Anda di halaman 1dari 7

1

GAMBARAN KARIES GIGI SISWA KELAS I SAMPAI KELAS III BERDASARKAN PENGETAHUAN KESEHATAN GIGI DAN MULUT ORANG TUA DI SD JAYASARI KECAMATAN TANJUNG SARI Felisha Febriane Balafif, Dian Lesmana, Revini Nuita. Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Padjadjaran The description of Class I Class III students dental caries beyond believes of parent knowledge at dental health in Jayasari Elementry School, Tanjung Sari Subdistrict ABSTRAK Karies gigi merupakan penyakit jaringan gigi yang mengalami kalsifikasi yang ditandai oleh demineralisasi dari bagian inorganik dan destruksi dari substansi organik gigi. Karies ini juga ditandai dengan kerusakan jaringan gigi di mulai dari permukaan gigi, pit, fissure, daerah interproksimal meluas ke pulpa. Banyak faktor yang dapat menyebabkan munculnya dental karies. Salah satunya adalah faktor langsung yaitu mikrorganisme, host, substrat, dan waktu. Disamping faktor langsung, ada faktor tidak langsung yang merupakan faktor predisposisi dan faktor penghambat terjadinya karies. Orang tua merupakan faktor predisposisi yang terdekat dalam lingkungan kehidupan anak. Oleh sebab itu kami melakukan penelitian ini untuk mengetahui gambaran mengenai karies gigi anak berdasarkan pengetahuan kesehatan gigi dan mulut orang tuanya. Penelitian ini dilakukan pada siswa SD Jayasari kelas 1 sampai kelas 3 Kecamatan Tanjung Sari pada tanggal 4 Februari 2010. Metode penelitian yang kami lakukan dengan metode pendekatan deskiptrif. Pengambilan data menggunakan kuesioner dan odontogram untuk melihat status kesehatan gigi Hasil pemeriksaan menunjukkan bahwa siswa kelas I sampai kelas III dengan orang tua yang mengetahui cara merawat kesehatan gigi dan mulut memiliki karies yang lebih rendah dibandingkan dengan orang tua yang tidak mengetahui cara merawat kesehatan gigi dan mulut. Pengetahuan dan perilaku orang tua dalam merawat gigi merupakan hal yang sangat sederhana namun akan sangat berpengaruh terhadap kehidupan anak dari sekarang hingga dewasa. Maka dari itu, peran pengetahuan orang tua tentang merawat gigi yang benar sangat penting pada kesehatan gigi anak. Kata kunci: Pengetahuan Orang tua dan Karies

ABSTRACT Dental caries is tooth disease which undergoes calsification and involves demineralization of the inorganic component and also destruction of susceptible tooth surface. This dental caries also result the destruction of tissue of teeth starting from enamel surface, pit, fissure and interproximal surface to pulpa cavity. There various factors can lead the dental caries. The three primary factor responsible for producing caries are cariogenic mircoorganism, cariogenic

substrate , susceptible host and time. Besides the primary factor there is predispotition factors that capble of producing caries or blocking the procees of caries. Parent factor is the closest predispotition factor in enviroment of children life. Because of these reason we will doing some research to dig up about description of children dental caries beyond believes of parent knowledge at dental health. We were use descriptif metode for this research. We were collecting the data of this research by using questioner and odontogram to saw the status of dental health. This research showing that students strating from class first to class third compare with data from parent whose are not knowing how to take care the teeth health. The knowledge and parents behaviour are not so courius thing but these can make big influence to thier children, by that means parents knowledge playing important things compare to children oral cavity healthy. Key word: Parents knowledge and Caries.

