Anda di halaman 1dari 119

Modul / Diktat Manajemen Operasional FE BAB I PENDAHULUAN

UPI

YPTK

Defenisi Kegiatan Operasi : Adalah ; Kegiatan menciptakan barang dan jasa yang ditawarkan perusahaan kepada konsumen Menurut Fogarty ( Production and Operations Management ) Manajemen Produksi dan operasi adalah sebagai suatu proses yang secara berkesinambungan dan efektif menggunakan fungsi-fungsi manajemen untuk mengintegrasikan berbagai sumber daya secara efisien dalam rangka ,mencapai tujuan. Unsur-unsur pokok dalam defenisi Manajemen Operasional tersebut adalah : -Kontiniu berarti manajemen produksi dan operasi bukan suatu kegiatan yang berdi ri sendiri, tidak merupakan tindakan sesaat, melainkan tindakan yang berkelanjutan satau merupakan proses yang kontinyu Efektif artinya segala pekerjaan harus dilakukan secara tepat dan sebaik-baiknya serta mencapai hasil sesuai dengan yang diharapkan. Kegiatan manajemen produksi dan operasi memerlukan pengetahuan yang luas karena mencakup berbagai fungsi manajemen seperti perencanaan, pengorganisasian, penggerakan dan pengendalian. Sumber daya yang diperlukan dalam pelaksanaan : -Manusia -Material -Modal -Mesin -Manajemen -Metode -Energi dan Informasi diintegrasikan untuk menghasilkan barang dan jasa Penerbit : Universitas Putra Indonesia YPTK 2010

Modul / Diktat Manajemen Operasional FE

UPI

YPTK

Efisien : agar dapat mengoptimalkan penggunaan sumber daya dan memperkecil limba h Tujuan : kegiatan produksi harus mempunyai tujuan yaitu menghasilkan keluaran se suai dengan yang direncanakan ( berupa barang dan jasa ) Manajemen produksi merupakan kegiatan manajemen yang berhubungan dengan penciptaan / pembuatan barang dan jasa. Istilah produksi cenderung dikaitkan dengan pabrik, mesin maupun lini perakitan namun berkembangnya pada pembuatan barang tak berwujud ( jasa ) Fungsi manajemen dalam manajemen operasi Perencanaan ; manajemen operasi menentukan tujuan dari subsistem operasi dari organisasi dan mengembangkan program, kebijaksanaan dan prosedur yang diperlukan untuk mencapai tujuan. Mis : Perencanaan produk, perencanaan fasilitas, dan perencanaan penggunaan sumber daya produksi Pengorganisasian, manajer menentukan struktur individu, grup, seksi, bagian, div isi, atau departemen dalam subsistem operasi untuk mencapai tujuan. Manajer menentuka n kebutuhan sumber daya serta mengatur wewenang dan tanggung jawab yang diperlukan dalam melaksanakannya. Fungsi directing / actuating dilaksanakan dengan memimpin, mengawasi dan memotivasi karyawan melaksanakan tugas, mengembangakan standar dan jaringan komunikasi diperlukan agar pengorganisasian dan penggerakan sesuai dengan yang direncanakan dalam mencapai tujuan. Proses transformasi Kegiatan operasi, merupakan bagian dari kegiatan organisasi yang melakukan prose s transformasi dari masukan ( input ) menjadi keluaran ( output ) Penerbit : Universitas Putra Indonesia YPTK 2010

Modul / Diktat Manajemen Operasional FE Skema proses transformasi Masukan Keluaran Manusia Mesin Material Modal Manajemen Energi Informasi Barang atau jasa Proses Transpormasi Umpan Balik

UPI

YPTK

Misal : Usaha jasa ekspedisi, proses transformasi terjadi bila masukan (Kendaraa n, tenaga kerja dan energi) ditransformasikan menjadi keluaran berupa jasa pelayana n pengangkutan barang dari satu tempat ke tempat yang lain. Kegiatan umpan balik dilakukan dengan melakukan pengecekan pada titik kunci dan membandingkan dengan standar. Tindakan koreksi berupa perbaikan dalam komponen masukan at au penyempurnaan dalam proses produksi sehingga keluaran sesuai dengan harapan. Sejarah Elemen Dasar Manajemen Operasi Penerbit : Universitas Putra Indonesia YPTK 2010

Modul / Diktat Manajemen Operasional FE

UPI

YPTK

Dasar-dasar Manajemen Operasi Penemuan teknologi Disiplin Ilmu yang lain Organisasi dan manajemen Manajemen Operasi Konsep dasar manajemen operasi sendiri yang membedakan dari disiplin ilmu lain misalnya konsep perencanaan tata letak, perencanaan kapasitas, perencanaan kebut uhan material (MRP ), penjadwalan, pengendalian mutu, dsb. Teknik dan konsep yang dikembangkan melalui teori organisasi dimana digunakan terutama dalam perencanaan, pengorganisasian sumber daya dan pengendalian proses . Penerapan pengetahuan dari disiplin ilmu lain seperti ekonomi, keuangan, matemat ik dan riset operasional Perkembangan manajemen operasi terasa sejak abad ke-18 (Revolusi industri ) seja k kerajinan tangan tergeser dan sistem pabrik berkembang. Aplikasi Manajemen operasi diterapkan diberbagai jenis organisasi misal : manufaktur, perkebunan, rumah sakit, perhotelan atau perbankan. Perencanaan tata letak diper lukan restoran, sekolah atau biro perjalanan, tapi terasa sangat penting pada industri manufaktur Organisasi Proses Manufaktur : 1. Continious Process Industries Adalah industri yang memproduksi barang dengan proses kontinyu, bukan berarti berproduksi terus-menerus 24 jam tanpa henti, tapi sebagai proses yang Penerbit : Universitas Putra Indonesia YPTK 2010

Modul / Diktat Manajemen Operasional FE

UPI

YPTK

dilakukan secara tumpukan bukan per unit produk. Contoh : industri pupuk, gula, semen, atau tepung terigu 2. Intermitten Process Industries ( sering disebut Discrete Part Manufacturing ) industri yang memproduksi barang secara individu, unit perunit. Contoh : industri elektronik, kendaraan bermotor, peralatan kantor dan alat-alat rumah tangga. Intermitten Process Industries : -Jobbing Shop Production : Memproduksi berbagai jenis barang yang berbeda dengan volume produksi yang rendah untuk masing-masing jenis barang. Perlu peralatan fleksible dan tenaga kerja ahli berkemampuan tinggi. Contoh ; bengkel-bengkel mesin, perusahaan mebel dan butik pakaian -Batch Production, memproduksi dalam batch atau lot kecil dengan berbagai tahap pengerjaan dilakukan diseluruh batch sebelum menuju tahap pengerjaan berikutnya. Contoh : pabrik perakitan mesin dan peralatan pabrik, dimana jumlah unit produksi per jenisnya cukup besar tetapi produksi dalam bentuk massal -Mass Production ( Repetitive Manufacturing ) Jenis barang diproduksi relatif sedikit tetapi volume produksi besar, seluruh produk biasanya distandarisasikan. Contoh : Pembuatan dan perakitan kendaraan bermotor niaga roda empat, lampu pijar, televisi dan disket komputer. Produktivitas Ukuran utama yang digunakan untuk mengukur kinerja manajemen operasi Keluaran Hasil yang diperoleh Produktivitas = ___________ = _______________________ Masukan Sumber daya yang digunakan Penerbit : Universitas Putra Indonesia YPTK 2010

Modul / Diktat Manajemen Operasional FE 1. Produktivitas Total : Keluaran

UPI

YPTK

Produktivitas = ____________________________________ Biaya ( tenaga kerja + mesin + modal,dsb ) 2. Produktivitas Parsial ( misal : tenaga kerja ) Keluaran Keluaran = ___________________=__________________________ Biaya tenaga kerja Jam kerja -orang Contoh : Produksi pada tahun I = 28.000 kg dan Tahun II = 35.000 kg. Perusahaan menggunak an masukan : tenaga kerja, energi dan bahan baku Sbb : Masukan Tahun I Tahun II Biaya Tenaga kerja (jam orang ) 10.000 12.000 6.000 Energi (KVA) 8.000 9.000 5.000 Bahan baku 40.000 50.000 1.000 Tahun I = 28.000 = 200 kg / juta Rp 10 (6) + 8(5) + 40 (1) Tahun II = 35.000 = 209,6kg/juta Rp 12(6) + 9(5) + 50 (1) Contoh : 2 Bagian Produksi perusahaan telah berhasil merakit produk sebanyak 640 set perhar i. Tahun I apabila jumlah tenaga kerja bagian tersebut sebanyak 80 orang, maka produktivitas adalah : 640 unit / hari = ______________ = 8 unit / hari / orang Penerbit : Universitas Putra Indonesia YPTK 2010

Modul / Diktat Manajemen Operasional FE 80 orang Produktivitas periode tertentu

UPI

YPTK

Indeks Produktivitas = _________________________ x 100 Produktivitas periode dasar Produktivitas Tenaga Kerja dari Perusahaan Telepon : Tahun Rata-rata Produksi (unit / hari ) Tenaga (orang) Kerja Produktivitas (unit/hari/orang) Indeks produktivitas 1 640 80 8,00 100 2 701 85 8,25 103 3 714 91 7,85 98 4 730 95 7,68 96 5 760 100 7,60 95 Contoh Ukuran Produktivitas Organisasi Ukuran produktivitas Industri Unit produksi / karyawan Konstruksi Proyek/ teknisi , pendapatan / biaya konstruksi Bisnis Penjual / karyawan , pangsa pasar / karyawan Pendidikan Mahasiswa / fakultas, Uang pendidikan / biaya administrasi Kesehatan Pasien / dokter , Pasien / Tempat tidur Angkutan Udara Penerbangan / pesawat , Passenger miles / pilot Hotel Tingkat hunian / kamar, tingkat hunian / karyawan Bank Nasabah / kasir, jumlah rekening / biaya administrasi Pengambilan Keputusan Dalam Manajemen Operasi Perencanaan dibagi 3 kelompok : 1. Perencanaan jangka panjang, ( waktu 18 60 bulan ) hal-hal strategis tanggung jawab manajer puncak, mis; perencanaan fasilitas/ lokasi dan pengembangan, penentuan kapasitas, pengembangan produk baru, serta investasi. Penerbit : Universitas Putra Indonesia YPTK 2010

Modul / Diktat Manajemen Operasional FE

UPI

YPTK

2. Perencanaan jangka menengah ( 3 18 bulan ), tugas manajemen operasi, membuat keputusan taktis. Perencanaan harus konsisten dengan strategi. Contoh : Perencan aan penjualan, perencanaan dan anggaran produksi, penentuan tingkat tenaga kerja, tingkat persediaan dsb. 3. Perencanaan jangka pendek ( < 3 bulan ), tanggung jawab personel operasi yang bekerja dengan Supervisor / foreman utk menjabarkan perencanaan jangka menengah menjadi perencanaan operasional bulanan, mingguan atau harian yang meliputi : penugasan kerja, penjadwalan, pembebanan, pengurutan dan pengiriman. Soal Latihan : 1. Suatu konsultan punya 2 kantor. Kantor 1 memiliki 3 staf full time dan 3 staf f part time. Kantor 2 memiliki 2 staff full time dan 4 staf part time. Kasus yang ditangani 7 0 kasus kantor 1 perbulan dan 80 kasus kantor 2 perbulan. Perusahaan memberlakukan 5 har i kerja dalam seminggu. Pekerja part time bekerja 3 jam sehari. Gaji staff full time rat a-rata Rp. 650.000 seminggu dan part time Rp. 25.000 perjam. Hitung produktivitas masing-ma sing lokasi dan tentukan biaya rata-rata perkasus masing-masing kota perbulan. 1. Suatu konsultan punya 2 kantor. Kantor 1 memiliki 2 satf full time dan 3 staf f part time. Kantor 2 memiliki 2 staff full time dan 4 staf part time. Kasus yang ditangani 8 0 kasus kantor 1 perbulan dan 100 kasus kantor 2 perbulan. Perusahaan memberlakukan 5 ha ri kerja dalam seminggu. Pekerja part time bekerja 3 jam sehari. Gaji staff full time rat a-rata Rp. 700.000 seminggu dan part time Rp. 20.000 perjam. Hitung produktivitas masing-ma sing lokasi dan tentukan biaya rata-rata perkasus masing-masing kota perbulan. BAB II Perencanaan Fasilitas Secara umum tujuan perencanaan fasilitas sbb : 1. Menunjang tujuan organisasi melalui peningkatan material handling dan penyimapanan. 2. Menggunakan tenaga kerja, peralatan, ruang dan energi efektif. Penerbit : Universitas Putra Indonesia YPTK 2010

Modul / Diktat Manajemen Operasional FE

UPI

YPTK

3. Meminimalkan investasi modal 4. Mempermudah pemeliharaan 5. Meningkatkan keselamatan dan kepuasan kerja Tujuan tersebut tidak dapat tercapai sekaligus karena satu dengan yg lain berlaw anan. Mis mempercepat material handling dilakukan dgn AGV ( Automatic Guided Vehicle ) tapi penggunaan peralatan menambah investasi modal. Proses Perencanaan Fasilitas Daur hidup fasilitas Fase I Tetapkan tujuan Fasilitas Fase II Kembangkan Rencana Fasilitas Fase III Terapkan Rencana Fasilitas Maka proses tsb ( Engineering design process ) : 1. Tetapkan jenis barang yang akan diproduksi 2. Tentukan proses manufacture yang diperlukan 3. Tentukan hubungan antar departemen 4. Tentukan kebutuhan ruangan untuk semua departemen 5. Susun alternatif-alternatif rencana fasilitas 6. Evaluasi alternatif-alternatif tersebut 7. Pilih satu alternatif terbaik 8. Terapkan alternatif tersebut 9. Pelihara dan sesuaikan dengan keadaan 10. Kembali ke 1 dan seterusnya Perencanaan Fasilitas dibagi beberapa jenis : 1. Perencanaan Lokasi 2. Perencanaan tata letak 3. Perencanaan sistem material handling Penerbit : Universitas Putra Indonesia YPTK

2010

Modul / Diktat Manajemen Operasional FE

UPI

YPTK

Ad.1. Penentuan tempat fasilitas berada, dgn memperhatikan faktor letak pasar, b ahan baku, keadaan dan lingkungan. Ad. 2. untuk bangunan utama dan penunjang mis ; bag. Produksi, gudang, bengkel pemeliharaan, kantor direksi, bagian personalia, tempat parkir serta letak mesin . Ad. 3. Material handling meliputi penanganan bahan baku, personal, informasi dan peralatan yang diperlukan memperlancar proses. Perencanaan Lokasi Penentuan lokasi yang tepat akan mempengaruhi kemampuan perusahaan dalam : 1. Melayani konsumen dengan memuaskan 2. Mendapatkan bahan mentah kontiniu, harga layak / memuaskan 3. Mendapatkan tenaga kerja yang cukup 4. Memungkinkan perluasan perusahaan kemudian hari Perencanaan evaluasi lokasi dilakukan sesudah perusahaan beroperasi disebabkan : 1. berpindahnya pusat kegiatan bisnis 2. Berubahnya adat kebiasaan masyarakat 3. Berpindah konsentrasi pemukiman 4. Adanya jaringan komunikasi dan pengangkutan lebih baik 5. Meningkatnya kapasitas produksi perusahaan Faktor-faktor yang perlu diperhatikan Faktor Utama : 1. Letak pasar 2. Letak sumber bahan baku 3. Ketersediaan tenaga kerja 4. Ketersediaan tenaga listrik 5. Ketersediaan air 6. Fasilitas pengangkutan Faktor sekunder 1. Fasilitas perumahan, pendidikan , perbelanjaan dan telekomunikasi Penerbit : Universitas Putra Indonesia YPTK 2010

Modul / Diktat Manajemen Operasional FE

UPI

YPTK

2. Pelayanan kesehatan, keamana dan pencegahan kebakaran 3. Peraturan pemerintah setempat 4. Sikap masyarakat 5. Peraturan lingkungan hidup 6. Biaya dari tanah dan bangunan 7. Tempat parkir 8. Saluran pembuangan 9. Kemungkinan perluasan 10. Karakteristik tanah 11. Lebar jalan , dsb Pembagian faktor utama dengan faktor sekunder tidak mutlak Letak Pasar ; Dekat pasar untuk produk dengan tujuan peroleh konsumen lebih besar, melayani konsumen dengan cepat, barang segera sampai kepasar dan biaya pengiriman rendah. Dan juga aspek keamanan, kemungkinan kerusakan dam pengangkutan. Bagi jasa penting mis ; Bank, restoran dsb Letak sumber bahan baku Mudah, murah, cepat dengan biaya pengkutan yang rendah serta aman dalam perjalan an 2 pertimbangan yang mendasari : 1. Tingkat kebutuhan ( Necessity ) Bagi perkebunan, pertanian dan perikanan begitu juga industri mis: pabrik bubur kayu ( pulp ) dan kertas dan industri marmer, kedekatan dengan bahan penting karena lebih mudah dari pada mengangkut bahan baku ke lokasi lain. 2. Tingkat ketahanan dari kerusakan ( perishability ) Mengatasi kerusakan selama pengangkutan mis ; pengalengan dan pembekuan ikan (cold storage) pengalengan buah-buah ( fruit canning ) atau pengolahan susu sapi ( dairy product ) Ketersediaan tenaga kerja Mencakup : tingkat kecakapan, kuantitas mencukupi, tinggi rendahnya upah. Biaya Penerbit : Universitas Putra Indonesia YPTK 2010

Modul / Diktat Manajemen Operasional FE

UPI

YPTK

tenaga kerja sangat penting bagi perusahaan padat karya ( labor intensive ) mis ; industri tekstil, rokok dan sepatu. Tenaga kerja : 1. Skilled Worker 2. Low skilled Worker Ketersediaan Tenaga listrik Perlu untuk menjalankan mesin-mesin, tenaga pemanas atau pendingin dan untuk penerang. Butuh listrik besar maka lokasi di sumber listrik besar Ketersediaan Air Mis; untuk penyempurnaan industri tekstil, pendinginan reaktor nuklir, pencucian pada industri kulit memilih sumber air besar. Fasilitas pengangkutan ada 4 jenis : 1. Kereta api : utk biji besi, batu bara, pasir dlm gerbong bak terbuka ( flatcar ) 2. Angkutan jalan raya : truk container, ringan, van dan mobil bak terbuka ( pick up) 3. Angkutan air : lebih murah, yang diangkut : barang kimia, produk kehutanan, semen, pupuk dan minyak. 4. Angkutan udara : sering utk pengkutan yang segera ; mis ; buahan, surat kabar / majalah dan ikan hias. Metode penilaian lokasi Metode ; 1. Factor rating 2. Analisis nilai ideal 3. Analisis Ekonomi 4. Analisis volume-biaya 5. Pendekatan pusat gravity 6. Metode Transportasi Penerbit : Universitas Putra Indonesia

