Anda di halaman 1dari 16

http://www.ycab.net/druginfo.

htm#BAGAIMANA

Info Narkoba
Ekstasi Heroin Tembakau Link Informasi Amphetamin Shabu-Shabu Alkohol Ganja Inhalen Tanda-tanda penyalahgunaan narkoba

EKSTASI Diproduksi secara illegal di laboratorium dan dibuat dalam bentuk tablet dan kapsul. Ekstasi akan mendorong tubuhmu untuk melakukan aktivitas yang melampaui batas maksimum dari kekuatan tubuhmu sendiri. Dan akibat aktivitas yang berkepanjangan dan yang berlebihan ini, maka tubuhmu akan mengalami kekurangan cairan. Ada beberapa pemakai ekstasi yang akhirnya meninggal dunia karena terlalu banyak minum akibat rasa haus yang amat sangat. Zat-zat kimia yang berbahaya sering dicampur dalam tablet atau kapsul ekstasi. Zat-zat ini menyebabkan munculnya suatu reaksi yang buruk pada dirimu. Dan dalam beberapa kasus, reaksi dari zat-zat ini akan menimbulkan kematian. Pengguna ekstasi sering harus minum obat-obatan lainnya untuk menghilangkan reaksi buruk yang timbul pada dirinya. Dan hal ini menyebabkan denyut nadimu menjadi cepat, serta akan menimbulkan paranoia dan halusinasi.

Akibat lainnya dari penggunaan ekstasi ini adalah : timbulnya diare, rasa haus yang amat sangat, hiperaktif, sakit kepala dan pusing-pusing, gemetar tak terkontrol, denyut nadi yang sangat cepat, mual dan muntah, serta kehilangan selera makan. Ekstasi dikenal dengan sebutan inex, I, kancing, dll.

HEROIN Adalah suatu jenis obat-obatan yang sangat kuat dan membuat seseorang menjadi sangat ketagihan. Heroin biasanya terdapat dalam bentuk serbuk atau larutan. Jenis heroin yang popular di Indonesia adalah putauw (heroin kelas 5 atau 6 ). Jika kamu mencoba memakai

heroin, maka heroin tersebut dengan sangat cepat akan mengikat dirimu, baik secara fisik maupun secara mental, yang mengakibatkan kesakitan dan kejang-kejang saat tubuhmu tidak lagi mendapat pasokan. Heroin akan membuat dirimu menjadi bodoh dan lemas, merusak kemampuan konsentrasi dan perhatian terhadap kehidupan yang normal. Banyak pemakai heroin yang mati karena overdosis.

Tanda-tanda dari seseorang yang sedang ketagihan adalah : kesakitan dan kejang-kejang, keram perut dan menggelepar, gemetar dan muntah-muntah, hidung berlendir, mata berair, kehilangan nafsu makan, kekurangan cairan tubuh. Heroin disebut juga dengan nama : putauw, putih, bedak, PT, etep, dll.

AMPHETAMINE Adalah sejenis obat-obatan yang biasanya berbentuk pil, kapsul dan serbuk yang dapat memberikan rangsangan bagi perasaaan manusia. Salah satu jenis amphetamine, yakni methamphetamine, sering menjadi terikat secara mental kepada obat-obatan ini. Tingkah laku yang kasar dan tak terduga, merupakan hal biasa bagi pemakai kronis. Jika kamu menggunakan amphetamine, maka amphetamine ini akan merangsang tubuhmu melampaui batas maksimum dari kekuatan fisikmu. Dan kamu akan tetap merasa sangat aktif walaupun sebenarnya tubuhmu sudah sangat lelah. Apabila tubuhmu tidak dapat lagi menanggung beban ini, maka kamu dapat jatuh pingsan dan dapat mati karena kelelahan. Jika kamu menggunakan amphetamine ini, maka hidupmu akan berakhir dalam suatu dunia yang sepi, terpisah dari orang lain, sering melihat dan melihat hal yang aneh-aneh, dan hubunganmu dengan keluarga dan teman-teman akan menjadi rusak.

Akibat-akibat lainnya jika kamu menggunakan obat-obatan ini adalah : penurunan berat badan, ketakutan, kelihatan seperti kurang tidur, tekanan darah tinggi, denyut nadi yang tidak beraturan, paranoia yang mendalam, pingsan karena kelelahan yang amat sangat. Amphetamine dikenal juga dengan sebutan Amphet. Jenis-jenisnya adalah ekstasi, speed, whiz, dll. Jenis-jenis metamphetamine adalah : ice, shabu-shabu, dll.

SHABU-SHABU Adalah nama popular untuk Metamphemine. Bentuknya seperti kristal, tidak berbau dan tidak berwarna. Karena itulah sering disebut ice. Shabu-shabu mengakibatkan efek yang sangat kuat pada system syaraf kamu. Pemakai shabu-shabu secara mental akan bergantung pada zat ini dan penggunaan yang terus menerus dapat merusakan otot jantung dan bahkan menyebabkan kematian. Zat ini mendorong tubuh kamu melampaui ambang batas kekuatan fisikmu. Juga membuat kecanduan secara psikologis karena merangsang aktivitas kimia otak yang menyebabkan pemakainya merasa fly dengan perasaan enak sementara berangsurangsur membangkitkan kegelisahan yang luar biasa. shabu-shabu sangat berbahaya karena prilaku yang menjurus pada kekerasan merupakan efek langsung dari penggunannya. Bahkan sering menyebabkan impoten. Over dosis dari shabu-shabu juga mengakibatkan kerusakan usus dan ginjal dan bahkan kematian.

