Intervensi Diet Sebagai Terapi dan Diagnosis Berbagai Gangguan Fungsional Tubuh Manusia

Challenge Tes (Eliminasi Provokasi Makanan-Open Food Elimination Provocation) : Diagnosis Pasti Alergi Makanan dan Hipersensitifitas Makanan
Food allergy is a matter of concern because it affects about 0.5-3.8% of the paediatric population and 0.1-1% of adults, and as well may cause life-threatening reactions. Skin prick testing with food extracts and with fresh foods, the measurement of food-specific IgE, elimination diets and a double-blind, placebo-controlled food challenge are the main diagnostic procedures; many non-validated procedures are available, creating confusion among patients and physicians. Oral food challenges are indicated for the diagnosis of food allergy and the double-blind, placebo-controlled oral food challenge is considered the gold standard diagnostic method in patient with suspected food allergy and food hypersensitivity. Meski masih banyak diperdebatkan tetapi berbagai fakta ilmiah berupa laporan kasus dan penelitian ilmiah menunjukkan berbagai gangguan tubuh dan sistem tubuh terutama gangguan fungsional tubuh yang belum dapat dipastikan penyebabnya seringkali berkaitan dengan reaksi akibat makanan yang dikonsumsi. Diagnosis alergi atau hipersensitif makanan dibuat bukan dengan tes alergi tetapi berdasarkan diagnosis klinis, yaitu anamnesa (mengetahui riwayat penyakit penderita) dan pemeriksaan yang cermat tentang riwayat keluarga, riwayat pemberian makanan, tanda dan gejala alergi makanan sejak bayi hingga dewasa dan dengan eliminasi provokasi makanan. Intervensi diet atau Challenge test adalah untuk mencari penyebab dan memastikan bahwa berbagai gangguan penyakit yang ada berkaitan dengan alergi dan hipersensitifitas makanan sekaligus memperbaiki atau mengurangi gangguan yang ada. Latar Belakang :
o

o

o

Tidak semua gangguan asma, gangguan kulit adalah alergi makanan. Bila tidak diperantarai oleh Imunoglobulin E biasanya di sebut hipersensitifitas Makanan. Untuk mendiagnosis dan memastikan makanan penyebab alergi dan hipersensitifitas makanan harus menggunakan Provokasi makanan secara buta (Double Blind Placebo Control Food Chalenge = DBPCFC). DBPCFC adalah gold standard atau baku emas untuk mencari penyebab secara pasti alergi makanan. Cara DBPCFC tersebut sangat rumit dan membutuhkan waktu, tidak praktis dan biaya yang tidak sedikit. Tes alergi tidak bisa memastikan penyebab alergi makanan karena meski sensitifitasnya baik tetapi spesifitasnya terhadap alergi makanan rendah. Beberapa pusat layanan alergi anak melakukan modifikasi terhadap cara itu. Children Allergy Clinic Jakarta melakukan modifikasi dengan cara yang lebih sederhana, murah dan cukup efektif. Modifikasi DBPCFC tersebut dengan melakukan “Modifikasi Eliminasi Provokasi Makanan Terbuka” atau disebut sebagai Intervensi Diet atau challenge Test.

Tetapi bagi penentangnya biasanya melakukan penelitian dengan penilaian laboratorium atau tes alergi tanpa dilakukan intervensi eliminasi provokasi. 4. Berbagai gangguan fungsional khususnya gangguan saluran cerna dan susunan sataf pusat sering berkaitan dengan gangguan alergi makanan dan hipersensitifitas makanan. USG. Ciri khasnya biasanya terdapat keluhan berulang seringkali dokter mengatakan kedaan tubuhnya normal karena dalam pemeriksaan darah. Bila anak anda mengalami gangguan alergi dan hipersensitifitas makanan. Pada gangguan tersebut alergi makanan dan hipersensitifitas makanan bukan sebagai penyebab tetapi hanya sebagai faktor yang memperberat. Pada penelitian yang menunjang dilakukan dengan intervensi eliminasi provokasi makanan dan pengamatan secara klinis. gangguan endokrin. Program Intervensi Diet atau “Modifikasi Eliminasi Provokasi Makanan Terbuka” atau Challenge test 1. Karakteristik lainnya adalah penggunaan obat jangka panjang tanpa bisa menjelaskan penyebabnya atau tanpa disertai gangguan organ tubuh. gangguan autoimun dan berbagai gangguan genetik lainnya (seperti Lupus. tes alergi ataupun berbagai pemeriksaan alergi lainnya tanpa melakukan challenge test dengan benar. Gangguan metabolisme tubuh.o o o o o o Bila setelah dilakukan eliminasi beberapa penyebab alergi makanan selama 3 minggu didapatkan perbaikan . ADHD. AUTISM. dan lain-lain) ternyata menurut penelitian kekambuhan gangguan diperberat oleh alergi dan hipersensitifitas makanan. EEG semuanya normal. rematoid artritis. LANGKAH KE DUA : identifikasi minimal satu gejala yang ada dalam gangguan fungsi saluran cerna yang selama ini kadang tidak disadari 3. endoskopi. Banyak kontroversi dan perbedaan pendapat tentang pengaruh makanan dan gangguan fungsi tubuh karena dasar penilaian yang bebeda. biasanya akan membaik secara bersamaan . Vitiligo. LANGKAH PERTAMA : identifikasi berbagai gangguan yang ada pada tubuh anda dan anak anda 2. LANGKAH KE TIGA : Lakukan program intervensi diet atau eliminasi provokasi atau Challenge test dengan hanya mengkonsumsi makanan yang relatif aman dan menghindari beberapa makanan yang dicurigai sebagai penyebab selama 3 minggu. CT scan. LANGKAH KE EMPAT : lakukan evaluasi dengan cermat berbagai gangguan yang ada dan cermati berbagai faktor yang berpengaruh . Kontroversi pihak yang tidak sependapat dengan alergi dan hipersensitifitas makanan berkaitan dengan berbagai gangguan tubuh karena hanya mengamati kaitan makanan dengan berbagai riwayat yang ada hanya dengan anamnesa (mengetahui riwayat gangguan penderita). Psoriasi. biasanya salah satu orangtua ada yang mengalami juga (biasanya anak dan orangtua dengan nwajah yang sama). maka dapat dipastikan penyebabnya adalah penyebab berbagai gangguan yang ada adalah berkaitan dengan alergi makanan dan hipersensitifitas makanan. Bila ini terjadi tidak ada salahnya lakukan intervensi diet dengan saat yang sama karena akan mempermudah pelaksaannnya dalam penyajian makanan.

