Anda di halaman 1dari 15

Laporan Hasil Uji Berbagai Zat Makanan

OLEH

XI IPA 1

KELOMPOK 3
Anggota Kelompok : Luh Mas Astiti Bakti Ni Wayan Eling Sriwedari Ni Kadek Elsa Heryani Ni Wayan Suparyani (5) (9) (10) (25)

A. Landasan Teori

Protein

Segelas susu sapi. Susu sapi merupakan salah satu sumber protein.

Protein adalah senyawa organik kompleks berbobot molekul tinggi yang merupakan polimer dari monomer-monomer asam amino yang dihubungkan satu sama lain dengan ikatan peptida. Molekul protein mengandung karbon, hidrogen, oksigen, nitrogen dan kadang kala sulfur serta fosfor. Protein berperan penting dalam struktur dan fungsi semua sel makhluk hidup dan virus.

Struktur

Kekurangan Protein
Protein sendiri mempunyai banyak sekali fungsi di tubuh kita. Pada dasarnya protein menunjang keberadaan setiap sel tubuh, proses kekebalan tubuh. Setiap orang dewasa harus sedikitnya mengkonsumsi 1 g protein pro kg berat tubuhnya. Kebutuhan akan protein bertambah pada perempuan yang mengandung dan atlet-atlet. Kekurangan Protein bisa berakibat fatal:

Kerontokan rambut (Rambut terdiri dari 97-100% dari Protein -Keratin) Yang paling buruk ada yang disebut dengan Kwasiorkor, penyakit kekurangan protein.[7] Biasanya pada anak-anak kecil yang menderitanya, dapat dilihat dari yang namanya busung lapar, yang disebabkan oleh filtrasi air di dalam pembuluh darah sehingga menimbulkan odem.Simptom yang lain dapat dikenali adalah: o hipotonus o gangguan pertumbuhan o hati lemak Kekurangan yang terus menerus menyebabkan marasmus dan berkibat kematian.

[sunting] Sumber Protein


Daging Ikan Telur Susu, dan produk sejenis Quark Tumbuhan berbji Suku polong-polongan Kentang

[sunting] Keuntungan Protein

Sumber energi Pembetukan dan perbaikan sel dan jaringan Sebagai sintesis hormon,enzim, dan antibodi Pengatur keseimbangan kadar asam basa dalam sel

[sunting] Methode Pembuktian Protein


Tes UV-Absorbsi Reaksi Xanthoprotein Reaksi Millon Reaksi Ninhydrin Reaksi Biuret Reaksi Bradford Tes Protein berdasar Lowry Tes BCA-

LEMAK
Lemak (bahasa Inggris: fat) merujuk pada sekelompok besar molekul-molekul alam yang terdiri atas unsur-unsur karbon, hidrogen, dan oksigen meliputi asam lemak, malam, sterol, vitaminvitamin yang larut di dalam lemak (contohnya A, D, E, dan K), monogliserida, digliserida, fosfolipid, glikolipid, terpenoid (termasuk di dalamnya getah dan steroid) dan lain-lain. Lemak secara khusus menjadi sebutan bagi minyak hewani pada suhu ruang, lepas dari wujudnya yang padat maupun cair, yang terdapat pada jaringan tubuh yang disebut adiposa.

[sunting] Sifat dan Ciri ciri


Karena struktur molekulnya yang kaya akan rantai unsur karbon(-CH2-CH2-CH2-)maka lemak mempunyai sifat hydrophob. Ini menjadi alasan yang menjelaskan sulitnya lemak untuk larut di dalam air. Lemak dapat larut hanya di larutan yang apolar atau organik seperti: eter, Chloroform, atau benzol.

[sunting] Fungsi
Secara umum dapat dikatakan bahwa lemak memenuhi fungsi dasar bagi manusia, yaitu: [1]
1. Menjadi cadangan energi dalam bentuk sel lemak. 1 gram lemak menghasilkan 39.06 kjoule atau 9,3 kcal.

