Anda di halaman 1dari 6

Nahdlatul Ulama (NU) sebagai sebuah jamiyah (organisasi massa) lahir dari wawasan

keagamaan yang bertujuan memajukan paham Islam Ahlus Sunnah Waljamaah. Aliran pemikiran Islam Ahlus Sunnah Waljamaah dibidang sosial kemasyarakatan berlandaskan pada prinsip-prinsip keagamaan yang bercorak taawun (toleran) dan bersifat tawasud (moderat). Prinsip-prinsip sosial kemasyarakatan ini memberikan ruang gerak lebih luas kepada Nahdlatul Ulama (NU) untuk merespon berbagai perubahan dilingkungannya, dan sangat toleran terhadap berbagai perbedaan yang berkembang dalam masyarakat plural seperti di Indonesia, tanpa terjebak pada ekstrim kiri dan kanan yang secara fundamentalis sering kali merusak dimensi-dimensi solidaritas sosial dan kemanusiaan di indonesia. Responsif yang akseleratif, akurat dan obyektif atas kompleksitas problema empirik masyarakat-bangsa kiranya tidak cukup lagi hanya dengan mengandalkan peran kyai (ulama) semata, sudah barang tentu membutuhkan tenaga-tenaga profesional yang terampil, visibel dan kapabel dalam memberikan solusi alternatif yang konsepsional sistematis dan organis. Disinilah pendirian LAKPESDAM sebagai sebuah organisasi yang independen dan otonom bagi NU (Nahdlatul Ulama) menemukan pikiran urgensitasnya. Arah capaian secara individu diletakkan dalam prespektif manusia dinamis yang selalu berprakarsa dan melakukan ikhtiar: manusia yang bergerak ke depan, berubah dan berkembang menuju ke tingkat yang lebih sempurna (kamil). Berkembang dalam hal ini adalah kunci bagi indikator capaian tujuan, sedangkan kamil adalah tujuan akhir. Citra manusia maju dan berkembang ditandai oleh prestasi yang bermakna, baik dan berguna bagi dirinya sendiri maupun bagi orang lain dan lingkungannya, dari waktu ke waktu, selama proses menuju kamil. Jumlah total dari prestasi tersebut akan menunjuk pada tingkat kesempurnaan manusia. Dengan demikian, maju dalam perspektif LAKPESDAM-NU Sidoarjo sama sekali tidak bisa menerima dalam kondisi stagnasi (berhenti/mandeg). Sedangkan secara kolektif capaian diletakkan dalam perspektif Mabadi Khaira Ummah. Yaitu masyarakat ideal yang digambarkan sebagai masyarakat warga (civil society) masa depan. Dalam konteks semuanya ini demi peningkatan mutu dan tujuan yang diembannya. Jadi produktif adalah kunci dari indikator capaian tujuan kolektif (organisasi), sedangkan Khaira Ummah adalah tujuan akhir. Sebagai salah satu lembaga yang direstui oleh Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama Sidoarjo, dengan Surat Keputusan 091/PC/A.II/l-10/VIII/2008 LAKPESDAM PCNU Sidoarjo berupaya melakukan agenda-agenda yang berbasis pada kebutuhan warga nahdliyin serta dalam rangka mewujudkan Visi dan Misi Lakpesdam Sidoarjo, maka strategi yang digunakan adalah dengan; Mengubah dari dalam dan mempengaruhi dari luar. Makna sesungguhnya ialah bahwa suatu perubahan yang diputuskan dan dilakukan oleh masyarakat itu sendiri. Hal ini menandakan bahwa masyarakat memang paham dengan segala apa yang menjadi pilihan dan harus dilakukan dengan konsekwensi logis dari pilihan tersebut. Dalam hal ini LAKPESDAM Sidoarjo hanyalah berfungsi sekedar memberikan stimulan, baik itu hal-hal yang bersifat wacana (wawasan yang bersifat fundamental dan struktural) maupun hal-hal yang bersifat strategis, teknis dan praktis. Keputusan untuk merubah sepenuhnya ada pada kelompok masyarakat itu sendiri.