sering menarik napas dalam. Timbul warna putih pada kulit seperti ”panu”. sering batuk kecil atau berdehem. hidung berbunyi. karena hidung buntu dan napas dengan mulut. Timbul bisul.  KULIT : Kulit timbul BISUL. terutama malam dan pagi hari.  HIDUNG.5.  SALURAN NAPAS : Hipereaktifitas Bronkus (Napas bunyi grok-grok). hidung buntu. sehingga beresiko ”KEPALA PEYANG”. Kerak di daerah rambut. ASMA. BERBAGAI GANGGUAN PADA ANAK DAN DEWASA  SALURAN NAPAS : Batuk lama atau lebih 2 minggu hilang timbul. Perioral dermatitis timbul bintil kemerahan atau jerawat di sekitar mulut. Minum ASI lebih sebentar pada satu sisi. hal ini belum tentu karena haus atau bukan karena ASI kurang. 6. bercak putih dan bekas hitam seperti tergigit nyamuk. MIMISAN. Kotoran telinga berlebihan & berbau. sakit telinga bila ditekan (otitis eksterna). timbul bintil merah bernanah. pembesaran payudara. kemerahan. Saat menangis : tangan. kepala sering miring ke salah satu sisi karena salah satu sisi hidung buntu. SINUSITIS. kotoran hidung banyak. TELINGA TENGGOROKAN : Pilek lama lebih dari 2 minggu hilang timbul. Kotoran telinga berlebihan. Dipinggir kuku kulit sering .  PEMBULUH DARAH : telapak tangan dan kaki seperti pucat sesaat (sering dikira anemia atau kurang darah).  KELENJAR : Pembesaran kelenjar di leher dan kepala belakang bawah. Telinga sering berdengung atau gemuruk . sedikit berbau. Timbul bekas hitam seperti tergigit nyamuk. Bekas suntikan BCG bengkak dan bernanah. Minum ASI sering tersedak. LANGKAH KE ENAM : lakukan diet pemeliharaan (maintenance dietary) dengan melakukan tahapan dan jenis khusus tidap harinya LANGKAH PERTAMA : identifikasi berbagai gangguan yang ada pada tubuh dan sistem organ tubuh Berbagai Gangguan Pada Bayi  KULIT : sering timbul bintik kemerahan terutama di pipi. hidung sering gatal digosok-gosok atau hidung sering digerak-gerakkan "rabbit nose". jangka panjang bisa berakibat payudara besar sebelah. sering teraba dingin  GANGGUAN HORMONAL : keputihan/keluar darah dari vagina.  MATA : Mata berair atau timbul kotoran mata (belekan) salah satu sisi. Sering menggigit puting sehingga luka. bila pilek lama sering disertai sakit telingasering bersin. berat berlebihan karena bayi sering menangis dianggap haus (haus palsu : sering menangis atau mulut seperti mencari p[uting atau reflek menghisap tinggi bila bibir disentuh seperti minta minum.karena satu sisi hidung buntu. rambut rontok. kaki dan bibir sering gemetar atau napas tertahan/berhenti sesaat (breath holding spells)  PROBLEM MINUM ASI : minum berlebihan. Sesak pada bayi baru lahir disertai kelenjar thimus membesar (TRDN/TTNB)  HIDUNG : Bersin. telinga dan daerah yang tertutup popok. kadang disertai batuk ringan. LANGKAH KE LIMA : Bila ingin mengetahui penyebabnya lakukan provokasi satu persatu makanan yang dicurigai mulai dari daftar makanan step 2 terus ke high risk intervention.  PERSARAFAN : Mudah kagetbila ada suara keras.

