'"EH[,,1il1?

1"^
i ENTERI KEUANGAN

W

PERATURAN MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA N O M O R 3 7/ P M K . 2| 2 A L 2 0
a

TENTANG STANDAR BIAYA TAHUN ANGGARAN 2013 DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA,

Menimbang

bahwa dalam rangka melaksanakan ketentuan Pasal 5 ayat (S) Peraturan Pemerintah Nomor 90 Tahun 2010 tentang Pen5rusunan Rencana Kerja dan Anggaran Kementerian Negara/Lembaga, perlu menetapkan Peraturan Menteri Keuangan tentang Standar Biaya Tahun Anggaran 2Ol3 1. Peraturan Pemerintah Nomor 9A Tahun 2O1O tentang Penlrusunan Rencana Kerja dan Anggaran Kementerian Negara/Lembaga (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2O1O Nomor I52, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 57781; 2. Keputusan Presiden Nomor 56/P Tahun 2O1,O; MEMUTUSKAN:

Mengingat

Menetapkan

:

PERATURAN MENTERI KEUANGAN TENTANG STANDAR BIAYA TAHUN ANGGARAN 2013. BAB I KETENTUAN UMUM Pasal 1 Dalam Peraturan Menteri ini, yang dimaksud dengan: 1. Rencana Kerja dan Anggaran Kementerian Negaraf Lerrrbaga yang selanjutnya disingkat RKA-K/L, adalah dokumen rencana keuangan tahunan Kementerian NegaralLembaga yang disusun menurut Bagian Anggaran Kementerian Negara/Lembaga 2. Standar Biaya adalah satuan biaya yang ditetapkan baik berupa Standar Biaya Masukan maupun Standar Biaya Keluaran sebagai acuan perhitungan kebutuhan anggaran dalam RKA-K/L.
//

MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA

-2-

3 . Standar Biaya Masukan adalah satuan biaya berupa harga
satuan, tarif, dan indeks yang digunakan untuk menJrusun biaya komponen masukan kegiatan. 4 . Standar Biaya Keluaran adalah besaran biaya yang dibutuhkan untuk menghasilkan sebuah keluaran kegiatan yang merupakan akumulasi biaya komponen masukan kegiatan.

5 . Harga Satuan Biaya Masukan adalah nilai suatu barang
yang ditentukan pada waktu tertentu untuk biaya komponen masukan kegiatan. penghitungan

6 . Tarif

Biaya Masukan adalah nilai suatu jasa yang ditentukan pada waktu tertentu untuk penghitungan biaya komponen masukan kegiatan. biaya yang satuan adalah 7 . Indeks Biaya Masukan masukan gabungan beberapa barang/jasa merupakan untuk penghitungan biaya komponen masukan kegiatan.

8 . Indeks Biaya Keluaran adalah Standar Biaya Keluaran yang
menghasilkan satu volume keluaran kegiatan. 9 . Total Biaya Keluaran adalah Standar Biaya Keluaran yang menghasilkan total volume sebuah keluaran kegiatan. yang Mutlak Jawab Tanggung Pernyataan 1 0 . Surat pernyataan adalah SPTJM selanjutnya disingkat pertanggungjawaban Pengguna Anggaran/Kuasa Pengguna Anggaran atas penggunaan jenis satuan biaya di luar Standar Biaya yang ditetapkan oleh Menteri Keuangan.

Pasal 2 Standar Biaya Tahun Anggaran 2OI3 terdiri atas: a. Standar Biaya Masukan Tahun Anggaran 2013; dan b. Standar Biaya Keluaran Tahun Anggaran 2OL3. BAB II STANDARBIAYA MASUKANTAHUNANGGARAN2013 Pasal 3 Anggaran' 2013 (1) Standar Biaya Masukan Tahun sebagaimana dimaksud dalam Pasal 2 huruf a berfungsi sebagai acuan bagi'Kementerian Negara/Lembaga untuk menJrusun biaya koinponen masukan kegiatan dalam RKA-K/L berbasis kinerja Tahun Anggaran 2OL3.

r/

MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA

-3(21 Fungsi Standar Biaya Masukan Tahun Anggaran 2OI3
.a

sebagai acuan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) merupakan batas tertinggi yang besaran biayanya tidak dapat dilampaui dalam penJrusunan RKA-K/L Tahun Anggaran 2013.

(3) Dalam

rangka pelaksanaan anggaran, Standar Masukan Tahun Anggaran 2OI3 berfungsi sebagai : a. batas tertinggi; atau b. estimasi.

Biaya

(4) Fungsi Standar Biaya Masukan Tahun Anggaran 2OI3 sebagai batas tertinggi sebagaimana dimaksud pada ayat (3) huruf a merupakan besaran biaya yang tidak dapat dilampaui.

(5) Fungsi Standar Biaya Masukan Tahun Anggaran 2Ol3
sebagai estimasi sebagaimana dimaksud pada ayat (3) huruf b merupakan besaran biaya yang dapat dilampaui disesuaikan dengan harga pasar dan ketersediaan alokasi prinsip ekonomis anggaran dengan memperhatikan pada ketentuan efisiensi, efektifitas, serta mengacu peraturan perundang-undangan. Pasal 4 ( 1 ) Standar Biaya Masukan Tahun Anggaran 2Ol3 yang berfungsi sebagai batas tertinggi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 3 ayat (3) huruf a tercantum dalam Lampiran I yang merupakan bagian tidak terpisahkan dari Peraturan Menteri ini.

(21Standar

Biaya Masukan Tahun Anggaran 2Ol3 berfungsi sebagai estimasi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 3 ayat (3) huruf b tercantum dalam Lampiran II yang merupakan bagian tidak terpisahkan dari Peraturan Menteri ini. Pasal 5

Selain Standar Biaya Masukan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 4, Menteri Keuangan dapat menyetujui Standar Biaya Masukan lainnya berdasarkan usulan dari Menteri/Pimpinan hal-hal antara lain Lembaga dengan mempertimbangkan sebagai berikut: a. kekhususan satuan biaya yarrg dimiliki Negara/Lembaga; oleh Kementerian tertentu;

b. tuntutan peningkatan kualitas pelayanan publik dan/atau c. daerah terpencil/daerah perbatasan/pulau terluar.

,/

bukan merupakan keluaran dari Komponen Kegiatan 001 dan Komponen Kegiatan 002. Standar Biaya Keluaran berfungsi sebagai estimasi yang merupakan perkiraan besaran biaya yang dapat dilampaui disesuaikan dengan harga pasar dan ketersediaan alokasi anggaran d. (21Dalam rangka pelaksanaan anggaran. dan/atau Kementerian 2) bahan penghitungaq pagu indikatif Negara/ Lembaga Tahun Anggaran 2OL4.engan mengacu pada ketentuan peraturan perundangundangan. Pasal 7 ( 1 ) Dalam rangka perencanaan ar'lggarar:.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA -4BAB III STANDAR BIAYA KELUARAN TAHUN ANGGARAN 2013 Pasal 6 ( 1 ) standar 2Ol3 Anggaran Tahun Keluaran Biaya b berfungsi sebagaimana iimaksud dalam Pasal 2 huruf sebagai acuan bagi Kementerian Negara/Lembaga untuk kegiatan dalam RKA-K/L biaya keluaran *"ttfrr"ttt berbasis kinerja Tahun Anggaran 2013. . b.' Standar Keluaran Tahun Anggaran 2}rc berfungsi sebagai : a. (21Kriteria keluaran kegiatan yang diusulkan menjadi Standar Anggaran 2OL3 sebagaimana Biaya Keluaran rahun dimaksud pada ayat (1) adalah sebagai berikut: a.maju. mempunyai jenis dan satuan yang jelas dan terukur. b. komponen/tahapan c. mempunyai pencapaian keluaran. referensi untuk: penyusunan RKA-K/L Biaya Tahun 1) penyusunan prakiraan . bukan merupakan keluaran kegiatan pengadaan sarana dan prasarana. (3) standar Biaya Keluaran Tahun Anggaran 2Ot3 dapat berupa Indeks Biaya Keluaran atau Total Biaya Keluaran. batas tertinggi dalam Anggaran 2Ol3. merupakan keluaran kegiatan yang bersifat berulang. dan e. yarrg jelas dalam d.

Pasal 9 Standar Biaya Keluaran Tahun Anggaran 2OI3 diatur dalam Peraturan Menteri Keuangan tersendiri. usulan Standar Biaya Keluaran Tahun Anggaran 2OL3 sebagaimana dimaksud pada ayat (1). (21Dalam (3) Satuan biaya lain sebagaimana dimaksud pada ayat (2) huruf b dikecualikan terhadap satuan biaya fasilitas penghasilan dan menambah pegawai negerif non pegawai negeri. Direktur Jenderal Anggaran.q. Kementerian Negar a f Lembaga menggunakan : a. Kementerian Keuangan c. Tahun pen5rusunan Standar Biaya Keluaran Anggaran 2013 sebagaimana dimaksud pada ayat (1). negaraf untuk pejabat (41Penggunaan satuan biaya lain sebagaimana dimaksud pada ayat (3) disertai SPTJM yang ditandatangani oleh Pengguna Anggaran/Kuasa Pengguna Anggaran dengan dilampiri data pendukung yang dapat dipertanggungjawabkan. dan/atau b. Satuan biaya lain yang tidak termasuk Standar Biaya Masukan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 4 dan Pasal 5 dengan mempertimbangkan kepatutan dan kewajaran harga satuan biaya dimaksud. Direktorat Jenderal Anggaran Standar Biaya penelaahan atas usulan melakukan Keluaran Tahun Anggaran 2013.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA -5Pasal 8 ( 1 ) Kementerian dan men5rusun Negara/ Lembaga mengusulkan Standar Biaya Keluaran Tahun Anggaran 2OL3 kepada Menteri Keuangan c. (s)Berdasarkan (6) Tata cara penyusunan dan penelaahan Standar Biaya Keluaran Tahun Anggaran 2OL3 tercantum dalam Lampiran dari terpisahkan bagian tidak III yang merupakan Peraturan Menteri ini. Standar Biaya Masukan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 4 dan Pasal 5.q. .

AMIR SYAMSUDIN BERITA NEGARA REPUBLIK INDONESIA TAHUN 2OI2 NOMOR 287 Salinan sesuai dengan aslinya ENTERIAN ii . MARTOWARDOJO Diundangkan di Jakarta pada tanggal9 Maret 2OL2 MENTERI HUKUM DAN HAK ASASI MANUSIA. -.^m. *\N.t wffirffi *RW -6BAB IV ftlElffEnl lfl=UANt]AN lNDoNuslA HEPt't. orang setiap Agar pengundangan Peraturan Menteri ini dengan penempatannya dalam Berita Negara Republik Indonesia' Ditetapkan di Jakarta pada tanggal 9 Maret 2OL2 MENTERI KEUANGAN. AGUS D.W./. ttd. ttd.Jl-ll( KETENTUAN PENUTUP Pasal 10 Peraturan Menteri ini mulai berlaku pada tanggal diundangkan' memerintahkan mengetahuinya.

520. RpZS miliar k. Nilai pagu dana di atas Rp25 miliar s. Rp500 miliar n. Rp400.000 Rp1.d.01o.00O .250.78O.d.0O0 Rp1.d.0O0 Rp4.OO0 Rp2. Nilai pagu dana di atas Rp2. Nilai pagu dana di atas Rp75 miliar s.d. Rp5OOjuta d.t97t0\Bl'PUB IND.0OO Rp99O. Nilai pagu dana di'atas Rp250 miliar s.830.O00 Rp4. Nilai pagu dana di atas RpS0 miliar s. Nilai pagu dana di atas Rp2S miliar s.d.d. Rp25Ojuta c. Rp2.O0O Rp1.580.0O0 Rp1.d.d. Rp25 miliar i.O8O.OO0 Rp61O. Nilai pagu dana di atas Rpl triliun PEJABAT PENGUJITAGIHAN &PENANDATANGAN SPM a. Rpl00 miliar l.590. Rpl miliar e.'AWAB PENGELOLA NEUAIVGAN r.d. Rp25Ojuta c.5 miliar f.d. Nilai pagu dana di atas Rpl miliar s.330. Rpl triliun Nilai pagu dana di atas Rpl OB OB OB OB OB OB OB OB OB OB OB OB OB OB OB OB Rp5O0.d.110.0O0 Rp3. Rp5O0 miliar n.58O. Nilai pagu dana di atas Rp50 miliar s.O0O Rp2.d. Rpl miliar e. Rp750 miliar o.0O0 Rp7OO.d. Rp1O0 miliar l.O0O I.d. Nilai pagu dana di atas RpsO miliar s. Nilai pagu dana di atas Rp100 miliar s. Nilai pagu dana di atas Rp50O miliar s. Rp10 miliar h.0O0 Rp3.S miliar s. RplOOjuta b.000 Rp88O.0O0 Rp82o.00O Rp2. Rpl miliar e.d. Rps0ojuta d.TENTANG STANDAR BIAYA TAHUN ANGGARAN 20T3 ' LI K ilBffi fllwft . Rp10 miliar h.d. Rp75 miliar k.O0O Rp1.d. Rp2.d.d. Nilai pagu dana di atas RplO0 miliar s. Nilai pagu dana di atas Rp50O juta s.S miliar f.d. Nilai pagu dana di atas Rp2S0 miliar s. Rpl00 miliar L Nilai pagu dana di atas Rpl0O miliar s.d./ .d. Rp250 miliar m. Nilai pagu dana di atas RpSOO juta s.58o.O0O Rp2. RpSOOmiliar n.d.00O Rp1.69O.d.d. Nilai pagu dana di atas Rp750 miliar s.000 Rp2. Nilai pagu dana di atas RpS miliar s.000 Rp1. Nilai pagu dana di atas Rploojuta s. Rpl triliun p.O0O Rps. Nilai pagu dana di atas RpSOO juta s. Rp25 miliar i.o0o Rp2. Rpt0O juta b. PEJABAT KUASA PENCGUNA ANGGARAN a.d.0O0 Rpl. RplO miliar h. Nilai pagu dana di atas RpZS miliar s. Nilai pagu dana di atas Rp75 miliar s. Nilai pagu dana di atas RplO0juta s.OOO Rp72O. Nilai pagu dana di atas RplO miliar s.d. RpS miliar g.0OO Rp1. Nilai pagu dana s. Nilai pagu dana di atas Rpl miliar s. PEJABAT PEMBUAT KOMITMEN a.170.d.05O. Nilai pagu dana di atas Rp2sojuta s. Rp2.5 miliar s.000 Rp3. Nilai pagu dana di atas Rp500 miliar s. Nilai pagu dana s. Nilai pagu dana di atas RpSOOmiliar s.d.3.OO0 Rps. Nilai pagu dana di atas Rp2. RpTS miliar k.000 Rp3.0O0 Rp2.d. Rp250juta c.44O.00O Rp1.0O0 OB OB OB OB OB OB OB OB OB OB OB OB OB OB OB OB Rp420. j. Rp50 miliar j. Rp5 miliar g. Nilai pagu dana di atas RpS miliar s.580. Nilai pagu dana di atas Rpl triliun I.d.d.d.040. RplOOjuta b.d.d. Rp5O0juta d.d.850.Rp7S0 miliar o.oOO Rp660. Nilai pagu dana di atas RplO miliar s.430. Nilai pagu dana di atas RpZS0 miliar s.5 miliar s.d.O00 Rp48O.00O Rp970.890. Nilai pagu dana di atas Rp250 miliar s.000 Rp4. Nilai pagu dana di atas Rp25ojuta s. Nilai pagu dana di atas RplOOjuta s.620.OOO Rp770.d. Rp25 miliar i.d. Nilai pagu dana di atas Rp25 miliar s. RpS miliar g. Nilai pagu dana di atas RpS miliar s. Rpl triliun p.9rO. Nilai pagu dana di atas Rp25ojuta s.000 Rp1.O0O Rp930.0O0 Rp57O.08O. Nilai pagu dana s. Nilai pagu dana di atas Rp2.O0O Rp3.58O.250.d.250.23o. Nilai pagu dana di atas Rpl miliar s.d. npSO mitia. Nilai pagu dana di atas Rp750 miliar s. Rp250 miliar m.0O0 RpSr0.2.d.61O.d.NESIA H*d LAMPIRAN I MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA STANDARBIAYA MASUKANTAHUN ANGGARAN 2Oi3 YANG BERFUNGSISEBAGAIBATASTERTINGGI PENIINGGUNC .d.d.0OO Rp83O.O0O Rp6l0. Rp250 miliar m. Rp750 miliar o.000 Rp3. Rp50 miliar j. 1.5 miliar f. Nilai pagu dana di atas Rpl0 miliar s.

Nilai pagu pengadaan di atas Rp250 miliar s.d.d.3.d.2.d. Rpl0ojuta b.000 Rp1. Nilai pagu pengadaan di atas Rpl miliar s.000 Rp670. Rpl00 miliar l.000 Rp4. Rp25 miliar i. Nilai pagu dana di atas Rp2.030.d. Nilai pagu dana di atas Rp2. Rp2. Nilai pagu dana di atas Rp500 juta s.000 2 HOIiIORARIIIM PE. Nilai pagu dana di atas Rpl00juta s.000 Rp2. Rpl miliar e.000 Rp3. PEJABAT PENGADAANBARANG/JASA 2.d.d.000 Per Paket OP OP OP Rp460. Rp250 juta c.d. RpSOmiliar j.OO0 Rp3.d.160. Nilai pagu dana di atas Rp250juta s.d. Nilai pagu pengadaan di atas Rpl00 miliar s. Rp500 juta d. Rp25Omiliar m. Nilai pagu dana di atas Rp5 miliar s.940. 5 . Nilai pagu dana di atas Rp250 juta s.580.000 Rp2.000 Rp4.d.000 Rp640. Nilai pagu dana di atas Rp75 miliar s.d. Nilai pagu dana di atas Rp250 miliar s.d. Rp100 miliar l.780.000 Rp3.81o. Nilai pagu pengadaan di atas Rp500 juta s.000 Rp1.120.d. Rp25 miliar i.d.d.000 Rp980.130.5 miliar f.000 Rp310. Nilai pagu dana di atas RpIOO miliar s.520. Rp750 miliar o.d.000 Rp1. Rp500 miliar n.000 Rp1. Rpl triliun p. Nilai pagu dana di atas RplO miliar s.150.000 Rp570.450. Rp10 miliar h.d.000 RpS.000 Rp500. BENDAHARA PENGELUARAN a.d. Rpl triliun p. Nilaipagudana s.d.860./ . Rp2.000 Rp1.000 Rp3.d.d. RpSO0juta d. Nilai pagu dana di atas Rp500 miliar s.d.000 Rp1.d.OO0 Rp1. Rp75 miliar k. Nilaipagudana s.d.O0O Rp2.000 Rp430. RpTS miliar k. Nilai pagu pengadaan di atas RpSOO futa s.000 Rp2.470. Nilai pagu dana di atas Rp10 miliar s. Nilai pagu dana di atas Rpl triliun (41 OB OB OB OB OB OB OB OB OB OB OB OB OB OB OB OB Rp340. Nilai pagu pengadaan di atas Rp25 miliar s.d. Rp2S miliar i.d. Nilai pagu dana di atas Rp500 juta s. Nilai pagu pengadaan di atas Rpl00juta s. Nilai pagu dana di atas Rpl triliun 1 .000 Rp1.d. Rp500 juta d. RplO miliar h.090. Rp25Ojuta c.5 miliar f. Nilai pagu dana di atas Rp25 miliar s. Nilai pagu dana di atas RpsO miliar s. Nilai pagu dana di atas Rp5 miliar s. RpS00 miliar n.000 Rp570.000 Rp77O.d.d.d.78o. PANITIAPENGADAANBARANG (NON KONSTRUKSD a.d.490. Nilai pagu pengadaan di atas Rps miliar s.'ASA /I'MT LAYAITAN PEIVGADAAIT luLPl 2. RpS miliar g.d. Nilai pagu dana di atas Rp50 miliar s.0OO Rp850. Nilai pagu dana di atas Rp750 miliar s.5 miliar s.00O Rp760. Rp2.000 Rp4. Nilai pagu pengadaan di atas Rp50 miliar s. Rp2S0juta c.000 Rp2.550.580. Nilai pagu dana di atas Rp75 miliar s.840.000 Rp6rO. Nilai pagu pengadaan di atas Rp50O miliar s. Nilai pagu dana di atas Rp5O0 miliar s. Nilai pagu dana di atas Rpl miliar s. Nilai pagu pengadaan di atas RplO0 juta s.120.O90.d.000 Rp2. Nilai pagu pengadaan di atas Rp2.d.00O Rp860.000 Rp2.d. Nilai pagu dana di atas Rpl0Ojuta s. RpS miliar g. RpS0 miliar j.0OO Rp500. Rp50 miliar j.000 Rp420.350. Nilai pagu pengadaan di atas Rp750 miliar s.330.560. STAF PENCELOLA/BENDAHARA PENGELUARANPEMBANTU/PETUGASPENGELOLA ADMINISTRASI BELANJA PEGAWAI (PPABP) a. 4 .d. Nilai pagu dana di atas Rpl miliar s.000 Rp2.d. Rp750 miliar o. Rp7S0 miliar o. Nilai pagu dana di atas Rp750 miliar s. Nilai pagu pengadaan di atas Rp75 miliar s.'ABAT/PANITIA PENAADAAIiI BARA$G/. Rpl0 miliar h. Rpl miliar OB Per Paket OP OP OP OP OP OP OP OP OP OP OP OP OP OP OP Rpsl0. I. Nilai pagu pengadaan di atas Rp2sOjuta s.000 Rp1.O00 Rp1.MENTERIKEUANGAN INDONESIA REPUBLIK t{o lll URAIAN SATUAII (3) BIAYA TA 2OI3 (21 1 .5 miliar s. Nilai pagu dana di atas Rp25 miliar s. Rpl miliar e. Nilai pagu pengadaan di atas Rpl triliun 2.0OO RpSl0.790.5 miliar s.000 Rp370. Nilai pagu pengadaan sampaidengan RplOOjuta b. Rp5O0miliar n.0OO Rpl. Rp25O miliar m. RpS miliar g. Nilai pagu dana di atas RplO0 miliar s.000 OB OB OB OB OB OB OB OB OB OB OB OB OB OB OB OB Rp260.d. Rp25Ojuta c.d. Rpl0ojuta b.000 Rp680. Rpl miliar e.000 RDg2O-OOO . Nilai pagu dana di atas Rp250 miliar s.840.000 Rp810. Nilai pagu pengadaan di atas Rp250juta s. RptO0 miliar I.000 Rp1.d.000 Rp2. Rpl triliun p. PANITIA PENGADAANBARANG DAN JASA (KONSTRUKSI) a.32O. Nilai pagu pengadaan di atas Rp10 miliar s.d.270.020.d.d. Rp2S0 miliar m. Nilai pagu pengadaan sampai dengan RplOOjuta b.d.d.5 miliar f. Rp75 miliar k. Rpsoojuta d.d.

