Anda di halaman 1dari 31

Assalamualaikum Wr. Wb....

Selamat Datang di Dunia Kimia bersama Team Alkanoat

1.Turunan alkana 9.Kegunaan 2. Gugus Fungsi

8. Reaksi identifikasi

3. Struktur Umum

7.Sifat fisik Alkohol

4. Rumus Molekul

6.Klasifikasi alkohol

5. Tata Nama

Apa yang dimaksud dengan Turunan Alkana?

Turunan Alkana adalah : senyawa-senyawa yang berasal dari alkana.


Apa itu alkana ?

alkana adalah : sebuah rantai karbon panjang dengan ikatan-ikatan tunggal.

Alkil Halida

alkohol

Ester
Asam Karbok silat Keton

eter

Aldehid

Dalam kimia, alkohol (atau alkanol) adalah istilah yang umum untuk senyawa organik apa pun yang memiliki gugus hidroksil (-OH) yang terikat pada atom karbon, yang ia sendiri terikat pada atom hidrogen dan atau atom karbon lain.

Apa yang dimaksud dengan Gugus Fungsi?

Gugus fungsi adalah :


atom atau kelompok atom dengan susunan tertentu yang menentukan struktur dan sifat suatu senyawa

OH

R adalah alkil. R diperoleh bila atom H dari alkana dihilangkan.

Rumus molekul adalah rumus yang menyatakan lambang atom dan jumlah atom unsur yang menyusun senyawa. Rumus kimia disebut juga Rumus Kimia, karena penggambaran yang nyata dari jenis dan jumlah atom unsur penyusun senyawa yang bersangkutan.

CnH2n+2O

Tatanama

IUPAC adalah sistem penamaan senyawa kimia dan penjelasan ilmu kimia secara umum. Tata nama ini dikembangkan dan dimutakhirkan di bawah pengawasan International Union of Pure and Applied Chemistry (IUPAC). nama trivial adalah tata nama umum. Untuk menentukan tata nama alkohol cukup mudah, yakni nama rantai alkil + "alkohol".

Tata

1.

2. 3. 4.

5.

Sistem IUPAC di gunakan dalam tata nama alkohol dengan aturan sebagai berikut : Tentukan rantai karbon terpanjang yang mengandung gugus OH. Rantai terpanjang merupakan rantai utama diberi nama sesuai dengan nama alkananya, tetapi huruf terakhir a diganti dengan Ol. Semua atom karbon di luar rantai utama di namakan cabang, di beri nama alkil sesuai jumlah atom C. Rantai diberi nomor dari ujung terdekat dengan gugus OH. Urutan pemberian nama: nomor cabang, nama alkil, nomor gugus OH , nama rantai utama. Jika cabang lebih dari satu jenis maka diurutkan sesuai abjad. 3,4-dimetil -2-pentanol Jika terdapat lebih dari satu gugus OH pada molekul yang sama (polihidroksil alkohol), di gunakan akhiran diol, triol, dan seterusnya.

3,4 - dimetil - 2 pentanol

OH

CH

CH
CH CH3

CH
CH3

CH3

No 1 2 3 4 5 6

Rumus molekul CH3OH


C2H5OH

Nama IUPAC Metanol Etanol Propanol Butanol Pentanol Hexanol

Nama Trivial Metil alkohol Etil alkohol Propil alkohol Butil alkohol Pentil alkohol Hexil alkohol

C3H7OH C4H9OH C5H11OH C6H13OH

7
8 9 10

C7H15OH
C8H17OH C9H19OH C10H21OH

Heptanol
Oktanol Nonanol Dekanol

Heptil alkohol
Oktil alkohol Nonil alkohol Dekil alkohol

Klasifikasi alkohol didasarkan pada jenis atom C yang mengikat gugus-OH. Oleh karena itu alkohol menjadi tiga yaitu:

3.Alkohol Tersier

2.Alkohol Sekunder 1.Alkohol Primer

Alkohol primer adalah alkohol dengan gugus OH terikat pada atom C primer. Contoh

Alkohol sekunder adalah alkohol dengan gugus -OH terikat pada atom C sekunder. Contoh:

Dari struktur tersebut gugus -OH selalu diikat oleh CH. Oleh karena itu secara umum struktur dari alkohol sekunder adalah:

Alkohol tersier adalah alkohol dengan guguh -OH terikat

pada atom C tersier. Contoh:

Dari struktur tersebut gugus -OH selalu diikat oleh C. Oleh karena itu secara umum struktur dari alkohol primer adalah:

Titik Didih Kelarutan alkohol dalam air

Kelarutan alkohol-alkohol kecil dalam air Kelarutan yang lebih rendah dari molekul molekul yang lebih besar

Titik didih sebuah alkohol selalu jauh lebih tinggi

di banding alkana yang memiliki jumlah atom karbon sama.


didih alkohol meningkat seiring dengan meningkatnya jumlah atom karbon.