YPTK

2010

Modul / Diktat Manajemen Operasional FE

UPI

YPTK

a.Faktor Rating Adalah suatu pendekatan yang berguna untuk mengevaluasi dan membandingkan berbagai alternatif. Metode ini memberikan suatu landasan rasional dalam menganalisis dengan memberikan bobot terhadap faktor yang dipertimabangkan, selain faktor kuantitatif juga faktor kualitatif . Faktor kualitatif di kuantita tif dengan pendekatan nilai tertimbang (weighted score). Prosedur penyusunan factor rating : 1. Tentukan faktor-faktor yang relevan : mis; lokasipasar, bahan baku dan air ) 2. Berikan bobot setiap faktor yang menunjukan tingkat kepentingan. Jumlah bobot total 100 % = 1 3. Tentukan skala penilaian terhadap faktor, mis 1-10 4. Berikan nilai pada setiap alternatif lokasi 5. Kalikan bobot dengan nilai setiap faktor dan jumlahkan setiap alternatif lokasi 6. Pilih lokasi dengan nilai tertimbang yang terbesar Contoh pemilihan lokasi berdasarkan faktor rating Faktor Lokasi I Lokasi II Nilai B x N Nilai B x N Latak pasar 25 100 25 80 20 Letak bahan baku 20 90 18 100 20 Tenaga kerja 20 100 20 90 18 Tenaga Listrik 15 100 15 80 12 Ketersediaan Air 10 90 9 100 10 Prasaran Umum 5 80 4 100 5 Kemungkinan perluasan 5 100 5 100 5 Total 100 96 90 Lokasi I merupakan lokasi terpilih b. Analisis Nilai Ideal Beda dengan faktor rating adalah : bobot menunjukan nilai ideal setiap faktor Contoh : Penerbit : Universitas Putra Indonesia YPTK 2010

Modul / Diktat Manajemen Operasional FE Faktor Nilai Ideal Lokasi I Lokasi II Letak Pasar 25 25 20 Letak Bahan baku 20 18 20 Tenaga Kerja 20 20 18 Tenaga Listrik 15 15 12 Ketersediaan Air 10 9 10 Prasangka Umum 5 4 5 Kemungkinan Perluasan 5 5 5 Total 100 96 90

UPI

YPTK

Metode lebih simple, namun memberikan nilai agak lebih sulit. c.Analisis Ekonomi Menggunakan pendekatan kuantitatif dan kualitatif secara bersama untuk mendapatk an penilaian yang lebih lengkap Contoh : ( Juta Rupiah ) Lokasi Faktor Biaya I II III IV Biaya Tenaga Kerja 370 387 412 442 Biaya Transportasi 88 80 78 62 Biaya Umum dan administrasi 27 17 23 22 Biaya Bahan bakar dan utility 17 12 11 18 Total Biaya 5002 496 524 544 Biaya Operasi tahunan Lokasi I Lokasi II Lokasi III Lokasi IV Biaya Tenaga kerja Biaya Transportasi Biaya Umum & Adm Biaya bahan bakar & utility Penerbit : Universitas Putra Indonesia YPTK 2010

Modul / Diktat Manajemen Operasional FE

UPI

YPTK

Lokasi Faktor non biaya I II III IV Kedekatan dengan pasar B BS B BS Kedekatan dengan sumber bahan baku B B BS B Ketersediaan tenaga kerja BS B B C Jenis Tenaga Kerja BS B BS B Keaktifan serikat buruh B BS C BS Sikap Masyarakat BS BS BS BS Fasilitas Transportasi BS BS BS BS Sumber Air tawar BS B BS B Fasilitas Kesehatan KS B B BS Fasilitas Pendidikan B B K BS d. Analisa Volume Biaya Prosedur analisis : 1. Tentukan biaya tetap dan biaya variable untuk setiap alternatif 2. Plot garis total biaya untuk setiap alternatif pada grafik yang sama 3. Pilih alternatif lokasi yang mempunyai total biayua terendah untuk tingkat vo lume produksi yang dikehendaki Contoh Lokasi Biaya tetap per bulan Biaya variable per bulan Total biaya Per bulan I 300.000 15 ( 10.000 ) 450.000 II 200.000 20 ( 10.000 ) 400.000 III 200.000 30 ( 10.000 ) 500.000 Tingkat produksi diasumsikan sebesar 10.000 unit III I Contoh lokasi berdasarkan analisis volume biaya II III II 500 I 400 300 200 0 5000 10.000 15.000 Penerbit : Universitas Putra Indonesia YPTK 2010

Modul / Diktat Manajemen Operasional FE

UPI

YPTK

Lokasi dipilih Lokasi I utk produksi 10.000 unit Pendekatan Pusat Gravity ( Centre of Gravity Approach ) Sering digunakan untuk memilih lokasi yang dapat meminimalkan jarak atau biaya menuju fasilitas-fasilitas yang sudah ada. Misal : digunakan oleh perusahaan mem ilih sebuah lokasi untuk gudang atau pusat distribusi sebagai tempat untuk memasok ba rang kepada beberapa agen disuatu daerah tertentu. Pendekatan ini dimulai dengan membuat suatu peta berskala dari tempat-tempat yan g akan dituju dengan memilih suatu titik sembarang sebagai pusat koordinat. Jarak dari suatu tempat ke tempat lain diasumsikan berupa garis lurus dan biaya distribusi per unit barang per kilo meter dianggap sama. Lokasi ditentukan dengan rumus : . .XiVi X . Vi . .YiVi X . Vi Dimana : Vi = Volume barang yang didistribusikan ke lokasi i Xi = Jarak horizontal dari titik pusat ke lokasi i Yi = Jarak vertikal dari titik pusat menuju lokasi i X,Y = koordinat dari lokasi yang terpilih Misal : Permintaan dari Agen A,B,C,D berturut-turut sebesar : 30, 40,20 & 10 dan lokasi agen seperti gambar berikut : 20 3035 45 P = lokasi terpilih 30 D (35,30) 24 C (45,24) P(29,5,16,6) 16 B (20,16) 8 A (30,8) 0 Penerbit : Universitas Putra Indonesia YPTK

2010

Modul / Diktat Manajemen Operasional FE

UPI

YPTK

Perusahaan ingin menetapkan lokasi pusat distribusi baru sehingga dapat diminima lkan biaya angkut . maka lokasi baru yang dapat dipilih adalah : XiVi .. X.Vi 20x30 + 30x40 + 35x20 + 45x10 =_____________________________= 29,5 30 + 40 + 20 + 10 YiVi .. Y. Vi 8 x 30 + 16 x 40 + 24 x 20 + 30 x 10 = _______________________________= 16,6 30 + 40 + 20 + 10 Apabila biaya pengangkutan setiap 1 km / unit dari lokasi kepusat distribusi ada lah Rp. 10.000, maka biaya yang dapat dihemat dari lokasi C kelokasi terpilih adalah : Jarak dari lokasi C ke lokasi terpilih adalah : = (45 . 29,5)2 .(24 .16,6)2 = v 295,01 =17,18 km Maka biaya yang timbul adalah : = 17,18 x 10.000 = 171.800 Perencanaan Tata letak ( LAY OUT) Tujuan : mengembangkan suatu sistem produksi yang efisien dan efektif sehingga d apat mencapai kebutuhan kapasitas dan kualitas dengan biaya yang paling ekonomis. Perencanaan ini mencakup design atau konfigurasi dari bagian-bagian, pusat-pusat kerja , dan peralatan yang membentuk proses perubahan dari bahan mentah menjadi bahan jadi, atau merupakan pengaturan sumber daya fisik yang digunakan untuk membuat produk. ( Pengaturan bahan, proses kerja dan waktu agar dapat digunakan seoptimal mungki n

Penerbit : Universitas Putra Indonesia

YPTK

2010

Modul / Diktat Manajemen Operasional FE untuk mencapai tujuan perusahaan ) Tujuan penyusunan tata letak :

UPI

YPTK

1. Pemanfaatan peralatan pabrik yang optimal 2. Penggunaan jumlah tenaga kerja yang minimum 3. Aliran bahan dan produk jadi yang lancar 4. Kebutuhan persediaan yang rendah 5. Pemakaian ruang yang efisien 6. Ruang gerak yang cukup untuk operasional maupun pemeliharaan 7. Biaya produksi dan investasi modal yang rendah 8. Fleksibilitas yang cukup untuk menghadapi perubahan 9. keselamatan kerja yang tinggi 10. Suasana kerja yang baik Enam kaidah dalam merencanakan tata letak dalam suatu pabrik, sbb ; 1. Tempatkan pusat-pusat berdekatan, kurangi kebiasaan menempatkan barang sementara. 2. Buat tanda pada lantai untuk menandai letak material dan tahapan kerja 3. upayakan pengurangan dalam jumlah dan ukuran penyimpanan sementara 4. Otomatisasikan pengaturan material handling sehingga dapat ditemukan pola pemindahan yang tetap dan siklus pengirimanan yang baik 5. Pemakaian mesin kecil yang banyak jauh lebih baik dari mesin besar yang sedikit 6. Bila mungkin tempatkan robot-robot, khususnya untuk pekerjaan yang berulangulang Jenis tata letak : 1. Tata letak proses 2. Tata letak produk 3. Tata letak posisi tetap Tata letak proses ( process layout ) / tata letak fungsional adalah penyusunan t ata letak dimana alat yang sejenis atau yang mempunyai fungsi sama ditempatkan dalam bagia n yang sama. Contoh : utk pergudangan, rumah sakit, universitas dan perkantoran Penerbit : Universitas Putra Indonesia YPTK 2010

Modul / Diktat Manajemen Operasional FE Gambar ; tata letak proses G U D A N G Bubut Bubut Potong Potong Bubut Bubut Potong Potong Bor Bor Grinda Grinda Las G U D A N G Las Cat Cat Keuntungan tata letak proses :

UPI

YPTK

1. Memungkinkan utilisasi mesin yang tinggi 2. memungkinkan penggunaan mesin-mesin yang multiguna sehingga dapat dengan cepat mengikuti perubahan jenis produksi 3. memperkecil terhentinya produksi yang diakibatkan oleh kerusakan mesin 4. Sangat fleksible dalam mengalokasikan personal dan peralatan 5. Investasi yang rendah karena dapat mengurangi duplikasi peralatan Kelemahan : 1. Peningkatnya kebutuhan material handling karena aliran proses yang beragam dan tidak dapat digunakannya ban berjalan 2. Pengawasan produksi lebih sulit 3. Meningkatnya persediaan barang dalam proses 4. Total waktu produksi perunit yang lebih lama 5. Memerlukan skill yang lebih tinggi 6. Pekerjaan routing, penjadwalan dan akunting biaya yang lebih sulit, karena setiap ada order baru harus dilakukan perencanaan / perhitungan kembali Tata letak produk

Dipilih apabila proses produksinya telah distandarisasikan dan berproduksi dalam jumlah besar. Setiap produk akan melalui tahapan operasi yang sama sejak dari aw al sampai akhir. Penerbit : Universitas Putra Indonesia YPTK 2010

Modul / Diktat Manajemen Operasional FE

UPI

YPTK

Contoh : Tempat cuci mobil otomatis, kafetaria atau perakitan mobil Gambar tata letak produk G U D A N G P E R A K I T A N G U D A N G Bubut Press Potong Bubut Bor Las Las Grinda Grinda Bor Grinda Bor Bor Keuntungan : 1. Aliran material simple dan langsung 2. Persediaan barang dalam proses rendah 3. Total waktu produksi perunit rendah 4. Tidak memerlukan skill tenaga kerja yang tinggi 5. Kebutuhan material handling yang rendah 6. Pengawasan proses produksi yang lebih mudah 7. Dapat menggunakan mesin khusus & otomatis 8. Dapat menggunakan ban berjalan karena aliran material sudah tertentu 9. Kebutuhan material dapat diperkirakan dan dijadwal dengan mudah

Kelemahan : 1. Kerusakan pada sebuah mesin dapat menghentikan produksi 2. Perubahan desaign produk dapat mengakibatkan tidak efektifnya tata letak yang bersangkutan 3. Apabila terdapat bottle neck dapat mempengaruhi proses keseluruhan 4. Biasanya memerlukan investasi mesin / peralatan yang besar 5. Karena sifat pekerjaannya yang monoton dapat mengakibatkan kebosanan Penerbit : Universitas Putra Indonesia YPTK 2010

Modul / Diktat Manajemen Operasional FE

UPI

YPTK

Tata letak posisi tetap ( Fixed position layout ) Apabila karena ukuran, bentuk ataupun karakteristik lain menyebabkan produknya t idak mungkin atau sukar untuk dipindahkan . produk tetap ditempat, peralatan dan tena ga kerja yang mendatangi produk. Mis : pembuatan kapal laut, pesawat terbang, lokomotif atau proyek-proyek konstr uksi ( produk besar / bulky ) tapi berlaku juga untuk industri perakitan komputer ata u arloji ( perakitan/ pengujian ditempat yang sama ) Gambar tata letak posisi tetap G U D A N G Bubut Press Grinda G U D A N GCat BorLas Keuntungan tata letak tetap : 1. berkurangnya gerakan material 2. Adanya kesempatan untuk pengayaan tugas 3. Sangat flexible, dapat mengakomodasi perubahan dalam desaign produk, bauran produk, volume produksi 4. Dapat memberikan kebanggaan pada pekerja karena dapat menyelesaikan seluruh pekerjaan Kelemahan : 1. gerakan personal dan peralatan tinggi 2. Dapat terjadi duplikasi mesin dan peralatan 3. Memerlukan tenaga kerja yang berkemampuan tinggi 4. Biasanya memerlukan ruang yang besar dan persediaan barang dalam proses yang tinggi Perangkat lunak untuk penyusunan tata letak : Penerbit : Universitas Putra Indonesia YPTK 2010

Modul / Diktat Manajemen Operasional FE

UPI

YPTK

a.CRAFT ( Computerized Relative Allocation of Facilities Technique ) b.COFAD ( Computerized Facilities Design ) c.PLANET ( Plan Lay Out Analysis and Evaluation Technique ) d.CORELAP ( Computerized Relatonship Lay Out Planning ) e.ALDEP ( Automated Lay Out Design Program ) Soal Latihan : 1. Suatu perusahaan distributor makanan ringan akan menentukan tempat yang sesuai, agar dapat melaksanakan pendistribusian kepada para pengecernya dengan cepat dan deng an biaya yang semurah-murahnya. Perincian lokasi pengecer secara geografis dan juml ah permintaan sebagai berikut : Pengecer Posisi koordinat ( Aksis, Ordinat ) Jumlah Permintaan A ( 35 , 25 ) 700 B ( 25 , 50 ) 600 C ( 75 , 45 ) 900 D ( 95 , 30 ) 700 E ( 45 , 65 ) 800 Pembahasan : 35x700 . 25x600 . 75x900 . 95x700 . 45x800 X . . 56,6 700 . 600 . 900 . 700 . 800 25x700 50x600 45x900 30x700 65x800 Y . . 43,5 700 . 600 .

. . . .

900 . 700 . 800 Maka lokasi terpilih adalah pada koordinat : (56,6 : 43,5) Soal : 1. Suatu perusahaan distributor pupuk bermaksud mencari suatu tempat yang sesuai ag ar dapat melaksanakan pendistribusian pupuk kepada para pengecernya dengan cepat dan deng an Penerbit : Universitas Putra Indonesia YPTK 2010

Modul / Diktat Manajemen Operasional FE

UPI

YPTK

biaya yang semurah-murahnya. Perincian lokasi pengecer secara geografis dan juml ah permintaan sebagai beikut : Pengecer A ( 30 , B ( 20 , C ( 70 , D ( 90 , E ( 40 , Posisi koordinat ( Aksis, Ordinat ) Jumlah Permintaan 25 ) 800 55 ) 600 45 ) 900 35 ) 700 65 ) 1000

3. Berikut ini data untuk analisis lokasi : Volume -biaya Lokasi Biaya Tetap Biaya Variable Total I 300.000 500.000 II 250.000 400.000 III 200.000 700.000 IV 270.000 600.000 Catatan : Tingkat produksi diasumsikan adalah 20.000 unit, lokasi manakah yang d ipilih apabila : a. Tingkat produksi = 10.000 unit b. Tingkat produksi = 20.000 unit c. Tingkat produksi = 30.000 unit 4. Suatu perusahaan pemeliharaan mesin diesel memiliki 2 alternatif lokasi yang dip akai sebagai tempat usahanya, yaitu lokasi A yang berada dipusat kota serta lokasi B yang agak kepinggiran kota. Biaya tetap untuk lokasi A Rp. 20 juta / tahun, sedangkan loka si B sebesar Rp. 14 Juta / tahun. Biaya variable yang meliputi biaya tenaga kerja, transporta si dan bahan pembantu masing-masing sebesar Rp. 25.000 dan Rp. 27.600 permesin untuk lokasi A dan B. lokasi manakah yang sebaiknya dipilih apabila perkiraan pasar menunjukan orde r sebesar a. 500 mesin / tahun b. 800 mesin / tahun 5. Bank AX akan membangun pusat fasilitas perencanaan ( PFP ) untuk memproses trans aksi surat-surat berharga dari 4 buah cabang bank tersebut. Unit PFP lama berada pada koordinat (0,0) . Biaya transportasi perkilometer Rp. 10.000 untuk setiap 1.000 buah trans aksi. Tabel berikut menunjukan lokasi setiap cabang : Penerbit : Universitas Putra Indonesia YPTK 2010

Modul / Diktat Manajemen Operasional FE Cabang Aksis (X) (km) Ordinat (Y) (km) Volume transaksi ( buah ) A 50 100 40.000 B 80 120 50.000 C 200 50 30.000 D 100 0 80.000

