Anda di halaman 1dari 30

Tugas Makalah Perencanaan Pengajaran Teknik Mesin

BAB I PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Istilah belajar dan pembelajaran merupakan suatu istilah yang memiliki keterkaitan yang sangat erat dan tidak dapat dipisahkan satu sama lain dalam proses pendidikan. Pembelajaran sesungguhnnya merupakan kegiatan yang dilakukan untuk menciptakan suasana atau memberikan pelayanan agar siswa belajar. Untuk itu harus dipahami bagaimana siswa memperoleh pengetahuan dari kegiatan belajarnya. Jika guru dapat memahami proses pemerolehan pengetahuan, maka guru akan dapat menentukan strategi pembelajaran yang tepat bagi siswanya. Dalam proses pendidikan di sekolah tugas utama guru adalah mengajar sedangkan tugas utama setiap siswa adalah belajar. Keterkaitan antara belajar dan mengajar itulah yang disebut dengan pembelajaran. Sedangkan menurut McAshan, kompetensi adalah suatu pengetahuan, ketrampilan, dan kemampuan atau kapabilitas yang dimiliki oleh seseorang yang telah menjadi bagian dari dirinya sehingga mewarnai perilaku kognitif, afektif, dan psikomotoriknya. Artinya tanpa pengetahuan dan sikap tidak mungkin muncul suatu kompetensi tertentu. Model pembelajaran pada dasarnya merupakan bentuk pembelajaran yang tergambar dari awal sampai akhir yang disajikan secara khas oleh guru. Dengan kata lain, model pembelajaran merupakan bungkus atau bingkai dari penerapan suatu pendekatan, metode, dan teknik pembelajaran. Dalam kamus besar bahasa Indonesia model diartikan sebagai pola (contoh,acuan, ragam, dsb) dari sesuatu yang akan dibuat atau dihasilkan (2005:751).

B. Rumusan Masalah Dari uraian latar belakang dan hasil identifikasi masalah dihasilkan suatu rumusan masalah yang isinya sebagai berikut: 1. Bagaimana isi dan penjelasan dari Beda Empat Model Pembelajaran? 2. Bagaimana isi dan penjelasan dari Dasar Pemilihan Strategi Pembelajaran? Model-Model Pembelajaran 1

Tugas Makalah Perencanaan Pengajaran Teknik Mesin 3. Bagaimana cara Menetapkan Strategi Pembelajaran Untuk Satu Kompetensi Yang Dipilih? 4. Bagaimana cara Menyusun Skenario Pembelajaran?

C. Tujuan Tujuan yang ingin dicapai dalam penyusunan makalah mengenai ModelModel Pembelajaran adalah sebagai berikut: 1. Untuk mengetahui dan memahami Beda Empat Model Pembelajaran. 2. Untuk mengetahui dan memahami Dasar Pemilihan Strategi Pembelajaran. 3. Untuk mengetahui dan memahami cara Menetapkan Strategi Pembelajaran Untuk Satu Kompetensi Yang Dipilih. 4. Untuk mengetahui dan memahami cara Menyusun Skenario Pembelajaran.

D. Manfaat Manfaat yang diharapkan dalam penyusunana makalah ini yaitu: 1. Dapat memahami dan mengerti mengenai macam-macam model pemebelajaran serta perbedaan dari setiap model tersebut. 2. Guru dapat menerapkan model-model pembelajaran tersebut ke peserta didiknya sesuai dengan materi apa yang ingin disampaikan.

Model-Model Pembelajaran

Tugas Makalah Perencanaan Pengajaran Teknik Mesin

BAB II MODEL-MODEL PEMBELAJARAN

A. Beda Empat Model Pembelajaran Sebelum kita mengetahui tentang beda empat model pembelajaran, maka perlu kita mengetahui perbedaan dari beberapa istilah yang memiliki kemiripan makna dalam proses pembelajaran sehingga seringkali membuat orang merasa bingung untuk membedakannya. Istilah-istilah tersebut adalah: (1) pendekatan pembelajaran, (2) strategi pembelajaran, (3) metode pembelajaran; (4) teknik pembelajaran; (5) taktik pembelajaran; dan (6) model pembelajaran. Berikut ini akan dipaparkan istilah-istilah tersebut, dengan harapan dapat memberikan kejelasaan tentang penggunaan istilah tersebut. 1. Pendekatan Pembelajaran Pendekatan pembelajaran dapat diartikan sebagai titik tolak atau sudut pandang kita terhadap proses pembelajaran, yang merujuk pada pandangan tentang terjadinya suatu proses yang sifatnya masih sangat umum, di dalamnya mewadahi, menginsiprasi, menguatkan, dan melatari metode pembelajaran dengan cakupan teoretis tertentu. Dilihat dari pendekatannya, pembelajaran terdapat dua jenis pendekatan, yaitu: (1) pendekatan pembelajaran yang berorientasi atau berpusat pada siswa (student centered approach) dan (2) pendekatan pembelajaran yang berorientasi atau berpusat pada guru (teacher centered approach). Dari pendekatan pembelajaran yang telah ditetapkan selanjutnya diturunkan ke dalam strategi pembelajaran. Newman dan Logan (Abin Syamsuddin Makmun, 2003) mengemukakan empat unsur strategi dari setiap usaha, yaitu: a. Mengidentifikasi dan menetapkan spesifikasi dan kualifikasi hasil (out put) dan sasaran (target) yang harus dicapai, dengan mempertimbangkan aspirasi dan selera masyarakat yang memerlukannya. b. Mempertimbangkan dan memilih jalan pendekatan utama (basic way) yang paling efektif untuk mencapai sasaran. c. Mempertimbangkan dan menetapkan langkah-langkah (steps) yang akan dtempuh sejak titik awal sampai dengan sasaran.

Model-Model Pembelajaran

Tugas Makalah Perencanaan Pengajaran Teknik Mesin d. Mempertimbangkan dan menetapkan tolok ukur (criteria) dan patokan ukuran (standard) untuk mengukur dan menilai taraf keberhasilan (achievement) usaha.

