Anda di halaman 1dari 33

Gambar sensor pemancar dilihat dari atas

Gambar sensor pemancar dilihat dari bawah

Komponen Rangkaian Pemancar R1.220k C1...1 Kpf C2100 Kpf IC..MC-1455 D1,2,3,4Infra Red

Gambar Sensor Penerima Dilihat dari atas

Gambar Sensor Penerima dilihat daribawa

Komponen Rangkaian Penerima R1..220k R2....470k R3...33k R4, 7.180k R5, 11..47k R6.22k R8...470 ohm R9, 10.1k R12 .4.7k R13.1 K

C14,7Kpf C2.10Kpf C3...33Kpf C4..10 uf C5, 6.100 uf Tr1, 2, 3, 4...C828 Tr5..C1815 D1...LED D2, 3, 4, 5, 6..1N4148 D7.Zd 5.1 V Relay..6 V / 12 V Sensor .. TV/Vcd Ini adalah gambar yg sudah jadi

yang saya penggang di tangan adalah bagian dari penerima dilihat dari depan dan dari belakang.

gambar dibawah ini adalah rangkaian penerima dan tempatnya.

ini adalah gambar dari rangkaian pemancar infra red yg sudah jadi

dan yg terakhir ini adalah gambar rangkaian yg sudah siap di pasang. banyak ya !! maklum dapat orderan buat pasang di rumah wallet.

Gambar rangkaian sensor cahaya

Pada rangkaian sensor cahaya ini menggunakan relay untuk pensaklaran tegangan jalajala PLN 220 volt. Beban yang ingin dikendalikan tidak hanya sebatas lampu saja tetapi bisa digunakan beban lain sesuai kebutuhannya. Yang pasti dengan cara pensaklaran relay diatas beban yang dikeandalikan adalah beban dengan tegangan supply 220 V. Rangkaian diatas merupakan rangkaian sensor cahaya yang sederhana dan sering ditemui, karena memang menurut saya rangkaian sensor cahaya bisa berkerja dengan penggunaan kompenen yang relatif sedikit dan rangkaian yang sederhana. Rangkaian sensor diatas menggunakan LDR sebagai alat perasa perubahan intensitas cahaya. LDR (Light Dependent Resistor) adalah komponen elektronika yang pada dasarnya mempunyai sifat yang sama dengan resistor, hanya saja nilai resistansi dari LDR berubah-ubah sesuai dengan tingkat intensitas cahaya yang diterimanya. Rangkaian diatas bisa digunakan untuk pengaktifan lampu taman. Pada saat hari mulai malam maka lampu tersebut akan menyala otomatis layaknya lampu taman. Pengaturan kepekaan dari sensor digunakan potensio VR1 100 K. Adapun komponen yang diperlukan sbb :

1. LDR 2. Q1 : Transistor BC107 atau BC 547 3. VR1 : Potensio 100 Kohm 4. RL1 : Relay 9 Volt 5. R1 : 1K 6. R2 : 47 Kohm 7. BL1 : Lampu taman Prinsip kerja dari rangkaian sensor cahaya diatas sebenarya sangat sederhana. Pembagian tegangan antara VR1 dan LDR merupakan inti dari rangkaian sensor cahaya diatas. Kenaikan tegangan pada VR1 akan mengurangi tegangan yang jatuh pada LDR, begitupun sebaliknya kenaikan tegangan pada LDR akan mengurangi tegangan jatuh pada VR1. Pembagian tegangan sesuai dengan rumus pembagi tegangan yang berlaku pada rangkaian seri, tegangan supply 9 volt sama dengan jumlah tegangan pada R1, VR1 dan LDR. VR1 digunakan untuk memposisikan tegangan pada LDR supaya berada pada titik kritis dan tidak sampai membuat transistor Q1 menjadi aktif. Sehingga pada saat kedaan cahaya semakin gelap tegangan pada LDR akan membuat transistor Q1 menjadi aktif. Hal ini dikarenakan nilai resistansi LDR akan naik apabila intensitas cahaya semakin gelap. Jika kita ingin membuat rangkaian sensor yang aktif pada saat cahaya semakin terang maka kita tinggal menukar posisi antara LDR dengan potensio VR1. Untuk prinsip kerjanya pada dasarnya sama dengan rangkaian sensor cahaya aktif gelap diatas. Kesemua rangkaian memanfaatkan hukum pembagi tegangan atau pengaturan arus ke basis transistor yang digunakan sebagai saklar. Sebagai catatan anda bahwa sensor cahaya yang menggunakan LDR sebagai komponen peng-indra atau perasa mempunyai respon yang relatif lambat. Sehingga jika anda ingin membangun rangkaian yang mempunyai respon yang cepat seperti untuk penghitungan pada rangkaian counter maka LDR tidak cocok untuk digunakan. Mungkin anda bisa memanfaatkan sensor infra merah atau komponen sensor yang lain. Cahaya infra merah bisa anda dapatkan dengan membuat rangkaian pemancar infra merah yang terdiri dari led infra merah yang berfungsi sebagai pengahasil cahaya infra merahnya.