UPI

YPTK

A. Tentuksan lokasi yang tepat untuk unit PFP baru tersebut dengan menggunakan pend ekatan Pusat Gravity B. Berapa jumlah biaya yang dapat dihemat oleh kantor cabang D dengan dipindahkanny a unit PFP ke lokasi yang baru MATERIAL HANDLING ( Penanganan Material ) Menangani material dengan menggunakan peralatan dan metode yang benar merupakan komponen penting peran canaan fasilitas. Dalam proses Material Handlling yang ditangani tidak hanya bahan proses industri saja, tapi dapat berupa tebu dalam pabriik gula, surat-surat dikirim lewat pos, uang d alam sistem perbankan atau penumpang dalam kereta api. Material handling bukan hanya menangani material tapi juga menyangkut penanganan , penyimpanan, transportasi dan pengendalian material. 17 prinsip dasar dalam perencanaan material handling : 1. Sistem material Handling yang disusun harus dapat memenuhi tujuan dan prasyarat dasar serta mempertimbangkan masa datang. 2. Sistem kegiatan penanganan dan penyimpanan hendaknya merupakan suatu sistem operasi yang terintegrasi termasuk dalam penerimaan, inspeksi, penyimpanan, produksi, perakitan, pengemasan, pergudangan, pengangkutan dan transportasi. 3. Peralatan materail handling dan prosedurnya agar didesaign sedemikian rupa dengan mempertimbangkan faktor kemampuan manusia dan keterbatasannya, Penerbit : Universitas Putra Indonesia YPTK 2010

Modul / Diktat Manajemen Operasional FE

UPI

YPTK

sehingga dapat terjadi interaksi yang efektif dengan manusia yang menggunakan sistem 4. Metode dan peralatan MH yang dipilih harus memberikan biaya perunit angkut rendah 5. Faktor pemakaian energi dan sistem MH dan prosedurnya harus diikutsertakan dalam melakukan justifikasi ekonomi 6. Penggunaan ruangan harus seefektif mungkin 7. Memanfaatkan gaya berat untuk memindahkan material dgn memperhatikan keterbatasan faktor keselamatan kerja, kerusakan dan kehilangan produk 8. Meningkatkan informasi pengendalian material dgn komputerisasi dan sistem MH dan penyimpanan. 9. Penanganan penyimpanan arus data diintegrasikan dgn arus fisik material. 10. Urutan operasi & tata letak harus efektif dan efisien. 11. Metode peralatan MH distandarisasikan agar ada acuan 12. Peralatan MH dimekanisasi utk meningkatkan efisiensi. 13. Metode MH yg dimiliki memiliki biaya yg minimal. 14. Metode penanganan sederhana, dgn eliminasi, mengurangi / kombinasi gerakan dan peralatan. 15. Metode dan peralatan digunakan utk berbagai tugas dan berbagai kondisi opera si. 16. Metode MH harus sesuai peralatan keselamatan yg berlaku. 17. MH mencakup perencanaan pemeliharaan dan perbaikan semua peralatan serta kebijaksanaan penggantian. BAB III. Prakiraan / Peramalan Digunakan untuk menentukan tingkat produksi dari barang atau jasa yang perlu disiapkan untuk masa yang akan datang. Penerbit : Universitas Putra Indonesia YPTK 2010

Modul / Diktat Manajemen Operasional FE Jenis peramalan Berdasarkan horizon waktu :

UPI

YPTK

1. Peramalan jangka panjang , lebih dari 24 bulan, misal berkaitan dengan penanaman modal, perencanaan fasilitas dan perencanaan untuk kegiatan litbang. 2. Peramalan jangka menengah, antara 3 s/d 24 bulan, misal perencanaan penjualan dan perencanaan anggaran produksi 3. Peramalan jangka pendek, waktu kurang dari 3 bulan, misal ; perencanaan pembelian material , penjadwalan kerja dan penugasan. Peramalan jangka pendek dan jangka menengah umumnya kuantitatif dan peramalan jangka panjang umumnya kualitatif . Metode Prakiraan Kuantitatif 1. Metode deret berkala a. Metode rata-rata bergerak a.1. Metode rata-rata bergerak sederhana ( Simple Moving Avarage ) a.2. Metode rata-rata bergerak tertimbang ( Weighted Moving Avarage ) b. Metode pemulusan Eksponensial b.1. Metode pemulusan eksponensial Tunggal b.2. Metode pemulusan eksponensial linear b.3. Metode pemulusan eksponensial Musiman c. Metode dekomposisi 2. Metode kausal 1. Regresi Linear 2. Koefisien korelasi 3. Pemodelan ekonomik 3. Pengukuran ketelitian dari Perkiraan ( AE = Avarage error, MAD = Mean absolute deviation, MSE = Mean squared error, MAPE = Mean absolute percentage error ) 4. Metode Peramalan Kualitatif 1. Juri Opini Eksekutif 2. Metode Delphi 3. Gabungan tenaga penjualan 4. Survei Pasar Penerbit : Universitas Putra Indonesia YPTK 2010

Modul / Diktat Manajemen Operasional FE Pemrograman Linear

UPI

YPTK

Adalah alternatif strategi yang dapat mengoptimalkan hasil yang ingin dicapai mi sal berupa keuntunngan yang maksimal maupun biaya yang minimal apabila organisasi memiliki keterbatasan atas sumber dayanya, baik keterbatasan dalam jumlah bahan baku, ruang, tenaga kerja, jam-kerja, mesin maupun modal. Teknik ini diterapkan pada berbagai bidang kegiatan perusahaan yang berkaitan dengan penugasan karyawan, penggunaan mesin, distribusi dan pengangkutan, penentuan kapasitas produk ataupu n dalam penentuan portofollio investasi. Penerbit : Universitas Putra Indonesia YPTK 2010

Modul / Diktat Manajemen Operasional FE Model matematis pemrograman linier : Fungsi tujuan :

UPI

YPTK

Memaksimumkan /meminimumkan Z = c1X1 + c2X2 + Dengan pembatasan : a11X1 + a12X2 + a21X1 + a22X2 + dst .. am1X1 + am2X2 + dan Xj.0 (j=1,2, ,n) Keterangan : + amnXn >=< bn + a1nXn >=< b1 + a2nXn >=< b2

+ cnXn

i=nomor sumber atau fasilitas yang tersedia (i=1,2, ,m) j=nomor kegiatan yang menggunakan sumber yang tersedia (j=1,2, ,n) m =jumlah sumber daya yang tersedia n = jumlah kegiatan Z = nilai optimal dari fungsi tujuan Xj = jenis kegiatan (variable keputusan ) aij = banyaknya sumber i yang diperlukan untuk menghasillkan setiap unit kegiata n j bj = banyaknya sumber i yang tersedia Cj = kenaikan nilai Z apabila ada pertambahan satu unit kegiatan j Dalam pembuatan model untuk pemrograman linier harus diusahakan untuk memenuhi kriteria sebagai berikut : 1. Tujuan yang akan dicapai dinyatakan dalam bentuk fungsi linier ( disebut fungsi tujuan ) 2. Sumber-sumber tersedia dalam jumlah terbatas dan pembatasan harus dinyatakan dalam bentuk ketidaksamaan yang linier. 3. Harus ada alternatif pemecahan, yaitu suatu solusi/pemecahan yang memenuhi semua kendala Contoh : Garuda furniture dengan bahan baku kayu jati dan kayu kamper untuk membuat satu Penerbit : Universitas Putra Indonesia YPTK 2010

Modul / Diktat Manajemen Operasional FE

UPI

YPTK

unit meja dan kursi model A dan model B serta kapasitas yang tersedia adalah seb agai berikut : Keterangan Model A Model B Kapasitas Kayu kamper 4 2 120 Kayu jati 2 2 100 Mesin 1 3 90 Apabila keuntungan yang diperoleh untuk satu unit model A = Rp 200.000 dan satu model B = Rp. 150.000, Berapa unit masing-masing model harus dibuat agar memperoleh keuntungan yang maksimal ? A=X1 B = X2 Fungsi tujuan Maks Z = 200 X1 + 150 X2 Dengan pembatasan : 4X1 + 2X2 . 120 2X1 + 2X2 . 100 X1 + 3X2 . 90 Dan X1, X2 . 0 Dimana : Z adalah total keuntungan (dlm Rp ) X1 adalah jumlah unit model A yang dibuat X2 adalah jumlah unit model B yang dibuat Pemecahan dengan cara grafik X2 60 3x1 + 2X2 .120 50 2X1 + 2X2 .100 C 30 B A X1 + 3X2 .90 0 30 50 90 X1 Penerbit : Universitas Putra Indonesia YPTK

2010

Modul / Diktat Manajemen Operasional FE Titik X1 X2 Z A 30 0 6.000 B 18 24 7.200 C 0 30 4.500 Contoh 2 Cari X1, X2 Fungsi tujuan Z = 5X1 + 3X2 maksimum Fungsi Pembatasan : 3X1 + 5X2 =15

UPI

YPTK

5X1 + 2X2 =10 X1=0 X2=0 Setelah masukan variable slack x3 dan x4, pembatasan menjadi : 3X1 + 5X2 + X3= 15 5X1 + 2X2 + X4 = 10 X1 3 5 1 0 X2=15 5201X3 10 A1 A2 A3 A4 X4 A3 dan A4 dalam basis. Selalu usahakan adanya identity matrix dalam Penerbit : Universitas Putra Indonesia YPTK 2010

Modul / Diktat Manajemen Operasional FE matrik A Tabel I : Baris 2=A4 Diganti A1 Cj 5 3 0 0 CB VDB H A1 A2 A3 A4 0 A3 15 3 5 1 0 0 A4 10 5 2 0 1 Zj-Cj 0 -5 -3 0 0 Kolom 1(A1)

UPI

YPTK

Masuk ke basis Dari table diperoleh : CB =(CB1, CB2) =(C3,C4) =(0,0) XB = (XB1,XB2) = (x3,X4) = (15,10) Z = CB1.XB1 + CB2.XB2 + CB3.XB3 = 0 (0) + 0 (0) + 0 (0) = 0 Zj Cj = -Cj Z1 C1 = -5 dan Z2 C2 = -3 CB1x= CB2 = 0 maka Zj =0 jadi Zj-Cj = -Cj hanya berlaku untuk tabel 1. Z1 = CB1 y11 + CB2 Y21 = 0(3) + 0(5 ) = 0 Z2 = CB1 y12 + CB2 Y22 = 0(5) + 0(2 ) = 0 Z3 = CB1 y13 + CB2 Y23= 0(1) + 0(0 ) = 0 Ternyata pemecahan ini belum optimal sebab masih ada Zj Cj < 0, 2 dari Zj-Cj yaitu -5 dan -3. Nilai kolom 1 nilainya paling negatif (negatif terbesar) maka A1 masuk basis dalam tabel baru, selanjutnya untuk menentukan baris keluar basis maka : XB1 = 15 = 5 ; XB2 = 10 = 2 nilai minimum baris kedua Y11 3 Y21 5 Karena yang memberikan nilai minimum baris kedua maka A4 diganti oleh A1 Penerbit : Universitas Putra Indonesia YPTK 2010

Modul / Diktat Manajemen Operasional FE Pengisian baris 2 untuk tabel 2 sbb : Y 20 = Y20 / Y21 = 10/5 = 2 Y 21 = Y21 / Y21 = 5/5 = 1 Y22 = Y22 / Y21 = 2/5 = 0,4 Y23 = Y23 / Y21 = 0/5 = 0 Y24 = Y24 / Y21 = 1/5 = 0,2 Untuk baris lainnya baris 1 dan 3 rumus : Y ij = Yij Yik Yrj

UPI

YPTK

Yrk Oleh karena untuk baris yang sama nilai Y ik / Y rk tidak berubah maka sebaiknya hitung lebih dahulu: Baris 1 : Yik / Yrk = 3/5 = 0,6 Y 1j = Y1j Y11 (Y2j) Y21 Y ij Y 10 Y 12 Y 14

= = = =

Y1j 0,6 Y2j 15 (0,6)(10) = 9 5 (0,6)(2) = 3,8 0 (0,6)(1) = -0,6

Baris 3 : (Baris Zj-Cj) Y3k/Y2k = Y31/Y21 = -5/5 = -1 Jadi Y 2j = Y3j + Y2j Maka : Y 30 = 0x9 + 5x2 = 0 + 10 = 10 Y 32 = 0x3,8 + 5x0,4 -3 = 0 + 2 Y 34 = 0 + 1 = 1

3 = -1 YPTK 2010

Penerbit : Universitas Putra Indonesia

Modul / Diktat Manajemen Operasional FE Tabel Menjadi : A3 Keluar Cj 5 3 0 CB VDB H 0 A3 9 0 5 A1 2 1 Zj-Cj 10 A2 masuk Basis

UPI

YPTK

0 A1 A2 A3 A4 (3,8) 1 -0,6 0,4 0 0,2 0 -1 0 1

Pemecahan dasar baru ini belum optimal sebab Z2

C2 = -1 < 0

Satu-satunya kolom 2 yang negatif maka A2 masuk basis. Untuk menentukan keluar basis : XB1 / Y12 = 9/3,8 dan XB2 / Y22 = 2/0,4 Ternyata baris 1 yang memberikan nilai minimum . Maka Baris pertama A3 diganti A2. Baris pertama : Baris pertama dibagi elemen baris pertama : Y 10 = 9/3,8 = 2,368 Y 13 = 1/3,8 = 0,2632 Y 14 = 0,6/3,8 = 0,1579 Baris 2 : Yik / Yrk = Y22/Y12 = 0,4/3,8 = 0,1053 Y 2j = Y2j 0,1053 Y1j Maka : Y 20 = 2 0,1053(9) = 1,053 Y 23 = 0 0,1053(1) = -0,1053 Y 24 = 0,2000 + 0,1053 (0,6) = 0,2632 Untuk baris 3 : Penerbit : Universitas Putra Indonesia YPTK 2010

Modul / Diktat Manajemen Operasional FE Y 30 = 3x2,368 + 5x1,053 = 12,37 dst Tabel Menjadi : Cj 5 3 0 0 CB VDB H A1 A2 A3 A4 3 A2 2,368 0 1 0,2632 -0,1579 5 A1 1,053 1 0 -0,1053 0,2632 Zj-Cj 12,37 0 0 0,2632 0,8421 Soal Latihan :

UPI

YPTK

1. Berdasarkan pemrograman linier berikut, carilah penyelesaian optimalnya dengan menggunakan cara grafik & Simpleks. Fungsi tujuan : Maks Z = 5X1 + 10X2 Dengan pembatasan : X1 + 4X2 =8 2X1 + 2X2 =10 X1, X2 =0 2. Perusahaan membuat 2 jenis sarung tangan golf tipe penuh (A) dan tipe separo (B). Untuk tahun depan perusahaan menerima pesanan melebihi kapasitas. Perusahaan memiliki 450 jam tersedia pada Penerbit : Universitas Putra Indonesia YPTK 2010

Modul / Diktat Manajemen Operasional FE

UPI

YPTK

bagian I (pemotongan dan penjahitan), 300 jam pada bagian II (penyempurnaan) dan 150 jam pada bagian III (pengepakan dan pengiriman). Waktu produksi yang diperlukan dan laba yang diperoleh per boks (12 buah) dari sarung tangan golf adalah sebagai berikut : Tipe Waktu produksi (jam/boks) Laba/boks I II III Laba/boks A 6 3 1 Rp. 30.000 B 3 2 2 Rp. 25.000 a. Bila perusahaan ingin mencapai laba maksimal, berapa boks dari tiap tipe sarung harus dibuat ? b. Berapa laba maksimum ? c. Berapa jam yang digunakan untuk tiap bagian ? BAB IV Model Transportasi Model transportasi adalah suatu metode yang digunakan untuk mengatur distribusi dari sumber-sumber yang menyediakan produk yang sama ke tempat-tempat tujuan secara optimal. Distribusi dilakukan sedemikian rupa sehingga permintaan dari beberapa tempat tujuan dapat dipenuhi dari beberapa tempat asal sumber, yang masing-masin g dapat memiliki permintaan atau kapasitas berbeda. Alokasi ini harus mempertimban gkan biaya pengangkutan yang bervariasi karena jarak dan kondisi antar lokasi yang be rbeda. Dengan model transportasi dapat diperoleh alokasi yang dapat meminimalkan total biaya transportasi atau waktu pengiriman. Penerbit : Universitas Putra Indonesia YPTK 2010

Modul / Diktat Manajemen Operasional FE

UPI

YPTK

Model transportasi dapat juga digunakan untuk masalah-masalah lain, misalnya penjadwalan dalam proses produksi, penempatan persediaan, atau pembelanjaan moda l. Model Persamaan transportasi : m n Fungsi tujuan Z Min = SS Cij. Xij i=1 j=1 m dengan pembatasan S Xij = Si i=1 n SXij = Dj j=1 ( I = 1,2, m dan j = 1,2, n) Di mana : Z = Total biaya transportasi Xij = Jumlah barang yang harus diangkut dari i ke j Cij = Biaya angkut per unit barang dari i ke j Si = Banyaknya barang yang tersedia di tempat asal i Dj = Banyaknya permintaan barang di tempat tujuan j m = Jumlah tempat asal n = Jumlah tempat tujuan Contoh dimana Demand = Supply : Suatu perusahaan mempunyai tiga buah pabrik di tiga tempat yang berbeda yaitu A1 , A2, dan A3. produk yang dihasilkan dikirim ketiga buah lokasi penjualan, yaitu T 1, T2 dan T3. kapasitas pabrik, permintaan penjualan, dan biaya pengangkutan dari masi ngmasing pabrik ke masing-masing gudang penjualan sebagai berikut : Angka pada sudut kanan atas tiap kotak menunjukan biaya angkut per unit ( Cij ) dari lokasi asal Ai ke lokasi tujuan Tj.Xij menunjukan jumlah unit dikirim dari Ai ke Tj. Persoalannya adalah bagaimana mementukan alokasi pengiriman kain ( Xij ) dari ke tiga pabrik ke tiga tempat penjualan agar biaya pengangkutan bisa seminimal mungkin :

Pabrik Gudang T1 T2 T3 Kapasitas Pabrik Penerbit : Universitas Putra Indonesia YPTK 2010

Modul / Diktat Manajemen Operasional FE A1 x11 C11 x12 C12 x13 C13 SA1 A2 x21 C21 x22 C22 x23 C23 SA2 A3 x31 C31 X32 C32 X33 C33 SA3 Permintaan penjualan ST1 ST2 ST3 SD=SS

UPI

YPTK

Dalam model matematik ( bentuk program linier ), persoalan dirumuskan : Fungsi tujuan Min Z = c11x11 +c12x12 + + c33x33 Dengan pembatasan : X11 + X12 + X13 = 70 X21 + X22 + X23 = 90 X31 + X32 + X33 = 60 X11 + X21 + X31 = 50 X12 + X22 + X32 = 80 X13 + X23 + X33 = 90 Xij =0 ( i= 1, 2, 3 dan j = 1, 2, 3 ) Pemecahan : Alokasikan sejumlah barang dimulai dari sel sudut kiri atas ke arah sebelah kana n bawah, dialokasikan hingga semua barang teralokasikan. Sel yang telah dialokasi disebut sel dasar, yang berjumlah m + n 1 ( pemecahan = 3 + 3 1 = 5 ) dan sel la in disebut sel bukan dasar. Gudang Pabrik T1 T2 T3 Kapasitas Pabrik A1 50