Sering KEMBUNG. Sering NYERI PERUT. OTOT DAN TULANG : nyeri kaki atau kadang tangan. Karena sering sakit berakibat Tonsilitis kronis (AMANDEL MEMBESAR). Sebaliknya pada kegemukan sering mengalami nafsu makan berlebihan Kesulitan Makan dan gangguan Makan : Nafsu makan buruk atau gangguan mengunyah menelan Kepala. sering minta dipijat terutama saat malam hari. hidung. Keringat berbau. Otot di leher belakang dan punggung sering kaku dan nyeri SALURAN KENCING : Sering minta kencing. Kulit di sekitar kelamin sering kemerahan Sering mengalami OVERDIAGNOSIS TBC (MINUM OBAT JANGKA PANJANG PADAHAL BELUM TENTU MENDERITA TBC / ”FLEK ”) KARENA GEJALA ALERGI MIRIP PENYAKIT TBC. sulit BAB (obstipasi). Berdebar-debar. Waspadai bila nyeri perut hebat bila divonis usus buntu harus segera second opinion ke dokter lain. atau sinusitis hindari operasi amandel yang tidak perlu atau mengalami Infeksi Telinga Waspadai dan hindari efek samping PEMAKAIAN OBAT ANTIBIOTIKA TERLALU SERING. BED WETTING (semalam ngompol 2-3 kali) MATA : Mata gatal. kotoran bulat kecil hitam seperti kotoran kambing. Mengalami Gizi Ganda : bisa kurus. sering buang angin. batuk. FATIQUE atau KELELAHAN : mudah lelah. sering buang angin dan bau tajam. Kadang nyeri dada. gigi rusak. keputihan.telapak kaki atau tangan sering teraba hangat. gusi mudah bengkak/berdarah. lidah putih & berpulau. . Prementrual Syndrome (gangguan saat menstruasi). kulit dibawah kuku bengkak bahkan sampai terlepas (paronichia) Sering menggosok mata. tekanan darah rendah. bila tidur gigi sering gemeretak. Kadang otot sekitar rahang atas dan rahang bawah kaku bila mengunyah terganggu. sulit naik berat badan atau kegemukan. keras. MUAL pagi hari. jerawat. Mudah mengalami INFEKSI SALURAN KENCING. Bibir kering dan mudah berdarah. mulut. SALURAN CERNA : Mudah MUNTAH bila menangis. (normal sakit seharusnya 2-3 bulan sekali). sering menarik atau memegang alat kelamin karena gatal. Pada dewasa sering mengeluh "capek" Daya tahan menurun sering sakit demam. Berkeringat berlebihan meski dingin (malam atau ac).               terkelupas. telinga. Gangguan pada dewasa : rambut rontok. timbul bintil di kelopak mata (hordeolum). Sering Buang Air Besar (BAB) 3 kali/hari atau lebih. pilek setiap bulan bahkan sebulan 2 kali. BATUK LAMA BUKAN GEJALA TBC PADA ANAKBILA DIAGNOSIS TBC MERAGUKAN SEBAIKNYA ”SECOND OPINION” DENGAN DOKTER LAINNYA INFEKSI JAMUR (HIPERSENSITIF CANDIDIASIS) di lidah. berak di celana. Sering salah diagnosis karena gejala mirip. Pada kesulitan kenaikkan erat badan sering disertai kesulitamn makan dan nafsu makan kurang. mudah pingsan. mulut berbau. Kulit hitam di area bawah kelopak mata. sering minta gendong. gigi berwarna kuning kecoklatan. Kadang nyeri di daerah kantung empedu. GIGI DAN MULUT : Nyeri gigi. HORMONAL : rambut berlebihan di kaki atau tangan. memakai kaca mata (silindris) sejak usia 6-12 tahun. PEMBULUH DARAH Vaskulitis (pembuluh darah kecil pecah) : sering LEBAM KEBIRUAN pada tulang kering kaki atau pipi atas seperti bekas terbentur. sering SARIAWAN. berlari atau makan banyak. air liur berlebihan. gangguan pertumbuhan tinggi badan.

