P. 1
Contoh Isi Buku: Hadis Asli Hadis Palsu (E-book)

Contoh Isi Buku: Hadis Asli Hadis Palsu (E-book)

|Views: 41|Likes:
Dipublikasikan oleh bisnis2030
HADIS ASLI HADIS PALSU dikembangkan dari beberapa makalah menyangkut pengetahuan tentang hadis dan sejarah hadis.
HADIS ASLI HADIS PALSU dikembangkan dari beberapa makalah menyangkut pengetahuan tentang hadis dan sejarah hadis.

More info:

Categories:Topics, Art & Design
Published by: bisnis2030 on Mar 09, 2013
Hak Cipta:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
See more
See less

07/30/2013

Hadis Asli

Hadis Palsu
Studi Kasus Syekh Muhammad Musthafa AlA’zhami Dalam Mengungkap Otentisitas Hadis
Dilengkapi dengan Kajian tentang Peringkat Kitab Hadis dan Analisis Historis Hadis Era Mutaqaddimin dan Mutaakhkhirin

Oleh: KH. Muhammad Sholikhin

Garudhawaca 2012 i

Hadis Asli Hadis Palsu K.H Muhammad Sholikhin 13 x 19 cm : 168 hlm Penyunting : Jalu Sentanu Lay Out : Sulistya Nucky Cover : Udin - Jalu Sentanu ISBN 978-602-18362-4-8

Penerbit Garudhawaca http://garudhawaca.blogspot.com http://garudhawaca.web.id garudhawaca@gmail.com

ii

PERSEMBAHAN

Allah SWT Kekasih Rasulullah Muhammad SAW dan Ahl al-Bait serta Para Sahabatnya Ayahanda (alm.) K. Muhammad Muljadi bin Ahmad Shubari Ibunda Marwiyyah binti Ahmad Sarji Para ulama Walisongo (alm.) K. Damanhuri & K.H. ‘Ali As’ad Istri tercinta Ni’matul Masfufah Kedua Putri Terkasih, Alfina Nurul ‘Ayni dan Ailsa Çalya Kasyfatul Mahjubiyyah Putra Tersayang Abdurrahman Muhammad Syauqi El-Fatta Segenap Saudara Penulis

iii

KATA PENGANTAR

Penulis mengucapkan syukur Alhamdulillah kepada Allah SWT, yang telah memberikan ridha-Nya menyelesaikan tulisan, yang bagi penulis sangat penting ini. Shalawat salam terhaturkan kepada junjungan Nabi Agung Muhammad SAW, yang dengan sunah dan hadisnya telah memberikan suluh, guna mengaplikasikan kalam Allah, bagi kemashlahatan umat seluruh alam. Saya berharap, agar syafaatnya sejak dari dunia, dan utamanya syafaat beliau di hari akhirat juga tercurah kepada saya dan semua keluarga besar saya, serta para pembaca semu-anya. Amin. Dewasa ini mulai banyak dari sebagian kalangan umat Islam yang meragukan hadis sebagai benar-benar berasal dari Rasulullah Muhammad SAW. Bahkan ada sebagian aliran dalam Islam yang sama sekali tidak mau menggunakan hadis Nabi sebagai landasan keberagamaan, karena merasa cukup hanya dengan al-Qur’an sebagai firman Allah yang menjadi sumber ajaran Islam. Tentu gejala ini sangat memperihatinkan, karena Rasulullah sendiri sangat mengutamakan penggunaan sunah dan hadis sebagai landasan utama

iv

ber-Islam mendampingi Kitab suci al-Qur’an. Sewaktu Rasulullah mengutus Mu’adz bin Jabal menjadi gubernur Yaman, Rasulullah bertanya, ”Apa yang akan engkau jadikan sumber hukum jika kamu menjadi gubernur?” Mu’Adz menjawab, ”Al-Qur’an ya Rasulullah?” Rasul bertanya, ”Kalau kau tidak mendapati dari al-Qur’an?” Mu’daz menjawab, ”Tentu saja sunah Engkau ya Rasulullah.” Rasul bertanya, ”Jika tidak kau dapati juga?” Mu’adz menjawab, ”Berdasar ra’yu (ijtihad pikiran) saya ya Rasul”. Baru kemudian Rasulullah melepas Mu’adz berangkat ke Yaman menunaikan tugas. Ketika menjelang wafatnya Rasulullah juga berwasiat, bahwa Rasulullah meninggalkan dua hal sebagai pegangan keagamaan, yaitu al-Qur’an dan sunah (yang termaktub dalam hadis). Sedangkan sebagai tauladan Rasulullah meninggallkan al-Qur’an dan ahl al-bait Rasul. Memang juga harus diakui bahwa hadis (bukan sunnah), ada yang dha’if (lemah), dan maudhu’ (palsu), dan beberapa kategori yang menjadikannya tidak bisa dijadikan sumber hukum dan dasar keberagamaan. Akan tetapi kenyataan bahwa masih cukup, bahkan sangat banyak, hadis yang sahih (otentik) berasal dari Rasulullah haruslah diakui dan dijadikan