Berangkat dari pemahaman tersebut diatas LAKPESDAM Sidoarjo akan berangkat dari satu kunci Belajar dari pengalaman. Sedangkan prinsip-prinsipnya akan mengacu pada proses pendidikan orang dewasa (adult educations); pengalaman nyata (structured experience); dan teknik-teknik pendidikan yang partisipatif guna menciptakan suasana belajar yang harmonis dan berdaya guna. Disamping mengacu pada belajar dari pengalaman dan prinsip andragogi tersebut, untuk hal-hal dan kondisi tertentu metode LAKPESDAM Sidoarjo menggunakan prinsip pedagogi. LAKPESDAM-NU Sidoarjo, baik dalam skala individu maupun dalam skala kolektif, tentu saja harus dikaitkan langsung dengan konsep penciptaan manusia, yaitu konsep Hamba dan Khalifah Tuhan, berarti bersedia dan mampu mengemban amanat atau tugas utamanya, yaitu melaksanakan upaya-upaya transformatif di tengah komunitas masyarakat basis, menuju sebuah masyarakat dengan berpegang teguh pada 5 (lima) prinsip: As-Shidqu was syajaah: yang berarti kejujuran, kebenaran, kesungguhan dan keterbukaan. As-Shidqu adalah merupakan refleksi keberadaan manusia yang paling otentik yang bersumber dari hati nurani (al-qalbu). As syajaah adalah keberanian untuk bertindak dalam kaitannya dengan hubungan sosial. Al Amanah wal Wafa bil ahdi: yang mengandung arti dapat dipercaya, setia dan tepat janji. Butir ini akan memperkokoh dan menjamin integritas pribadi sebagai manusia sejati yang senantiasa hadir, terlibat, dipercaya, bersedia dan mampu memecahkan persoalan-persoalan sosial. Al musawa wal adl: adalahkesetaraan bersikap artinya memposisikan orang lain memiliki hak yang sama dan al adl adalah artinya bertindak adil dalam segala bidang. Adil mempunyai daya lindung yang absolut terhadap nilai kemanusiaan yang harus diperjuangkan, dijaga eksistensinya dan kemudian melaksanakannya secara proporsional. Sedangkan unsur paling dominan dari etika keadilan adalah wisdom (kearifan dan kewaskitaan). Attaawun: atau saling tolong menolong adalah inti dari solidaritas. Dan solidaritas itu sendiri harus dikaitkan dengan pengertian kebajikan (al birru), dedikasi dan kredibilitas pribadi, karena gilirannya nanti ia akan menjadi penyangga bagi siklus (tata kehidupan) sosial. Al-Istiqamah: adalah konsistensi. Artinya tetap dan sesuai dengan misi profetik agama dan aturan main serta rencana-rencana yang disepakati bersama-sama Visi dan Misi Visi: menjadikan fasilitator dan dinamisator yang amanah dalam memperkuat iklim kondusif bagi terwujudnya tatanan masyarakat yang berkeadilan berazaskan Islam ahlussunnah wal jamaah Misi: Meningkatkan kapasitas kader dan kelembagaan NU Memperkuat kapasitas basis jamaah NU Mengembangkan wacana kritis keberagamaan, social dan budaya Isu Strategis 1. Rentannya posisi jamaah/warga terhadap dinamika social, ekonomi dan politik 2. Lemahnya kapasitas lembaga, kader dan jamaah dalam mendorong perubahan social3.