/ . Rp25 miliar i.d. j. Rpl triliun p Nilai pagu pekerjaan/pengadaan di atas Rpl triliun Rp330.oO0 000 Rp72O. i. Rp5 miliar g. Rp750 miliar Rp750 miliar s. Nilai pagu pekerjaan/pengadaan s.O4O. Rp50 miliar Rp50 miliar s.880.91O.d.960.d. Nilai pagu pengadaanjasa konsultansi/jasa lainnya di atas Rpl miliar s.230. m.650. Nilai pagu pekerjaan/pengadaan di atas Rpl miliar s. PANITIA PENERIMA HASIL PEKERJAAN/ PENGADAANBARANG/JASA a. d.d. Nilai pagu pekerjaan/pengadaan di atas Rp500 miliar s. Rp75 miliar k.000 Rp1.000 Rp420.000 Rp5.IT Nilai pagu pengadaan di Nilai pagu pengadaan di Nilai pagu pengadaan di Nilai pagu pengadaan di NiLai pagu pengadaan di Nilai pagu pengadaan di Nilai pagu pengadaan di Nilai pagu pengadaan di NiLaipagu pengadaan di Nilai pagu pengadaan di Nilai pagu pengadaan di Nilai pagu pengadaan di QI Rpl miliar s. Nilai pagu pengadaan jasa konsultansi/jasa lainnya di atas Rp75 miliar s. Rp250 juta c.000 Rps. k.d Rp250 miliar o. RpSOmiliar l.000 Rp2. Nilai pagu pengadaan jasa konsultansi/jasa lainnya di atas Rp250 miliar s.d.520. Nilaipagupengadaanjasakonsultansi/jasalainnyadiatas Rp2. Rp75 miliar m. Nilai pagu pekerjaan/pengadaan di atas Rp75 miliar s. I.000 Rp1.d.820.560.KEUANGAN MENTERI INDONESIA REPUBLTK ilo URAIA.d Rp50O miliar p. RplOO miliar Rp10O miliar s.0O0 Rp77O. Nilai pagu pengadaan jasa konsultansi/jasa lainnya di atas Rp5O0juta s. g.000 Rp2.d. Rp50 miliar j.d Rp750 miliar q.d. Nilai pagu pekerjaan/pengadaan di atas Rpsoojuta s.000 Rp2.450.5 miliar f.d. Rp500 juta f. Rploojuta Nilai pagu pengadaan jasa konsultansi/jasa lainnya di atas Rp100 juta s.000 Rp3.d. 3 HOITORARII'M PE.d. Rp500 juta d.000 Rp2. RpS miliar Rp5 miliar s.000 Rp3.450.d.000 Rp2. RpS miliar i.d.d.210.750.d. RplOO miliar n.d.d. Rpl miliar g.d.d.000 R p l .d.d.OO0 Rp9lO. f. p.0O0 Rp60O. Nilai pagu pekeq'aan/pengadaan di atas Rp50 miliar s.000 Rpl.d.O00 . Nilai pagu pengadaan jasa konsultansi/jasa lainnya di atas RpSOmiliar s.5 miliar s.'A3AT/PAITITIA 3.d. Nilai pagu pekerjaan/pengadaan di atas Rp250 miliar s.d.d RpSO Nflai pagu pengadaan jasa konsultansi di atas Rp50 juta s.000 Rp2. atas atas atas atas atas atas atas atas atas atas atas atas (41 Rp1. Nilai pagu pengadaanjasa konsultansi/jasa lainnya di atas Rpl triliun a. Rpl triliun Rpl triliun SATUI\IT (3) OP OP OP OP OP OP OP OP OP OP OP OP BIAYA TA 2013 t1t e.000 Rp3. Rpl miliar e. Rp250 iuta e. Rp250 miliar Rp25O miliar s. PEIVTRIMA IIASIL PEIITRJAAN OB OP OP OP OP OP OP OP OP OP OP OP OP OP OP oP' OP Rp33O. Nilai pagu pekerjaan/pengadaan di atas Rp100 miliar s.000 Rp2.000 Rp62O.840.000 Rpl.000 Rp1. Nilai pagu pengadaan jasa konsultansi/jasa lainnya di atas Rp750 miliar s. Rp2. Nilai pagu peke{aanlpengadaan di atas Rp250 juta s.100. Nilai pagu pengadaan jasa konsultansi/jasa lainnya di atas Rp100 miliar s.2. Nilai pagu pengadaan jasa konsultansi/jasa lainnya di atas Rp250 juta s.d.250.d.5miliars. Nilai pagu pengadaan jasa konsultansi/jasa lainnya di atas Rp25 miliar s.d.d.5 miliar Rp2.d.000 Rp2. Nilai pagu pekedaan/pengadaan di atas Rp100 juta s.000 Rp45O. Rp75 miliar Rp75 miliar s.d Rpl triliun r. c.OOO Rp1.000 Rp4.000 Rp450.510. Rp25 miliar Rp25 miliar s.890. l.d. Nilai pagu pengadaan jasa konsultansi/jasa lainnya di atas Rp500 miliar s. b.600.5 miliar h.000 Rp1.060.OO0 Rp4. h.d.000 Rp2. Rp10 miliar h.d. Rp2.000 Rpl.0O0 Rp3.0O0 Per Paket OP Per paket OP OP OP OP OP OP OP OP OP OP OP OP OP OP OP Rp450.000 PEJABAT PENERIMA HASIL PEKERJAAN/PENGADAANBAMNG/JASA 3.4.090. Rp500 miliar n.OO0 Rp1.OO0 Rp2.270. Nilai pagu peke{aan/pengadaan di atas RpS miliar s. Nilai pagu pekerjaan/pengadaan di atas Rp2. Rp25 miliar k.d.d. PANITIA PENGADAANJASA (NON KONSTRUKSI) juta Nilai pagu pengadaan jasa konsultansi s. Nilai pagu pengadaan jasa konsultansi/jasa lainnya di atas Rps miliar s.200. Nilai pagu pengadaan jasa konsultansi/jasa lainnya di atas Rp10 miliar s. Rp2. Rp10 miliar Rp10 miliar s.0O0 Rp48O.d.230. Rpl00 juta Nilaipagu pengadaan jasalainnya s. Rp750 miliar o. Rp10 miliar j.000 2.630. 000 Rp91O. Rp100 miliar l.OO0 Rp1.370.000 Rp520.010.260.640.000 Rp3. Rp100 juta b. Nilai pagu pekedaan/pengadaan di atas Rp750 miliar s. o. Rp250 miliar m.990.d. Rp50Omiliar Rp50O miliar s. n. Nilai pagu pekedaan/pengadaan di atas Rpl0 miliar s. Nilai pagu pekerjaan/pengadaan di atas Rp25 rniliar s.140.OO0 Rp1.370.d. Rpl .d.520.5 miliar s.

Rpl0 miliar h.d.0O0 Rp770.540.9ro.000 Rp430.000 Rp500. RpsoOjuta d.d.d.d. Nilai pagu dana di atas Rp10 miliar s.I.OOO Rp1.d.00O Rp400. Nilai pagu dana di atas Rp75 miliar s.170. Nilai pagu dana di atas Rp25 miliar s. Nilai pagu dana di atas RpS miliar s.d.d.000 Rp3.280.000 Rp1. Rp2. Rpl00 miliar L Nilai pagu dana di atas Rp10O miliar s. Nilai pagu dana di atas Rp100juta s.d. Rp25 miliar i. PenanggungJawab c. RplOOjuta b.000 Rp570.000 Rpl. Rp10 miliar h.d.d.370. Rpl00 miliar l.500. Nilai pagu dana di atas Rpl triliun 5 IIOUORARIUM PENGPLOLA SISTEM AKUNTANSI INSTANSI 5.000 Rp420.d.d. Nilai pagu dana di atas Rpl miliar s.d. Nilai pagu dana di atas Rp50 miliar s. Nilai pagu dana di atas Rp500 miliar s.000 Rp540.0O0 Rp6l0. Nilai pagu dana di atas Rpl triliun 4. Rpl triliun p.000 Rp2. Nilai pagu dana di atas Rp75 miliar s. Rpl triliun p. Rpl0ojuta b. Nilai pagu dana di atas Rp25Ojuta s-d. RpS miliar g.62O. Rpl miliar e. Rp50 miliar j. Nilai pagu dana di atas Rp50 miliar s.000 4.000 Rp880.KEUANGAN MENTERI TNDONESIA REPUBLIK lto URAIAIT SATUAN BIAYA TA 2013 (4) IU 4 HONORARIUM PEI{CELOLA 4.000 Rp1.000 Rp940. Nilai pagu dana di atas Rp100 miliar s. ANGGOTA a.d. Rpl00juta b.030.000 RpS10.72O. Nilaipagudana s.000 Rp3. Rp75 miliar k. Rpl triliun p. Pengarah b.000 Rpr.000 Rp89o. Nilai pagu dana di atas Rp2S0 miliar s.870. Rpl miliar e.56O.d. Nilai pagu dana di atas Rp25 miliar s. Rp750 miliar o.d.d.d.000 Rp600. Rp5O0 miliar n.0o0 Rp1.d.000 Rp3lO. Anssota/Petusas OB OB OB OB OB OB OB OB OB OB OB OB OB OB OB OB Rp340. Ketua/Wakil Ketua e.130. Nilai pagu dana di atas Rp500 miliar s.d.380.10O. PNBP (21 ATASAN LANGSUNG BENDAHARA a.d.d. Rp2S0 miliar m. Nilaipagudana s. Nilai pagu dana di atas Rp25 miliar s. Rp250 miliar m.d. Rp2. Rpl rniliar e.5 miliar f. Nilai pagu dana di atas Rp50ojuta s. Nilai pagu dana di atas Rpl0 miliar s. Rp2sojuta c.760. Rp2S0 miliar m. Nilai pagu dana di atas Rp250 juta s. Nilai pagu dana di atas Rp500 juta s. Nilai pagu dana di atas Rpl00juta s.000 Rp2. RplO miliar h.000 Rpl. Nilai pagu dana di atas Rp250 miliar s. RpS00 juta d. Nilai pagu dana di atas Rp750 miliar s.000 Rp3.d. Koordinator d.d.OOO 'l/ . Nilai pagu dana di atas Rp50 miliar s.o00 Rp730.140.d.2. Rp25 miliar i.5 miliar s.d. Rp5 miliar g. Nilai pagu dana di atas Rp5O0juta s.260.d.000 Rp1.79O.d. Nilai pagu dana di atas Rpl triliun {3} OB OB OB OB OB OB OB OB OB OB OB OB OB OB OB OB Rp420. Rp500 miliar n.1 10.3. Nilai pagu dana di atas Rp2. Rp50 miliar j.oo0 Rp1. Rpl00 miliar L Nilai pagu dana di atas Rp100 miliar s.0O0 Rp2.d.5 miliar f.000 yangditetapkanatas OB OB OB OB OB Rp7O0. Nilai pagu dana di atas Rp750 miliar s.000 Rn35O. RpZS miliar k.260.d. Nilaipagudana s.d.d.000 OB OB OB OB OB OB OB OB OB OB OB OB OB OB OB OB Rp260.1 unitAkuntansiringkatKementerianNegara/tembaga(uApA/Barang) Dasar Keputusan Menteri a.d.070. Nilai pagu dana di atas Rpl miliar s.950.490. Rp25 miliar i.000 Rp2.d. Nilai pagu dana di atas Rp100 juta s.d.000 Rp3. Nilai pagu dana di atas Rp7S0 miliar Ld. Rp50 miliar j. Nilai pagu dana di atas Rp25O miliar s. Rp500 juta d. Rp2. Nilai pagu dana di atas Rp2sojuta s.O00 Rp4.5 miliar s.d.d. Nilai pagu dana di atas Rpl miliar s.820.000 Rp2.d.000 Rp1.O00 Rp3. Rp250 juta c. RpZSOmiliar o.0O0 Rp370. RpS miliar g.680. Rp250juta c.000 Rp1.000 Rp500.000 Rpr.000 Rp2.d.000 Rp2.000 Rp1. Rp5O0 miliar n. Nilai pagu dana di atas Rp2.000 Rp1. Nilai pagu dana di atas Rp500 miliar s.000 Rp66O. Rp750 miliar o. BENDAHARA a. Nilai pagu dana di atas RpS miliar s. Nilai pagu dana di atas RpS miliar s.d.d.00O Rp2.d.S miliar f. Nilai pagu dana di atas Rp75 miliar s.000 Rp2. RpZS miliar k.880.0o0 Rp7OO. Nilai pagu dana di atas RplO miliar s.260.450.820.5 miliar s. Nilai pagu dana di atas Rp2.

1 Satpam dan pengemudi I l'2 Petugas Kebersihan dan pramubakti ROIIANIWAN TIM PILAKSAITA KEGIATAN l3. Ketua/Wakil Ketua d.KEUANGAN MENTERI INDONESIA REPUBLIK Unit Akuntansi Tingkat Eselon I (UAp a. Peneliti/Perekayasa Utama b. Anggota/Petugas PEI{GURUS/PENYIMPAN 6. Peneliti/perekayasa Muda d.1 6. DAN 'RAI''BAKTT IO.5OO.4 Rpr.4 Anggota PEIfYULUH I{ON PEGAWAI ITEGERI SLTA Sarjana Muda Sarjana Master (S2) KEBER.000. PenanggungJawab b. PenanggungJawab b.l Yang Ditetapkan Oleh presiden a. Koordinator c.THAN. Koordinator peneliti/ perekayasa c. PenanggungJawab c. Koordinator c. Pelabat Eselon ItI ke bawah/yang disetarakan Moderator SEJENIS BMN 5. Pejabat Eselon ll/yang disetarakan d. Anggota/Petugas 5'4 Unit Akuntansi ringkat Satuan Keq'a (uAKPA/Barang) yang ditetapkan atas Dasar sI( Eselon II atau unit Akuntansi pembantu pengguna Anggaran/Barar! wuy"t atau Koordinator Unit Akuntansi pembantu pengguna Anggaran WiL]. Ketua/Wakil Ketua d.2 KetualWakil ketua 9. Sekretariat peneliti/perekayasaan d. PElfcEMuDI. Peneliti/perekayasa Madya c.2 Tingkat Pengguna Barang Tingkat Kuasa pengguna Barang PTNELITIAN/PEREKAYASAAN 7.al a. Koordinator c.O0O Ho![oRARruM SATPAM. Ketua/Wakil Ketua d.I 10.0o0 Rp2. Wakil Ketua e. Koordinator/Ketua d. Pembantu peneliti/perekayasa b.3 10. ptrucAs ll. Anggota/petugas 5'3 unit Akuntansi Tingkat wilayah (uAPPA/Barang-wlyang ditetapkan atas Dasar sK Eselon I a.2 OB OB OB OB OB OB OB OB 7. Pejabat Eselon I/yang disetarakan c.2 OJ OJ OJ OJ OJ OB OB Penelitian/ Perekayasaan Orang/Responden OH 8.1 PenanggungJawab 9.000 .2 OJ OJ OJ OJ OJ IIOIIORARIT'M PANITIA SEMINAR/RAKOR/SOSIALISASI/DISEMINASI/FGD/KEGIATAN 9.1 Narasumber/pembahas : a' Menteri/pejabat setingkat Menteri/pejabat Negara Lainnva/yang disetarakan b. Sekretaris f.1 Honorarium Kelebihan Jam penelitian/perekayasaan a. Petugas Survey f. Pengarah b. Pembantu Lapangan NARASUMBER SETIIIN/IR/ RAKOR/ SOSIALISASI/ DISEMINASI/ I.GD/ KEGIATAN 8. Peneliti/Perekayasa pertama Honorarium penunjang penelitian/perekayasaan a.3 Sekretaris 9. OB OB OB OB OB OB Rp2. Pengolah Data e.90o.2 10. PenanggungJawab b.

000 Rp600.000 Rp250.d Rp25 miliar b.3 Editor 77.O00 Rp4O0.d.000 Rp460.00O t4 ITONORARIT'M SEKRSTARIAT TIM PELAKSANA KTGIATAIT 14.0OO Rp750.000 t 7 IIOITORAnIUM TIM PEITGELOLA WEBSITD 17. PenanggungJawab c. Sekretaris f.000 Rp350.OO0 Rpl5O.000 Rp300.1 PenanggungJawab 15.0O0 Rp100. RplOO miliar d. Rp350. Rp50 miliar c.00O 1Ii / .3 Yang Ditetapkm Oleh Pejabat Eselon I a.2 PEMEGANG KAS/BENDAHARA a.000 Rp450. PenanggungJawab c.2 16.5 16. Nilai pagu dana di atas RplO0 miliar s.d.1 PenanggungJawab 17. Anggoia 13.500.000 Rp400.000 Rp500. Rp200 miliar e.000 Rp3Oo.0oo Rp300.000 Rp300.6 Pembuat artikel t6 IIONORARIT'M TIM PEIWI'SI'NAN BT'LETII/MAJALAII 16.5 Web Developer 17. Nilai pagu dana di atas Rp50 miliar s. Nilai pasu dana di atas Ro2O0 miliar OB OB OB OB OB OB OB OB OB oB.d.00O Rp300. Anggota 13.000 Rp250.000 Rp350.1 ATASAN LANGSUNG PEMECANG KAS/KPA a.000 Rp4rO. PenanggungJawab c.OO0 Rp400. Rp200 miliar e. Nilai pagu dana s.7 Penerjemah l8 OB OB OB OB OB Halaman 1500 karakter Rp500. Ketua d.000 Rpr80.d.2 Redaktur 17. Wakil Ketua e.d.000 Rp100. Nilai pagu dana di atas Rp25 miliar s.2 Redaktur 15.0OO HONORARIIIM PEI{ANGGI'NG} JAWAB PENGELOLA KEUAI{GAIT PADA SATKDR YANG MEIYGELOL^6 AELAITJA PEGAWAI 18.000 l5 IIOITORARII'M TIM PEITYUSI'N.0o0.000 Rp500.0OO Rp22O.00O Rp650.5 Sekretariat 15.2s0.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA NO URAIAIT SATUAN BIAYA TA 2013 tll (21 13.o00 Rp450.000 Ro570. Sekretaris f.00o Rp850.1 16.000 Rp7s0. Wakil Ketua e.000 Rp50o.4 16.000 Rp15O.6 Pembuat Artikel 17.2 Yang Ditetapkan oleh Menteri/Pejabat Setingkat Menteri a.000 Rp180.000 Rp1. Pengarah b. Rp10Omiliar d. Ketua d. Nilai pagu dana s.1 Ketua/Wakil ketua 14. Nilai pagu dana di atas Rp25 miliar s.O0O Rp490. Rp50 miliar c.4 Desain Gralis & Fotografer 15.4 WebAdmin I7. Pengarah b.IUTJURNAL 15.d. Nilai pagu dana di atas Rp100 miliar s.6 PenanggungJawab Redaktur Penyunting/Editor Desain Gra{is & Fotografer Sekretariat Pembuat artikel Oter Oter Oter Oter Oter Halaman Rp400. Ketua d.000 Rp250.000 Rp1. Sekretaris f.000 Rp330.3 Penyunting/Editor 15. Nilai pagu dana di atas Rp 200 miliar 18.2 Anggota OB OB Oter Oter Oter Oter Oter Halaman Rp250.000 Rp690. Wakil Ketua e.0OO Rp750. Nilai pagu dana di atas RpSOmiliar s.d Rp25 miliar b.4 Yang Ditetapkan Oleh KPA a.000 Rp810.000 Rp7OO.OO0 Rp100. Pengarah b.000 Rp580.000 Rp100. Anggota (3) OB OB OB OB OB OB OB OB OB OB OB OB OB OB OB OB OB OB (41 Rp1.3 16.

oO0 RpSO0 Rp4 Rp450.000 Nrrskah/Pelqiaran OH ] Rplso.7 Koordinator | 19.MENTEBI KEUANGAN REPUBLTK INDONESTA NO flt URAIAN SATUAN BIAYA TA 2013 (3) a .1 Vakasi a.iaran OH ry .d. Nilai pagu dana di atas Rp50 miliar s. pendidikan Menengah I ul pemeriksaan hasit Ujian Rp2O. RptOO miliar d .6 AnCCotaDelegasi RI | 20.d.OOO Rp65O.0001 Rp4OO.l 1 Liasion offcer lt ol | 19.l Pengarah t9.O0ol Rps00.l pengawas Ujian | b.o00l RpssO.10 l2o. Nilai pagu dana di atas Rp 200 miliar s.4 Ketua Delegasi | 20.2 penanggungJawab | | 19.6 Anggota Detegasi Rt | 19.O00 Rp27O.9 Sekretaris panitia | tS.l Narasumber Kelas A | 21. pendidikan Menengah I pemeriksaan hasil Ujian I c. RpSOmiliar miliar OB OB OB OB OB TIUM SIDANC/KOT{FERTNSI I I | I I I I | | | | | | llD&ArDe/IC.000 Orang/Hari Orang/Hari Orang/Hari )iswa/Mata Ujian iiswa/Mata Ujian RpS. Orang/Hari Orang/Hari Orang/Hari Orang/Hari BERSKALA INTERflASIONAL Orang/Hari Orang/Hari Orang/Hari Orang/Hari Orang/Hari Orang/Hari Orang/Hari Orang/Hari Orang/Hari Orang/Hari Orang/Hari Orang/Hari RpS50.OO0 Rp400 tl I 20 IHONORARIUM WORKST.5 fim Asistensi | 19.2 Honoraium penyelenggara Ujian | a.OOO c.000j Rpsso.3 Narasumber Kelas C | I 22 D/rN HONORARTUM pEtryELEl\rccARA UJrAr{ lVAr{Asr | 22.d.8 Ketua Bidang | | 19.4 Ketua Detegasi | 19. pendidikan Dasar I Penyusunan/pembuatan bahan Ujian | 1l .0OO I il i::::.12 Stafpendukung | INTDRIYASIOIVAL .3 Ketua/Wakil Ketua 19.r Pengarah Rp250. pendidikan Tinggi I tt Diploma Uillfit/N dan Strata I (St) I pemeriksaan hasil Ujian | "t I Ut pengujiTugas AkhirlSkripsi I Zl Strata 2 (S2) I 4 Pemeriksaan hasil Ujian | Ot penguji Tesis I I I zo.0O0 Rpl9O.000 Rp41O.12 21 BIAYA NARASUMBER KEiEIATAN DI LUAR NEGERI ISATUAN 2l.000 Rp15.2 PenanegungJawab I 20. Nilai pagu dana di htas Rpl00 miliar s.:::l-ll':mbuatan bahan ujian I Nrtskah/Pela.0o0 Rp340.0OO Rp7.5 Tim Asistensi | 20.5O0 Mahasiswa/ Mata Ujian trang/Mahasiswa Mahasiswa/ Mata Ujian urangl Mahasiswa Mahasiswa/ Mata Ujian o rang/Mahasiswa Rpl0. Nilai pagu dana di atas Rp25 (41 Rp2OO.l7 Liasion Officer (LOl Stafpendukung 120.O00 Rp470. pendidikan Dasar I pemeriksaan hasil Uiian I b. Rp400. Rp200 miliar e .2 Narasumber Kelas B | 21. Nilai pagu dana s.OOO Rp350.O0O Rp25O.d Rp25 miliar b.7 Koordinator | 20.OO0 I at strata3 (s3) I Of penguji Disertasi I 22.OPISEMINAR/SOSIALISASI/SARASEHAN I 20.000 Rp24O.qIoNAL/MITLTILATERALI I l9.O00 Rpsso.KTM.3 Ketua/Wakil Ketua | 20.9 Selcetaris | Anggotapaniria 120.tO Anggota l9.8 Ketua BidanS | 20.OO0 Rp150.000 Rp60O. SOM Orang/Hari Orang/Hari Orang/Hari Orang/Hari Orang/Hari Orang/Hari Orang/Hari Orang/Hari.0o0 Rp27O.

O0O 41.2 Golongan III 23.2 UANG MAKAN LEMBUR a.O00 Rpr3. Golongan III c.OO0 Rp280. Golongan III d. Golongan IV 2 5 SATUAT| BIAYA UANG SAKI' RAPAT DI DAIAM KAI{TOR DAII UAI'TC MAKAI| LEMBUR OJ OJ OJ OJ OH OH OH OK RplO. Golongan II c. Golongm I b.000 OH OH OH Rp25. PendidikanTinggi 1) Diploma I/IIIIII/Man Strata I (Sr) a) Penyusunan/pembuatan bahan Ujian b) Pengawas Ujian 2) Strata 2 (S2) a) Penyusunan/pembuatan bahan Ujian b) Pengawas Ujian 3) Strata 3 (S3) a) Penyusunan/pembuatan bahan Ujian b) Pengawas Ujian SATUAIT (3) BIAYA TA 2013 t1l (41 Naskah/Mata Kuliah Rp2sO.000 Rp29.O0O Rpl7.MENTERIKEUANGAN REPUBLIK INDONESIA -8- NO URAIAIT I2l c.000 Rp27. Golongan IV 24.000 Rp30O.000 Rp27.O00 Rp20.000 Rp300.I UANG LEMBUR a.1 Golongan I dan II 23. / .0OO Rp260.3 Golongan IV 24 SATUAIT BIAYA UANG LEMBI'n' 24.000 Rp25.000 Rp29. Golongan I dan II b.OO0 Rp290.000 Rp250.OO0 OH Naskah/Mata Kuliah OH Naskah/Mata Kuliah OH 23 SaTUAN BIAYA UAJIG MAKAII PEGAWAI IIEGERI SIPE (PNSI 23.

\4ALUKU 3 1 .000 370. IAWA TENGAH 1 5 .O00 20. 6.ooo 410. ]ULAWESI SELATAN 24. ]UMATERA UTARA tIAU KEPULAUAN RIAU ]AMBI ]UMATERA BARAT ]UMATERA SELATAN .000 360. iORONTALO 26. 7.I.OOO .000 360.O00 2.000 370. P A P U A 33.000 360.AMPUNG 3ENGKULU 360.000 430. 3.000 370.000 370. JULAWESI UTARA 25.K. 5. MALUKU UTARA 32.000 370.000 370. ). ]ULAWESI BARAT 27. 9.000 420. KALIMANTAN TIMUR 24. JAWA TIMUR t7.000 360.CEH (3) OH OH OH OH OH OH (4) 360.OOO 480.000 380.000 480.KEUANGAN MENTERI INDONESIA REPUBLIK -9 - 26 SATUAN BIAYA UANG HARIAN PER.OOO 23. 3ANTEN 12. {USA TENGGARA BARAT 19. 3ANGKA BELITUNG 11. SULAWESI TENGGARA 30.I. 4. 370:999 430.000 580.O00 370.000 430.000 420.IALANAN DINAS DALAM NEGERI NO PROVINSI SATUAIY BIAYA TA 2013 (1) I (2) q.O00 370. YOGYAKARTA 1 6 . ). NUSA TENGGARATIMUR 440. JAKARTA t4.000 370.OOO 9t_ OH OH OH OH OH OH OH OH OH OH OH OH OH OH OH OH OH OH OH OH OH OH OH OH OH OH 369:999 380. 8. SULAWESI TENGAH 29. 3 A L I 1 8 .000 370. PAPUA BARAT 360. JAWA BARAT 1 3 ./ .000 530.O00 370. KALIMANTAN BARAT 2l (ALIMANTAN TENGAH KALIMANTAN SELATAN 22.OOO 1 0 .