Efek : berat badan menyusut, impoten, kejang-kejang, halusinasi, paranoid, kerusakan usus ginjal, kerusakan jantung, serangan jantung dan kematian. Nama lain untuk shabu-shabu : kristal, ubas, SS, mecin, dll. GANJA Atau cannabis akan mengikat pikiranmu dan dapat membuatmu menjadi ketagihan. Ganja mengandung sejenis bahan kimia yang disebut delta-9-tetrahydrocannabinol (THC) yang dapat mempengaruhi suasana hati manusia dan mempengaruhi cara orang tersebut melihat dan mendengar hal-hal disekitarnya. Orang bilang memakai sekali-sekali tidak akan bikin katagihan. Ganja dianggap narkoba yang aman dibandingkan dengan putauw atau shabu. Kenyataannya sebagian besar pecandu narkoba memulai dengan mencoba ganja.Jika kamu menggunakan ganja, maka pikiranmu akan menjadi lamban dan kamu akan nampak bodoh dan membosankan. Ganja akan mempengaruhi konsentrasi dan ingatanmu. Akibatnya kemampuan belajarmu menjadi menurun. Dan seringkali, para pengguna ganja akan mencari obat-obatan yang lebih keras dan lebih mematikan.

Akibat-akibat lainnya yang dapat terjadi jika kamu menggunakan ganja adalah : kehilangan konsentrasi,meningkatnya denyut nadi, keseimbangan dan koordinasi tubuh yang buruk, ketakutan dan rasa panik, depresi, kebingungan dan halusinasi. Ganja dikenal juga dengan sebutan : mariyuana, cimeng, hash, rumput/grass, dll.

INHALEN Dalam narkoba terdapat sejenis zat yang bernama inhalen (sejenis lem), sebagaimana yang terdapat pada lem dan pengencer cat (thinner). Dan biasanya, penggunaan inhalen ini dilakukan dengan cara dihirup. Penggunaan inhalen ini akan merusak pertumbuhan dan perkembangan otot,syaraf, dan organ tubuhmu yang lain. Bahkan kematian mendadak seperti tercekik (Sudden Sniffing Death-SSD), dapat terjadi saat kamu menghirup inhalen ini.

Menghirup larutan narkoba/inhalen sambil menggunakan obat-obat anti depresi, seperti obat penenang, obat tidur atau alkohol akan meningkatkan resiko overdosis dan dapat mematikan. Jika kamu menghirup narkoba/inhalen, maka aktifitas yang normal saja, seperti berlari atau berteriak, dapat mengakibatkan kematianmu, akibat gagal jantung. Akibat-akibat lainnya dari menghirup narkoba/inhalen adalah : kehilangan ingatan, tidak dapat berpikir, mudah berdarah dan memar, kerusakan system saraf utama, kerusakan hati dan ginjal,sakit maag, sakit pada waktu buang air kecil, kejang-kejang otot dan batuk-batuk.

TEMBAKAU Tembakau berasal dari tanaman nicotiana tabacum. Meskipun banyak orang merokok karena mereka percaya bahwa rokok dapat menenangkan syaraf, merokok justru memicu pengeluaran epinephrine, hormon yang menciptakan suatu stress psikologis pada perokok, bukan relaksasi. Ketika rokok dihisap, nikotine diserap oleh paru-paru dan dibawa dengan cepat ke dalam aliran darah, dimana ia berputar ke seluruh otak. Nikotin berpengaruh langsung pada jantung untuk mengubah detak jantung dan tekanan darah, mengakibatkan tekanan darah tinggi, serangan jantung dan penyakit pembuluh darah lainnya seperti aneurisma (pelebaran pembuluh darah yang tidak wajar). Ia juga berperan pada syaraf yang mengatur respirasi untuk mengubah pola pernafasan.

Pada konsentrasi tinggi, nikotin adalah mematikan, bahkan setetes nikotine yang dimurnikan pada lidah dapat membunuh seseorang. Nikotine sangat mematikan sampai-sampai telah digunakan sebagai pestisida selama berabad-abad. Kecanduan rokok adalah penyebab dari sepertiga dari semua kanker, terutama kanker paruparu. Tingkat kematian keseluruhan perokok yang disebabkan kanker adalah dua kali lebih

tinggi dari bukan perokok, sementara perokok berat empat kali lebih tinggi dari bukan perokok.. Satu per lima kematian karena penyakit jantung diakibatkan merokok. Perokok pasif/sekunder juga meningkat resikonya dalam penyakit-penyakit yang sama. Rokok juga berperan sebagai gerbang utama untuk penyalahgunaan obat-obatan bentuk lain. Sepertiga anak muda yang hanya mencoba-coba pada akhirnya menagih pada umur 20. Perokok dewasa-muda 100 kali lebih mungkin untuk menghisap ganja dan menggunakan obatobatan lain seperti kokain dan heroin di masa depannya. Merokok khususnya berbahaya untuk remaja karena tubuh mereka masih berkembang dan berubah dan bahan-bahan kimia dalam rokok dapat mempengaruhi proses ini. ALKOHOL Minuman-minuman alkohol mengandung obat yang bernama ethanol. Alkohol adalah obat yang kuat sebagai depresan dan bukan stimulan seperti yang diperkirakan banyak orang. Alkohol memperlambat aktifitas di beberapa bagian otak dan sistem syaraf. Meminum alkohol dalam dalam jumlah besar dalam jangka waktu tertentu dapat mengakibatkan, sakit kepala, rasa mual, gemetar dan muntah-muntah. Karena alkohol mempengaruhi penilaian, konsentrasi, penglihatan dan koordinasi, minum alkohol sangat biasa menyebabkan kecelakaan, terutama kecelakaan mobil dan mati tenggelam. Alkohol dapat mematikan dengan mengganggu kendali otak terhadap pernafasan, tetapi biasanya orang pingsan sebelum hal ini terjadi.