Jika kita terapkan dalam konteks pembelajaran, keempat unsur tersebut adalah: a. Menetapkan spesifikasi dan kualifikasi tujuan pembelajaran yakni perubahan profil perilaku dan pribadi peserta didik. b. Mempertimbangkan dan memilih sistem pendekatan pembelajaran yang dipandang paling efektif. c. Mempertimbangkan dan menetapkan langkah-langkah atau prosedur, metode dan teknik pembelajaran. d. Menetapkan norma-norma dan batas minimum ukuran keberhasilan atau kriteria dan ukuran baku keberhasilan. 2. Strategi Pembelajaran Sementara itu, Kemp (Wina Senjaya, 2008) mengemukakan bahwa strategi pembelajaran adalah suatu kegiatan pembelajaran yang harus dikerjakan guru dan siswa agar tujuan pembelajaran dapat dicapai secara efektif dan efisien. Selanjutnya, dengan mengutip pemikiran J. R David, Wina Senjaya (2008) menyebutkan bahwa dalam strategi pembelajaran terkandung makna perencanaan. Artinya, bahwa strategi pada dasarnya masih bersifat konseptual tentang keputusan-keputusan yang akan diambil dalam suatu pelaksanaan pembelajaran. Dilihat dari strateginya,

pembelajaran dapat dikelompokkan ke dalam dua bagian pula, yaitu: (1) expositiondiscovery learning dan (2) group-individual learning (Rowntree dalam Wina Senjaya, 2008). Ditinjau dari cara penyajian dan cara pengolahannya, strategi pembelajaran dapat dibedakan antara strategi pembelajaran induktif dan strategi pembelajaran deduktif. 3. Metode Pembelajaran Strategi pembelajaran sifatnya masih konseptual dan untuk

mengimplementasikannya digunakan berbagai metode pembelajaran tertentu. Dengan kata lain, strategi merupakan a plan of operation achieving something sedangkan metode adalah a way in achieving something (Wina Senjaya (2008). Jadi, metode pembelajaran dapat diartikan sebagai cara yang digunakan untuk mengimplementasikan rencana yang sudah disusun dalam bentuk kegiatan nyata dan Model-Model Pembelajaran 4

Tugas Makalah Perencanaan Pengajaran Teknik Mesin praktis untuk mencapai yang dapat tujuan pembelajaran. untuk Terdapat beberapa metode strategi

pembelajaran

digunakan

mengimplementasikan

pembelajaran, diantaranya: (1) ceramah; (2) demonstrasi; (3) diskusi; (4) simulasi; (5) laboratorium; (6) pengalaman lapangan; (7) brainstorming; (8) debat, (9) simposium, dan sebagainya. 4. Teknik Pembelajaran Selanjutnya metode pembelajaran dijabarkan ke dalam teknik dan gaya pembelajaran. Dengan demikian, teknik pembelajaran dapat diartikan sebagai yang dilakukan seseorang dalam mengimplementasikan suatu metode secara spesifik. Misalkan, penggunaan metode ceramah pada kelas dengan jumlah siswa yang relatif banyak membutuhkan teknik tersendiri, yang tentunya secara teknis akan berbeda dengan penggunaan metode ceramah pada kelas yang jumlah siswanya terbatas. Demikian pula, dengan penggunaan metode diskusi, perlu digunakan teknik yang berbeda pada kelas yang siswanya tergolong aktif dengan kelas yang siswanya tergolong pasif. Dalam hal ini, guru pun dapat berganti-ganti teknik meskipun dalam koridor metode yang sama. 5. Taktik Pembelajaran Sementara taktik pembelajaran merupakan gaya seseorang dalam melaksanakan metode atau teknik pembelajaran tertentu yang sifatnya individual. Misalkan, terdapat dua orang sama-sama menggunakan metode ceramah, tetapi mungkin akan sangat berbeda dalam taktik yang digunakannya. Dalam penyajiannya, yang satu cenderung banyak diselingi dengan humor karena memang dia memiliki sense of humor yang tinggi, sementara yang satunya lagi kurang memiliki sense of humor, tetapi lebih banyak menggunakan alat bantu elektronik karena dia memang sangat menguasai bidang itu. Dalam gaya pembelajaran akan tampak keunikan atau kekhasan dari masing-masing guru, sesuai dengan kemampuan, pengalaman dan tipe kepribadian dari guru yang bersangkutan. Dalam taktik ini, pembelajaran akan menjadi sebuah ilmu sekaligus juga seni (kiat). 6. Model Pembelajaran Apabila antara pendekatan, strategi, metode, teknik dan bahkan taktik pembelajaran sudah terangkai menjadi satu kesatuan yang utuh maka terbentuklah apa yang disebut dengan model pembelajaran. Jadi, model pembelajaran pada Model-Model Pembelajaran 5

Tugas Makalah Perencanaan Pengajaran Teknik Mesin dasarnya merupakan bentuk pembelajaran yang tergambar dari awal sampai akhir yang disajikan secara khas oleh guru. Dengan kata lain, model pembelajaran merupakan bungkus atau bingkai dari penerapan suatu pendekatan, metode, dan teknik pembelajaran. Untuk lebih jelasnya, posisi hierarkis dari masing-masing istilah tersebut, kiranya dapat divisualisasikan sebagai berikut:

Model Pembelajaran Terbagi Menjadi 4 Kelompok Yaitu: 1. Model Pembelajaran Langsung (Direct Instruction) a. Dirancang secara khusus untuk menunjang proses belajar siswa berkenaan dengan pengetahuan prosedural dan deklaratif yang terstruktur dengan baik dan dapat dipelajari selangkah demi selangkah b. Pengajaran langsung tidak sama dengan metode ceramah, tetapi ceramah dan resitasi berhubungan erat dengan model pengajaran langsung c. Pengajaran langsung memerlukan perencanaan dan pelaksanaan yaang cukup rinci terutama pada analisis tugas d. Pengajaran langsung berpusat pada guru, tetapi tetap harus menjamin terjadinya keterlibatan siswa. Jadi lingkungannya harus diciptakan yang reorientasi pada tugas-tugas yang diberikan.

Model-Model Pembelajaran

Tugas Makalah Perencanaan Pengajaran Teknik Mesin Sintaks Model Pengajaran Langsung a. Fase1. Menyampaikan tujuan dan mempersiapkan siswa. Guru menjelaskan tujuan pembelajaran, informasi latar belakang pelajaran, pentingnya pelajaran, mempersiapkan siswa untuk belajar. b. Fase2. Mendemonstrasikan keterampilan (pengetahuan prosedural) atau mempresentasikan pengetahuan (deklaratif) Guru mendemonstrasikan keterampilan dengan benar, atau menyajikan informasi tahap demi tahap. c. Fase 3. Membimbing pelatihan Guru merencanakan dan memberi bimbingan pelatihan d. Fase 4. Mengecek pemahaman dan memberikan umpan balik Guru mengecek apakah siswa telah berhasil melakukan tugas dengan baik, memberi umpan balik. e. Fase 5. memberikan kesempatan untuk pelatihan lanjutan dan penerapan Guru mempersiapkan kesempatan melakukan pelatihan lanjutan, dengan perhatian khusus pada penerapan kepada situasi lebih kompleks dan kehidupan sehari-hari. 2. Model Pembelajaran Kooperatif (Cooperative Learning) Model pembelajaran yang mengutamakan kerjasama antara siswa untuk mencapai tujuan pembelajaran: a. Untuk menuntaskan materi belajarnya siswa belajar dalam kelompok secara kooperatif. b. Kelompok siswa dibentuk dari siswa yang memiliki kemampuan tinggi, sedang, dan rendah. c. Jika di dalam kelas terdiri dari beberapa ras, suku, budaya, jenis kelamin yang berbeda, diupayakan dalam kelompokpun berasal dari ras, suku, budaya, jenis kelamin yang berbeda pula.
d. d. Penghargaan lebih diutamakan pada kelompok daripada perorangan.d e.