http://muniri.com/info/rangkaian+lampu+otomatis+digital

Komponen yang diperlukan: 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. Tegangan 12 VDC Variabel resistor (VR1) 10 k LDR (R1) tipe ORP12 Resistor (R2) 22 k Transistor NPN (Q1) tipe BC548 Relay (RL1) 12 VDC SPDT kontak maksimum 250 VAC 5 A Dioda (D1) IN4002 Lampu jalan atau mercury lamp 220 VAC 125 W

Relay berfungsi sebagai saklar yang menyambungkan dan memutuskan aliran listrik dari sebuah rangkaian daya yang terpisah, menggunakan kontak-kontaknya yang normal terbuka. Ketika arus mengalir melewati kumparan relay, kontak-kontak relay yang normal terbuka akan menutup. Cara Kerja:

Dalam keadaan terang, nilai tahanan LDR sangat rendah. VR1 diatur agar tegangannya mendekati nol. Q1 tidak akan aktif, relay tidak bekerja, dan lampu tidak akan menyala. Dalam keadaan gelap, nilai tahanan LDR sangat tinggi, akibatnya tegangan pada wiper VR1 mengalami kenaikkan dan Q1 menjadi aktif. Arus mengalir melewati Q1 dan kumparan relay. Relay bekerja dan lampu akan menyala.

Keterangan: D1 berfungsi sebagai sebuah dioda pelindung. Rangkaian otomatis lampu jalan akan tetap menyala hingga keadaan kembali terang.
Power supply 5 VDC 1 A stabil banyak digunakan untuk kebutuhan peralatan elektronik sekarang ini, seperti timbangan digital, kalkulator, MP3 player, FM radio, mainan anak-anak, sampai alat pengecas hape (phone charger). Gambar atau skema rangkaian Power supply 5 VDC 1 A stabil, seperti terlihat dibawah ini

Komponen yang dibutuhkan: 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. C1 = Elco 2200 uF/16 V C2 = Elco 100 uF/16 V C3 = Elco 1000 uF/16 V D1, D2 = Dioda 1N 4002 D3 = Dioda zener 5 V R1 = Resistor 2K2 Q1 = Transistor BD139 T1 = Trafo stepdown 220 V/12 V 1 A CT

Gambar rangkaian timer 10menit

Kontrol Traffic Light Menggunakan 8051/AT89C2051


Mikrokontroler memiliki fungsi yang sangat luas sekali, kali ini saya akan menggunakan mikrokontroler sebagai pengontrol dari lampu lalu lintas atau traffic light, Dengan memanfaatkan 2 port dari AT89C2051 kita sudah bisa mengontrol traffic light dengan 4 simpangan/perempatan. Dibawah ini adalah skema dari rangkaian tersebut:

Untuk melihat ukurannya silahkan klik pada gambar Rangkaian membutuhkan tegangan 5V yang telah diregulasi, pada proyek ini lampu yang digunakan adalah lampu led. jika anda ingin menggunakan lampu 220V atau yang lebih tinggi tegangannya anda memerlukan Relay Board sebagai penghubung mikrokontroler dengan lampu. Untuk Relay Board saya akan terbitkan di lain posting. Source Kode Rangkaian :

