P. 1
Sejarah Dan an Kerajaan Islam Di Indonesia

Sejarah Dan an Kerajaan Islam Di Indonesia

|Views: 11|Likes:
Dipublikasikan oleh Ilham Fresca

More info:

Published by: Ilham Fresca on Mar 10, 2013
Hak Cipta:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

11/15/2013

pdf

text

original

Sejarah dan Perkembangan Kerajaan Islam Di Indonesia

Kerajaan Islam di Indonesia diperkirakan kejayaannya berlangsung antara abad ke-13 sampai dengan abad ke-16. Timbulnya kerajaan-kerajaan tersebut didorong oleh maraknya lalu lintas perdagangan laut dengan pedagang-pedagang Islam dari Arab, India, Persia, Tiongkok, dll. Kerajaan tersebut dapat dibagi menjadi berdasarkan wilayah pusat pemerintahannya, yaitu di Sumatera, Jawa, Maluku, dan Sulawesi. Kerajaan Islam di Sumatera Periode tahun tepatnya kerajaan-kerajaan Islam di Sumatera masih simpang siur dan memerlukan rujukan lebih lanjut. * Kesultanan Perlak (abad ke-9 - abad ke-13) * Kesultanan Samudera Pasai (abad ke-13 - abad ke-16) * Kesultanan Malaka (abad ke-14 - abad ke-17) * Kesultanan Aceh (abad ke-16 - 1903) Kerajaan Islam di Jawa * Kesultanan Demak (1500 - 1550) * Kesultanan Pajang (1568 - 1618) * Kesultanan Mataram (1586 - 1755) * Kesultanan Cirebon (sekitar abad ke-16) Kerajaan Islam di Maluku * Kesultanan Ternate (1257 - 1583) * Kesultanan Tidore (1110 - 1947?) * Kesultanan Jailolo * Kesultanan Bacan Kerajaan Islam di Sulawesi * Kesultanan Makasar (awal abad ke-16 - 1667?) * Kesultanan Buton (1332 - 1911)

Wilayah Aceh merupakan wilayah yang cerah untuk perdagangan Peranan Aceh: a. sebelum pernikahan Sultan Malikul Saleh dengan seorang putri pasai. pusat penyebaran pengetahuan dan agama Islam Raja-raja: Prameswara –> pendiri (paramisara) Megat Iskandar Syah –> Sultan I Sultan Mansyur Syah –> terbesar -Laksamana Hang Tuah berhasil menguasai seluruh gerak perdagangan dan pelayaran Selat Malaka dan Selat Karimata Sebab keruntuhan: Dikuasai Portugis[1511] Kerajaan Aceh Faktor pendorong perkembangan Aceh: a.Kerajaan Samudera Pasai Tadinya bernama Perlak. Sebab kemunduran: perkembangan kerajaan Malaka sehingga pusat pelayaran perdagangan beralih ke Malaka Kerajaan Malaka Peranan: a. Malikul Tahir[anak Malikul Saleh Pernah berusaha ditundukkan Majapahit tapi gagal. Sultan Malikul Saleh b. Pusat pelayaran dan perdagangan strategis krn terletak di tepi selat Malaka Raja-raja Samudera Pasai: a. pusat perdagangan dan pusat pelayaran b. Merupakan kerajaan Islam tertua di Indonesia b. pusat perdagangan b. letak yang strategis di selat Malaka b. Aceh merupakan penghasil lada c. Peranan Samudera pasai: a. pusat penyebaran agama Hindu .

Negara Agung c. Perebutan kekuasaan diantara Tengku dan Teuku c. Mancanegara . Kutanegara b. Politik dalam negeri: Sebab kemunduran Aceh: a. Makam Ratu Kalinyamat Ki Ageng Sela | Ki Penjawi + Ki Gede Pamanahan + Ki Juru Mertani Adipati Pati Sutawijaya [wil digabung] [anak angkat S. Peninggalan Islam: a. Makam Sunan Kalijaga d. Raja yang berkuasa: Sultan Hadi Wijaya (Joko Tingkir/ Mas Karebet). Pesisir d. Raden Patah[putra raja Majapahit Brawijaya][pendiri] 2. wilayah beralih ke Pajang.Raja Aceh a. Sultan Trenggono wafat. Tidak ada regenerasi pimpinan b. Sesudah Hadiwijaya mangkat kerajaan pindah ke Mataram Kerajaan Mataram Terletak di Jawa Tengah Selatan (Yogyakarta dan Selo) Terdiri atas 4 bagian: a. Banyak wilayah yang melepaskan diri Kerajaan Demak Terletak di Jateng Bagian Barat Raja-raja Demak: 1. Hadiwijaya(raja pajang]. Sultan Trenggono[masa kejayaan] Merupakan daerah tempat berkumpulnya para wali sehingga wilayah ini merupakan pusat agama Islam. Pati Unus 3. Sultan Iskandar Thani Karya sastra:Bustanu’ssalatin[kitab raja-raja] –> dikarang oleh: Nuruddin ar Raniri Politik luar negeri: bebas[mau berteman dgn siapa saja] asal tidak membahayakan kedaulatan Aceh. Mesjid Agung Demak b. Makam Panjang c. Sultan Iskandar Muda c. Sultan Ibrahim b.