000 25. 6.000 170. P A P U A - _?e_ lv!4yPqr 20..000 95. KALIMANTAN TIMUR SULAWESI UTARA 25.000 140.000 95.UANRIAU JAMBI UAT{G HARIAN SATUAN FUUAOARD DI LUAR KOTA +l {3) OH OH OH OH OH -oH OH OH -oiiOH OH OH OH OH OH OH OH OH OH OH OH OH OH OH OH OH OH OH OH -orOH OH OH 120. I-AMPUNG 9 . 0 0 0 -"--110.o00 zs. IAWA BARAT 1 3 .000 110.000 oo.000 180.000 50.ooo95.OOO ioo.000 130.000 1 1 0 . NUSA TENGGARA TIMUR 20.000 30.000 ios.boo 120.000 2.000 150. YOGYAKARTA 1 6 .000 30.s0..OOO 110.000 35.000 130.SUMATEM BARAT 7 .OOO Cs.O00 (61 85. PROVINSI 1 T (2) ACEH SUMATERA UTARA RIAU KEPUI.000 105.KEUANGAN MENTERI INDONESIA REPUBLIK SATUAN BIAYA SAKU PAKET UANG IIARIAN PAI{ET FULLBOARD SERTA TULLBOARD DI LUAR KOTA.OOO 130.000 bo.000 8s.000 150.000 85.ooo 10.000 io. KALIMANTAN SELATAN 23. ]ANGI(A BELITUNG 1t.o00 30. D.000 30.000 r05.LDAYftIALFDAY DI DALAM KOTA rupiah) No. JAWA TIMUR 17.ooo 130.000 r00.000 r 15.000 110. D.obo 95._ ]ULAWESI BARAT 27.000 95.000 ob.oob 100.000 -*- tos. DAN UANG WI. JAKARTA t4.000 10.O00 sb. MALUKU 3 1 .000 4.ooo 30.000 85.000 15. SULAWESI TENGAH 120.-PAPUA BARAT ^/ .000 150.ooo r 10.000 110. rnirrvrnr.O00 106. iORONTALO _26.I.000 95.000 .000 110.obo .000 95..000 10.000 140.000 200.000 160.000 9s.6.-ooo 30.000 tooobo r00.OO0 3c.- 85. JAWA TENGAH 1 5 .ooo 85. ? 30.160. 3ANTEN ! 2 .000 10.ooo 100.o00 20.000 rg5.000 25. KALIMANTAN BARAT . 0 0 0 --115.0d0 15.nArv-rpNcCA2 2 . BENGKULU 1 0 . SUMATERA SELATAN 8.000 140.000 115.000 120.K.000 50. \4ALUKU UTARA 32.O00 95.000 30..000 95.ooo roti. J.000 95.AWESISELATAN 28.000 130.A.000 reo.ooo s.000 125.000 110.o00 UANG SAKU FULLBOARD EULLDAY/ DI DALAIII HALTDAY DI KOTA DALAII KOTA (51 100. B A L I 1 6 .oiiri 95.--z L .I.ooo 30. JUI.000 9s.000 - r40. NUSA TENGGAM BAMT 1 9 .000 1 1 0 . -'iq.000 .

_0_0( _ q9.--9-q9.. -.qq_o.QF_o.500._ .030.qgq I -_-oH OH 4.?.400.000 | 3zq.-47!._0_q0 _*.qoq ._.q9q | 1.o_g! __!z_s. PROVINSI SATUAN PA'ABAT NEGARA PF^'ABAT ESELON I/II (5) | 3()R PEJABAT ESELOIV IIt/coLoNGAlf -rv I PF^'ABAT ESELOIY IVlcol.OO0 4 -qnn non 1.oqo__ _ _ 7sQ.q-o_qI OH __q-09!.000| 4.O00 czg.:1_1260.?1o__og_g_ r.ooi 510.-1.-0-Qq I r.g-0-9..SI TENGAH _9.3e9:0gq -Zsa.000 .-.KEUANGAN MENTERI INDONESIA REPUBLTK BIAYA PENGINAPAN PERTIAL/INAN DINAS DALAM ITEGIERI ru TARIF HOTEL lIO._qgQ..-i.g.-ogq .-00_0_ -o-H66r..000. . -_ .9?p.0OO 7?o.gg! _ l.240. _ -. __!.0-q9 .q 360.q2g.gg_o 3se.0_0_q .000 3go..-e?o.ooo OH OH -oHt 4nn nnn OH -oC* __q. .IKALTMANTAN _SELATAN .000 _ ._-.8r9.oNcaN UI GOLONGAIT rlrr (8) (21 {CEH SUMATERA UTARA (3) OH OH (4) 4. l:g_.000 -.ooo OH 750..o-qo_ _ 25q.goq 1.4go:gqo --+io.OOO I (6) (71 2 3 5 RIAU JAMBI l--?!*-oH BARAT --oH- 6 _Lq9q.qqq. YOGYAKARTA 16_ _ 1 7.3Co.qgg l--4o8bbo -l}s.Lq.?4q0-0p_ _ .0qgjq0_0.gqq iao-ooo I rc0..qqq -__-.000 I 6_qq._-q..000 lt-- l- _q -:-_ l3 14 LAMPUNG 9_ BENGKULU l 0 BANGKA BELITUNG t'AN'I'EN JAWA BARAT UAWA T I'NIiATI _ls_D.._-?.768.ono _ g l-__1.000 900.+oo..000 I OH __4. _. __ -_-23 IKALIMANTAN TIMUR lsulAwEsr UrARA _?!_ 25 GORONTALo 2._!-?qq. .iz+.000 | oH-.ooo 460.Q9q iio.o00 I .o. ---1.oq0 _ ___ -qqq.99-0._.__?j1l0_. .-4gq.gqq__ _z9gp_o_0" -_...OOO . 580.s?10_0q .99.lqo-qQg p.1?q.oqq_ 371.ooc .obo OH -oH--_1:5l-q:-009_ .q_q-q 1.q99 l-.g_qq r.oog. l 8 NUSA TENGGARA RAR 1 9 NUSA TENGGARA TIMUR 20 KALIMANTAN BARAT 2.ooi_.Qao..g_09 _ lr4s-?.?.___ . 4.ooo .000 __.-BARAf-= l-.?-5_0-.0.1.-_1.QQ( 380.000.pge l'_--.__ _*_J1_u:. I 29 SULAWESI TENGGARA 30 MALUKU _x1_ \.000 -. ._..079.000 -_ _ ___45q.I.o00 H 600.boo.-o.ooo _ 720.1g:0_0_g 400.90 I tisol.77o.qqo 4t2.q00.gg1. 6 _ Z 9 1 0 0_ .-ooo 800.og.6*SULAWESI BARAT 27 SULAWESI SELATAN SULAW!.0J0 _1. _-Lqqp.o-qg e!0.qoo l$o0:g0q| _ .___ _95.qQg_ 1:11910_00 I _ _ o H .__l.820.ibts. .io ____ 41o.lsooob OH --itH .000 | g.00q L-q12..9q!. .q99 1.q_ _?LKALIMANTAN TENGAH 3?.ooo __3.9?9.Qg(__3110.0_0q __1.260.poo * .9g2:90_0 -___Fsq.Jl_O:qgg | l.qqg.ggQ.oqo -_i1q.0-.q-qo._0:gg0 _ .-3. qqg.4q0_1q0!1:l.srgri..ooo .ooo i .qgc oH' -.0q.000 1.o_qg _1.q-qq.350.Q99.oqq.470.Q99 _._ ?. _l:229_:g0g_ _.90q.o r i . ---t5-o.-__1.qq:o_o_o_ .?-6qgg_q. 830.ggq 720.ooc l.__-2--8_g:O.LoJq.420.716..030.000l- I _qel.000 l -OH -oii .9q0..OOO ..oooI ___3.1q9.q2.!'89:q00 I * zao.o00 __3.ooo .qqq_ l---s3b"ood ..000 1.8lp_._o_oq .Qgq_.-_i!q.-_l..9_0_0_ 45O.!g _ _______q4q.000 . I J2o.r4_!q5v_ul4-RA _32 PAPUA 33 PAF-u.0!g __L11s-qqg I _ r.Q-00 1.000| 336. [-lbTooit . l-.ooo .rsz.. .q00_ _ ___.u-!lg ___.oso.sgo.qqql____9_4!. -_qfl.030.__ | _-"oq.ooo 400.ooo -_9-t1_ _1.___49_q.150.o OH .--sgb."ooo .oog .q_0_q0_9.-_1go_=o_gq _-_9!9:o-o*q OH 4.72o.000 _.o_o:qgo ".qqg ___?99'q0_q 91o.o00 600.000 I -ess0eql-_zqq.0.920.

A (iIJL.nal" Norwegia DWCLlla 504 466 5t2 453 419 4+3 463 464 4LL 416 509 _ .L. 313 286 Ker4jaan Ingsris EROPA SELATAN ___._____iff.11 431 ------33 352 286 25 Bqsnia Herzegovina 26 27 runanl --_--_-_-'i6 483 457 444 29 rur LLtHal +22 s20 473 379 472 334 353 287 242 372 24r 371 3 1 Serbia _t?s 401 __ ?8? 361 ?12 313 ______. !21 318 282 382 282 272 322 28'1 ___.Amerika Serikat 2 Kanada AMERIKA SELATAN Argentina Venezuela Brazil Chile r) 527 447 473 404 417 368 _" 91q _ 307 o 4 395 464 5 Columbia Peru _ _8_ 9 Suriname 1 0 Ekuador AMERIKA TENGAH 1 1 Mexico L2 Kuba 1 3 Panama EROPA BARAT Austria 1 5 Belgia 436 415 386 383 398 277 323 347 316 242 287 24r 286 241 222 t21 29r 270 240 237 281 277 295 273 221 9._21r_.l' GOLONGAN (i(. Federasi Jerman-1 8 Belanda 1 9 Swiss EROPA UTARA Denmark Pi"i.24_L 277 .O7 2s2 242 241 429 4n6. _ !91_ 287 27t 321 _20 2L 22 23 24 _172 453 517 409 465 354 288 432 ?7s _ _____. 318 ?n< 282 28r 27r ?17 414 307 _ _?61 272 _lq_Perancis I 7 Rep.___!59587 _ 439 534 420 ?1?__ __ _ ___q.KEUANGAN MENTERI INDONESIA REPUBLIK -12- 29 SATUAN BIAYA UANG HARIAN PERJALANAII DINAS LUAR NEGERI da-lam US$ NO NEGARA GOL./ . D AMDRIKA UTARA I . () GOL.

qq_ 206 t82 19? r67 196 141 285 319 _ ?7. -257207 275 364 20t 196 186 2 2 ? ___=--zqg_ __ ____2_qq 196 6 n K._ _sq6 +29 425 277 __l.5 ASIA BARAT 56 \zerbaiia 58 59 lral< nrrlanio 498 397 365 406 459 283 254 ---__-..|u5 361 313 276 292 206 291 201 -_. -293 267 276 257 270 323 365 224 t97 .MENTERI KEUANGAN INDONESIA REPUBLIK dalam US$ NO NEGARA GOL._____196_ 2to 188 302 . 4 GOLONGAIT B GOL._____9_1.2 244 263 _ _?q3-. Arab Emirat rlr _99_ 67 Saudi Adbi".._ -___1_82 ___ 216 212 2t5 211 AFRII(A SELATAN- 48 Namibia 1? AFRIKA UTARA y)*gl]. A (i()L.t-97 215 301 l06 2tL 276 254 r97 207 185 / / .-?-186 _ .__1_q_ -.^ 44 I\f a r{ 45 L d t z a u l L i 46 Zimbabwe 47 rvrvzquut\._ 342 368 _ -_ _**L9? 342 308 308 273 251 247 282 254 2R6 190 191 186 _ !81_ 2ro 189 184 16. C E 33 34 35 36 *33_ Rusia 38 Slovakia EROPA TIMUR Bulsaria wzecn Hongaria Polandia Rumania (s 367 390 320 331 3i3 31 c?c GOL.__.// .esultanan Omq4 357 386 358 365 459 _ 353 391 359 _ _2Qq . _q_0* 300 247 25I 135 .? 334 296 257 276 244 __ __i._ -q99_ _=___30q 197 277 39 Ilzra _-.0*6297 290 328 AFRIKA BARAT 40 Niseria 4 l 9srlgRal AFRII(A TIMUR Ethiopia 43 Kenva t. -202 287 212 192 161 201 5 1 Mesir 52 53 Tunisia 54 Sudan OD Libya -. D 426 421 407 416 . _ 3q1 361 381 _ 512 387 382 293 _ _.UWart --- 6 1 rJrDanon 62 Qatar _63 64 T\rrki 65 Pst.

KEUANGAN MENTERI INDONESIA REPUBLIK -L4(dalam US$) NO NEGARA GOL. A GOLONGAN GOL.66 241 181 166 181 392 456 352 420 287 334 222 224 212 254 333 82 Philipina 83 84 85 86 87 88 89 Singapura Malaysia fhailand Myanmar Laos Vietnam Brunei Darussalam 90 Kamboia 9 L limor Leste ASIA PASIFIK 4L2 424 381 392 368 380 383 374 296 392 278 290 253 275 250 262 265 256 223 354 221 221.tJ 385 Bangladesh 76 India 339 352 343 348 351 226 L96 263 77 Pakistan 78 Srilanka 79 ran ASIA TENGAH 80 Uzbekistan 8 1 Kazakhstan ASIA TENGGARA 203 20L 260 173 t67 242 182 t67 202 172 1.. (J (21 ASIA TIMUR 69 Rep. 211 201 L96 t96 t96 196 t96 796 2rI 197 202 204 197 r97 229 272 222 276 237 22I 92 93 94 95 96 Australia Selandia Baru Kaledonia Baru Papua Nueini Fiii 439 392 425 385 363 403 246 387 s53 329 27t 221 224 L92 t79 / . D (6) (3) 378 472 519 421 395 (4) (5) 238 320 303 326 238 207 287 262 297 207 206 286 261 296 206 .Rakyat Cina 70 Hongkong 7 l Iepqag 72 Korea Selatan 73 Korea Utara ASIA SELATAN 74 Mganistan GOL. E Gc|l.

060 3.790 3.480 3.220 4.999 2./ .810 4.5i0 t. (1) I 2 3 4 D PERWAKILAN QI JAI(ARTA.530 3.920 10.830 4.690 5.a20 680 r.L60 3.800 t 2 Baghdad 1 3 Baku T4 Bangkok 1 5 Beijing L 6 Beirut 1 7 Beograd 1 8 Berlin 1 9 Bern 20 Bogota 2l Brasilia 22 Bratislava 23 Brussel 24 Bucharest 2 5 Budapest 26 Buenos Aires 27 Oairo 28 Canberra 29 Cape Town 30 3aracas 3 1 Chicago 32 Colombo 2.620 9.7tO 2.890 3.'ALANAN DINAS PINDAH LUAR NEGpRT IONE WAYI dalam NO.830 850 3.420 5.990 10.770 2.S Begawan - 890 1.800 1.180 4.080 3.770 6.720 4.980 1.900 3.330 550 630 890 3.840 7.L70 s8o .600 1.550 5.270 10.890 1.760 5.670 2.440 5.330 12.370 2.220 880 2.5rO 2.660 7.s.780 4.680 1.sLO 9.310 3.730 3.460 5.330 7.91O 7.320 t6.010 3.110 5.OOO 8.400 3.610 1.600 2.520 6.020 5.200 3.960 1.800 t.910 3.440 11.220 3.810 3.350 4.530 7.050 4.330 3.880 t.060 3.330 3.470 9.690 7.600 2.060 1.r20 5.770 5.670 3.450 3.o20 4.220 8.240 2.750 5.buia Addis Ababa Alger Amman 2.240 9_. Ekonomi PERUIAKILAN Eksekutif AI PERUIAKILAN .450 2.920 r.010 1.160 6.960 4.so0 1.490 1.150 7.820 ftl 4.560 3.500 5.860 2.4{o 1.000 5.O10 3.810 t.520 4.400 920 2.140 6.220 7.310 3.370 10.390 12.990 3.O80 LO.010 2.660 3.L30 4.650 t.200 4.550 5.890 3.610 6.0.980 4.010 7.260 t.780 7.910 11.I30 3.240 .720 2.200 4.150 3.150 1.O50 1.470 r.220 1.400 5.860 t.510 3.000 3.300 8.800 1.220 3.520 1.400 1.040 6.204 4.820 8.410 7.490 5.JAKARTA Ekonomi {6) Bislis Bisnis (3) 1.600 1.490 1.MENTERIKEUANGAN REPUBLIKINDONESIA -15- 30 SATUAN BIAYA TrKET PER.020 5.590 5.900 730 1.370 1.160 2.700 4.60 6.500 6.340 9.130 6.890 3.100 2.730 2.860 2.770 2.240 Eksekutif (8) Abu Dhabi A.810 6.570 4.900 1.520 4.270 4.040 5.430 6 7 8 9 10 11 Amsterdam Ankara Antananarivo Astana Athena B.660 4.360 5.500 9.430 (s) 2.500 13.640 7.310 4.680 3.490 3.

2rO 920 2.230 Dili Doha 42 43 44 45 46 47 48 49 50 51 Dubai Frankfurt Guangzhou Hamburg Hanoi Harare Havana 3.100 r.460 2:9ro 660 890 .-1.300 5.600 r.950 2.870 560 360 63 64 65 66 67 68 69 Kota Kinabalu Kuala Lumpur Kuching Kuwait Kyiv Lima Lisabon London Los Angeles s30 2.290 1.680 4.KEUANGAN MENTERI INDONESIA REPUBLIK lq4ralu vuv NO.430 4.750 3.430 4.360 r.150 1.460 3.920 6.400 4.600 4.560 1 .780 1.100 2.+70 2.930 2.180 7.610 {s) 2r.900 4.390 1.580 1.530 5.100 .840 3.2rO 3.500 1.060 1.050 5.I40 3. 0 6 9 ?.650 7.380 2.790 1.600 6.430 10.9-so 7. 1 PERWAKILAN QI JAI{ARTA.0i0 750 _3€99_ 4.560 3.410 52 53 Islamabad 54 55 56 57 58 59 60 61 62 Jeddah Jenewa Helsinki Ho Chi Minh Hongkong Houston 7.O70 1.050 880 sso eio 580 340 1.220 9.O40 9.630 5.soo 3.470 2.t20 4.490 1.440 9.170 7./ .390 2.920 8.720 1.740 2.510 --z.820 1.180 r .1 .200 3.530 830 750 750 4.450 450 2.400 3.290 4.240 5.r7o.100 8.690 .350 1.130 3.190 1.270 3.100 5..700 6. 1 9 0 2.160 1.570 2.r20 7.260 37 38 39 40 4l Darwin Davao Citv Den Haag Dhaka 3.630 8.570 2.690 2.530 (41 7.660 3.080 2.940 2.530 590 980 3.340 2.800 5.500 5.660 1.730 1.140 3.050 10.630 640 3.890 4.050 7.060 3.L20 8.600 3.9r0 370 1.1.730 3.640 2.340 5.220 4.060 2.150 1.600 3.860 2.240 3.800 2.080 5.tLO 1.280 3.420 3.500 2.700 7.820 990 L.490 4.600 6.rso 3.610 4. PERWAKILAN PERUIAKILAN .000 5.190 2.140 2.9-99 * 840 i.O20 4.460 3.040 3.420 ro.170 7.400 3.860 2.640 2.420 2.560 6.330 3.r70 5.7lo 4.670 6.620 Johor Bahru Kaboul Karachi Khartoum Kopenhagen 2.950 _ _ _ 7 .210 4iio 3.o29__ 1?e_9 2.100 2.390 2.020 790 1.270 6.oro 2.620 8.920 1:.030 3.r80 1.030 2.980 1.010 7.260 860 1.630 2.370 810 2.180 Ekonomi Bisnis Eksekutif 33 Dakar 34 Damascus 35 36 Dar Es Salaam (3) 5.590 t.oso a.320 7.450 1.890 3.190 z.ar9 7. 510 720 610 1.290 1.500 3.660 3.930 3.100 3.990 2.JAKARTA Ekonomi (6) Blsnis ffl Eksekutif (8) 10.LOO 2.980 .800 2.O00 3.930 750 1.930 3.720 13.520 3. 11 0 6.500 1.

240 6.300 11.280 530 t.500 4.320 L2.690 7.480 3.740 11.060 3.890 6.750 2.290 640 1.950 2.71O 2.O70 1.970 3.230 LO.440 1.630 7.050 920 3.300 5.590 5.640 6.180 9.340 4.050 460 520 790 3.970 2.450 3.510 J.440 2.470 2.410 11 .8-oo 8.250 Perth Phnom Penh to.330 ?'9-99 1.500 10.890 1. 7.31O 570 2.420 2.1.O40 5.300 3.920 9.650 to.230 Eksekutif (3) (sl 7.330 2.400 4.680 2.340 4.20 2.130 1.480 4.580 4.520 6.320 4.O20 5.130 4.340 6.620 7.670 8.900 6.000 r .890 2.370 2.980 1.1 0 1 2.850 5.300 3.020 2.480 2 3_102 730 1.830 4.750 8.4LO 3. 11 0 t.640 3 . PERUIAKILAN Ekonoml QI dalam U .360 1.580 7.060 6.OOO 4.420 2.370 Port Moresbv Praha Pretoria Pyongyang 3.380 3.O24 7.r20 4.990 2.650 960 3.350 3.820 4.030 3.630 2.890 1.390 2.610 5. (1) PERWAKILAN Bisnls {4) 4.aoo 4.570 7.540 1.060 3.030 3.280 10.610 7.230 3.970 5.610 5.870 3.500 5.370 (71 4.310 730 7ro .440 NO.050 6.030 950 3.540 4 .760 3.600 6.690 1.670 600 2.8391.890 2.880 8.600 4.460 4.430 1.350 3. 11 0 t.7IO 5.s0o 8.120 2.360 L.L90 3.350 - i.270 650 1.720 4.420 4.990 5.920 3.L40 70 7l 72 73 74 75 76 77 78 79 80 81 Madrid Manama Manila Maputo 3. 1 9 0 82 83 84 85 86 87 88 89 90 91 92 93 94 95 g6 97 98 99 Marseille Melbourne Mexico City Moskow Mumbav Muscat Nairobi New Delhi New York Noumea Osaka Oslo Ottawa Panama Citv Paramaribo Paris Penang 700 1.970 Quito Rabat Riyadh 4.980 2.070 8.660 2.180 l:^l.t20 2.7LO 1.630 880 3.060 8.310 640 1.260 5..200 4.380 6.020 6.940 600 3.490 9.900 1.580 6.300 3.100 1.560 1.260 2.JAKARTA PERWAKILAN Ekonoml (6) Bisnis Eksekutif {8) 8./ .130 8.910 9.ee9. 13.540 7.320 2.O20 4.360 4.620 10.500 4.180 2.670 rr.350 3.500 2.O20 3:110 1.n 2.750 i.050 - 2.070 t.900 1.050 L.240 __ _5:059 __-7.700 4.860 5.450 z.470 6.870 2.520 _3.t20 1.r 70 3.gtO 12.040 4.280 1.130 3.280 5.500 3.860 3.930.290 6.KEUANGAN MENTERI INDONESIA REPUBLIK -17JAI(ARTA.690 Roma San _10_1 Francisco 1"02 Sana'a 103 Santiago 104 Sarajevo 1 0 s Seoul 106 Singapura ro0 3.450 1.700 860 t40 1.

750 950 10.L90 5.460 1.500 7.650 3.200 4.100 6.460 (21 Sofia Songkhla Stockholm (s) 8.860 3.200 800 4.4tO 1.200 1.230 7.dCo 1.100 5.580 1.280 2.690 5.400 3.620 910 3.410 2.460 1.340 1.100 1.420 3.520 5.460 3.180 2.500 4.370 3.870 2.320 950 6.KEUANGAN MENTERI REPUBLIK INDONESIA -18U NO.280 t.490 Eksekutif PERWAKILAN .810 t.930 r .000 4.560 // .270 4.204 8.320 3.200 -"t.790 2.250 4.800 3.970 2.610 750 1.160 4.440 750 1.480 2.380 6.230 3.510 700 2.700 1.200 1.620 2.120 3.160 12.700 3.380 t.740 3.800 4.910 7.890 6.440 900 1.840 740 600 2. I L07 108 109 110 111 LL2 113 LL4 115 116 t17 118 119 120 12T 122 t23 t24 t25 PERWAKILAN JAI{ARTA.680 1.740 700 1.410 4.970 1.870 2.9LO 6.250 1.700 3.570 " 1.370 1.330 3.200 1.680 3.o70 1.260 750 3.t70 1.190 7._e-.320 4.410 950 3.900 4.480 t.970 5.OOO 800 5.090 5.210 (71 4. P9RWAKILAN Ekonomi f3) 1.990 6.800 4.obo 370 2.204 6.2tO t.930 Bisnis (4) 4.580 1.100 6.520 2.JAKARTA Ekonomi (6) Bisnis Eksekutif (8) 7.370 13.810 1.r40 7.000 2.810 3.610 2.050 8.100 2.670 Suva Sydney Tashkent lawau Teheran Tokyo Toronto oli 3.550 2.590 3.200 5.480 1.890 2.190 1.390 3.690 4.-6J9: 6.500 5.890 2.670 VanCouver Vanimo Vatican Vientiane Warsawa Washington Wellington t26 Wina r 2 7 Windhoek t28 Yangoon L29 Za*reb 2.980 .960 t.