Siapa saja yang meminum banyak alkohol, secara teratur, dalam jangka waktu tertentu, kemungkinan besar akan mengalami beberapa masalah fisik, emosional dan sosial yang berkaitan dengan alkohol. Kerusakan terhadap beberapa organ tubuh dapat terjadi dan permanen. Akibat-akibat yang tejadi karena menggabungkan obat-obatan yang berbeda tidak bisa diperkirakan, Mencampur alkohol dengan obat-obatan lain dapat meningkatkan pengaruh dari semua obat-obatan yang dipakai. Meminum alkohol bersamaan dengan obat-obatan depresan lainnya seperti obat penenang, obat tidur atau ganja dapat berakibat fatal karena sistem syaraf pusat dibanjiri oleh depresan yang dapat mematikan kerja otak dan jantung. BAGAIMANA MENGENALI TANDA TANDA PENYALAHGUNAAN OBAT-OBATAN Mata merah Hidung dan mata terus-menerus berair Perubahan perasaan tiba-tiba Perilaku tidak wajar atau tidak biasa Pergaulan yang berbeda Perilaku tidak ramah Kegiatan di luar sekolah berkurang Interaksi dengan keluarga sedikit

Sangat malas Mencuri Kehilangan nafsu makan Rasa mual Gelisah

AMFETAMIN & METHAMFETAMIN Nama lain: meth, shabu(-shabu), ubas, ss, micin, kristal, es, coconut. Ekstasi, kancing, I, Inex, aladin, electric, dll. Methamfetamin umumnya berbentuk bubuk atau kristal. Stimulan Amfetamin adalah sejenis obat yang merangsang sistem syaraf pusat. Biasanya digunakan dengan obat-obatan lain yang memberikan gejala yang sama. Stimulan-stimulan lain misalnya: kafein, nikotin, kokain dan lain lain. Amfetamin bisa dipakai dengan cara dihisap, dihirup, ditelan dan mungkin juga, mekipun tidak umum, dirokok. Satu bungkus rata-rata mengandung kurang dari 10% amfetamin (terkadang sampai serendah 2%) dengan lebih dari 90% zat penambah (tepung, detergen, bubuk obat sakit kepala, dll). Efeknya dapat terjadi seketika (bila disuntik), atau dapat memakan waktu sampai 30-40 menit (bila ditelan), dengan durasi 4-8 jam. Dosis tinggi dan penyerapan yang terhambat (misalnya karena pemakaian oral) dapat memperpanjang efeknya. Tidak ada dosis awal yang aman karena variasi metabolisme dan toleransi individu, dan variasi kekuatan obat. Methamfetamin akan bertahan dalam plasma/cairan darah selama 4-6 jam, dan dapat dideteksi di dalam urin dalam waktu 1 jam sampai 48 jam setelah pemakaian. Obat ini melepaskan gula dan lemak ke dalam darah dan memberi tenaga pada otak. Karena itu orang-orang mengunakan amfetamin (secara non-medis) untuk: Menghindari rasa kantuk/tidur. Meningkatkan kemampuan atletis dan/atau seksual. Menangkal efek obat-obat depresan. Apa Saja Efek Segera Pemakaian Amfetamin? Eforia atau kegembiraan berlebihan, pengecilan pupil, kegelisahan yang teramat sangat, detak jantung yang terpacu, berkeringat, pusing-pusing, keresahan, susah tidur, gigi gemeretak, berbicara terus menerus, agresif, meningkatnya pernafasan dan gejala umum aktifitas syaraf simpatis lainnya. Jika stimulasi obatnya terlalu tinggi, timbul perasaan panik, paranoia, halusinasi penglihatan dan pendengaran, kemarahan, kejang-kejang dan stroke. Pemakai amfetamin mengalami itching (merasakan sepertinya serangga-serangga merayap di kulit) dan gerakan-gerakan tubuh yang tidak disengaja (gerakan jari-jari seperti bermain piano, muka dan tubuh berkedutkedut twitching diluar kendali, lidah yang terjulur, cengar-cengir). Kapasitas mental tidak hilang secara langsung karena pemakaian. Bahkan penelitian menunjukkan sedikit peningkatan kapasitas mental dalam pekerjaan sederhana.

Mengapa Amfetamin Menimbulkan Ketergantungan? Amfetamin menghasilkan efek menyenangkan yang seketika, diikuti oleh hantaman perasaan yang tidak menyenangkan. Suatu ketidakseimbangan kimiawi tercipta dan menghasilkan kebutuhan obat yang lebih banyak lagi untuk merasa senang kembali. Siklus kesenangan dan tekanan ini mengarah kepada kehilangan kontrol pemakaian amfetamin dan akhirnya ketergantungan. Apa Saja Akibat Jangka Panjang Pemakaian Amfetamin? Sakit jiwa yang menyerupai skizofrenia paranoid. Kekurangan gizi karena ditekannya nafsu makan. Lebih mudah terkena penyakit, karena diet yang buruk, kurang tidur dan lingkungan yang kurang sehat. Kekerasan dan agresifitas. Pemakai menggunakan obat lain untuk melawan efek samping yang tidak diinginkan dalam pemakaian amfetamin. Infeksi jarum suntik, penularan virus HIV/AIDS. Penyumbatan pembuluh darah. Toleransi dan ketergantungan. Kerusakan permanen organ-organ dalam. Serupa dengan zat obat-obatan lain, merokok dan menghirup methamfetamin merusak paru-paru dan saluran hidung. Efek Pemakaian Pada Masa Kehamilan Bayi-bayi dari ibu yang memakai amfetamin dapat lahir dengan: Cacat pada jantung. Langit-langit rongga mulut yang terbelah. Cacat kelahiran lain. Ketergantungan terhadap amfetamin dan mengalami gejala putus obat (sakau). Gejala Putus Obat (Sakau) Tingkat keparahan dan lama gejalanya bervariasi sesuai dengan jumlah kerusakan yang terjadi pada sistem tubuh Gejalanya terkadang berlajut sampai berminggu-minggu setelah berhenti memakai emfetamin. Gejala umum: Kelelahan yang parah. Tidur panjang 24-48 jam. Reaksi psikotik. Sangat lapar. Depresi mendalam. Reaksi kegelisahan. Tidur panjang namun tidak nyenyak. Meskipun seseorang yang memakai amfetamin dapat mengalami gejala putus obat untuk jangka waktu tertentu, keuntungan seseorang yang berhenti menggunakan obat-obatan tersebut sangatlah besar dibandingkan ketergantungannya. Sumber informasi; http://www.lec.org/DrugSearch/Documents/Amphetamines.html http://www.AntiMeth.com http://lycaeum.org/drugs/Amphetamines/meth-faq.html http://www.aaw.com/schick/treatment.html