mudah tersinggung. MOTORIK DAN GANGGUAN FUNGSI SUSUNAN SARAF PUSAT LAINNYA SUSUNAN SARAF PUSAT : sakit kepala. pelupa. EMOSI TINGGI : mudah marah. biasanya bila berjalan tidak menapak baik sehingga sering jalan tidak sempurna (jalan jinjit. Tangan dan kaki bergerak terus tidak bisa dibedong/diselimuti. GANGGUAN MENELAN DAN MENGUNYAH. tidak suka memegang bulu.berteriak atau berjalan saat tidur. KEJANG NONSPESIFIK (kejang tanpa demam dan EEG normal).          GANGGUAN TIDUR : Pada bayi : malam sering terbangun sering dikira haus atau sering dikira ASI ibu kurang sehingga minum ASI berlebihan. sering kesepian. bayam). sering lupa meletakkan kunci. sering memotong pembicaraan . miring. pada dewaqsa seringkali makan sangt cepat tanpa dikunyah IMPULSIF : banyak bicara. membentur benturkan kepala. sedih berlebihan.main game. Pada Anak dan dewasa : Sulit untuk memulai tidur malam atau tidur larut malam . mengamuk. merangkak dan berjalan. MIGRAIN. Berbicara. Tidak bisa makan makanan berserat (daging sapi. . Mendadak terbangun duduk saat tidur kemudian tidur lagi. menggigit. Senang posisi berdiri bila digendong. KEPUTIHAN BERBAGAI GANGGUAN PERILAKU. Pada Anak lebih besar : Sering bergulung-gulung di kasur. duduk. duduk leter ”W”. keras kepala. flat foot. GANGGUAN KONSENTRASI: cepat bosan sesuatu aktifitas kecuali menonton televisi. bicara terburu-buru. menjambak (spt “gemes”). perabaan telapak kaki dan tangan sensitif (jalan jinjit. nasi) Disertai keterlambatan pertumbuhan gigi. kerupuk atau yang renyah (sayur hanya wortel. Pada Anak Lebih besar : mudah memukul. lupa nama teman tetapi memori lama kuat. Rasa perabaan sensoris kaki sangat sensitif (bila lantai kotor sedikit atau berpasir sering geli dan harus pakai sandal). Jalan terburu-buru. orang lain. akibatnya BB anak naik berlebihan karena terlalu banyak minum. TICS (gerakan mata sering berkedip). Pada dewasa : mudah memukul atau menampar orang lain. baca komik. sering minta turun atau sering menggerakkan kepala ke belakang. “beradu gigi” atau gigi gemeretak atau bruxism AGRESIF MENINGKAT Pada Bayi : sering memukul kepala sendiri. cahaya (mudah silau). menjatuhkan badan di kasur (“smackdown”}. negatifisme dan mudah menyangkal (deny) sangat tinggi. di leher. seringkali pilih bila makan hanya suka makan krispi. berlaku kasar terhadap anak . sering kehilangan barang. kaki O atau X). suka “bengong”. memanjat dll. mudah jijik. GANGGUAN ORAL MOTOR : TERLAMBAT BICARA. sayur tertentu. tidak teliti. cadel. mudah geli. GERAKAN MOTORIK BERLEBIHAN pada bayi : Mata sering melihat ke atas.tertawa berlebihan. brokoli.selangkangan. menjilat. tantrum. Tidur bolak-balik dari ujung ke ujung tempat tidur. Pada dewasa : mudah lupa (short mempry lost). belajar. DEPRESI DAN MUDAH CEMAS : mudah marah. perut atau dada. mencubit. Mimpi buruk. Mengerjakan sesuatu tidak bisa lama. gagap. GANGGUAN SENSORIS : sensitif terhadap suara (frekuensi tinggi) . tidak mau antri. mencubit.tertawa. mudah menangis meski masalahnya ringan GANGGUAN KESEIMBANGAN KOORDINASI DAN MOTORIK : Terlambat bolak-balik. mudah terjatuh/ menabrak. sandal atau sepatu seringkali ausnya tidak rata atau tidak seimbang kiri kanan. TAPI ANAK TAMPAK CERDAS. Sering menggigit. ”Tomboy” pada anak perempuan : main bola. boneka dan bianatang berbulu). istri atau suami. sering berteriak. kentang.

GER. PADA ANAK : MUAL terutama pagi hari. Setelah itu lakukan langkah kedua dengan melakukan pengamatan adakah gejala gangguan fungsional saluran cerna yang ada seperti di bawah ini LANGKAH KE DUA : Identifikasi minimal satu gejala yang ada dalam gangguan fungsi saluran cerna yang selama ini kadang tidak disadari BERBAGAI GANGGUAN FUNGSI SALURAN CERNA PADA ANAK DAN DEWASA PADA DEWASA : BAB tidak tiap hari. mulut berbau. sering sulit bila BAB. berlendir. kejang tanpa demam dengan pemeriksaan EEG normal. Menurut berbagai penelitian berbagai gangguan ini dapat diperberat karena alergi dan hipersensitifitas makanan. (SKBE : Serangan kejang Bukan Epilepsi). mudah mual atau muntah. lidah kotor berwarna putih. pernah berdarah (sering . bulat (seperti kotoran kambing) warna hitam.  Lupus  Irritabel Bowel Syndrome  Rematoid Artritis  Henoch Schonlein Syndrome  Prurigo Hebra (gangguan kulit)  Psoriasis  Epilepsi  Autism  ADHD  Gangguan non organik (gangguan fungsional lainnya) seperti migrain. berak darah segar. Berbagai keluhan yang ada sering disebut : gejala maag. air liur berlebihan.orang lain. bihir kering. Menangis dan tertawa berubah bergantian dengan cepat. vertigo. atau gelap. gangguan perilaku dan gangguan perkembangan lainnya  Berbagai Gangguan Metabolisme dan gangguan genetik lainnya Bila anda atau anak anda mengalamai berbagai gangguan tersebut minimal 3 gejala yang ada sangat mungkin dicurigai bahwa alergi makanan dan hipersensitifitas makanan berkaitan dengan gejala yang dialami . cegukan). sering buang angin. bila menangis atau batuk mudah muntah. BAB lebih dari 2 kali. masuk angin. bulat (seperti kotoran kambing) warna hitam. hijau atau gelap. gangguan konsentras. BERBAGAI GANGGUAN YANG BELUM DIKETAHUI SEBABNYA ATAU berbagai GANGGUAN AUTO IMUN LAINNYA. tidur nungging. mudah nyeri perut. dispepsia. Feses : bau tajam. panas dalam. berlendir (bila menempel dikloset tidak langsung hilang bila diguyur air). BAB tidak tiap hari. BAB lebih dari 2 kali. Feses : bau tajam. sering burp (gelekan. sering sulit atau ngeden bila BAB. bila bicara sangat cepat banyak dan sulit berhenti. daerah anus sering gatal atau keluar cairan kuning berbau. mudah NYERI PERUT (Seperti mau BAB tapi tidak jadi). Tetapi alergi atau hipersensitifitas makanan bukan sebagai penyebabnya.