2. Lemak mempunyai fungsi selular dan komponen struktural pada membran sel yang berkaitan dengan karbohidrat dan protein demi menjalankan aliran air, ion dan molekul lain, keluar dan masuk ke dalam sel. 3. Menopang fungsi senyawa organik sebagai penghantar sinyal, seperti pada prostaglandin dan steroid hormon dan kelenjar empedu. 4. Menjadi suspensi bagi vitamin A, D, E dan K yang berguna untuk proses biologis 5. Berfungsi sebagai penahan goncangan demi melindungi organ vital dan melindungi tubuh dari suhu luar yang kurang bersahabat.

Lemak juga merupakan sarana sirkulasi energi di dalam tubuh dan komponen utama yang membentuk membran semua jenis sel.

[sunting] Fungsi lainnya


Vitamin-vitamin yang "larut di dalam lemak" (A, D, E, dan K1) yang merupakan lipid berbasis isoprena gizi esensial yang tersimpan di dalam jaringan lemak dan hati, dengan rentang fungsi yang berbeda-beda. Asil-karnitina terlibat di dalam pengangkutan dan metabolisme asam lemak di dalam dan di luar mitokondria, di mana mereka mengalami oksidasi beta.[14] Poliprenol dan turunan terfosforilasi juga memainkan peran pengangkutan yang penting, di dalam kasus ini pengangkutan oligosakarida melalui membran. Fungsi gula fosfat poliprenol dan gula difosfat poliprenol di dalam reaksi glikosilasi ekstra-sitoplasmik, di dalam biosintesis polisakarida ekstraselular (misalnya, polimerisasi peptidoglikan di dalam bakteri), dan di dalam protein eukariotik N-glikosilasi.[15][16] Kardiolipin adalah sub-kelas gliserofosfolipid yang mengandung empat rantai asil dan tiga gugus gliserol yang tersedia melimpah khususnya pada membran mitokondria bagian dalam.[17] Mereka diyakini mengaktivasi enzim-enzim yang terlibat dengan fosforilasi oksidatif.[18] Glukosa, suatu gula monosakarida, adalah salah satu karbohidrat terpenting yang digunakan sebagai sumber tenaga bagi hewan dan tumbuhan. Glukosa merupakan salah satu hasil utama

fotosintesis dan awal bagi respirasi. Bentuk alami (D-glukosa) disebut juga dekstrosa, terutama pada industri pangan.

Gambaran proyeksi Haworth struktur glukosa (-D-glukopiranosa)

Glukosa (C6H12O6, berat molekul 180.18) adalah heksosamonosakarida yang mengandung enam atom karbon. Glukosa merupakan aldehida (mengandung gugus -CHO). Lima karbon dan satu oksigennya membentuk cincin yang disebut "cincin piranosa", bentuk paling stabil untuk aldosa berkabon enam. Dalam cincin ini, tiap karbon terikat pada gugus samping hidroksil dan hidrogen kecuali atom kelimanya, yang terikat pada atom karbon keenam di luar cincin, membentuk suatu gugus CH2OH. Struktur cincin ini berada dalam kesetimbangan dengan bentuk yang lebih reaktif, yang proporsinya 0.0026% pada pH 7. Glukosa merupakan sumber tenaga yang terdapat di mana-mana dalam biologi. Kita dapat menduga alasan mengapa glukosa, dan bukan monosakarida lain seperti fruktosa, begitu banyak digunakan. Glukosa dapat dibentuk dari formaldehida pada keadaan abiotik, sehingga akan mudah tersedia bagi sistem biokimia primitif. Hal yang lebih penting bagi organisme tingkat atas adalah kecenderungan glukosa, dibandingkan dengan gula heksosa lainnya, yang tidak mudah bereaksi secara nonspesifik dengan gugus amino suatu protein. Reaksi ini (glikosilasi) mereduksi atau bahkan merusak fungsi berbagai enzim. Rendahnya laju glikosilasi ini dikarenakan glukosa yang kebanyakan berada dalam isomer siklik yang kurang reaktif. Meski begitu, komplikasi akut seperti diabetes, kebutaan, gagal ginjal, dan kerusakan saraf periferal (peripheral neuropathy), kemungkinan disebabkan oleh glikosilasi protein.

