Anda di halaman 1dari 10

TAHAPAN DALAM PENGGOLONGAN BAHAN GALIAN

Mineral Dressing atau Pengolahan Bahan Galian adalah istilah umum yang digunakan untuk proses pengolahan semua jenis bahan galian atau mineral yang berasal dari alam pada kulit bumi untuk dipisahkan menjadi produk-produk berupa satu macam atau lebih mineral berharga dan sisanya dianggap sebagai mineral kurang berharga, yang terdapat bersama-sama di alam. Dengan demikian istilah Mineral Dressing dapat juga meliputi : Mineral Dressing, yaitu proses pengolahan bahan galian anorganik secara mekanis tanpa merubah sifat-sifat kimia dan fisik, Fuel Technology, yaitu proses pengolahan bahan galian organic dimana dalam prosesnya mengalami perubahan seluruhnya atau sebagian dari sifat kimia dan fisik mineral-mineral tersebut, Extractive Metallurgy, merupakan pengolahan bahan galian aborganik, tetapi dalam prosesnya mineral-mineral tersebut mengalami perubahan seluruhnya fisik serta kimianya. Proses Pengolahan berlangsung secara mekanis tanpa merubah sifatsifat kimia dan fisik dari mineral-mineral tersebut atau hanya sebagian dari sifat fisik saja yang berubah. Hal ini dapat dilakukan dengan jalan :

Memperkecil ukuran bahan atau mineral-mineral tersebut, sehingga terjadi liberasi sempurna dari partikel-partikel yang tidak sejenis satu sama lain. Memisahkan partikel-partikel yang tidak sama komposisi kimianya atau berbeda sifat fisiknya. Secara umum Mineral Dressing adalah suatu proses pengolahan bahan galian/mineral hasil penambangan guna memisahkan mineral berharga dari mineral pengotornya yang kurang berharga, yang terdapatnya bersama-sama (gangue mineral). Dalam pengolahan bahan galian dilakukan dalam tiga tahapan utama yaitu Preparasi, Konsentrasi dan Dewatering. Seperti yang dapat terlihat pada bagan alir dibawah ini.

Gambar 1 Bagan Alir Tahapan Pengolahan Bahan Galian

Preparasi
Preparasi merupakan proses persiapan sebelum dilakukan proses

konsentrasi. Preparasi dilakukan melaui beberapa tahap, yaitu: a. Kominusi Kominusi merupakan proses mereduksi ukuran butir atau proses meliberasi bijih. Proses meliberasi bijih adalah proses melepaskan bijih tersebut dari ikatannya dengan menggunakan crusher dan grinding mill. Kominusi atau pengecilan ukuran merupakan tahap awal dalam proses PBG yang bertujuan untuk : Membebaskan / meliberasi (to liberate) mineral berharga dari material pengotornya. Menghasilkan ukuran dan bentuk partikel yang sesuai dengan kebutuhan pada proses berikutnya. Memperluas permukaan partikel agar dapat mempercepat kontak dengan zat lain, misalnya reagen flotasi. Disamping itu kominusi, baik peremukan maupun penggerusan, bisa terdiri dari beberapa tahap, yaitu : Tahap pertama / primer (primary stage),

b.

Tahap kedua / sekunder (secondary stage), Tahap ketiga / tersier (tertiary stage), Kadang-kadang ada tahap keempat / kwarter (quaternary stage). Peremukan / Pemecahan (Crushing) Peremukan adalah proses reduksi ukuran dari bahan galian / bijih yang

langsung dari tambang (ROM = Run Of Mine) dan berukuran besar-besar (diameter sekitar 100 cm) menjadi ukuran 20-25 cm bahkan bisa sampai ukuran 2,5 cm. Peralatan yang dipakai antara lain adalah : c. Jaw crusher Cone crusher Roll crusher Rotary breaker Hammer mill Gyratory crusher Impact crusher Penggerusan / Penghalusan (Grinding) Penggerusan merupakan proses lanjutan pengecilan ukuran dari yang sudah berukuran 2,5 cm menjadi ukuran yang lebih halus. Pada proses penggerusan dibutuhkan media penggerusan yang antara lain bola-bola baja atau keramik (steel or ceramic balls). Peralatan penggerusan yang dipergunakan adalah : Ball mill dengan media penggerus berupa bola-bola baja atau keramik. Rod mill dengan media penggerus berupa batang-batang baja. Semi autogenous mill (SAG) bila media penggerusnya sebagian adalah bahan galian atau bijihnya sendiri. Autogenous mill bila media penggerusnya adalah bahan galian atau bijihnya sendiri.