NASI. Soya(Isomil dll). Sayur Brokoli. Pregestimil. gula. Alpukat. kentang. Patin. ubi. bincis. Feses warna hijau. MI : bihun. bayam. Scrotalis. SGM atau Ensure. buang angin keras dan sering. taoge. Sering “ngeden & beresiko Hernia Umbilikalis (pusar). kaki dan sebagainya. Madu. Jagung. kedelai. bubur instan Nestle Beras Merah(ekonomis). Babi (non muslim) dagningnya.. Ikan air tawar (Mujair. Bakso. beras putih. sering buang angin dan berbau tajam PADA BAYI : GASTROOESEPHAGEAL REFLUKS ATAU GER. NanHA. Berbagai bumbu dapur herbal : garam. Air liur berlebihan. tali pusat lama keringnya dan lepasnya lama. Snack : Biscuit Baby Choice rasa original. Susu Sapi : Pediasure biasa. BISCUIT BERAS : Modern. Tofu (original. Indomie rasa soto mi/bakso tanpa bumbu. CHILMIL non Platinum. wortel. Pear. beras hitam). Vitalac BL. rempeyek kedelai. KLIM. inguinalis.hitam dan berbau. biskuit merek Modern. Intervensi diet ini bukan dilakukan untuk jangka panjang tetapi hanya dalam 3 minggu. pepaya. Mentega dihindari karena margarin berbeda dengan mentega). Belut. Sayur : kacang panjang. kentang. Ikan Salmon. Tepung Beras Putih (Rose Brand). bihir kering. Makaroni. opak. sumsum. bawang putih dan lain-lain HINDARILAH SELAMA 3 MINGGU MAKANAN YANG DICURIGAI SEBAGAI PENYEBAB SEPERTI DI BAWAH INI  Untuk bayi : biskuit dan Bubur Bayi Instan( termasuk Goodmil bubur untuk alergi rasa ayam)  Telor ( Mi telor. Buah Jeruk. hati.danggap disentri atau amuba). misoa. BAB tidak tiap hari. Enercal. mudah mual atau muntah. Lele. Jambu. bayam merah. kedelai. Bubur tepung organik Gasol (beras merah. SERING REWEL ATAU GELISAH MALAM HARI (kolik) sering dianggap haus minta minum. Tuna. kentang goreng (goreng sendiri dari kentang beku olahan jangan yang di KFC atau McD karena minyaknya mengandung ayam. mulut berbau. Agar-agar plaIN. BAB > 3 kali perhari. Krupuk : kulit. tahu. kembung. Panenteral. Sering MUNTAH/gumoh. donat) Gula merah. roti. lidah kotor dan berpulau. Sustagen. Labu. beras. buah naga. Fantastic.plain) BUAH : Apel. Bandeng. Semua oraan Sapi.“cegukan”. otak. dll. Pepti Junior. Palmbom dll. kentang. Mas. sawi. Lidah/mulut sering timbul putih. ubi. Kambing.Gurame). bibir kering Bila anda mengalami minimal 1 gejala tersebut di atas maka anda mengalkami gangguan fungsi saluran pencernaan yang selama ini dianggap normal. Margarin (Blue Band. bawang. . tempe. Sangat mungkin berbagai gangguan yang ada pada anda di atas dipengaruhi oleh alergi atau hipersenitifitas makanan.merah. Langkah intervensi diet yang haruis dilakukan adalah : KONSUMSILAH SELAMA 3 MINGGU MAKANAN YANG RELATIF AMAN SEPERTI DIBAWAH INI Bayi : Neocate. Bila Langkah Pertama dan Langkah kedua : saat identifikasi awal terdapat gangguan minimal 3 tanda dan gejala dan 1 gejala pada gangguan saluran cerna maka selanjutnya masuk ke LANGKAH KETIGA LANGKAH KE TIGA : Lakukan program intervensi diet atau eliminasi provokasi atau Challenge test dengan hanya mengkonsumsi makanan yang relatif aman dan menghindari beberapa makanan yang dicurigai sebagai penyebab selama 3 minggu.