Bentuk rantai D-Glukosa.

Dalam respirasi, melalui serangkaian reaksi terkatalisis enzim, glukosa teroksidasi hingga akhirnya membentuk karbon dioksida dan air, menghasilkan energi, terutama dalam bentuk ATP. Sebelum digunakan, glukosa dipecah dari polisakarida. Glukosa dan fruktosa diikat secara kimiawi menjadi sukrosa. Pati, selulosa, dan glikogen merupakan polimer glukosa umum polisakarida). Dekstrosa terbentuk akibat larutan D-glukosa berotasi terpolarisasi cahaya ke kanan. Dalam kasus yang sama D-fruktosa disebut "levulosa" karena larutan levulosa berotasi terpolarisasi cahaya ke kiri.

[sunting] Sintesis
1. sebagai hasil fotosintesis pada tumbuhan dan beberapa prokariota. 2. terbentuk dalam hati dan otot rangka dari pemecahan simpanan glikogen (polimer glukosa). 3. disintesis dalam hati dan ginjal dari zat antara melalui proses yang disebut glukoneogenesis.

[sunting] Peran dalam metabolisme


Karbohidrat merupakan sumber energi utama bagi tubuh manusia, yang menyediakan 4 kalori (17 kilojoule) energi pangan per gram. Pemecahan karbohidrat (misalnya pati) menghasilkan mono- dan disakarida, terutama glukosa. Melalui glikolisis, glukosa segera terlibat dalam produksi ATP, pembawa energi sel. Di sisi lain, glukosa sangat penting dalam produksi protein dan dalam metabolisme lipid. Karena pada sistem saraf pusat tidak ada metabolisme lipid, jaringan ini sangat tergantung pada glukosa. Glukosa diserap ke dalam peredaran darah melalui saluran pencernaan. Sebagian glukosa ini kemudian langsung menjadi bahan bakar sel otak, sedangkan yang lainnya menuju hati dan otot, yang menyimpannya sebagai glikogen ("pati hewan") dan sel lemak, yang menyimpannya sebagai lemak. Glikogen merupakan sumber energi cadangan yang akan dikonversi kembali menjadi glukosa pada saat dibutuhkan lebih banyak energi. Meskipun lemak simpanan dapat juga menjadi sumber energi cadangan, lemak tak pernah secara langsung dikonversi menjadi glukosa. Fruktosa dan galaktosa, gula lain yang dihasilkan dari pemecahan karbohidrat, langsung diangkut ke hati, yang mengkonversinya menjadi glukosa.

AMILUM
Pati atau amilum (CAS# 9005-25-8) adalah karbohidrat kompleks yang tidak larut dalam air, berwujud bubuk putih, tawar dan tidak berbau. Pati merupakan bahan utama yang dihasilkan oleh tumbuhan untuk menyimpan kelebihan glukosa (sebagai produk fotosintesis) dalam jangka panjang. Hewan dan manusia juga menjadikan pati sebagai sumber energi yang penting.

Pati tersusun dari dua macam karbohidrat, amilosa dan amilopektin, dalam komposisi yang berbeda-beda. Amilosa memberikan sifat keras (pera) sedangkan amilopektin menyebabkan sifat lengket. Amilosa memberikan warna ungu pekat pada tes iodin sedangkan amilopektin tidak bereaksi. Penjelasan untuk gejala ini belum pernah bisa tuntas dijelaskan.