NR EQU P3.5 NY EQU P3.4 NG EQU P3.3 SR EQU P1.2 SY EQU P1.3 SG EQU P1.4 ER EQU P1.5 EY EQU P1.6 EG EQU P1.7 WR EQU P3.7 WY EQU P1.0 WG EQU P1.1 CSEG AT 0 ; RESET VECTOR ;---------==========----------==========---------=========--------; PROCESSOR INTERRUPT AND RESET VECTORS ;---------==========----------==========---------=========--------ORG 00H ; Reset JMP MAIN ;---------==========----------==========---------=========--------MAIN: MOV SP,#40H MOV P1,#0FFH MOV P3,#0FFH TOP: CLR NR CLR SR CLR ER CLR WY SETB WG CALL Y_DELAY SETB NR CLR NY CLR WR SETB WY CALL Y_DELAY SETB NY CLR NG

CALL DELAY CLR NY SETB NG CALL Y_DELAY CLR NR SETB NY SETB SR CLR SY CALL Y_DELAY SETB SY CLR SG CALL DELAY CLR SY SETB SG CALL Y_DELAY CLR SR SETB SY SETB ER CLR EY CALL Y_DELAY SETB EY CLR EG CALL DELAY CLR EY SETB EG CALL Y_DELAY CLR ER SETB EY SETB WR CLR WY CALL Y_DELAY SETB WY CLR WG CALL DELAY AJMP TOP

;**********************************************************

DELAY: MOV R3,#3FH REPA3: MOV R1,#0FFH REPA2: MOV R2,#0FFH REPA1: NOP DJNZ R2,REPA1 DJNZ R1,REPA2 DJNZ R3,REPA3 RET ; ---------==========----------==========---------=========--------Y_DELAY: MOV R3,#1AH RQPA3: MOV R1,#0FFH RQPA2: MOV R2,#0FFH RQPA1: NOP DJNZ R2,RQPA1 DJNZ R1,RQPA2 DJNZ R3,RQPA3 RET ;********************************************************** END

Rangkaian Lampu lalu lintas mini

PENDAHULUAN Adapun Tujuan pembelajaran dari pemahaman mengenai lampu lalu lintas beserta prinsip kerja yang berlaku pada sebuah pengaman lalu lintas yang sering kita lihat. Banyak hal yang dapat kita pelajari dari materi yang akan dibahas mengenai prinsip kerja dari lampu lalulintas. Kita mengetahui padatnya lalu lintas terutama dijalan raya, itu sebabnya rangkaian lampu lalulintas sangat dibutuhkan sebagai pengatur kendaraan dijalan, agar tidak terjadi kecelakaan lalulintas. lampu lalulintas bukan hanya mengatur kendaraan tetapi juga membantu pejalan kaki untuk meyeberangi jalan,itu sebabnya didekat tiang lampu lalulintas disediakan zebra cross. Semoga dengan pemodelan rangkaian yang saya buat ini dapat bermanfaat bagi semua kalangan. Pemahaman Dari bentuk pengerjaan dalam rangkaian elektronika sebuah lampu lalulintas dalam bentuk project dapat kita buat secara sederhana dan mudah untuk dipahami. Telah kita ketahui bahwa lampu lalulintas sering kita lihat namun prinsip kerjanya belum kita ketahui secara mendalam .diharapkan dari hasil pengerjaan rangkai ini kita mampu mengaplikasikannya dalam kehidupan kita sehari-hari.demikianlah prinsip kerja ini dapat dimengerti. Alat dan bahan Untuk mengerjakan rangkaian berikut diperlukan alat dan bahan yang sesuai dengan komponen yang akan dikerjakan. Diharapkan dalam pengerjaannya para perakit terlebih dahulu memperhatikan keselamatan kerja dalam membuatnya. Alat : - Multimeter - Timah - Tool set - Penghisap timah Bahan : - IC CD 4017 1 buah