00o. Jumlah keseluruhan alokasi dana untuk honorarium pengelola keuangan dalam 1 (satu) tahun paling banyak 1O% (sepuluh persen) dari pagu yang dikelola. jumlah staf pengelola keuangan paling banyak 6 (enam) orang. Untuk membantu Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) dalam pelaksanaan administrasi belanja pegawai di lingkungan satuan kerja. termasuk PPABP. menteri/pimpinan lembaga atau pejabat yang diberi kuasa dapat mengangkat satu atau lebih Bendahara Pengeluaran pembantu guna kelancaran pelaksanaan kegiatan. d. Honorarium Penanggung Jawab Pengelola Keuangan Pengelola Keuangan pada setiap satuan kerja. b. Dalam hal terdapat kegiatan lokasinya bedauhan dengan tempat kedudukan Bendahara Pengeluaran danfatau beban keda Bendahara Pengeluaran sangat berat.KEUANGAN MEN.00 (seratus iuta rupiah) untuk paket pensadaan iasa . Honorarium Pejabat/Panitia Pengadaan (ULP| Pengadaan Barangl JasalUnit Layanan a. Besaran honorarium PPABP diberikan mengacu pada honorarium staf pengelola keuangan sesuai dengan pagu belanja pegawai yang dikelolanya. Untuk KPA yang dibantu oleh salah satu atau beberapa PPK. dengan ketentuan sebagai berikut: a. Jumlah staf pengelola keuangan untuk setiap PPK paling banyak 2 (dua) orang. Honorarium Bendahara Pengeluaran pembantu diberikan mengacu pada honorarium staf pengelola keuangan sesuai dengan dana yang dikelolanya. 2. diberi honorarium berdasarkan besaran pagu yang dikelola untuk setiap DIPA.000. Honorarium Pejabat Pengadaan BaranglJasa Honorarium diberikan kepada pegawai negeri yang diangkat oleh Pengguna/Kuasa Pengguna Barang/Jasa melaksanakan untuk pemilihan penyedia barang/jasa penunjukan melalui langsung/pengadaan langsung paket pengadaan untuk barangl pekerjaan konstruksi/jasa lainnya yang bernilai paling tinggi 8p10o. Kuasa Pengguna Anggaran (KPA) dapat menunjuk Petugas Pengelola Administrasi Belanja Pegawai (PPABP). c. Untuk KPA yang merangkap sebagai PPK. jumlah staf pengelola keuangan paling banyak 3 (tiga) orang termasuk PPABP.TERI INDONESIA REPUBLIK _19_ PENJELASAN STANDAR BIAYA MASUKAN TAHUN ANGGARAN 2013 YANG BERFUNGSI SEBAGAI BATAS TERTINGGI 1. e.

Honorarium Pengelola Sistem Akuntansi Instansi Honorarium diberikan kepada pegawai negeri yang diberi tugas melakukan pengumpulan data. 3.O0O. Honorarium Pengurus/Penyimpan BMN Honorarium Pengurus/Penyimpan kepada BMN diberikan pejabat/pegawai di lingkungan pengguna barang dan kuasa pengguna barang yang melaksanakan tusas rutin selaku rus . Honorarium Panitia Pengadaan Barang lJasaltJnit Layanan Pengadaan Honorarium diberikan kepada pegawai negeri yang diangkat oleh Pengguna/ Kuasa Pengguna Barang/Jasa menjadi Panitia Pengadaan Barang/Jasa untuk melaksanakan pemilihan penyedia barang/jasa. pencatatan. Anggota Panitia Pengadaan Barang/Jasa sekurang-kurangnya 3 (tiga) orang. sedangkan honorarium Panitia Penerima Hasil Pekerjaan diberikan per paket pekerjaan. baik yang dikelola secara prosedur manual maupun terkomputerisasi. pengikhtisaran sampai dengan pelaporan posisi keuangan dan operasi keuangan pada Kementerian Negara/Lembaga sesuai dengan unit akuntansi masingmasing. Ditetapkan atas dasar keputusan menteri paling banyak 7 (tujuh) orang. 6. 4. 5. Ditetapkan bukan atas dasar keputusan menteri paling banyak 6 (enam) orang. b. SAI terdiri dari Sistem Akuntansi Keuangan (SAK) dan Sistem Akuntansi Barang Milik Negara (SABMN). Jumlah staf/anggota Pengelola PNBP paling banyak 5 (lima) orang. Honorarium Pejabat Penerima Hasil Pekerjaan diberikan per bulan. Honorarium Pengelola PNBP Honorarium diberikan kepada pegawai negeri yang diberi tugas untuk mengelola PNBP.00(lima puluh juta rupiah). Ketentuan mengenai jumlah pengelola SAI adalah sebagai berikut: a.O0O.t\f.Sllsf. Honorarium Pejabat/Panitia Penerima Hasil Pekerjaan oleh Honorarium diberikan kepada pegawai negeri yang ditunjuk melakukan Pengguna Anggaran/Kuasa Pengguna Anggaran untuk penilaian terhadap hasil pekerjaan yang telah diselesaikan dan menerima penyerahan pekerjaan setelah seluruh hasil pekerjaan dilaksanakan sesuai dengan ketentuan kontrak. Jumlah alokasi dana untuk honorarium Pengelola PNBP dalam I (satu) tahun paling tinggi sebesar 10% (sepuluh persen) dari penerimaan PNBP setiap satuan kerja.ts4i'?3ll -24 konsultasi yang bernilai paling tinggi Rp50.A'. b.

Peneliti/Perekayasa Muda. Koordinator Peneliti/Perekayasa. Honorarium Narasumber Seminar/Rakor/Sosialisasi/Diseminasi/FGD /Kegiatan Sejenis Honorarium narasumber diberikan kepada pegawai negeri/non pegawai negeri yang memberikan informasi/pengetahuan kepada pegawai negeri lainnyal masyarakat. Dalam hal narasumber melakukan perjalanan dinas. Catatan: Honorarium penelitianlperekayasaan diberikan secara selektif dengan mempertimbangkan prinsip efisiensi dan efektifitas. dan Peneliti/Perekayasa Pertama yang diberi tugas berdasarkan surat perintah melakukan pejabat yang untuk dari berwenang penelitian/perekayasaan. 8. narasumber dapat . Jumlah pejabat/pegawai yang dapat diberikan honorarium selaku pengums/penyimpan BMN paling banyak 4 (empat) orang pada tingkat pengguna barang dan 2 (dua) orang pada tingkat kuasa pengguna barang. Honorarium Penelitian/Perekayasaan 7. 7. Terhadap pembantu peneliti/perekayasa sebagaimana dimaksud pada huruf a yang berstatus pegawai negeri tidak diberikan uang lembur dan uang makan lembur. Honorarium ketentuan: narasumber pegawai negeri dapat diberikan dengan a) berasal dari luar lingkup unit eselon I penyelen ggara. Pembantu Lapangan yang berdasarkan surat perintah pejabat yang berwenang diberi tugas untuk menunjang kegiatan penelitian/perekayasaan yang dilakukan oleh fungsional peneliti/perekayasa. b) berasal dari lingkup unit eselon I penyelenggara sepanjang peserta yang menjadi sasaran utama kegiatan berasal dari luar lingkup unit eselon I penyele nggara I masyarakat. Pengolah Data.2 Honorarium Penunjang Penelitian/ Perekayasaan Honorarium yang diberikan kepada pegawai negeri/non pegawai negeri yang terdiri dari Pembantu Peneliti/Perekayasa. Sekretariat Peneliti/Perekayasaan.KEUANGAN MENTERI INDONESIA REPUBLIK -21 barang berdasarkan surat keputusan pengguna barang. 7 . Petugas Survey. 1 Honorarium Kelebihan Jam Penelitian/Perekayasaan Honorarium atas kelebihan jam kerja normal yang diberikan kepada fungsional peneliti/perekayasa yang terdiri dari Peneliti/Perekayasa Utama. Peneliti/Perekayasa Madya. dengan tidak diberikan uang lembur dan uang makan lembur. paling banyak 4 (empat) jam sehari.

g diberi tugas kegiatan panitia melaksanakan sebagai untuk seminar/rakor/sosialisasi/diseminasi/FGD/Kegiatan Sejenis sepanjang peserta yang menjadi sasaran utama kegiatan berasal dari luar lingkup unit eselon I penyelenggara I masyarakat. (sepuluh persen) dari jumlah peserta. Honorarium Penyuluh Non Pegawai Negeri Honorarium diberikan kepada non pegawai negeri yang ditunjuk untuk melakukan penyuluhan berdasarkan surat keputusan pejabat yarrg berwenang. berdasarkan surat keputusan pejabat yang berwenang/kontrak kerja. besaran tersebut tidak termasuk seragam dan perlengkapan. Untuk satpam. Petugas Kebersihan dan Pramubakti Satuan biaya honorarium diperuntukkan bagi non pegawai negeri yang ditunjuk untuk melakukan kegiatan sesuai dengan tugas dan fungsinya. Ketentuan pembentukan tim adalah sebagai berikut: a) mempunyai keluaran (outpuf)jelas dan terukur. Honorarium sudah termasuk uang transport bagi rohaniwan. petugas kebersihan dan pramubakti dengan melalui jasa pihak ketiga/diborongkan. harian perjalanan dinas dan honorarium selaku FGD/ Honorarium Panitia Seminar/ Rakor/ Sosialisasi/ Diseminasi/ Kegiatan Sejenis Honorarium dapat diberikan kepada pegawai negeri yar. c) bersifat temporer. 11. 13. L2. pengemudi. alokasi honorarium dapat ditambah paling banyak sebesar 15% (lima belas persen) dari satuan biaya.KEUANGAN MENTERI REPUBLIK. 9. Jumlah panitia maksimal lOo/o 1O. Honorarium Tim Pelaksana Kegiatan Honorarium Tim Pelaksana Kegiatan dapat diberikan kepada pegawai negeri atau non pegawai yang diberi tugas untuk melaksanakan kegiatan Setingkat berdasarkan surat keputusan Presiden/Menteri/Pejabat Menteri/ Pejabat Eselon I/ KPA. Honorarium Rohaniwan Honorarium yang diberikan kepada pegawai negeri/non pegawai negeri yang ditugaskan sebagai rohaniwan pada saat pengambilan sumpah jabatan. Honorarium Satpam. pelaksanaannya perlu diprioritaskan atau di luar jam kerja. wal meru s tertentu kePada atau "/ . b) bersifat koordinatif yang mengharuskan untuk mengikutsertakan eselon I lainnya.INDONESIA -22- diberikan uang narasumber. Pengemudi.

berdasarkan surat keputusan pejabat yang berwenang. 18. Honorarium Sekretariat Tim Pelaksana Kegiatan Honorarium diberikan kepada pegawai negeri f non pegawai negeri yang diberi tugas untuk melaksanakan kegiatan administratif yang berfungsi untuk menunjang kegiatan tim pelaksana kegiatan.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA negeri disamping tugas pokoknya sehari-hari. Honorarium Penanggung Jawab Pengelola Keuangan pada Satker yang Mengelola Belanja Pegawai Honorarium penanggung jawab pengelola keuangan pada satuan kerja yang khusus mengelola belanja pegawai dapat diberikan kepada pegawai negeri yang ditunjuk untuk melakukan pengelolaan belanja pegawai pada Kementerian Negara/Lembaga/Satuan Kerja sesuai surat keputusan pejabat yang berwenang. pandangan tentang topik aktual yang patut diketahui pembaca. 17. dan e) dilakukan secara selektif. v/ . pelaksana dan yang sejenis. Dalam hal tim telah terbentuk selama 3 (tiga) tahun berturut-turut. berdasarkan surat keputusan pejabat yang berwenang. Honorarium Tim Pengelola Webslte Honorarium tim pengelola website dapat diberikan kepada pegawai negeri yang diberi tugas untuk mengelola uebsite. Majalah adalah terbitan berkala yang isinya berbagai liputan jurnalistik. Buletin adalah media cetak berupa selebaran atau majalah berisi warta singkat atau pernyataan tertulis yang diterbitkan secara periodik yang ditujukan untuk lembaga atau kelompok profesi tertentu. 15. Honorarium Tim Penyusunan Buletin/MaJalah Honorarium tim pen5rusunan buletin/majalah dapat diberikan kepada pegawai negeri yang diberi tugas untuk menJrusun dan menerbitkan buletin/majalah. Kementerian Negara/Lembaga melakukan evaluasi terhadap urgensi dan efektifitas keberadaan tim untuk dipertimbangkan menjadi tugas dan fungsi suatu unit organisasi. dan tidak berupa struktur organisasi tersendiri. Unsur sekretariat adalah pembantu rlmum. Jumlah sekretariat tim pelaksana kegiatan paling banyak 7 (tujuh) orang. 16. Honorarium Tim Penyusunan Jurnal Honorarium Tim PenSrusunan Jurnal dapat diberikan kepada pegawai negeri yang diberi tugas untuk men5rusun dan menerbitkan jurnal berdasarkan surat keputusan pejabat yang berwenang. dan efisien. Sekretariat hanya dapat dibentuk untuk menunjang tim pelaksana kegiatan yang ditetapkan oleh Presiden/ Menteri. 14. efektif. Website yang dimaksud di sini adalah yang dikelola oleh unit eselon I/setara.

tidak diberi uang harian Berskala kegiatan Workshop/Seminar/Sosialisasi/Sarasehan berskala Honorarium uorkshop/seminar/sosialisasi/sarasehan internasional dapat diberikan kepada pegawai negeri penyelenggara berskala kegiatan workshop/seminar/sosialisasi/sarasehan internasional. anggota lembaga negara. berdasarkan surat keputusan dari pejabat berwenang. ketua dan wakil ketua iembaga negara. Honorarium Internasional : 3 hari sebelum kegiatan + hari kegiatan + 2 hati setelah kegiatan. Satuan Biaya Narasumber Kegiatan di Luar Negeri Satuan biaya yang diberikan kepada narasumber non pegawai negeri WNI yang untuk kegiatan workshoplseminar/sosialisasi/sarasehan diselenggarakan di luar negeri. sidang/konferensi Honorarium (bilateral/regional/ muliiiateral) dapat diberikan kepada pegawai negeri penyelenggara kegiatan sidang/konferensi yang dihadiri/pesertanya pejabat setingkat menteri atau senior offtcial berdasarkan surat keputusan pejabat berwenang. Jumlah hari (maksimum) pemberian honor: t hari sebelum kegiatan + hari kegiatan + t hari setelah kegiatan. Regional/ Multilate ralf SOM {Bilateral/ SOM internasional-KTM. yang pegawai negeri Narasumber Kelas A non : Narasumber disetarakan dengan menteri.KEUANGAN MENTERI INDONESIA REPUBLIK -24- lg Honorarium Sidang/ Konferensi Internasional-KTM. 20. : 2 hari sebelum kegiatan + hari kegiatan + 2 hari setelah kegiatan. 21. perwira tinggi TNI/Polri. pegawai negeri Gol IV/C ke atas. Narasumber Kelas B yang pegawai negeri non : Narasumber disetarakan dengan duta besar luar biasa dan berkuasa penuh. duta besar yang menjabat kepala perwakilan. v/ . Hari pelaksanaan disesuaikan dengan lama pelaksanaan kegiatan. Jumlah hari (maksimum) pemberian honor: Konferensi Tingkat Menteri (KTM) Senior OJficiaIMeeting (SOM) Pegawai negeri penyelenggara perjalanan dinas. Pegawai negeri penyelenggara kegiatan tidak diberi uang harian perjalanan dinas.

Satuan biaya pengawas ujian sudah termasuk uang transpor.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESTA -25- Narasumber Kelas C pegawai : Narasumber yang non negeri disetarakan dengan pegawai negeri Gol Ill/c . menengah. Sedangkan untuk pendidikan tingkat tinggi. 25. Pada pendidikan tingkat dasar dan menengah. dilaksanakan minimal 4 jam di luar jam kerja c. b. penyelenggara ujian merupakan uang imbalan bagi Honorarium pen5rusun naskah dan pengawas ujian pada pendidikan tingkat dasar. Satuan Biaya Uang Makan Pegawai Negeri Sipil (PNSI Uang makan diberikan kepada pegawai negeri sipil yang berdasarkan jumlah hari masuk kerja. Satuan Biaya Uang Lembur dan Uang Makan Lembur a.it??Xl"1engan rvlb dan perwira menengah Biaya tiket dan penginapan untuk narasumber tersebut ditanggung oleh penyelenggara. rapat melibatkan eselon I lainnya b. ujian akhir semester dan ujian akhir. Satuan Biaya Uang Saku Rapat di Dalam Kantor Uang Saku Rapat di Dalam Kantor merupakan kompensasi bagi pegawai negeri/non pegawai negeri yang melakukan kegiatan rapat yang dilaksanakan di dalam kantor. Besaran satuan biaya uang makan lembur untuk Golongan III dan IV sudah memperhitungkan pajak penghasilan. 23. vakasi tidak diberikan untuk penyelenggaraan ujian yang bersifat latihan dan ujian lokal. menengah. Uang Lembur merupakan kompensasi bagi pegawai negeri yang melakukan kerja lembur berdasarkan surat perintah dari pejabat yang berwenang. Uang makan lembur diperuntukkan bagi semua golongan dan diberikan setelah bekerja lembur sekurang-kurangnya 2 (dua) jam secara berturut-turut dan diberikan maksimal 1(satu) kali per hari. tidak diberikan uang lembur dan uang makan lembur d. dihitung Besaran satuan biaya uang makan untuk Golongan III dan IV sudah memperhitungkan pajak penghasilan. Yakasi dan Honorarium Penyelenggara Ujian Vakasi merupakan uang imbalan bagi penguji atau pemeriksa kertas ujian pada pendidikan tingkat dasar. ujian tengah semester. Uang Saku Rapat di Dalam Kantor dapat dibayarkan sepanjang: a. c. dan tinggi. dan tinggi. dilenekapi de surat i oleh peiabat ne ditan r/ . 24. vakasi dapat diberikan untuk ujian masuk. 22.

00 (seratus sembilan puluh ribu rupiah). *rrt"i pernyataan pelaksanan kegiatan yang ditandatangani oleh penanggung jawab kegiatan (pejabat minimal setingkat eselon III/ kepala satuan kerja) Catatan : a. e.190. Rp130. MENTER!KEUANGAN REPUBLIK. surat tugas bagi peserta dari unit penyelenggara yang ditandatangani oleh pejabat setingkat eselon II/kepala satuan kerja. dan f. Satuan Biaya Uang Harian PerJalanan Dinas Dalam Negeri Uang Harian Perjalanan Dinas Dalam Negeri merupakan penggantian biaya keperluan sehari-hari pegawai negeri/non pegawai negeri dalam menjalankan perintah perjalanan dinas di dalam negeri yang dapat digunakan untuk uang makan. Kepada pejabat/pegawai yang ditugaskan untuk mengikuti pendidikan dinas di luar kedudukan dapat diberikan setinggi-tingginya 30% (tiga puluh persen) dari uang harian. menteri serta setingkat menteri). Rp.000. Catatan: Dalam rangka perencanaan penganggaran. dan uang saku. Satuan Biaya Uang Harian Paket Fullboard Saku Paket Fullboard serta FulldaglHalfdag di Luar Kota dan Uang di Dalam Kota Uang harian paket fullboard di luar kota diberikan kepada peserta kegiatan rapatlpertemuan yang diselenggarakan di luar kantor kegiatan paket sebagaimana biaya dimaksud satuan dalam rapat/pertemuan paket fullboard di luar kota.INDONESIA -26- setingkat eselon ll/kepala satuan kerja. Dalam hal struktur organisasi pada Kementerian NegarafLernbaga paling tinggi eselon I. 27. Satuan biaya uang saku rapat di dalam kantor belum termasuk konsumsi rapat.00 (dua ratus lima puluh ribu dan rupiah). pejabat Eselon I dan pejabat Eselon II dapat diberi uang representasi per hari masing-masing sebesar Rp250. Selama melakukan perjalanan dinas.000.". Uang saku paket fullboard dan fultdag/halfday di dalam kota diberikan kepada peserta kegiatan rapatf pertemuan yang diselenggarakan di luar kantor sebagaimana dimaksud dalam satuan biaya paket kegiatan rapat/ pertemuan paket fullb oard dan fulldag / halfdag di dalam kota.00 (seratus tiga puluh ribu rupiah). bagi peserta yang karena untuk faktor tambahan waktu transnortasi memerlukan . maka satuan biaya uang saku rapat di dalam kantor dapat diberikan untuk rapat yang melibatkan eselon II lainnya c. pejabat negara (ketua/wakil ketua dan anggota lembaga tinggi negara. 26. transpor lokal.000. Uang Saku Rapat di Dalam Kantor dapat dibayarkan sepanjang 6 (enam) kriteria telah terpenuhi b.

Golongan B duta besar. transpor lokal. Satuan biaya perjalanan dinas untuk perjalanan dinas yang dilaksanakan secara rombongan. Satuan Biaya Uang Harian Perjalanan Dinas Luar Negeri Satuan Biaya uang Perjalanan Dinas Luar Negeri merupakan penggantian biaya keperluan sehari-hari pegawai negerifnon pegawai Negeri dalam menjalankan perintah perjalanan dinas di luar negeri yang dapat digunakan untuk uang makan. merujuk pada besaran uang harian negara dimana Perwakilan RI bersangkutan berkedudukan. pegawai negeri sipil dan anggota TNI/Polri selain yang dimaksud pada huruf b dan huruf c. c. mekanisme pertanggungjawaban disesuaikan dengan bukti pengeluaran yang sah. perwira tinggi TNI/Polri. wakil ketua dan anggota lembaga negara. 24. pegawai negeri sipil golongan IIIIc sampai dengan golongan IV/b dan perwira menengah TNI/Polri yang setara.KEUANGAN MENTERI INDONESIA REPUBLIK -27 - berangkat/pulang diluar waktu pelaksanaan kegiatan dapat dialokasikan biaya penginapan dan uang harian perjalanan dinas sesuai ketentuan yang berlaku. dan uang pengmapan. Golongan A menteri. pegawai negeri sipil golongan lV /c ke atas. kepada seluruh peserta dialokasikan biaya penginapan sesuai dengan tarif tertinggi peserta dalam rombongan berkenaan Dalam pelaksanaanrlya. termasuk pimpinan lembaga pemerintah non kementerian dan pimpinan lembaga lain yang dibentuk peraturan perundangberdasarkan undangan dan pejabat eselon I. Satuan Biaya Penginapan Perjalanan Dinas Dalam Negeri Satuan Biaya Penginapan Perjalanan Dinas Dalam Negeri merupakan satuan biaya yang digunakan untuk pengalokasian biaya penginapan dalam RKA-K/L sesuai dengan peruntukannya. Klasifikasi uang harian perjalanan dinas luar negeri adalah sebagai berikut: a. Golongan D Besaran uang harian bagi negara akreditasi yang tidak tercantum dalam Lampiran Peraturan Menteri Keuangan ini. utusan khusus presiden (special enuog) dan pejabat lainnya yang setara. 29. pejabat eselon II. duta besar luar biasa berkuasa penuh /kepala perwakilan dan pejabat negara lainnya yang setara. Golongan C d. untuk l(satu) hari sebelum dan/atau 1 (satu) hari sesudah pelaksanaan kegiatan. . b. ketua. uang saku.

dan tidak mempunyai penghasilan sendiri. MENTERI ttd. anak kandung. 30 Satuan Biaya Tiket Perjalanan Dinas Pindah Luar Negeri (one wag) Satuan Biaya Tiket Perjalanan Dinas Pindah Luar Negeri merupakan satuan biaya yang digunakan untuk perencanaan kebutuhan biaya p"*"*"1 udara perjalanan dinas pindah dan diberikan pembeliar.ng digunakan untuk meiaksanakan perintah pindah dari perwakilan RI di luar negeri atau sebaliknya. Satuan biaya ini diberikan kepada pejabat negataf pegawai negeri dan keluarga yang sah berdasarkan surat keputusan pindah dari Kementerian Luar Neglri y. dan anak angkat yang sah menurut hukum yang berumur paling tinggi 25 (dua puluh lima) tahun pada waktu berangkat. isteri/suami Perkawinan. Satuan biaya tiket termasuk biaya untuk satu kali asuransi. yang menurut surat keterangan dokter mempunyai cacat yang menjadi sebab ia tidak dapat mempunyai penghasilan sendiri. anak tiri perempuan. anak kandung perempuan. Salinan sesuai dengan aslinya KEPALA BIRO UMUM IGUANGAN.W. c. anak kandung. belum pernah menikah. besarannya merujuk pada uang harian negara Kenya. MARTOWARDOIO GIA NIP. dan anak angkat perempuan yang sah menurut hukum yang berumur lebih dari 25 (dua puluh lima) tahun yang tidak bersuami dan tidak mempunyai silan sendiri. dan anak angkat yang sah menurut hukum yang berumur lebih dari 25 (dua puluh iima) tahun. 2) Klasifikasi Business diberikan untuk Golongan B. anak tiri. . b. tidak termasuk airport tax serta biaya retribusi lainnya. Klasifikasi Tiket Perjalanan Dinas Pindah Luar Negeri: 1) Klasifikasi Firsf diberikan untuk Golongan A. ENTERIAN KEPA AGUSD. atau 3) Klasifikasi Published diberikan untuk Golongan C dan D. anak tiri. lit "i jalan (one taagl. atau d. Catatan: Yang dimaksud dengan keluarga yang sah adalah: Undang-Undang ketentuan yang menurut sah a.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA -28- egawai Yang melaksanakan perjalanan dinls ke negara Uganda.