10 20 10 5 70 A2 20 60 5 15 30 15 90 A3 10 5 20 60 5 60 Permintaan penjualan 50 80 90 220 Penerbit : Universitas Putra Indonesia YPTK 2010

Modul / Diktat Manajemen Operasional FE

UPI

YPTK

Biaya angkut tahap ini adalah : = c11.x11 + c12.x12 + c21.x21 + c23.x23 + c33.x33 = 50 x 10+ 20 x 10 + 60 x 15 + 30 x 15 + 60 x 5 = 2350 Uji optimalisasi untuk menurunkan biaya angkut dengan menghitung Cij untuk sel bukan dasar dengan membuat jalur / putaran unik ( unique loop ) berbentuk segi e mpat / gerakan patah-patah, gerakan vertikal ke horizontal dan seterusnya. C13 = +C12 C21 = +C11 C31 = +C11 C32 = +C22 Dari keempat C22 C12 C12 C23 Cij + C23 C13 = +10 + C22 C21 = +10 + C22 C23 + C33 + C33 C32 = +15 masih terdapat sel 15 + 15 5 = 5 10 + 15 20 = -5 C31 = 10 10 + 15 15 + 5 10 = -5 15 + 5 20 = -15 bernilai positif, penyelesaian belum optimal

dilakukan perbaikan alokasi yang dapat menurunkan total biaya angkut, lakukan perbaikan. Untuk perbaikan , pilih sel bukan dasar dengan Cij positif terbesar untuk alokas i yang berasal dari salah satu sel dasar. Dari sel yang mempunyai koefisien biaya berta nda plus, pilih sel yang mempunyai alokasi terkecil. Pindahkan alokasi barang pada sel ter sebut ke sel bukan dasar yang mempunyai nilai Cij terbesar tadi dan atur kembali alokasi keseimbangan D ( permintaan ) dan S (penawaran ). Gudang Pabrik T1 T2 T3 Kapasitas Pabrik A1 50 20 70 A2 80 10 90 A3 60 60 Permintaan penjualan 50 80 90 220 Uji Optimalisasi Penerbit : Universitas Putra Indonesia YPTK 2010

Modul / Diktat Manajemen Operasional FE

UPI

YPTK

C12 = +C13 C23 + C22 C12 = +5 15 + 15 10 = -5 C21 = +C11 C13 + C23 C21 = +10 5 + 15 20 = 0 C31 = +C11 C13 + C33 C31 = +10 5 + 5 -10 = 0 C32 = +C22 C23 +C33 C32 = +15 15 + 5 20 = -15 Dari hasil Cij menunjukan penyelesaian sudah optimal dimana, : Pabrik A1 mendistribusikan ke T1 = 50 unit dan ke T3 = 20 unit Pabrik A2 mendistribusikan ke T2 = 80 unit dan ke T3 = 10 unit Pabrik A3 mendistribusikan ke T3 = 60 unit. Permintaan lebih besar dari suplai Maka alokasi awal adalah, sebagai berikut dan penyelesaian berikutnya sama denga n metode dimana D = S Gudang Pabrik T1 T2 T3 Kapasitas Pabrik A1 50 20 70 A2 80 10 90 A3 60 60 A4 (dummy) 30 30 Permintaan penjualan 50 80 120 250 Penerbit : Universitas Putra Indonesia YPTK 2010

Modul / Diktat Manajemen Operasional FE SOAl LATIHAN :

UPI

YPTK

1. Perusahaan pelayanan jasa komputer mempunyai 3 pusat pelayanan dengan tenaga kerja yang bertugas untuk melayani lokasi A, B, C dan jumlah permintaan lokasi sebagai berikut : T1: Pusat pelayanan & Teknisi T2 : Lokasi dan jumlah permintaan Pusat pelayanan Teknisi 1 35 2 25 3 25 Pusat pelayanan Teknisi A 27 B 33 C 20 Rata-rata biaya yang diperlukan oleh tenaga kerja untuk menuju ke masing-masing lokasi pelanggan sebagai berikut ( dlm Ribu rupiah ) : Dari A B C I 15 5 12 II 6 3 10 III 5 9 8 2. Berikut ini adalah data biaya transportasi dan jumlah permintaan dan jumlah p enawaran sebagai berikut : Pabrik \ Gudang A B C Jumlah S I 10 5 10 50 II 20 15 15 70 III 10 5 20 80 Jumlah D 60 90 30 Tentukan rencana distribusi yang dapat meminimalkan biaya transportasi ! Penerbit : Universitas Putra Indonesia YPTK 2010

Modul / Diktat Manajemen Operasional FE BAB V PERENCANAAN AGREGATE Strategi Perencanaan agregate :

UPI

YPTK

1. Melakukan variasi tingkat persediaan, jumlah karyawan dan waktu kerja dipertahankan tetap 2. Subkontrak , Tenaga kerja tetap , tidak melakukan variasi jam kerja, bila D bertambah, sementara kapasitas produksi tidak cukup memenuhinya digunakan subkontrak akibatnya, HPProduksi tinggi, pesaing maju, mutu tidak terkontrol 3. Menggunakan pekerja paruh waktu ( part time ), untuk tenaga kerja skill rendah seperti : restoran, toko eceran, swalayan, kelemahan Turn over tinggi 4. Melakukan variasi jumlah tenaga kerja ( hiring ) / Lay off D > hiring / penambahan tenaga kerja D < lay off / pengurangan tenaga kerja 5. Mempengaruhi permintaan D < lakukan promosi D > Demarketing 6. Melakukan variasi jam kerja D > tambah jam kerja D < kurangi jam kerja 7. Pemesanan tertunda selama periode permintaan tinggi ( Back Order ) 6 tahap yang ditentukan dalam perencanaan agregate : 1. Tentukan tingkat D masing-masing periode 2. Tentukan kapasitas waktu normal, lembur dan subkontrak 3. Tentukan biaya tenaga kerja , biaya penambahan dan pengurangan personal, biaya penyimpanan persediaan, biaya kekurangan persediaan ( back log ) 4. Tentukan kebijaksanaan perusahaan terhadap tenaga kerja dan tingkat persediaan 5. Kembangkan rencana alternatif dan uji total biaya 6. Pilih alternatif yang memberikan total biaya terendah Metode : 1. Melakukan Variasi Tingkat Persediaan 2. Melakukan variasi jumlah tenaga kerja Penerbit : Universitas Putra Indonesia YPTK

2010

Modul / Diktat Manajemen Operasional FE

UPI

YPTK

3. Mepertahankan jumlah karyawan dengan sistem subkontrak Data perkiraan permintaan PT.X Bulan Prakiraan Permintaan Jumlah hari kerja Januari 2.000 25 Februari 2.100 24 Maret 1.975 27 April 2.200 26 Mei 2.400 27 Juni 2.500 26 Total 13.175 155 Biaya tenaga kerja ( perorang / hari ) Rp. 25.000 Biaya penyimpanan persediaan ( perunit / bulan) Rp. 2.000 Biaya Marginal subkontrak ( perunit ) Rp. 10.000 Biaya penambahan tenaga kerja ( perorang ) Rp. 250.000 Biaya pengurangan tenaga kerja ( perorang ) Rp. 500.000 Jam kerja perhari 8 jam Persediaan awal 0 Rata-rata produksi perunit = 1,5 jam Biaya kekurangan persediaan Rp. 2.000/unit Jawab : Melakukan variasi tingkat persediaan Bulan Prakiraan Permintaan Jumlah hari kerja Jumlah produksi Perubahan Persediaan Akumulasi persediaan Jan 2.000 25 2.125 125 125 Febr 2.100 24 2.040 -60 65 Mart 1.975 27 2.295 320 385 Aprl 2.200 26 2.210 10 395 Mei 2.400 27 2.295 -105 290 Jun 2.500 26 2.210 -290 0 Jumlah 13.175 155 13.175 1.260 Produksi rata-rata perhari = 13.175 unit / 155 hari = 85 unit / hari Penerbit : Universitas Putra Indonesia YPTK 2010

Modul / Diktat Manajemen Operasional FE

UPI

YPTK

Rata-rata jam produksi perunit 1,5 jam Maka 1 hari tenaga kerja bisa menghasilkan 8 jam : 1,5 = 5,33 unit / hari Maka untuk menghasilkan 85 unit diperlukan tenaga kerja : 85 / 5,33 = 15, 95 ata u = 16 orang . Jumlah produksi januari = 25 x 85 = 2.125 Perubahan Ps = selisih Jumlah produksi dengan permintaan Januari = 2.125 2.000 = 125 Akumulasi persediaan = Perubahan Ps bln n-1 + Perubahan Ps bulan n = Febr= 125 + 60 = 65 Biaya Biaya Biaya TOTAL adalah : tenaga kerja : 16 x 155 x 25.000 = 62 juta persediaan : 1.260 x 2.000 = 2,52 jt + = 64,52 jt

Melakukan variasi jumlah tenaga kerja Bulan Prakiraan Permintaan Jumlah hari kerja Tenaga kerja yg diperlukan Upah Tenaga Kerja ( Jt Rp ) Penambahan tenaga kerja Pengurangan Tenaga kerja Jan 2.000 25 15 9,375 1 Febr 2.100 24 17 10,2 2 Mart 1.975 27 14 9,45 3 Aprl 2.200 26 16 10,4 2 Mei 2.400 27 17 11,475 1 Jun 2.500 26 18 11,7 1 2 Jumlah 13.175 155 62,6 jt 6 6 Jumlah tenaga kerja : 16, rata-rata produksi perhari 5,33 unit Tenaga kerja januari = permintaaan : Jml hari kerja : rata-rata produksi perhari Januari = 2000 : 25 :5,33 = 15 Penerbit : Universitas Putra Indonesia YPTK 43 2010

Modul / Diktat Manajemen Operasional FE

UPI

YPTK

Upah tenaga kerja = jumlah hari kerja x tenaga kerja x biaya tenaga kerja perhar i = 25 x 15 x 25.000 = 9.375.000 Biaya Biaya Biaya TOTAL tenaga kerja = 62,6 jt penambahan tenaga kerja = 6 x 250.000 = 1,5 jt pengurangan tenaga kerja = 6 x 500.000 = 3 jt = 67,1 jt

Melakukan Subkontrak Bulan Prakiraan Permintaan Jumlah hari kerja Jumlah produksi Persediaan Jumlah yg disubkontrak Jan 2.000 25 1.866 134 Febr 2.100 24 1.791 309 Mart 1.975 27 2.015 40 Aprl 2.200 26 1.940 260 Mei 2.400 27 2.015 385 Jun 2.500 26 1.940 560 Jumlah 13.175 155 40 1.648 Permintaan terendah Maret 1975 : 27 = 73,148 Rata-rata produksi perhari 73,148 unit Setiap pekerja menghasilkan perhari 5,33 unit Maka tenaga kerja diperlukan= 73,148 : 5,33 = 13,72 atau 14 orang Maka perhitungan produksi januari : 14 x 25 x 5,33 = 1.866 Biaya Biaya Biaya Biaya TOTAL : Tenaga kerja : 14 x 155 x 25.000 = 54,25 jt persediaan : 40 x 2.000 = 0,08 jt subkontrak : 1.648 x 10.000 = 16,48 jt = 70,81 jt

SOAL LATIHAN : 3. Perkiraan permintaan PT. AVS periode mendatang sebagai berikut : Bulan Jumlah Permintaan Jumlah Hari kerja Januari 1500 26 Februari 1600 23 Maret 1600 26 April 1700 25 Penerbit : Universitas Putra Indonesia YPTK 44 2010

Modul / Diktat Manajemen Operasional FE Mei 1650 25 Juni 1750 24 Juli 1800 25 Agustus 1900 24

UPI

YPTK

a. Buatlah statergi perubahan tenaga kerja apabila, Rata-rata produksi perorang 1 unit/jam, jumlah jam kerja 1 hari 8 jam, biaya tenaga kerja Rp. 15.000 perhari, biaya penambahan tenaga kerja Rp. 500.000perorang dan pengurangan tenaga kerja Rp. 750.000 perorang ! b. Buatlah strategi variasi tingkat persediaan bila persediaan awal 60 unit, bia ya pernyimpanan persediaan Rp 2500/unit/bulan dan biaya kekurangan persediaan Rp. 500/unit/bulan . c. Buatlah strategi subkontrak bila biaya subkontrak Rp. 4500/unit d. Strategi mana yang dipilih ? 2. Sebuah perusahaan menghadapi permintaaan tahunan yang berfluktuasi sebagai be rikut ; Triwulan 1 2 3 4 Permintaan 700 1.100 1.200 1.000 Pola produksi yang diterapkan yaitu masing-masing 800 unit pada triwulan 1 dan 2 serta 1.000 unit pada triwulan 3 dan 4, kekurangan permintaaan dipenuhi dengan subkontrak, Biaya penyimpanan Rp. 300/unit/triwulan. Biaya subkontrak Rp. 400/unit. Tenaga kerja yang berkerja tia p bulan adalah 12 orang dengan biaya Rp. 10.000 perhari. Hitunglah biaya yang timbul dengan strate gi tersebut ! BAB VI PERANCANGAN SISTEM KERJA Berkaitan dengan : Produktivitas, tenaga kerja ttg pelaksanaan operasi, menunjan g tujuan , efisiensi & efektifitas, menurunkan kebosanan & meningkatkan kepuasan k erja. Rancangan kerja ( Job Design ) Rincian isi & cara pelaksanaan tugas atau kegiatan yang mencakup mengerjakan tugas, bagaimana tugas dilaksanakan, dimana tugas dikerjakan dan hasil yang diharapkan Pendekatan dalam rancangan kerja : a. Manajemen ilmiah b. Pendekatan perilaku c. Pendekatan Sosioteknis a. Manajemen ilmiah Penerbit : Universitas Putra Indonesia YPTK

2010

Modul / Diktat Manajemen Operasional FE

UPI

YPTK

Scientific manajemen oleh F.W. taylor, aliran efisiensi, konsep Labor specialization, pendekatan sistematis dan logis terhadap rancangan kerja, standa r kinerja dan teknik dalam pengukuran kerja perorangan dan kelompok b. Pendekatan perilaku Mulai akhir th 50-an oleh frederick Herzberg, manusia adalah mahluk kompleks perlu pendekatan tertentu menangani yaitu dengan memperhatikan faktor perilaku d an pemenuhan kepuasan terhadap kemauan dan keinginan manusia Penyusunan rancangan kerja mempertimbangkan -Job Enlargment ( Perluasan kerja ) , Pemberian porsi kerja lebih besar secara horizontal , pekerjaan tambahan tersebut berada pada tingkat kecakapan dan tanggung jawab yang setara dengan pekerjaan semula -Job Enrichment ( Pengayaan kerja ), penambahan kerja dengan tanggung jawab yang lebih tinggi seperti perencanaan & pengendalian mis pencatatan barang menangani perencanaan barang Job Rotation ( Pergantian / perputaran kerja ), penukaran tugas antara pekerjaan secara periodik untuk menghindari pekerjaan monoton C. Pendekatan Sosioteknis Oleh Eric Trist 1963 dimana pengembangan kerja tidak semata-mata mencerminkan teknologi yang paling ekonomis tapi juga memperhatikan faktor sosia l tempat karyawan bekerja Teori sociotechnical sebagai dasar rancangan suatu tugas : Hambatan teknis Hambatan sosial Kelompok semua pekerjaan yang menitikberatkan pada halhal social yang menyangkut psikologi dan social pekerja Rancangan semua tugas yang fleksible dari sudut pandang criteria teknis Rancangan yang Layak dari sebuah keseimbangan optimum Penerbit : Universitas Putra Indonesia YPTK

2010

Modul / Diktat Manajemen Operasional FE

UPI

YPTK

Titik pertemuan akan membawa semua kelompok tugas yang layak dan yang akan memuaskan baik kebutuhan sosial maupun kebutuhan teknis. Pendekatan ini tidak hanya untuk merancang tugas tetapi juga merancang penyelenggaraan organisasi keseluruhan. Bila produksi ataupun kualitas menurun m aka perbaikan yang harus dilakukan adalah : -Mengganti supervisi -Memilih pekerja -Menjalankan sistem penghargaan Analisis Metode Alat bantu : a. Bagan proses Aliran ( Flow Process Chart ) Bagan ini menggambarkan urutan operasi, baik gerakan pekerjaan maupun aliran material Contoh : Bagan Proses Aliran Tugas : Permintaan uang kembalian Analis D. Kolb Hal Operasi Pemindahan Inspeks i Penun -daan Penyim -panan Surat permintaan dibuat oleh kepala bagian Dimasukan kedalam kantong Dibawa ke bagian keuangan Jumlah dan tanda tangan dicek Permintaan disetujui oleh bendahara Uang dihitung oleh kasir Jumlah dicatat dalam pembukuan Uang dimasukan kedalam amplop Dibawa kebagian semula Penerbit : Universitas Putra Indonesia YPTK 2010

Modul / Diktat Manajemen Operasional FE Jumlah uang dicek terhadap permintaan Tanda terima ditanda tangani Uang disimpan

UPI

YPTK

b. Bagan Pekerja Mesin ( Worker-Machine Chart ) c. Bagan Proses Kelompok ( gang-process chart ) Studi Gerakan Empat teknik yang digunakan : 1. Prinsip Studi Gerakan, mengatur prinsip penggunaan tubuh manusia, Prinsip pengaruran tempat kerja dan prinsip design mesin dan peralatan. 2. Analisis Therblig, dengan menggunakan elemen dasar gerakan yang diibaratkan huruf alfabeyt yang disusun membentuk kata. 3. Studi Gerakan Mikro, mempelajari gerakan melalui gambar / film Cth ; Olahraga 4. Peta / Bagan, bagan menganalisis pekerjaan yang menggambarkan gerakan simultan kedua belah tangan. Kondisi Kerja : Yang mempengaruhi : -Faktor fisik -Temperatur dan Kelembaban, suhu optimal 20 27 C , Kelembaban 30 50% -Ventilasi -Pencahayaan : Menurut Sanders, untuk pekerjaan yang tidak sering dilakukan tingkat cahaya ( iluminan ) 100 / halus 2.000 5.000lx 200 lx ( 10-20 fc), untuk perakitan barang kecil

-Warna : merah hangat , kuning segar, biru sejuk, hijau sering utk RS Merah utk daerah bahaya, ungu utk daerah bahaya radiasi, kuning utk daerah berhati-hati Suara : dlm kantor 60dB , tidak boleh bekerja diatas 90dB selama 8jam berturuttu rut Pengukuran Kerja (Work Measurement ) 3 cara : 1. Studi waktu Penerbit : Universitas Putra Indonesia YPTK