OPIAT/HEROIN
Nama lain: Putih, Putauw, PT, Etep, Bedak, Snow White, Banana Heroin adalah salah satu dari banyak jenis obat-obatan di kelas opiat. Opiat berasal dari kata opium, yaitu getah tanaman poppy yang dikeringkan. Opium mengandung morfin dan kodein. Keduanya adalah obat penghilang rasa sakit yang efektif dan digunakan secara luas di bidang kedokteran. Heroin adalah hasil pemurnian morfin. Unsur-unsur heroin dan morfin tidak bisa dibedakan lagi bila sudah berada di metabolisme tubuh. Seluruh opiat alami dan sintetis disebut opioid. Heroin murni berbentuk bubuk putih dengan rasa yang pahit dan mudah larut dalam air. Kebanyakan heroin ilegal dijual dalam bentuk bubuk dengan warna yang bervariasi dari putih ke coklat tua. Ada juga bentuk lain yang disebut heroin ter hitam. Jenis ini bisa berbentuk lengket atau bisa juga keras seperti arang. Warnanya bervariasi dari coklat tua ke hitam. Apa Saja Pengaruh Heroin? Opiat mengakibatkan orang merasa ngantuk, hangat dan nyaman. Heroin menghilangkan stres dan ketidaknyamanan dengan memutuskan rasa sakit, menhilangkan keinginan dan kegiatan. Tanda-tandanya diantaranya, rasa gembira, mengantuk, nafas melambat, pengecilan pupil dan rasa mual. Heroin menekan aktifitas sistem syaraf, termasuk gerakan refleks seperti batuk, bernafas dan detak jantung. Heroin juga menyebabkan pelebaran pembuluh darah, yang memberikan rasa hangat, dan mengurangi aktifitas usus besar, yang mengakibatkan sembelit. Meskipun dengan dosis yang cukup untuk menghasilkan eforia (kegirangan), hanya sedikit perubahan yang terjadi pada koordinasi, emosi atau pikiran. Tetapi pada dosis yang tinggi, penenang mengambil alih. Dosis yang berlebihan mengakibatkan kejang-kejang, pernafasan menjadi pendek dan perlahan, tidak sadar, koma dan mungkin kematian. Kemungkinan overdosis meningkat bila obat-obatan depresan lain seperti alkohol juga digunakan pada saat yang sama. Bagaimana Heroin Digunakan? Bubuk opioid bisa ditelan atau dilarutkan dalam air dan disuntikkan, terutama pada pembuluh balik agar efeknya maksimal. Heroin dengan tingkat kemurnian tinggi juga dapat dirokok. Heroin terkadang disedot melalui hidung, atau uap pembakaran bubuknya dihirup. Kenyataan bahwa heroin dapat dirokok atau disedot bisa menarik pemakai-pemakai baru. Pemakai heroin dengan disedot atau dirokok terhindar dari luka bekas suntikan dan penyakit yang menular melalui jarum suntik, seperti AIDS dan Hepatitis. Heroin yang dijual dijalanan kemungkinan besar telah dicampur dengan berbagai bubuk sejenis. Pencampur yang utama adalah glukosa. Tetapi, pemakaian kafein, tepung, bedak juga ditemukan dan sangat membahayakan pemakai. Mengapa Heroin Mengakibatkan Ketagihan? Heroin dan opiat lain meniru zat-zat kimia di dalam otak yang menahan rasa sakit dan menimbulkan perasaan menyenangkan. Zat-zat kimia ini dilepaskan dalam jumlah besar ketika kita berhubungan seks, berolahraga, tertawa atau melakukan pekerjaan yang menyenangkan (high yang alami). Tetapi, tidak seperti opiat-opiat yang alami yang kita hasilkan sendiri, toleransi dan ketergantungan (membutuhkan lebih dan lebih lagi untuk mencapai efek yang sama) timbul terhadap heroin dan obat-obatan serupa. Sehingga diperlukan jumlah yang lebih banyak lagi untuk mendapatkan perasaan yang menyenangkan itu. Rasa yang menyenangkan itu cepat hilang sehingga heroin akhirnya dipakai hanya untuk membertahankan perasaan yang normal/wajar. Bila seseorang pemakai gagal untuk memakai obat itu, gejala-gejala putus obat yang tidak menyenangkan, akan muncul.

Bahaya Ketergantungan Heroin dan Opiat Lainnya Pertama dan yang paling berbahaya adalah overdosis. Overdosis paling sering muncul pada pemakaian suntik dan biasanya terjadi bila si pemakai menggunakan heroin yang lebih tinggi mutunya dari biasanya (lebih murni). Gejalanya adalah: Nafas yang melambat Bibir yang membiru Pupil mengecil Pulmonary edema: paru-paru yang penuh cairan sehingga nafas lebih cepat. Cardio arythmia: detak jantung yang tidak teratur

Kematian timbul karena pernafasan yang berkurang atau bahkan terhenti. Bila memakai dengan cara suntik, ada bahaya-bahaya tambahan: Infeksi HIV/AIDS Hepatitis B atau C (yang bisa mengakibatkan sirosis) Abses atau infeksi lain pada pembuluh balik, kulit dan otot

Endocartitis (infeksi pada jantung dan katup-katupnya, yang bisa berakibat pada kerusakan katup-katup itu, stroke, gagal jantung dan kematian). Infeksi pada tulang dan sendi Pneoumonia Gagal ginjal karena infeksi dan/atau zat-zat lain yang ditambahkan pada obat. Kerusakan retina mata karena zat-zat tambahan pada obat.