- IC NE 555 1 buah - LED merah 2 buah - LED kuning 2 buah - LED hijau 2 buah - PCB(Printed Circuit Board) - Jumper penghubung secukupnya - Transistor C 9016 4 buah - Dioda zener 4148 8 buah - Resistor 180 ohm 2buah - Resistor 47Kohm 1buah - Resistor 1Kohm 1buah - Electrolit condensator 10uf 50V 1buah Prinsip Kerja : Rangkaian ini mengontrol 6 buah LED(merah,kuning hijau) untuk arah utara,selatan dan arah timur,barat. Urutan pemilihan waktu dilanjutkan IC CMOS CD4017 sebagai decade counter dan IC NE 555 timer.penghitung keluaran 1 sampai 4 menggunakan 4 dioda sehingga (merahutara/selatan)dan(hijau-timur/barat) 4 LED ini penghitung pertama.penghitung ke 5(kaki 10) menghidupkan (kuning arah timur/barat)dan (merah arah utara/selatan). Penghitung 6 sampai 9 juga dikontrol oleh 4 dioda (merah- timur/barat)dan (kuning-utara/selatan). Periode waktu untuk LED merah dan hijau 4 kali lebih lama dibandingkan dengan LED kuning dan untuk mengatur kecepatan dengan mengubah-ubah nilai resistor 47K ohm. kedelapan dioda zener 4148dibagi menjadi dua bagian dan masing masing mendapat 4 input gerbang OR dari IC CD 4017. Analisis kelebihan dan kelemahan rangkaian a.Kelebihan kelebihan alat ini hanya penggunaan komponen yang tidak begitu banyak dan ekonomis. Selain itu , alat ini tidak membutuhkan waktu yang lama untuk membuatnya. b. Kekurangan kekurangan dari alat ini adalah tidak adanya pengatur time limit untuk dikalibrasi. Sudah menjadi ketetapan beda waktu untuk LED bergantian bekerja. Dan alat ini juga hanya sebagai pemodelan untuk lampu lalu lintas, untuk membuat nya menjadi produk yang bisa digunakan untuk rambu lalu lintas masih banyak kekurangan, jadi perlu pengembangan lagi. F. Kesimpulan dan saran Kesimpulan: Rangkaian ini hanya sebagai pemodelan dari wujud nyata rambu lalu lintas. Rangkaian ini belum sempurna untuk dijadikan suatu produk. Saran: semoga dengan pemodelan ini , saudara pembaca yang meminati mengembangkan rangkaian ini supaya menjadi suatu produk yang mempunyai harga jual.

Servis Rangkaian Lampu Hemat Energi (Lampu jari)


Sponsored Links: Barang-barang bekas yang tidak dipakai umunya langsung dibuang, padahal barang bekas tersebut masih bisa service alias direpair. Salah satu barang tersebut adalah lampu hemat energi/lampu jari, namun belum banyak orang yang tahu dan mampu memenfaatkan lampu hemet energi yang sudah tidak bias menyala lagi. Cara kerja lampu hemat energi yaitu arus listrik AC dari PLN di ubah menjadi arus dc oleh dioda bridge selanjutnya difilter oleh kondensator elektrolit. Tegangan tersebut kemudian diolah secara elektronik oleh rangkaian inverter DC to AC kemudian arus AC tersebut akan menyulut tabung Flourescent. Cara Servis lampu hemat energi (Lampu jari): Pertama-tama kita siapkan alat berupa solder,atraktor,tenol,multi tester,obeng kecil. Setelah alatalat lengkap maka kita mulai membuka tutup dari rangkaian lampu dengan cara mencongkel dengan obeng kecil. Setelah tutup tersebut terbuka maka kita dapat melihat rangkaian elektronika/ballast elektronik.Kemudian pisahkan rangkaian tersebut dengan lampu tabung tersebut dengan cara melepas 4 kawat sambungan pada rangkaian. Untuk mengetes filament tersebut kita gunakan multi tester pada posisi 10X. Apabila jarum bergerak saat pengukuran masing-masing filament maka dapat kita simpulkan bahwa lampu tabung masih layak digunakan. Karena lampu tabung masih baik maka kemungkinan besar kerusakan terjadi pada rangkaian ballast elektronik. Apabila filament lampu tabung yang putus maka kemungkinan rangkaian ballast elektronik masih baik. Kerusakan pada lampu biasanya ada 2 kemungkinan yaitu Rangkaian ballat rusak atau lampu tabung yang putus, maka dapat kita akali dengan cara kanibal. Cara kanibal dapat kita gunakan apabila kita mempunyai 2 lampu yang rusak dan kerusakannya berbeda cotohnya kita mempunyai sebuah lampu yang rusak ballast elektronik dan lampu yang lain rusak pada lampu tabungnya. Kita dapat memanfaatkan ballast elektronik yang masih bagus dan kita pasang pada tabung lampu yang masih bagus. Pada komponen ballast elektronik yang sering rusak adalah transistor. Karena hampir semua jenis ballast elektronika yang ada hamper sama, maka bisa kita gunakan system kanibal pada ballast elektronik yang lain. Dengan system kanibal kita dapat menghemat biaya. Biasanya transistor yang digunakan yaitu seri 13001 untuk daya <8 watt, seri 13002 untuk daya 8 watt sampai 18 watt, seri 13003 untuk daya diatas 18 watt. Tanda kerusakan tabung lampu :