PENDAHULUAN Kesehatan gigi dan mulut merupakan salah satu masalah kesehatan yang penting untuk ditanggulangi di Indonesia. Kebersihan gigi dan mulut adalah salah satu faktor yang berperan penting terhadap status kesehatan gigi dan mulut. Oleh karena itu pemeliharaannya harus dilakukan oleh semua orang. Namun, kebersihan gigi dan mulut merupakan hal yang paling sering terabaikan. Hal ini dipengaruhi oleh kurangnya pengetahuan dan sikap masyarakat terhadap kesehatan gigi dan mulut. Masalah kesehatan gigi dan mulut merupakan hal yang tidak dapat diabaikan karena merupakan bagian integral dari kesehatan secara keseluruhan sehingga perlu dibudayakan di seluruh lapisan masyarakat.(1) Status kesehatan gigi dan mulut seseorang dipengaruhi oleh empat faktor yaitu lingkungan yang mempunyai andil yang paling besar, perilaku, pelayanan kesehatan dan keturunan.(2) Sedangkan perilaku kesehatan gigi seseorang dipengaruhi oleh faktor yang ada di dalam diri individu dan di luar individu. Faktor yang ada di dalam individu meliputi antara lain: umur, tingkat pendidikan, pengetahuan dan sikap. Sedangkan faktor yang berasal dari luar adalah status ekonomi keluarga, pekerjaan, fasilitas kesehatan gigi, pendidikan kesehatan gigi yang pernah diterima dan keluarga.(3) Sikap, niat dan perilaku seseorang sangat ditentukan oleh besarnya pengetahuan yang mampu diserap melalui pendidikan formal maupun non formal.(4) Hal ini berarti semakin tinggi pendidikan seseorang maka semakin banyak pengatahuan yang diperolehnya. Perilaku seseorang khususnya kesehatan gigi dapat timbul didasarkan atas kebiasaan perilaku sehat. Perilaku sehat merupakan cerminan bagi kehidupan manusia yang terbentuk atas dasar kebiasaan. Kebiasaan ini terbentuk mulai dari masa kanak-kanak dibawah pengaruh sikap dan perilaku orang tua.(5) Setiap orang mempunyai kewajiban untuk menjaga kesehatan giginya Suatu kegiatan atau perilaku manusia dalam hal menjaga kesehatan adalah menyikat gigi. Banyak faktor yang mempengaruhi suatu perilaku, antara lain: pengetahuan, kecerdasan, persepsi, emosi, motivasi, lingkungan, sosial ekonomi dan lain sebagainya.

Orang tua memegang peranan penting dalam pertumbuhan serta dalam menjaga kesehatan anak-anaknya. Perannya sebagai pendidik bagi anaknya yaitu dengan cara mengajarkan hal-hal yang diketahui dan dianggap baik untuk menjadi bekal bagi anak tersebut dalam menjalani kehidupannya. Demikian pula dalam hal kesehatan gigi dan mulut sangat diperlukan peran serta orang tua untuk menjaga dan memelihara kesehatan gigi dan mulut anaknya. Seperti contohnya dalam mendidik dan mengingatkan anak-anaknya untuk menyikat gigi sehabis makan maupun sebelum tidur. Meningkatnya kesadaran orang tua untuk merawat gigi dan mulut sangat diharapkan sehingga kesehatan gigi dan mulut anaknya akan tetap terjaga. Oleh karena itu, seorang ibu yang tidak memiliki pengetahuan tentang kesehatan gigi kemungkinan besar akan kurang memperhatikan kesehatan gigi dirinya maupun anaknya. Pendidikan mempunyai peranan yang paling penting dalam menentukan kualitas hidup manusia. Pendidikan dianggap sebagai tonggak utama seorang manusia dalam menentukan setiap perilaku yang akan dilakukannya di dalam kehidupan. Manusia dianggap akan memperoleh pengetahuan yang dapat membangun keberadaan hidupnya dengan baik melalui pendidikan.(6) Meningkatnya pendidikan orang tua akan mengubah perilaku orang tua tersebut terhadap anaknya. Perilaku yang dimaksud dalam hal ini mengenai menjaga kesehatan gigi dan mulut anaknya. Banyak cara yang dapat dilakukan dalam mengontrol dan merawat kesehatan gigi anak, salah satu caranya adalah dengan menyikat gigi. Melalui tindakan ini diharapkan orang tua dapat merawat dan mengontrol kesehatan gigi anak-anaknya sehingga derajat kesehatan gigi meningkat. Sekolah Dasar Jayasari merupakan salah satu sekolah dasar yang terletak di Kecamatan Tanjung Sari Kabupaten Sumedang. Sekolah dasar ini terletak dekat dengan wilayah Universitas Padjadjaran khususnya Fakultas Kedokteran Gigi namun di sekolah ini belum pernah mendapat penyuluhan kesehatan gigi dan mulut. Tingkat pendidikan penduduk di sekitar SD Jayasari bervariasi yaitu SD, SMP, SMA dan D3. Namun sebagian besar pendidikan penduduknya adalah SMP dan SMA. Berdasarkan latar belakang tersebut penulis ingin mengetahui gambaran mengenai karies gigi siswa kelas I sampai kelas III berdasarkan pengetahuan kesehatan gigi dan mulut orang tua.

TUJUAN PENELITIAN Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendapatkan gambaran mengenai karies gigi siswa kelas I sampai kelas III berdasarkan pengetahuan kesehatan gigi dan mulut orang tua di SD Jayasari Kecamatan Tanjung Sari.

