Anda di halaman 1dari 24

Trauma Kimia

Oleh : dr. M. Amarusmana Sp.M

Anatomi Mata
Bagian yang mungkin terkena trauma kimia antara lain :
Palpebra Konjungtiva Kornea BMD Lensa Retina

Anatomi Mata

Bahan kimia yang dapat mengakibatkan kelainan pada mata dapat dibedakan dalam bentuk :
Trauma asam : Berupa asam sulfat, air accu, asam sulfit, asam klorida, zat pemutih, asam asetat. Trauma basa atau alkali : Berupa amoniak, freon, sabun, shampoo, kapur gamping, semen, tiner, lem, kaustik soda.

Keasaman atau alkalinity disebut pH substansi yang diukur pada skala dari 1-14, dengan 7 menunjukkan substansi netral. pH < 7 = asam, pH > 7 = alkali Jadi secara umum, kerusakan terjadi lebih hebat pada pH yang lebih tinggi.

Anamnesa
Bahan yang mengenai mata, berupa asam, ataupun basa. Rasa nyeri Tidak bisa membuka mata Berair Kabur Silau

Gejala Klinis
visus yang menurun Kelopak mata bengkak Kadang terdapat luka bakar. Konjungtiva mengalami hiperemia, kemosis Konjungtiva dan sklera pada trauma basa bisa terjadi nekrosis, tergantung berat ringannya keadaan. Kornea mengalami edema Tes fluoresin (+) Bisa terjadi kekeruhan kornea yang hebat,juga kekeruhan lensa

Trauma Asam Pada Kornea


Kekeruhan kornea akibat asam mengakibatkan koagulasi protein epitel kornea Bagian kornea dengan epitel yang terbakar dan terkelupas berwarna bening

Trauma Basa Pada Kornea


Kornea keruh akibat iskemia Perdarahan konjungtiva Biasanya disertai kerusakan jaringan lebih dalam

Erosi Kornea Dengan Fluoresin


Warna hijau pada kornea dengan defek epitel Bagian kornea lain tetap transparan Injeksi siliar akibat timbulnya reaksi tubuh

Patofisiologi
Asam denaturasi + protein presipitat (koagulasi) buffer thdp asam Basa + asam lemak (sel membran) Saponifikasi kerusakan sel penetrasi ke dalam stroma kolagen proteoglikan.

Perjalanan Penyakit
Perjalanan trauma asam : Minggu pertama :
Koagulasi protein epitel Stroma endotel Penetrasi lebih dalam edema kornea Iritis katarak Menit/jam pasca trauma hiperemi konjungtiva bulbi kemotik Hari pertama TIO meningkat kemudian normal atau merendah

Minggu 1 3
Penyembuhan pada minggu 1 3 Trauma asam berat tukak kornea vaskularisasi progresif berat pada kornea

Lebih dari 3 minggu


Trauma asam tidak terlalu berat sembuh Pada endotel membran fibrosa

Perjalanan trauma basa Minggu pertama


Sel membran rusak hilangnya epitel saraf kornea pembuluh darah Kerusakan vaskular iris, badan silier, epitel lensa Trauma berat selgoblet konjungtiva bulbi rusak TIO meningkat Hipotoni bila kerusakan pada bahan silier Kornea keruh dalam beberapa menit Infiltrasi sel PMN, monosit, fibroblas

Minggu 2 dan 3
Regenerasi epitel konjungtiva dan kornea Neovaskularisasi dalam kornea disertai sel radang Kekeruhan kornea jernih kembali(tergantung tingkat kerusakan) Invasi fibroblas dalam kornea terbentuk kolagen Pada trauma berat granulasi iris dan badan siliar fibrosis

Minggu ke 3
Vaskularisasi aktif, kornea tertutup pembuluh darah. Terbentuk pannus pada kornea Endotel yang tetap sakit edem kornea Terdapat membran retrokornea, iritis, dan membran siklitik Kerusakan permanen saraf kornea

Klasifikasi
Klasifikasi tingkat keparahan akibat rudapaksa kimia berdasarkan M.J. Roper Hall
Grade I Kornea Erosi kornea Konjungtiva Iskemia (-) Prognosis Baik

II
III

Keruh, detail iris jelas


Kerusakan epitel total, stromal keruh, detail iris kabur

Iskemia < limbus


Iskemia 1/3 1/2 limbus Iskemia > limbus

Baik
Kurang Baik

IV

Keruh/putih, detail iris tak tampak

jelek

Klasifikasi trauma alkali menurut Hughes : Ringan


Terdapat erosi epitel dan kekeruhan ringan kornea Tidak terdapat iskemia dan nekrosis kornea atau konjungtiva

Sedang
Terdapat kekeruhan kornea sehingga sukar melihat iris dan pupil secara detail Terdapat nekrosis dan iskemia ringan konjungtiva dan kornea

Berat
Terdapat kekeruhan kornea, sehingga upil tidak dapat dilihat Terdapat iskemia konjungtiva dan sklera, sehingga tampak pucat

Klasifikasi trauma alkali menurut Thoft : Derajat 1 : Hiperemi konjungtiva disertai dengan keratitis pungtata Derajat 2 : Hiperemi konjungtiva disertai dengan hilangnya epitel kornea Derajat 3 : Hiperemi disertai dengan nekrosis konjungitva dan lepasnya epitel kornea Derajat 4 : Konjungtiva perilimal nekrosis sebanyak 50 %

Diagnosis
Untuk menegakkan diagnosis diperlukan pemeriksaan menggunakan alat alat antara lain : Anesthesi lokal Tes fluoresin Pemeriksaan memakai lampu senter + loupe, slit lamp Kertas pH meter / lakmus untuk mengetahui jenis bahan kimia Lid retractor / desmares untuk membantu membuka kelopak mata

Penatalaksaan
Segera irigasi dengan air bersih/fisiologik minimal selama 30 menit. Khusus pada trauma basa apabila penyebabnya CaOH dapat diberi EDTA. Diberi antibiotika untuk mencegah terjadinya infeksi sekunder. Siklopegik (atropin 2%) selama 2 minggu pertama Steroid pada 7 hari pertama. (deksamethasone 0,1% setiap 2 jam, hati hati karena steroid menghambat penyembuhan.

Vitamin C. Selanjutnya diberi bebat pada mata. Keratoplasti dilakukan bila kekeruhan kornea sangat menggangu penglihatan

TERIMA KASIH