Kudapan {snack) Aceh Sumatera Utsa Riau ormg/Kali orms/Kali 9s.o00 3.230.000 36.000 2.000 42.000 36.000 39.000 7 .000 38.OOO 20.1 2.000 30.O00 33.OOO 22.O00 33.HARI PERKANTORAN DI DALAM NEGERI Memiliki sampai dengm 40 Pegawai Memiliki lebih dart 40 Pegawai BIAYA DIIILAT PIMPINAN/STRUKTURAL Diklat Pimpins Tk.000 34.000 6. III Diklat Pimptne Tk.3 Peserta/Angkatan Peserta/Angkatm Peserta/Angkatm 4.OOO 5. Makm Aceh Sumatem Utda Riau Kepulaum Riau Jmbi Sumatera Bilat Sumatera Selatm Lmpung Bengkulu Bagka Belitung Banten Jawa Bdat DKI Jakdta Jawa Tengah Dl Yostaka$a Jawa Timur Bali NusaTenggila Btrat Nusa Tenggila Timur Kalimantm BaRt Ka.000 45.OOO 33.OOO 4.125.2 GolongilldsGotongilIt Golongm lll Peserta/Angkatm Peserta/Angkatm OH BIAYA MAKANAN PENAMBAII DAYA TAHAN TUBUH BIAYA KONSUMSI RAPAT 6.000 31.limantm Tengah Kalimstu Selatm Kalimmtm Timur Sulawesi Utila Gorontalo Sulawesi Btrat Sulawesi Selatm Sulawesi Tengah Sulawesi Tenggila Maiuku Maluku Uttra Papua Papua Barat b.000 32.000 33.000 3 l.OOO 11.000 36. Makm b. 1 RAPAT KOORDINASI TINGKAT MENTERI/ESELON I/SETAM a.2 3.000 35.li Ormg/Kali Omg/Kali Ormg/Kali Ormg/Kali Ormg/Kali OranglKali Orilg/Kali Ormg/Kali Ormg/Kali 36.OO0 33.000 33.300.li Ormg/Kali O|ug/Kali Omg/Kali Offig/Kali Omg/Kali OHg/Kali Orang/Kali Orang/Kali Orilg/Kali Orsg/Kali Orsg/KaIi Ormg/Kali Orang/Kali Orsg/Kali Omg/Kali Ormg/Kali Ormg/Kali Ormg/Kali Orang/Ka.000 39.1 3.000 34. MENTERT kruRrucRru nepuauk'rr.I.000 36. KudaDan {srock.oo0 10."A. Iv OK I 10.2 Paket/Tahun OT 52.OOO 30.O00 45.OO0.000 35.2 Orang/Kali Ormg/Kali Orang/Kali Orang/Kali Ormg/Ka.000 36.O00 37.470.545.MPIRAN II iBffi -S TEMANG 2013 BIAYATAHUNANGGARAN STANDAR flP1{i{3b}'ruU1?IK INDONESIA .000 36.000 3s..000 50.000 Ormg/Kali Ormg/Kali l2. ll Diklat Pimpins Tk.000 1.tooNEStA STANDAR BIAYA MASUKAN TAHUN ANGGARAN 2013 YANG BERFUNGSI SEBAGAI ESTIMASI BIAYA UANG TNANSPOR KECIATAN DALAII{ '(ABUPATEN/KOTA BIAYA KEPERLUAN SEIIARI.261.000 37.000 37.1 4. RAPATBIASA a.000 36.000 37.

O00 36.00o I 14..O00 r 1.000 25.000 34.OOO 25.OOO I l 14.000 41. Rayon II c. Anggotayang sakit d.000 11. Operasi dan Latihan/Diklat Lainnya/Pra Tugas Operasi c.000 | 14.t Anggota TNI/POLRI Non Organik a.2 Rayon II Rayon III ". Tahanan AnggotaTNl/Polri .3 I I I .3 Rayon III b.O00 14.000 SATUAN BIAYA PENGADAAN BAIIAN MAKANAN 7.000 14.OOO 30. Operasi Pasukan termasuk creut kapeJ laut/terbang a.oo0 | 14. Rayon III Dterah Khusus Rayon III PasienRumah Sakit a.OOO 45. OH OH OH OH OH OH OH OH OH OH OH OH OH OH OH OH OH OH OH OH OH OH OH OH 42.3 Rayon III e.000 | 13..000 10.000 11.000 15.000 15.000 51..OO0 19. RayonII Drerah Khusus Rayon II c.000 14.000 22.o00 32.3 Rayon III c.2 I I I I I I | 7. Dikma TNI/Polri b.l RayonI .000| 14.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA (dalam NO (i Kepulauan Riau Jambi Sumatera Barat Sumatera Selatan Lampung Bengkulu Bangka Belitung Banten Jawa Barat DKI Jakarta Jawa Tengah DI Yograkarta JawaTimur Bali Nusa Tenggara Barat Nusa TenggaraTimur Kalimantan Barat Kalimantan Tengah Kalimantan Selatan Kalimantan Timur Sulawesi Utara Gorontalo Sulawesi Barat Sulawesi Selatan Sulawesi Tengah Sulawesi Tenggara Maluku Maluku Utara Papua Papua Barat 7 URAIAN SATUAN (21 (3) Orang/Kali Orang/Kali Orang/Kali Orang/Kali Orang/Kali Orang/Kali Orang/Kdi Orang/Kali Orang/Kali Orang/KaIi Orang/Ituli Orang/Kali Orang/Kali Orang/Kali Orc.000 36.000 36. Rayon I Drerah Khusus Rayon I b.000 30.OOO 30.000 11.000 20..000 32.2 Rayon II .000 17.000 41.3 Rayon III Narapidana/Tahanan a.z r<ayonlr .000 l I 11.OO0 10.OO0 13.1 Rayon I d..l Rayon I b.000 15.000 11.2 Rayon II d.000 11.OOO 34. Ravon III I I | *1 l"vo"J.2 Rayon II b.O00 12.3 d.000 17.nglKaJi Orang/Kali Orang/Kali Orang/Kali Orang/Kati Orang/Kali Orang/Kali Orarg/Kali Orang/KaJi Orang/Kali Orang/Kali Orang/Kali Orang/Kali Orang/KaIi Orang/Kali Orang/Kali BIAYA TA 2013 (4) rs.000 36. Rayon I b.000 27.OOO I I r3.000 I I I | I I I I I I | | I | 7.000 | 11.000 18.1 Rayon I .000 16.O00 13.000 13.

OO0 8. Rayon II c. Rayon II c.16 Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial (PMKS) a.000 s74. Rayon I b. Rayon III OH OH OH OH OH OH OH OH OH 25. Rayon II c. Rayon I b. Rayon II c.000 27. Rayon III Kelompok Tenaga Kesehatair Kerja Pelayaran a.9 7.000 482.000 BIAYA KONSI'MSI TAHANAN BIAYA PEMELIHARAAN SARANA KANTOR 9.000 37.000 Seruice (VTIS) OH OH OH OH OH OH OH OH OH 30.000 30.1 9. Rayon III Petugas Pengamatan Laut a. Rayon I b.ooo 32. Rayon I b.000 30.7 9.12 7.OOO 27.000 36. Rayon III ABK Aktif pada Kapal Negara a.MENTERIKEUANGAN REPUBLIK INDONESIA -3- 7.13 7.000 25.10 7.OOO 30.5 7. Rayon II c. Rayon II c. Rayon II c.000 41.000 32.000 8.4 9.718.OOO 36.OOO 5.000 34.000 20. Rayon I b.000 32.000 OH OH OH OH OH OH OH OH OH OH 30. Rayon III Mahasiswa Militer/Semi Militer a.000 17.OO0 36.2 9. Rayon III Petugas Stasiun Radio Pantai (SROP) dan Vessel Trafrc Information a.OOO 30. Rayon III Malasiswa/Siswa Sipil a. Rayon III Penjaga Menara Suar (PMS) a. Rayon III Petugas Bengkel dan Galangan Kapal Kenavigasian a.000 32. Rayon I b. Rayon II c. Rayon lll Keluarga Penjaga Menara Suar (PMS) a.OOO 30.4 7.OOO 6.000 30.059.000 36.000 30.8 7 . Rayon II c.000 36.OOO 546.000 36.7 7 .6 9.000 36. Rayon I b.000 18. Rayon I b.o00 32. Rayon II c.11 7. Rayon III RescueTeam a.000 27.000 32. Rayon II c.859. Rayon II c. Rayon I b.6 7.3 9.8 Inventaris Kantor Personal Komputer/Notebook Printer AC Split Genset lebih kecil dari 50 KVA Genset 75KYA Genset 10OKVA Genset 125 KVA Pegawai/Tahun Unit/Tahun Unit/Tahun Unit/Tahun Unit/Tahun Unit/Tahun Unit/Tahun 59. Rayon I b. Rayon III ABKCadangar padaKapal Negara a. Rayon I b. Rayon I b. Rayon III Petugas Pabrik GasAga untuk Lampu Suar a.5 9. Rayon II c.OO0 34.000 25.14 7.000 30.554.000 32.aOO 30.15 7.000 36.OO0 .000 32. Rayon I b.

III.340. Belanda d.l lO.000 145.000 12.000 3.000. Ke BahasaJepang c.g 9..Strata 2 dan Spesialis 1 .LA7.2 Halaman Halamaa Halaman Halaman Halaman Jadi Jadi Jadi Jadi Jadi 1 3 SATUAN BIAYA PENGGANTIAN UNTUKPEGAWN BARU Pegawai/Tahun 1 4 SATUAN BIAYA BANTUAN BEASISWA PROGRAM GELAR/NON.'EMAIIAN DAN PENGETIKAN 12. Jerman e.500. Ke Bahasa Asing Lainnya INVENTARIS LAMA DAN/ATAU PEMBELIAN II|VENTARIS I I I Halaman Halaman Halaman Halaman Halaman Jadi Jadi Jadi Jadi Jadi 125. Uang Buku dan Referensi per tahun .000 145.226.Diploma III .OO0 13.200.000 145.Strata 3 dan Spesialis2 b.L4 9.72 9.'ENIS .000 200.'v I / .17 Genset 15OKVA Genset 175 KVA Genset200 KVA Genset 250 KVA Genset275k{.000 5. Dari Bahasa Asing Lainnya Dari Bahasa Indonesia ke Asing a.LO 9.ooo 20.000 11.250. Dari Bahasa Prancis.16 9.754.oo0 1.1 ProgramDiploma I.OOO 20.GELAR DALAM NEGERI 14.000 19.326.Diploma IV dan Strata 1 b.225.OO0.oo0 I I i I I I I OT OT OT OT 1 5 ISATUAIT BIAYA SEWA MESIN FOTOKOPI | 15.rN eR -.000 2.t\\\\\ . Bahasa Indonesia ke Bahasa Inggris b.O00 I4.000 1 1 SATUANBTAYATOGAMAHASISWA ] L2 SATUAN BIAYA PENER.000 25.000 1.530. h^ '€r* wffi@ KEUANGAN MENTERI INDONESIA REPUBLIK W -4- (daIam tYo t URAIAN SATUAN (3) Unit/Tahun Unit/Tahun Unit/Tahun Unit/Tahun Unit/Tahun Unit/Tahun Unit/Tahun Unit/Tahun Unit/Tahun BIAYATA 20L3 (4) t2l g. Biaya Hidup dan Biaya Operasional . Ke Bahasa Prancis.Diploma I dan Diploma III .4 TogaHakimAgung Toga Hakim Konstitusi Toga Hakim pada Pengadilan Negeri/Tinggi dan Pengadilan P4jak TogalaksapadaPengadilanNegeri/Tinggi I I I I I I Orang/Stel Orang/Stel Orang/Stel Orang/Stel Orang/Stel 5.000 1.000 1.IA Genset30O KVA Genset350 KVA Genset450 KVA Genset 5O0 KVA I I I I I I I I I I 10.Z tr.Diploma IV dan Strata 1 14.11 9.Strata 2 dan Spesialis 1 Strata 3 dan Spesialis 2 OT OT OT OT OT 15.000 145.OOO 16. Jerman e.L5 9.O00.2 Program Strata 2/SP-1 dan Strata 3/SP-2 a.o00 1. Ke Bahasa Mandarin.OO0 2.13 9.o00 300.OOO 1 0 SATUANBIAYATOGAHA(IMDANJAKSA l0. Biaya Hidup dan Biaya Operasional . Bahasa Inggris ke Bahasa Indonesia b.000 200.Diploma I .t/l/.800. Dari Bahasa Mandarin.637.100. Belanda d.000 16.000 12.1 DariBahasa Asing ke Indonesia a.000.000 LA. Dari BahasaJepang c.500.000 5.000. Uang Buku dan Referensi per tahun .100.589.343.tesinFotokopi Drgftal 1 6 IHOIVORARIUM NARASUMBER KIIUSUSI IPAKAR/PRAKTISI/PEMBICARA Bulan/Unit Bulan/Unit OJ I I sEMTNAR/RAKoR/sosrALIsAsr/DrsEMINAsr/FGD/TGGIATAN Iunrur KEGIATAN ISE.3 70.000 800.750.O00 125.000 200.1 Mesin FotokopiAnalog I f 5.000.2 10.000 800.000 200. dan Diploma lV/Strata 1 a.

O00 29.26 SULAWESI BARAT un!t/Tahg1 Unit/Tahun Un t/Tahun 2e:21q.OO0 29.K. PRIABAT ESELON I 3 .380.000 29.340.450. YOGYAKARTA 3 .4lO.4OO 29.OOO 29.:090 29. 1 2JAWA BARAT 3 . 1 0BANGKA BELITUNG 3 .000 29. 1 6 JAWA TIMUR 29. 1 4 JAWA TENGAH 3 .880.430. PF^IABAT NEGARA 2 .0_00 29.000 29.-q9_9 29.2 3.I.32 PAPUA 3 .800.340.430.430.OOO 293_4_q:g_0_o 29.000 30.000 29.1 3.4 ACEH SUMATERA UTARA RIAU KEPULAUAN RIAU 3.I. 3 3 PAPUA BARAT Un t/Tahun Un t/Tahun Un t/Tahun Unit/Tahu1_ Unit/Tahun Un t/Tahun Un t/Tahun 2e. 1 8 NUSA TENGGARA BARAT 3 .OOO 3. 2 5 GORONTALO 3.OOO 3 .430. r 7B A L ] 3 .O00 30. 9 BENGKULU 3 .OOO _ UnitlTalun Unit/Tahun Unit/Tahun Unit/Tahun Unit/Tahun Unit/Tahun Unit/Tahun Unit/Tahun Unit/Tahun Unit/Tahun Unit/Tahun Unit/Tahun 3 . 2 1 KALIMANTAN TENGAH UnitlTahul Unit/Tahun Unit/Tahun 29.000 29.800.230._56_0-:. 2 8 SULAWESI TENGAH 3 .060. 6 SUMATERA BARAT Ulit/Tahun Unit/Tahun UnitlTahun Unit/Tahun Unit/Tahun Unit/Tahun 3 . 2 0 KALIMANTAN BARAT 3 .000 29. 2 7 SULAWESI SELATAN 3 .730.750.O00 29. PRIABAT ESELON II 38.930.41o. PROVINSI SATUAI{ BIAYA TA 2013 (1) (2) (3) Unit/Tahun Unit/Tahun Unit/Tahun Unit/Tahun (4) 1 . 2 2 KALIMANTAN SELATAN 3 . 3 0 MALUKU 3 .450. 3 1 MALUKU UTARA 3. 2 3 KALIMANTAN TIMUR 29.190.OOO 29. 1 9 NUSA TENGGARA TIMUR 3 .010.430. 11 B A N T E N 29:410.5 JAMBI 3 .100. 2 9 SULAWESI TENGGARA 3 . 1 3D.560. 1 5 D.230.430.3 3.840.090.OOO 3 . 7 SUMATERA SELATAN 3 .860.000 36.OOO 29.000 29.000 . 8 LAMPUNG 3 .000 29.000 29.000 29. JAKARTA 3 . 2 4 SULAWESI UTARA 3 .880.000 3 .OOC 3 .oqg 29.1 Pejabat ru NO.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA SATUAN BIAYA PEMELIHARAAIiI DAIiI OPERASIONAL KENDARAAN DINAS 17.510.ooo 30.O00 29.

000 3:8q0.240.000 3.690.000 34 1 1 0 .:oOO 3. 19.ggo 33.470.530.OOO 34._31o.570. 0 0 0 25.730.000 3 4 . 0 0 0 25.480.4501099341020-..380.480.540.880.570. 4.530.000 26.0O0 17. Speed Boat V'i! Unit 2 1 . 17.2 Operasional lalam NO.370. 6. O O O 3.560.000 3.000 25. 14.000 25.540. JAKARTA JAWA TENGAH D.020. 1 1 0 .780. PROVINSI RODA EMPAT DOUBLE GARDAN (4) RODA DUA 1) t.540.630.OOO 34.000 33.K. 1 1 0 .330.000 25.000 3:189.I.000 26.380.O00 3 4 .000 SULAWESI BARAT SULAWESI SELATAN SULAWESI TENGAH pur:jtwE_srrENGG{RA MALUKU MALUKU UTARA PAPUA PAPUA BARAT L7.000 No.480.0O0 _ _ ?s..020. YOGYAKARTA JAWA TIMUR BALI NUSA TENGGARA BARAT NUSA TENGGARA TIMUR KALIMANTAN BARAT KALIMANTAN TENGAH KALIMANTAN SELATAN KALIMANTAN TIMUR SULAWESI UTARA GORONTALO (3) 25.000 34 1 1 0 .250. 18.000 g:13_g:o_0_0 3.000 3. 0 0 0 25.000 3 4 . 10 11 I2 13.000 94 1_10:000 3:190. 1 5 0 .110.OOO 25.250.530.000 26..000 34.000 3.500. 26 27 28.200. 0 0 0 3 4 .430.OO0 34.000 25.MENTERIKEUANGAN REPUBLIK INDONESIA -6- t7.410.0OO 3. np{e 9_{!t}9gq lShanan Kejaksaan 3 .pqq 2q:199:ooo34:3?_9:qOO 26.480.490.380.920..090.000 _ s ! 1lo:o9o 25. 0 0 0 25. 16.520.580.O00 34. 0 0 0 3.540. 27.000 3.960.430. 29 30 31 31 33 34.450.000 3.000 34.520.699.000 .730.000 3.380. 24 25. 0 0 0 25. (21 ACEH SUMATERA UTARA RIAU KEPULAUAN RIAU JAMBI SUMATERA BARAT SUMATERA SELATAN LAMPUNG BENGKULU BANGKA BELITUNG BANTEN JAWA BARAT D.000 216.000 2s.630. 23.150. 3.000 2 6 .OOO 3.000 3.450.000 25. (1) Uraian Satuan (3) Unit Biaya TA 2013 (4) (2) 1 Roda 6 2 .000 34 150.000 3:539j0_9_g 3.000 26.11 0 .570.480.24O.I.009 _ es.000 34.630.000 (s) 3.680.290.000 34.000 3.570.000 3.340.OOO 25.530. 0 0 0 25.000 3. 20.3:sqO:O-oO 3.OOO 34.000 93:920.520. 3 1 0 .680.000 3.000 .000 3 4 .99q 26. 0 0 0 39.OOO 34.qqo.O0O 34.000 34.0O0 3.4O0 34 1 1 0 .630. 1 1 0 .450.430.OOO34.000 g.650.OO0 34. 15. 22. 2.000 3..000 3.730._000 34. 5 1 0 .540.540.580.000 25.000 34. 8 9.000 3.OO0 26.3 Roda 6 & Boqt 26.000 26.300.530.250.000 3.430. 5.000 7.000 25.450.0_0-0 25.L90.480.

2 5 0 .860.890.OO0 18.280.090.130.450.080.6T0 41.o90 19:0?01ooo37.OOO 35.250.000 17.320. 31.4 Operasional Patroli Jalan Raya (PJRI dalam ru PJR RODA EMPAT PJR RODA DUA (< 25O CCI PJR RODA DUA NO.400.O00 36. D.080. 0 0 0 23.000 _ 1?10q0. LAMPUNG 9 .130.890.860.250.000 39.000 41.ooo 42.000 18.040.000 44. RIAU 4 .000 44.890. 0 0 0 42.720.400. 7 7 0oo0 35.650.000 36.370.420. KALIMANTAN TIMUR 24.000 41.770. BENGKULU 1 0 . PROVINSI F 75Occl (2) I 1 .000 12930:oo9 36.000 oo0 34.000 1 8 250.000 17.000t0:1-s_o-:goo 43.OOO35.000 17. KALIMANTAN TENGAH 2 2 . KEPULAUAN RIAU 5. 0 0 0 3 8 .OOO 43. NUSA TENGGARA BARAT 1 9 .000 1 7 .000 43. NUSA TENGGARA TIMUR 20.040. JAWA TIMUR 17.130.000 41. SULAWESI TENGGARA 42.000 T7. BANTEN (3) (41 (s) 1 2 .090.390.OOO L7.870.260:ooO 43.0O0 18.940:OOO 17. 6 1 0 .:oqo 41. P_.930.260.000 42.00"0 .9o-q 77.130.130.O80. 31.000 17.000 42.000 !?.970.260.050.160.900.000 42. 0 0 0 17.000 36.000 ?7 SULAWESI SELATAN 28 SULAWESI TENGAH 2 9 .000 43.OOO 18.080.420-OOO 39j59O:009 43.930.650.7_40.000 17.77A.000 30.930.420 o00 39.590.860.25-0.000 44.000 1 7 .000 18.000 42. 33.MENTERIKEUANGAN REPUBLIK INDONESIA L7.000 42.00O 19.860. SUMATERA UTARA 3.130.000 41.OOO 39.000 38. q_ql.580.080.130.770.000 42. 9 9 0 . 8 6 0 000 43.220. 7 7 0000 35.000 43570.000 43.OOO 18.000 38.000 1 8 .930.720.r_Y_OGIIKARTA 1 6 .260.720..060.740.O0O 9-5. ACEH 2 . GORONTALO 2 6 .OOO 18.OOO 18.000 181090:909 37.430. 1 3 0 . KALIMANTAN SELATAN 42.000 40. JAWA BARAT 1 3 .000 1 7 . JAWA TENGAH 1 5 .000 41.590. SULAWESI BARAT 43.090. BANGKA BELITUNG 11.3-q:13-q:gqq 4 1 .4lyEs-l _urARA 2 5 .000 3 6 .0003 7 .000 _38:720:OO0 18.590.770.770.000 :17:61O:go0 3_1:1.580.000 18.000 36. BALI 1 8 .000 17.930.420.000 42. 0 0 0 34.480.I.000 37.000 18.550.260.OOO 18.K. KALIMANTAN BARAT 2 t . JAKARTA L 4 .000 37.OOO 9q'?qo.0q. 6 7 JAMBI SUMATERA BARAT SUMATERA SELATAN 8 .000 42. MALUKU MALUKU UTARA PAPUA PAPUA BARAT t-/ . 7 2 0 .930.