METODE PENELITIAN Penelitian yang menggunakan metode penelitian secara pendekatan deskripsi ini dilakukan kepada siswa kelas 1 sampai kelas 3 SD Jayasari Kecamatan Tanjung Sari pada tanggal 4 Februari 2010. Jumlah sampel yang

diperoleh dari siswa dan orang tua kelas I sebanyak 20 orang, kelas II sebanyak 27 orang, dan kelas III sebanyak 31 orang. Pengambilan data menggunakan kuesioner dan odontogram untuk melihat status kesehatan gigi. Data tersebut dicatat dan diklasifikasikan berdasarkan variabel penelitian, kemudian dihitung frekuensi dan persentasenya, dan disajikan dalam bentuk tabel atau grafik. Variabel dalam penelitian ini adalah pengetahuan dasar orang tua dan jumlah karies pada anak-anak.

HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN Hasil pengumpulan data tentang kesehatan gigi siswa kelas I sampai kelas III SD Jayasari Kecamatan Tanjung Sari dilihat dari jumlah kariesnya bulan Februari 2010. Kesehatan gigi siswa diajarkan oleh lingkungan terdekatnya yaitu orang tua yang memberikan pendidikan terbesar kepada anak tentang cara merawat kesehatan gigi. Orang tua membutuhkan pengetahuan yang cukup tentang cara merawat kesehatan gigi seperti, cara menyikat gigi yang benar, frekuensi dan waktu menyikat gigi yang baik dan benar. Pengetahuan orang tua dipengaruhi oleh tingkat pendidikan. Sebagian besar pendidikan orang tua adalah SMP dan SMA. Pada tabel 1, orang tua siswa kelas I pendidikan yang paling banyak yaitu SMP, orang tua siswa kelas II sebagian besar pendidikannya SMA, dan untuk orang tua siswa kelas III pendidikan terbanyak adalah SMP. Masih rendahnya tingkat pendidikan orang tua memengaruhi pengetahuan orang tua tentang cara merawat kesehatan gigi. Tabel 1 Tingkat pendidikan orang tua Pendidikan Orang Tua SD SMP SMA D1/D2/D3 S1 Tidak ada Orang Tua Siswa Kelas I Kelas II 15% 22,22% 45% 11,11% 35% 55,56% 5% 7,41% 3,7% Kelas III 25,8% 35,48% 29,03% 3,23% 3,23% 3,23%

Tabel 2. Pengetahuan orang tua tentang frekuensi menyikat gigi yang baik Orang Tua Pengetahuan Orang Tua tentang Frekuensi Menyikat Gigi yang Baik 2-3 x / hari Lebih dari 3x/hari 1x / hari 80% 74,07% 67,74% 15% 25,93% 32,26% 5% -

Kelas I Kelas II Kelas III

Tabel 3. Pengetahuan orang tua tentang waktu menyikat gigi yang baik Orang Tua Pengetahuan Orang Tua yang Baik Sesudah sarapan & sebelum tidur 10% 25,93% 16,13% Waktu Menyikat Gigi Lainnya 90% 74,07% 83,87%

Kelas I Kelas II Kelas III

Data tabel 2 menyatakan bahwa sebagian besar orang tua mengetahui frekuensi menyikat gigi yang baik yaitu 2-3 kali per hari. Orang tua siswa kelas I sebesar 80%, orang tua siswa kelas II 74,07%, dan orang tua siswa kelas III 67,74%. Namun, data tabel 3 menunjukkan orang tua tidak mengetahui kapan waktu yang tepat menyikat gigi. Hanya beberapa orang tua siswa yang mengetahui waktu menyikat gigi yang baik yaitu, sesudah sarapan dan sebelum tidur. Orang tua yang mengetahui waktu yang tepat menyikat gigi yaitu orang tua siswa kelas I sebanyak 10%, orang tua siswa kelas II sebanyak 25,93%,dan orang tua siswa kelas III sebanyak 16,13%. Sebagian besar orang tua tidak mengetahui waktu menyikat gigi yang benar, orang tua siswa kelas 1 sebesar 90%, orang tua siswa kelas II sebesar 74,07%, orang tua siswa kelas III sebesar 83,87%. Pengetahuan orang tua dapat memengaruhi proses mendidik anak tentang cara merawat kesehatan gigi seperti, frekuensi dan waktu menyikat gigi yang benar. Proses pendidikan kepada anak tentang cara merawat gigi yang benar akan memengaruhi perilaku anak dalam merawat gigi dan perilaku anak dalam merawat gigi akan memengaruhi tingkat karies pada gigi anak tersebut. Tabel 4. Kebiasaan orang tua dalam menyikat gigi Orang Tua Kebiasaan Orang Tua Menyikat Gigi Sesudah Sarapan & Sebelum Tidur Lainnya Kelas I Kelas II Kelas III 5% 25,93% 16,13% 95% 74,07% 83,87%

Data tabel 4 menyatakan bahwa sebagian besar orang tua siswa menyikat gigi pada waktu yang tidak tepat sehingga ini akan memengaruhi kedisiplinan dan perilaku anak dalam menyikat gigi yang benar karena anak pada umumnya akan mengikuti kebiasaan orang tua dan akan meniru sesuai dengan yang dicontohkan orang tua.