Sikap keberagamaan dalam konteks berbangsa dan bernegara Tujuan Strategis 1. Memperkuat posisi jamaah/warga dalam menghadapi dinamika social, budaya dan politik 2. Memperkuat kapasitas lembaga, kader dan jamaah untuk mencapai khoiru ummah3. Mengembangkan sikap dan perilaku keberagamaan yang toleran dan moderat Program Strategis Supporting program: Program kerja yang dilaksanakan oleh LAKPESDAM sebagai salah satu lembaga pada PCNU sidoarjo dalam bentuk dukungan program/pelaksana pada PCNU Sidoarjo sebagaimana amanat Musyawarah Kerja PCNU Sidoarjo yang terdiri dari. a. Kegiatan pendataan kader potensi ditingkat PCNU s/d MWC NU di Sidoarjo b. Kegiatan efektifitas pertemuan kader potensial c. Pelatihan leadership d. Pelatihan ketrampilan/life skill e. Fasilitasi banom dalam pelatihan dan aktifitas sosialnya Program penguatan jamaah: Program kerja yang dilakukan dalam rangka memperkuat posisi jamaah/warga NU terhadap dinamika social, ekonomi, budaya dan politik yang terjadi. a. Pemetaan jamaah/warga NU pada aktifitas sosial, ekonomi, budaya dan politikb. Pendampingan berbasis komunitas c. Pendidikan politik kewarganegaraan (partisipasi dalam pengambilan keputusan publik)d. Candidate school (sekolah calon politisi) bagi warga Nu yang terjun dalam moment politik Program peningkatan kapasitas (Capacity Building) kader dan jamaah NU: Program kerja yang dilakukan dalam rangka meningkatkan kapasitas lembaga/organisasi serta jajaran kepengurusan NU, Lembaga, Lajnah dan Banom.a. Up grading manajemen program b. Pelatihan manajemen programc. Pelatihan manajemen fund rising Program Kajian: Program kerja yang dilakukan dalam rangka mencari alternative solusi atas permasalahan-permasalahan yang terjadi pada dinamika sosial, ekonomi, budaya dan politik. a. Kajian kritis masalah-masalah aktual b. Penyebaran informasi dan wacana kritis dalam berbagai bentuk media Program Pengembangan Kelembagaan: Program kerja yang dilakukan dalam rangka meningkatkan kapasitas lembaga dalam menjalankan program kegiatannya. a. Pemenuhan sarana dan prasarana lembaga b. Fund rising lembaga Wallahul Muwafiq ila Aqwamith Thariq Wassalamualaikum Warohmatullahi Wabarokatuh.

Rencana Strategis LAKPESDAM PCNU Kota Malang Masa Khidmat tahun 20122016
Menuntut sebuah konsep strategis yang visible dan praktis, LAKPESDAM NU berusaha merumuskan arah dan tujuan organisasi yang tepat dan fungsional bagi cita-cita peningkatan kualitas sumberdaya NU dalam lima tahun ke depan. Gagasan ideal tersebut lahir dari proses diskusi intensif pengurus baru sebelum nantinya LAKPESDAM NU melangkah merumuskan program dan memilih kegiatan di musyawarah kerja NU Kota Malang bulan ini. Gagasan yang dirangkai dari hasil diskusi melahirkan sebuah konsep yang tertuang dalam PokokPokok Pikiran Strategi Gerakan Penguatan Sumberdaya Manusia NU Masa Khidmat Tahun 2012-2016. Berdasarkan perkembangan diskusi yang dilakukan pada pra-musyker, sekaligus mengacu pada harapan pengurus NU Kota Malang masa khidmat 2012-2016, terhadap peran signifikan Lakpesdam agar mampu mendongkrat perubahan kualitas sumberdaya manusia NU, maka Pengurus Lakpesdam sampai pada kesimpulan bahwa Lakpesdam adalah lembaga yang harus mampu menjadi prakarsa peningkatan kapasitas kelembagaan, terutama di seluruh level struktur organisasi NU Kota Malang dan membenahi simpul-simpul jamaah di berbagai level kepentingan masyarakat arus bawah (terutama jamaah nahdliyin) sebagai kelompok kritis yang perlu didampingi dan diberdayakan. Pengurus berharap bahwa Lakpesdam sebagai lembaga yang menjadi arus-utama dalam mengembangkan konsep-konsep strategis pemolaan, pemodelan, rancang bangun metode pengembangan sumberdaya manusia