2010

Modul / Diktat Manajemen Operasional FE

UPI

YPTK

2. Standar waktu yang ditentukan sebelumnya 3. Pengambilan sample kerja Studi waktu Ukuran sample .Z.s . 2 n = .. a.x .. Z = Tingkat kepercayaan yang diingin s = Standar deviasi dari data observasi a = maksimum ketelitian yang diinginkan X = rata-rata hitung dari data observasi Apabila ketelitian yang diinginkan dinyatakan dalam unit waktu maka persamaan : .Z.s . 2 n = .. e .. dimana e adalah maksimum ketelitian ( dlm unit waktu ) Nilai z yang dipakai : Tingkat kepercayaan(%) Nilai Z 90 1,65 95 1,96 99 2,58 Menghitung rata-rata waktu : . x X = n Peringkat kerja ( PR. Performance Rating ) dihitung dengan waktu normal ( NT , Normal Time ) NT = X x PR / 100 Tetapkan faktor kelonggaran ( AF, Allowance factor ) Utk kelongggaran dlm % AF = 1 + A A = Tolereansi kelonggaran

Utk kelonggaran yang dinyatakan sebagai persentase dari jam kerja AF = ( 1 / ( 1-A ) Hitung waktu standar ( ST, Standar Time ) Penerbit : Universitas Putra Indonesia YPTK 2010

Modul / Diktat Manajemen Operasional FE ST = NT x AF

UPI

YPTK

Standar waktu yang ditentukan sebelumnya ( preditermined Time Standar ), yang digunakan MTM ( Methods Time Measurement ) yang dikembangkan oleh Methods Engineering Council ) dimana waktu standar elemen dasar gerakan dinyatakan denga n unit ukuran waktu ( TMU ) yang setara dengan 0,00001 jam atau 0,0006 menit Pengambilan Sampel Kerja, dengan mengestimasi proporsi waktu dimana pekerja atau mesin melakukan pekerjaan Soal Latihan Contoh : Seorang anlisis waktu mengamati waktu yang diperlukan untuk penyelesaian suatu pekerjaan. Dari pengamatan diperoleh rata-rata hitung waktu tugas adalah 6,6 men it dengan standar deviasi 1,1 menit. Tingkat kepercayaan yang diinginkan 95%. Apabi la maksimum kesalahan ditentukan sebesar 10% dari rata-rata waktu observasi, maka jumlah sample yang diperlukan adalah ? .Z.s . 2 . 1,96x1,1 . 2 n = = = 10,67 .. a.x .. .. 6,6x0,10. . Contoh : Hasil pengamatan terhadap lama suatu tugas selama 5 siklus berturut-turut mengha silkan data sebagai berikut : 10, 9, 10, 11, 10 menit. Apabila peringkat kinerja dari p ekerja yang bersangkutan adalah 110% dan factor kelonggaran ditetapkan sebesar 20% dari waktu tugas, maka waktu standar untuk tugas tersebut sbb : .10 . 9 .10 .11.10. x .

. 10

5 NT = 10 x 110 / 100 = 11 menit iST = 11 x ( 1 + 0,2 ) = 13,2 menit Penerbit : Universitas Putra Indonesia YPTK 2010

Modul / Diktat Manajemen Operasional FE BAB VII MANAJEMEN PERSEDIAAN

UPI

YPTK

Persediaan adalah bahan atau barang yang dismpan yang akan digunakan untuk memenuhi tujuan tertentu, mis : untuk digunakan dalam proses produksi / perakita n atau dijual kembali Persediaan dapat berupa bahan mentah, bahan pembantu, barang dalam proses, baran g jadi ataupun suku cadang. Apabila persediaan besar akan timbul biaya persediaan dan persediaan kecil terjadi kekurangan persediaan. Fungsi persediaan dalam memenuhi kebutuhan perusahaan : 1) Menghilangkan resiko keterlambatan pengiriman barang 2) Menghilangkan resiko jika material yang dipesan tidak baik sehingga harus dikembalikan. 3) Menghilangkan resiko kenaikan harga barang/inflasi. 4) Menghilangkan resiko kesulitan bahan yang tidak tersedia dipasaran ( bahan musiman ) 5) Mendapatkan keuntungan dari potongan kuantitas 6) Memberikan pelayanan kepada langganan Keenam fungsi tersebut maka dapat dikelompokan 4 jenis persediaan : 1. Fluktuation stock untuk fluktuasi persediaan 2. Anticipation Stock Menghadapi permintaaan yang diramalkan 3. Lot size inventory persediaaan yang diadakan dalam jumlah yang lebih besar Penerbit : Universitas Putra Indonesia YPTK

2010

Modul / Diktat Manajemen Operasional FE

UPI

YPTK

4. Pipeline Inventory Persediaan yang sedang dalam proses pengiriman dari tempat asal barang dipergunakan. Klasifikasi ABC Kelas A, volume rupiah tinggi (70-80%), jumlah sedikit 20% jumlah persediaaan. Kelas B : Nilai volume menengah (15-25%) dan sekitar 30% jumlah persediaan Kelas C : Nilai volume rupiah rendah (5-15%) , jumlah sekitar 50% dari jumlah persediaan. Metode EOQ(Economic Order Quantity ) Biaya pemesanan pertahun = frekuensi pesanan x biaya pesanan = D/Q x S Biaya penyimpanan pertahun = persediaan rata-rata x biaya penyimpanan = Q/2 x H Total biaya pertahun = Biaya pemesanan + biaya penyimpanan = D/Q x S + Q/2 x H EOQ terjadi bila biaya pemesanan = biaya penyimpanan D/Q x S = Q/2 x H 2DS Q . H H = h x C Contoh : D S h C H = = = = = 12.000 unit Rp. 50.000 10% Rp. 3000 300

_____ EOQ = v2 x 12.000 x 50.000 = 2.000 unit 300 F = D/Q = 12.000 : 2.000 = 6 kali / tahun Penerbit : Universitas Putra Indonesia YPTK 2010

Modul / Diktat Manajemen Operasional FE

UPI

YPTK

T = Jumlah hari kerja pertahun : Frekuensi pesanan = 365 : F = 61 hari Model Persediaan dengan pemesanan tertunda b = on hand inventory Q b = back order ( jumlah barang yang dipesan oleh pembeli tetapi belum dapat dipenuhi ) Total biaya persediaan = biaya pemesanan + biaya penyimpanan + biaya kekurangan persediaan Biaya penyimpanan untuk setiap siklus pesanan : = b2 H 2D Frekuensi pesanan pertahun = D / Q maka biaya penyimpanan pertahun : = b2 H 2Q Biaya kekurangan persediaan pertahun = (Q-b) 2 .B 2Q TC = D/Q. S + b2. H + (Q-b) 2 .B 2Q 2Q Maka nilai Q dapat diperoleh : 2DS B . H Q . H B Maka b juga dapat diperoleh dengan : 2DS B b . H B . H

Penerbit : Universitas Putra Indonesia

YPTK

2010

Modul / Diktat Manajemen Operasional FE

UPI

YPTK

Model Persediaan dengan potongan kuantitas : TC = D/Q S + Q/2 .H + DC Prosedur penyelesaian : 1. Hitung EOQ pada harga terendah. Bila EOQ fisible ( jumlah yang dibeli sesuai dengan harga yang dipersyaratkan ) maka kuantitas tersebut dipilih 2. Bila EOQ tidak fisible hitung total biaya pada kuantitas terendah pada harga tersebut. 3. Hitung EOQ pada harga terendah berikutnya. Bila fisible hitung total biayanya. Kemudian bandingkan total biaya dari kuantitas pesanan yang telah dihitung. Kuantitas optimal adalah kuantitas yang mempunyai total biaya terendah. 4. Apabila langkah 3 masih tidak fisible, ulangi langkah 2 dan 3 sampai memperoleh EOQ yang fisible atau perhitungan tidak mungkin lagi dilanjutkan . Contoh : Toko kamera mempunyai tingkat penjualan kamera jenis tertentu sebanyak 5.000 uni t pertahun. Untuk setiap pengadaaan kamera, toko tersebut mengeluarkan biaya Rp. 490.000 perpesanaan . Biaya penyimpanan kamera perunit/ tahun sebesar 20% dari n ilai barang. Harga barang perunit sesuai dengan jumlah pembelian sebagai berikut : Daftar harga : Kuantitas Harga/unit(Rp) Pesanan(Unit) < 500 50.000 500 999 49.000 1.000-1.999 48.500 2.000-2.999 48.000 =3.000 47.500 Penyelesaian : pada harga 47.500 ____________________________ EOQ =v2 x 5.000 x 490.000 / 0,2 x 47.500 = 718 EOQ tidak fisible karena harga 47.500 berlaku untuk pembelian lebih dari 3.000 u nit TC = (5.000/3.000) x 490.000 + (3.000/2) x 0,2 x 47.500 + 5.000 (47.500) Penerbit : Universitas Putra Indonesia YPTK 2010

Modul / Diktat Manajemen Operasional FE = 252.566.667 Berikutnya pada harga 48.000

UPI

YPTK

____________________________ EOQ =v2 x 5.000 x 490.000 / 0,2 x 48.000 = 714 EOQ tidak fisible karena harga 47.500 berlaku untuk pembelian lebih dari 2.000-2 .999 unit TC = (5.000/2.000) x 490.000 + (2.000/2) x 0,2 x 48.000 + 5.000 (48.000) = 250.825.000 Berikutnya pada harga terendah berikutnya 48.500 ____________________________ EOQ =v2 x 5.000 x 490.000 / 0,2 x 48.500 = 711 EOQ tidak fisible karena harga 48.500 berlaku untuk pembelian lebih dari 1.000-1 .999 unit TC = (5.000/1.000) x 490.000 + (1.000/2) x 0,2 x 48.500 + 5.000 (48.500) = 249.800.000 Berikutnya pada harga terendah berikutnya 49.000 ____________________________ EOQ =v2 x 5.000 x 490.000 / 0,2 x 49.000 = 707 EOQ fisible karena harga 49.000 berlaku untuk pembelian lebih dari 500-999 unit TC = (5.000/707) x 490.000 + (707/2) x 0,2 x 49.000 + 5.000 (49.000) = 251.929.000 Rangkuman perhitungan : Harga/unit Kuantitas Pembelian EOQ Fisible / tidak Q yang fisible Total Biaya (ribu) 47500 =3.000 718 tidak 3.000 252.567 48000 2.000-2.999 714 Tidak 2.000 250.825 48500 1.000-1.999 711 Tidak 1.000 249.800 49000 500 999 707 ya 707 251.930 Total biaya terendah Rp. 249.800.000 maka jumlah pesanan yang paling optimal 1.0 00 Penerbit : Universitas Putra Indonesia YPTK 2010

Modul / Diktat Manajemen Operasional FE unit meskipun EOQ fisible 707 unit. Soal :

UPI

YPTK

Toko kamera mempunyai tingkat penjualan kamera jenis tertentu sebanyak 5.000 uni t pertahun. Untuk setiap pengadaaan kamera, toko tersebut mengeluarkan biaya Rp. 450.000 perpesanaan . Biaya penyimpanan kamera perunit/ tahun sebesar 20% dari n ilai barang. Harga barang perunit sesuai dengan jumlah pembelian sebagai berikut : Daftar harga : Kuantitas Pesanan(Unit) Harga/unit(Rp) < 1.000 5000 1.000 1.499 4800 1.500-2.999 4650 3.000-4.999 4500 =5.000 4200 SOAL LATIHAN MID: 1. Apabila perusahaan butuh peralatan 25.000 unit /pertahun . Biaya pemesanan 5. 000 dan biaya penyimpanan 5% dari nilai barang, harga barang sbb : Kuantitas <500 500-999 1000-1499 1500-1999 =2000 Harga/unit 8.000 5.000 3.500 2.000 1.000 Tentukan jumlah pesanan yang paling optimal 2. Perkiraan permintaan PT. AVS periode mendatang sebagai berikut : Bulan Jumlah Permintaan Jumlah Hari kerja Januari 1500 26 Februari 1600 24 Maret 1600 26 April 1700 27 Mei 1650 27 Juni 1750 26 Juli 1800 27 Agustus 1900 26 a. Buatlah statergi perubahan tenaga kerja apabila, Rata-rata produksi perorang 2 unit/jam, jumlah jam kerja 1 hari 8 jam, biaya tenaga kerja Rp. 20.000 perhari, biaya penambahan tenaga kerja Rp. 400.000perorang dan pengurangan tenaga kerja Rp. 650.000 perorang ! b. Buatlah strategi variasi tingkat persediaan bila persediaan awal 60 unit, bia ya pernyimpanan persediaan Rp 2500/unit/bulan dan biaya kekurangan persediaan Rp. 500/unit/bulan. c. Buatlah strategi subkontrak bila biaya subkontrak Rp. 4500/unit Penerbit : Universitas Putra Indonesia YPTK 2010

Modul / Diktat Manajemen Operasional FE

UPI

YPTK

d. Strategi mana yang dipilih ? 3. Suatu perusahaan pemeliharaan mesin-mesin diesel memiliki 2 alternatif lokasi ya ng akan dipakai sebagai tempat usahanya , yaitu lokasi A yang berada di pusat juta/ tahun, sedangkan lokasi B sebesar Rp 12,5 juta /tahun. Biaya variable yang meliputi bia ya tenaga kerja, transportasi dn bahan pembantu masing-masing sebesar Rp. 20.000 da n Rp. 25.000 per mesin untuk lokasi A dan B. Lokasi manakah yang sebaiknya dipilih apa bila perkiraan pasar menunjukan order sebesar a. 400 mesin/tahun dan b. 600 mesin/tah un 4. Tiga macam barang produksi masing-masing harus diproses melalui 3 macam mesin . Mesin pertama, kedua dan ketiga hanya dipakai masing-masing selama 60 jam, 40 ja m dan 80 jam selama seminggu. Barang pertama diproses melalui mesin pertama , kedua, d an ketiga masing-masing memerlukan waktu selama 3 jam, 2 jam dan 1 jam. Barang kedu a selama 2 jam , 1 jam dan 3 jam dan barang ketiga selama 2 jam, 2 jam dan 2 jam. Satu satuan barang pertama, kedua dan ketiga apabila dijual dapat menghasilkan keuntu ngan masing-masing sebesar Rp. 2.000, Rp. 4.000 dan Rp. 3.000. Berapa produksi masing -masing barang selama 1 minggu agar dapat dicapai jumlah keuntungan yang maksimum dengan memperhatikan pembatasan bahwa mesin tidak bisa bekerja lebih lama dari waktu ya ng disebutkan diatas . Gunakan metode Simpleks! 5. Metode Transportasi, baiya ttransportasi sebagai berikut, selesaikan dengan metode transportasi Gudang Pabrik G1 G2 G3 G4 G5 S P1 5 8 6 6 3 80 P2 4 7 7 6 5 60 P3 8 4 6 6 4 110 D 40 40 50 40 80 250 6. Perkiraan permintaan PT. AVS periode mendatang sebagai berikut : Bulan Jumlah Permintaan Jumlah Hari kerja Januari 1500 26 Februari 1600 24 Maret 1600 26 April 1700 27 Mei 1650 27 Juni 1750 26 Juli 1800 27 Agustus 1900 26 a. Buatlah statergi perubahan tenaga kerja apabila, Rata-rata produksi perorang 1 unit/jam,

jumlah jam kerja 1 hari 8 jam, biaya tenaga kerja Rp. 15.000 perhari, biaya pena mbahan tenaga kerja Rp. 400.000perorang dan pengurangan tenaga kerja Rp. 650.000 perora ng ! b. Buatlah strategi variasi tingkat persediaan bila persediaan awal 60 unit, bia ya pernyimpanan persediaan Rp 2500/unit/bulan dan biaya kekurangan persediaan Rp. 500/unit/bulan. Penerbit : Universitas Putra Indonesia YPTK 2010

Modul / Diktat Manajemen Operasional FE

UPI

YPTK

c. Buatlah strategi subkontrak bila biaya subkontrak Rp. 4500/unit d. Strategi mana yang dipilih ? 6. Apabila perusahaan butuh peralatan 30.000 unit /pertahun . Biaya pemesanan 5. 000 dan biaya penyimpanan 5% dari nilai barang, harga barang sbb : Kuantitas <500 500-999 1000-1499 1500-1999 =2000 Harga/unit 8.000 5.000 3.500 2.000 1.000 Tentukan jumlah pesanan yang paling optimal , hitung biayanya ! Latihan PA & Ps 1. Perkiraan permintaan PT. AVS periode mendatang sebagai berikut :` Bulan Jumlah Permintaan Jumlah Hari kerja Januari 1500 26 Februari 1600 25 Maret 1600 26 April 1700 27 Mei 1650 27 Juni 1750 26 Juli 1800 27 Agustus 1900 26 a. Buatlah statergi perubahan tenaga kerja apabila, Rata-rata produksi perorang 1 unit/jam, jumlah jam kerja 1 hari 8 jam, biaya tenaga kerja Rp. 18.000 perhari, biaya penambahan tenaga kerja Rp. 500.000 perorang dan pengurangan tenaga kerja Rp. 750.000 perorang ! b. Buatlah strategi variasi tingkat persediaan bila persediaan awal 10 unit, bia ya pernyimpanan persediaan Rp 1500/unit/bulan dan biaya kekurangan persediaan Rp. 500/unit/bulan. c. Buatlah strategi subkontrak bila biaya subkontrak Rp. 5000/unit d. Strategi mana yang dipilih ? 2. Apabila perusahaan butuh peralatan 15.000 unit /pertahun . Biaya pemesanan 5. 000 dan biaya penyimpanan 5% dari nilai barang, harga barang sbb : Kuantitas <500 500-999 1000-1499 1500-1999 =2000 Harga/unit 5.000 3.000 1.500 1.200 1.000 Tentukan jumlah pesanan yang paling optimal , hitung biayanya ! Penerbit : Universitas Putra Indonesia YPTK 2010

Modul / Diktat Manajemen Operasional FE BAB VIII PERENCANAAN KEBUTUHAN MATERIAL

UPI

YPTK

MRP ( Material Requirement Planning ) adalah suatu konsep dalam manajemen produksi yang membahas cara yang tepat dalam perencanaan kebutuhan barang dalam proses produksi, sehingga barang yang dibutuhkan dapat tersedia sesuai dengan ya ng direncanakan. Tujuan MRP : 1. Meminimalkan Persediaan. 2. Mengurangi resiko keterlambatan. 3. Komitmen realistis. 4. Meningkatkan efisiensi. Sistem MRP Perencanaan Kebutuhan Material Rencana Pembelian Rencana Produksi Jangka pendek Daftar material Jadwal induk produksi Catatan Persediaan Jadwal induk produksi Penerbit : Universitas Putra Indonesia YPTK 2010

