Anda di halaman 1dari 7

MAKALAH FISIKA

KALORIMETER

Penyusun : Hari Widagdo Putra (0910630011) Andhyka Vireza (0910630035) M. Zidnil Maarif (0910630079) Prilla Ayu Wendaria (0910630084) Arfinna Cahyani (0910633032)

Kata pengantar

Puji syukur kehadirat Allah SWT berkat rahmat-Nya kita dapat menyelesaikan makalah fisika ini dengan baik tanpa ada hambatan apapun. Makalah ini kami buat sebagai bahan penilaian tugas fisika. Di dalamnya kami mencoba menjelaskan tentang kalorimeter dan kami memfokuskan pembahasannya pada kalorimeter larutan. Pada bab pendahuluan kami akan jelaskan terlebih dahulu mengenai definisi kalorimeter serta beberapa jenisnya secara umum. Bab selanjutnya akan membahas tentang seluk beluk kalorimeter mulai dari bentuk, cara kerja, dan aplikasinya dalam eksperimen. Pada akhir bab kami akan memaparkan secara garis besar segala sesuatu yang telah dijelaskan pada bab selanjutnya. Semoga makalah ini dapat berguna bagi para pembaca serta dapat menambah pengetahuan khususnya mengenai fisika pada pembahasan kalorimeter. Penulisan makalah ini masih jauh dari sempurna. Oleh karena itu, kritik dan saran dari pembaca akan kami terima dengan senang hati sebagai acuan dalam pembuatan makalah berikutnya.

PENDAHULUAN
Ketika aliran panas terjadi antara dua benda yang terisolasi dari lingkungannya, jumlah panas yang hilang dari satu benda harus setara dengan jumlah benda lainnya. Panas adalah energi yang berpindah, jadi prinsipnya adalah prinsip kekekalan energi. Kuantitas panas yang ditambahkan pada suatu benda sebagai positif dan pada kuantitas yang meninggalkan benda sebagai negatif. Ketika sejumlah benda berinteraksi, jumlah aljabar dari setiap kuantitas panas yang dipindahkan pada semua benda harus sama dengan nol. Ini adalah Azas Black yang pada dasarnya adalah kekekalan energi. Kalor selalu berkaitan dengan dua hal yaitu proses pemanasan atau proses pendinginan yang melibatkan perubahan suhu dan proses perubahan wujud zat yang terjadi pada suhu yang tetap. Proses pemanasan dan pendinginan digunakan persamaan : Q = m . c . T

Dimana : Q = kalor yang dilepaskan atau diterima ( Joule ) m = massa bahan ( kg ) c = kapasitas panas spesifik bahan ( J/kgoC ) T = perubahan suhu ( oC )

Proses perubahan wujud zat, digunakan persamaan :

Q = m . Lv

Dengan : Q = kalor yang dilepaskan atau diterima ( Joule ) m = massa bahan ( kg ) Lv = kalor laten peleburan/pembekuan ( J/kg)

KALORIMETER
Kalorimeter adalah alat yang digunakan untuk menentukan kapasitas kalor suatu benda atau kapasitas kalor spesifik suatu bahan. Ada tiga macam kalorimeter yang sering digunakan yaitu kalorimeter larutan, kalorimeter bom, dan kalorimeter listrik. Pembahasan disini dikhususkan pada kalorimeter larutan. Kalorimeter larutan adalah alat yang digunakan untuk mengukur jumlah kalor yang terlibat pada reaksi kimia dalam sistem larutan. Pada dasarnya, kalor yang dibebaskan/diserap menyebabkan perubahan suhu pada kalorimeter. Berdasarkan perubahan suhu per kuantitas pereaksi kemudian dihitung kalor reaksi dari reaksi sistem larutan tersebut. Di dalam kalorimeter larutan terdapat pengaduk yang terbuat dari bahan yang sama dengan bejana kalorimeter ( P ). Tutup kalorimeter ( T ) terbuat dari bahan isolator yang berlubang di tengah untuk memasang termometer. Pada teknik yang dikenal dengan teknik pencampuran, satu sampel zat dipanaskan sampai temperatur tinggi yang diukur dengan akurat dan dengan cepat ditempatkan pada air dingin dalam kalorimeter. Kalor yang hilang dari sampel tersebut akan diterima oleh air dan kalorimeter (bejana dan pengaduk). Termometer digunakan untuk mengukur temperatur awal air dan Kalorimeter serta temperature akhir campuran. Temperatur awal bejana, pengaduk, dan air diukur setelah seluruh bagian kalorimeter dan air tersebut berada dalam keseimbangan termal yang berarti memiliki suhu yang sama. Setelah dicampur, suhu akhir diukur setelah dicapai keseimbangan termal antara air, sampel bejana kalorimeter, dan pengaduk.

Kalorimeter Larutan beserta bagian-bagiannya

Bentuk dari Kalorimeter larutan biasanya berupa beker aluminium dan gelas plastik jenis polistirin (busa) dapat digunakan sebagai kalorimeter sederhana dengan termometer sebagai pengaduk. Keuntungan menggunakan gelas plastik sebagai kalorimeter adalah murah harganya dan setelah dipakai dapat dibuang. Kalorimeter yang biasa digunakan di laboratorium fisika sekolah berbentuk bejana biasanya silinder dan terbuat dari logam misalnya tembaga atau aluminium dengan ukuran 75 mm x 50 mm (garis tengah). Bejana ini dilengkapi dengan alat pengaduk dan diletakkan di dalam bejana yang lebih besar yang disebut mantel/jaket. Mantel/jaket tersebut berguna untuk mengurangi hilangnya kalor karena konveksi dan konduksi.

PENUTUP

Di awal bab telah dijelaskan bahwa panas adalah suatu bentuk energi sehingga sebagai energi berlakulah hukum kekekalan energi. Kuantitas panas yang dipancarkan oleh suatu benda haruslah sama dengan kuantitas panas yang diterima oleh benda lain. Hal itu merupakan Asas Black yang merupakan implementasi dari hukum kekekalan energi. Memanfaatkan sifat tersebut, kalorimeter digunakan untuk mengukur kapasitas kalor suatu benda. Pada pembahasan selanjutnya, jenis kalorimeter yang dijelaskan adalah kalorimeter larutan dimana kalorimeter tersebut mengukur jumlah kalor yang terlibat dalam suatu reaksi kimia dalam sistem larutan. Demikian akhir dari makalah fisika ini. Semoga semua uraian di atas dapat memberikan tambahan informasi bagi para pembaca khususnya mengenai pembahasan kalorimeter.

DAFTAR PUSTAKA

www.wikipedia .com www.google.com www.yahoo-answer.com www.forumsains.com