S Sintaks Model Pembelajaran Kooperatif a. Fase 1. Menyampaikan tujuan dan memotivasi siswa Guru menyampaikan semua tujuan pelajaran yang ingin dicapai pada pelajaran tersebut dan memotivasi siswa belajar.

Model-Model Pembelajaran

Tugas Makalah Perencanaan Pengajaran Teknik Mesin b. Fase 2. Menyajikan informasi Guru menyajikan informasi kepada siswa dengan jalan demonstrasi atau lewat bahan bacaan. c. Fase 3. Mengorganisasi siswa ke dalam kelompok-kelompok belajar Guru menjelaskan kepada siswa bagaimana cara membentuk kelompok belajar dan membantu setiap kelompok agar melakukan transisi secara efisien. d. Fase 4. Membimbing kelompok bekerja dan belajar Guru membimbing kelompok-kelompok belajar pada saat mereka mengerjakan tugas mereka. e. Fase 5. Evaluasi Guru mengevaluasi hasil belajar tentang materi yang telah dipelajari atau masing-masing kelompok mempresentasikan hasil kerjanya. f. Fase 6. Memberikan penghargaan Guru mencari cara-cara untuk menghargai baik upaya maupun hasil belajar individu dan kelompok.intaks Model Pembelajaran Kooperatif Fase 1. Menyampaikan tujuan dan memotivasi siswa 3. Fdsg i 3. Model Pembelajaran Berdasarkan Masalah (Problem Base Instruction) Pembelajaran berdasarkan masalah tidak dirancang untuk membantu guru memberikan informasi sebanyak-banyaknya kepada siswa tetapi bertujuan untuk: a. Membantu siswa mengembangkan keterampilan berfikir dan keterampilan pemecahan masalah b. Belajar peranan orang dewasa yang autentik. c. Menjadi pebelajar yang mandiri. Teknik penilaian dan evaluasi yang sesuai dengan model PBI adalah menilai pekerjaan yang dihasilkan oleh siswa yang merupakan hasil penyelidikan mereka: Tugas asesmen dan evaluasi yang sesuai untuk PBI terutama terdiri dari menemukan prosedur penilaian alternatif yang dapat digunakan untuk mengukur pekerjaan siswa, misal : dengan asesmen kinerja dan peragaan

Model-Model Pembelajaran

Tugas Makalah Perencanaan Pengajaran Teknik Mesin hasil. Adapun prosedur-prosedur yang telah disebutkan dinamakan asesmen kinerja, asesmen autentik, dan portofolio. Sintaks Pembelajaran Berdasarkan Masalah a. Fase 1. Orientasi siswa kepada masalah Guru menjelaskan tujuan pembelajaran, menjelaskan logistik yang dibutuhkan, memotivasi siswa untuk terlibat pada aktivitas pemecahan masalah yang dipilihnya. b. Fase 2. Mengorganisasi siswa untuk belajar Guru membantu siswa mendefinisikan dan mengorganisasi tugas belajar yang berhubungan dengan masalah tersebut. c. Fase 3. Membimbing penyelidikan individual maupun kelompok Guru mendorong siswa untuk mengumpulkan informasi yang sesuai, melaksanakan eksperimen, untuk mendapatkan penjelasan dan

pemecahan masalah. d. Fase 4. Mengembangkan dan menyajikan hasil karya Guru membantu siswa dalam merencanakan dan menyiapkan karya yang sesuai seperti laporan, video, dan model dan membantu mereka untuk berbagi tugas dengan temannya. e. Fase 5. Menganalisis dan mengevaluasi proses pemecahan masalah Guru membantu siswa untuk melakukan refleksi atau evaluasi terhadap penyelidikan mereka dan proses-proses yang mereka gunakan.

4. Pembelajaran Inkuiri Pembelajaran inkuiri merupakan kegiatan pembelajaran yang melibatkan secara maksimal seluruh kemampuan siswa untuk mencari dan menyelidiki sesuatu (benda, manusia atau peristiwa) secara sistematis, kritis, logis, analitis sehingga mereka dapat merumuskan sendiri penemuannya dengan penuh percaya diri. Joyce (Gulo, 2005) mengemukakan kondisi- kondisi umum yang merupakan syarat bagi timbulnya kegiatan inkuiri bagi siswa, yaitu : (1) aspek sosial di dalam kelas dan suasana bebas-terbuka dan permisif yang mengundang siswa berdiskusi; (2) berfokus pada hipotesis yang perlu diuji kebenarannya; dan (3) penggunaan fakta sebagai evidensi dan di dalam proses pembelajaran Model-Model Pembelajaran 9

Tugas Makalah Perencanaan Pengajaran Teknik Mesin dibicarakan validitas dan reliabilitas tentang fakta, sebagaimana lazimnya dalam pengujian hipotesis. Sintaks Model Belajar Melalui Penemuan a. Fase 1. Observasi untuk menemukan masalah Guru menyajikan kejadian-kejadian atau fenomena yang

memungkinkan siswa menemukan masalah. b. b. Fase 2. Merumuskan masalah Guru membimbing siswa merumuskan masalah penelitian berdasarkan kejadian dan fenomena yang disajikannya. c. c. Fase 3. Mengajukan hipotesis Guru membimbing siswa untuk mengajukan hipotesis terhadap masalah yang telah dirumuskannya. d. Fase 4. Merencanakan pemecahan masalah (melalui eksperimen atau cara lain) Guru membimbing siswa untuk merencanakan pemecahan masalah, membantu menyiapkan alat dan bahan yang diperlukan dan menyusun prosedur kerja yang tepat. e. Fase 5. Melaksanakan eksperimen (atau cara pemecahan masalah yang lain) Selama siswa bekerja guru membimbing dan memfasilitasi. d. f. Fase 6. Melakukan pengamatan dan pengumpulan data Guru membantu siswa melakukan pengamatan tentang hal-hal yang penting dan membantu mengumpulkan dan mengorganisasi data. e. g. Fase 7. Analisis data Guru membantu siswa menganalisis data supaya menemukan sesuatu konsep. f. h. Fase 8 Penarikan simpulan atau penemuan g. Guru membimbing siswa mengambil kesimpulan berdasarkan data dan menemukan sendiri konsep yang ingin ditanamkan.

Guru dalam mengembangkan sikap inkuiri di kelas mempunyai peranan sebagai konselor, konsultan, teman yang kritis dan fasilitator. Ia harus

Model-Model Pembelajaran

10

Tugas Makalah Perencanaan Pengajaran Teknik Mesin dapat membimbing dan merefleksikan pengalaman kelompok, serta memberi kemudahan bagi kerja kelompok.