Modul / Diktat Manajemen Operasional FE Minggu ke 1 2 3 4 5 6 7 8 A 60 50 60 50 60 70 70 70 B 60 100 120 140 Struktur produk Kursi Level 0 F-305 (1) Level 1 .. Kaki kursi Jok Sandaran tangan S-311 A-315 P-313 (1) (1) (2) Rangka jok Busa Kain jok level 2........ S-322 R-424 R-425 (1) (1) (1) Daftar Material kursi Level Nomor Identifikasi Nama Komponen Unit yang diperlukan 0 F-305 Kursi 1 1 S-311 Kaki kursi 1 1 P-313 Sandaran tangan 2 1 A-315 Jok 1 2 S-322 Rangka jok 1 2 R-424 Busa 1 2 R-425 Kain jok 1 Penerbit : Universitas Putra Indonesia

UPI

YPTK

YPTK

2010

Modul / Diktat Manajemen Operasional FE Istilah-istilah :

UPI

YPTK

1. Gross requirements (GR) Kebutuhan kasar, keseluruhan jumlah item ( komponen yang diperlukan pada suatu periode. 2. Schedule receipts ( SR ) penerimaan yang dijadwalkan, jumlah item yang akan diterima pada suatu periode tertentu berdasarkan pesanan yang telah dibuat. 3. On-hand inventory (OI) persediaan ditangan, proyeksi jumlah persediaan pada akhi r suatu periode dengan memperhitungkan jumlah persediaan yang ada ditambah dengan jumlah item yang akan diterima atau dikurangi dengan jumlah yang dipakai/dikeluarkan dari persediaan pada periode tsb. 4. Net Requirement (NR) kebutuhan bersih, jumlah kebutuhan bersih pada suatu periode yang akan datang.(GR-OI) 5. Planned order release (PO) pelepasan pemesanan yang direncanakan , jumlah item yang direncanakan untuk di pesan untuk dapat memenuhi perencanaan pada masa yang akan datang. 6. Current Inventory, jumlah material yang secara fisik tersedia digudang pada awal periode 7. Allocated; jumlah persediaan yang sudah ada, tetapi telah direncanakan untuk dialokasikan pada suatu penggunaan tertentu. 8. Lead time ; waktu tenggang yang diperlukan untuk memesan/membuat suatu barang sejak saat pesanan/pembuatan dilakukan sampai barang tersebut diterima/selesai dibuat. Proses MRP : 1. Netting, menghitung kebutuhan bersih 2. Konversikan menjadi kuantitas pesanan 3. Menempatkan pelepasan, hitung tenggang waktu, agar penuhi pesanan. 4. Menjabarkan rencana produk akhir ke kebutuhan kasar. Contoh proses MRP Jadwal induk produksi kursi selvina seat Week 1 2 3 4 5 6 7 8 9 Kursi 140 160 Data komponen kursi Le Part Description Lead Make(M) or Penerbit : Universitas Putra Indonesia YPTK 2010

Modul / Diktat Manajemen Operasional FE vel number time(week) Buy(B) 0 F-305 Kursi 1 M 1 S-311 Kaki kursi 2 B 1 P-313 Sandaran tangan 2 B 1 A-315 Jok 1 M 2 S-322 Rangka jok 2 B 2 R-424 Busa 1 B 2 R-425 Kain Jok 1 B

UPI

YPTK

Penerimaan Pesanan (SR) yang direncanakan Part Number Schedule receipt Due date S-311 80 1 P-313 250 2 300 5 S-322 150 2 R-424 120 1 Data persediaan Part Number Current Inventory Allocated F-305 50 20 S-322 100 30 7R-425 80 10 ANALISIS KEBUTUHAN KOMPONEN KURSI Item : Kursi Part Number : F-305 Week 1 2 3 4 5 6 7 8 9 GR 140 160 SR OI 30 30 30 30 30 NR 110 160 PO 110 160 Item : Kaki kursi Part Number : S-311 Week 1 2 3 4 5 6 7 8 9 GR 110 160 SR 80 Penerbit : Universitas Putra Indonesia YPTK 62 2010

Modul / Diktat Manajemen Operasional FE OI 80 80 80 80 NR 30 PO 30 160

UPI

YPTK

Item : Sandaran tangan Part Number : P-313 Week 1 GR 220 SR 250 OI 250 NR PO 2 3 4 5 6 7 8 9 320 300 250 250 550 330 330 330 10

Item : Jok Part Number : A-315 Week 1 GR 110 SR OI NR 110 PO 110 2 3 4 5 6 7 8 9 160 160 160

Item : Rangka jok Part Number : S-322 Week 1 2 3 4 5 6 7 8 9 GR 110 160 SR 150 OI 70 220 220 110 110 110 NR 50 PO 50 Item : Busa Part Number : R-424 Week 1 2 3 4 5 6 7 8 9 GR 110 160 SR 120 OI 120 120 120 10 10 10 NR 150 PO 150 Item : Kain jok Part Number : R-425 Week 1 2 3 4 5 6 7 8 9 GR 110 160 SR OI 70 70 70 NR 40 160 PO 40 160 Ringkasan kebutuhan material dan jadwal pemesanan Part number Item Week number Amount S-311 Kaki kursi 3 30 6 160 Penerbit : Universitas Putra Indonesia YPTK 2010

63

Modul / Diktat Manajemen Operasional FE S-322 Rangka jok 5 50 R-424 Busa 6 150 R-425 Kain jok 3 40 6 160 SOAL LATIHAN : Contoh proses MRP 1: Jadwal induk produksi kursi selvina seat Week 1 2 3 4 5 6 7 8 9 Kursi 120 140 Data komponen kursi Level Part number Description Lead time(week) Make(M) or Buy(B) 0 F-305 Kursi 1 M 1 S-311 Kaki kursi 2 B 1 P-313 Sandaran tangan 1 B 1 A-315 Jok 2 M 2 S-322 Rangka jok 2 B 2 R-424 Busa 1 B 2 R-425 Kain Jok 2 B Penerimaan Pesanan yang direncanakan Part Number Schedule receipt Due date S-311 80 1 P-313 250 2 250 6 S-322 100 2 R-424 90 1

UPI

YPTK

Data persediaan Penerbit : Universitas Putra Indonesia YPTK

2010

Modul / Diktat Manajemen Operasional FE Part Number Current Inventory Allocated F-305 50 10 S-322 70 0 R-425 40 20 Number : F-305 Kursi Week 1 2 3 4 5 6 7 8 9 GR 120 140 SR OI 40 40 40 40 40 NR 80 140 PO 80 140 Number : F-311 Kaki Kursi Week 1 2 3 4 5 6 7 8 9 GR 80 140 SR 80 OI 80 80 80 80 NR 140 PO 140 Number : P-313 Sandaran tangan Week 1 GR 160 SR 250 OI 250 NR PO 2 3 4 5 6 7 8 9 280 250 250 250 90 340 340 60 60

UPI

YPTK

Number : A-315 Jok Week 1 2 3 4 5 6 7 8 9 GR 80 140 SR OI NR 80 140 PO 80 140 Number : S-322 Rangka jok Week 1 2 3 4 5 6 7 8 9 GR 80 140 SR 100 OI 70 170 90 90 90 NR 50 Penerbit : Universitas Putra Indonesia YPTK 65 2010

Modul / Diktat Manajemen Operasional FE PO 50 Number : R-424 Busa Week 1 2 3 4 5 6 7 8 9 GR 80 140 SR 90 OI 90 90 10 10 10 NR 130 PO 130 Number : R-425 Kain jok Week 1 2 3 4 5 6 7 8 9 GR 80 140 SR OI 20 20 NR 60 140 PO 60 140

UPI

YPTK

Kesimpulan : Rencana Produksi F-305 Kursi minggu 5 = 80 dan minggu 8 = 140 A-315 Jok minggu 3 = 80 dan minggu 6 = 140 Rencana Pembelian F-311 Kaki kursi minggu 6 = 140 S-322 Rangka jok minggu 4 =50 R-424 Busa minggu 5 = 130 R-425 Kain jok minggu 1 = 60 dan minggu 4 = 140 Penerbit : Universitas Putra Indonesia YPTK 66 2010

Modul / Diktat Manajemen Operasional FE Contoh latihan 2 M proses MRP Jadwal induk produksi kursi selvina seat Week 1 2 3 4 5 6 7 8 9 Kursi 130 150 Data komponen kursi

UPI

YPTK

Level Part number Description Lead time(week) Make(M) or Buy(B) 0 F-305 Kursi 1 M 1 S-311 Kaki kursi 2 B 1 P-313 Sandaran tangan 1 B 1 A-315 Jok 2 M 2 S-322 Rangka jok 2 B 2 R-424 Busa 1 B 2 R-425 Kain Jok 2 B Penerimaan Pesanan yang direncanakan Part Number Schedule receipt Due date S-311 70 2 P-313 300 1 250 6 S-322 150 2 R-424 120 1 Data persediaan Part Current Allocated Number Inventory Penerbit : Universitas Putra Indonesia YPTK 2010

Modul / Diktat Manajemen Operasional FE F-305 60 10 S-322 120 20 R-425 70 20 Number : F-305 Kursi Week 1 2 3 4 5 6 7 8 9 GR SR OI NR PO Number : F-311 Kaki Kursi Week 1 2 3 4 5 6 7 8 9 GR SR OI NR PO Number : P-313 Sandaran tangan Week 1 2 3 4 5 6 7 8 9 GR SR OI NR PO Number : A-315 Jok Week 1 2 3 4 5 6 7 8 9 GR SR OI NR PO Number : S-322 Rangka jok Week 1 2 3 4 5 6 7 8 9 GR SR OI NR PO Number : R-424 Busa Week 1 2 3 4 5 6 7 8 9 GR SR OI NR

UPI

YPTK

Penerbit : Universitas Putra Indonesia 68

YPTK

2010

Modul / Diktat Manajemen Operasional FE PO Number : R-425 Kain jok Week 1 2 3 4 5 6 7 8 9 GR SR OI NR PO Kesimpulan : Ringkasan Rencana Produksi Part number Item Week number Amount F-305 Kursi 5 80 8 150 A-315 Jok 3 80 6 150

UPI

YPTK

Ringkasan kebutuhan material dan jadwal pemesanan Part number Item F-311 Kaki Kursi 6 150 S-322 Rangka Jok R-424 Busa 5 110 R-425 Kain Jok 1 4 150 Week number Amount 3 10 4 50 30

Lot sizing Biasanya berhubungan dengan biaya pemesanan dan biaya penyimpanan 1. Lot For lot (LFL) Soal: Suatu perusahaan yang bergerak di bidang pembuatan lampu, punya rencana produksi sbb; Minggu 1 2 3 4 5 6 7 8 jumlah Produksi 30 40 50 40 60 30 40 30 320 Biaya pemesanan sebesar Rp. 70.000 perpesanan dan biaya penyimpanan Rp. 700 perunit perminggu Penerbit : Universitas Putra Indonesia YPTK 69 2010

Modul / Diktat Manajemen Operasional FE UPI Dengan LFL rencana kebutuhan material sbb : Part number 1 2 3 4 5 6 7 8 Kebutuhan bersih 30 40 50 40 60 30 40 30 Rencana penerimaan 30 40 50 40 60 30 40 30 Proyeksi persediaan 0 0 0 0 0 0 0 0 Biaya Biaya Biaya Biaya total persediaan dihitung sbb : pemesanan = 8 x 70.000 = 560.000 penyimpanan = 0 total adalah Rp. 560.000

YPTK

2. Part Period Balancing (PPB) Biaya pemesanan (perpesanan ) EPP = __________________________= Rp. 70.000 : Rp. 700 = 100 periode-bagian Biaya penyimpanan (perunit/periode) Penentuan ukuran lot dengan EPP Periode Kebutuhan Lama penyimpanan Periode bagian Akumulasi periode bagian 1 30 0 0 0 1,2 40 1 40 40 1,2,3 50 2 100 140 4 40 0 0 0 4,5 60 1 60 60 4,5,6 30 2 60 120 7 40 0 0 0 7,8 30 1 30 30 Bagan MRP dengan metode PPB Part number 1 2 3 4 5 6 7 8 Kebutuhan bersih 30 40 50 40 60 30 40 30 Rencana penerimaan 120 130 70 Proyeksi persediaan 90 50 0 90 30 0 30 0 Biaya total persediaan dihitung sbb : Penerbit : Universitas Putra Indonesia YPTK 2010

Modul / Diktat Manajemen Operasional FE Biaya pemesanan = 3 x 70.000 = 210.000 Biaya penyimpanan = 290 x 700 = 203.000 Biaya total = Rp. 413.000 3. Period Order Quantity ( POQ ) 2S POQ . DH

UPI

YPTK

D = rata-rata kebutuhan = 320 : 8 = 40 unit/minggu 2 x 70.000 2x70000 POQ . . 2,23 dibulatkan 2 40x700 Bagan MRP dengan metode POQ Part number 1 2 3 4 5 6 7 8 Kebutuhan bersih 30 40 50 40 60 30 40 30 Rencana penerimaan 70 90 90 70 Proyeksi persediaan 40 0 40 0 30 0 30 0 Biaya Biaya Biaya Biaya total persediaan dihitung sbb : pemesanan = 4 x 70.000 = 280.000 penyimpanan = 140 x 700 = 98.000 total = Rp. 378.000

4. Economic Order Quantity (EOQ) 2DS 2x40x70000 EOQ . . 89,44dibulatkan 89 H 700 Bagan MRP dengan metode EOQ

Part number 1 2 3 4 5 6 7 8 Kebutuhan bersih 30 40 50 40 60 30 40 30 Rencana penerimaan 89 89 89 53 Proyeksi persediaan 59 19 58 18 47 17 30 0 Biaya total persediaan dihitung sbb : Penerbit : Universitas Putra Indonesia YPTK 2010

Modul / Diktat Manajemen Operasional FE Biaya pemesanan = Biaya penyimpanan Biaya total = Rp. Jadi yang dipilih SOAL LATIHAN : 4 x 70.000 = 280.000 = 248 x 700 = 173.600 453.600 metode POQ

UPI

YPTK

1. Kebutuhan bersih untuk sebuah komponen berdasarkan serial waktunya sebagai berikut : Periode 1 2 3 4 5 6 7 8 kebutuhan 200 150 100 200 100 100 150 200 Biaya pemesanan Rp. 100.000 perpesanan dan biaya penyimpanan Rp. 200 perperiode. Gunakan metode EOQ dan POQ. Metode mana yang dipilih ? 2. Kebutuhan bersih untuk sebuah komponen berdasarkan serial waktunya sebagai berikut : Periode 1 2 3 4 5 6 kebutuhan 200 150 100 250 200 250 Biaya pemesanan Rp. 200.000 perpesanan dan biaya penyimpanan Rp. 400 perunit. Gunakan metode POQ , EOQ dan PPB ! 3. Data rencana produksi dan komponen yang berkaitan dari 2 jenis produk PT Mase no adalah Sbb : A (1) B (1) C (4) D (2) C (3) E (1) F (2) G (1) H (2) G (1) I (1) I (1) Penerbit : Universitas Putra Indonesia YPTK 2010

Modul / Diktat Manajemen Operasional FE Data Komponen : Level 0 A 2 0 B 2 1 C 2 1 D 1 1 E 1 2 F 1 2 G 1 2 H 1 3 I 3 Item Lead time (week) Make / Buy M M B M M M M M B

UPI

YPTK

Week 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 A 50 80 B 40 70 Catatan Persediaan Item Current Inventory Allocated Scheduled Receipt Due Date (Week) A 10 0 0 0 B 0 0 30 2 C 40 0 20 3 D 0 0 40 4 E 20 0 0 0 F 50 10 50 1 G 60 20 0 0 H 0 0 0 0 I 0 0 100 1 Susunlah table analisis kebutuhan material untuk dapat memenuhi rencana produksi tersebut ! Penerbit : Universitas Putra Indonesia YPTK 2010

Modul / Diktat Manajemen Operasional FE BAB IX PENJADWALAN ( Scheduling )

UPI

YPTK

Penjadwalan (scheduling) merupakan salah satu kegiatan penting dalam perusahaan diperlukan dalam mengalokasikan tenaga operator, mesin dan peralatan produksi, u rutan proses, jenis produk dsb. Penjadwalan adalah pengaturan waktu dari suatu kegiatan operasi, mencakup kegiat an mengalokasi fasilitas, peralatan dan tenaga kerja bagi suatu kegiatan operasi se rta menentukan urutan pelaksanaan kegiatan operasi. Penjadwalan biasanya disusun dengan mempertimbangkan berbagai batasan missal meminimalkan waktu proses, waktu tunggu langganan, tingkat persediaaan serta penggunaaan yang efisien dari fasilitas, personel dan peralatan. Teknik Penjadwalan Teknik yang digunakan tergantung dari jumlah pesanaan, keadaan operasi dan kompleksitas pekerjaan Teknik penjadawalan digolongkan dalam 2 kategori : 1. Penjadwalan maju ( Forward Scheduling ) pekerjaan dimulai seawal mungkin sehingga pekerjaaan selesai sebelum batas waktu yang dijanjikan (due date ). Konsekkuensinya : terjadinya akumulasi persediaaan sampai pekerjaan tersebut diperlukan pada pusat kerja berikutnya 2. Penjadawalan Mundur (Backward Schedule ) kegiatan operasi yang terakhir dijadwalkan lebih dulu, yang selanjutnya secara berturut-turut ditentukan jadwal untuk kegiatan sebelumnya satu persatu secara mundur. Konsekuensi dapat meminimalkan persediaaan karena barena baru selesai pada saat pekerjaan tersebut diperlukan pada stasiun kerja berikutnya. Catatan harus disertai dengan perencan aan dan estimasi waktui tenggang yang akurat, tidak terjadi break down selama proses maupun peru8bahan due date yang lebih cepat. Penerbit : Universitas Putra Indonesia YPTK 2010

Modul / Diktat Manajemen Operasional FE

UPI

YPTK

Misal : Perusahaan mendapat 2 pesanaan pekerjaaan. A dan B keduanya diproses den gan fasilitas mesin yang sama. Perusahaaan menggunakan aturan FIFO sehingga pekerjaa n yang datang lebih dahulu mendapat prioritas. Kedua pekerjaan dijadwalkan 10 hari . Saat ini pekerjaaan hanya dilakukan untuk pekerjaan A dan B, serta waktu proses yang diperlukan tiap mesin adalah : A B Mesin Waktu proses Mesin Waktu proses 1 1 2 1 3 2 2 3 3 1 3 3 1 2 2 a. Penjadwalan Maju Hari ke 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 Mesin 1 Mesin 2 Mesin 3 b Arah penjadwalan waktu total 9 jam b. Penjadwalan Mundur Hari ke 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 Mesin 1 Mesin 2 Mesin 3 Arah penjadwalan Penjadwalan sebagai fungsi system volume produksi Keseimbangan lini ( Line balancing ) Penerbit : Universitas Putra Indonesia YPTK 2010