[sunting] Terminologi
Dalam bahasa sehari-hari (bahkan kadang-kadang di khazanah ilmiah), istilah "pati" kerap dicampuradukkan dengan "tepung" serta "kanji". "Pati" (bahasa Inggris starch) adalah penyusun (utama) tepung. Tepung bisa jadi tidak murni hanya mengandung pati, karena ter-/dicampur dengan protein, pengawet, dan sebagainya. Tepung beras mengandung pati beras, protein, vitamin, dan lain-lain bahan yang terkandung pada butir beras. Orang bisa juga mendapatkan tepung yang merupakan campuran dua atau lebih pati. Kata 'tepung lebih berkaitan dengan komoditas ekonomis. Kerancuan penyebutan pati dengan kanji tampaknya terjadi karena penerjemahan. Kata 'to starch' dari bahasa Inggris memang berarti 'menganji' ('memberi kanji') dalam bahasa Melayu/Indonesia, karena yang digunakan memang tepung kanji.

[sunting] Kegunaan
Pati digunakan sebagai bahan yang digunakan untuk memekatkan makanan cair seperti sup dan sebagainya. Dalam industri, pati dipakai sebagai komponen perekat, campuran kertas dan tekstil, dan pada industri kosmetika. Biasanya kanji dijual dalam bentuk tepung serbuk berwarna putih yang dibuat dari ubi kayu sebelum dicampurkan dengan air hangat untuk digunakan. Kanji juga digunakan sebagai pengeras pakaian dengan menyemburkan larutan kanji cair ke atas pakaian sebelum disetrika. Kanji juga digunakan sebagai bahan perekat atau lem. Selain itu, serbuk kanji juga digunakan sebagai penyerap kelembapan, sebagai contoh, serbuk kanji disapukan pada bagian kelangkang bayi untuk mengurangi gatal-gatal. Kanji lebih efektif dibandingkan bedak bayi karena kanji menyerap kelembapan dan menjaga agar pelapis senantiasa kering. Tes kanji dilakukan untuk mengetes adanya iodin.

Struktur amilosa Struktur amilopektinBintik pati yang telah diberi iodin

UJI GLUKOSA
A. Landasan Teori B. Alat dan Bahan
1. 2. 3. 4. 5. 6. Tabung reaksi 4 buah Gelas Ukur berisi air mendidih Pembakar spiritus Pipet tetes Kaki tiga Kertas HVS 7. Larutan benedict 8. Larutan sirop 9. Larutan pati kanji 10. Susu yang diencerkan 11. Santan

C. Langkah Kerja
1. Siapkan empat buah tabung reaksi, berilah label A, B, C, D. Masing-masing isi dengan : a. Tabung A, 10 tetes larutan pati kanji. b. Tabung B, 10 tetes larutan sirop c. Tabung C, 10 tetes susu yang diencerkan d. Tabung D, 10 tetes santan 2. Tambahkan 10 tetes larutan benedict kea lam masing-masing tabung reaksi dan panaskan pada air mendidih. 3. Amati perubahan warna yang terjadi.

D. Hasil Praktikum
No 1 2 3 4 Jenis Makanan Larutan Pati Kanji Larutan Glukosa Susu santan Perubahan Warna Biru Merah bata Ungu Muda Biru Muda Hasil Uji Makanan Glukosa (-) (+) (-) (-)

UJI AMILUM
A. Landasan Teori B. Alat dan Bahan
1. 2. 3. 4. 5. Tabung reaksi 4 buah Gelas ukur berisi air mendidih Rak tabung reaksi Pembakar spiritus Pipet tetes 6. Larutan lugol 7. Larutan sirop 8. Larutan kanji 9. Susu yang diencerkan 10. Santan

C. Langkah kerja
1. Empat buah tabung reaksi berilah label E, F, G, H. Masing-masing isi dengan : a. Tabung E, 10 tetes larutan pati kanji b. Tabung F, 10 tetes larutan sirop c. Tabung G, 10 tetes susu yang diencerkan d. Tabung H, 10 tetes santan 2. Tambahkan 10 tetes larutan lugol, ke dalam masing-masing tabung reaksi. 3. Amati perubahan warna yang terjadi.