B. Dasar Pemilihan Strategi Pembelajaran Beberapa prinsip-prinsip yang mesti dilakukan oleh pengajar dalam memilih strategi pembelajaran secara tepat dan akurat, pertimbangan tersebut mesti berdasarkan pada penetapan. Sebelum memutuskan metode mana yang akan dipakai dalam proses belajar mengajar, maka seorang pengajar perlu memperhatikan beberapa pertimbangan berikut: 1. Tujuan Pembelajaran Penetapan tujuan pembelajaran merupakan syarat mutlak bagi guru dalam memilih metode yang akan digunakan di dalam menyajikan materi pengajaran. Tujuan pembelajaran merupakan sasaran yang hendak dicapai pada akhir pengajaran, serta kemampuan yang harus dimiliki siswa. Sasaran tersebut dapat terwujud dengan menggunakan metode-metode pembelajaran. Tujuan pembelajaran adalah

kemampuan (kompetensi) atau keterampilan yang diharapkan dimiliki oleh siswa setelah mereka melakukan proses pembelajaran tertentu. Tujuan pembelajaran dapat menentukan suatu strategi yang harus digunakan guru. Misalnya, seorang guru Olahraga dan Kesehatan menetapkan tujuan pembelajaran agar siswa dapat mendemontrasikan cara menendang bola dengan baik dan benar. Dalam hal ini metode yang dapat membantu siswa-siswa mencapai tujuan adalah metode ceramah, guru memberi instruksi, petunjuk, aba-aba dan dilaksanakan di lapangan, kemudian metode demonstrasi, siswa-siswa mendemonstrasikan cara menendang bola dengan baik dan benar, selanjutnya dapat digunakan metode pembagian tugas, siswa-siswa kita tugasi, bagaimana menjadi keeper, kapten, gelandang, dan apa tugas mereka, dan bagaimana mereka dapat bekerjasama dan menendang bola. Dalam contoh ini, terdapat kemampuan siswa pada tingkat kognitif dan psikomotorik. Demikian juga diaplikasikan kemampuan Afektif, tentang bagaimana kemampuan mereka dalam bekerjasama dalam bermain bola dari metode pemberian tugas yang diberikan guru kepada setiap individu. Dalam silabus telah dirumuskan indikator hasil belajar atau hasil yang diperoleh siswa setelah mereka mengikuti proses pembelajaran. Terdapat empat komponen pokok dalam merumuskan indikator hasil belajar yaitu: a. Penentuan subyek belajar untuk menunjukkan sasaran Belajar. Model-Model Pembelajaran 11

Tugas Makalah Perencanaan Pengajaran Teknik Mesin b. Kemampuan atau kompetensi yang dapat diukur atau yang dapat itampilkan melalui peformance siswa. c. Keadaan dan situasi dimana siswa dapat mendemonstrasikan performancenya d. Standar kualitas dan kuantitas hasil belajar. Berdasarkan indikator dalam penentuan tujuan pembelajaran maka dapat dirumuskan tujuan pembelajaran mengandung unsur; Audience (peserta didik), Behavior (perilaku yang harus dimiliki), Condition (kondisi dan situasi), dan Degree (yang ingin dicapai). 2. Aktivitas dan Pengetahuan Awal Siswa Belajar merupakan berbuat, memperoleh pengalaman tertentu sesuai dengan tujuan yang diharapkan. Karena itu strategi pembelajaran harus dapat mendorong aktivitas siswa. Aktivitas tidak dimaksudkan hanya terbatas pada aktifitas fisik saja akan tetapi juga meliputi aktivitas yang bersifat psikis atau aktivitas mental. Pada awal atau sebelum guru masuk ke kelas memberi materi pengajaran kepada siswa, ada tugas guru yang tidak boleh dilupakan adalah untuk mengetahui pengetahuan awal siswa. Sewaktu memberi materi pengajaran kelak guru tidak kecewa dengan hasil yang dicapai siswa, untuk mendapat pengetahuan awal siswa guru dapat melakukan pretes tertulis, tanya jawab di awal pelajaran. Dengan mengetahui pengetahuan awal siswa, guru dapat menyusun strategi memilih metode pembelajaran yang tepat pada siswa-siswa. Apa metode yang akan kita pergunakan? Sangat tergantung juga pada pengetahuan awal siswa, guru telah mengidentifikasi pengetahuan awal. Pengetahuan awal dapat berasal dari pokok bahasan yang akan kita ajarkan, jika siswa tidak memiliki prinsip, konsep, dan fakta atau memiliki pengalaman, maka kemungkinan besar mereka belum dapat dipergunakan metode yang bersifat belajar mandiri, hanya metode yang dapat diterapkan ceramah, demonstrasi, penampilan, latihan dengan teman, sumbang saran, pratikum, bermain peran dan lain-lain. Sebaliknya jika siswa telah memahami prinsip, konsep, dan fakta maka guru dapat mempergunakan metode diskusi, studi mandiri, studi kasus, dan metode insiden, sifat metode ini lebih banyak analisis, dan memecah masalah. 3. Integritas Bidang Studi/Pokok Bahasan Mengajar merupakan usaha mengembangkan seluruh pribadi siswa. Mengajar bukan hanya mengembangkan kemampuan kognitif saja, tetapi juga Model-Model Pembelajaran 12

Tugas Makalah Perencanaan Pengajaran Teknik Mesin meliputi pengembangan aspek afektif dan aspek psikomotor. Karena itu strategi pembelajaran harus dapat mengembangkan seluruh aspek kepribadian secara terintegritas. Pada sekolah lanjutan tingkat pertama dan sekolah menengah, program studi diatur dalam tiga kelompok. Pertama, program pendidikan umum. Kedua, program pendidikan akademik. Ketiga, Program Pendidikan Agama, PKn, Penjas dan Kesenian dikelompokkan ke dalam program pendidikan umum. Program pendidikan akademik bidang studinya berkaitan dengan keterampilan. Karena itu metode yang digunakan lebih berorientasi pada masing-masing ranah (kognitif, afektif, dan psikomotorik) yang terdapat dalam pokok bahasan. Umpamanya ranah psikomotorik lebih dominan dalam pokok bahasan tersebut, maka metode demonstrasi yang dibutuhkan, siswa berkesempatan mendemostrasikan materi secara bergiliran di dalam kelas atau di lapangan. Dengan demikian metode yang kita pergunakan tidak terlepas dari bentuk dan muatan materi dalam pokok bahasan yang disampaikan kepada siswa. Dalam pengelolaan pembelajaran terdapat beberapa prinsip yang harus diketahui di antaranya: a. Interaktif Proses pembelajaran merupakan proses interaksi baik antara guru dan siswa, siswa dengan siswa atau antara siswa dengan lingkungannya. Melalui proses interaksi memungkinkan kemampuan siswa akan berkembang baik mental maupun intelektual. b. Inspiratif Proses pembelajaran merupakan proses yang inspiratif, yang memungkinkan siswa untuk mencoba dan melakukan sesuatu. Biarkan siswa berbuat dan berpikir sesuai dengan inspirasinya sndiri, sebab pengetahuan pada dasarnya bersifat subjektif yang bisa dimaknai oleh setiap subjek belajar. c. Menyenangkan Proses pembelajaran merupakan proses yang menyenangkan. Proses pembelajaran menyenangkan dapat dilakukan dengan menata ruangan yang apik dan menarik dan pengelolaan pembelajaran yang hidup dan bervariasi, yakni dengan menggunakan pola dan model pembelajaran, media dan sumber-sumber belajar yang relevan.