Timun Mas. Tepung Beras Putih (Rose Brand). Pemberian diet pada anak dan ibu hamil tidak akan kurang gizi karena makanan yang dihindari memang bergizi tetapi ada penggantinya yang juga tidak kalah bergizi dan hal ini hanya dilakukan dalam 3 minggu Misalnya tomat diganti wortel. Burung Dara. saos tomat. Kembung. atau sulit BAB atau berat badan yang kurus pemilihan awal susu menggunakan susu hidrolisat parsial VITALAC BL. 4. Agar-agar berwarna. Teri (termasuk kerupuk ikan. saos tiram. Tofu (original). Kepiting. Vitacam. Pemberian makanan tertentu yang terkandung dalam makanan lain juga dihindari. seperti makan nasi goreng di chinesse food dihindari karena ada saos tiram. kerupuk udang dll Catatan Penting : 1. Pada anak atau bayi dengan riwayat sesak sebaiknya sementara menggunakan soya. atau BB sangat kurus tidak pernah gemuk. sambel terasi. Ayam. kentang. Tomat. 6. 5. Cermati kemungkinan pelanggaran pemberian makanan seperti pemberian makanan oleh orang lain tanpa sepengetahuan orangtua : misalnya disuapi sedikit makanan ke mulut oleh neneknya. Itik. Beras Ketan. Pada bayi dan anak dengan gangguan BAB tidak tiap hari. kerupuk udang atau sambel erasi). Kacang-kacangan : Kacang Tanah/Hijau/Merah/Mente. kerupuk udang dll (kecuali salmon. COKLAT. Makan di sekolah dengan makanan pemberian pihak sekolah atau ulang tahun. Kalau perlu dengan memakai buku harian dengan mencatat pola makanan dan gejala yang menyertai setiap hari. Yakult. ikan teri . Mangga. 2. Pada orang dewasa bila ada riwayat tidak cocok susu sebaiknya menggunakan susu panenteral Pada penderita alergi yang berat (multipel allergy) atau pada bayi bisa menggunakan basic diet elminasi hanya Susu Neocate. Duku. Telor Ayam.Tenggiri. KEJU. Kacang hijau. ADHD.    Pisang. biskuti dll). kecuali terdapat gangguan sulit BAB gunakan Vitalac BL. Yoghurt. Durian. cumi. . taoco. Mentega atau Butter (margarin boleh karena margarin bukan mentega). kacanghijau. Amati dengan cermat berbagai tanda dan gejala yang ada sebelum dilakukan dan setelah intervensi. Bila anak masih menyusui ibu hamil sebaiknya menghindari makanan laut udang. Buncis. dicurigai Autism. Pemilihan susu :       Pada bayi dengan alergi berat bisa menggunakan sementara susu hidrolisat ekstensif (neocate. khususnya pada penderita celiac. asarden dan ikan tuna boleh). Buah-buahan terutama Melon. Pada penderita kecurigaan intoleransi gluten sebaiknya menghindari tepung terigu (roti. Semangka. minyaknya bekas udang. Keju (susu sapi boleh) 3. Pepaya (hawai). bandeng. hindari Coklat. 7. Ikan Laut kecil: Cumi. Harus dilakukan secara disiplin dan ketat. pregestimil atau peptijunior). Kecap manis. Udang. kacang tanah diganti kacang kedelai dll. Nangka. hindari kacang tanah. Leci dan sejenisnya. Nasi. Nanas. kacang merah (diganti kacang kedelai boleh). sebaiknya stop makan di sekolah dengan membawa makanan bekal dari rumah. Anggur.

pilek atau muntah dan infeksi lainnya. flu atau infeksi virus saluran napas lainnya. Sebaiknya anda atau anak anda berkonsultasi dengan dokter lebih jauh sangat mungkin terdapat gangguan . batuk. kandungan dalam makanan yang tidak disadari terdapat jenis yang seharusnya dihindari. asma kambuh. TIDAK BERHASIL : Bila berbagai gejala gangguan saluran cerna yang ada akan membaik sementara atau tidak membaik dan berbagai gangguan tubuh lainnya tanda dan gejalanya tidak berkurang 2. Cari penyebab ketidak berhasilannya. Terdapat kesalahan yang tersembunyi yang tidak disadari : ada beberapa jenis makanan yang masih dikonsumsi meski hanya sedikit. BILA TIDAK BERHASIL tanpa disertai kesalahan atau faktor penyebab yang ada maka ALERGI MAKANAN DAN HIPERSENSITIFITS MAKANAN TIDAK BERPENGARUH TERHADAP BRBAGAI GANGGUAN YANG ADA. Pada orang dewasa gejalanya infeksi virus kadang hanya pegal. linu sering dianggap kecapekan. Identifikasi Keberhasilan atau ketidak berhasilannya   BERHASIL : Bila berbagai gejala gangguan saluran cerna yang ada akan membaik dan berbagai gangguan tubuh lainnya tanda dan gejalanya berkurang atau bahkan hilang. biduran. makan di sekolah. mata bengkak. biasanya karena :    Tidak disiplin dan tidak ketat dalam penghindaran makanan. atau ANDA DAN ANAK ANDA MENGALAMI GANGGUAN ALERGI MAKANAN ATAU HIPERSENSITIFITAS MAKANAN YANG SELAMA INI TIDAK ANDA SADARI MENGANGGU BERBAGAI ORGAN TUBUH LAINNYA.Daging Kambing LANGKAH KE EMPAT : lakukan evaluasi dengan cermat berbagai gangguan yang ada dan cermati berbagai faktor yang berpengaruh . Ciri khas yang terjadi bila gangguan alergi tidak ringan seperti : nyeri perut hebat. atau tidak demam tetapi hanya hangat teraba di tagan atau kepala bila diperiksa suhu niormal. bintik merah kecil luas. atau gangguan kulit yang luas biasanya penyebabnya dipicu oleh infeksi virus. gangguan maag kambuh berat. biasanya akan membaik secara bersamaan EVALUASI DAN MONITORING YANG HARUS DILAKUKAN 1. Selanjutanya ikuti LANGKAH KELIMA BILA TIDAK BERHASIL dengan berbagai kesalahan danm penyebab yang ada tersebut di atas maka program intervensi diet ini harus ada ulangi lagi mulai awal dan lakukan lagi selama 3 minggu. Mengalami infeksi virus terkena infeksi seperti demam. Kesalahan tersembunyi ini di antaranya adalah : orang lain (nenek atau orang lain) menyodorkan makanan sedikit ke mulut meski sedikit tetap berpengaruh. BILA BERHASIL MAKA BISA DIPASTIKAN BAHWA BERBAGAI GEJALA YANG ADA SELAMA INI SANGAT DIPENGARUHI OLEH ALERGI MAKANAN DAN HIPERSENSITIFITAS MAKANAN. makan di restoran masakan cina. mulut bengkak. (baca : Infeksi Virus Memicu Terjadinya Manifestasi Alergi).

