan terbesar di dunia telekomunikasi. 17. NMS( Network Management System) NMS adalah kombinasi dari hardware dan software yang digunakan untuk memantau dan mengelola jaringan. 18. Backplane Sekelompok konektor dihubungkan secara paralel satu sama lain, sehingga masing-masing pin dari konektor masing-masing membentuk bus komputer. 132

DAFTAR PUSTAKA
[1] [2] [3] [4] [5] [6] http://id.wikipedia.org/wiki/voice_over_ip (diunduh tanggal 7 Juli 2011) http://en.wikipedia.org/wiki/provisioning (diunduh tanggal 7 Juli 2011) http://en.wikipedia.org/wiki/next_generation_network (diunduh tanggal 7 Juli 2011) http://en.wikipedia.org/wiki/graphical_user_interface (diunduh tanggal 7 Juli 2011) http://id.wikipedia.org/wiki/VPN (diunduh tanggal 7 Juli 2011) http://en.wikipedia.org/wiki/integrated_services_digital_network (diunduh tanggal 7 Juli 2011) [7] [8] http://en.wikipedia.org/wiki/network_management_System (diunduh tanggal 7 Juli 2011) http://upload.wikipedia.org/wikipedia/commons/thumb/ele7/internet_connectivity_triple-play5191260px (diunduh tanggal 7 Juli 2011) [9] http://en.wikipedia.org/wiki/last-mile (diunduh tanggal 7 Juli 2011)

[10] http://en.wikipedia.org/wiki/internet_backbone (diunduh tanggal 7 Juli 2011) [11] http://en.wikipedia.org/wiki/wikigateway_telecommunications (diunduh tanggal 7 Juli 2011) [12] http://id.wikipedia.org/wiki/telnet (diunduh tanggal 7 Juli 2011)

133

[13] http://id.wikipedia.org/wiki/SSH (diunduh tanggal 7 Juli 2011) [14] http://standardisasi.wordpress.com/tag/msan/ (diunduh tanggal 7 Juli 2011) [15] Materi Pelatihan OM GPON ZTE ZXA10, Learning Center Area II, DKI Jakarta.

Agung Dermawan

134