kereta. b. Setelah mengusir mereka. Amangkurat III menguasai Surakarta b. S. bergelar Mangkunegara b. alun-alun. Pura Mangkunegara&Pura Pakualam c. Sutawijaya /Mas Ngabehi Loring Pasar/ Senopati Ing Ngalaga Khalifatullah Dayidin Panatagama. Kerawang. bergelar Sunan Paku Buana. Fatahillah mengusir Portugis dan Banten. Amangkurat III (memihak Belanda) Terjadi perselisihan Amangkurat III dengan P. binatang. Keraton Yogyakarta dan Surakarta b. Kesalahan strategi [tiba pada saat musim hujan] 2. Setelah mendirikan Cirebon.Mangkubumi. Sastra Gending-oleh Sultan Agung Cirebon dan Banten Pendiri Cirebon dan Banten: Fatahillah/ Faletehan/ Sunan Gunungjati. Pengkhianatan 5. Pemalang dibakar 4. Mas Jolang (lemah) (S. Surakarta dibagi2. yang satu lagi milik P. yang satu milik Pakualam Faktor penyebab kegagalan Sultan Agung: 1. Kalah persenjataan Peninggalan Kerajaan Mataram: a. Hamengkubuono. Lumbung padi di Magelang. Amangkurat (memihak Belanda) e. Penyakit sampar 3. Ia merebut ibukota kerajaan Hindu Pajajaran di Pakuan Masa kejayaan: Sultan Ageng Tirtayasa Komoditi barang utama: Lada. P.Yogyakarta dibagi2 yang satu milik S. Menyerang Jayakarta 3 kali tapi gagal semua. Peninggalan yang berupa benda pusaka: Senjata. Sambernyawa. Mas Rangsang[Sultan Agung Hanyakrasuma]->kuat. Mangkubumi menguasai Yogyakarta 1757 Perjanjian Salatiga: a. beringin. menentang Belanda. Hanyakrawati) c. Mangkunegara ke IV menulis Serat Centini f. manusia berkulit putih e. . yang satu milik Amangkurat. termasuk rempah-rempah. Fatahillah kembali ke Cirebon. kekuasaan diserahkan ke anaknya Sultan Hassanuddin Raja Banten yang kedua adalah Syeh Maulana Yusuf. d.Raja-raja Mataram: a. Mereka mengadakan perjanjian “Giyanti”: a. manusia bajang. manusia pendek. Peninggalan yang berupa sastra: Serat Wulung Reh[karya Ranggawarsita] d. Amangkurat II (memihak Belanda) f.

Ageng Tirtayasa dgn S. Raja Ternate yg pertama memeluk Islam: Zainal Abidin Maluku akhirnya terbagi menjadi 2 wilayah pengaruh: a. S. Sopeng. Pada masa Hassanuddin wilayah: Lampung. Kanoman. 1/3 wilayah milik Belanda Ada 3 keraton Cirebon: Keraton Kasepuhan. Tidore. VOC monopoli lada di Banten 2. Gowa-Tallo menang Bandar utama: Somba Opu Raja Gowa: Daeng Manrabbia[Sultan Alaudin]-raja pertama yang Islam. Selama Perang Makassar. gelarnya Sultan Suryanullah Pusat kerajaan: Kota Banjarmasin. karena S. Cirebon d.Keistimewaan Banten: a. Kacirebonan Kerajaan Banjarmasin Didirikan Pangeran Samudera. Ia menandatangani Perjanjian Banten. Bengkulu. Kerajaan Gowa-Tallo Kerajaan Sulawesi Selatan: Gowa-Tallo. Ternate. Terjadi pertentangan antara S. Ageng menentang Belanda. Uli Lima : di bawah Kerajaan Ternate b. di tepi Selat Sunda b. sedangkan S. Palembang e. Letak strategis. Haji berhasil dibujuk oleh VOC. hingga hubungan perdagangan antara Maluku dan pedagang Jatim ramai. hingga hubungan Banjarmasin-Mataram kuat karena ada unsur menentang Belanda. 4 kerajaan: Jailolo[halmahera]. haji menjadi raja. Uli Siwa : di bawah Kerajaan Tidore . Ia menyebarkan Islam di seluruh wilyahnya Masa kejayaan: Sultan Hassanuddin Kerajaan Ternate dan Tidore Maluku Utara. Bone Ada persaingan antara Gowa dengan Bone Kerajaan Bone membentuk aliansi Tellumpocco dengan Wajo dan Sopeng. Perjanjian Banten: 1. Wilayahnya: Sunda Kelapa. c. Haji. pedagang Melayu mengungsi ke Banjarmasin. Banten. Termasuk basis Islam yang kuat. Bacan Agama Islam disebarkan Sunan Giri dari Gresik Banyak kaum muslimin yang berguru pada Sunan Giri di Gresik. Wajo.

You're Reading a Free Preview

Mengunduh
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->