Anda di halaman 1dari 2

SIFAT UMUM Ni adalah logam berwarna putih keperakan, sedangkan Pd dan Pt, keduanya berwarna putih keabu abuan.

. Ketiga unsur tersebut tidak reaktif pada bentuk besar. Mereka tidak bereaksi dengan udara atau air dalam suhu normal. Ni sering dilapisi dengan logam logam lain untuk memberikan lapisan perlindungan. Tabel 26.3 oksida dan halida (+II) NiO PdO (PtO)h
NiF2 NiCl2 NiBr2 NiI2 PdF2 PdCl2 PdBr2 PdI2

(+III)
(Ni2O3)h

(Pt2O3)h

Keadaan oksidasi (+IV) (+V) NiO2 h (Pd O2)h PtO2 -

(+VI) (PtO3 )h -

lainnya
Pt3O
4

Pd[PdF6

PtCl2 PtBr2 PtI2

PdF4

PtCl3? PtBr3? PtI3?

(PtF

PdF
4

PtCl
4

) 5 4

PtF6

PtBr
4

PtI4 Keadaan oksidasi paling stabil ditunjukkan dengan huruf tebal, dan keadaan yang tidak stabil yang dikurung. h = hidro oksida

Tabel 26.4 beberapa sifat fisik Radius kovalen () 1.15 radius ionik () M2+ M3+ 0.69 0.60h 0.56I 0.76 Titik Leleh (0C) 1455 1552 1769 Titik didih (0C) 2920 2940 4170 Kerapatan Elektronegatif (g cm-3) Paulings 8.91 11.99 21.41 1.8 2.2 2.2

Ni

Pd 1.28 0.86 Pt 1.29 0.80 h = nilai spin tinggi , I = radius spin rendah

Namun, Ni bereaksi ketika dipanaskan di udara. Ni Raney lebih halus daripada Ni yang digunakan sebagai katalis. Ni mudah teroksidasi melalui udara dan piroporik. Ni merah panas (menyala) bereaksi dengan uap. Ni mudah larut dalam asam encer, terbentuk ion hidrat [Ni(H 2O)6]2+ dan H2. Seperti Fe dan Co yang pasif dengan konsentrasi HNO3 dan air regia. Pd dan Pt lebih stabil (mulia) (reaktifitasnya rendah) daripada Ni, tetapi lebih reaktif daripada unsur unsur lain dalam golongan platina. Pd larut perlahan dalam konsentrasi HCl dengan adanya O 2 atau Cl2, dan cukup mudah larut dalam konsentrasi HNO3, membentuk [PdIV(NO3)2(OH)2]. Pt paling tahan (tidak larut) terhadap asam, tetapi larut dalam air regia, membentuk asam kloroplatinic H2[PtCl6](lihat tabel 26.5). Ni tidak dipengaruhi oleh alkali encer dan oleh karena itu digunakan untuk membuat bahan pembuatan NaOH. Pd dan Pt keduanya mudah diserang oleh gabungan logam oksida alkali dan peroksida, seperti Na2O dan Na2O2. TABEL 26.5 beberapa reaksi dari Ni, Pd, dan Pt Reagen O2
F2 Cl2 H2O HCl encer atau

Ni NiO NiF2 NiCl2 Tidak bereaksi Ni2+ + H2 Pasif pasif

HNO3 encer HNO3 terkonsentrasi Air regia

Pd PdO merah menyala (kondisi panas) Pd11 [PdIVF6] di 0 500 C PdCl2 Tidak bereaksi Larut sangat perlahan Larut Larut

Pt PtO pada suhu dan tekanan tinggi PtF4 merah menyala (kondisi panas) PtCl2 Tidak bereaksi Tidak bereaksi Tidak bereaksi
H2[PtCl6]

Ni bereaksi dengan halogen saat pemanasan. Hanya bereaksi prlahan lahan dengan flourine, jadi Ni dan alloy (paduan) seperti Monel juga digunakan menangani F2 dan florida korosif. Ni juga bereaksi dengan S, P, Si, dan B dalam pemanasan. Pd merah panas (menyala) bereaksi dengan F2, Cl2, dan O2. Pt kurang reaktif tetapi ketika menyala ( merah panas) bereaksi dengan F2, dan dalam suhu dan tekanan tinggi bereaksi dengan O2. Ketiga logam tersebut menyerap gas H2. Jumlah serapan tergantung pada fisik dari metal. Namun, Pd menyerap vlume H2 sangat banyak, lebih banyak dari logam lain. Jika Pd merah panas (menyala) didinginkan dalam H2 dapat menyerap 935 kali volume sendiri dari H2. Hidrogen bekerja dan berdifusi melalui kisi logam. Konduktivitas dari logam rapuh akan diserap oleh H2. H2 mengembng dalam pemanasan. Gas lain, seperti He, tidak menyerap, jadi proses ini menggunakan H2 murni. Pt(+II) dan Pt (+IV) membentuk jumlah komplek yang sangat besar. (Kedua unsur paling produktif membentuk komplek Co dan Pt.)