Modul / Diktat Manajemen Operasional FE

UPI

YPTK

Bertujuan untuk memperoleh suatu arus produksi yang lancer untuk memperoleh util itas fasilitas, tenaga kerja dan peralatan yang tinggi melaluui penyeimbangan waktu k erja antar stasiun kerja (work stasiun ) Contoh : Perakitan komponen elektronika urutan kegiatan dan waktu proses sebagai berikut : Tugas Tugas Pendahuluan Waktu)menit) A -6 B A 2 C B 3 D -7 E D 2 F E 2 G C,F 10 H G 5 I H 4 Diagram jaringan kerja : A B C G H I D E F Waktu seluruh tugas : 41 menit. Waktu elemen tugas terpanjang adalah 10 menit Waktu elemen terpanjang : 10 menit Kapasitas keluaran adalah : OT OC = __________ Penerbit : Universitas Putra Indonesia YPTK 2010

Modul / Diktat Manajemen Operasional FE CT OC = Kapasitas keluaran (unit/hari) OT = Waktu operasi perhari (menit) CT = Waktu siklus ( menit )

UPI

YPTK

Jika dimisallkan pabrik beroperasi 8 jam perhari ( 480 menit perhari ) apabila w aktu siklus yang digunakan 10 menit maka kapasitas keluaran : = 480 menit/hari = 48 unit / hari 10 menit / unit Sedangkan bila menggunakan waktu siklus 41 menit, maka kapasitas keluaran nya : = 480 menit/hari = 11,7 unit / hari 41 menit / unit Pemilihan waktu siklus yang lebih pendek akan menghasilkan kapasitas keluaran ya ng lebih besar, dengan konsekuensi memerlukan jumlah stasiun kerja yang lebih besar juga. Waktu siklus dihitung : OT CT = _____ D D = Tingkat keluaran yang diinginkan Misal keluaran yang diinginkan 40 unit/hari, maka waktu siklus adalah : 480 menit / hari = _____________ = 12 menit / unit 40 unit / hari Jumlah minimum station kerja ( Work Station ) dihitung dengan rumus : D x T N = ________ OT Penerbit : Universitas Putra Indonesia YPTK 2010

Modul / Diktat Manajemen Operasional FE

UPI

YPTK

N = Jumlah minimum stasiun kerja (buah) D = tingkat keluaran yang diinginkan (unit) T = Jumlah waktu seluruh tugas ( menit) OT = waktu operasi perhari (menit) Maka jumlah statiun kerja adalah : 40 x 41 =_________ = 3,42 = 4 (dibulatka keatas) 48 Maka prosedur pengelompokan penugasan dengan metode heuristik adalah : -Tetapkan tugas yang dapat dipilih, yaitu tugas yang tidak ada tugas lain yang mendahului atau tugas yang mendahului sudah selesai dikerjakan. -Tetapkan tugas yang cocok dengan waktu yang tersedia. -Tetapkan penugasan pada suatu stasiun kerja samapai maksimal -Lanjutkan ke stasiun berikutnya dengan mengulangi prosedur di atas samapi seles ai semua penugasan. Prosedur keuristik dalam keseimbangan lini contoh soal diatas : Stasiun kerja Waktu tersedia Tugas yang dapat dipilih Tugas yang cocok Penugasan (waktu) Waktu kosong I 12 A,D A,D A(6) 6 D,B B B(2) 4 D,C C C(3) 1 D --1 II 12 D D D(7) 5 E E E(2) 3 F F F(2) 1 G --1 III 12 G G G(10) 2 H --2 Penerbit : Universitas Putra Indonesia YPTK 2010

Modul / Diktat Manajemen Operasional FE IV 12 H H H(5) 7 I I I(4) 3 ---3

UPI

YPTK

Dalam bentuk jaringan kerja maka pengelompokan penugasan sebagai berikut : Stasiun kerja I Stasiun kerja III Stasiun kerja II Stasiun kerja IV Tujuan menyeimbangkan lili adalah meningkatkan efisiensi dengan meminimalkan waktu kosong (idle time) stasiun kerja. Efisiensi dapat dihitung dengan rumus : T 41 Efisiensi = __________ x 100% = ____________ x 100% = 85% N x CT 4 x 12 Waktu kosong = 100% -efisensi = 15% Pengurutan (Sequencing) Aturan umum : .. FCFS(Fist Come First Serve ), pekerjaaan yang datang lebih awal pada suatu pusat kerja akan dikerjakan lebih dahulu. Aturan ini banyak digunakan bank, pasar swalayan, kantor pos dan sebagainya. .. SPT(Shortest processing time ), pekerjaan yang paling cepat selesainya mendapat prioritas pertama untuk dikerjakan lebih dahulu. Cara ini sering kali diterapkan bagi perusahaan perakitan atau jasa .. EDD (Earliest Due date ), pekerjaaan yang harus selesai paling awal dikerjakan l ebih dulu. Contoh : Bagaimana proses pengurutan , misal terdapat 5 buah pekerjaan yang diproses deng an menggunakan suatu pusat kerja yang sama. Waktu proses serta kapan pekerjaan yang bersangkutan harus selesai ditunjukan dalam table dibawah ini. Diasumsikan kedat angan pekerjaan secara berturut-turut adalah A,B,C,D dan E. Pekerjaan Lama Jadwal selesai proses(hari) (hari) Penerbit : Universitas Putra Indonesia YPTK 2010

Modul / Diktat Manajemen Operasional FE A B C D E 10 15 6 10 11 21 12 18 9 16

UPI

YPTK

Pengurutan berdasarkan prioritas FCFS, SPT dan EDD masing-masing dijelaskan : Pengurutan berdasarkan metode FCFS Urutan pekerjaan Lama proses Waktu selesai Jadwal selesai Keterlambatan A 10 10 15 0 B 6 16 10 6 C 11 27 21 6 D 12 39 18 21 E 9 48 16 32 48 140 65 Rata-rata waktu penyelesaian pekerjaan = 140 : 5 = 28 hari Rata-rata waktu keterlambatan = 65 : 5 = 13 hari Rata-rata jumlah pekerjaan dalam sistem = 140 : 48 = 2,91 Pengurutan berdasarkan metode SPT Urutan pekerjaan Lama proses Waktu selesai Jadwal selesai Keterlambatan B 6 6 10 0 E 9 15 16 0 A 10 25 15 10 C 11 36 21 15 D 12 48 18 30 48 130 55 Rata-rata waktu penyelesaian pekerjaan = 130 : 5 = 26 hari Rata-rata waktu keterlambatan = 55 : 5 = 11 hari Penerbit : Universitas Putra Indonesia YPTK 2010

Modul / Diktat Manajemen Operasional FE UPI YPTK Rata-rata jumlah pekerjaan dalam sistem = 130 : 48 = 2,7 Pengurutan berdasarkan metode EDD Urutan pekerjaan Lama proses Waktu selesai Jadwal selesai Keterlambatan B 6 6 10 0 A 10 16 15 1 E 9 25 16 9 D 12 37 18 19 C 11 48 21 27 48 132 56 Rata-rata waktu penyelesaian pekerjaan = 132 : 5 = 26,4 hari Rata-rata waktu keterlambatan = 56 : 5 = 11,2 hari Rata-rata jumlah pekerjaan dalam sistem = 132 : 48 = 2,75 Pengurutan pekerjaan melalui 2 pusat kerja Prosedur kaidah Johnson sbb : .. Susun daftar pekerjaaan beserta waktu prosesnya untuk setiap pusat kerja .. Pilih pekerjaan dengan waktu terpendek, Jika pekerjaan tersebut berada pada pusa t pertama, urutkan pekerjaaan tersebut di awal , namun jika waktu terpendek berada pada pusat kerja kedua, urutkan pekerjaan di akhir .. Lakukan pengurutan lebih lanjut pada pekerjaaan lainnya sampai selesai. Contoh : Misal terdapat 6 pekerjaaan akan diurutkan melalui operasi 2 tahap, yaitu melalu i pusat 1 lebih dulu kemudian dilanjutkan di pusat 2. Data waktu proses dari masing-masi ng pekerjaan tersebut sebagai berikut : Waktu proses(jam) Pusat 1 Pusat 2 A 5 5 B 4 3 C 14 9 D 2 6 Penerbit : Universitas Putra Indonesia YPTK 2010

Modul / Diktat Manajemen Operasional FE E 8 11 F 11 12 Penggurutan dengan kaidah jhonson :

UPI

YPTK

a. Waktu terpendek D selama 2 jam pada pusat 1, ditempatkan urutan diurutan pertama. b. Waktu terpendek berikutnya B selama 3 jam pada Pusat 2, maka B ditempatkan diakhir : D B c. Waktu terpendek berikutnya A selama 5 jam, baik pusat 1 maupun 2, secara sembarang pilih kebelakang sebelum B D A B d. waktu terpendek berikutnya adalah E selama 6 jam pusat 1 urutkan didepan D E A B e. Pekerjaan C waktu terpendek berikutnya 9 jam pusat 2, diurutkan sebelum A, ti nggal satu pekerjaan yang tersisa yaitu F, D E F C A B Sehingga diperoleh urutan D E F C A B Pengurutan pekerjaan melaui 2 pusat kerja sbb : Waktu 0 2 10 21 35 40 44 Pusat I Pusat II Waktu 0 2 8 10 21 33 35 44 49 Penerbit : Universitas Putra Indonesia YPTK 2010

Modul / Diktat Manajemen Operasional FE

UPI

YPTK

D E F C A B Waktu kosong saat selesainya pekerjaan Total Waktu = 52 dan waktu kosong = 2 + 2 + 2 = 6 Pengurutan pekerjaan melalui 3 pusat kerja Kaidah jhonson bisa diterapkan bila memenuhi kondisi sebagai berikut : a. waktu proses yang terpendek pada pusat kerja I harus lebih lama dari waktu prose s terpanjang di pusat kerja II b. Waktu proses yang terpendek pada pusat kerja III harus lebih lama dari waktu pro ses terpanjang di pusat kerja II Terdapat 3 pekerjaan A,B dan C yang masing-masing diproses melalui 3 pusat kerja . Waktu proses ketiga pekerjaan tersebut dimasing-masing pusat kerja adalah sbb : Waktu Pusat A 7 4 B 6 5 C 5 6 proses (jam) I Pusat II Pusat III 4 8 9

Waktu proses terpendek dari pusat jkerja I adalah 5 jam, waktu terpendek dari pu sat kerja III adalah 3 jam, sedangkan waktu proses terlama dari pusat kerja II adala h 6 jam. Masalah tidak bisa diselesaikan karena kondisi salah satu dari waktu proses terp endek dari pusat I dan III lebih besar dari waktu proses terlama pusat kerja II Contoh : Pekerjaaan D,E, F yang akan diproses melalui 3 pusat kerja yang sama sbb : Waktu proses (jam) Pusat I Pusat II Pusat III D 8 4 5 E 12 6 10 F 7 5 9 Penerbit : Universitas Putra Indonesia YPTK 2010

Modul / Diktat Manajemen Operasional FE

UPI

YPTK

Pengurutan menurut kaidah Jhonson, dengan langkah : Membentuk suatu data baru yang merupakan penjulahan dari waktu proses dari pusat I dan II serta pusat II dan III sebagaimana berikut : Pekerjaan t 1+ t 11 t 11 + t 111 D 8 + 4 = 12 4+5=9 E 12 + 6 = 18 6+10=16 F 7+5=12 5=9=14 F E D Selanjutnya dengan kaidah jhonson pengurutan pekerjaan melaui 3 pusat kerjja ada lah Waktu 0 7 19 27 Pusat I Pusat II Pusat III Waktu 0 7 12 19 21 25 27 35 40 Total Waktu = 40 dan waktu kosong = 7 +7+5+7+ 4 + 2 = 32 Waktu kosong SOAL LATIHAN : 1. Setiap produk furniture diproses melalui 2 tahap pengerjaan ( Pusat I & II ) untuk 4 jenis produk dengan waktu sebagai berikut ( Dalam Jam ) : Model A B C D Pusat I 40 30 60 40 Pusat II 50 30 50 35 Buatlah Pengurutan ( sequence ) dari kerja diatas ! Berapa lama waktu penyelesaiannya dan waktu kosong pusat II ? 2. Setiap jenis produk yang diproses dalam suatu perusahaan furniture selalu mel alui 2 tahap urutan pekerjaan, Yaitu melalui pusat I, II dan III. Saat ini terdapat 7 jenis p roduk yang akan diproses dengan masing-masing waktu proses pengerjaan (dalam jam) untuk setiap p usat kerja sebagai berikut : Model A B C D E F G Pusat I 30 15 60 30 20 35 50 Pusat II 45 25 40 25 15 20 35 Penerbit : Universitas Putra Indonesia YPTK 2010

Modul / Diktat Manajemen Operasional FE Pusat III 40 20 30 60 25 30 30

UPI

YPTK

-Susun urutan pekerjaan yang dapat memperkecil waktu penyelesaian ! -Berdasarkan sequencingnya, hitung jumlah waktu kosong dari pusat kerja tersebut ! BAB X METODE PENUGASAN Perumusan Metode Penugasan , Misal : ada n tugas yang harus diselesaikan oleh n karyawan, masing-masing karya wan mendapat satu jenis tugas. Biaya penugasan seorang karyawan untuk pekerjaan yang berbeda adalah berbeda karena sifat pekerjaan yang berbeda. Demikian juga biaya penyelesaian pekerjaaan yang sama oleh karyawan yang berbeda akan berbeda pula . Masalah minimalisasi Membagi tugas sedemikian rupa agar biaya yang timbul sekecil mungkin Contoh : 4 jenis pekerjaan yang berbeda untuk diselesaikan oleh 4 orang karyawan , Penerbit : Universitas Putra Indonesia YPTK 2010

Modul / Diktat Manajemen Operasional FE UPI YPTK biaya yang dikeluarkan setiap jenis tugas masing-masing karyawan sbb : pekerjaan Karyawan A B C D 1 15 14 18 17 2 21 16 18 22 3 21 21 24 19 4 22 18 20 16 Susun tabel biaya kesempatan ( opportunity cost ) dengan mengurangi nilai setiap sel dari suatu baris dengan nilai terkecil dari sel dalam baris yang bersangkutan. Misal : sel terkecil pada baris 1 adalah 14, nilai ini dipakai untuk mengurangi sel-sel pada baris tersebut. Karyawan A B C D 1 1 0 4 3 2 5 0 2 6 3 2 2 5 0 4 6 2 4 0 Selanjutnya mengurangi nilai setiap sel dalam suatu kolom tertentu pada tabel 2 dengan nilai terkecil dari sel pada kolom yang sama Karyawan A B C D 1 0 0 2 3 2 4 0 0 6 3 1 2 3 0 4 5 2 2 0 Menarik garis minimum baik pada arah baris atau kolom yang meliput semua sel yan g bernilai nol seperti berikut : Penerbit : Universitas Putra Indonesia YPTK 2010

Modul / Diktat Manajemen Operasional FE Karyawan A B C D 1 0 0 2 3 2 4 0 0 6 3 1 2 3 0 4 5 2 2 0

UPI

YPTK

Garis peliput = 3 , jumlah baris yaitu 4 , lakukan revisi dengan cara : menguran gi sel-sel yang tidak terliput oleh garis dengan nilai sel terkecil diantaranya dengan mena mbah nilai sel terkecil diantaranya dan menambahkan nilai sel terkecil tersebut pada sel-sel yang merupakan titik potong antara garis. Nilai sel terkecil yang tidak terliput oleh garis adalah 1, maka nilai sel yang tidak terliput oleh garis dikkurangi 1. Angka ini kemudian ditambahkan pada sel(1,4) dan (2,4), yaitu sel perpotongan garis. Hasil direvisi kemudian diuji lagi apakah sudah optimal a tau belum dengan cara menarik garis meliputi semua sel bernilai nol. Karyawan A B C D 1 0 0 2 4 2 4 0 0 7 3 0 1 2 0 4 4 1 1 0 Tarik garis peliput Karyawan A B C D 1 0 0 2 4 2 4 0 0 7 3 0 1 2 0 4 4 1 1 0 Penerbit : Universitas Putra Indonesia YPTK 2010

Modul / Diktat Manajemen Operasional FE UPI YPTK Sudah optimal, selanjutnya dengan mengalokasikan setiap baris (pekerjaaan ) pada kolom (karyawan) yang bernilai nol, setiap baris hanya berpasangan dengan satu k olm. Kesimpulan : Pekerjaaan Karyawan Biaya 1 B 14 2 C 18 3 A 21 4 D 16 Jumlah 69 Jumlah pekerjaaan tidak sama dengan jumlah karyawan Contoh : pekerjaan Karyawan A B C D E(dummy) 1 15 14 18 17 0 2 21 16 18 22 0 3 21 21 24 19 0 4 22 18 20 16 0 5 32 30 32 35 0 Solusi tetap sama Masalah Maksimalisasi Misalnya menunjukan tingkat keuntungan atau produktivitas, metode penugasan seba gai berikut ; Penerbit : Universitas Putra Indonesia YPTK 2010

Modul / Diktat Manajemen Operasional FE Karyawan A B C D E 1 10 12 10 8 15 2 14 10 9 15 13 3 8 8 7 9 12 4 13 15 8 16 11 5 10 13 14 11 17

UPI

YPTK

Mengubah matriks keuntungan menjadi matriks opportunity loss ( kehilangan kesempatan keuntungan apabila suatu jenis pekerjaan dikerjakan oleh bukan karyaw an terbaik untuk pekerjaan yang bersangkutan Untuk jenis pekerjaan 1, kontribusi terbesar diberikan apabila dikerjakan oleh k aryawan E. Apabila pekerjaan tersebut dikerjakan oleh karyawan A, maka akan timbul opportuniy loss sebesar 15-10 = 5, demikian juga oleh B 15-12=3, dst Karyawan A B C D E 1 5 3 5 7 0 2 1 5 6 0 2 3 4 4 5 3 0 4 3 1 8 0 5 5 7 4 3 6 0 Langkah selanjutnya adalah meminimumkan opportunity loss yang berarti memaksimumkan kontribusi keuntungan dengan mengurangi nilai sel-sel dalam suatu kolom dengan nilai terkecil pada kolom yang bersangkutan Penerbit : Universitas Putra Indonesia YPTK 2010