Timun Mas. Tomat. Makaroni. batuk. Dengan semakin bertambahnya usia permasalahan alergi berkurang dapat dikonsumsi lebih sering. Mentega (Butter). Nanas. Beras Ketan HIGH RISK DIETARY INTERVENTION COKLAT. Pada saat sakit . Gula merah. bayam merah. pilek dan tidak ada gangguan lainnya pada usia tertentu atau orang dewasa boleh dicopba konsumsi makanan beresiko.   Dilakukan trial and error satu persatu makanan dan diamati gejala yang timbul sambil diamati berbagi faktor yang berpengaruh Melakukan provokasi makanan harus dilakukan dalam keadaan sehat tidak rewel malam. Bandeng. di atas usia 3-5 tahun boleh dikonsumsi 2-3 kali perminggu. Telor Ayam. berat badan naik. berat badan naik. Leci dan sejenisnya. End Point : . Nangka. tidak panas. Vitacam. Durian. Jagung. saos tomat. Burung Dara. Anggur. LANGKAH KE ENAM : lakukan diet pemeliharaan (maintenance dietary) dengan melakukan tahapan dan jenis khusus tiap harinya Bila dalam keadaan sehat seperti tidak rewel malam. Tuna. taoco. Udang. Kacang hijau. berat badan sulit naik. Duku. Pisang. KEJU. Yakult. Ikan Salmon. tidak panas. nafsu makan baik. Mangga. DIETARY INTERVENTION : STEP TWO Bubur Bayi Instan( termasuk Goodmil rasa ayam). kerupuk udang dll   Pada anak usia di atas 1 tahun daftar makanan DIETARY INTERVENTION : STEP TWO boleh dikonsumsi 1 -2 kali perminggu. Kecap manis. Labu. Buah-buahan terutama Melon. Teri.Tenggiri. ujian sekolah (berkaitan dengan mengganggu konsentrasi). makan minum kurang. nafsu makan baik. sulit makan dan timbul gejala alergi lainya sebaiknya harus kembali ke diet eliminasi awal selama 2-3 minggu dan makanan yang beresiko ditunda lagi. batuk lama. Yoghurt.organ atau gangguan non fungsional dalam tubuh. LANGKAH KE LIMA : Bila ingin mengetahui penyebabnya lakukan provokasi satu persatu makanan yang dicurigai mulai dari daftar makanan step 2 terus ke high risk intervention. Kembung. Kacang-kacangan : Kacang Tanah/Hijau/Merah/Mente Ikan Laut kecil: Cumi. Buah Jeruk. pilek dan tidak ada gangguan saluran cerna atau gangguan alergi dan hipersensitifitas lainnya. saos tiram. Itik.Telor itik. Ayam. Agar-agar berwarna. Pada usia di atas usia 2-5 tahun daftar makanan HIGH RISK DIETARY INTERVENTION boleh dikonsumsi 1-2 kali per bulan. Mi telor.Sayur Brokoli. Kepiting. batuk. Semangka.

van der Heide S.86(4):285-9. Vlieg-Boerstra BJ. Bijleveld CM. Epub 2010 Jan 27. Bruijnzeel-Koomen CA. English. No abstract available. 2008 Dec. Moreira M. Atkins D. Justru setelah dilakukan intervensi diet bila dilakukan secara benar dan tanpa dipengaruhi faktor infeksi maka keberhasilannya ditandai dengan berat badan yang meningkat. J Pediatr (Rio J). Sinaniotis AC. Meski berbagai pendapat menentang atau tidak mempercayainya. Duiverman EJ. . J Pediatr. Curr Opin Allergy Clin Immunol. Leung DY. Spears GC.38(12):1935-42. Double-blind. Gyorkos EA. Daftar Pustaka       Fleischer DM. False positive placebo reaction in a double-blind placebo-controlled food challenge. Lins MG. 2010 Oct 27. Fernández-Rivas M. Gleason MC. Bila dalam melakukan Intervensi Diet/Challenge Tes atau Eliminasi Provokasi dengan benar dan berhasil maka penderita harus percaya faktanya bahwa selama ini berbagai gangguan yang ada disebabkan karena reaksi simpang makanan. placebo-controlled food challenge in adults in everyday clinical practice: a reappraisal of their limitations and real indications. Murphy JR. Pestana S. Dubois AE. karena setiap makanan yang sementara dihindari selalu ada makanan pengganti yang tidak kalah gizinya. Horowitz MR. Allergol Immunopathol (Madr). Safety of ingestion of yellow tartrazine by double-blind placebo controlled challenge in 26 atopic adults. 2010 May-Jun. Kekawatiran tentang kekurangan gizi saat melakukan tes eliminasi ini sebenarnya tidak berdasar. Rincón de Arellano IR. Pihak yang tidak sependapat ini harus dimaklumi karena untuk memastikan penyebab alergi dan hipersensitifitas makanan tidak mudah. Review. Wilson CG. Motta ME. Vázquez-Cortés S. Olej B. Asero R. Miyazawa NK.38(3):142-6. J Investig Allergol Clin Immunol. Tes alergi dan pemeriksaan lainnya belum memastikan penyebab alergi atau hipersensitifitas makanan.9(4):379-85. Bock SA. Oral Food Challenges in Children with a Diagnosis of Food Allergy. gangguan endokrin dan metabolisme dan berbagai gangguan genetik lainnya. bila BB tidak meningkat sebagai faktor penentu ketidak berhasilan program intervensi diet. Epub 2010 May 27. Kukler J. Epub 2008 Sep 3. Oral food challenge test to confirm the diagnosis of cow's milk allergy.       Intervensi Diet/Challenge Tes atau Eliminasi Provokasi adalalah diagnosis pasti untuk memngetahui seseorang mengalami alergi makanan dan hipersensitifitas makanan. Penderita yang harus dicurigai mengalami gangguan alergi makanan dan hipersensitifitas makanan adalah yang mengalami gangguan fungsi saluran cerna Ketidakberhasilan intervensi diet ini tidak disiplin dan tidak ketat dalam menghindari makanan pantangan atau karena terganggu Infeksi saluran napas atau infeksi virus lain yang tidak disadari Berdasarkan berbagai penelitian selain mengakibatkan gangguan fungsional organ tubuh ternyata juga memperberat berbagai gangguan organik dan gangguan auto imun.19(3):241-2. 2009 Aug. 2010 Jul-Aug. Intervensi Diet/Challenge Tes atau Eliminasi Provokasi hanya dilakukan selama 3 minggu bukan selamanya setelah itu dilakukan provokasi makanan atau mantenance diet. Fernandez-Rivas M. da Silva GA. 2009. Should children with a history of anaphylaxis to foods undergo challenge testing? Clin Exp Allergy. Knulst AC. Portuguese.

