Anda di halaman 1dari 11

1/21/2013

Matriks definisi Matriks adalah sekumpulan bilangan riil (atau elemen) atau kompleks yang disusun menurut baris dan kolom sehingga membentuk jajaran (array) persegi panjang. Matriks yang mempunyai m baris dan n kolom disebut matriks m x n atau matriks berorde m x n. Suatu matriks ditunjukkan dengan menuliskan jajarannya diantara kurung siku,misalnya adalah matriks 2 x 3 , yaitu matriksn2 kali 3, dengan 5,7,2,6,3,8 adalah elemen-elemennya. Perhatikan bahwa dalam menyatakan matriks,yang pertama disebutkan adalah banyaknya baris dan yang kedua adalah banyaknya kolom.
5 6 2 -3 7 8 6 7 4 2 7 5

572 638

adalah matriks berorde 4 x 3, yaitu matriks dengan 4 baris dan 3 kolom.

2
Matriks hanyalah sekedar jajaran sekumpulan bilangan : tidak ada hubungan aritmetis antar elemen-elemennya.Matriks berbeda dari determinan,karena tidak ada harga numerik suatu matriks yang diperoleh dari perkalian antar elemennya.Juga,pada umumnya baris dan kolom tidak dapat dipertukarkan seperti dalam determinan. Matriks baris : suatu matriks baris hanya terdiri dari satu baris saja. 4372 Contoh : adalah matriks baris berorde 1 x 4 Matriks kolom : suatu matriks kolom hanya terdiri dari satu kolom saja.
6 3 8

adalah matriks kolom berorde 3 x 1.

Untuk menghemat tempat,matriks kolom seringkali dituliskan dalam satu garis,tetapi diberi kurung kurawal.Contoh : {6 3 8} menyatakan matriks yang sama dengan matriks kolom berorde 3 x 1.

3
Engineering mathematic |

Untuk menyatakan koordinat x dan y sebuah titik relatif terhadap sumbu x dan y, kita menggunakan matriks baris sederhana,walaupun dalam hal ini biasanya kita menggunakan kurung biasa.Sebagai contoh,jika P adalah titik (3,5) maka angka 3 menyatakan koordinat x dan angka 5 menyatakan koordinat y.Tetapi dalam matriks pada umumnya tanda koma yang memisahkan elemen-elemennya tidak dicantumkan. Matriks berelemen tunggal : Sebuah bilangan dapat dipandang sebagai matriks berukuran 1 x 1, yaitu matriks yang hanya mempunyai 1 baris dan 1 kolom saja. Notasi dua indeks : Masing-masing elemen suatu matriks memiliki alamat atau tempat yang dapat ditentukan dengan menggunakan sistem dua-indeks,indeks yang pertama menyatakan baris dan indeks kedua menyatakan kolom.Dengan demikian :

a11 a12 a13 a14 a21 a22 a23 a24 a31 a32 a33 a34

a23 menunjukkan elemen yang terletak pada baris kedua dan kolom ketiga.
Jadi, dalam matriks

6573 4333 2115 2984 letak (a) elemen 9 dapat dinyatakan dengan a42 letak (b) elemen 8 dapat dinyatakan dengan a43

4
Penjumlahan dan pengurangan matriks : Agar dua matriks dapat dijumlahkan atau dikurangkan,maka orde keduanya haruslah sama.Selanjutnya jumlah atau selisihnya diperoleh dengan menanmbahkan atau mengurangkan elemen-elemennya yang bersesuaian. Contoh :
423 576 189 354 4+1 2+8 3+9 5+3 7+5 6+4 5 10 12 8 12 10
6 5 12 94 8 3 7 1 2 10 -5 6-3 5-7 12-1 9-2 4-10 8+5 3 -2 11 7 -6 13

5
Perkalian matriks :

(a) Perkalian dengan skalar : Mengalikan matriks dengan sebuah bilangan (yaitu skalar) berarti mengalikan masing-masing elemennya dengan bilangan tersebut. Contoh : 325 12 8 20 4x 617 24 4 28
yaitu secara umum k[aij] = [kaij]

