Anda di halaman 1dari 9

LAPORAN PRAKTIKUM KIMIA ORGANIK Sifat - Sifat Senyawa Organik Sabtu, 24 Maret 2012

Disusun oleh: ALVIAN 1043050011

FAKULTAS FARMASI UNIVERSITAS 17 AGUSTUS 1945

JAKARTA 2012

Sifat Sifat Senyawa Organik

Tujuan : Mengetahui pengaruh kepolaran dengan kelarutan suatu senyawa Mengetahui perbedaan ikatan ionik dan kovalen Mengetahui pengaruh reaksi dengan perubahan ikatan kimia Mengetahui perbedaan warna pada pembakaran benzena, etanol, aseton, dan CCl4 Mengetahui perbedaan perubahan pada pemanasan asam okasalat dan gula tebu

A. Kepolaran dan kelarutan TEORI : Polaritas ikatan ditentukan oleh elektronegativitas atom-atom yang terlibat.

Cl dengan Cl memiliki elektronegativitas yang mirip, sehingga ikatan Cl relatif nonpolar.

Unsur- unsur seperti oksigen, fluorin, dan klorin memiliki kemampuan menarik elektron (elektronegativitas) lebih besar dibandingkan dengan karbon. Ketika atom karbon berikatan dengan salah satu dari atom tersebut maka terbentuk ikatan yang terpolarisasi. Elektron akan cenderung tertarik ke atom yang lebih elektronegatif. Kelarutan sebagian besar disebabkan oleh polaritas dari pelarut, yaitu oleh momen dipolnya. Pelarut polar melarutkan zat terlarut ionik dan zat polar lain. Kemampuan zat terlarut membentuk ikatan hidrogen merupakan faktor yang jauh lebih berpengaruh. Dapat disimpulkan bahwa pelarut polar bertindak sebagai pelarut menurut mekanisme berikut : Karena tingginya tetapan dielektrik, pelarut polar mengurangi gaya tarik-menarik antara ion dalam Kristal yang bermuatan berlawanan. Pelarut polar memecahkan ikatan kovalen dari elektrolit kuat dengan reaksi asam basa karena pelarut ini amfiprotik(memiliki sifat asam atau basa). Pelarut nonpolar tidak dapat mengurangi gaya tarik-menarik antara ion-ion elektrolit kuat dan lemah karena tetapan dielektrik yang rendah. Pelarut nonpolar juga tidak dapat memecah ikatan kovalen dan elektrolit yang berionisasi lemah karena pelarut nonpolar termasuk dalam golongan pelarut aprotik/inert(tidak memiliki sifat asam atau basa), dan tidak dapat membentuk jembatan hidrogen dengan nonelektrolit. Oleh karena itu, zat terlarut ionik dan polar tidak larut atau hanya sedikit larut dalam pelarut nonpolar.

Cara Kerja : 1. Menyiapkan 5 tabung reaksi yang berisi 2 ml quadest 2. Mengisi tabung pertama dengan 5 tetes benzena 3. Mengisi tabung kedua dengan 5 tetes etanol 4. Mengisi tabung ketiga dengan 5 tetes eter 5. Mengisi tabung keempat dengan 5 tetes aseton 6. Mengisi tabung kelima dengan 5 tetes CCl4 7. Mengaduk tiap tabung dan mengamati perbedaan tiap tabung reaksi Data :
Nama Zat Pengamatan

Keterangan
2 fase

Tidak larut Benzena

Larut Etanol Tidak Larut Dietil eter ( Eter )

Larut

2 fase

Tidak larut

2 fase

Keruh Larut sebagian Aseton

Pembahasan : 1. Sesuai dengan prinsip like dissolves like yang berarti pelarut polar dapat melarutkan zat terlarut polar dan pelarut nonpolar dapat melarutkan zat terlarut nonpolar. 2. Senyawa Polar adalah etanol dan aseton. Kecuali pada Aseton ada sebagian yang tidak larut karena ada 2 gugus alkil R-CH3 yang non polar sehingga hanya sebagian yang larut (keruh). Sedangkan C=O gugus karbonil larut air karena polar. dan etanol dapat larut dalam air. Karena senyawa polar (seperti etanol dan aseton) dapat larut dalam senyawa polar (air). 3. Pada senyawa non polar tidak dapat larut dalam senyawa polar (air). Seperti senyawa : Benzena, Eter, dan CCl4. Pada campuran ini terdapat 2 fase.

B. Ikatan Ionik dan Ikatan Kovalen TEORI: Ikatan kimia adalah gaya yang bekerja pada gabungan atom atau ion yang menyebabkan suatu senyawa kimia dapat bersatu. 1. Ikatan ionik terjadi antara unsur logam (kation) dengan nonlogam (anion). Ikatan ionik terbentuk akibat gaya tarik listrik (gaya Coulomb). Gaya tarik listrik ini terjadi pada ion yang berbeda muatan antara kation(+) dan anion (-) 2. Ikatan Kovalen terjadi antara non logam dengan non logam. Karena mempunyai keelektronegatifan yang besar. Ikatan ini terjadi karena ada 1 elektron yang tidak berpasangan dan ada satu ruang kosong untuk menerima elektron dari atom yang lain, sehingga 2 elektron ditarik oleh kedua inti atom tersebut. Sehingga pada ikatan ini membentuk pasangan elektron milik bersama. Cara kerja : 1. Menyiapkan dua tabung reaksi. 2. Mengisi tabung pertama dengan larutan 10% NaCl dan tabung kedua dengan CCl4 masing-masing sebanyak 1 ml. 3. Menambahkan masing-masing tabung 3 tetes larutan AgNO3. 4. Mengocok tabung reaksi dan mengamati perbedaan antara kedua tabung reaksi. Data: NaCl + AgNO3 AgCl Endapan Putih CCl4 + AgNO3 Tidak ada reaksi + NaNO3

Pembahasan : Pada NaCl dan AgNO3 terjadi reaksi metatesis yaitu pertukaran ion antara NO3 dengan Cl - pada kation Ag sehingga terbentuk endapan putih

Pada CCl4 tidak terjadi endapan karena tidak terjadi reaksi metatesis. Karena AgNO3 (ikatan ion) tidak dapat larut CCl4 (ikatan kovalen)

C. Perubahan Ikatan Kimia TEORI : Reaksi kimia organik pada umumnya merupakan pemutusan dan pembentukan ikatan kovalen. Terdapat empat tipe reaksi organik, yaitu reaksi adisi, eliminasi, substitusi, dan penataan ulang. 1. Reaksi adisi Reaksi adisi adalah senyawa karbon yang mempunyai ikatan rangkap menerima atom atau gugus atom lain sehingga ikatan rangkap nya berubah. Reaksi ini terjadi ketika dua senyawa bergabung menghasilkan produk baru tanpa adanya atom yang tersisa. Pada reaksi ini menghasilkan 1 produk.

2. Reaksi eliminasi Reaksi eliminasi merupakan kebalikan dari reaksi adisi, terjadi ketika senyawa tunggal menghasilkan dua produk.

3. Reaksi substitusi Reaksi subtitusi adalah atom atau gugus atom yang terdapat dalam suatu molekul digantikan oleh atom atau gugus atom lain. Pada reaksi ini menghasilkan dua produk baru. Contoh pada reaksi CH4 +Cl2

4. Reaksi penataan ulang Reaksi ini terjadi ketika 1 senyawa mengalami penataan ikatan dan atom menghasilkan produk isomer.

Cara kerja : 1. Menyiapkan tabung reaksi yang berisi aqua calcis lalu panaskan tabung. 2. Menambahkan 2 tetes CCl4, mengulang proses ke 1 dan 2. Tunggu hingga dingin. 3. Menambahkan 8-10 ml larutan asam nitrat encer, memanaskan hingga larut semua 4. Menambahkan 5 tetes AgNO3 dan membandingkan dengan percobaan ke 2 Data :

4. HCl

+ Ca(NO3)2 + AgNO3

AgCl

+ Ca(NO3)2

Pembahasan : 1. Ikatan Kovalen CCl4 dapat di putus dengan pirolisa atau pemanasan. Sehingga bisa terjadi reaksi metatesis, Ca dapat berikatan dengan Cl dihasilkan larutan CaCl2 dan karbon bisa berikatan dengan oksigen menjadi gas CO2. 2. Fungsi HNO3 adalah oksidator kuat, bisa melarutkan semua logam, kecuali Emas (Au) dan Platina (Pt) dan dalam asam nitrat dingin dan encer logam magnesium(Mg), mangan (Mn), dan kalsium (Ca) bisa menghasilkan gas Hidrogen (H2). 3. Reaksi HNO3 + CaCl2 dapat melarutkan Ca dan mengoksidasi Cl untuk berikatan dengan H sehingga bisa terbentuk HCl yang akan bereaksi dengan AgNO3 yang mebentuk endapan putih AgCl.

D. Pembakaran TEORI : Pembakaran atau reaksi oksidasi adalah reaksi pengikatan oksigen sengan suatu molekul atau unsur. Pada proses ini biasanya di ikuti oleh pelepasan energi karena potensial energi molekul/unsur tersebut lebih tinggi dari hasil oksidasinya. Pada pembakaran sempurna menghasilkan CO2 dan H2O. Pada pembakaran tidak sempurna menghasilkan CO dan dan H2O atau jelaga (partikel karbon).

Cara kerja : 1. Mengisi 3 tetes benzena dalam cawan penguap. 2. Menyalakan dan meletakannya sebatang korek api di 1 cm atas cairan. 3. Mengulang percobaaan di atas pada pelarut etanol, aceton, dan CCl4. Data :
Nama Zat
Aceton Etanol Benzena CCl4

Pengamatan warna
Biru gak kekuningan Biru agak orange orange Tidak ada nyala api

Pembahasan : 1. Pada etanol dan aseton, nyala api lebih biru karena jumlah atom C nya hanya 2 atau 3, sehingga energi yang diperlukan untuk memutuskan ikatan makin kecil, dan energi yang dibebaskan saat pembentukan ikatan baru makin besar. Pembakaran etanol aseton melepas banyak kalor sehingga panas api lebih besar. Karena pembakaran etanol dan aseton adalah pembakaran sempurna. Jadi warna nyala api biru dengan api merah oranye. 2. Pada pembakaran benzena nyala api besar dan kurang panas karena benzena ada campuran dari senyawa alkana yang bersifat non polar dan sukar bereaksi dengan oksigen. Sehingga energi/kalor yang diperlukan untuk pemutusan ikatan relatif besar dan kalor yang dibebaskan menjadi kurang panas dibanding dengan alkohol. Pada benzena terdapat jelaga atau sisa karbon karena benzena dengan rantai atom karbon panjang atau berjumlah 6 dan ada molekul alkana bersifat non polar. Sehingga pembakaran kurang maksimal dan tersisa partikel karbon. 3. Pada Pembakaran CCl4, tidak terdapat nyala api karena pembentuk CCl4 + O2 CO2 + Cl2

CO2 adalah karbon yang sudah teroksidasi maksimal, sehingga tidak dapat lagi bereaksi dengan oksigen, atau zat oksidator lainnya. Ini sebabnya CO2 sangat sulit direaksikan dengan pembakaran atau oksidasi. Sehingga CO2 dapat mengusir gas-gas lain, terutama yang ada di dekat nyala api. Dengan tidak adanya oksigen, maka api pada korek akan padam. Tetapi pada suhu tinggi, CCl4 dapat bereaksi dengan uap air yang dapat membentuk gas fosgen COCl2, suatu gas yang sangat beracun

4. Warna api aseton dan etanol berwarna biru karena di bawah 2000 oC 5. Warna api benzena berwarna oranye karena di bawah 1000 oC atau kurang panas

E. Pemanasan TEORI : Pemanasan adalah proses pemberian energi(kalor) pada suatu reaksi kimia yang mempengaruhi laju reaksi. Pada reaksi ini terjadi reaksi endoterm, jika pada suhu tinggi reaksi menjadi lebih cepat. Dalam reaksi endoterm, partikel-partikel zat akan bergerak lebih cepat daripada suhu rendah. Sehingga menyebabkan reaksi kimia berjalan lebih cepat. Reaksi kimia terjadi ketika molekul-molekul dan atom-atom bertumbukan. Menaikkan suhu berarti menaikkan energi kinetik partikel, sehingga partikel tersebut bergerak lebih cepat dan lebih sering bertumbukan. Karena itu laju reaksi pada reaksi endoterm lebih cepat pada suhu yang tinggi. Cara Kerja : 1. Memanaskan 3 butir asam oksalat dalam cawan uap. 2. Memanaskan di atas lilin dengan perlahan2 cawan di dekatkan ke lilin. 3. Mengulang langkah ke 1 dan 2 pada gula tebu. Data :
Zat Yang dipanaskan
Asam Oksalat Gula tebu

Pengamatan
Timbul gas, menguap, dan bau menyengat Terbentuk Karamel, kental, warna coklat tua

Pembahasan : 1. Pemanasan asam oksalat C2H2O4


(s)

H2O(aq) + CO(g)

+ CO2 (aq)

Pada pemanasan dihasilkan gas CO

2. Pemanasan Gula tebu C12H22 O11 (s) H2O(aq) + CO2 (g) + Caramel

Pada Pemanasan dihasilkan gas CO2 dan aroma manis

G. Kesimpulan : Setiap senyawa Organik memiliki ciri-ciri khusus atau berbeda ketika dilarutkan, direaksikan, dipanaskan, dan dibakar.

Daftar Pustaka

http://wanibesak.wordpress.com/2011/06/10/ikatan-kovalen-polar-dan-nonpolar-vs-molekulpolar-dan-nonpolar/ , 26 Maret jam 20:00 http://www.scribd.com/doc/30435971/Farmasi-Fisika-kelarutan , 26 Maret jam 20:20 http://benito.staff.ugm.ac.id/IKATAN%20KIMIA%20BENITO.htm , 26 Maret jam 20:30 http://www.chem-is-try.org/materi_kimia/kimia-smk/kelas_xi/reaksi-subtitusi-dan-reaksiadisi/ , 26 Maret jam 20:35

http://www.chem-is-try.org/materi_kimia/kimia-kesehatan/reaksi-kimia-kimia-kesehatanmateri_kimia/reaksi-pembakaran/ , 26 Maret jam 20:45 http://kmkimia.mipa.ugm.ac.id/2011/11/gas-fosgen/ , 28 Maret jam 22:00 http://hmteunand.or.id/index.php?option=com_content&view=article&id=48:warna&catid=9: beritaterbaru&Itemid=8 , 28 Maret jam 22:10 http://etnarufiati.guru-indonesia.net/artikel_detail-14971.html , 28 Maret jam 22:20

Apakah yang dimaksud dengan reaksi kimia? http://omiimo.files.wordpress.com/2010/05/reaksi-kimia.pdf , 28 maret 22:30

E-BOOK : Stefanus Layli Prasojo, S.Farm., Apt. 2011. KIMIA ORGANIK I JILID 1. Yogyakarta, halaman 40,155 (E-book) Download e-book : http://downloadfreeebookkimia.blogspot.com/2011_03_01_archive.html