Anda di halaman 1dari 5

TEKNIK BLEACHING (PEMUTIHAN) GIGI Bleaching (pemutihan gigi) dapat dilakukan dengan dua cara, yaitu bleaching secara

eksternal yang dilakukan pada gigi vital yang mengalami perubahan warna dan bleaching secara internal, dilakukan pada gigi non vital yang telah dirawat saluran akar dengan baik.

Teknik Bleaching secara Eksternal Pewarnaan pada gigi vital biasanya disebabkan oleh karena pewarnaan tetrasiklin dan faktor ekstrinsik, misalnya karena fluorosis atau defek superfisial.

1. Office Bleaching Dilakukan di praktek dokter gigi. Digunakan untuk menghilangkan stain pada gigi (contoh: tetrsiklin atau karena penuaan), atau untuk pemutihan satu gigi (seperti: gigi setelah perawatan endodontic). Bahan-bahan yang digunakan yaitu 35% Hydrogen peroxide dan 35% Carbamide peroxide. Konsentrasi yang tinggi dari Hydrogen peroxide diaplikasikan pada gigi dengan mengaktifkan atau meningkatkan kadar (panas, cahaya, atau laser) dengan mempercepat efek pemutih. Keuntungan: Waktu yang digunakan lebih singkat Hasilnya lebih cepat diperoleh Dapat menghilangkan warna kuning-kecoklatan pada gigi tanpa merusak enamel Pasien menjadi termotivasi untuk melakukan kunjungan berikutnya

Kerugian: Lebih mahal Tidak dapat diprediksi berapa gigi yang dapat menerima respon dari bleaching Diperlukan beberapa kali kunjungan karena satu kali aplikasi terkadang tidak cukup untuk melihat perubahan warna

2. Home Bleaching Merupakan teknik yang sangat simple, setelah konsultasi awal dengan dokter gigi, tray yang dibuat untuk memutihkan gigi dirumah. Pasien mengaplikasikan bahan bleaching pada tray. Tray dipakai selama beberapa jam dalam 1 hari. Teknik ini dapat diprediksi

dan mempunyai rata-rata kesuksesaan 98% pada stain non tetrasiklin dan 86% untuk stain tetrasiklin pada gigi. Bahan yang sering digunakan pada teknik ini adalah Carbamide peroxide 10-15% (setara dengan 3% Hydrogen peroxide). Pasien dapat mengaplikasikan bahan pada custom tray/sendok cetak individual yang telah dibuat oleh dokter gigi, kemudian meletakkan tray pada mulut sepanjang malam selama beberapa minggu. Prosedur ini jika dilakukan di bawah pengawasan dokter gigi, secara umum lebih aman dan efektif karena tray yang dijual komersial tidak fitting dengan gigi pasien. Keuntungan: Penggunaan lebih cepat dan mudah Lebih mudah bagi dokter gigi untuk memantau diluar praktek Lebih murah Prosedurnya tidak menimbulkan sakit Pasien dapat melihat hasilnya dengan cepat

Kerugian: Pasien harus kooperatif dalam melakukakn perawatan Perubahan warna tergantung pada lama waktu pemakaian Dapat disalahgunakan waktu pemakaiannya Sangat sulit bagi pasien untuk mengeluarkan tray dengan mudah dari mulut

Beberapa teknik berdasarkan kondisi diskolorasi:

1. Teknik Bleaching pada Gigi Vital yang Berubah Warna karena Tetrasiklin Bleaching secara eksternal dilakukan pada gigi vital yang berubah warna karena tetrasillin yang belum parah yaitu gigi berwarna kuning. Tekniknya bleaching secara eksternal, sebagai berikut (Walton & Torabinejab, 1996) : a. Bersihkan gigi, lindungi jaringan lunak dengan mengulaskan pasta pelindung mulut, pasang karet isolator (rubberdam), ikat dengan benang (dental floss) pada gigi yang akan dirawat. b. Letakkan sepotong kapas yang telah dibasahi larutan hidrogen peroksida pada bagian labial dan palatinal gigi.