Kebalikannya juga berlaku,yaitu kita dapat mengeluarkan faktor yang sama dari setiap elemen, bukan hanya dari satu baris atau kolom seperti dalam determinan. (b) Perkalian dua buah matriks : Dua buah matriks dapat dikalikan, satu terhadap yang lain, hanya jika banyaknya kolom dalam matriks yang pertama sama dengan banyaknya baris dalam matriks yang kedua. Contoh :
A [aij] a11 a12 a13 a21 a22 a23
b1 b2 b3

dan

[bi]

Maka A.B =

a11 a12 a13 a21 a22 a23

b1 b2 b3

a11b1 + a12b2 + a13b3 a21b1 + a22b2 + a23b3

yaitu masing-masing elemen matriks A dalam baris yang atas dikalikan dengan elemen yang bersesuaian dalam kolom pertama matriks b dan kemudian semua hasil kalinya dijumlahkan.Serupa dengan itu, baris kedua dari hasil kali kedua matriks diperoleh dengan mengalikan masing-masing elemen dalam baris kedua matriks A dengan elemen yang bersesuaian dalam kolom pertama matriks B. Contoh 1 : 8 476 32 + 35 + 54 4.8 + 7.5 + 6.9 5 231 16 + 15 + 9 2.8 + 3.5 + 1.9 9 121 40

6
Matriks A.B B.A, yaitu perkalian matriks non-komutatif. Urutan faktor dalam perkalian sangatlah penting! Dalam perkalian A.B, B dikalikan kiri (pre-multiplied) dengan A

dan A dikalikan kanan (post-multiplied) dengan B Jadi, jika A=[ ] dan B = [ ]

Maka A.B =...... dan B.A =........ A.B=[ ] ; B.A=[ ]

7
Transpose matriks : Jika baris dan kolom suatu matriks dipertukarkan, maksudnya : a.baris pertama menjadi kolom pertama, b.baris kedua menjadi kolom kedua, c.baris ketiga menjadi kolom ketiga, dan seterusnya. Maka matriks baru yang terbentuk disebut transpose dari matriks semula.Jika matriks semula adalah A, maka transposenya dinyatakan dengan atau AT .Kita akan menggunakan notasi yang terakhir, AT. Jika A = [ ], maka AT = [ ]

Karena itu, jika diberikan A=[ ] dan B = [ ]

Maka A.B =.... dan (A.B)T =.... A.B = [ ] ; (A.B)T = [ ]

8
Matriks-matriks khusus : (a) Matriks bujur sangkar adalah matriks berorde m x m. Contoh : [ ] adalah matriks 3 x 3

Matriks bujur sangkar [aij] disebut simetrik jika aij = aji , Contoh : [ ] yaitu matriks tersebut simetris terhadap diagonal utamanya.

Perhatikan bahwa di sini berlaku A = AT Matriks bujur sangkar [aij] disebut anti-simetrik jika aij = aji Contoh : [ ] dalam hal ini, A = -AT

(b) Matriks diagonal adalah matriks bujur sangkar yang semua elemennya sama dengan nol,kecuali elemen pada diagonal utamanya, jadi [ ]

(c) Matriks satuan adalah matriks diagonal yang semua elemen diagonal utamanya sama dengan satu, yaitu [ ]

Matriks satuan dinyatakan dengan I Jika A = [ ] dan I = [ ] maka A . I = ....

A.I=[

] yaitu A . I = A

Serupa dengan itu, jika kita bentuk perkalian I . A kita peroleh I.A =[ ]. [ ]

=[ A.I=I.A=A

]=[

]=A

Jadi sifat matriks satuan I sangat mirip dengan bilangan satu dalam ilmu hitung dan aljabar biasa. (d) Matriks nol : Matriks nol adalah matriks yang semua elemennya sama dengan nol, Yaitu [ ] dan dinyatakan dengan 0 atau cukup 0 saja.