Kerusakan hidung dan pernafasan yang berat, terutama umumnya karena menghirup uap pembakaran obat. Kehilangan kekebalan tubuh

Gejala Putus Obat Gejala putus obat heroin dan opiat lainnya sangat tidak nyaman, tetapi tidak fatal atau mengarah ke kerusakan permanen. Bila dosis tinggi telah dipakai selama beberapa minggu, pemutusan pemakaian yang tiba-tiba akan mengakibatkan gejala yang tidak nyaman yang serupa dengan flu. Gejala-gejala itu biasanya timbul 4 sampai 12 jam setelah dosis terakhir. Gejala-gejala itu mencapai puncaknya dalam 36 sampai 72 jam. Meskipun gejala ini menghilang dalam 7 sampai 10 hari, perasaan lemah dan kehilangan jati diri bisa bertahan sampai berbulan-bulan (hal ini benar untuk heroin, tetapi bervariasi untuk obat-obatan lain seperti Methadone, dimana gejalanya cenderung untuk muncul dan bertahan lebih lama). Gejala-gejala awal termasuk: merinding, panas-dingin, hidung berair, diare, kram perut, sakit dan kejang otot, sakit pada sendi, susah tidur, gejala-gejala seperti flu, menguap, berkeringat dan mudah tersinggung. Gejala akut ini diikuti dengan sindrom lanjut dari minggu ke empat

sampai minggu ke sepuluh atau lebih. Gejalanya terdiri dari: sedikit peningkatan pada tekanan darah, keresahan, gangguan tidur, mudah tersinggung dan keinginan memakai obat. Sumber-sumber informasi: http://www.aaw.com/schick/heroin.html http://area51.upsu.plym.ac.uk/ http://www.usdoj.gov/dea/concern/heroin.html

Ganja Nama jalanan: pot, dope, grass, weed, herb, boom, gangster, chronic, reef, reefer, ganja, kaya, doobie. Apa itu ganja? Ganja adalah depresan Sistem Syaraf Pusat yang diambil dari tanaman Cannabis sativa. Cannabis sativa L. atau tanaman ganja, tumbuh liar di daerah-daerah yang beriklim tropis dan sedang di seluruh dunia. Cannabis tersedia sebagai obat dalam tiga wujud utama: sebagai daun dan bunga yang dikeringkan, yang dikenal sebagai ganja, sebagai getah padat (hashish atau hash) yang diperoleh dari bunga ganjan dan juga cairan kental yang diambil dari bunga atau endapannya. Ganja biasanya dijual dan disimpan di plastik-plastik kecil, kertas timah atau linting rokok kecil. THC Ganja tidak hanya mengandung satu macam bahan kimia. Cannabis mengandung bahanbahan kimia yang disebut cannabinoids yang hanya terdapat pada tanaman Cannabis. Cannabinoids yang dihasilkan sendiri oleh tanaman tersebut diantaranya cannabinol, cannabidiol, asam cannabinolidic , cannabigerol, cannabichromene, dan beberapa isomer dari tetrahydrocannabinol. Salah satunya, Delta-9-Tetrahydrocannabinol (THC), dipercaya sebagai penyebab pengaruh psikoaktif dari cannabis. Bahkan ternyata, ganja diketahui mengandung 61 bahan-bahan serupa dengan THC dengan lebih dari 400 bahan kimia beracun. Bahkan ketika dibakar, ganja masih menghasilkan bahan-bahan beracun . THC segera diserap ke dalam jaringan lemak dan disimpan untuk waktu yang lama. Karena itu, satu dosis memerlukan waktu tiga sampai empat minggu untuk keluar dari sistem seluruhnya. Pada tahun 1998, ditemukan bahwa membran sel-sel syaraf tertentu mengandung reseptor protein yang mengikat THC. Sekali berada di tempat yang tetap, THC melakukan serangkaian reaksi seluler yang pada akhirnya mengarah pada high yang dialami pemakai pada saat mereka merokok ganja. Perawatan sangat diperlukan untuk mereka yang telah menjadi pecandu ganja, apakah itu bertahun-tahun lalu, atau baru-baru ini bahkan sangat dibutuhkan untuk masa kini. Ganja yang dijual sekarang mengandung bahan kimia THC yang lebih tinggi daripada kandungannya pada tahun 60 dan 70-an. Kandungan THC telah meningkat dari satu persen pada tahun 1975 sampai 14 persen pada tahun 1985 akibat teknik-teknik hibridisasi. Semakin tinggi konsentrasi THC pada ganja masa kini telah meningkatkan persentase ancaman kesehatan serius juga kerusakan psikologis besar dan kemungkinan ketergantungan