.000 80. D.000 143.000 10.81:00_g 91.00C 10. m:1!4s' mtltahun ls2.000 10.000 148.000 243. SUMATERA SELATAN BENGKULU BANTEN m'/tahun m'Ttahun tn'/tahun -'ltahun r0. 28.8.000 154.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA SATUAN BIAYA PEMELIHARAAN GEDUNG/BANGUNAN DALAM NEGERI ru GEDUNG BERTINGKAT (4) GEDUNG TIDAI{ BERTINGI{AT HALAMAN GEDUNG/ BANGUNAN I{ANTOR NO.OOO 1O.000 154.000 (6) 10.000 14.OO.000 MALUKU UTARA 9l P A P U A 33 PAPUABARAT m'Ttahun -27t"h"" 203:0og 138.000 13.000 KAL_IMANTAN TIV_UF SULAWESI UTARA m'?llqhql m'ltahun *'/tahut 900 170 168.I.OOO .000 84.000 10.rrt m'ltahurt m'ltahut 1 5 .000 95.000 149.o0o 145. D.000 165.000 164. ACEH (3) m'ltahun 2 3 A qf lFh]1t m'ltahun m'ltaltun KEPULAUAN RIAU JAMBI SUMATERA BARAT T.000 165.OOC 86:9_0q 82. JAKARTA L 4 JAWA TENGAH s:l!?l'el m'ltahun m'ltahun 81.000 146. 9 I1 7 .00c .I.000 10.000 10.0o9___ _.000 eq:oqo _ 1q. suLA-wESr m'Ttahun m'Ttahun m'7t"hurt _ p'1-t+uq m'ltahun m'ltahun - rai. m'ltahun m'/tahun KALIMANTAN TENGAH KALIMANTAN SELATAN 145.9 10.00C r42.OOO 162.00o 106.000 83:90q 93. NUSA TENGGARA TIMUR -2o.000 10.000 (5) 92.i9-._o!9 10.OOA L42. 31 !r:1!sh\r'.000 .000 106.000 98.000 10.000 10.000 10.C r44.000 146.000 148. 27.000 357.K.000 86.000 87.000 i 0 .000 10.ooo 188.000 96. JAWA TIMUR 153.000 92.000 10.000 10.000 87.000 82-:oo_9 84. 29 30.000 10.000 T7 BALI 18 NUSA TENGGARA BARAT BARAT 1 9 .000 143.000 10.000 13.000 10.000 153.000 1-o-'90.000 Lu .000 GORONTALO SULAWESI SELATAN SULAWESI TENGAH SULAWESI TENGGARA MALUKU BSF4r ?6.000 13.KALIMANTAN 21.Qq-g i0.000 173.000 171.OOO A2.O00 157.000 87. BANGKA BELITUNG t 2 JAWA BARAT 1 3 .000 13.9J:0oo 97. I PROVINSI Satuan t (21 SUMATERA UTARA RIAU 1 .0-:900 81.o00 10.00-9 82.000 nf ltanan *'Ttahun *'/tahun *'/tah.000 c.oo0 _ 87.000 10.0-90 83. 22 23 24 25.000 6 8.000 10.000 156. YOGYAKARTA 1 6 ..AMPUNG 157.OOO 99.

0oo 7.OOO 8.400.700.ooo 7.o00 7. 28. KALIMANTAN BARAT KALIMANTAN TENGAH KALIMANTAN SELATAN KA_LI\{4NT4N rr}lrlR SULAWESI UTARA GORONTALO SULAWESI BARAT SULAWESI SELATAN SULAWESI TENGAH 7.000 7.I.OOO.400.000 10. 24. 23.209.000.300.OOO.000 7.000 10. PROVINSI BIAYA TA 20L3 (21 _ {3) 6.q:_600:_oog 6.000 1 2 .O00 . 29. 7.500. J_414E r_ SUMATERA BARAT SUMATERA SELATAN _q. YOGYAI(ARTA 1 6 .INDONESIA SATUAN BIAYA SEIIIA GEDUNG PERTEMUAN (per empat jamf dalam rupiah NO.700.OOO 3 0 . JAKARTA L 4 .000 1O:50_0:O9O 10. 22. PAPUA BARAT .100.o00 7.OOO.OOO:OOq6.o0o 1_1:000:0o_0 7. 1 0 . MALUKU 3 1 . BANTEN 8. .000 7.200.000 _ 15_:OOo:OOO 7.OOO 15. KEPULAUAN RIAU 1.100.500.000 5 .500.OO0.ooo* 8.000 7. D. 26.200.800.000 7.500.ooo_ 11.200.600.000 9.500. JAWA TENGAH 1 5 . NUSA TENGGARA BARAT 1 9 . RIAU 4 .300. (1) ACEH 2 .000 p_u_LAwESr_ TENGGARA 7. BENGKULU 6.I.OO0 11. D.500. 25.K.OOO. SUMATERA UTARA 3.000 6. NUSA TENGGARA TIMUR 17. JAWA TIMUR L7.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK. JAWA BARAT 1 3 . 27.ooo 17.OOO 20. PAPUA 3 3 .500. BALI 1 8 . BANGKA BELITUNG 11. LAMPUNG 9. 2L.OOO. MALUKU UTARA 31.

900.000 7 9._. D.000 740.000 2.900.000 2.ooo 20.700.000 .OO0 680.000 2.e00.000 650. KALIMANTAN TIMUR 24.000 2.700.000 2.000 2.800. SULAWESI TENGGARA 30.000. B .000 9.900.600.700.000 1-800.000 2:boo:ooo 2.000 640.900.100.000 640.800.000 730. SULAWESI SELATAN 28.900.000 3.ioo.200.I.900.TERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA SATUAN BIAYA SEUIA KENDARAAN (per delapan jam) ru NO 1 1 .OO0 730.000 1.400.000.000 650.900.000 4.ooo 760.100.00. MALUKU 3 1 .600.800.000 3.000 1.000 640.800.000 640.500.700.OO0 1.Q_qg 1. KALIMANTAN BARAT 2 L . YOGYAKARTA 16.700. LAMPUNG BENGKULU 1 0 .00_0 2.000 1.800.000 3. !20.OOO 1.000 710.000 649.000 3.000 1. NUSA TENGGARA TIMUR - isoo.ooo 3. JAWA TENGAH 1 5 .000 830.000 7i0.000 640. 650.000 2.900.000 1. D.000 2. GORONTALO 2 6 .800.000 2.000 1.000 3.000 650. SUMATERA UTARA RIAU 2.ioo.000 KEPULAUAN RIAU 5 '6 { ly g_r_ _ SUMATERA BARAT SUMATERA SELATAN - f.o00 2.000 1.800.700. SULAWESI TENGAH 29. SULAWESI BARAT 2 7 . BANGKA BELITUNG 11.LOO. SULAWESI UTARA 25.lq00.000 17. JAWA TIMUR 1.000 t.000 710. MALUKU UTARA 32.000 2.100.000 760.800.000 PA_NJP{_ L 2 .000 650.000 -1.ooo 2.099 3.9_00 640.ZOO:090 1. ACEH PROVINSI RODA 4 RODA 6 / BUS SEDANG RODA 6 / BUS BESAR 710.000.709.000 650.000 1:900.000 820. PAPUA BARAT _ s.000.000 740.500.400.500.000 1.000 2.000 3.800.000 900.000 750.000 2. PAPUA 3 3 .800.ooo 3.0_ 2. KALIMANTAN TENGAH .B A L 1 8 . NUSA TENGGARA BARAT L9.900.ooo 2.800. JAWA BARAT 1 3 .000.MEN.q90 2.000 2 3 4.800.s-oo.000 2.800.ooo 2.ooo 2. _1-:7q910_q9 2.000 1.000 2.700.400.000 1.000 1.000 2.000 1..700.800.300.s-00.400.900. JAKARTA t4.000 _.I.000 3.009 2.K.300.000 950. KALIMANTAN SELATAN 23.000 3.000 6s0.000 2 2 .000 730.000 650.

000 366.000.2.000 350.000 345.000.O00-000 348. 8 LAMPUNG 2 I . 2 .000 .I.000 348.q9_9 378. 2 .090 355.000 353:00.000 363. 2 7 SULAWESI SELATAN 2 t .000 Peiabat Eselon I Peiabat Eselon II 2 1 . 2 . 2 L KALIMANTAN TENGAH 21. 1 q.09. Unit Unit _.000.r7 ALI B 2 t .000.33 PAPUABARAT Unit Unit Unit Unit 364..000 349. r 8NUSA TENGGARA BARAT 2 t .000.K.000.OOO. Unit Unit Unit Unit 2r. 2 . t 9 \USA TENGGARA TIMUR -U1it.000 2L. 2 . 2 .000.2.2.000. 2 . 2 .2.000 372.000. 2 ._099 345.000 370.20KALIMANTAN BARAT 2 1 . L TB A N T E N 2 1 .000.I.000. 1 5 f . 2 3 KALIMANTAN TIMUR 21.000.o00 349.2.000. L 2 'AWA BARAT 2 1 .-.24 SULAWESI UTARA 2 L . 345.000 369. 389:0.2. 3 0MALUKU 2 t .000. 1 4 'AIil/A TENGAH 2 L 2 .32 P A P U A 21.000.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA SATUAN BTAYA PENGADAAN KENDARAAN OPERASIONAL PN'ABAT dalam NO PROVTNSI SATUAN BIAYA TA 2013 466.000 _ Il$r Unit Unit uti! Unit Unit -.000 349. 1 3 ).000 349.000.000 . 3 1 MALUKU UTARA 21.OOO 338. 9 BENGKULU 2L. 2 SUMATERA UTARA 2L. 2 5 GORONTALO 21.OOO. 2 .7 SUMATERA SELATAN 2 I .000 350.2.LO BANGKA BELITUNG 2 I .2. 2 .000.000 362.OO0 368.000 355.22 KALIMANTAN SELATAN 2 1 .000.2. 2 .000.000.2.000. 2 .000.000 366.5 JAMBI 2 t . 2 8 SULAWESI TENGAH 2 L .26 SULAWESI BARAT 2 t .000. 2 . 2 .000.2 2 t . 6 SUMATERA BARAT 21. JAKARTA 2 t .000 376.000 349.3 R I A U _u"iI Unit Unit 2 r .000 349.000. 2 .000 348.CEH 2r. 2 .000. YOGYAKARTA 2 1 . 2 9SULAWESI TENGGARA 2 L .000 347. 2 .000. 1 6 JAWA TIMUR Ugrit Unit Unit Unit Unit Unit _Unit Unit Unit Unit Unit Unit _ 340:900'09q 340. 2 . 2 ..2. 2 . 4 KEPULAUAN RIAU 2r.l Unit Unit 21.000.0_.

000 449.000.000 418. J A M B I 6.000 298.000.000. P A P U A 3 3 .000.000 422.OOO.000.000.000.000 s05.000 417.000.000.000.OO0.000.000. 3ANGKA BELITUNG 11 3ANTEN 1 2 JAWA BARAT 1 3 .000.000 420.O00.000 439. KALIMANTAN TENGAH 2 2 . D.000 271.000.000.OOO.000.OOO 418.000. MALUKU UTARA 32.000.000 181.000. 9. SULAWESI SELATAN 28.000.000 267.000.0o0 170. SULAWESI UTARA 25.000. KALIMANTAN BARAT 2 r .000.000 ACEH Unit Unit Unit Unit Unit Unit Unit Unit Unit Unit Unit Unit Unit 181.000.000 204.OOO 420.000 431.000 187.000.000 314.000 Unit Unit Unit Unit Unit Unit 438. KALIMANTAN SELATAN 23.000. NUSA TENGGARA TIMUR 20.000 302.000.000 414.000 306.I.000.000 435.000 267.000.000 185.000 418.000 432.000 208.000.000 445.000 425.o00 207.000.OOO 2 .000 409.000 Unit SATUAN BIAYA PENGADAAN KENDARAAN OPERASTONAL BUS Uraian Satuan BIAYA TA 2013 (21 Roda 6 dan/atau Bus Sedang (3) Unit Unit (+l 522.000 180.000. GORONTALO 2 6 .000 275.OOO. YOGYAKARTA 1 6 .000 +.000 300.000 269.000 418.000.000.000 1.000 277.000. . SULAWESI TENGAH 29.000 304.000 271.000 181.000. NUSA TENGGARA BARAT i 9 .000 202.000.000 418.000.000 204.000.000.000.000.000 206.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA -12- 22 SATUAN BIAYA PENGADAAN KENDARAAN OPERASIONAL I(ANTOR DAN/ATAU LAPANGAN RODA 4 (dalam ru NO PROVINSI SATUAN PICKW MINIBVS DOWLD GARDAN 418.000.000 312.000.000.000 270. KALIMANTAN TIMUR 2 4 .OOO.000. JAWA TIMUR Unit Unit Unit Unit Unit Unit Unit Unit r77.000. B A L I 1 8 .000 179.000.I.000 271. PAPUA BARAT 23 No.000.0O0.000 172.000.000.K.000 180.000.000.000.000.000 409. JAWA TENGAH 1 5 .O00.000. KEPULAUAN RIAU 5.000.000.000.000 214.000.000.000 437. D.000.000.000.000.000 433.000.000 414.000 181.000.OO0 418.000. I I Unit Unit Unit Unit Unit 302. SULAWESI TENGGARA 30.000 201.000 271.00o 177.000.000 270.000 172.000 182.000.000.000.000 216.000 267.355.000 441.000.000.OOO 3ENGKULU 1 0 .000 262.000 414.AMPUNG 272.000 218. MALUKU 3 1 .000.000.000.000 447.OOO.000 418.000.000 2 Roda 6 dan/atau Bus Besar Vrl .056.000 435.000 262.000.000.000 180. SUMATERA UTARA 3.00o 407.000.000 271.000 182.000 200.OOO 425.000. SULAWESI BARAT 27.000 177.000 181.000 17.000 418.000 260. SUMATERA BARAT SUMATERA SELATAN 8.000 30B.000.OOA.000.000.000 272.o00. RIAU 270.000.000.OOO 277.000 i87.000.000.000 181.000 210.000 271.000 299. JAKARTA 1 4 .000 316.

0o 29.. PAPUABARAT .-ooqpqo_ 37.000. SULAWESI TENGGARA 30.oqg:qog 31.000.000 34. MALUKU 32:000.K.9:q90.000. JAWA BARAT 1 3 . O O O .000 34.000 _ .92.000. SULAWESI SELATAN 28. _ Unit Unit 3l:090. O O O .000 36.000 30..0q0 29. ___ 30.000.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA -1324 SATUAN BIAYA PENGADAAN KENDARAAN RODA 2 OPERASIONAL I(ANTOR DAN/ATAU LAPANGAN (dalam NO PROVINSI SATUAN OPERASIONAL KANTOR t4l LAPANGAN (51 12l I .OOq. -__ 31-. JAWA TENGAH 1 5 D.OOO 31.099:-0_q0 31. _ ?e.q3:gog:qoq q-s_.OOO -. U-n!t .000 7: 9 8 .000. O O O 33. KALIMANTAN TIMUR 24.000 TENGGARA BARAT L9.000.-ooo 30._ _rt4!. YOGYAKARTA 1 6 . KALIMANTAN SELATAN u41 9ni! uri! Unit Unit Unit Unit Unit _ _ tlnit Unit _.000.o00 _99.OOO _-9-0:9. .OOO 30. SUMATERA UTARA 3 4 3 1 . Unit 30.000 28.00{ __ 35. GORONTALO 2 6 .000.000 3&000.000. t3t V-ri!.ooo. D.000.OOO.. BANTEN t 2 .qgo _ -_35.qo. LAMPUNG 30. SULAWESI UTARA 25.000.oo0 19:NUSA _ 29.000.000.000.00_0 3O.000.000.000 35. MALUKU UTARA 32.ooq:qoo -.000.000.. J A M B I 6 u$t Unit I-lfr_it Unit Unit 9yl4trERABARAI SUMATERA SELATAN BENGKULU BANGKA BELITUNG 3l:qoq:qq-o 3 1 . ?8.ARATIMUR 20.OO9 _3_1.000 31.000.000.00q.000 . 36.09_q unit_.000 29.000 ?.000.33. SULAWESI TENGAH 29.000 30.000.I.000 .000 q0. JAKARTA 1 4 .000.000 11. Unit Unit Unit RIAU KEPULAUAN RIAU 30.O00.000 30.000 33.000 lAlu{_ -9e-.000_ 33.000.I.-_ ..00-oj_00--o- 5..000 -33j0q0:000 34.000_.000 33.000. JAWA TIMUR 17.000 2 . SULAWESI BARAT 27.000j00_0 29:OOO1OOO 19: uqi!.0-oo ?9_1q0_o_:0. NUSA TENGG. _3-2:000. KALIMANTAN BARAT 2 L .000 _ _29:900.Ufttl U-ltt .000 9"it Unit _ Unjt Unit Unit 3 1 .q-o_o_ 34.000 _ 35. .000. O O O .000. BALI .___q9_:09q000 35.OOO.000.000.OOO.0o0 _ 3l:OOO:qqo .000.000 23.00q.000. KALIMANTAN TENGAH 2 2 .:OOO.000 31.090:099 33.009 32.ooo _3-0.00O 33.000 ?8:000.

O00 610.000 _460:0_0.000 550.000 1.300.000 590.000 750. ]ULAWESI TENGAH 29.000 850.000 530.000 920.000 490.000 450.0 460.000 520.000 t7l 980.000 _149:9_0_0_ 390.000 780.000 390.000 410.000 4s0.O00 390.000.K. J A M B I 6 .000 500.O00 610.000 900.000 sgo.OO0 350. I(EPULAUAN 5.09q 430.000.000 1.000 500.{WESI UTARA 25.000 520.ssq'.000 900. )IUSA TENGGARA BARAT 610.OOO _ 110jp_o_o 44o.000 450.000 400.O00 440.q09 450.000 6so.000 400. SULAWESI BARAT 27. L7 B A L I 1 8 .000 450.KEUANGAN MENTERI TNDONESIA REPUBLIK -L425 SATUAN BIAYA PENGADAAN PAKAIAN DINAS ISTEL} ITO PROVINSI PAKAIAN KERJA DOKTER (3) 610.000 s40.000 6qg:000 _ 6s0.000 610.000 680.000 850.499900.000 500.000 500. ]ULAWESI TENGGARA 30.000 450.000 660.OO0 450.000 400.000. KALIMANTAN BARAT 2 L KALIMANTAN 22 KALIMANTAN TENGAH SELATAN __-.OOO 9 .000 460.000 600.00o 530-OOO 500.o00 650.000 6 1 0 .000 440. LAMPUNG _ _15o.0oo 440.000 650.000 390.000 900.O00 360.OO0 930.000 440.000 650.000 450.000 550.200. YOGYAKARTA JAWA TIMUR 3s0.000 600.000 440.O00 650. ]UI.000 380.000 950.O00 650.000 660.O00 3.O00 440.000 440.000 450.000 1.000 440.000 _ _ .000 460.000 340. GORONTALO 26.o00 lo. PAPUABARAT s90.000 6s0.000 660.000 390.000 6sq:q0o _ .O00 360. JAWA BARAT 13 D.000 440.000 450.000 850. O O O _* 44_0:qq_q360. JAKARTA l4 IJ.000 s9q.I.000 850.100.000 460. 6so.000 610.000 650.000 __ *914.OOO PAKAIAN DINAS PEGAWAI/ PERAWAT (4) PAKAIAN SERAGAM MAHASISWA/I PAI{AIAII KER.I.o00 590.000 500.400.9-qg 500.000 900.000 400.000 390.'A soPIR/ PTSURUH (6) PAKAIAN KEzuA SATPAM (U \CEFI (2) SUMATERA UTARA (s) 400.000 1.200.000 8so-ooo 910.000 800.000 800.O00 380.000 700.000 500.000 610.000 790.O00 1qg.000 1.1O_O-:0-0_q 400.000 450.000 500.qq_o 500.000 650_OOO 1 9 NUSA TDNGGARA TIMUR 20.000 970. BENGKULU l 0 BANGKA BELITUNG 1l BANTEN t 2 .000 500.000 24.000 900.000 1.O00 900. SUMATERA BARAT RIAU 4so. ]ULAWESI SELATAN 24.000 490.000 490.000 600.000 500.000 550.000 650.Q00 380.000 450.000 900.000 460.000 t"l .000 500.o00 400.000 500.000 1.000 460.000 440.000 ___q9o:090_ 460.qg-o 400.000 1.000 23 KAL]MANTAN TIMUR 4so.s00.000 620.000 390.000 360.O00 650.000 JAWA TENGAH D.000 SUMATERA SELATAN 8 . R I A U 4 .000 900. MALUKU 3 1 MALUKU UTARA 32 P A P U A 33.

OOO 300.000 . I I PROVINSI QI ACEH HALFDAY FULLDAY FULT.ooo 450.000 260.450.SOARD 2 3 4.O00 .000 260.I.O00 1. 26 27 28.O00 450. 20.000 500.000 350.OOO 18 t9.ooo 400. 30.OOO 41s.000 450.OOO 350.O00 10.000 930.OOO 240.o00 3i0.o00 1.040.00o 275.000 260.000 310.oo0 305:O00_ 482.300.032.000 310.000 400.160.000 400.OO0 350.000 350.000 450.000 910. 31 32 33 310.000 450.000 1.000 930.025.000 1.OOO el 435. 1 6 .000 930.000 270.000 240.260.OOO 15.000 300.100.ooo 930.000 240.000 220.000 930..000 800.000 260. 2L 22.020.OO0 1.000 910.000 240:OOO 290.O00 372.OOO 200.000 220. 29. YOGYAKARTA BALI NUSA TENGGARA BARAT NUSA TENGGARA TIMUR KALIMANTAN BARAT KALIMANTAN TENGAH KALIMANTAN SELATAN KALIMANTAN TIMUR SULAWESI UTARA GORONTALO SULAWES BARAT SULAWES SELATAN SULAWES TENGAH SULAWESI TENGGARA (3) 260.000 545.000 910.000 910.000 521.000 370.OO0 MALUKU MALUKU UTARA PAPUA PAPUA BARAT 310. L4 260.000 910.000 .000 960.120.240.O00 250.000 2.000 400.000 420. 23 24 25.000 800.OOO 425.000 540.116.OOO 400.350.o00 910.870.1 Menteri & Setingkat Menteri DI LUAR KANTOR ru NO. l1 12.000 930.000 350.000 350.OOO (s) 1.000 930.000 1.000 1.000 760.OOO 350.000 1.q00 432.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA -1526 SATUAN BIAYA PAKET KEGIATAN RAPAT/PERTEMUAN 26.OOO 240.020.000 380.000 330.ooo 825. 5 6 7 8 9 SUMATERA UTARA RIAU KEPULAUAN RIAU JAMBI SUMATERA BARAT SUMATERA SELATAN LAMPUNG BENGKULU BANGKA BELITUNG BANTEN JAWA BARAT D K.000 310.000 1.000 1. JAWA TIMUR 17 ?sq.OOO 800.000 930.OOO 370.000 1.OOO 240.OOO 400. JAKARTA JAWA TENGAH D I. 13.OOO 240.000 458.

SUMATERA SELATAN 8 .000 287. JAWA BARAT 1 3 .000 725.000 340.000 324.O00 A.000 210. JAKARTA t4.000 830.000 675.OOO 290. SULAWESI UTARA 25.000 401.000 645.16- 26.000 335. GORONTALO 26.000 690.000 235.000 760.000 210.000 400.000 810.000 820. D.000 245.000 340.000 190.000 379.000 280.000 1.000 750.000 350.000 320.000 210.000 700.OOO 185.000 180.000 456.000 188.000 190.000 190. YOGYAKARTA 1 6 JAWA TIMUR t7 BALl 1 8 NUSA TENGGARA BARAT t9.000 340.000 200.O00 250.000 344. BENGKULU 10.000 320.000 280. SULAWESI BARAT 27 SUT.000.000 181. JAWA TENGAH 1 5 .000 490.000 408.OOO 770. J A M B I 6 .OAO 190. MALUKU 3 1 MALUKU UTARA 32 P A P U A 33.OOO 340. LAMPUNG 9 .I. KEPULAUAN RIAU 5.CEH 2 .000 390.WESI TENGGARA 400.OOO 350.OOO 280.000 690.000 336.I.OOO 744.MENTERIKEUANGAN INDONESIA REPUBLIK .640.000 640.000 785.OOO 270.000 678. SUMATERA UTARA 3 RIAU 4 .000 280.000 30.000 fULLDAY TULLBOEND NO.OOO 978.000 1. PAPUA BARAT 230.000 190.000 355. KALIMANTAN BARAT 2 L KALIMANTAN TENGAH 22.000 815.OOO 740. SUT-A.000 280.000 250.OOO 200.K.000 230.OOO 720. D. BANGKA BELITUNG 11 BANTE N L 2 .AWESISELATAN 28 SULAWESI TENGAH 29.000 800.000 740.000 190.OO8.000 840.000 740.OOO 740.000 280.000 274. {1} I PROVINSI (21 &l (s) 1.000 270.000 262.000 LV .000 730.000 405.2 Pejabat Eselon I & II dalam ru HALFDAY (3) 207. KALIMANTAN TIMUR 24.000 600.000 165. SUMATERA BARAT 7 .000 790. KALIMANTAN SELATAN 23.OOO 280.000 230.000 24t.ooo 300.000 335.000 820.000 190.000 740.000 420.000 170.000 337. NUSA TENGGARA TIMUR 20.

RIAU 4 .O00 iab-.000 180.O00 180.000 240.000 576.OOO 30.OOO 256.O00 140.000 144.000 505. 10 11 12.000 550.000 230.000 329.000 297.000 540.000 205.000 240.000 494. KALIMANTAN TENGAH 22 KALIMANTAN SELATAN 23 KALIMANTAN TIMUR 24.000 220.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA -L7- 26.000 FULLDAY HI 300.000 1.000 534.000 277.000 347. 6.000 240.000 605.000 305.000 135. D.000 205. SUMATERA UTARA 3.000 645. 13. KEPULAUAN RIAU 5.000.000 157.000 157.000 335.000 175.000 210.000 563.000 175.000 160.OOO -208.OOO 9.000 150.000 540.000 564.000 183.000 210.000 185.000 336. SULAWESI UTARA 25.OOO 230.000 200. MALUKU MALUKU UTARA PAPUA PAPUA BARAT 168.o00 275.000 535.OOO 228.000 330.000 498.000 288.000 445.000 465. 31 32.000 251.000 132.000 130.000 _ 140. YOGYAKARTA 1 6 .000 295.000 755.000 640.000 T'L .O00 235.000 630.I.000 132. SULAWESI SELATAN 28 SULAWESI TENGAH 29 SULAWESI TENGGARA 230.000 570. JAKARTA L+ JAWA TENGAH 1 5 . I I PROVINSI HALFDAY (3) i80.I.000 630.OOO D.3 PeJabat Eselon III Kebawah NO.000 540.000 705.K. BENGKULU BANGKA BELITUNG BANTEN JAWA BARAT 192. GORONTALO 26 SULAWESI BARAT 27.000 280.000 176.000 825.000 130. NUSA TENGGARA BARAT L 9 NUSA TENGGARA TIMUR 20 KALIMANTAN BARAT 2 t .000 228.000 530.000 260.000 395. JAWA TIMUR L7 BALI 1 8 .000 433. 33.OOO 2 .000 165.ooo 310.000 665.000 665.OOO 305.OOO FULLBOARD (21 ACEH (s) 650.000 200.000 145.000 595.000 170.O00 t62. 8 JAMBI SUMATERA BARAT SUMATERA SELATAN LAMPUNG 185.000 480.000 160.000 162.000 479.000 480.