Model-Model Pembelajaran

13

Tugas Makalah Perencanaan Pengajaran Teknik Mesin d. Menantang Proses pembelajaran merupakan proses yang menantang siswa untuk

mengembangkan kemampuan berpikir, yakni merangsang kerja otak secara maksimal. Kemampuan itu dapat ditumbuhkan dengan cara mengembangkan rasa ingin tahu siswa melalui kegiatan mencobaoba, berpikir intuitif atau bereksplorasi. e. Motivasi Motivasi merupakan aspek yang sangat penting untuk membelajarkan siswa. Motivasi dapat diartikan sebagai dorongan yang memungkinkan siswa untuk bertindak dan melakukan sesuatu. Seorang guru harus dapat menunjukkan pentingnya pengalaman dan materi belajar bagi kehidupan siswa, dengan demikian siswa akan belajar bukan hanya sekadar untuk memperoleh nilai atau pujian akan tetapi didorong oleh keinginan untuk memenuhi kebutuhannya. Alokasi Waktu dan Sarana Penunjang Waktu yang tersedia dalam pemberian materi pelajaran satu jam pelajaran 45 menit, maka metode yang dipergunakan telah dirancang sebelumnya, termasuk di dalamnya perangkat penunjang pembelajaran, perangkat pembelajaran itu dapat dipergunakan oleh guru secara berulang-ulang, seperti transparan, chart, video pembelajaran, film, dan sebagainya. Metode pembelajaran disesuaikan dengan materi, seperti Bidang Studi Biologi, metode yang akan diterapkan adalah metode praktikum, bukan berarti metode lain tidak kita pergunakan, metode ceramah sangat perlu yang waktunya dialokasi sekian menit untuk memberi petunjuk, aba-aba, dan arahan. Kemudian memungkinkan mempergunakan metode diskusi, karena dari hasil praktikum siswa memerlukan diskusi kelompok untuk memecah masalah/ problem yang mereka hadapi. 4. Jumlah Siswa Idealnya metode yang kita terapkan di dalam kelas perlu mempertimbangkan jumlah siswa yang hadir, rasio guru dan siswa agar proses belajar mengajar efektif, ukuran kelas menentukan keberhasilan terutama pengelolaan kelas dan penyampaian materi. Para ahli pendidikan berpendapat bahwa mutu pengajaran akan tercapai apabila mengurangi besarnya kelas, sebaliknya pengelola pendidikan mengatakan bahwa kelas yang kecil-kecil cenderung tingginya biaya pendidikan dan latihan. Kedua pendapat ini bertentangan, manakala kita dihadapkan pada mutu, maka kita Model-Model Pembelajaran 14

Tugas Makalah Perencanaan Pengajaran Teknik Mesin membutuhkan biaya yang sangat besar, bila pendidikan, mempertimbangkan biaya sering mutu pendidikan terabaikan, apalagi saat ini kondisi masyarakat Indonesia mengalami krisis ekonomi yang berkepanjangan. Pada sekolah dasar umumnya mereka menerima siswa maksimal 40 orang, dan sekolah lanjutan maksimal 30 orang. Kebanyakan ahli pendidikan berpendapat idealnya satu kelas pada sekolah dasar dan sekolah lanjutan 24 orang Ukuran kelas besar dan jumlah siswa yang banyak, metode ceramah lebih efektif, akan tetapi yang perlu kita ingat metode ceramah memiliki banyak kelemahan dibandingkan metode lainnya, terutama dalam pengukuran keberhasilan siswa. Disamping metode ceramah guru dapat melaksanakan Tanya jawab, dan diskusi. Kelas yang kecil dapat diterapkan metode tutorial karena pemberian umpan balik dapat cepat dilakukan, dan perhatian terhadap kebutuhan individual lebih dapat dipenuhi. 5. Pengalaman dan Kewibawaan Pengajar Guru yang baik adalah guru yang berpengalaman, peribahasa mengatakan Pengalaman adalah guru yang baik, hal ini diakui di lembaga pendidikan, kriteria guru berpengalaman, dia telah mengajar selama lebih kurang 10 tahun, maka sekarang bagi calon kepala sekolah boleh mengajukan permohonan menjadi kepala sekolah bila telah mengajar minimal 5 tahun. Dengan demikian guru harus memahami seluk-beluk persekolahan. Strata pendidikan bukan menjadi jaminan utama dalam keberhasilan belajar akan tetapi pengalaman yang menentukan, umpamanya guru peka terhadap masalah, memecahkan masalah, memilih metode yang tepat, merumuskan tujuan instruksional, memotivasi siswa, mengelola siswa, mendapat umpan balik dalam proses belajar mengajar. Jabatan guru adalah jabatan profesi, membutuhkan pengalaman yang panjang sehingga kelak menjadi profesional, akan tetapi professional guru belum terakui seperti profesional lainnya terutama dalam upah (payment), pengakuan (recognize). Sementara guru diminta memiliki pengetahuan menambah pengetahuan (knowledge esspecialy dan skill) pelayanan (service) tanggung jawab

(responsbility)dan persatuan (unity) (Glend Langford,1978). Disamping berpengalaman, guru harus berwibawa. Kewibawaan merupakan syarat mutlak yang bersifat abstrak bagi guru karena guru harus berhadapan dan mengelola siswa yang berbeda latar belakang akademik dan sosial, guru merupakan Model-Model Pembelajaran 15

Tugas Makalah Perencanaan Pengajaran Teknik Mesin sosok tokoh yang disegani bukan ditakuti oleh anak-anak didiknya. Kewibawaan ada pada orang dewasa, ia tumbuh berkembang mengikuti kedewasaan, ia perlu dijaga dan dirawat, kewibawaan mudah luntur oleh perbuatan-perbuatan yang tercela pada diri sendiri masing-masing. Jabatan guru adalah jabatan profesi terhomat, tempat orangorang bertanya, berkonsultasi, meminta pendapat, menjadi suri tauladan dan sebagainya, ia mengayomi semua lapisan masyarakat dan Degree (kualitas dan kuanttas hasil belajar). C. Menetapkan Strategi Pembelajaran Untuk Satu Kompetensi Yang Dipilih Dalam menentukan strategi pembelajaran untuk satu kompetensi yaitu dapat menggunakan strategi pembelajaran induktif atau dengan deduktif. Salah satunya yaitu sudah ditetapkan pada perumusan di garis besar program perkuliahan (GBPP). Contohnya yaitu: GARIS BESAR PROGRAM PERKULIAHAN (GBPP)