Penggunaan Cannabis Ganja biasanya dirokok dalam bentuk lintingan (disebut..). Daunnya dapat juga dirokok dalam pipa kayu kecil atau pipa yang berisi air yang disebut bong. Tahun-tahun terakhir, ganj muncul dalam bentuk., yaitu cerutu yang dikosongkan dan diisi kembali dengan ganja, seringkali dalam kombinasi dengan obat-obatan lainseperti kokain. Lintingan dan.mungkin dicampur dengan bahan-bahan lain termasuk phencyclidine (PCP) yang mengubah pengaruh dan tingkat racun dalam barang-barang itu. Cannabis juga dapat dimakan, dimakan langsung atau dicampur dengan bahan makanan lain, seperti kue, biskuit (kue hash). Beberapa pemakai juga mencampur mariuana ke dalam makanan atau menggunakannya untuk dibuat the atau minuman hangat lainnya. Perangkat yang digunakan dengan ganja termasuk pipa, bong, kertas linting, kantong plastik, jepitan, kotak penyimpatan yang dirancang untuk menyembunyikan dan menyimpan ganja, dan obat tetes mata dan penyegar nafas untuk menutupi tanda-tanda penggunaan narkoba. Apa saja pengaruhnya? Pengaruhnya bervariasi untuk tiap orang tergantung dari kekuatan ganja, bagaimana digunakan dan apakah ada obat-obatan lain atau alkohol yang terlibat. Ganja amat bervariasi dalam hal potensi, bergantung pada sumber dan pemilihan bahan tanaman yang digunakan. Pengaruh yang dialami seringkali dipengaruhi keturunan, pengalaman dan yang diharapkan pemakai, seperti juga obat itu sendiri. Merokok ganja menghasilkan intoksokasi seketika. Dirasakan dalam hitungan menit, mencapai puncaknya dalam 10 sampai 30 menit, dan mungkin bertahan sampai dua atau tiga jam tergantung kekuatan dan jumlah yang digunakan. Memakan Cannabis berarti zat-zat aktif diserap perlahan ke dalam aliran darah dan memerlukan waktu satu jam untuk menghasilkan pengaruh yang terkuat, yang dapat bertahan untuk dua sampai enam jam, sekali lagi tergantung kekuatan dan jumlah yang dimakan. Dalam dosis kecil, ganja dapat menimbulkan kegelisahan, keadaan santai melamun, mata memerah dan nafsu makan yang meningkat. Dosis rendah cenderung menimbulkan perasaan tenteram dan relaksasi melamun, yang dapat diikuti dengan indra penglihatan, penciuman, pengecap dan pendengaran yang lebih jelas, juga sedikit perubahan pada pola pola pikir dan ekspresi. Dosis yang lebih besar memperkuat reaksi. Dosis yang lebih kuat dapat mengakibatkan penglihatan yang kabur, perubahan emosi yang cepat, perubahan dalam perasaan jati diri, fantasi, halusinasi atau gangguan penglihatan, Stronger doses can cause shifting sensory images, rapidly fluctuating emotions, an altered sense of self-identity, fantasies, hallucinations or image distortions, a flight of fragmentary thoughts with disturbed associations, kerusakan daya ingat, dulling of attention despite an illusion of heightened insight. Mereka yang memakai narkoba ketika gelisah atau depresi dapat mengakibat pengaruh-pengaruhnya bertambah buruk. Panik atau paranoia dapat akhirnya timbul. Penelitian tentang pengaruh mental cannabis menunjukkan bahwa ganja dapat merusak atau mengurangi daya ingat, mengubah kesadaran tentang waktu dan mengurangi kemampuan untuk melakukan hal-hal yang memerlukan konsentrasi, reaksi cepat dan/atau koordinasi efektif.

Kesehatan

Beberapa penelitian terakhir telah menemukan bahwa pemakaian cannabis dalam jumlah jumlah besar dan berkepanjangan mengakibatkan kerusakan fisik pada otak dan kehilangan daya ingat jangka pendek telah dilaporkan dalam beberapa penyelidikan. Resiko kesehatan jangka panjang timbul dari penggunaan ganja secara umum. Merokok semua bahan selama jangka waktu tertentu adalah ide yang buruk dan penghirupan asap ganja yang sering dapat mengarah pada bronchitis atau gangguan lain yang berkaitan dengan paruparu dan mungkin mengakibatkan kanker paru-paru. Cannabis adalah obat yang merusak: Koordinasi dan mungkin mendorong kejadian yang bisa berakibat fatal seperti kecelakaan di rumah, tempat kerja atau ketika mengemudikan kendaraan bermotor. Perhatian dan daya ingat, mengurangi kemampuan pemakai untuk berkonsentrasi, memecahkan masalah, belajar dan retain new information. Perkembangan pergaulan sosial yang sehat, mungkin mengucilkan dan isolating anak muda dari berhubungan dengan pembimbing-pembimbing dan teladan dan teman-teman yang positif. Juga merusak kemampuan seseorang untuk mengambil keputusan yang benar. Statistik menunjukkan bahwa anak muda yang memakai cannabis lebih mungkin untuk memakai obat-obatan terlarang lainnya atau melakukan tingkah-laku berbahaya lainnya. Pemakai cannabis muda Diantara para remaja, mereka yang merokok lebih mungkin untuk minum alkohol. Mereka yang merokok dan Among teenagers, those who smoke cigarettes are more likely to drink alcohol. Those who smoke and minum, lebih mungkin untuk memakai canabis. Dan mereka yang memakai ketiganya lebih mungkin untuk menggunakan obat-obatan terlarang lainnya. Penelitian jangka panjang menunjukkan bahwa pemakaian obat terlarang lainnya di kalangan anak muda hampir tidak pernah timbul kecuali mereka telah pertama-tama menggunakan cannabis. Ketergantungan Obat mengakibatkan kecanduan apabila menimbulkan compulsive, often an uncontrollable drug craving, seeking, and use, bahkan even in the face of negative health and social consequences. Marijuana meets this criterion. Lebih dari 120,000 orang per tahun mengikuti perawatan terutama karena kecanduan ganja. Sebagai tambahan, penelitian dengan hewean menunjukkan bahwa ganja menimbulkan ketergantungan fisik, dan beberapa orang melaporkan gejala putus obat. Cannabis tidak menyebabkan kecanduan fisik, tetapi seperti banyak obat lainnya, termasuk alkohol, beberapa pemakai cannabis mengembangkan ketergantungan psikologis. Mereka mungkin mengalami kesulitan untuk membatasi pemakaian cannabis atau memerlukan lebih banyak untuk mendapatkan pengaruh yang sama. Pemakai cannabis ini mungkin kemungkinan akan mempunyai masalah dengan pekerjaan dan hubungan pribadi yang diakibatkan secara langsung oleh pemakaian cannabis mereka. Memperoleh dan memakai cannabis dapat menjadi tujuan utama hidup mereka. Pemakaian cannabis dapat berakibat penggunaan obat-obatan lain, termasuk yang mengakibatkan ketagihan fisik. Pengamanan fisik