Pada salah satu atau kedua ujung filament berwarna hitam,hal ini dikarenakan panas yang berlebih pada filament yang diakibatkan tegangan lebih ataupun usia pakai. Untuk lebih baiknya kita gunakan multitester untuk mengecek filament. Tabung lampu retak,kemungkinan dikarenakan jatuh ,terbentur,atau karena panas yang berlebih pada tabung lampu.

Tanda kerusakan pada ballast elektronik :

Sekring putus, biasanya putus dapat kita tes menggunakan multi tester pada skala 1X, apabila jarum bergerak maka sekring baik. Dioda short, hal ini jarang terjadi untuk mengetesnya kita menggunakan multi tester pada posisi 10X, apabila jarum tidak bergerak maka dioda putus. Bila pengetesan posisi dioda dibolak-balik dan jarum bergerak maka dioda short. Capasitor, kerusakan pada umumnya capasitor terlihat menggembung. Cara pengetesan menggunakan multi tester posisi 10X apabila jarum bergerak kemudian kembali ke-posisi nol berarti capasitor baik. Apabila jarum bergerak dan tidak kembali maka capasitor korslet. Resitor, kerusakan biasanya ditandai dengan terlihat terbakarnya resistor. Cara pengetesan dengan multi tester, bila jarum bergerak menunjukkan nilai yang sama dengan nilai resistor maka resistor baik,apabila jarum tidak bergerak maka resistor putus. transistor, biasanya transistor pecah, untuk mengetesnya menggunakan multi tester posisi 10X. Transistor baik jika jarum bergerak apabila basis pada kabel merah dan colektor atau emitor pada kabel hitam dan jarum tidak bergerak pada saat dites menggunakan multi tester antara colektor dan emitor.

MEMBUAT LAY OUT RANGKAIAN PADA PCB DENGAN TEKNIK PEMINDAHAN TONER
Yang dimaksud teknik pemindahan toner, adalah teknik membuat PCB dengan cara memindahkan gambar lay out atas sebuah rangkaian dari kertas glosi (kertas majalah) ke PCB polos pada sisi tembaga. Gambar lay out atas rangkaian pada kertas glosi pindah ke PCB polos (sisi tembaga) menjadi lay out bawah. Sebetulnya yang berpindah adalah toner-toner yang membentuk gambar lay out atas pada kertas, karena pengaruh pemanasan. Sedang untuk membuat lay out rangkaian membutuhkan software bantu Eagle 4.11. Berikut ini adalah cara membuat lay out rangkaian pada PCB dengan teknik pemindahan toner : 1) Cetak lay out atas rangkaian pada kertas majalah (glosi). 2) Gunakan printer toner seperti laser jet. Printer tinta tidak dapat digunakan untuk proses ini. Jika tidak memiliki printer toner, cetak gambar di atas kertas putih, kemudian gambar difoto kopi di atas kertas majalah, atau kalender, atau kertas foto, atau plastik transparan. 3) Untuk membuat lay out atas rangkaian gunakan program bantu seperti Eagle, atau

DipTrace, atau PCB Artist. 4) Potong lay out atas yang sudah dicetak pada kertas dengan ukuran tepi 3 mm. 5) Potong PCB polos seukuran lay out atas. 6) Amplas atau kikir bagian tepi Pcb polos hingga halus

8) Keringkan PCB, dan siapkan setrika listrik serta alas kain atau kertas putih. 9) Letakkan PCB diatas alas kain atau kertas polos dengan sisi tembaga menghadap ke atas. Taruh potongan kertas lay out atas rangkaian di atas PCB, dengan gambar menghadap sisi tembaga PCB. 10) Lapisi bagian atas potongan kertas dengan kain atau kertas putih. Agar sewaktu disetrika, gambar pada potongan kertas (majalah) tidak menempel pada setrika.