FAKULTAS DAN JURUSAN PROGRAM STUDI MATA KULIAH SKS DAN SEMESTER KELOMPOK MATA KULIAH

: Fakultas Teknik/ Pendidikan Teknik Mesin : S1 Pendidikan Teknik Mesin : Perencanaan Pengajaran Teknik Mesin : 2 SKS Gasal : MKBM

DOSEN PEMBINA DAN KODE : Drs. Dewanto M.Pd

KOMPETENSI Mahasiswa dapat menyusun perangkat Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) bidang keahlian Teknik Mesin

DESKRIPSI MATA KULIAH Penyusunan rencana pembelajaran serta penerapannya dalam proses pembelajaran, meliputi: konsep pendekatan sistem, pengembangan sistem, pengembangan sistem dan desain intruksional, identifikasi tujuan pembelajaran umum, analisis instruksional, identifikasi kemampuan awal dan karakteristik siswa, penulisan tujuan pembelajaran khusus, pemilihan materi, penentuan strategi pembelajaran, penyusunan instrumen

Model-Model Pembelajaran

16

Tugas Makalah Perencanaan Pengajaran Teknik Mesin penilaian keberhasilan, serta pengkajian dan penyusunan perangkat RPP bidang keahlian Teknik Mesin.

MATA KULIAH PRASARAT Dasar-dasar kependidikan dan strategi belajar mengajar

BUKU SUMBER 1. Abdul Ghofur. 1989. Desain Instruksional. Solo: Tiga Serangkai 2. Abdul Majid. 2007. Perencanaan Pembelajaran. Bandung: Remaja Rosdakarya 3. Anonim. 2007. Silabus SMK 4. DIKNAS. Kurikulum SMK 2004 5. Hamzah. B.Uno. 2007. Perencanaan Pembelajaran. Jakarta: Bumi Aksara 6. Mudhofir. 1990. Teknologi Instruksional. Bandung: PT Remaja Rosdakarya 7. Mulyasa. 2006. Implementasi Kurikulum 2004. Bandung: PT Remaja Rosdakarya 8. Mulyasa. 2007. Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan. Bandung: PT Remaja Rosdakarya 9. Muhammad Nur dan Prima, R.W. 2000. Pengajaran Berpusat kepada Siswa dan Pendekatan Konstruktivis dalam Pengajaran. Surabaya: Unesa 10. Oemar Hamalik. 2003. Perencanaan Pengajaran Berdasarkan Pendekatan Sistem.______ 11. Tresna, S.W.A. 1991. Pengembangan Program Pengajaran. Surabaya: Bineka Cipta 12. Wina Sanjaya. 2006. Strategi Pembelajaran Berorientasi Standar Proses Pendidikan. Jakarta: Kencana Prenada Media 13. Wina Sanjaya. 2006. Perencanaan dan Desain Sistem Pembelajaran. Jakarta: Kencana Prenada Media

Model-Model Pembelajaran

17

Tugas Makalah Perencanaan Pengajaran Teknik Mesin

Model-Model Pembelajaran

18

Tugas Makalah Perencanaan Pengajaran Teknik Mesin

Model-Model Pembelajaran

19

Tugas Makalah Perencanaan Pengajaran Teknik Mesin Dan dalam bentuk GBPP tersebut maka startegi dalam pembelajaran tersebut menggunakan startegi pemeblajaran induktif, dimana pembelajaran tersebut berpusat pada guru dan siswa juga.

D. Menyusun Skenario Pembelajaran/RPP Petunjuk Pengisian Format RPP 1. Identitas Tuliskan identitas RPP terdiri dari: Nama sekolah, Mata Pelajaran, Kelas/Semester, Standar Kompetensi, Kompetensi Dasar, Indikator dan Alokasi Waktu (lihat format RPP pada lampiran). Catatan: 1. RPP disusun untuk satu Kompetensi Dasar. 2. Standar Kompetensi, Kompetensi Dasar, dan Indikator dikutip dari silabus yang disusun dan telah diberlakukan dalam suatu satuan pendidikan (SD/MI, SMP/MTs, SMA/MA/SMK). Menjadi perhatian: Standar kompetensi kompetensi dasar indikator adalah suatu alur pikir yang saling terkait tidak dapat dipisahkan. Indikator adalah perilaku (bukti terukur) yang dapat memberikan gambaran bahwa siswa telah mencapai kompetensi dasar. Kompetensi Dasar adalah sejumlah kompetensi yang memberikan gambaran bahwa siswa telah mencapai standar kompetensi. 3. Indikator merupakan: Penanda pencapaian kompetensi dasar yang ditandai oleh perubahan perilaku yang dapat diukur yang mencakup sikap, pengetahuan, dan keterampilan. Dikembangkan sesuai dengan karakteristik peserta didik, satuan pendidikan, dan potensi daerah.

Model-Model Pembelajaran

20

Tugas Makalah Perencanaan Pengajaran Teknik Mesin Rumusannya menggunakan kerja operasional yang terukur dan/atau dapat diobservasi. Digunakan sebagai dasar untuk menyusun alat penilaian. Disusun dengan kalimat operasional (dapat diukur) berisi komponen ABCD (Audience = Siswa, Behavior = Perilaku, Competency = Kompetensi dan Degree = peringkat/ukuran). 4. Alokasi waktu diperhitungkan untuk pencapaian satu kompetensi dasar, dinyatakan dalam jam pelajaran dan banyaknya pertemuan (contoh: 2 x 40 menit). Karena itu, waktu untuk mencapai suatu kompetensi dasar dapat diperhitungkan dalam satu atau beberapa kali pertemuan bergantung pada karakteristik kompetensi dasarnya. 2. Tujuan Pembelajaran Tuliskan output (hasil langsung) dari satu paket pengalaman belajar yang dikemas oleh guru, karena itu penetapan pembelajaran dapat mengacu pada pengalaman belajar siswa. Misalnya: Pengalaman belajar: Mengumpulkan informasi tentang penyakit tekanan darah tinggi dan stroke dari berbagai sumber (SMP/MTs). Tujuan Pembelajaran: Siswa dapat melaporkan hasil pengumpulan informasi tentang penyakit tekanan darah tinggi dan stroke. Contoh lain: Pengalaman belajar: Mendapat informasi tentang sistem peredaran darah pada manusia dan mengkomunikasikan kepada sesama siswa di kelas. Tujuan pembelajaran, boleh salah satu di antara atau keseluruhan tujuan pembelajaran berikut: 1. Siswa dapat menjawab pertanyaan guru berikut: a. Organ apa saja yang termasuk ke dalam alat-alat peredaran darah. b. Sebutkan bagian-bagian jantung. Model-Model Pembelajaran 21 tujuan

Tugas Makalah Perencanaan Pengajaran Teknik Mesin c. Deskripsikan mekanisme peredaran darah pada manusia. 2. Siswa dapat merespon dengan baik pertanyaan-pertanyaan yang diajukan oleh teman-teman sekelasnya. 3. Siswa dapat mengulang kembali informasi tentang peredaran darah yang telah disampaikan oleh guru. Bila pembelajaran dilakukan lebih dari 1 (satu) pertemuan, ada baiknya tujuan pembelajaran juga dibedakan menurut waktu pertemuan, sehingga target-target produk tiap pembelajaran jelas kelihatan. 3. Materi Pembelajaran Materi pembelajaran

adalah

materi yang digunakan untuk

mencapai tujuan pembelajaran dan indikator. Materi dikutip dari materi pokok yang ada dalam silabus. Materi pokok tersebut kemudian dikembangkan menjadi beberapa uraian materi. Untuk memudahkan penetapan uraian materi dapat diacu dari indikator. Contoh: Indikator: siswa dapat menyebutkan ciri-ciri kehidupan (SMA/MA) Materi pembelajaran: Ciri-Ciri Kehidupan: Nutrisi, bergerak, bereproduksi, transportasi, regulasi, iritabilitas,

bernapas, dan ekskresi. Contoh lain: Indikator: Menyebutkan jenis-jenis makanan hewan (IPA Kelas IV SD) Tujuan Pembelajaran: Menyebutkan jenis-jenis makanan hewan meliputi hewan darat dan hewan air. Materi pembelajaran: Jenis-jenis makanan hewan: Jenis-jenis makanan hewan hidup di darat Jenis-jenis makanan hewan yang hidup di air

Model-Model Pembelajaran

22

Tugas Makalah Perencanaan Pengajaran Teknik Mesin 4. Metode Pembelajaran Metode dapat diartikan benar-benar sebagai metode, tetapi dapat pula diartikan sebagai model atau pendekatan pembelajaran, bergantung pada karakteristik pendekatan dan/atau strategi yang dipilih. Karena itu pada bagian ini cantumkan pendekatan pembelajaran dan metode-metode yang diintegrasikan dalam satu pengalaman belajar siswa: a. Pendekatan pembelajaran yang digunakan, misalnya: pendekatan proses, kontekstual, pembelajaran langsung, pemecahan masalah, dan sebagainya. b. Metode-metode yang digunakan, misalnya: ceramah, inquiri,

observasi, tanya jawab, dan seterusnya. 5. Langkah-langkah Pembelajaran a. Untuk mencapai suatu kompetensi dasar harus dicantumkan langkah-langkah kegiatan setiap pertemuan. Pada dasarnya, langkahlangkah kegiatan memuat unsur kegiatan pendahuluan/pembuka, kegiatan inti, dan kegiatan penutup. Langkah-langkah standar yang harus dipenuhi pada setiap unsur kegiatan pembelajaran adalah sebagai berikut: 1) Kegiatan pendahuluan a) Orientasi: memusat perhatian siswa terhadap materi yang akan dibelajarkan. Dapat dilakukan dengan menunjukkan benda yang menarik, memberikan illustrasi, membaca berita di surat kabar dan sebagainya. Contoh: Anak-anak sekalian, perhatikan apa yang saya pegang. Karim, silahkan kamu menyebutkan apa yang saya pegang.

Model-Model Pembelajaran

23

Tugas Makalah Perencanaan Pengajaran Teknik Mesin Penyebutan nama siswa dalam RPP akan sangat membantu guru dalam melakukan pengendalian siswa yang dilibatkan dalam pembelajaran. b) Apersepsi: memberikan persepsi awal kepada siswa tentang materi yang akan diajarkan. Contoh: Siswa mengamati gambar (gunting koran) tentang

bangunan/benda-benda yang rusak akibat gempa bumi (gambar tidak harus seragam). Tahap ini juga dapat digunakan untuk mengetahui pengetahuan prasyarat yang harus dimiliki siswa, dapat digali dengan melakukan pretest. c) Motivasi: Guru memberikan gambaran manfaat mempelajari gempa bumi, bidang-bidang pekerjaan berkaitan dengan gempa bumi, dsb. d) Pemberian Acuan: biasanya berkaitan dengan kajian ilmu yang akan dipelajari. Acuan dapat berupa penjelasan materi pokok dan uraian materi pelajaran secara garis besar. e) Pembagian kelompok belajar dan penjelasan mekanisme pelaksanaan pengalaman belajar (sesuai dengan rencana langkahlangkah pembelajaran). 2) Kegiatan inti Berisi langkah-langkah sistematis yang dilalui siswa untuk dapat menkonstruksi ilmu sesuai dengan skemata (frame work) masing-masing. Langkah-langkah tersebut disusun sedemikian rupa agar siswa dapat menunjukkan perubahan perilaku sebagaimana dituangkan pada tujuan pembelajaran dan indikator. Untuk memudahkan, sebaiknya kegiatan inti dilengkapi dengan Lembaran Kerja Siswa (LKS). Model-Model Pembelajaran 24

Tugas Makalah Perencanaan Pengajaran Teknik Mesin Catatan: LKS yang ada pada buku LKS yang diperdagangkan belum tentu sesuai dengan rencana yang disusun oleh guru.

3) Kegiatan penutup a) Guru mengarahkan siswa untuk membuat rangkuman/simpulan. b) Guru memeriksa hasil belajar siswa. Dapat dengan memberikan tes tertulis atau tes lisan atau meminta siswa untuk mengulang kembali simpulan yang telah disusun atau dalam bentuk tanya jawab dengan mengambil 25% siswa sebagai sampelnya. c) Memberikan arahan tindak lanjut pembelajaran, dapat berupa kegiatan di luar kelas, di rumah atau tugas sebagai bagian remidi/pengayaan.

Langkah-langkah pembelajaran dimungkinkan disusun dalam bentuk seluruh rangkaian kegiatan, sesuai dengan karakteristik model pembelajaran yang dipilih, menggunakan urutan sintaks sesuai dengan modelnya. Oleh karena itu, kegiatan pendahuluan/pembuka, kegiatan inti, dan kegiatan penutup tidak harus ada dalam setiap pertemuan. Contoh: Pada suatu pembelajaran digunakan model Pembelajaran Langsung. Langkah-langkah pembelajaran disusun sesuai dengan sintaks pembelajaran langsung sebagai berikut:

FASE-FASE Fase 1 Menyampaikan tujuan dan mempersiapkan siswa Fase 2 Mendemonstrasikan pengetahuan atau

PERILAKU GURU Menjelaskan tujuan pembelajaran/indikator, informasi latar belakang pelajaran, pentingnya pelajaran, mempersiapkan siswa untuk belajar Mendemonstrasikan keterampilan yang benar, atau menyajikan informasi tahap demi tahap.