v

dasar juga. Sehingga bukan dengan cara membuang atau tidak mempercayai hadis seluruhnya yang harus dilakukan. Akan tetapi dengan cara memilih dan memilah mana yang sahih dan mana yang tidak. Untuk hadis sahih, kita wajib mengikuti dan menggunakannya sebagai dasar keagamaan. Sedangkan yang tidak sahih diperinci, jika maudhu’ tidak bisa dijadikan landasan argumen keagamaan. Jika sekedar dha’if, maka tidak bisa dijadikan pegangan dalam akidah dan ibadah mahdhah (pokok), namun masih bisa dijadikan sandaran dalam ibadah yang ghairu mahdhah dan ibadah muamalah serta aneka amal shalih yang lain. Untuk itu, maka dibutuhkan suatu kerangka yang menjadikan kita yakin bahwa masih banyak hadis sahih yang bisa dijadikan sumber hukum keberagamaan. Kerangka tersebut, pada abad ke-21 M dewasa ini dikokohkan oleh Syaikh Muhammad Musthafa al-A’dzami, yang mengkritisi sikap para orientalis dan sikap sebagian ulama serta ilmuwan muslim yang sedemikian gampangnya tidak mempercayai hadis Nabi sebagai dasar keagamaan. Saya menyusun buku ini untuk memberikan gambaran bagaimana kerangka dasar pembuktian otentisitas hadis sebagai berasal dari Nabi itu terjadi? Sehingga saya berharap dengan membaca buku kecil

vi

ini, semakin kuat dan kokohlah keyakinan kita kepada sunah dan hadis sahih Nabi sebagai pondasi keberagamaan mendampingi kitab suci al-Qur’an. Saya sangat berterima kasih kepada para dosen dan guru besar pengajar Program Pasca Sarjana IAIN Walisongo Semarang, yang sudah pernah memberikan sebagian ilmunya selama saya menjadi mahasiswa pada almamater tersebut. Buku ini saya kembangkan dari tugas penelitian salah satu mata kuliah (Ilmu Hadis) saat saya masih belajar di kampus tersebut. Terima kasih juga untuk istri saya, Ni’matul Masfufah, serta puteri-putera saya: Alfina Nurul ’Ayni, Ailsa Çalya Kasyfatul Mahjubiyyah, dan Abdurrahman Muhammad Syauqi El-Fatta, yang selalu menyertai hari-hari saya melaksanakan amanah berdakwah, baik melalui lisan maupun tulisan. Buku ini saya hadirkan sebagai bentuk dedikasi dan kecintaan saya kepada habibuna Nabi Muhammad SAW beserta keluarga dan sahabatnya, kepada seluruh guru-guru saya, terutama ayahanda Muhammad Muljadi (Allahu yarham), juga Kyai Damanhuri dan K.H. ’Ali As’ad. Semoga saya beserta keluarga selalu mendapatkan hidayah Allah dari dunia dan akhirat, mendapatkan syafa’at Rasulullah, serta selalu berada dalam keberkahan, sakinah wa sa’adah sejak dunia hingga akhirat. Amin.

vii

‫ﻭﺻﻠﻰ ﺍﷲ ﻋﻠﻰ ﺳﻴﺪﻧﺎ ﳏﻤﺪ, ﻭﻋﻠﻰ ﺃﻟﻪ‬

Wisma Baitut Ta’lim Al-Hikmah Boyolali, Rabu Legi, 28 Maret 2012 / 5 Jumadil Awal 1433

Penulis, Muhammad Sholikhin

viii

DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR DAFTAR ISI BAB 1 : HADIS DI DUNIA ISLAM DAN KRITIK ORIENTALIS BAB 2 : SYEKH AL-A’ZHAMI DAN KAJIAN OTENTISITAS HADIS Mengenal Sosok al-A’zhami dan Karyanya Kajian Hadis Orientalis dan Posisi al-A’zhami Redefinisi dan Rekonstruksi Penelitian Hadis Al-A’zhami dan Metode Kritik terhadap Karya Orientalis BAB 3 :KRITIK TERHADAP HADIS DAN PEMBUKTIAN TENTANG OTENTISITAS HADIS 65 Tentang Penulisan dan Kodifikasi Hadis Konstruksi Terbentuknya Sanad Hadis Perdebatan tentang Ibn Shihab al-Zuhri sebagai Pemalsu Hadis BAB 4 : SYAIKH AL-A’ZHAMI, PENEGUH OTENTISITAS HADIS MASA INI BAB 5 :MACAM-MACAM KITAB HADIS DAN PERINGKATNYA 96 91 85 68 74 47 18 18 3 37 1 iv ix

ix

Pentingnya Mengetahui Peringkat Kitab Hadis Periodesasi Pengumpulan Hadis Sunnah dan Hadis Qabla Tadwin sampai Memasuki Periode Mutaqaddimin Sekilas Proses Perkembangan Penyusunan Kitab Hadis Pentahapan Periode Mutaqaddimin Hadis Pada Periode Mutaakhkhirin Macam-macam Kitab Hadis dan Pembagiannya Peringkat Kitab-Kitab Hadis DAFTAR PUSTAKA TENTANG PENULIS

96 98 100 105 108 113 116 140 144 153

x

You're Reading a Free Preview

Mengunduh
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->