830.000 3.413.797.861.316.161.295.139.492.407.000 7.000 10.065.000 4.065.530.OOO I 7 B 9 JAKARTA JAKARTA JAKARTA JAKARTA BATAM BENGKULU BIAK DENPASAR 4A67.O54.000 3.000 2.44O 4 .O00 5.23r .000 7.193.000 2.081.226.OOO 5.000 14.O00 10 11 T2 13 I4 JAKARTA JAKARTA JAKARTA JAKARTA JAKARTA GORONTALO JAMBI 7.519.000 3.658.18- DINAS DALAM NEGERI (PPI 27 SATUANBIAYA TIKET PESAWAT PERJALANAN (dalam ru NO KOTA ASAL SATUAN BIAYA TIKET TUJUAN (3) AMBON BALIKPAPAN BANDA ACEH BANDAR LAMPUNG BANJARMASIN BISNIS @l (1) 1 2 3 4 5 el JAKARTA JAKARTA JAKARTA JAKARTA JAKARTA 13.824.285.OOO 5 .599.888.867.305.664.000 3 .674.000 2.Qqo 4.000 4.000 2.861.000 8.466.000 2.856.OOO 5.001. 0 0 0 2.000 10.OOO .OOO 5.O4O 5.OOO 2.ooo 4.OOO 6.OOO 2.4L2.000 7.000 3.000 9.695.O.583.OOO 14.230.824.829.000 3.44+.000 7.808.000 3.081.O00 4.824.000 3.984.ooo 7.86t.348.268.952.OOO 2.OOO 5.ooo PALU PANGKAL PINANG _3q 31 32 33 34 35 36 37 3B 39 JAKARTA JAKARTA JAKARTA JAKARTA JAKARTA JAKARTA AMBON PEKANBARU PONTIANAK SEMARANG SOLO SURABAYA TERNATE TIMIKA AMBON AMBON AMBON AMBON DENPASAR JAYAPURA KENDARI MAKASSAR MANOKWARI 9.000 3.000 2.268.OOO 20 2I 22 23 24 JAKARTA JAKARTA JAKARTA JAKARTA JAKARTA MATARAM MEDAN PADANG PALANGKARAYA PALEMBANG 25 26 27 28 29 JAKARTA JAKARTA JAKARTA JAKARTA t6. 4 t 2 000 5.434.262.000 5.177.000 3.OOO 2.O22.ozt.O16.OOO 4.182.027.583.102.OOO 4.OOO 2.000 7.000 7.OOO t7 1B L9 JAKARTA JAKARTA MAMUJU MANADO MANOKWARI 1.824.7 Br .OOO 4.000 15 I6 JAKARTA JAKARTA JAKARTA JAYAPURA JOGJAKARTA KENDAR] KUPANG MAKASSAR MALANG ' 5.000 r.000 3.OOO 2.460." MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA .995. 4 7 L 000 4.455.000 z.OOO 8.000 1. 11 3 .00O 2.107.000 4.000 EKONOMI (5) 7.568.000 - s.252.519.353.L82.OOO 4.252.342.364.OOO 4.O4O 6.000 2.000 13.9B4.OOO 7.487.

000 5.000 9.OOO _6.449.00O 19.749.150.000 18.760.000 2.OO0 9.408.O00 4.ooo g0_0 5:B4q 4.o00 5.316.000 2.097.000 6.BB91OO0 18.OO0 f5) 3.000 9.129.5:3_g.q:.14_0.305.000 8.702.193.OOO t5.000 5.000 9.637.O00 6 .739.000 6.ooo 19.749..000 5.445.000 9.674.KASSAR MALANG MANADO BANDARLAMPUNG BANDAR LAMPUNG BANDAR LAMPUNG MATARAM MEDAN 14.000 L/ .444.445.000 BALIKPAPAN 53 54 .zz.OOO BALIKPAPAN BALIKPAPAN BALIKPAPAN BALIKPAPAN BALIKPAPAN BALIKPAPAN BALIKPAPAN BALIKPAPAN BALIKPAPAN 6._6q_9.000 7.ooo 9.155.140.000 6.439.000 5.000 4.354.g4z.487.OO0 10.O00 to.7r7.OOO 4.000 7.O0_0 5.OOO BANDAR LAMPUNG PADANG PALANGKARAYA 6.o99_ 5l 52 to. L L 9 oo0 6.647.OO0 5.445.OOO 4.380.380.OOO 5_:123.257.000 3.412.00O 6.167.530.369.OOO 3.926.076.086.813.ooo L2.279.OOO 15.000 10.000 1O.OO0 5.765.626.305.000 11.B4O.445.000 5.493.947.O00 9.664.zcg.5.o[z.760.O00 12.OOO 10.071.000 3.OOO 4.OOO 7p_ 76 77 78 79 BO B1 82 B3 B4 BANDARLAMPUNG BANDAR LAMPUNG BANDAR LAMPUNG JAYAPURA JOGJAKARTA KENDARI BANDARLAMPUNG BANDARLAMPUNG BANDAR LAMPUNG I\44.000 ro.990.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA -19(dalam NO {1) KOTA ASAL QI SATUAN BIAYA TIKET TUJUAN 3) PALU SORONG SURABAYA TERNATE BANDA ACEH BATAM DENPASAR JAYAPURA JOGJAKARTA MAKASSAR MANADO MEDAN PADANG BISNIS @l EKONOMI 40 47 42 43 44 45 46 47 4B 49 50 AMBON AMBON AMBON AMBON 6.845.000 t2.295.4B2. 7 8 L000 7.OOO 10.000 9.OOO !.803.744.798.OO0 4.OOO .530.000 5.161.246.B_ A_LIKP_APAN 55 BALIKPAPAN 56 BALIKPAPAN 57 BALIKPAPAN BALIKPAPAN 58 59 BANDA ACEH BANDA ACEH 60 61 BANDA ACEH 62 BANDA ACEH 63 BANDA ACEH 64 BANDAACEH 65 BANDA ACEH 66 BANDAACEH 67 BANDA ACEH 68 69 PALEMBANG TEKANBARU SEMARANG SOLO SURABAYA TIMIKA DENPASAR JAYAPURA JOGJAKARTA MAKASSAR MANADO PONTIANAK SEMARANG SOLO SURABAYA TIMIKA BALIKPAPAN 70 7I 72 73 74 BANDA ACEH BANDAR LAMPUNG BANDAR LAMPUNG BANDAR LAMPUNG BANDAR LAMPUNG BANDAR LAMPUNG BANDAR LAMPUNG 10.O00 9.236.000 5.000 3.000 8.134..OOO 4.OOO t2.508.000 2.594.985.OOO BIAK DENPASAR 1 4 .199.000 4.113.000 3.401.000 811_6_1.OOO 7.835.000 10.OOO BANDA ACEH BANJARMASIN BATAM a.ooo 5.1+9.OOO 4.568.504.979.760.648.150.O00 3..354.000 3.O4O 8.L29.996.000 8.O00 3.

ioo 5.412.000 10.439.Izg.ooo 4.476.006.OOO T L 2 BANJARMASIN 1 1 3 BANJARMASIN MEDAN PADANG PALEMBANG 10:516:-00o_ 9.000 8.498.000 4.647.OOO 3. 4:99910_00_ 6.000 2.413.957.936.ooo " 6.380.433.396.049.zaz.O06.OOO r02 103 104 105 106 t07 108 BANDUNG BANDUNG BANDUNG BANDUNG BANDUNG BANDUNG BANDUNG PALEMBANG PANGKALPINANG PEKANBARU SEMARANG SOLO 2.000 8.723.OOO 9.OOO 8.ooo 8.OOO r29 BATAM PONTIANAK 4.824.OOO SURABAYA TIMIKA ts.000 3.337.000 4.OOO s_URABAYA TIMIKA 4.000 2.OOO ir.525.000 1.OOO 9.097.ooo 7.000 13.OOO 5.i23.OOO 4.220.OOO 0oo ).663..OOO 4.316.000 120 L2l r22 r23 r24 BAiAM 125 )2Q r27 t28 BATAM BATAM BATAM BATAM BATAM BATAM BATAM BATAM BATAM BANDA ACEH DENPASAR JAYAPURA to.B24. .sst.ooq 5.000 5.ooo 7.958.000 97 9B 99 100 101 o.000 2.760.63i.370.13s.583.OOO 4.000 4. 6 2 6oo0 92 93 94 95 96 BANDUNG BANDUNG BANDUNG BANDUNG BANDUNG BANDUNG BATAM DENPASAR JAKARTA JAMBI JOGJAKARTA PADANG 3.O22.AOO 2.SAR JAYAPURA JOGJAKARTA ro.375.931.594.000 4.OOO 492O:OOO 9.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA -20- ru NO 1 KOTA ASAL SATUAN BIAYA TIKET TUJUAN (3 PALEMBANG BISNIS EKONOMI (21 BANDAR LAMPUNG BANDAR LAMPUNG BANDAR LAMPUNG 85 86 87 BB B9 90 9L BANDARLAMPUNG BANDAR LAMPUNG BANDAR LAMPUNG BANDAR LAMPUNG PEKANBARU PONTIANAK SEMARANG SOLO AI 4.OOO 3.000 16.599.482.0OO ro.000 3.000 7.000 6.707.OOO )ry 115 116 t!_7_ 118 i19 BANJARMASIN BANJARMASIN BANJARMASIN BANJARMASIN BANJARMASIN PEKANBARU SEMARANG SOLO 7.OOO 5.000 SURABAYA TANJUNG PANDAN BANJARMASIN BANJARMASIN BANJARMASIN BANJARMASIN roq BANJARMASIN 1 1 0 BANJARMASIN 1_11 BANJARMASIN BANDA ACEH BATAM BIAK DENPA.000 3.94L.738.450.OOO 5 .546.000 10.4&.942.OOO 6.289.263.49B.407.931.OO0 /.359.439.OOO 3. 53:Ooq 7.792.-395.000 4.129..OOO 4.193.701..696.000 8.717.856.UUU 2.O00 6.+sa.792.749.OOO 3.386.000 8.O22.000 3.000 7.2}b5.AOO 3.000 4.385.gos.000 2.OOO 3.OOO 3.000 7.936.578.000 - JOGJAKARTA _ MAKAS_SAR MANADO MEDAN PADANG PALEMBANG PEKANBARU - 8.369.824.000 -o.ooo - D.oes.686.O22.OOO 2.ooo i0._qq0_ 8.268.145.ooo 2.000 _ 3_29?:qqo_ 1.000 .iiz.OOO 4.027.OOO 4.000 5.936.000 Ui -tl .642.508.000 4.

728.557.O00 9.000 4.000 9.27B.O00 1.OO0 1€4o:Q09_ 10.4OO 6.OOO SOLO SURABAYA TIMIKA PALEMBANG BALIKPAPAN BANDA ACEH BATAM DENPASAR JAYAPURA JOGJAKARTA 1.OO0 4.477 000 10.OOO 4.r82.000 8.000 16.108.000 4.932.000 4.AOO 4.O00 13.OO0 3.000 7.424.OOO 6.952.O00 3.1 9.OOO 8.OOO 3.000 4.000 7.000 1.193.57 158 159 160 161 L62 163 BIAK BIAK BIAK BIAK BIAK BIAK BIAK BIAK BIAK DENPASAR DENPASAR DENPASAR MANADO MEDAN _.10B.883.O00 6.434.O00 PADANG PALEMBANG PEKANBARU PONTIANAK SURABAYA TIMIKA JAYAPURA KUPANG MAKASSAR ' 16.733.2.000 L5.000 8.476.000 Llt I .909.OOO 4.000 6.000 11.OOO 7-.664.000 9.72e.659.000 2.000 7.O00 9.690.000 2.000 8.OOO T4T r42 r43 114 145 r46 t!7 t48 r49 150 151 L52 153 154 155 156 1.OOO SURABAYA JOGJAKARTA 3.995.680.925.O49. 7 i 8 ooo 16.140.845.O00 3.O92.SEMARANG SOLO 8.648.O00 7.888.OOO DENPASAR DENPASAR DENPASAR DENPASAR MANADO MATARAM MEDAN 4.000 5.541.O9O 3.942.091.OOO 6.091.707.OOO 614?F:OOO 6.O00 15.000 7.OOO 7.OOO 7.O00 7.ooo 15.278.145.000 4.O75.690.873.OOO 2.OO0 PADANG PALANGKARAYA PALEMBANG DENPASAR DENPASAR DENPASAR DENPASAR DENPASAR PEKANBARU PONTIANAK JAMBI JAMBI TIMIKA BALIKPAPAN BANJ_ARM_A_qr_N DENPASAR JOGJAKARTA KUPANG MAKASSAR MALANG JAMBI JAMBI JAMBI JAMBI r64 165 r66 167 JAMBI i 6 8 JAMBI L69 JAMBI 170 JAMBI t71 JAMBI L 7 2 JAMBI 173 JAMBI 1 7 4 JAYAPURA MANADO PALANGKARAYA PONTIANAK .11.4+q.615.B7B.OOO " 6.OOO 5.00O 8.952.000 16.O11.081.851.498.000 8.622 oo0 1 8 .000 11.274.621.551.653.32L.193.OOO 1.OOO 2.733.OOO 5.2.145.407.861.444.353.333.000 4.4OO 4.OOO.OOO 8.568.108.-99O:O09 10.631.3110-oo 18.781.OOO 4.615.O00 8.OOO 1.658.000 9.808.893.472.000 8.129.OO0 6.OOO 4.OOO 7.OOO 3.915.589.ooo 3.390.600.8.OOO io.782.738.OOO 1 2.439.O00 7.899.300.MENTERIKEUANGAN INDONESIA REPUBLIK -2r- NO KOTA ASAL am ru SATUAN BIAYA TIKET TUJUAN {3) SEMARANG BISNIS EKONOMI (1) e 1 3 0 BATAM 1 3 1 BATAM L32 BATAM 1 3 3 BATAM r34 BENGKULU 1 3 5 BIAK 1 3 6 BIAK L37 BIAK l 9 8 BIAK 139 I40 BIAK wl 7.42B.000 4.2.gb6.097.

322.000 5.OOO 3.:q_59j9OO 9.776.OOO 9.873.482.322.327:OO_qLr.7.o3g.0_0q 5.893.000 6.000 6.000 8.9 MALANG ro.ooo 7.749.000 11.000 17.000 8.327.000 MAKASSAR 5.O00 11.000 4.108.386.000 16.000 2.000 .311.O00 9.000 7.O00 5.OOO 2TB 21.000 10.o0o PEKANBARU SEMARANG SOLO SURABAYA TIMIKA JAYAPURA JOGJAKARTA MAKASSAR MANADO SURABAYA ?97 208 209 2LO MAKASSAR MAKASSAR MAKASSAR MAKASSAR Br4K JAYAPURA KENDARI MANADO TIMIKA BALIKPAPAN 2tr 2L2 2L4 MAKASSAR MALANG ?-r_3 MALANG MALANG MALANG MALANG MALANG MALANG 2t5 BA-NDAACPH BANJARMASIN BATAM TQ BI4II JAYAPURA KENDARI 2L7 11.000 ---i. 6 4 8 ..027.os9.717.193.861.OOO 8.108.273.000 3.103.000 5.519.615.658.536.OOO L75 L76 JAYAPURA JAYAPURA t 7 7 JAYAPURA 178 JAYAPURA 179 JAYAPURA 1 8 0 JAYAPURA 1 8 1 JAYAPURA r82 JOGJAKARTA 1 8 3 JOGJAKARTA 184 (5) 11.000 185 186 L87 JOGJAKARTA JOGJAKARTA JOGJAKARTA JOGJAKARTA MANADO MEDAN PADANG PALEMBANG si/22.MENTEBIKEUANGAN INDONESIA REPUBLIK -22- dalam ru NO I KOTA ASAL SATUAN BIAYA TIKET TUJUAN (3) MANADO MEDAN BISNIS EKONOMI el 22.932.204.466.OOO F_Ar4ryr 196 197 KENDARI 1 9 8 KENDARI 799 KENDARI 200 KENDARI 20L KENDARI 202 KUPANG 203 KUPANG 204 KUPANG 205 KUPANG 206 KUPANG g.659.000 4.000 5.568.102.663.000 7.000 3.000 3.786.OOO 4.OOO 5.000 5.OOO 2.O00 18.000 4.obii 4.000 5.840.O22.723.000 9.OOO 4:931.O00 10.O00 16.000 14.770.182. 3 1i .097.455.000 7 819.166.407.000 3.000 P_9NTIAIIAK e.000 1.381. 0 0 0 6.798.000 17. 0 0 0 6.000 9.OOO 5.722.567.000 8.o00 PADANG PALEMBANG PEKANBARU TIMIKA DENPASAR MAKASSAR 9.166.O92.161._000 i5.O87.OOO 9.054.348.167.263.909.000 5.ooo_ 2.000 5.000 10.000 B.LO9.OO4 5.493:0_0q r0.O00 5.OOO 12.765.O00 B._q37:OOO 11 .787.435.536.LO2.380.220.OOO 4.722.OOO 10 129.000 4 .460.969.OOO 4.129.OOO 8.1.134.000 16.OOO - 3.140.633.000 3.48r .OOO 1BB 189 190 191 193 t94 195 r9_? KENDARI KENDARI JOGJAKARTA JOGJAKARTA JOGJAKARTA KENDARI KENDARI KENDARI KENDARI PEKANBARU PONTTANAK TIMIKA BANDA ACEH DENPASAR JOGJAKARTA PADANG PALEMBANG 6.380.000 7.000.525.000 10.953.O00 2.706.OOO 18.289.OOO 10.487.7_.

552.000 6.000 3.AYapuna-* JOGJAKARTA MAKASSAR MANADO MEDAN PADANG PALEMBANG 7.909.012.461.000 14.2B4.574.466.953.O00 4.460.i* -.000 233 234 235 236 237 MANADO MANADO MANADO MANADO MATARAM -_PO_l!TTANAK SEMARANG SOLO SURABAYA TIMiKA BALIKPAPAN .-ooo 7.OO0 6.718.OOO 4.915.803.32t.461.000 9 455.000 8.PADANG PALEMBANG PEKANBARU 13.OOO 2.402.000 15.888.546.958.385.000 4.552.407.000 g:p46.0q0.N*.599.rs3.000 5.145.193.000 9.000 10.230.092.000 LO.R h e.065.738.750.364.QOO5.167.258.55r.851.r72.ooo 10.OOO 8.000 4.OOO 9.OOO 238 239 240 MATARAM MATARAM MATARAM MATARAM BATAM BIAK 5.000 3.739.000 11.311.O00 5.000 4.835.O55.199.OOO 10.000 8.000 14.990.000 _ {5} 6.OOO 9.995.000 4.909.78L.102.OOO 4.7L7.000 4.000 8.134.000 6.867 ooo 4.O22.546.OOO 9.000 6.873.000 16.765.BANDA ACEH BANJARMASIN -' - 12.OOO MATARAM MATARAM MATARAM MATARAM MATARAM 245 246 247 248 249 250 10.000 18.7.439.OOO MATARAM MEDAN 25r 252 253 254 255 256 257 258 259 260 267 262 263 264 2.803.000 8.316.0OO MEDAN MEDAN MEDAN MEDAN MAKASSAR PONTIANAK SEMARANG MEDAN MEDAN PADANG PADANG PADANG SOLO SURABAYA TIMIKA MAKASSAR PONTIANAK SEMARANG SOLO 12.000 9.974.600.000 4.000 5.OOO 8.OOO PADANG PADANG PADANG PALANGKARAYA SURABAYA TIMIKA BANDA ACEH 7.000 6.829.000 8.733.744.OOO 4.OOO 12.000 9.685.OOO 2.000 10.OOO 3.000 15.71.000 5.OO1.I\\\\- .OOO 4.ogg s.246.925.0O0 MATARAM MATARAM PEKANBARU PONTIANAK SURABAYA BANDA ACEH 2.4L7.246.000 8_.637 oo0 4.926.OOO .OO0 12.262.000 7.11.000 12.2B4.899.000 5.OOO 4.OOO 8.696.000 4.OOO 5.504.OOO 6:396.744.O00 13.OOO 8.504.000 5.OO0 24r 242 243 244 MATARAM MATARAM .615.504.O00 to.327.193.OOO 6.OO4 3.937.OOO 4.846.461.000 9.000 9.000 7.////I N-ffi-U \W"r[iTg KEUANGAN MENTERI INDONESIA REPUBLIK W -23- dalam ru NO KOTA ASAL QI SATUAN BI AYA TIKET TUJUAN (3) BISNIS I4l EKONOMI 220 221 222 223 224 MALANG MALANG MALANG MALANG MALANG MALANG MANADO MEDAN PADANG PALANGKARAYA PALEMBANG 225 226 227 228 229 230 23L 232 PEKANBARU TIMIKA MALANG MANADO MANADO MANADO MANADO MANADO MEDAN .706.OOO 4.8:000 7.

326.675.883.O00 278 279 280 287 283 284 PALEMBANG PALEMBANG PALEMBANG PALEMBANG PALU PALU PALU 232 SOLO SURABAYA TIMIKA MAKASSAR POSO SORONG z.Ju 4.000 1s.QOU 7.000 10.252.24L.444.086.477.O00 - 3.O00 3.4A7.423.739.284.000 9.888.OOO PALANGKARAYA PALANGKARAYA PALANGKARAYA PALANGKARAYA PALANGKARAYA PALANGKARAYA JOGJAKARTA MATARAM MEDAN PADANG PALEMBANG 7.060.808.OOO 4.000 3.305.236.000 3..OO0 6.883.O00 2.6 .140.000 4.076.O4O 8.097.578.840.OOO PANGKALPINANG 29r 298 299 PEKANBARU PONTIANAK SEMARANG SOLO SURABAYA 7.894.268.9.OOO 9.000 4.7.Qo9_ 8.000 7.000 6.OOO 8.000 4.MENTERI KEUANGAN INDONESIA REPUBLIK dalam rupial NO 1) KOTA ASAL SATUAN BIAYA TIKET TUJUAN (3) BATAM BISNIS el PALANGKARAYA rcl B.878.663.]{.O22.000 6.OOO 265 266 267 268 269 270 EKONOMI (5) 4.000 4.957.OOO - 4.118.OOO 5.000 6.94L.696.000 4.000 6.000 3.OOO B.187.2.OOO 4.000 SS.739.936.979.O00 3 818.000 2.OOO 1 6 .O00 +.47.OOO 5.000 8..337.000 3.?92.578.466.OOO ?\? 3i4 315 316 SOLO SURABAYA SURABAYA SURABAYA 3 1 3 SURABAYA MAKASSAR DENPASAR JAYAPURA .878.845.000 9. O9.000 4.659.OOO 3.000 .000 4.685. 7 7 1 oo0 9 915.466.514.760.os6.000 _!4AKASSAF TIMIKA i r.262.2gi.642.000 4.000 3.000 5.391.OOO 27r 272 273 274 275 276 277 PALANGKARAYA PALANGKARAYA PALANGKARAYA PALEMBANG PALEMBANG PALEMBANG PEKANBARU SEMARANG SOLO SURABAYA BALIKPAPAN MAKASSAR PONTIANAK SEMARANG e.8E3.469:009 3.733.631.000 8.000 1.412.94 t.000 3.OOO .210.744.198.038.s85.OOO 7.OOO 5.904.765.252.829.O00 3.535.OOO 4.OOO 300 301 302 303 304 305 PEKANBARU PEKANBARU PEKANBARU PEKANBARU PEKANBARU PONTIANAK PONTIANAK PONTIANAK SEMARANG SOLO SURABAYA TIMIKA MAKASSAR SEMARANG 7.O00 3.000 285 PALU 286 PALU 287 PANGKAL PINANG 2BB PANGKAL PINANG 289 SURABAYA TOLI-TOLI BALIKPAPAN BANJARMASIN 290 29L 292 293 294 295 296 PANGKAL PANGKAL PANGKAL PANGKAL PANGKAL PANGKAL PANGKAL PANGKAL PANGKAL PANGKAL PANGKAL PINANG PINANG PINANG PINANG PINANG PINANG PINANG PINANG PINANG PINANG PINANG BATAM JOGJAKARTA MAKASSAR MANADO MEDAN PADANG PALEMBANG 1.0O0 3.{.797.obo 5.OOO 15.000 ' .000 3.888.236.OOO 9.220.262.OOO 4.915.000 3.oob 7.ogo..O4O 4.OOO r.685.000 6.000 12.U(JU s.829.OOO 999 307 308 309 310 311 PONTIANAK PONTIANAK PONTIANAK SEMARANG SOLO SURABAYA TIMIKA MAKASSAR 6.8os.000 3.000 3 915.000 5.626.OOO 8.ooo 1.241".000 12.000 6.23|.781.000 7.000 6.O22.000 7.979.829.433.O00 6.000 7.557.653.161.279.204.OOO 8.sioo 3.091.936.000 3.OOO +.OOO 5.doo 3.706.300.OOO 8.000 9.589.O65..OOO 4.797.000 5.

