Anda di halaman 1dari 4

o

Pengorganisasian Struktur Organisasi

Kepala Ruangan Siti Patoyah, Amd. Kep

Tim Keperawatan I Ketua: Choirul W, Amd.Kep Anggota: Suluh Bachtiar Cahyo Widodo, Amd.Kep Yasin Wiwik, Amd.Kep

Tim Keperawatan II Ketua: Imam Makruf, Amd.Kep Anggota: Rina Widya Amd.Kep Retno W, Amd.Kep Risma Gusti, Amd.Kep Yuyun Diana, Amd.Kep

1. 2. 3. 4.

1. 2. 3. 4.

Sistem Penghitungan tenaga kerja 1. Sistem perhitungan tenaga kerja di rawat inap khususnya Ruang Bougenvile RS dr.Soepraoen, dihitung oleh manajemen RS (pusat) yang disebut WATNAP. Tetapi jika jumlah tenaga kerja yang sudah ditentukan oleh RS (pusat) dirasa kurang oleh ruangan, maka ruangan akan mengusulkan penambahan jumlah tenaga kerja ke pusat. 2. Perhitungan jumlah tenaga kerja yang dibutuhkan oleh ruangan, menggunakan rumus BOR Klasifikasi Pasien 1. Ruangan Bougenvile hanya menerima pasien dengan kategori lakilaki dan perempuan yang berusia < 11 tahun dan pasien dewasa khusus perempuan. 2. Pasien digolongkan menjadi 3 kategori, yaitu a. Self care b. Parsial care c. Total care 3. Tidak ada pembagian secara nyata untuk mekanisme penempatan pasien self care, parsial dan total, dimana disesuaikan berdasarkan kondisi atau keadaan di ruangan.

Sistem Penugasan 1. Kepala Ruang a. Menjalankan monitoring dan evaluasi harian b. Memimpin operan shift pagi serta melakukan pre dan post conference c. Memimpin visite bersama dokter d. Penanggungjawab utama ruangan dan komunikasi di luar ruangan e. Kepala ruang di Ruang Bougenvile, membawahi 2 kepala tim

yakni katim I dan katim II. Masing-masing katim memiliki 4 anggota perawat pelaksana. f. Hanya bertugas pada shift pagi, dan libur pada hari sabtu dan minggu 2. Kepala Tim a. Terdapat katim I dan katim II dimana masing-masing membawahi 4 anggota perawat pelaksana b. Kepala tim berkewajiban mengetahui secara detail kondisi pasien yang ditanganinya dan tindakan-tindakan yang perlu disiapkan serta dilaksanakan pada hari tersebut c. Mengikuti operan pagi, pre dan post conference d. Menyampaikan rencana tindakan mandiri keperawatan dan kolaborasi yang akan dijalankan kepada kepala ruang pada acara pre-conference 3. Sistem kerja dibagi menjadi 3 shift yakni shift pagi, sore dan malam. Untuk kepala ruang dan kepala tim hanya bertugas pada shift pagi. Sehingga secara tatap muka dan formal, pembuatan perencanaan dan pembaharuan tindakan dilakukan pada shift pagi, kemudian perawat pelaksana yang akan melakukan operan bersama katim dan karu jika sedang bebas tugas kepada perawat pelaksana yang akan bertugas pada shift sore. Dan begitu selanjutnya. 4. Sistem kerja penugasan di Ruang Bougenile dilakukan dengan metode TIM, akan tetapi dalam pelaksanaannya menggunakan metode fungsional. Di dalam pengaturan struktural di Ruang Bougenvile, disusun dengan mengacu dan mengarah pada metode kerja TIM. Namun, pada pelaksanaan di lapangan sistem kerja dengan metode TIM tersebut tidak berjalan. Akan tetapi, berjalan dengan metode fungsional yakni anggota dari setiap tim membaur dan berbagi tugas sesuai pengalaman dan kemampuan yang dimiliki

METHODE 1. Operan Operan di Ruang Bougenvile dilakukan di ruang perawat yang dipimpin oleh Katim dan KARU (jika berada di ruangan) dengan diikuti oleh perawat yang bertugas pada malam hari dan pagi hari. Setelah operan dilakukan di ruangan, dilanjutkan dengan keliling ruang pasien memvalidasi keadaan klien satu persatu. Timbang terima yang dilakukan didekat klien menggunakan volume suara yang pelan dan tegas. Operan dilakukan secara lisan dan tertulis di papan. Isi dari operan meliputi: jumlah pasien yang dirawat, penyakit pasien dan tindakan keperawatan maupun terapi yang sudah dan akan dilakukan.

2. Pelaksanaan Askep A. Pengkajian Format pengkajian di Ruang Bougenvile sama dengan format pengkajian yang menjadi panduan mahasiswa keperawatan, namun tidak semuanya diisi oleh perawat hanya bagian identitas pasien, keluhan, diagnosa medis saja. B. Diagnosa Masalah keperawatan di Ruang Bougenvile tidak berasal dari masalah keperawatan yang lain dan diagnosa dilakukan secara langsung C. Intervensi Dilakukan secara otomatis dan langsung D. Implementasi Implementasi dilakukan berdasarkan intervensi yang sudah di buat dan kolaborasi dengan dokter, ahli gizi maupun farmasi. E. Evaluasi Pendokumentasian dari implementasi dan rencana pulang dari dokter. 3. Pre dan post Converence Pengaplikasian secara teori tidak dilakukan karena dilakukan secara lisan.

4. Supervisi Supervisi Ruang Bougenvile melakukan kontrol pasien dan perwat serta

mengidentifikasi masalah yang terjadi pada pasien. 5. Kolaborasi a. Perawat - Dokter Mengorderkan kepada perawat secara tertulis

b. Perawat Ahli Gizi Perawat menjelaskan keadaan pasien selanjutnya ahli gizi menghitung kebutuhan gizi pasien dan mengorderkan secara timbale balik c. Perawat Farmasi Perawat memberikan resep kepada farmasi, kemudian farmasi memberikan order obat kepada perawat. Keluarga memberikan order secara langsung ke farmasi untuk pasien pulang.

a_dhek_fuadi@yahoo.com