Percobaan telah membuktikan bahwa, ketika berada dibawah pengaruh cannabis, pemakai tidak dapat melaksanaklan tugas-tugas yang melibatkan konsentrasi dan keterampilan tangan seperti mengemudikan mobil secara normal. Mengemudi selagi dibawah pengaruh cannabis adalah berbahaya, untuk si pengemudi sendiri dan pengguna jalan lainnya. Beberapa perkiraan mengatakan bahwa lebih banyak kecelakaan lalu-lintas yang disebabkan cannabis daripada alkohol. http://165.112.78.61/Infofax/marijuana.html http://www.stopdrugs.org/marijuana.html http://www.usdoj.gov/dea/concern/abuse/chap6/contents.htm

Reference yg lain :
Semua informasi didapatkan dari :
http://encarta.msn.com http://glaxocentre.merseyside.org http://go.to/sidikara http://ificinfo.health.org http://www.alcoweb.com http://www.cdc.gov http://www.coffeescience.org http://www.heroin.org/poppy.html http://www.nutramed.com http://www.aaw.com www.americanheart.org www.encyclopedia.com www.morphine.com www.nida.nih.gov www.recovery.org.uk www.schizophrenia.com www.smokehelp.org www.britannica.com

http://www.depkes.go.id/Ind/Napza/jenis%20napza/opiat.htm

OPIAT - OPIUM - HEROIN


Opiat alam berasal dari opium poppy, opiat ada juga yang sintetis seperti meperidin dan metadon. Opiat alam diekstrasi dari getah Asian poppy, Papaver Somniverum. Opium merpakan hasilnya. Kodein dan meperidin merupakan turunan opium. Heroin diproses dari morfin atau kodein. Opiat digunakan dalam dunia kedokteran dan non medis. Tinktura opii yang disebut laudanum secara luas digunakan dalam dunia medis sejak abad ke 16 sebagai obat penghenti batuk atau diare. Awal abad 19, morfin disarikan dan tersaedia dalam bentuk cairan dan digunakan sebagai cairan yang dimasukkan tubuh lewat suntikan hipodermik. Heroin (diasetilmorfin) mulai diperkenalkan pada tahun 1898 dan digunakan untuk pengobatan adiksi morfin. Heroin merupakan pembunuh rasa sakit dan menekan batuk lebih kuat daripada morfin, juga lebih kuat membuat ketergantungan. Dari 20 kandungan alkaloid dalam opium, hanya kodein dan morfin yang sampai sekarang diperlukan dalam dunia medis. Dalam abad ini orang mengembangkan obat sintetik yang berefek sama dengan alkaloid opium alam. Obat sintetik keluarga opiat, seperti meperidin dan metadon, mulanya dikembangkan sebagai penghilang rasa sakit yang tidak menimbulkan

ketergantungan . Sayangnya, semua kelompok opioid (baik yang alam maupun sintetik), baik mengatasi rasa sakit, tetapi selalu menyertakan kemampuannya membuat ketergantungan. Riset modern mengembangkan penemuan dari keluarga obat lain yang melawan narkotik, antagonis narkotik, misalnya nalokson hidroklorid. Obat ini bukan digunakan untuk mematikan rasa sakit tetapi untuk melawan efek opiat. Kelompok obat yang mirip morfin dan juga mirip nalokson ,seperti pentazosin, kadang digunakan sebagai penahan rasa sakit tetapi jarang disalahgunakan karena kecil kemungkinan menimbulkan ketergantungan . Pada tahun 1980an secara luas terjadi penyalahgunaan kombinasi pentazosin dengan kombinasi antihistamin tripelennamin, di beberapa kota besar di Amerika Serikat. Nama jalanan kombinasi ini "Ts and blues". Dengan mengubah formulasi obat ini dengan antagonis morfin nalokson maka penggunaan Ts and blues menurun. SEDIAAN Opium tampil sebagai bubuk coklat gelap, dimakan atau dihirup asapnya. Heroin berbentuk bubuk putih atau kecoklatan, dilarutkan dalam air untuk disuntikkan, dan sering diimbuhi gula,kuinin, obat atau zat lain.Analgesik, pembunuh rasa sakit, lainnya tampil dalam bentuk kapsul, tablet, eliksir, sirup, cairan dan supositoria. Pengguna jalanan biasanya menyuntikkannya dibawah kulit, langsung ke pembuluh darah atau di otot, atau langsung dihirup oleh hidung, ditelan atau lewat anus. EFEK Efek setiap zat selalu bergantung pada faktor : Jumlah yang digunakan Pengalaman pengguna dimasa lalu Cara penggunaan Situasi dan kondisi lingkungan tempat digunakan Efek jangka pendek terjadi sesaat setelah zat masuk tubuh dan menghilang dalam beberapa jam sampai hari. Opioid akan secara cepat merangsang pusat saraf sentral di otak, tetapi kemudian menekan aktivitas susunan saraf sentral. Segera setelah penyuntikan dalam pembuluh darah, pengguna merasa senang, ia menjadi merasa besar. Jarang terjadi dorongan lapar, sakit atau seksual. Dosis awal yang dibutuhkan untuk efek diatas pada mulanya menimbulkan kegelisahan, mutah dan mual. Dengan peningkatan dosis, badan terasa hangat, anggota gerak berat, mulut kering. Tak lama kemudian pengguna terkantuk, dan tetap bangun tetapi tak peduli dunia luar. Dosis yang ditingkatkan lagi akan membuat pernafasan berjalan lambat. Dosis sangat besar akan membuat pengguna tidak dapat dibangunkan, pupil menyempit , kulit dingin, basah, dan pernafasan tertekan akibatnya dijemput ajal. Overdosis seringkali terjadi di tempat penggunaan, sementara jumlah penggunaan sukar diperkirakan dijalanan. Dalam tempat pengobatan, efek morfin dengan dosis biasa akan terjadi selama tiga-empat jam.Meski rasa sakit