Pemisahan Berdasarkan Ukuran (Sizing)


Setelah bahan galian atau bijih diremuk dan digerus, maka akan

diperoleh bermacam-macam ukuran partikel. Oleh sebab itu harus dilakukan pemisahan berdasarkan ukuran partikel agar sesuai dengan ukuran yang dibutuhkan pada proses pengolahan yang berikutnya.

a.

Pengayakan / Penyaringan (Screening / Sieving) Prosedur pemisahan komponen komponen campuran dapat

dikelompokan menjadi dua golongan yaitu secara operasi difusional (diffusional operation) dan pemisahan mekanik (mechanical separation). Operasi diffusional adalah prosedur pemisahan berdasarkan atas perpindahan fase atau

perpindahan fase ke fase yang lain, sedang pemisahan mekanik adalah prosedur pemisahan yang meliputi partikel zat padat. Tujuan dilakukan screening adalah : Mempertinggi kapasitas unit operasi lainnya, Mencegah terjadinya over crushing atau over grinding, Memenuhi permintaan pasar, Menyempurnakan langkah dalam concentration process. Pengayakan atau penyaringan adalah proses pemisahan secara mekanik berdasarkan perbedaan ukuran partikel. Pengayakan (screening) dipakai dalam skala industri, sedangkan penyaringan (sieving) dipakai untuk skala laboratorium. Produk dari proses pengayakan/penyaringan ada 2 (dua), yaitu : Ukuran lebih besar daripada ukuran lubang-lubang ayakan (oversize) Ukuran yang lebih kecil daripada ukuran lubang-lubang ayakan (undersize). Saringan (sieve) yang sering dipakai di laboratorium adalah : Sieve shaker / rotap Wet and dry sieving Hand sieve Vibrating sieve series / Tyler vibrating sive Sedangkan ayakan (screen) yang berskala industri antara lain : Stationary grizzly Vibrating screen (single deck, double deck, triple deck, etc.) Shaking screen Rotary shifter Roll grizzly Sieve bend Revolving screen

b.

Klasifikasi (Classification) Klasifikasi merupakan pemisahan partikel berdasarkan kecepatan

pengendapannya dalam suatu media udara atau air. Klasifikasi dilakukan dalam suatu alat yang disebut classifier. Produk dari proses klasifikasi ada 2 (dua), antara lain produk yang berukuran kecil / halus (slimes) mengalir di bagian atas disebut overflow dan produk yang berukuran lebih besar / kasar (sand) mengendap di bagian bawah (dasar) disebut underflow. Proses pemisahan dalam classifier dapat terjadi dalam tiga cara (concept), yaitu : Partition concept Tapping concept Rein concept Hal ini dapat berlangsung apabila sejumlah partikel dengan bermacammacam ukuran jatuh bebas di dalam suatu media atau fluida (udara atau air), maka setiap partikel akan menerima gaya berat dan gaya gesek dari media. Pada saat kecepatan gerak partikel menjadi rendah (tenang/laminer), ukuran partikel yang besar-besar mengendap lebih dahulu, kemudian diikuti oleh ukuran-ukuran yang lebih kecil, sedang yang terhalus (antara lain slimes) akan tidak sempat mengendap. Peralatan yang umum dipakai dalam proses klasifikasi adalah : Scrubber Log washer Sloping tank classifier (rake, spiral & drag) Hydraulic bowl classifier Hydraulic clindrical tank classifier Hydraulic cone classifier Counter current classifier Pocket classifier Hydrocyclone Air separator Solid bowl centrifuge Elutriator Berdasarkan media pemisahnya, classifying terdiri atas: 1. Sizing Classifier Menggunakan Udara