Jika A . B = 0, kita tidak dapat menarik kesimpulan bahwa A=0 atau B=0 Karena jika A = [ =[ ] dan B = [ ].[ ] ]

Maka A . B

=[ Jelas bahwa A . B = 0, tetapi A 0 dan B

]=[

9
Determinan matriks bujur sangkar Determninan matriks bujur sangkar adalah determinan yang mempunyai elemen-elemen yang sama dengan matriks tersebut.Sebagai contoh, Determinan dari [ ] adalah [ ]

Dan harga determinan ini adalah : 5(42 - 12) 2(0 - 24) + 1(0 - 48) =5(30) 2(-24) + 1(48) = 150 + 48 48 = 150 Perhatikan bahwa matriks transposenya adalah [ adalah [ ] yang harganya sama dengan ] dan determinan dari transpose ini

5(42 12) 0(14 4) + 8(6 6) = 5(30) = 150 Hal ini menunjukkan bahwa determinan suatu matriks bujur sangkar memiliki harga yang sama dengan determinan matriks transposenya. Suatu matriks yang determinannya sama dengan nol disebut matriks singular.

10
Kofaktor Jika A = [aij] adalah matriks bujur sangkar, kita dapat membentuk determinan yang elemen-elemennya adalah a11 a12 a13 . . . a1n a21 a22 a23 . . . a2n a31 a32 a33 . . . a3n . . . . . . . . . . . . an1 an2 an3 . . . ann Masing-masing elemen memberikan kofaktor, yang tidak lain daripada minor elemen dalam determinan bersama-sama dengan tanda tempat-nya, yang rinciannya telah dijelaskan dalam program sebelum ini.

Sebagai contoh, determinan matriks A = [ Det A = | | = [ Minor elemen 2 adalah |

] adalah

] yang harganya sama dengan 45 | = 0 24 = -24

Tanda tempatnya +, Jadi kofaktor elemen 2 adalah + (-24) yaitu -24 Serupa dengan itu, minor elemen 3 adalah | | = 0 6 = -6

Tanda tempatnya - , jadi kofaktor elemen 3 adalah (-6) = 6 Untuk masing-masing elemen, minornya diperoleh dengan menghilangkan baris dan kolom yang memuat elemen yang bersangkutan dan kemudian dibentuk determinan dari elemenelemen yang tersisa.Tanda tempat yang sesuai diberikan oleh :
+ - + -... - + - + + - + . . .
Tanda plus dan minus bergantian, dimulai dengan tempat di sudut kiri atas yang memuat tanda +. Jadi, dalam contoh diatas, minor elemen 6 adalah | | yaitu 8 3 = 5. Tanda tempatnya - , sehingga kofaktor elemen 6 adalah -5

11
Adjoin matriks bujurs angkar : Jika kita mulai dengan A = [ Det A = | | = | elemennya kofaktor C=[ Dengan: ] A11 adalah kofaktor a11 Aij adalah kofaktor aij dst. | = +(0 24) = -24 ], determinannya adalah | dari sini kita dapat membentuk matriks baru C yang elemen-

A11 = + |

A12 = - |

| = -(0 6) = 6 | = + (16 1) = 15

A13 = + | A21 = - |

| = -(0 20) = 20 | = +(0 5) = -5 | = -(8 3) = -5

A22 = + |

A23 = - | A31 = + |

| = +(18 5) = 13 | = -(12 20) = 8 | = +(2 12)

A32 = - |

A33 = + |

Matriks kofaktornya adalah C = [

Dan transpose dari C, yaitu CT = [

] Matriks ini disebut matriks adjoin dari

matriks A semula dan dituliskan adj.A Jadi, untuk memperoleh adjoin suatu matriks bujur sangkar A kita harus (a) Membentuk matriks kofaktor C (b) Menuliskan transpose C,yaitu CT Dengan demikian adjoin dari matriks [ Adj A =CT = [ ] ] adalah ......