Fauquert JL. Clinical application of histamine prick test for food challenge in atopic dermatitis. Wüthrich B. Stocchi L. Review. Sicherer SH. Saloga J. Decinti M. Miyazawa NK. Løvik A. Scheinmann P. Schiavino D. Aruanno A. Curr Opin Allergy Clin Immunol. Pecora V. Grimstad IA. Malt U. 2009 Jan. Moreira M. Dupont C. J Pediatr. Lepp U.16(3):276-82. Epub 2008 Aug 16. Vieths S. Epub 2008 Nov 24. Digestion. Adverse reaction to food: assessment by double-blind placebocontrolled food challenge and clinical. . Kleine-Tebbe J. Epub 2010 Jan 27. Thorsen L. Scibilia J. Oral Food Challenges in Children with a Diagnosis of Food Allergy.56(5):421-8. Raithel M.98(7):375-87. Curr Allergy Asthma Rep. Olej B. Wilson CG. 2010 May-Jun. Pastorello EA. 2009 Apr 1. Zuberbier T. Knulst AC. Kittang E. Pollastrini E. Review. Lack G. Bidat E. SFAIC and SP2A Workgroup on OFC in Children. Eigenmann P. 2008 Dec. Scovena E.7(1):70-7. 1995. 2001 Jun. Bunselmeyer B. 2009 Feb. Malt U.9(4):379-85. 1995. Vatn MH. Jäger L. Bigi A. Langeland T. Santos C. Oral food challenge in children: an expert review. Werfel T. Ballmer-Weber B. Naalsund A. [Food allergy. 2010 Oct 27. Double-blind. Fuchs T. Nucera E.38(12):1943-9. Diagnosis of Food Allergy: Epicutaneous Skin Tests. Allergol Immunopathol (Madr). German.41(2):35-49. Erdmann S. Pravettoni V. Kittang E. Safety of ingestion of yellow tartrazine by double-blind placebo controlled challenge in 26 atopic adults. Lombardo C. Grimstad IA. 2010 Oct 5. Robino A. Food allergy and food intolerance: diagnosis and treatment. Deschildre A. psychosomatic and immunologic analysis. Are doubleblind food challenges necessary before starting an elimination diet? Allergy Proc. Buonomo A. Niggemann B. Langeland T. psychosomatic and immunologic analysis. Maize food allergy: a double-blind placebocontrolled study. 2009 Aug. Gomez SA. De Pasquale T. Lee KY. Fleischer DM. Review. Bruijnzeel-Koomen CA. Zisa G. Noh GW. 1991 Sep-Oct. Henzgen M. Musumeci S. Intern Emerg Med. Refnin I. De Blic J. Vatn MH. J Korean Med Sci. Gasbarrini G. Atkins D. Ortolani C. and Oral Food Challenge. Rancé F. J Dtsch Dermatol Ges. Fernandez-Rivas M. Bock SA. Spears GC. Digestion. Løvik A. Ottolenghi A.             Lieberman JA. Schilke ML.4(1):11-24. Leung DY. Gleason MC. Pravettoni V. Epub 2008 Sep 4 Reese I. Rizzi A. Patriarca G.38(3):142-6. food intolerance or functional disorder?] Praxis (Bern 1994). In Vitro Tests. Zanussi C. Eur Ann Allergy Clin Immunol. Villard-Truc F. Lee S. Naalsund A. Roncallo C. [Epub ahead of print] Pastorello EA. Refnin I. Adverse reaction to food: assessment by double-blind placebocontrolled food challenge and clinical.12(5):319-25. Pestana S. Diagnostic approach for suspected pseudoallergic reaction to food ingredients. Sabato V. Murphy JR. Thorsen L. Paty E. placebo-controlled food challenge in adults in everyday clinical practice: a reappraisal of their limitations and real indications. Colagiovanni A. 2009 Apr. Couderc L. Clin Exp Allergy. Gyorkos EA.56(5):421-8. Asero R.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful