Anda di halaman 1dari 4

Disusun oleh: Devi Oktavia Utami

Kelenjar Hipofisis Anterior


Pada lobus ini kelenjar hipofisis memproduksi hormon-hormon penting yang menstimulasi target kelenjar hormon seperti kelenjar adrenal, gonad, tiroid untuk memproduksi hormon.

Gambar 1: Kelenjar endokrin

Disusun oleh: Devi Oktavia Utami

Gambar 1 : Hormon yang dihasilkan oleh kelenjar hipofisis anterior beserta organ targetnya

1. Thyroid Stimulating Hormon (TSH) atau Thyrotropin Hormon ini dilepaskan oleh adanya stimulasi dari hormon TRH yang disekresi oleh hipotalamus. Target hormon ini adalah kelenjar tiroid untuk menghasilkan hormon tiroid dan dikendalikan oleh adanya konsentrasi hormon tiroid dalam darah. 2. Adenokortikotropik Hormon (ACTH) Hormon ini dikenal dengan kortikotropin dan dilepaskan untuk menstimulasi korteks adrenal guna mensekresi glukokortiroid. Pelepasan ACTH dikonrrol oleh Cortikotropin Releasing Hormon (CRH) dan hipothalamus dan meningkatnya kadar glukokortiroid. 3. Hormon Gonatropin Jenis hormon ini dibagi menjadi dua yaitu Folikel Stimulating Hormon (FSH) dan Luteinizing Hormon (LH). Folikel Stimulating Hormon (FSH) Hormon ini pada laki-laki akan menstimulasi testis untuk

memproduksi dan pematangan sperma. Pada wanita hormon ini berperan dalam pengaturan perkembangan folikel ovarium dan membantu menstimulasi hormon estrogen ovarium. Hormon estrogen ini terdiri dari estriol, estradiol

Disusun oleh: Devi Oktavia Utami dan estron, dihasilkan oleh teka interna dan sel granulosa folikel ovarium, korpus luteum dan plasenta. Estrogen merupakan hormon seks wanita yang banyak mengandung steroid dan bertanggung jawab dalam pembentukan karakteristik seks sekunder seperti pertumbuhan payudara, rambut kelamin, uterus, perubahan epitel vagina dan pengaturan menstruasi. Disamping itu estrogen juga berperan dalam mempertahankan keseimbangan nitrogen, kalsium dan fosfat, mempertahankan kalsium dalam tulang, mempertahankan sodium klorida dan keseimbangan air serta mengontrol protein dan lipid darah. Dengan peran tersebut maka pada masa menopause dimana terjadi penurunan estrogen akan mengakibatkan tulang dapat mengalamai osteoporosis. Luteinizing Hormon (LH), bersama dengan FSH disebut disebut hormon gonadotropin. Pada wanita LH bekerja sama dengan FSH berperan dalam proses ovulasi dan produksi estrogen, sedangkan LH sendiri berperan dalam pembentukan korpus luteum yang selanjutnya akan menghasilkan hormon progesteron. Pada laki-laki LH disebut Interstitial Cell Stimulating Hormon (ICSH) yang berperan dalam menstimulasi sel interstitial testis untuk menghasilkan hormon testosteron. Hormon progesteron, disamping diproduksi di korpus luteum, juga dibawah pengaruh LH sejumlah besar diproduksi oleh plasenta selama kehamilan, khususnya sesudah bulan ke-4. Prgesteron bersama-sama dengan estrogen berperan dalam

mempersiapkan endometrium menerima hasil pembuahan, meningkatkan pertumbuhan dan perkembangan payudara dan mempengaruhi suhu tubuh selama siklus mestruasi. 4. Prolaktin Dihasilkan oleh hipofisis anterior dan sekresinya dipengaruhi oleh hormon prolaktin releasing hormon dari hipotalamus. Hormon ini berperan dalam menstimulasi kelenjar mamae untuk memproduksi susu pada masa laktasi. Jika jumlahnya berlebihan dapat menghambat ovulasi. Pelepasan prolaktin dihambat oleh hormon prolaktin inhibiting hormon (PIH). 5. Growth Hormon (GH) atau Somatotropin

Disusun oleh: Devi Oktavia Utami Hormon ini berperan dalam mestimulasi pertumbuhan dan replikasi sel melalui sistesis protein. Jaringan yang sangat sesnsitif terhadap hormon ini adalah otot tulang dan tulang rawan. Growth hormon juga berperan dalam peningkatan pertumbuhan organ-organ bagian dalam, lemak kelenjar endokrin. Dalam waktu beberapa menit kecepatan sekresi hormon pertumbuhan akan meningkat atau menurun terutama yang berkaitan dengan stres, keadaan nutrisi (misalnya kelaparan dan hipoglikemia), ketegangan, dan trauma. Kadar hormon pertumbuhan akan meningkat jika seseorang dalam keadaan sedang berolahraga. Pengaturan sekresi hormon pertumbuhan ini oleh kelenjar hipofisis dilakukan dengan keseimbangan dan lebih banyak disekresi oleh hipotalamus. Kekurangan hormon ini pada anak-anak-anak menyebabkan pertumbuhannya terhambat /kerdil (kretinisme), jika kelebihan akan menyebabkan pertumbuhan raksasa (gigantisme). Jika kelebihan terjadi pada saat dewasa, akan menyebabkan pertumbuhan tidak seimbang pada tulang jari tangan, kaki, rahang, ataupun tulang hidung yang disebut akromegali. 6. Prolaktin Inhibiting Hormone (PIH) Hormon ini berperan dalam menghambat produksi prolaktin. jaringan, jaringan konektif dan

Anda mungkin juga menyukai