12
Invers matriks bujur sangkar adjoin suatu matriks bujur sangkar sangatlah penting, karena matriks ini memungkinkan kita untuk membentuk invers matriks yang bersangkutan.Jika masing-masing elemen dari matriks adjoin A dibagi dengan harga determinan A, yaitu | |, (asal saja | | 0), maka diperoleh matriks baru yang disebut invers dari matriks A dan dituliskan sebagai A-1.

Untuk matriks yang kita gunakan dalam bingkai yang lalu yaitu, A = [ Det A = | | = | | = 2(0 24) 3(0 6) + 5(16 1) = 45

Matriks kofaktornya adalah C = [

Dan matriks adjoin dari A, yaitu CT = [ Maka invers dari A diberikan oleh A-1 = [ ] = 1/45 [

Jadi, untuk membentuk invers dari matriks bujur sangkar A : (a) Hitung determinan A, yaitu | | (b) Bentuk matriks C yang elemen-elemennya adalah kofaktor elemen | | (c) Tuliskan transpose matriks C, yaitu CT untuk memperoleh adjoin A (d) Bagilah masing-masing elemen CT dengan | | (e) Matriks terakhir yang diperoleh adalah matriks invers A-1 dari matriks A semula

13
Pemecahan sistem persamaan linier A-1 . A . X = A-1 . b Tetapi, A . A = I I . x = A . b yaitu x = A-1 . b Kita lihat bahwa jika kita bentuk invers dari matriks koefisien dan matriks b kita kalikan-kiri (pre-multiply) dengan matriks invers ini, maka akan kita peroleh matriks pemecahan x. Contoh : Pecahkanlah sistem persamaan x1 + 2x2 + x3 = 4 3x1 4x2 2x3 = 2 5x1 +3x2 + 5x3 = -1 Langkah pertama, kita tuliskan dalam bentuk matriks, maka kita dapatkan ......
-1 -1

]. [

]=[

] yaitu A. X = b

X = A-1 . b

Dst .. lanjutkan sendiri :D

14
Metode eliminasi Gauss untuk memecahkan sistem persamaan linier X1 b1 a11 a12 a13 . . . a1n X2 b2 a21 a22 a23 . . . a2n X3 b3 a31 a32 a33 . . . a3n . . . . . . . . . . . . . . . . . . bn an1 an2 an3 . . . ann Xn Yaitu A . x = b Semua hal yang diperlukan untuk memecahkan sistem persamaan diatas dikandung oleh matriks koefisien A dan matriks kolom b. Jika elemen-elemen matriks b kita tuliskan dalam matriks A, maka kita peroleh matriks yang diperluas B untuk sistem persamaan tersebut. Yaitu B =
a11 a21 a31 . . . an1 a12 a22 a32 . . . an2 a13 . . . a1n a23 . . . a2n a33 . . . a3n . . . . . . an3 . . . ann b1 b2 b3 . . . bn

(a) Sekarang kita eliminasikan elemen-elemen dalam kolom pertama, kecuali elemen a11, dengan jalan mengurangi baris kedua dengan a21/a11 kali baris pertama dan mengurangi baris ketiga dengan a31/a11 kali baris pertama, dst (b) Langkah ini menghasilkan matriks baru yang berbentuk
a11 a12 a13 . . .a1n b1 0 c22 c23 . . .c2n d2 . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . 0 cn2 cn3 . . .cnn dn

proses tersebut kita ulangi lagi untuk mengeliminasi elemen kolom kedua Ci2 mulai dari baris ketiga kebawah. Contoh : Pecahkanlah X1 + 2X2 3X3 = 3 2X1 X2 X3 = 11 3X1 + 2X2 + X3 = -5

Hasil akhir : X1 =2 ; X2 = -4 ; X3 = -3 Perhatikan bahwa dalam mengolah matriks yang diperluas, jika dikehendaki kita boleh (a) Mempertukarkan 2 baris (b) Mengalikan baris dengan faktor yang tidak nol (c) Menambahkan (atau mengurangkan) kelipatan salah satu baris dengan baris lain Operasi ini diperkenankan karena kita menangani koefisien-koefisien dari kedua ruas persamaan.