Anda di halaman 1dari 17

SISTEM OPERASI

Program Diploma 1 OPERASI PEMELIHARAAN GARDU INDUK & TRANSMISI

TAPAKIS, 13 November 2007


1

BIODATA
Nama :Budi Santoso NIP :7295142 R Alamat:Komplek PLN UPB Lubuk Alung
Nama :Rukmito Ari A. NIP :8104013 B2 Alamat:Komplek PLN UPB Lubuk Alung

TAPAKIS, 13 November 2007


2

MATERI MATA KULIAH SISTEM OPERASI TENAGA LISTRIK :


1. Tujuan Operasi Sistem Tenaga Listrik 2. Optimalisasi Operasi Sistem Tenaga Listrik 3. Jenis-jenis Sistem Tenaga Listrik (komponen STL, Kondisi Operasi STL)

4. Strategi Pengaturan Tegangan, Daya dan Frekuensi


5. SOP Penanganan Gangguan pada Sist. Tenaga Listrik
3

TUGAS OPERASIONAL UPB



Mengatur Pembebanan Unit Pembangkit Mengatur Konfigurasi Jaringan Menjaga Profil Tegangan Pemantauan & Supervisi pengusahaan jadwal LUR Mengadakan analisa kondisi penguasaan sistem Menerima, mencatat ketidak normalan/gangguan peralatan & LUR serta menganalisanya u/ mengambil tindakan lebih lanjut

PROSES PENYEDIAAN TENAGA LISTRIK


Pusat Listrik Saluran Transmisi GI Distribusi

JTM

: Pemutus Tenaga (PMT) : Pemutus Beban (PMB) : Sakelar Udara/Pemisah (PMS) : Sekering Lebur APP : Alat Pembatas & Pengukur

G.D

JTR SR APP Pelanggan Rumah Tangga

Pelanggan Industri

PENGATURAN OPERASI
Standard Mutu Penyediaan Energi Listrik : 1. Mutu Frekuensi 2. Mutu Tegangan 3. Keandalan & Kontinyuitas Penyediaan

PENGATURAN OPERASI
PENGATURAN TEGANGAN : 1. Pengaturan Daya Reaktif Generator 2. Pengaturan Reaktor & Kapasitor 3. Pengaturan Kedudukan Tap Transformator 4. Pengaturan Saluran Transmisi

PENGATURAN OPERASI
PENGATURAN FREKUENSI : 1. Pengaturan Primer 2. Pengaturan Sekunder 3. Load Shedding

STRATEGI PENGATURAN FREKUENSI


50,00 hz 49,80 hz 49, 50 hz UFR TAHAP I UFR TAHAP II UFR TAHAP III UFR TAHAP IV UFR TAHAP V 49,30 hz 49,10 hz 48,90 hz 48,80 hz 48,70 hz 48,50 hz 47,50 hz NORMAL OPERATION VOLTAGE REDUCTION MANUAL LOAD SHEDDING AUTOMATIC LOAD SHEDDING

UFR TAHAP VI

ISLANDING OPERATION
HOUSE LOAD OPERATION
9

Keuntungan Interkoneksi

Memungkinkan saling transfer daya diantara Subsistem shg penyaluran daya ke konsumen lebih menjamin serta meningkatkan kualitas tegangan & Frek. Sistem Berkurangnya ongkos KIT, krn dapat melakukan merit order Berkurangnya kebutuhan kapasitas terpasang UP mengingat kebutuhan Unit Cadangan berkurang u/ suatu cadangan kenandalan tertentu Pengoperasian Unit-unit kapasitas besar dpt lebih efisien Dpt dilakukan pemilihan sentral-sentral u/ tugastugas khusus spt menghadapi beban puncak, beban dasar dan lain-lain.
10

Kegiatan Pengaturan Operasi STL :

Pengaturan Tegangan Pengaturan Frekuensi Switching Operation dlm rangka

pemulihan gangguan maupun manuver u/ pelaksanaan pekerjaan pemeliharaan

11

PENGATURAN OPERASI
KONDISI OPERASI : 1. Normal 2. Siaga 3. Darurat 4. Pemulihan

12

PENGATURAN OPERASI
KONDISI OPERASI NORMAL :

1. Konfigurasi Jaringan ditetapkan memenuhi N-1 2. Mutu terpenuhi (Frekuensi & Tegangan) 3. Tdk tjd penyimpangan yg signifikan dr RenHAR
(kendala beban , operasi, sekurit tdk terjadi)

13

PENGATURAN OPERASI
KONDISI OPERASI SIAGA :

1. Tjd Defisit Daya, atau 2. Tjd ketidak normalan LUR


(kendala beban & operasi terpenuhi, kendala sekuriti tdk terpenuhi atau salah satu kendala tdk terpenuhi)
14

PENGATURAN OPERASI
KONDISI OPERASI DARURAT :
STL Tidak normal, ketidak normalan dpt tjd pada sisi KIT ataupun LUR. Kondisi ini menyebabkan Sist. Berubah)

(Kendala Operasi & Sekuriti tdk terpenuhi)

15

PENGATURAN OPERASI
KONDISI OPERASI PEMULIHAN :
Kondisi Setelah kondisi darurat, yaitu gangguan tlh dihentikan dlm proses penormalan

(hanya Kendala Operasi yg tdk terpenuhi)

16

17