Pada sizing classfier karena menggunakan udara maka classifier ini sering disebut dengan pneumatic classifier. Kebanyakan penggunaan classifier ini adalah untuk menghilangkan debu-debu dengan menggunakan hembusan udara yang dilengkapi dengan alat pengumpul debu/kotoran. Pemisahan partikel-partikel dalam alat ini dipengaruhi oleh: Distribusi ukuran, bentuk butir, berat jenis, kelembaban dari partikel itu, Sifat permukaan, besarnya gaya yang ditimbulkan dari alat yang digunakan. Classifier dengan media udara ini dibedakan menjadi dua bagian yaitu: Berdasarkan gravitasi, Berdasarkan inersia (movement) Kapasitas classifier dipengaruhi oleh: 2. Kemiringan alat, Kecepatan masuknya umpan, Dilution yaitu perbandingan antara air dengan solid, Kecepatan penggarukkan. Sorting Classifier Dengan Cairan Kental Kondisi pengendapannya (hindered setting) merupakan pengendapan yang mengalami hambatan meskipun dalam media yang kental. Mineral yang mempunyai berat jenis yang berat akan lebih dahulu mengendap jika dibandingkan dengan mineral yang mempunyai berat jenis ringan. 2. Sizing Classifier Dengan Menggunkan Cairan Encer Sizing classifier ini menggunakan kondisi free settling yaitu pengendapan dari material secara individu yang mengendap secara langsung tanpa hambatan dari material lain. Classifier dibagi menjai dua macam yaitu: settling cone dan mechanical classifier.

KONSENTRASI (CONCENTRATION)
Konsentrasi dalam hal ini bertujuan agar bahan galian yang kadarnya

rendah (marginal) dapat diolah lebih lanjut, yaitu diambil (di-ekstrak) logamnya, maka kadar bahan galian itu harus ditingkatkan dengan proses konsentrasi. Sifat-sifat fisik mineral yang dapat dimanfaatkan dalam proses konsentrasi adalah :

Perbedaan berat jenis atau kerapatan untuk proses konsentrasi gravitasi dan media berat.

Perbedaan sifat kemagnetan untuk proses konsentrasi magnetik. Perbedaan sifat permukaan partikel untuk proses flotasi. Perbedaan sifat kelistrikan untuk proses konsentrasi elektrostatik. Proses peningkatan kadar itu ada bermacam-macam, antara lain :

a.

Pemilahan (Sorting) Bila ukuran bongkahnya cukup besar, maka pemisahan dilakukan dengan

tangan (manual), artinya yang terlihat bukan mineral berharga dipisahkan untuk dibuang. b. Konsentrasi Gravitasi (Gravity Concentration) Konsentrasi gravitasi yaitu pemisahan mineral berdasarkan perbedaan berat jenis dalam suatu media fluida, jadi sebenarnya juga memanfaatkan perbedaan kecepatan pengendapan mineral-mineral yang ada. Ada 3 (tiga) cara pemisahan secara gravitasi bila dilihat dari segi gerakan fluidanya, yaitu : Fluida tenang, contoh dense medium separation (DMS) atau heavy medium separation (HMS). Aliran fluida horisontal, contoh sluice box, shaking table dan spiral concentration. Aliran fluida vertikal, contoh jengkek (jig). Bila jumlah partikel (mineral) di dalam fluida relatif sedikit, maka akan terjadi pengendapan bebas (free settling). Tetapi bila jumlah partikel banyak gerakannya akan terhambat sehingga terbentuk stratifikasi yang terdiri dari 3 (tiga) tahap sebagai berikut : Hindered settling classification ; klasifikasi pengendapannya terhalang. Differential acceleration pada awal pengendapan ; artinya partikel yang berat mengendap lebih dahulu. Consolidation trickling pada akhir pengendapan ; partikel-partikel kecil berusaha mengatur diri di antara partikel-partikel besar sesuai dengan berat jenisnya. c. Konsentrasi dengan Media Berat (Dense/Heavy Medium Separation) Konsentrasi dengan media berat merupakan pengkonsentrasian yang bertujuan untuk memisahkan mineral - mineral berharga yang lebih berat dari

pengotornya yang terdiri dari mineral-mineral ringan dengan menggunakan medium pemisah yang berat jenisnya lebih besar dari air (berat jenisnya > 1). Peralatan yang biasa dipakai adalah gravity dense/heavy medium separators yang berdasarkan bentuknya ada 2 (dua) macam, yaitu : Cone separator karena bentuknya seperti corongan. Drum separator karena bentuknya silindris. Produk dari proses konsentrasi ini adalah : d. Endapan (sink) yang terdiri dari mineral-mineral berharga yang berat Apungan (float) yang terdiri dari mineral-mineral pengotor yang ringan. Konsentrasi Elektrostatik (Electrostatic Concentration) Konsentrasi elektrostatik merupakan pengkonsentrasian dengan