pada level struktural dan kultural. Lakpesdam berupaya melakukan penataan melalui gerakan sistemik, terencana dan terukur dalam menejemen pengembangan sumberdaya manusia NU. Sehingga dalam perjalanannya nanti Lakpesdam NU memiliki formula pengembangan sumberdaya manusia NU yang lahir dari proses kreatif di lapangan untuk dijadikan sebagai konsep pola, model dan metode pengembangan sumberdaya manusia NU. Oleh karena itu, Lakpesdam bukan sebagai pelaku murni di lapangan, namun mengambil peran strategis dalam berbagai bentuk fasilitasi, mediasi, dan advokasi serta mengembangkan jalur-jalur kemitraan strategis dalam mencapai tujuan peningkatan kualitas sumberdaya manusia NU. Dalam tataran ini Lakpesdam memfokuskan pada orientasi ranah stimulasi (membangun rangsangan gerakan) dan motivator (pendorong gerobak perubahan) baik secara internal keorganisasian di tubuh NU Kota Malang dan eksternal mencakup formulasi pengujian-pengujian strategis pengembangan sumberdaya manusia NU di tingkat jamaah (masyarakat akar rumput) sehingga diperoleh aneka dalil gerakan dalam penataan sumberdaya manusia NU. Secara konseptual, fokus program Lakpesdam ditetapkan pada tiga ranah pengembangan yakni struktural, kultural dan kemitraan strategis. Pengembangan struktural menyentuh ranah kelembagaan di NU yaitu melakukan penguatan pembangunan kapasitas (capacity building) organisasi. Pembangunan kapasitas ini secara metodologis bertujuan mengembangkan konsep-konsep manajemen organisasi pemberdayaan dalam rangka mencapai berbagai bentuk kemaslahatan ummat (mabadi khoirul ummah). Pada fokus ini Lakpesdam membangun kerjasama kemitraan untuk merancang metode pemberdayaan sesuai dengan tugas dan fungsi kelembagaan pada masing-masing Lembaga yang dipilih atau Banom di

bawah NU Kota Malang. Kerjasama kemitraan ini dipilih karena Lakpesdam mempertimbangkan sasaran pemberdayaan yang dipetakan berdasarkan wilayah kerja yang ada di masing-masing Lembaga atau Banom NU agar tidak saling tumpang tindih. Hasil akhrinya diharapkan, pada tahap yang paling signifikan lembaga-lembaga memiliki branchmarking dalam proses pelayanan ummat. Pada pendekatan kultural, Lakpesdam bergerak ke wilayah basis jamaah untuk melakukan inisiasi pemberdayaan. Fokus pendekatan ini bersifat metodologis dan tidak sebagai pelaku tunggal, namun pilihan pemberdayaan pada basis jamaah nahdliyin digunakan sebagai sentra laboratorium pemberdayaan masyarakat dengan tujuan bahwa pengembangan metodologi tersebut akan menjadi rancang bangun model-model pemberdayaan ala NU Kota Malang yang akan direplikasi dan ditransformasi ke basis NU lainnya secara kontekstual untuk peningkatan kualitas sumberdaya manusia jamaah NU. Selain itu Lakpesdam melakukan pendekatan kemitraan strategis yang berfungsi menjadi mediator berbagai kepentingan baik pada level antar-lembaga di NU seperti Lakpesdam dengan lembaga lain di bawah NU, dengan kelompok-kelompok strategis lain baik secara lokal, regional, nasional dan internasional, para-stakeholder di level pengambil kebijakan atau lembaga strategis lain yang ada di masing-masing wilayah dampingan. Kemitraan strategis berfungsi untuk mempercepat pencapaian strategi gerakan penguatan sumberdaya manusia NU dan menjadi daya dukung personal/sosial, daya dukung material dan daya dukung kebijakan. Dari ketiga ranah pendekatan tersebut, maka divisi yang ada dapat menyesuaikan diri dalam merumuskan program yang akan direncanakan dan diimplementasikan. Jikalau pendekatan itu difokuskan pada perencanaan program maka darinya dapat dipilah sebagai berikut, Divisi kajian dan pengembangan sumberdaya manusia akan berfokus untuk menangani pengkajian dan pengembangan