Model-Model Pembelajaran

25

Tugas Makalah Perencanaan Pengajaran Teknik Mesin


keterampilan Fase 3 Membimbing pelatihan Fase 4 Mengecek pemahaman dan memberikan umpan balik Fase 5 Memberikan kesempatan untuk pelatihan lanjutan dan penerapan Merencanakan dan memberi bimbingan pelatihan awal. Mengecek apakah siswa telah berhasil melakukan tugas dengan baik, memberi umpan. Mempersiapkan kesempatan melakukan pelatihan lanjutan, dengan perhatian khusus pada penerapan kepada situasi lebih kompleks dalam kehidupan sehari - hari

6. Sumber Belajar Pemilihan sumber belajar mengacu pada perumusan yang ada dalam silabus yang dikembangkan oleh satuan pendidikan. Sumber

belajar mencakup sumber rujukan, lingkungan, media, narasumber (tenaga ahli, seperti bidang, lurah, polisi, dsb), alat, dan bahan. Sumber belajar dituliskan secara lebih operasional. Misalnya, sumber belajar

dalam silabus dituliskan buku referens, dalam RPP harus dicantumkan judul buku teks tersebut, pengarang, dan halaman yang diacu. 7. Penilaian Penilaian dijabarkan atas teknik penilaian, bentuk instrumen, dan instrumen yang dipakai untuk mengumpulkan data. Dalam sajiannya dapat dituangkan dalam bentuk matrik horisontal atau vertikal. Apabila penilaian menggunakan teknik tes tertulis uraian, tes unjuk kerja, dan tugas rumah yang berupa proyek harus disertai rubrik penilaian. Contoh:
Soal:Tuliskan 3 akibat tidak memiliki rasa tanggung jawab dalam kehidupan sehari-hari Pedoman Penskoran:

No. 1.

Kunci/Kriteria Jawaban Sering mendapat masalah

Skor 1

Model-Model Pembelajaran

26

Tugas Makalah Perencanaan Pengajaran Teknik Mesin


2. 3. Skor maksimum Pekerjaan terbengkalai Diremehkan orang lain 1 1 3

Contoh lain: 1. Di manakah letak kelenjar pankreas? 2. Tuliskan dan jelaskan enzim yangdihasilkan pankreas! 3. Di manakah enzim-enzim itu aktif? Pedoman Penskoran:
No. 1. 2. 3. Kunci/Kriteria Jawaban Pankreas terletak di rongga perut ........ Enzim yang dihasilkan pankreas: Tripsin untuk mengubah protein menjadi peptida dan asam-asam amino Amilase untuk mencerna tepung menjadi maltosa dan disakarida lain Lipase untuk mencerna lemak menjadi asam lemak dan gliserol Bikarbonat untuk menetralisir HCl yang masuk ke usus dari lambung Enzim-enzim itu aktif di usus halus 1 10 Skor maksimum 2 2 2 2 Skor 1

Perlu disadari oleh guru, bahwa: 1. RPP yang benar akan berdampak pada penulisan materi ajar dan LKS sendiri oleh guru. Sebab materi ajar pada Buku Pegangan Belajar Siswa dan LKS (yang dijual bebas) belum tentu sesuai dengan rencana pembelajaran yang disusun oleh guru. 2. Karena RPP disusun sendiri oleh guru, maka akan timbul dorongan pada diri guru untuk menyiapkan fasilitas pembelajaran untuk memudahkan siswa untuk belajar. 3. Ide-ide kreatif yang bertujuan membelajarkan siswa akan

berdampak pada peningkatan efektifitas pembelajaran. 4. Ide-ide kreatif tersebut hanya dapat dihasilkan oleh seorang guru yang ikhlas berusaha mencerdaskan siswanya. Model-Model Pembelajaran 27

Tugas Makalah Perencanaan Pengajaran Teknik Mesin 8. Daftar Pustaka Sumber-sumber pustaka dari materi yang didapat drai penyusunan RPP tersebut.

nformasi an membantu setiap kelompok agar melakukan transisi secara efisien. f. Fase 4. Membimbing kelompok bekerja dan belajar g. Guru membimbing kelompok-kelompok belajar pada saat mereka mengerjakan tugas mereka. h. Fase 5. EvaluasiGuru mengevaluasi hasil belajar tentang materi yang telah dipelajari atau masing-masing kelompok mempresentasikan hasil kerjanya.
i.

Fase 6. Memberikan penghargaan Guru mencari cara-cara untuk menghargai baik upaya maupun hasil belajar individu dan kelompok.el pembelajaran yang mengutamakan kerjasama antara siswa untuk mencapai tujuan pembelajaran :

1. Untuk menuntaskan materi belajarnya siswa belajar dalam kelompok secara kooperatif 2. Kelompok siswa dibentuk dari siswa yang memiliki kemampuan tinggi, sedang, dan rendah 3. Jika di dalam kelas terdiri dari beberapa ras, suku, budaya, jenis kelamin yang berbeda, diupayakan dalam kelompokpun berasal dari ras, suku, budaya, jenis kelamin yang berbeda

BAB III

Model-Model Pembelajaran

28

Tugas Makalah Perencanaan Pengajaran Teknik Mesin

PENUTUP

A. Kesimpulan Apabila antara pendekatan, strategi, metode, teknik dan bahkan taktik pembelajaran sudah terangkai menjadi satu kesatuan yang utuh maka terbentuklah apa yang disebut dengan model pembelajaran. Jadi, model pembelajaran pada dasarnya merupakan bentuk pembelajaran yang tergambar dari awal sampai akhir yang disajikan secara khas oleh guru. Dengan kata lain, model pembelajaran merupakan bungkus atau bingkai dari penerapan suatu pendekatan, metode, dan teknik pembelajaran. Seorang guru dapat menentukan strategi pembelajaran dari beberapa faktor diantaranya yaitu dari yuuan pembelajaran yang ingin dicapai, kemudian aktivitas danpengetahuan awal siswa, dan yang ketiga integritas bidnag studi/pokok bahasan, dan jumlah siswa kemudian pengalaman dan kewibawaan pengajar. Dan dalam menyusun skenario pembelajaran juga diikuti dari format RPP yang berkarakter/

B. Saran Untuk kedepannya seorang guru atau calon guru dapat menentukan dan menerapkan suatu model pembelajaran yang bervariasi sehingga proses pembelajaran dapat berjalan dengan baik dan efisien..

DAFTAR PUSTAKA

Model-Model Pembelajaran

29

Tugas Makalah Perencanaan Pengajaran Teknik Mesin Abdul Majid. 2007. Perencanaan Pembelajaran. Bandung: Remaja Rosdakarya Hamzah B. Uno.2007. Perencanaan Pembelajaran.Jakarta:Bumi Aksara Http:www.google.com/modelmodelpembelajaran.html diakses tanggal 1 November 2012 Http:www.google.com/dasarpemilihanstartegipembelajaran.html diakses tanggal 1 November 2012 Http:www.google.com/menyusunskenariopembelajaran.html diakses tanggal 1 November 2012 Http:www.google.com/startegipembelajaran.html diakses tanggal 1 November 2012

Model-Model Pembelajaran

30