11) Tekan setrika di atas tumpukan PCB, gambar lay out atas, dan kain (kertas putih) selama 30 detik. Ini dilakukan agar gambar menempel pada sisi tembaga PCB. 12) Gosok setrika hingga merata pada seluruh permukaan PCB, khususnya bagian tepi PCB selama lebih kurang 4 menit. 13) Diamkan PCB hingga termperaturnya kembali normal. 14) Masukkan PCB ke dalam air, rendam lebih kurang 5 menit (untuk kertas majalah); untuk bahan kertas yang lebih tebal seperti kalender atau kertas foto, perendaman lebih kurang 10 hingga 15 menit. 15) Cabut atau lepaskan kertas majalah yang menempel pada PCB. Bersihkan bagian jalur yang masih bersinggungan atau lubang kaki komponen dengan cara digosok-gosok.

MEMBUAT PAPAN NAMA DARI SUSUNAN LED (2 HURUF)


Hal-hal yang perlu diperhatikan sebelum membuat papan nama dari susunan LED, 1) Gunakan LED bening. 2) Warnai bagian atas PCB dengan warna gelap (hitam). 3) Perhatikan spesifikasi LED. Pada percobaan ini gunakan LED bening diameter 5mm yang memancarkan warna merah, spesifikasi tegangannya sebesar 3 volt. Cara pemasangan LED : 1) Satu huruf tersusun paling banyak 5 kolom dan 7 row. 2) Satu kolom paling banyak tersusun oleh 6 LED yang diseri. 3) Kemudian kelima kolom dihubung secara paralel. 4) Setiap kolom diberi hambatan, Rx, yang besarnya tergantung pada banyaknya LED dalam satu kolom dan tergantung juga pada jenis LED (pada percobaan ini LED yang digunakan berdiameter 5mm, bening dengan pancaran cahaya merah). 5) Pada kolom yang terdiri dari 6 LED, Rx = 330 ohm; 5 LED, Rx = 560 ohm; 4 LED, Rx=680 ohm Ingat, ketentuan ini berlaku untuk 5 mm LED bening pancaran cahaya merah. 6) Setiap huruf diberi penguat transistor FCS9013. Berikut adalah skema satu huruf LED.

Sedang gambar di bawah ini adalah lay out atas papan nama 2 huruf. Untuk membuat papan nama 8 huruf, tinggal disalin dari yang 2 huruf ini.

Nilai Rx pada kolom pertama dan kelima (huruf A) sebesar 560 ohm, karena terdiri dari 5 LED yang tersusun seri. Rx pada kolom kedua, ketiga, dan keempat, sebesar 680 ohm karena terdiri dari 2 LED. Rx kolom pertama huruf B, 330 ohm. Rx kolom kedua, ketiga, keempat, dan kelima sebesar 680 ohm.

8 LED BERJALAN (RUNNING LED WITH 74LS164 SHIFT REGISTER)

Rangkaian 8 LED berjalan adalah dasar untuk membuat 8 huruf LED. Sedikit berbeda dengan running LED dengan IC 4017 (decade counter), 8 running led ini menyala secara bergiliran, tetapi yang sudah nyala sebelumnya tidak mati ketika led setelahnya menyala. 8 led akan mati setelah led ke-8 menyala. Sedang pada running led (decade

counter), sistem nyala led seperti "titik", hanya ada satu led yang menyala di antara kesepuluh led. Komponen utama adalah IC 74LS164 (SHIFT REGISTER), dengan pewaktunya adalah rangkaian astable multivibrator (menggunakan IC NE555). Rangkaian akan lebih berdaya guna bila menggunakan catu daya yang stabil (regulator) dengan menggunakan IC Regulator 7805. Dibawah ini skema rangkaian catu daya stabil 5 volt dc.

Gambar di bawah ini adalah lay out atas dan lay out bawah rangkaian 8 LED Berjalan, lengkap rangkaian catu daya stabil 5 vdc untuk rangkaian 8 LED Berjalan dan 15 vdc untuk rangkaian 8 huruf LED.