Modul / Diktat Manajemen Operasional FE Karyawan A B C D E 1 4 2 2 7 2 0 4 3 0 3 3 3 2 3 4 2 0 5 0 5 6 3 0 6

UPI

YPTK

0 2 0 5 0

tarik garis peliput : Karyawan A B C D E 1 4 2 2 7 2 0 4 3 0 3 3 3 2 3 4 2 0 5 0 5 6 3 0 6

0 2 0 5 0

Menarik garis minimum vertikal maupun horizontal yang dapat mencakup sel-sel yan g bernilai nol, bila belum optimal direvisi Karena jumlah garis lebih kecil dari pada jumlah baris maka tabel direvisi Karyawan A B C D E 1 2 0 0 5 2 0 4 3 0 3 1 1 0 1 4 2 0 5 0 5 6 3 0 6

0 4 0 7 2

Tarik garis peliput Karyawan A B C D E 1 2 0 0 5 0 2 0 4 3 0 4 Penerbit : Universitas Putra Indonesia YPTK 2010

Modul / Diktat Manajemen Operasional FE 3 1 1 0 1 0 4 2 0 5 0 7 5 6 3 0 6 2 Kesimpulan Pekerjaaan Karyawan Keuntungan 1 B 11 2 A 14 3 E 12 4 D 16 5 C 14 Jumlah 68 SOAL LATIHAN :

UPI

YPTK

Tabel berikut adalah Total opportuniy loss dari suatu penyelesaian masalah penug asan. Table ini belum optimal karena jumlah garis peliput tidak sama dengan jumlah bar is (kolom). Selesaikanlah pemecahan dan tentukan pembagian pekerjaaan antara karyawan, Karyawan A B C D E Pekerjaan I 4 0 2 2 6 Pekerjaan II 2 4 3 0 3 Pekerjaan III 2 3 2 5 0 Pekerjaan IV 7 0 4 0 6 Pekerjaan V 0 2 0 5 0 Penerbit : Universitas Putra Indonesia YPTK 2010

Modul / Diktat Manajemen Operasional FE

UPI

YPTK

2. PT. Arineviwa telah menentukan untuk memproduksi tiga jenis produk. Perusahaa n tersebut memiliki lima cabang pabrik, dengan fasilitas produksi yang bervariasi. Prakiraan keuntungan yang diperoleh untuk produk 1 adalah 20,15,21,16 dan 17 mas ingmasing apabila dibuat pada pabrik 1,2,3,4 dan 5. Keuntungan dari produk 2 pada pabrik 1,2,3,4 dan 5 masing-masing adalah 40,36,36,40 dan 40. sedangkan keuntungan prod uk 3 pada pabrik 1,2,3 masing-masing 35, 37 dan 40 dimana pabrik 4 dan 5 tidak memi liki kemampuan untuk memproduksi produk tersebut. Keuntungan tersebut dalam satuan ribuan rupiah perunit. Apabila setiap produk hanya dibuat pada satu pabrik. Tent ukan pembagian kerjanya, agar dapat diperoleh keuntungan yang maksimum. 3. Perusahaan jasa angkutan tersedia 6 buah bis, yang di pool di 6 tempat yang b erjauhan satu sama lain , masing-masing tempat hanya ada 1 bis . Bis-bis tersebut akan di kirim ke enam kota untuk menjemput rombongan wisatawan asing . jarak dari tempat bis ke m asingmasing kota dalam km terlihat dalam matriks berikut ; Pool \ Kota K1 K2 K3 K4 K5 K6 P1 41 72 39 52 25 51 P2 22 29 49 65 81 50 P3 27 39 60 51 32 32 P4 45 50 48 52 37 43 P5 29 40 39 26 30 33 P6 82 40 40 60 51 30 Tentukan penugasannya 4. Perusahaan mendapat pesanan untuk membuat 5 macam komponen mesin pertanian . Masing-masing dari 6 pabrik, Biaya produksi untuk membuat masing-masing komponen sebagai berikut : Komponen 1 2 3 4 5 6 A 59 57 60 55 62 61 B 45 47 42 44 40 45 C 37 41 39 39 39 30 D 57 55 54 53 56 52 E 33 34 30 32 36 33 Bagaimana penugasan soal tersebut, dan berapa jumlah biaya memproduksi ? 5. Berikut ini adalah tabel opportunity loss dari suatu penyelesaian masalah pen ugasan. Tabel ini belum optimal karena jumlah garis peliput tidak sama dengan jumlah baris atau ko lom. Selesaikan pemecahannya dan tentukan pembagian kerja diantara karyawan tersebut : Pekerjaan Karyawan 1 2 3 4 5 A 2 0 7 4 2 B 4 2 0 0 3 C 3 0 4 2 2 D 0 5 0 2 5

Penerbit : Universitas Putra Indonesia

YPTK

2010

Modul / Diktat Manajemen Operasional FE

UPI

YPTK

E 3 0 6 6 0 6. Pelatih renang bermaksud mengirim perenang andalan ke suatu kejuaraan . terda pat 5 perenang yang punya kemampuan dan prestasi yang seimbang. Kelima perenang dan waktu terbaik (dlm detik) untuk 100 m adalah sbb : Gaya/ nama Anna Beta Carla Diana Eva Punggung 37,7 33,0 34,0 36,8 36,0 Dada 41,4 37,0 42,2 37,7 41,8 Kupu-kupu 33,3 34,5 35,9 30,0 33,6 Bebas 29,0 26,0 29,6 28,5 31,1 Dalam kejuaraan tersebut setiap perenang hanya dapat mengikuti setiap cabang gay a. Saudara diminta membantu menentukan siapa yang akan bertanding untuk masingmasin g gaya agar memperoleh waktu terpendek. Aplikasi excel Penugasan : Data Penempatan Sales Manager Printer PT. Perkasa data Historis Omset Penjualan di berbagai Kota Jakarta Bandung Jokjakarta Surabaya Adam 50 60 78 70 Boy 4256 70 36 Chandra 34 36 90 20 Dedi 3280 6 20 Data Penempatan Sales Manager Jakarta Bandung Jokjakarta Surabaya Total Batasan Adam 0 0 0 1 1 1 Boy 1 0 0 0 1 1 Chandra 0 0 1 0 1 1 Dedi 0 1 0 0 1 1 Total 1 1 1 1 Batasan 1 1 1 1 Data Omset dari Hasil Penempatan sales Manager Jakarta Bandung Jokjakarta Surabaya Total Adam 0 0 0 70 70 Boy 42 0 0 0 42 Chandra 0 0 90 0 90 Dedi 0 80 0 0 80 Total 42 80 90 70 282 Microsoft Excel 11.0 Answer Report Worksheet: [latihan MO 1.xls]Sheet2 Report Created: 30/07/2007 15:36:44 Target Cell (Max) Original Cell Name Value Final Value $F$45 Total Total 0 903 Penerbit : Universitas Putra Indonesia YPTK 2010

Modul / Diktat Manajemen Operasional FE Adjustable Cells Original Cell Name Value Final Value $B$18 Ade Jakarta 0 0 $C$18 Ade Bandung 0 0 $D$18 Ade Jokjakarta 0 0 $E$18 Ade Surabaya 0 1 $B$19 Brian Jakarta 0 0 $C$19 Brian Bandung 0 0 $D$19 Brian Jokjakarta 0 1 $E$19 Brian Surabaya 0 0 $B$20 Cinta Jakarta 0 0 $C$20 Cinta Bandung 0 0 $D$20 Cinta Jokjakarta 0 1 $E$20 Cinta Surabaya 0 0 $B$21 delon Jakarta 0 0 $C$21 delon Bandung 0 1 $D$21 delon Jokjakarta 0 0 $E$21 delon Surabaya 0 0 $B$22 Evi Jakarta 0 1 $C$22 Evi Bandung 0 0 $D$22 Evi Jokjakarta 0 0 $E$22 Evi Surabaya 0 0 $B$23 Fendy Jakarta 0 1 $C$23 Fendy Bandung 0 0 Fendy $D$23 Jokjakarta 0 0 $E$23 Fendy Surabaya 0 0 $B$24 Gina Jakarta 0 0 $C$24 Gina Bandung 0 1 $D$24 Gina Jokjakarta 0 0 $E$24 Gina Surabaya 0 0 $B$25 Helen Jakarta 0 0 $C$25 Helen Bandung 0 1 $D$25 Helen Jokjakarta 0 0 $E$25 Helen Surabaya 0 0 $B$26 Ina Jakarta 0 0 $C$26 Ina Bandung 0 0 $D$26 Ina Jokjakarta 0 0 $E$26 Ina Surabaya 0 1 $B$27 Jack Jakarta 0 0 $C$27 Jack Bandung 0 0 $D$27 Jack Jokjakarta 0 0 $E$27 Jack Surabaya 0 1 $B$28 Kaleb Jakarta 0 1 $C$28 Kaleb Bandung 0 0 $D$28 Kaleb Jokjakarta 0 0 $E$28 Kaleb Surabaya 0 0 Constraints

UPI

YPTK

Penerbit : Universitas Putra Indonesia YPTK

2010

Modul / Diktat Manajemen Operasional FE

UPI

YPTK

Cell Name Cell Value Formula Status Slack Not $B$29 Total Jakarta 3 $B$29<=$B$30 Binding 2 $C$29 Total Bandung 3 $C$29<=$C$30 Binding 0 $D$29 Total Jokjakarta 2 $D$29<=$D$30 Binding 0 $E$29 Total Surabaya 3 $E$29<=$E$30 Binding 0 $F$18 Ade Total 1 $F$18<=$G$18 Binding 0 $F$19 Brian Total 1 $F$19<=$G$19 Binding 0 $F$20 Cinta Total 1 $F$20<=$G$20 Binding 0 $F$21 delon Total 1 $F$21<=$G$21 Binding 0 $F$22 Evi Total 1 $F$22<=$G$22 Binding 0 $F$23 Fendy Total 1 $F$23<=$G$23 Binding 0 $F$24 Gina Total 1 $F$24<=$G$24 Binding 0 $F$25 Helen Total 1 $F$25<=$G$25 Binding 0 $F$26 Ina Total 1 $F$26<=$G$26 Binding 0 $F$27 Jack Total 1 $F$27<=$G$27 Binding 0 $F$28 Kaleb Total 1 $F$28<=$G$28 Binding 0 Aplikasi Excel Perencanaan Agregate : Data : Perencanaan Agregate Data Perkiraan Permintaan PT.A Bulan Prakiraan Permintaan Jumlah Hari Kerja Januari 900 20 Februari 900 19 Maret 800 22 April 1100 21 Mei 1200 22 Juni 1100 21 Total 6000 125 Biaya tenaga kerja (perorang/hari) 20000 Biaya penyimpanan persediaan (perunit/bulan) 1000 Biaya marginal subkontrak ( per unit) 5000 Biaya penambahan tenaga kerja (per orang) 50000 Biaya pengurangan tenaga kerja (per orang) 100000 Jam kerja per hari 8 jam Rata-rata produksi perunit 2 jam-orang Penerbit : Universitas Putra Indonesia YPTK 2010

Modul / Diktat Manajemen Operasional FE Persediaan awal 0 Analisis Strategi Variasi Tingkat Persediaan Bulan Prakiraan Permintaan Jumlah Hari Kerja Jumlah Produksi Perubahan Ps Akumulasi Ps Januari 900 20 960 60 60 Februari 900 19 912 12 72 Maret 800 22 1056 256 328 April 1100 21 1008 -92 236 Mei 1200 22 1056 -144 92 Juni 1100 21 1008 -92 0 Total 6000 125 6000 0 788

UPI

YPTK

Jumlah permintaan 6 bulan 6000 unit Jumlah hari kerja 6 bulan 125 Rata-rata jumlah yang harus diproduksi = 6000 : 125 = 48 unit /hari Untuk membuat 1 unit produk perlu waktu 2 jam 1 hari terdapat 8 jam kerja Maka setiap karyawan dapat menghasilkan 4 unit/hari Untuk menghasillkan 48 unit diperlukan tenaga kerja sejumlah = 48:4 = 12 orang Maka biaya yang timbul berupa : Biaya tenaga kerja 30000000 (=12X125X20000) Biaya persediaan 788000 (=788X1000) Jumlah = 30788000 0 Analisis Strategi Variasi Jumlah Tenaga Kerja Penerbit : Universitas Putra Indonesia YPTK 2010

Modul / Diktat Manajemen Operasional FE

UPI

YPTK

Bulan Prakiraan Permintaan Jumlah Hari Kerja Naker diperlukan Upah Naker Pe + Naker Pe -Naker Januari 900 20 11.25 12 4800000 0 0 Februari 900 19 11.84210526 12 4560000 0 0 Maret 800 22 9.090909091 9 3960000 3 April 1100 21 13.0952381 13 5460000 4 Mei 1200 22 13.63636364 14 6160000 1 Juni 1100 21 13.0952381 13 5460000 1 Total 6000 125 30400000 5 4 Jumlah tenaga kerja yang diperlukan bln januari = 900 unit : 20 hari : 4 unit /h ari 11.25 Upah tenaga Kerja = jumlah hari kerja x jumlah tenaga kerja x biaya tenaga kerja perhari Maka biaya yang timbul : Biaya tenaga kerja 30400000 Biaya penambahan tenaga kerja = 5 x 50000 250000 Biaya pengurangan tenaga kerja =4 x 100000 400000 31050000 Analisis Strategi Subkontrak Bulan Prakiraan Permintaan Jumlah Hari Kerja Jumlah Produksi Persediaan Jml subkontrak Januari 900 20 720 180 Februari 900 19 684 216 Maret 1100 22 792 308 April 1100 21 756 344 Mei 1200 22 792 408 Juni 1100 21 756 344 Total 6300 125 4500 1800 Jumlah permintaan terendah maret 800 orang Rata-rata setiap hari 800 : 22 50 Setiap pekerja menghasilkan 4 unit perhari

Penerbit : Universitas Putra Indonesia 97

YPTK

2010

Modul / Diktat Manajemen Operasional FE

UPI

YPTK

maka tenaga kerja yang diperlukan 36,36 : 4 = 9 orang maka perhitungan produksi januari adalah : 9 x jml hari x produksi perorang perhari=9x20x4= maka biaya persediaan : Biaya tenaga kerja = 9 x 125 x 20000 = 22500000 Biaya subkontrak = 1500 x 5000 = 9000000 31500000 BAB XI MANAJEMEN OPERASI INTERNASIONAL Bisnis Internasional perkembangan transportasi, komunikasi dan teknologi yang cepat menciptakan -Perusahaan -Perusahaan -Perusahaan peluang pemasaran produk barang dan jasa keseluruh negara di dunia global multinasional eksport

Strategi bisnis internasional : -biaya rendah -Keanekaragaman produk -Pasar mudah dijangkau Konsep value chain industri 2 tujuan keunggulan bersaing : 1. Comperative advantage : biaya buruh dan modal rendah, sehingga penempatan fasilitas harus pada negara yang mempunyai biaya faktor input yang rendah 2. Competitive advantage : bukan semata-mata pertimbangan biaya tapi juga keanekaragam produk (product differentition) Product differentiation diperoleh dari : 1. Inovasi produk 2. Fleksibilitas Penerbit : Universitas Putra Indonesia YPTK 98

2010

Modul / Diktat Manajemen Operasional FE

UPI

YPTK

3. Penyelesaian pesanan cepat 4. Penyampaian pesanan tepat waktu 5. Penampilan produk terbaik 6. Kualitas Outsourcing Menggunakan pendekatan sebuah strategi melalui katalog atau pembelian hak usaha (franchaise). Outsourcing tergantung daur hidup, status kepemilikan teknologi, k eahlian pemasok dan pengembalian investasi, kelemahannya adalah kehilangan teknologi dan biaya tersembunyi Persaingan berskala dunia menunjukan kearah satu dasar paket untuk infrastuktur, hal ini termasuk : 1. Menempatkan pelanggan sebagai yang utama 2. Taat pada mutu 3. Keikutsertaan peran pekerja 4. JIT 5. Penekanan penggunaan teknologi 6. Orientasi jangka panjang 7. Memihak pada tindakan BAB XII PENGAWASAN DAN PENGENDALIAN MANAJEMEN OPERASI DAN PRODUKSI Kualitas sebagai pencapaian kebutuhan atau keinginan pelanggan 4 dimensi kualitas yang memberikan kepuasan kepada pelanggan : 1. Kualitas dari perencanaan 2. Kualitas penyesuaian 3. Kemampuan 4. Ruang lingkup pelayanan Biaya perbaikan apabila ada kerusakan : 1. Biaya Scrap (biaya karena produk rusak, ditolak dan dibuang) 2. Biaya rework (biaya untuk perbaikan produk rusak) 3. Biaya down grade ( Biaya kerana penurunan kualitas) 4. Biaya timbul karena keterlambatan kerja Biaya eksternal karena kerusakan saat produk telah diserahkan : 1. Biaya waranty / biaya jaminan 2. Biaya yang timbul karena produk ditolak / dikembalikan pelanggan 3. Biaya pendukung dan pengurusan pemenuhan janji kepada pelanggan Rumus : Total biaya kualitas = Biaya pengendalian + biaya kerusakan Total biaya kualitas = (biaya pencegahan+biaya pemeriksaan) + (Biaya kerusakan internal + Biaya kerusakan eksternal) Penerbit : Universitas Putra Indonesia YPTK 2010

Modul / Diktat Manajemen Operasional FE

UPI

YPTK

Contoh : 1 paket produk = 500 unit, kerusakan 2% (10 unit), bila biaya barang ru sak =$100 perunit, maka total biaya kerusakan perpaket = 10 x $100 = $1.000 Bila biaya pemeriksaan lebih rendah dari $2 perunit per paket maka sebaiknya sem ua unit diperiksa atau inspeksi 100% Metode pengendalian kualitas statistical, -Nilai rata-rata -Batas pengendalian atas (Upper Control Limit=UCL) -Batas pengendalian bawah (lower control Limit=LCL) Pemeriksaan atau inspeksi : 1. Pemeriksaan pada penerimaan material 2. Pemeriksaan barang dalam proses Pengendalian mutu yang berkesinambungan, metode : 1. Analisis pareto 2. Diagran cause and efffect (CE diagram) 3. Grafik kemampuan proses (Proses capability charts) 7 alat pengendalian mutu terpadu : 1. Cause and effect ( diagram tulang ikan ) 2. Flow chart 3. Pareto chart 4. Run atau trend chart 5. Histogram 6. Control chart 7. Scatter diagram Penerbit : Universitas Putra Indonesia YPTK 2010