Tabel 5. Rata-rata tingkat karies siswa Rata- Rata Jumlah Karies Siswa Kelas I Siswa Kelas II Siswa Kelas III Pengetahuan Orang Tua tentang Cara Merawat Gigi Tahu 6,46 6,09 3,94 Tidak Tahu 8,4 7,56 5

1. Grafik tingkat karies siswa

9 8 7 6 5 4 3 2 1 0 Tahu Tidak Tahu Kelas 1 Kelas 2 Kelas 3

Data tabel 5 menunjukkan perbedaan antara orang tua yang mengetahui dan orang tua yang tidak mengetahui tentang cara merawat kesehatan gigi. Rata-rata jumlah karies pada siswa kelas I yang orang tuanya mengetahui cara merawat kesehatan gigi sebsesar 6,92. Sedangkan rata-rata jumlah karies pada siswa kelas I yang orang tuanya tidak mengetahui cara merawat kesehatan gigi mempunyai nilai lebih tinggi jumlah kariesnya yaitu sebesar 8,4. Siswa kelas II SD Jayasari yang orang tuanya mengetahui cara merawat kesehatan gigi, rata-rata jumlah kariesnya sebesar 6,09. Siswa kelas II SD Jayasari yang orang tuanya tidak mengetahui cara merawat kesehatan gigi mempunya ratarata nilai yang lebih besar yaitu 7,56. Rata-rata jumlah karies pada siswa kelas III SD Jayasari yang orang tuanya mengetahui cara menjaga kesehatan gigi sebesar 3,94, sedangkan rata-rata jumlah karies pada siswa kelas III yang orang tuanya tidak mengetahui cara menjaga kesehatan gigi sebesar 5. Pengetahuan orang tua dalam merawat kesehatan gigi seperti cara menyikat gigi yang benar, frekuensi dan waktu menyikat gigi yang benar, serta kebiasaan orang tua menyikat gigi akan berpengaruh pada kebiasaan dan kedisiplinan anak dalam menyikat gigi. Menyikat gigi merupakan salah satu cara

untuk mencegah timbulnya kerusakan gigi, contohnya karies. Pada tabel 5, siswa dengan orang tua yang mengetahui cara merawat kesehatan gigi memiliki karies gigi yang lebih rendah dibandingkan dengan siswa yang orang tuanya tidak mengetahui cara merawat kesehatan gigi.

KESIMPULAN

Siswa Kelas I sampai Kelas III dengan orang tua yang mengetahui cara merawat kesehatan gigi dan mulut memiliki karies yang lebih rendah dibandingkan dengan orang tua yang tidak mengetahui cara merawat kesehatan gigi dan mulut. Hal ini disebabkan karena pengetahuan orang tua yang sangat minim mengenai cara merawat gigi. Orang tua merupakan lingkungan terdekat dalam kehidupan anak karena orang tua berperan sebagai pemberi stimulus yang akan memengaruhi dan ditiru oleh anak hingga masa yang akan datang. Pengetahuan dan perilaku orang tua dalam merawat gigi merupakan hal yang sangat sederhana namun akan sangat berpengaruh terhadap kehidupan anak dari sekarang hingga dewasa dan diharapkan orang tua tetap memerhatikan perkembangan kesehatan gigi anak hingga hal-hal yang terkecil sekalipun.

DAFTAR PUSTAKA (1) Lelyati, S. 1996. Kalkulus Hubungannya dengan Penyakit Periodontal dan Penangananya. Cermin Dunia Kedokteran. (2) Blum, M. D. H. L. 1981. Planning For Health. 2nd. New York, London: Human Science Press. (3) Budiaharto. 1998. Kontribusi Umur, Pendidikan, Jumlah Anak, Status Ekonomi Keluarga, Pemanfaatan Fasilitas Kesehatan Gigi dan Pendidikan Kesehatan Gigi terhadap Perilaku Ibu. Jurnal Kedokteran Gigi Universitas Indonesia, 5 (2): 99-108. (4) Sumiati, Elly. 1999. Pengaruh Pendapatan dan Tingkat Pendidikan Orang Tua Terhadap Tingkat Pendidikan Anak di Kelurahan Polehan Kecamatan Blimbing Daerah Tingkat II Malang. http:// www.digilib.warner.ac.id (diakses tanggal 3 Februari 2006). (5) Zein, Y. A dan Eko Suryani. 2005. Psikologi Ibu dan Anak. Jakarta.
(6) Tobing, Elwin. 1994. Pendidikan dan Pertumbuhan Ekonomi. http:// www.

theindonesianinstitue.org/janeducifile.htm (diakses 3 Februari 2006).