Anda di halaman 1dari 21

Firly Mutia Hafidza Istianah Ranni Rahmawati PENDIDIKAN BIOLOGI REGULER 2010

Teori evolusi Neo-Darwinisme mengatakan bahwa kehidupan berkembang atau berevolusi melalui dua mekanisme alamiah: seleksi alam dan mutasi. Pada dasarnya teori ini menekankan bahwa seleksi alam dan mutasi adalah dua mekanisme yang saling melengkapi. Sumber dari perubahan secara evolusi adalah mutasi acak yang terjadi dalam struktur genetik makhluk hidup. Sifat yang dihasilkan dari mutasi ini kemudian dipilah dengan mekanisme seleksi alam, dan dengan cara inilah makhluk hidup berevolusi.

Seleksi Alam

Mutasi

Hukum Hardy-Weinberg
Kondisi tertentu yang stabil, frekuensi gen (alel) dan genotipe selalu tetap atau konstan dari generasi ke generasi Teori Mendel Sebagai bahan seleksi alam, Darwin menekankan sifat kuantitatif, yaitu sifat-sifat dalam suatu populasi yang terus bervariasi, seperti panjang bulu mamalia atau kecepatan binatang berlari menghindar dari pemangsa. Namun dengan penemuan Mendel dapat diketahui bahwa sifat kuantitatif dipengaruhi oleh lokus gen ganda. Meskipun

Mutasi genetik memiliki peranan yang tidak sedikit dalam teori evolusi.
Dr. Simpson, dalam bukunya, Life: An Introduction to

Biology, menuliskan: Mutasi adalah sesuatu yang luarbiasa dalam evolusi. Selanjutnya, Dr. Simpson menegaskan, tanpa mutasi gen, tidak akan terjadi evolusi. Dengan demikian, mutasi gen bertanggungjawab pada kemajuan teori evolusi. Menurut kamus Webster, mutasi merupakan perubahan mendasar dan signifikan, atau perubahan fundamental dalam sifat hereditas yang menghasilkan individu baru yang berbeda dengan orangtuanya. Jadi, mutasi merupakan perubahan sifat keturunan yang disebabkan oleh perubahan materi genetik.

Dr. deVries menyangkal teori evolusi Darwin dengan

mengatakan, seleksi alam dapat menjelaskan makhluk hidup yang dapat bertahan, namun tidak dapat menjelaskan asal-usul makhluk hidup tersebut.

Fenomena mutasi menjadi komponen paling penting dalam model evolusi. Masingmasing perubahan yang melalui proses seleksi alam harus memiliki kegunaan positif di dalam lingkungan, sehingga berkontribusi terhadap proses evolusi. Oleh karena itu, diperlukan suatu penelitian lebih jauh mengenai mutasi gen.

Ada sebuah fakta ilmiah yang seketika meruntuhkan teori ini sepenuh-nya: Mutasi tidak menyebabkan makhluk hidup berkembang; sebalik-nya, selalu merugikan mereka. Alasannya sangat sederhana: DNA memiliki struktur yang sangat kompleks dan pengaruh acak hanya dapat mengakibatkan kerusakan kepadanya.

Ahli

genetika dari Amerika, B.G. Ranganathan menjelaskan sebagai berikut: Mutasi bersifat kecil, acak, dan merugikan. Mereka jarang sekali terjadi dan kemungkinan terbaik adalah bahwa mereka tidak berpengaruh. Keempat ciri dari mutasi ini berimplikasi bahwa mutasi tidak dapat membawa kepada perkembangan evolusioner. Suatu perubahan acak dalam sebuah organisme yang sangat terspesialisasi akan tak berpengaruh, atau merugikan. Henry M. Morris, seorang ahli evolusi, juga menambahkan, Tidak ada cara yang mengontrol mutasi untuk menghasilkan karakteristik yang dibutuhkan. Ini salah satu

Professor Waddington mengatakan: mutasi jarang terjadi, mungkin hanya satu dari jutaan hewan, atau satu kali dalam kehidupan. Francisco J. Ayala menulis dalam Philosophy of Science bahwa: kemungkinan terjadinya mutasi pada organisme yaitu antara satu dari sepuluh ribu dan satu dari sejuta gen per generasi. Para ahli evolusi mengakui pada setiap penelitian biologi diketahui bahwa: mutasi jarang terjadi, dan ketika benar terjadi, maka mutasi ini bersifat acak. Oleh sebab itu, para ahli selanjutnya berpusat pada seberapa sering mutasi baik terjadi. Hasilnya bahwa sejauh ini tidak ada contoh mutasi yang bermanfaat. Semua mutasi terbukti merugikan.

a. Kritik terhadap Teori Seleksi Alam Darwin

b. Pandangan Baru terhadap Teori Seleksi Alam Darwin

Bahwa peristiwa seleksi alam diartikan sebagai satu perjuangan atau perkelahian langsung antar individu. Dasar teori seleksi alam adalah reproduksi diferensial, hanya individu-individu yang paling adaptif saja yang akan menghasilkan generasi turunan yang berdaya hidup tinggi Perlakuan percobaan oleh Johansen (1909) dengan suatu populasi kacang menunjukkkanpopulasi tidak akan berubah karena peristiwa seleksi alam Beberapa ahli genetika berpendapat, justru penyebabpenyebab mustasilah yang dipergunakan untuk menjelaskan peristiwa evolusi Kritik terhadap anggapan bahwa peristiwa seleksi alam merupakan sebab utama evolusi