Titik

Alkohol-alkohol

yang kecil larut dalam air. Bagaimana pun perbandingan volume yang kita buat, campurannya akan tetap menjadi satu larutan. bertambahnya panjang rantai hidrokarbon dalam alkohol. Apabila atom karbonnya menjadi 4 atau lebih, penurunan kelarutannyasangat jelas terlihat, dan campuran kemungkinan tidak menyatu.

Akan tetapi, kelarutan berkurang seiring dengan

Pada etanol murni dan air murni yang akan dicampurkan, gaya tarik antar molekul utama yang ada adalah ikatan hidrogen. Untuk bisa mencapur kadua larutan ikatan hidrogen, antara molekul-molekul air dan ikatan hidrogen antara molekul-molekul etanol haris diputus. Pemutusan ikatan hidrogen ini memerlukan energi. Namun jika molekul-molekul telah bercampur, ikatan-ikatan hidrogen yang baru akan terbentuk antara molekul air dengan molekul etanol.

Rantai-rantai hidrokarbon menekan diantara molekul-molekul air sehingga memutus ikatan-ikatan hidrogen antara molekul-molekul air tersebut. ujung OH dari molekul alkohol bisa membentuk ikatan-ikatan hidrogen baru dengan molekul-molekul air, tetapi ekor-ekor hidrogen tidak membentuk ikatan-ikatan hidrogen. Ini berati bahwa cukup banyak ikatan hidrogen awal yang putus tidak diganti oleh ikatan hidrogen yang baru. Yang menggantikan ikatanikatan hidrogen awal tersebuta adalah gaya-gaya dispersi van der walls antara air dan ekor-ekor hidrokarbon.

Gugus OH alkohol dapat disubstitusi oleh atom halogen bila direaksikan dengan HX pekat, PX3 atau PX5 (X = Halogen)

Contoh : C2H5OH + HCl (pekat) 3C2H5OH + PCl3

C2H5Cl + H2O 3C2H5CL + H3PO3

8.Reaksi identifikasi
Aton H dari gugus OH dapat distribusi oleh logam aktif seperti natrium dan kalium, membentuk alkoksida dan gas hidrogen. Reaksi ini mirip dengan reaksi natrium dengan air, tetapi reaksi dengan air berlangsung lebih cepat. Reaksi ini mirip dengan reaksi natrium dengan air, tetapi reaksi dengan air berlangsung dengan cepat. Reaksi ini menunjukkan bahwa alkohol bersifat sebagai asam lemah (lebih lemah dari pada air).

2C2H5 - OH + 2Na

2C2H5-ONa + H2

C2H5OH (l) + 3O2 (g)

Alkohol sederhana mudah terbakar membentuk gas karbon dioksida dan uap air. Etanol digunakan sebagai bahan bakar spirtus (spiritus) . Reaksi pembakaran etanol, berlangsung sebagai :

2CO2 (g) + 3H2O (g) + Kalor

Dengan zat-zat pengodaksidasi sedang, seperti larutan K2Cr2O7 dalam lingkungan asam, alkohol teroksidasi sebagai berikut : i. Alkohol primer membentuk aldenhida dan dapat teroksidasi lebih lanjut membentuk asam karboksilat. ii. Alkohol sekunder membentuk keton. iii. Alkohol tersier tidak teroksidasi.

Alkohol bereaksi dengan asam karboksilat membentuk ester dan air. O


R C OH + R' OH asam karboksilat alkohol R C O R' + H2O ester

Jika alkohol dipanaskan bersama asam sulfat pekat akan mengalami dehidrasi (melepas molekul air) membentuk eter atau alkena. Pemanasan pada suhu sekitar 130C menghasilkan eter, sedangkan pemanasan pada suhu sekitar 180C menghasilkan alkena. Reaksi dehidrasi etanol berlangsung sebagai berikut :

H
H2SO4

HC CH
180C

CH2 = CH2 + H2O

etanol

OH

etena

Sebagai :

Penurun panas Pelarut

Bahan bakar

Minuman