D. Hasil Praktikum
No 1 2 3 4 Jenis Makanan Larutan Pati Kanji Larutan Glukosa Susu santan Perubahan Warna Biru Merah muda Putih Putih Hasil Uji Makanan Amilum (+) (-) (-) (-)

UJI PROTEIN
A. Landasan Teori B. Alat dan Bahan
1. 2. 3. 4. 5. Tabung reaksi 4 buah Gelas ukur berisi air mendidih Rak tabung reaksi Pembakar spiritus Pipet tetes 6. Larutan biuret 7. Larutan sirop 8. Larutan kanji 9. Susu yang diencerkan 10. Santan

C. Langkah Kerja
1. Siapkan 4 buah tabung reaksi lagi, beri label I, J, K, dan L masing-masing isi dengan : a. Tabung I, 10 tetes larutan pati kanji b. Tabung J, 10 tetes larutan sirop c. Tabung K, 10 tetes susu yang diencerkan d. Tabung L, 10 tetes santan 2. Tambahkan 5 tetes larutan biuret ke dalam masing-masing tabung reaksi. 3. Amati perubahan yang terjadi.

D. Hasil Praktikum
No 1 2 3 4 Jenis Makanan Larutan Pati Kanji Larutan Glukosa Susu santan Ungu Perubahan Warna Hasil Uji Makanan berprotein (-) (-) (+) (-)

UJI LEMAK
A. Landasan Teori B. Alat dan Bahan
1. 2. 3. 4. 5. Kertas HVS Larutan sirop Larutan kanji Susu yang diencerkan Santan

C. Langkah Kerja
1. Siapkan selembar kertas HVS, buat garis-garis segu empat masing-masing bahan makanan yang diuji pada kotak-kotak segi empat tersebut. 2. Oleskan masing-masing bahan makanan yang akan iujikan sesuai kotaknya. Jangan tertukar atau tercampur. 3. Setelah semua kotak terolesi, keringkan kertas penguji pada sinar matahari. 4. Pegang kertas dan hadapkan ke arah terangnya sinar matahari. Amati bekas yang ditiggalkan oleh setiap bahan makanan. Bekas yang bening menunjukkan makanan mengandung lemak.

D. Hasil Praktikum
No 1 2 3 4 Jenis Makanan Larutan Pati Kanji Larutan Glukosa Susu santan Noda di Kertas Tidak Ada Tidak Ada Tidak Ada Ada Hasil Uji Makanan berlemak (-) (-) (-) (+)

Perubahan Warna No
1 2 3 4

Jenis Makanan
Larutan Pati Kanji Latutan Glukosa Susu Santan

benedict
Biru Merah Bata Ungu Muda Biru Muda

lugol
Biru Merah Muda Putih Putih

biuret

Noda di Kertas
Tidak Ada Tidak Ada Tidak Ada Ada

Hasil Uji Makanan amilum glukosa


(+) (-) (-) (-) (-) (+) (-) (-)

protein
(-) (-) (+) (-)

lemak
(-) (-) (-) (+)

Ungu

Simpulan

Kendala yang dihadapi Saat kami melakukan percobaan, kami menjumpai berbagai kendala antara lain :

1. Peralatan yang tidak memadai. 2. Larutan-larutan kimia yang tidak layak dipakai (kadaluarsa) masih digunakan. Hal tersebut dapat mempengaruhi hasil percobaan. 3. Kurangnya fasilitas yang layak menyebabkan ketidak akuratan hasil percobaan. Kami berharap agar percobaan berikutnya pihak sekolah dapat menyediakan alat dan bahan yang layak dalam proses belajar-mengajar khususnya dalam masalah praktek di laboratorium.