c. Pemanasan dilakukan dengan cara memakai lampu reostat controlled photoflood yang diletakan sekitar 30 cm dari gigi selama 10-30 menit atau dengan hand-held thermostatically controlled yaitu dengan menempelkan ujung alat ini pada permukaan gigi yang telah diberi gulungan kapas yang dibasahi dengan superoxol. d. Pemutihan gigi dilakukan selama 30-60 detik. Ulangi prosedur ini sebanyak 3 kali. e. Kapas dilepas, gigi dibilas dengan air hangat, buka ikatan dental floss, lepaskan karet isolator, bersihkan sisa pasta pelindung mulut. f. Suruh pasien menyikat gigi kemudian lakukan pemolesan. g. Pasien disuruh datang 1 minggu kemudian, bila belum memuaskan prosedur bleaching diulang

2. Bleaching Teknik Mouthguard Teknik ini biasanya dipakai pada perubahan yang ringan. Pada dasarnya merupakan Home Bleaching sebagai teknik pemutihan dirumah, biasa disebut juga teknik pemutihan dengan matriks. Variasi teknik ini bermacam-macam, baik dari jenis bahannya, frekuensi dan waktu yang digunakan di rumah maupun di tempat praktik. Sebagian besar terdiri 1,5 10 % Hidrogen Peroksida atau 10 15 % Karbamid Peroksida. Teknik ini dapat dilakukan pada malam hari saat tidur disebut nightguard vital bleaching atau dipakai pada siang hari. Prosedur mouthguard bleaching adalah sebagai berikut (Walton & Torabinejab, 1996) : a. Pasien diberi penjelasan, lakukan profilaksis, dibuat foto permulaan dan selama perawatan. b. Gigi dicetak, dibuat model lengkung rahang dari gips batu. Dua lapis relief die diulaskan pada bagian bukal cetakan gigi untuk membentuk reservoir bagi bahan pemutih. c. Matriks plastik lunak setebal 2 mm dibuat dan dirapikan dengan gunting sampai 1 mm melewati tepi ginggiva.

d. Mouthguard dicoba pada mulut, lalu diangkat dan bahan pemutih dimasukkan ke dalam ruangan dari setiap gigi yang akan diputihkan. Kemudian mouthguard dipasang atas gigi dalam mulut dan kelebihan bahan pemutih gigi dibuang. e. Pasien harus dibiasakan menggunakan prosedur ini, biasanya 3-4 jam sehari dan bahan pemutih diisi kembali setiap 30-60 menit. f. Perawatan dilanjutkan selama 4-24 minggu, pasien diperiksa setiap 2 minggu.

3. Teknik Bleaching pada Gigi Vital yang Berubah Warna karena Fluorosis Untuk memperbaiki pewarnaan karena fluorosis ini, cara yang lebih efektif adalah teknik asam hidroklorik-pumis yang terkontrol atau disebut teknik pumis asam. Sebetulnya cara ini bukan cara pemutihan gigi murni (oksidasi), melainkan suatu teknik dekalsifikasi dan pembuangan selapis tipis email yang berubah warna (Walton & Torabinejab, 1996). Teknik ini dilakukan dengan mengaplikasikan oksidator pada permukaan email gigi yang masih vital. Teknik ini dilakukan secara eksternal dengan menggunakan campuran asam Hidroklorik 18 % dengan bubuk pumis membentuk pasta yang padat, dan diletakkan pada permukaan email dan ditekankan dengan gerakan memutar menggunakan spatel kayu selama 5 detik, kemudian dicuci dengan air dan untuk menetralisir asam digunakan campuran Natrium Bikarbonat dan air. Isolasi pada gingiva dengan menggunakan rubber dam. Hasilnya kurang meyakinkan jika dibandingkan dengan teknik bleaching internal, karena permukaan email gigi kurang permeable dan sedikit peluangnya bahan mencapai daerah yang berubah warna.

Prognosis Perawatan Bleaching Intra korona dipengaruhi oleh: Usia Penderita Penyebab perubahan warna gigi Lamanya bahan pemutih pada kamar pulpa

Efek samping: Gigi sensitive Iritasi gingival

Resorpsi eksternal Perubahan morfologi enamel Mengurangi perlekatan resin komposit Sakit pada tenggorokan