tetap akan terasa, reaksi zat akan berkurang dengan pemberian terapi dan pasien merasa sedikit membaik karena emosi ikut teredakan. Efek jangka panjang terjadi setelah pengulangan penggunaan dalam periode panjang. Pengguna opiat kronik akan mengalami endokarditis (infeksi jantung) yang menyerang otot dan katup jantung sebagai akibat penggunaan suntikan yang tidak steril dan teknik salah. Pengguna zat mengalami banyak gangguan organ seperti hepatitis, HIV terutama jika jarum suntiknya bergantian. Teknik penggunaan suntikan yang salah juga menimbulkan abses, selulitis, infeksi hati, kerusakan otak. Pengguna dengan riwayat panjang penggunaan suntikan dibawah kulit , dilaporkan biasa menderita tetanus. Komplikasi paru, dengan berbagai jenis pnemonia, sangat mungkin disebabkan kebiasaan hidup tidak sehat, atau sebagai reaksi atas penggunaan opiat yang menekan sistem pernafasan. TOLERANSI DAN DEPENDENSI Penggunaan rutin akan menyebabkan toleransi. Artinya pengguna harus meningkatkan dosisnya agar efek zat mempunyai intensitas yang sama seperti penggunaan sebelumnya. Pengguna kronis akan ketergantungan secara fisik dan psikologis. Ketergantungan psikologis bila zat sudah menjadi urusan pokok pengguna, sehingga pikiran-emosi-kegiatannya tertuju hanya kepada zat, ia menjadi kecanduan, rindu tidak terbendung atau kompulsi. Ketergantungan fisik, terjadi bila dosis zat diturunkan atau dihentikan tiba-tiba. Badan akan merasa kehilangan sesuatu yang dapat membuatnya berfungsi. Karena itu pengulangan penggunaan heroin selalu terjadi. Putus zat, terjadi pada pengguna tetap setelah menghentiukan opiatnya beberapa jam, ia menjadi gelisah, menguap, mengeluarkan airmata, diare, kejang perut, bulu kulit berdiri seperti kulit angsa dan pilek. Gejala-gejala ini diikuti dengan menagih zat. Simtom putus zat berat terjadi pada 48-72 jam setelah pemakaian terakhir dan terus berkurang selama seminggu. Semua fungsi badan akan kembali seperti sebelum pemakaian dalam jangka waktu enam bulan. Putus zat tiba-tiba pada pengguna berat , dengan kesehatan buruk, akan menghantarkannya pada pintu ajal. Putus zat opioid lebih sedikit bahayanya daripada putus alkohol atau barbiturat. OPIOID DAN KEHAMILAN Perempuan dengan ketergantungan opioid akan menderita komplikasi selama kehamilan dan proses melahirkan. Masalah yang sering terjadi adalah anemia, penyakit jantung, diabetes, pneumonia, dan hepatitis. Tekanan darah mereka tinggi sehingga membuat abortus spontan sering terjadi, dan gangguan kelahiran seperti lahir prematur, perlu tindakan caesar. Putus opioid akan membuat bayi lahir diam. Bayi yang lahir dari ibu pengguna, berat badannya ringan, ukuran badannya kecil dan kadang menderita gejala infeksi akut. Putus zat akan terlihat gejalanya

dalam berbagai tingkatan penderitaan dan lamanya. Bayi lebih sering lahir meninggal daripada kelahiran normal. Opiat dan mitra sintetiknya digunakan dalam dunia medis untuk pengobatan nyeri akut akibat berbagai penyakit, tindakan bedah, perlukaan, nyeri jantung, batuk hebat atau diare. Obat ini tidak digunakan pada nyeri kronis, karena penggunaan berulang dalam jangka panjang akan membuat ketergantungan dan berbagai efek samping seperti ( moodswing dan konstipasi). Opiat digunakan sebagai pemati rasa pada penyakit stadium terminal, seperti nyeri kanker, karena kemungkinan ketergantungan tidak nyata. Mereka yang diberi obat jenis opiat dan kemudian menjadi ketergantungan disebut adiksi medik. Jumlahnya sangat kecil. Penggunaan kodein harus dalam kontrol yang baik, agar masalah ini tidak terjadi, dan penurunan dosisnya bertahap agar tidak dialami perasaan tidak menyenangkan. Tenaga medis dan paramedis dapat saja mengalami ketergantungan obat jenis opiat , karena mereka sangat mudah menjangkaunya. Jenis opiat yang populer di jalanan adalah heroin. Para pengguna berat seringkali merupakan pengguna multi-zat, yakni pengguna berbagai campuran zat seperti kokain, alkohol, obat tidur dan penenang, stimulan dan zat psikoaktif lainnya. Selama beberapa tahun belakangan ini, opioid sintetik seperti hidrokodon, hidromorfon, oksikodon dan meperidin menunjukkan angka ketergantungan yang menonjol. Dokter seringkali dipaksa pengguna opiat untuk menuliskan resep. Tidak jarang terjadi pencurian atau pembobolan opioid dari penyimpanan sediaan farmasi dan dijual dijalan.