Bila kira menelaah berbagai referensi lebih jauh, terlihat bahwa masih ada kritik-kritik lain. Semuanya menunjukkan bahwa nampaknya peristiwa seleksi alam, sesungguhnya tidaklah cukup sempurna untuk menjelaskan evolusioner dari seluruh ciri atau struktur ATAU peristiwa seleksi alam bukanlah sebab utama terjadinya evolusi organik. Suatu peristiwa seleksi baru dapat berlangsung, bila terlebih dahulu telah ada keanekaragaman (varian) antar individu. Atau dapat dikatakan bahwa, peristiwa seleksi alam hanyalah faktor yang mengukuhkan varian-varian yang sesuai, dan bukanlah sebagai faktor yang menjadi sebab timbulnya varian-varian yang sesuai.

Dalam hubungan dengan ini sebagian para ahli biologi berpendapat bahwa peristiwa seleksi alam hanyalah faktor pengarah dan faktor pembatas atas varianvarian yang telah ada. Oleh karena itu, terjadinya evolusi organik penyebabnya adalah varian.

Pandangan yang mengatakan peristiwa seleksi alam bukanlah merupakan sebab utama evolusi organik, tetapi hanya berperan sebagai faktor pengarah dan faktor pembatas, adalah hasil pengembangan dan penyempurnaan Teori Seleksi Darwin, yang dikenal dengan Neodarwinisme.

Theodosius

Dobzansky (ahli genetika

populasi) G. G. Simpson (paleontolog vertebrata) Ernst Mayr (ahli sistematika)

Peristiwa rekombinasi gen


Pada makhluk hidup yang berkembang biak secara kawin, rekombinasi gen adalah penyebab dari timbulnya variasi individu (ingat Hukum Mendel I dan Hukum Mendel II; dan peristiwa fertilisasi yang berlangsung acak

Peristiwa mutasi gen


Peristiwa mutasi gen yang disebabkan oleh berbagai macam faktor lingkungan

Efek

langsung dari mutasi membahayakan. Mutasi terjadi secara acak, karenanya mutasi hampir selalu merusak makhluk hidup yang mengalaminya. Logika mengatakan bahwa intervensi secara tak sengaja pada sebuah struktur sempurna dan kompleks tidak akan memperbaiki struktur tersebut, tetapi merusaknya. Dan memang, tidak pernah ditemukan satu pun mutasi yang bermanfaat.

Mutasi tidak menambahkan informasi baru pada DNA suatu organisme. Partikel-partikel penyusun informasi genetika terenggut dari tempatnya, rusak atau terbawa ke tempat lain. Mutasi tidak dapat memberi makhluk hidup organ atau sifat baru. Mutasi hanya mengakibatkan ketidaknormalan seperti kaki yang muncul di punggung, atau telinga yang tumbuh dari perut. Agar dapat diwariskan pada generasi selanjutnya, mutasi harus terjadi pada sel-sel reproduksi organisme tersebut. Perubahan acak yang terjadi pada sel biasa atau organ tubuh tidak dapat diwariskan kepada generasi selanjutnya. Sebagai contoh, mata manusia yang berubah akibat efek radiasi atau sebab lain, tidak akan diwariskan kepada generasigenerasi berikutnya.

Teori

neo-Darwinis telah ditumbangkan pula oleh catatan fosil. Tidak pernah ditemukan di belahan dunia mana pun bentuk-bentuk transisi yang diasumsikan teori neo-Darwinis sebagai bukti evolusi bertahap pada makhluk hidup dari spesies primitif ke spesies lebih maju.

Neodarwinisme adalah pandangan yang mengatakan peristiwa seleksi alam bukanlah merupakan sebab utama evolusi organik, tetapi hanya berperan sebagai faktor pengarah dan faktor pembatas, adalah hasil pengembangan dan penyempurnaan Teori Seleksi Darwin Teori evolusi Neo-Darwinisme mengatakan bahwa kehidupan berkembang atau berevolusi melalui dua mekanisme alamiah: seleksi alam dan mutasi. Pada dasarnya teori ini menekankan bahwa seleksi alam dan mutasi adalah dua mekanisme yang saling melengkapi

Terdapat

beberapa kritik untuk teori Evolusi Darwin, diantaranya dasar teori seleksi alam adalah reproduksi diferensial, hanya individu-individu yang paling adaptif saja yang akan menghasilkan generasi turunan yang berdaya hidup tinggi Bahwa peristiwa seleksi alam diartikan sebagai satu perjuangan atau perkelahian langsung antar individu. Pandangan bahwa seleksi alam sebagai sebab utama terjadinya evolusi mendapat kritikan atau sanggajan pula.

DAFTAR

PUSTAKA http://edukasi.kompasiana.com/2009/12/27 /perkembangan-teorievolusi/