dinamika penguatan sumberdaya manusia NU baik di level struktural kelembagaan di bawah NU Kota Malang dan pemberdayaan di level kultural jamaah. Untuk publikasi dan penelitian memfokuskan pada ketiga pendekatan tersebut yang dapat dijadikan sebagai sumberdata sekaligus pengembangan metodologi penelitian agar formulasi pemodelan pemberdayaan dapat lebih eksplisit dikembangkan dan pada akhirnya dapat dipublikasikan sebagai bagian dari produk pemberdayaan. Di lain pihak divisi hubungan masyarakat dan fundraising akan menjadi sub-organ yang menjembatani berbagai kepentingan program dan kepentingan. Adapun sinergi program dan pendekatan strategi gerakan penguatan sumberdaya manusia NU merupakan molekul dinamis yang dikembangkan oleh pengurus lakpesdam untuk masa khidmad 2012-2016 yang secara visual dapat dilihat pada gambar 1 di bawah. Gambar 1. Molekul Strategi Gerakan Penguatan PSDM NU Rancangan Program Tahun Pertama. Berdasarkan rapat pada 02 Maret 2012, disepakati lebih dahulu untuk melakukan penilaian kebutuhan dalam berbagai bentuk evaluasi kelembagaan dan kultural NU terkait dengan kondisi obyektif sasaran program. Kegiatan yang paling signifikan adalah melakukan analisis SWOT untuk memperoleh peta masalah dan potensi sumberdaya manusia NU. Selain itu, pengurus di tahun pertama membidik dua sasaran program yakni ; 1. Capacity Building Organisasi. Tujuan : Program ini direncanakan untuk melakukan evaluasi dengan menggunakan pendekatan analisis masalah dan potensi ranah ideologi NU yang bermuara untuk menjaga ahlusunnah wal-jamaah. Adapun bentuk kegiatannya akan bervariasi dan kontekstual sesuai dengan kondisi obyektif kelembagaan. Rapat pengurus kemudian menyepakati untuk

membangun gerakan pembangunan kapasitas ideologi ahlus-sunnah wal jamaah yang bersinergi dengan lembaga di bawah payung NU untuk masalah-masalah keMASJIDan. Mitra Program : Program ini akan bekerjasama dengan LDNU LTMI LP MAarif (Jamiatul Qura Wal Hufadz-TPQ). Selain itu juga melibatkan IPPNU dan Pagar Nusa untuk memperkuat partisipasi pemuda dalam struktur gerakan penguatan sumberdaya manusia NU. Metode : Adapun metode yang dipilih adalah dengan mengembangkan budaya silaturrahmi sebagai media penguatan kapasitas kelembagaan. Capaian Kegiatan : Kegiatan ini diharapkan akan memperoleh kondisi obyektif dalam bentuk ; a. Peta analisis masalah dan potensi masing-masing kelembagaan NU sesuai dengan wilayah gerakan. b. Inisiasi pemodelan manajemen pemberdayaan sesuai dengan format dari masing-masing kelembagaan NU. Waktu : Juni 2012 Juni 2013 2. Sentra Laboratorium Pemberdayaan Ekonomi. Tujuan : Pemberdayaan ini akan terpusat pada wilayah pemberdayaan jamaah yang diharapkan akan menjadi sentra laboratorium lapangan pemberdayaan masyarakat dengan harapan akan mampu mendorong peningkatan kualitas kesejahteraan hidup anggota jamaah NU. Bentuk Kegiatan : Pendampingan usaha menjahit Capaian Kegiatan : Terbentuknya kelompok usaha menjahit dari basis jamaah NU Metode : Pelatihan usaha dan pengembangan jejaring pemodalan usaha Waktu : Kegiatan ini akan direncanakan untuk tahun pertama antara Mei 2012 Mei 2013 Tahun Kedua. Tahun kedua merupakan tindaklanjut tahun pertama setelah diketahui potensi dan peluang dari masing-masing wilayah cakupan program Lakpesdam. Demikian gambaran umum rencana program ini disampaikan, semoga menjadi bahan diskusi untuk menentukan arah program Lakpesdam NU Kota Malang masa khidmat 2012-2016 dan menjadi bahan yang dijadikan rujukan program Lakpesdam untuk Musyawarah Kerja NU Kota Malang. Kritik dan saran selalu terbuka, baik secara redaksi atau secara substansi. Malang, 04 Maret 2012 Pengurus Lakpesdam NU Kota Malang