memanfaatkan perbedaan sifat konduktor (mudah menghantarkan arus listrik) dan non-konduktor (nir konduktor) dari mineral. Kendala proses konsentrasi ini adalah : Hanya sesuai untuk proses konsentrasi dengan jumlah umpan yang tidak terlalu besar. Karena prosesnya harus kering, maka timbul masalah dengan debu yang berterbangan. e. Konsentrasi Magnetik (Magnetic Concentration) Adalah proses konsentrasi yang memanfaatkan perbedaan sifat

kemagnetan (magnetic susceptibility) yang dimiliki mineral. Sifat kemagnetan bahan galian ada 3 (tiga) macam, yaitu : Ferromagnetic, yaitu bahan galian (mineral) yang sangat kuat untuk ditarik oleh medan magnet. Misalnya magnetit (Fe3 O4). Paramagnetic, yaitu bahan galian yang dapat tertarik oleh medan magnet. Contohnya hematit (Fe2 O3), ilmenit (Se Ti O3) dan pyrhotit (Fe S). Diamagnetic, yaitu bahan galian yang tak tertarik oleh medan magnet. Misalnya : kwarsa (Si O2) dan feldspar [(Na, K, Al) Si3 O8]. f. Konsentrasi Secara Flotasi (Flotation Concentration) Merupakan proses konsentrasi berdasarkan sifat senang terhadap udara atau takut terhadap air (hydrophobic). Pada umumnya mineral-mineral oksida dan sulfida akan tenggelam bila dicelupkan ke dalam air, karena permukaan mineral-mineral itu bersifat suka akan air (hydrophilic). Tetapi beberapa mineral sulfida, antara lain kalkopirit (Cu Fe S2), galena (Pb S), dan

sfalerit (Zn S) mudah diubah sifat permukaannya dari suka air menjadi suka udara dengan menambahkan reagen yang terdiri dari senyawa hidrokarbon. Sejumlah reagen kimia yang sering digunakan dalam proses flotasi adalah : Pembuih (frother) yang berfungsi sebagai pen-stabil gelembunggelembung udara. Misalnya : methyl isobuthyl carbinol (MIBC), minyak pinus, dan terpentin. Kolektor / pengumpul (collector) yang bisa mengubah sifat permukaan mineral yang semula suka air menjadi suka udara. Contohnya : xanthate, thiocarbonilid, asam oleik, dll. Penekan / pencegah (depresant) yang berguna untuk mencegah agar mineral pengotor tidak ikut menempel pada udara dan ikut terapung. Misalnya : Zn SO4 untuk menekan Zn S. Pengatur keasaman (pH regulator) yang berfungsi untuk mengatur tingkat keasaman proses flotasi. Misalnya : HCl, HNO3, Ca (OH)3, NH4 OH, dll.

Dewatering
Merupakan proses pemisahan antara cairan dengan padatan. Proses ini

tidak dapat dilakukan sekaligus tetapi harus secara bertahap, yaitu dengan cara : a. Thickening yaitu proses pemisahan antara padatan dengan cairan yang mendasarkan atas kecepatan mengendap partikel atau mineral tersebut dalam suatu pulp. Alat yang digunakan adalah thickener, yang mana alat ini mencapai % solid sebesar 50% (solid factor = 1) b. Filtrasi adalah proses pemisahan antara padatan dengan cairan dengan cara menyaring (dengan filter) sehingga didapatkan solid factor sama dengan empat (persen solid = 80%). c. Drying adalah proses penghilangan air dari padatan dengan cara pemanasan sehingga padatan benar-benar bebas dari cairan (% solid = 100%).

DAFTAR PUSTAKA

http://tambangunhas.wordpress.com/tag/pengolahan-bahan-galian/ http://buana-poetra-mining.blogspot.com/2011/10/tahapan-pengolahan-bahangalian.html http://vvhavgod.blogspot.com/2011/02/pengolahan-bahan-galian.html http://herusantoso17.blogspot.com/2012/06/bahan-galian-industri.html