000 . YOGYAKARTA JAWA TIMUR BALI NUSA TENGGARA BARAT NUSA TENGGARA TIMUR KALIMANTAN BARAT KALIMANTAN TENGAH KALIMANTAN SELATAN OK OK OK OK OK OK OK OK OK OK OK OK OK OK OK OK OK OK OK OK 100.OOO 90.000 70.O00 50.oo0 82.000 90.000 48.O00 t7 18 19 20 27 22 23 24 25 26 JAWA TENGAH D. JAKARTA OK OK OK OK OK 80.000 91.000 110.O00 72.000 70.000 60.O00 115.000 125.000 170.OOO 2 3 4 5 6 SUMATERA UTARA RIAU KEPULAUAN RIAU JAMBI SUMATERA SUMATERA BARAT SELATAN 70.O00 315.000 60.000 115.OO0 125.O00 110.000 125./ .000 48.ooo 110.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA -25- 2A SATUAN BIAYA TAKSI PEzuALANAN DIIVAS DALAM NEGERI NO.K. (1) 1 I PROVINSI QI ACEH SATUAN {3) OK OK OK OK OK OK OK OK BIAYA TA 2013 (41 90.ooo 285.I.000 120.O00 B 9 10 11 L2 13 L4 15 i6 LAMPUNG BENGKULU BANGKA BELITUNG BANTEN JAWA BARAT D.000 KALIMANTAN TIMUR SULAWESI UTARA GORONTALO SULAWESI BARAT 27 SULAWESI SELATAN 28 SULAWESI TENGAH 29 SULAWESI TENGGARA 30 MALUKU 3 1 MALUKU UTARA 32 P A P U A 33 PAPUA BARAT 125.000 60.000 90.000 171.I.000 290.

L78 3.ii 5.822 L4.5'5-9? ___ _8j900 I7 18 19 r7.970 5.269 _ '1.76r 1.520 10.1?4 10.335 23.393 t3.743 9 10 11 L2 13 t4 15 16 A_MERII{A SELATAN Bogota Brazilia Boenos Aires Caracas Paramaribo Santiago de Chile Quito AMERII{A TENGAH Mexico Citv Havana Panama Citv 18.753 New York 14.399 9./ .040 6.966 7.924 6.L87 6.727 e_.902 t4.750 10.24t - 9'2773.494 16.018 2! 874 L 7 325 g.428 5 6 7 8 _QtJqwa San Fransisco foronto Vancouver Washington .63sLl.47L 6.223 3.458 8.399 16.994 ___3.564 7.870 .eir LL.809 6.29r EROPA BARAT 20 2l Vienna Brussels _ 10.702 i.832 15.623 8.240 -9.KEUANGAN MENTERI INDONESIA REPUBLIK -2629 SATUAN BIAYA TIKET PERJALANAN DINAS LUAR NEGERI (PPI dalam U S$ BIAYA TAHUN 2OL3 NO I KOTA (21 AMERII{A UTARA Eksekutif (3) Bisnis 4 Ekonomi q 1 2 3 4 Chicago Houston Los Angeles L2.237 L7.970 5.587 _ _1?.468 11.487 5.353 12.s91 3.713 4:!7-7 _ 5.:357 3.426 11..749 3.089 2.77r 3.2:266 t2.518 - i.130 7.1.

980 9.506 5.537 4.982 6.464 8.O29 7.143 .34t 4.714 6.446 14.73A 3.153 4.478 10.778 I4.031 5./ .850 5.Moscow 42 PEqPAlI!4gR_ 6.851 5.945 7.350 - Bratislava 43 Bucharest 44 Kiev 4s-.033 2.331 25 26 rI.383 3.753 3.856 1'e29 5.631 3.794 8.9TI 9.767 41774 6.333 3.023 9.O49 Oslo EROPA SELATAN 35 36 37 38 39 40 4l Sarajevo Zagreb Athens Lisbon Madrid Rome Beograd t7.825 4.206 3.TOJ?4 LO.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA dalam U NO t KOTA Eksekutif BIAYA TAHUN 2OL3 Bisnis 4 Ekonomi q 2l Marseilles Paris Berlin Bern Bonn Hamburg Geneva 22 23 24 3) 10.056 3.q8q 6.355 3.309 10.126 6.?5*6 4. 4.331 3.931 5.959 4.433 4.277 6.393 8.:o-?q 6.O74 3.773 3.166 5.L13 s.9gg 8.9L7 10.839 10.541 .le3 5.446 4.860 9.92r 6.771.041 3.746 4.158 9.334 ?.681 3.370 27 28 29 Amsterdam EROPA UTARA Copglhagen Helsinski Stockholm London 31 32 34 9q 93 9:696 10.

947 11 11B 5.438 8.570 7.551 9.770 4.536 7.733 5.330 6.255 7.915 5.706 4.552 8.665 5.599 5.tr1 4.747 10:6_q0_ 17.818 AFRII{A TIMUR 5 1 Addis Ababa Nairobi .777 t2.732 8.081 9.281 3.975 4.748 6'1!9 5.900 10.473 6.593 9.052 ro.24r 14.000 6.507 7.O37 3.904 8.700 7.447 +9 50 AFRII{A BARAT Dakkar Abuja 9.451 3.848 8.820 5.419 6.282 5.6L2 3.94L 11.555 6.779 8.808 6.MENTERIKEUANGAN INDONESIA REPUBLIK -28dalam U S$ BIAYA TAHUN 2OL3 NO I KOTA Eksekutif 2 Praque Sofia Warsaw (3) Bisnis 4 Ekonomi 5 46 47 48 8.I75 Ly .72r 4.774 8.910 6.524 56 57 58 18.484 7.966 LI.958 5.275 59 60 67 AFRII{A UTARA Algiers Cairo Khartoum Rabbat 62 63 64 Tripoli T\rnisia 9.848 7._?2_* 53 Antananarive 54 Dar Es Salaam 55 H_etq{g AFRII{A SELATAN Windhoek Cape Town Johannesburg 7.

359 4.343 8.835 L.416 _9.633 2.469 5.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA -29 dalam BIAYA TAHUN 2OI3 NO I KOTA Eksekutif 2 ASIA BARAT 3 Bisnis 4 Ekonomi (s) 5.545 65 66 vteryrqe Baghdad Amman 64oo5.962 80 81 Beijing Hongkong 2.9q9 Uqrryang Seoul ASIA SELATAN 2.976 5.595 3.864 1.283 8.O89 7.156 3.257 1.216 8.43I 4.745 _ 3.679 3.617 13.490 3.675 I.639 5:390_ 6.433 7.321 3.966 82 83 84 85 _OS_ete__ To\yo 3:?o4 3.f+o 2.730 2.737 _qq_ Eebp_sl.3?s 3.- z.9=9 _2 4.O28 .920 .581 2.545 3.298 2.623 1.737 7.905 3.727 3.878 3.205 6.684 9.734 _ 2.785 5.421 3.703 5.66L 8:453 L2.700 3.000 77_ Muscat giyadh ASIA TENGAH _ 7 8 _ Tashkent 79 Astana ASIA TIMUR !3.148 6.510 3:110 3.727 3.56L 67 68 69 70 7I 72 73 74 75 76 Kuwait Beirut Doha Damascus Ankara Abu Dhabi Sanaa Jeddah 6:77! 7.446 6.233 L. __ 87 Teheran _ 6:3oJ 4.999 2.?73 4.643 4.475 3.449 5.

2T2 r.561 J\2 113 _ f_o1!\{qrepby Sydney 5.252 4.562 2:4L7 3.629 3.468 2.633 2.96+ 5.940 4.500 3.150 545 r.558 1.557 t14 Vanimo __ll_s_wgtti[gJo_q_ _ 2.420 1.833 1.780 1.689 M_-elbqqryg 10_e___ " 1 1 0 Noumea 111 Perth _ 4.344 2.886 6.525 5.6L4 766 1.318 6.333 L. 11 9 3.053 L07 108 Canberra Darwin s.833 L.327 92 ASIA TENGGARA Baqdar Seri Bagawan Bangkok Davao Citv Hanoi _e_9- 93 94 95 L.427 659 I.656 r.MENTFRIKEUANGAN REPUBLIK INDONESIA -30dalam U BIAYA TAHUN 2OT3 NO KOTA Eksekutif Bisnis (4 Ekonomi (5 I 2 Colombo Dhaka Islamabad Karachi New Delhi 3 3 .063 5.237 2.900 3:8_14 2.OO9 2.628 2.9r7 1.034 2.677 1.628 r.482 88 89 90 91 2.503 9tL 919 823 I.o92 2.501 4.64L 1.894 1.158 2.453 918 2.195 Ho Chi Minh Johor Bahru Kota Kinabalu 1 0 0 Kuala Lumpur 1 0 1 Manila IA2 Penang 1 0 3 Pnom Penh 97 98 99 1 r!7 1 155 2.926 4.413 .235 525 694 585 1.801 7.?'8F8 3.O25 1.981 673 r.77r _ _ 8.226 3.757 1.627 403 to4 105 106 Singapore Vientiane Yangon ASIA PASIFIK _ ?Q74 I.506 6.740 4.398 4.380 3.202 997 r.687 .

319 1.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA -31 30 SATUAI{ BIAYA PTNYTLENGGARAAN PERWAKILAN RI DI LUAR NEGERI 3O.o?? 1.270 20 20 18 2.947 2.1s0 2.O76 2.220 1.O22 .963 4 5 6 8 9 New York (termasuk KJRI New Yorkl Ottawa San Fransisco loronto 89 89 89 94 1.779 3.1. 1.2.307 42 37 42 42 37 20 18 100 89 100 Vancouver W3lhi11$on AMERII{A SELATAN r. Houston Los Angeles r.899 1.150 90 77 85 r.391 1.478 T.L7O 1.691 2.799 5.270 2.I20 rs2 r29 2.776 L?7 * _ 9 e 2.270 37 37 37 39 2 a.690 2.768 96 153 84 l07 85 95 8l 89 Caracas 20 L6 18 15 17 Paramaribo Santiaso de Chile Quito Lima .690 2. NO KOTA ATK (or) (3) I (21 AMERIKA UTARA Ohicago Langganan Koran/ Majalah (ekslempar/ bulanf (41 Lampu (buah) Pengamanan Sendiri (oBl (6) Kantong Diplomatik (kgl .001 1.307 r.3q 264 259 269 269 254 334 254 254 ..?.O3L 3.L95 ).038 _ .Iamuan (oHl (8) (s) 18 18 18 T9 (71 94 94 94 99 106 94 106 106 94 I 1.270 t.307 r.777 1.099 38 47 33 42 33 37 32 35 18 22 16 1.270 I.836 100 89 __19 Fogg!q _ 11 1.L72 1.509 22 22 23 23 22 28 -.220 7. Pengamanan Sendiri.521 2. Lampu.?.368 ry+t27 L66 127 166 L27 r34 103 101 105 105 99 27 28 29 130 99 " _L9_19 1.910 - 2?22 28 22 .256 1.52L 3.420 2.910 2.553 2.185 L2 13 T4 15 16 L7 Brazilia Boenos Aires r.839 90 88 84 85 83 79 21 22 23 24 25 26 r.150 91 113 79 101 80 r. Kantong Jamuan Diplomatik.I70 L.657 T6 I6 20 Panama Citv EROPA BARAT Vienna Brussels Marseilles Paris Berlin Bern Bonn Hamburg Geneva Amsterdam _ .90 30 334 254 130 99 2.f ATKr Langganan Koran/Mqialah.985 35 35 L7 2.262 18 i9 AMERIKA TENGATI Mexico Citv Havana 1..690 .220 r._ r.373 3.509 i 1.

O29 r32 L23 732 sq D/ Dql Es Qalaee Harare r.962 2.668 1.910 1.220 22 t9 22 L32 113 86 to2 87 r.220 r.978 33 34 35 Oslo EROPA SELATAN 2.947 1. 128 i36 5 5 5 5 5 r.760 _ 2.27L 110 96 95 L17 95 85 i06 85 85 85 93 95 95 103 52 53 n"huie AFRIKA TIMUR Addis Ababa Nairobi {ntananarive I.220 r.73.478 ro2 99 86 + .220 t7l 150 22 79 _ 79.232 2.220 L.179 L.936 r.o7o 7.341 . + ' Bratislava 45 Bucharest r.19 19 20 1.KEUANGAN MENTERI INDONESIA REPUBLIK -32alam NO KOTA ATK (or) (3) (1) (21 BROPA UTARA Jopenhagen Langganan Koran/ Majalah (ekslempar/ bulan! (4) Lampu (buah) Pengamanan Sendiri Kantong Dlplomatik (oBl (6) (ke) (71 232 2L3 Jamuan (oH) (8) 110 101 99 (s) 24 3t 32 Helsinski Stockholm London 2.220 Eqo.895 2. _ ! 4 8 r.082 2.220 _L:22Q r48 145 6 6 2.220 _ L48 148 148 161 __ L.220 183 Praque Sofia Warsaw Budapest AFRIKA BARAT Dakkar t.749 3.669 2.967 _ 1.690 7.9?e_ 1.978 3.270 18 20 20 2.220 1.220 t.ere4 Vatican EROPA TIMUR r.096 _.ILs r.732 1.966 28r 259 254 26L 3.232 2. -2-:_585 3.773 161 158 55 55 53 54 55 2.??o L.776 2.867 t9 47 48 49 50 51 Kig_y -_ Moscow r:229 _ _ _ .34r 2.340 3li 145 156 158 161 165 L77 151 177 22 22 22 26 209 2L5 ro2 L27 2F6 108 36 37 38 39 40 4L 42 43 Zaereb Athens Lisbon Madrid Rome 9.375 2.+rasvc 1.? 2.O82 2.773 L43 t34 143 13e 148 40 35 35 40 35 ral rr' li r .732 rt7 118 12I I23 84 90 91 _?o 2L 93 95 2.220 L. 23 I9 .275 1.?eF 2.

220 I.493 t.534 t.220 346 346 379 379 365 361 346 6 6 6 6 6 6 6 2.L51 139 140 150 40 35 40 r37 131 +o 40 40 r.270 r.19 46 48 49 i..220 140 L47 151 6 6 7 r.I7O L.815 L. !7 49 47 46 44 .?41 1.575 2._ ?.547 1.270 1.]97 1.220 I-longkong Osaka r.962 2.220 5 73 74 7S 76 77 78 79 80 B1 Damascus Ankara _9 5 5 5 c 1:515 1.T7O 42r 385 363 399 385 381 399 408 372 376 394 376 399 408 5 5 J r.7L 173 Muscat Riyadh .096 r32 L28 136 60 61 9sse-lqllr Johannesburs Maputo AFRII{A UTARA Alsiers Cairo Khartoum Rabbat Iripoli Iunisia +?8 5 5 2.220 r.150 46 46 1.170 4t2 J 51 70 7l 72 Saghdad Amman Kuwait Beirut Doha r.250 83 84 85 lashkent 1.464 1.372 e?8 1.220 1.L70 4a _ _.1o 40 43 62 L.574 L9+ 177 L67 183 177 t75 183 51 47 44 48 47 46 r.SIATENGAH 1.220 t. 4 9 45 46 Abu Dhabi Sanaa Jeddah t.055 3.690 1. .524 2.150 1.244 r29 189 A.220 .270 Tolcyo _ 9 ! _ _ -Uglry-g4e 9 1 Seoul 92 Shanshai r.469 t.SIABARAT 68 69 Manama 1.L70 L.r70 1.220 1.244 1.2L2 1.035 2.557 2.233 le __-.220 138 r32 130 6 6 6 1.398 2.449 i.962 1..I73 2.250 L.229 1.035 +6 44 45 48 48 86 87 88 89 Beijing 1..167 2.220 1.220 Astana Baku ASIA TIMUR 1.220 L.170 5 5 5 5 5 181 L73 183 t87 - .220 1.I2O 1.469 1.O29 L.-\.805 192 139 148 .220 82 Istanbul Dubai A.324 2..KEUANGAN MENTERI HEPUBLIK INDONESIA 33 alam NO KOTA ATK (orl (3) (1) 58 59 (21 AFRII{A SELATAN Windhoek Langganan Koran/ Mqialah (ekslempar/ bulanf HI Lampu (buah| Pengamanan Sendiri Kantong Diplomatik (oBl (6) (kel (71 t43 Jamuan (oHl (s) o c t8) 40 2.270 t.220 381 412 439 q 5 6 _ .233 ?.170 63 64 65 66 67 t.363 1.547 r.450 47 47 51 51 r.

220 1.220 52 52 52 5() 6 6 o o 2.221 2.0s2 1.265 97L 75 75 75 73 65 83 83 83 B1 81 66 66 66 _-.329 2.220 t26 _ L?7 t28 Wellineton Suva Dilli L.7lor.170 5 5 5 4)4r 1..917 83 66 69 87 60 62 78 75 74 75 Singapore Vientiane tt4 Yangon 1 1 5 Songkhla L.r20 r.2to t.134 1 .220 52 52 50 52 48 49 o L23 t24 t25 Sydney Valimo L.170 1.220 t.L7O 1.t70 r.r.2:0-89 I.170 1.170 r.9 8 2.170 1.8_0-.O _ q 0 t.??.170 Ho Chi Minh Johor Bahru Kota Kinabalu Kuala Lumpur Manila 47 47 47 46 46 37 37 37 47 BgrenePnom Penh 1.229 L.568 642 3.t59 2.495 1.SIATEITGGARA 101 ro2 103 104 105 106 LO7 108 109 110 111 L12 113 Bandar Seri Bagawan Bangkok Davao Citv Hanoi 1.Iamuan (oHl {8) (1) (21 ASIA SELATAN Kaboul Ieheran Colombo Dhaka (41 50 46 44 45 45 45 46 46 (sl 6 5 5 5 (71 t.220 i.220 r._22 100 92 1.350 1.546 2.1 5 8 6 6 6 6 llq _82 t2s 92 118 89 L23 TL4 LL7 92 86 88 5 5 _ __.160 642 1. 39 49 47 46 47 37 37 5 5 5 5 5 4 4 4 5 4 4 J 1.220 1. l.t70 I.227 1.L79 r.553 93 94 95 96 t.747 Y/ .170 1.KEUANGAN MENTERI INDONESIA REPUBLIK -34Langganan Koran/ Majalah (ekslempar/ bulanf NO KOTA ATK (orl (3) Lampu (buahl Pengamanan Sendiri (oB) (6) Kantong Diplomatik (kg) .170 5 J _ 2.170 T.329 58 58 59 59 A.170 1.170 1.i70 I.221 - _ .178 r.90 60 1.840 t23 123 123 133 oo 92 _ .220 1.170 65 60 57 58 89 82 78 79 79 79 81 81 97 98 99 100 Islamabad Karachi New Delhi Mumbai -. L.22I 60 60 60 't5 1.220 1.945 1r3.568 2._?29 r.480 942 ___1.463 2.L70 1.480 5 4 4 83 82 83 66 66 _L!_6 Ett4i"e IL7 Tawau ASIA PASIFIK 1 1 8 Canberra 1 1 9 Darwin L20 Melbourne L 2 t Noumea r22 Perth L23 Port Moresbv L_l70 1.1?o* 37 _ _ .362 981 1.

q! t3.309 13 I to Amsterdam OROPA UTARA 2l 1D 9 9 9 9 9 1. Sewa Kendaraan. 303 223 245 .563 72 72 72 72 72 72 tt.96q 427 806 837 437 790 _ 1.408 8.r cl 2l 22 23 Brussels Marseilles Paris Berlin Bern Bonn Hamburs Seneva 72 80 ?1 25 13.563 16.2 Pemeliharaan.5.t47 80 72 80 80 80 9 q 810 745 /rbb 9 9 9 731 753 896 Oslo EROPA SELATAN Saraievo Zagreb thens Lisbon 695 682 702 835 _.353 9. .776 13.441 80 72 80 72 72 80 9 9 9 9 9 9 777 7.2tO 7. 10.9sq 384 3_q-3 387 43 8 l9 IMERII(A TENGATI Mexico Citv Havana 8.918 596 585 602 717 352 '242 806 79t 814 969 979 54 50 49 50 60 36 37 11 .038 790 790 1.353 8.639 7.97 681 767 767 337 961 320 361 361 300 390 300 300 291 300 400 __400_ 400 409 409 431 400 48 5_l 46 51 5l 46 3s9400 _4_61 409 461 461 4rl9 29r 291 350 350 400 . dan Konsumsl Rapat Pemeliharaan NO KOTA Kendaraan dinas (Unit/ Tahunl Gedung (m2ltahunf t+l Halaman Pengadaan Inventarls Kantor l^"1 tahunl (51 (orl (6) Pakaian Soptr/ Satpam lstell Sewa Kendaraan (harif Sedan Bus t9l Mobtl Boa Konsumsl Rapat loKl (21 AMERIKAUTARA Shicago 2 Houston 2 Ios Aneeles 4 New York _.353 8.825 72 72 20 P-egeEe-c-ry EROPA BARAT Vienna -.176 qq 80 80 72 80 72 9 9 9 o 9 760 745 774 708 695 ?74 _ 731 960 t5L _ _390 293 722 304 722 _ _394 287 642 895 68.O13 3q_ 39 40 _.9s.563 72 I 9 9 9 9 9 9 9 616 667 674 688 702 753 645 753 302 4q3 326 330 337 344 262 26s 275 276 275 295 533 _ 539 550 562 516 602 667 721 729 744 760 41 45 45 46 50 43 q69 Jlo 2e9 _ 6 9 ? at4 698 814 368 50 I ^/ . 1 0 9 12.q -_9.6s9 13.176 I7.309 -t3.001 7._ 6 9 1 695 867 609 3:20 309 10 l1 EqC_ota Brazilia Joenos Aires 63 63 A? o 9 9 9 9 9 9 t2 1? 3:7 408 246 264 32s 250 3_50 350 t4 15 l6 lt 93IggqsParamaribo Santiaeo de Chile 72 63 774 616 688 588 645 361 290 ?e_1 qs9.626 13.353 80 80 80 9 9 9 681 320 .597 t3.\?.692 13.2 642 895 642 377 287 247 377 247 608 596 619 50 52 52 49 64 49 49 64 49 6_r.434 1? 80 9 9 9 652 638 609 307 300 247 275 275 232 392 383 350 392 383 44 43 .401 !_r 42 43 Madrid Rome Beograd Vatican 12.793 9.918 293 300 300 .O38 - 7il 960 731 s-tis 764 585 790 l9PgI'hecq4 ielsinski Itockholm L..:)_ 585 764 c6J 26 27 2a 29 17.496 7.ondon t4._J9s ___ 250 261 350 3s0 418 521 366 46 58 4l 52 41 46 39 370 4L3 324 350 Q-ttitgLima 7.. Pakaian Soplr/Satpam.408 9.5?e.7'90-0 13.95r 13:9.973 63 63 -. Pengadaan tnventaris Kantor.9q1 681 9?9 320 a.500 9..434 33 34 3_q 13..562 8.t42 12.176 73.408 9._ Sttawa 6 Jan Fransisco 7 loronto I Vancouver I iVaqhington $MERIKA SELATAN t3l {61 r0t 409 I rl 46 46 46 8.279.MENTERIKEUANGAN REPUBLIK INDONESIA -35- 3o.

889 1.910 0.--^ 363 300 6s t25 t25 3l 9 9 490 393 419 _.eol 9.889 Lt.766 o. 72 72 63 77 7A 79 80 8l Muscat Rivadh Istanbul Dubai o. _F?2 _.154 o.9-.234 \buia AFRII(A TIMUR \ddis Ababa {airobi {nfananerivc 72 72 9 9 ssc 346 315 294 JIJ 204 200 275 275 663 650 tcJ 150 43 42 53 54 J5 I 1.256 11.133 10.:3ol 287 244 275 275 ?7s 350 350 350 50 50 150 47 50 46 44 lunisia ASIA BARAT Manama 10.032 43 68 69 70 7l 72 73 74 75 76 ]celqeq {mman 11.522 o.s22 9...367 9 9 63r 688 309 337 5t 2.l OJI _ 309 309 309 397 275 275 9?F 505 JUC lofia ^/arsaw }rdanesf r.?7r 371 407 407 300 300 33 35 U5 _-86 6t .277 0.399 tt.?99 10.154 66 OI 72 63 72 72 72 -?.367 so5 +2 52 42 42 42 46 l8.766 I 1.l33 t2 o. 32s 315 2s9 ?4-2 2s9 251 ztJ -.863 10.080 1.tl ...863 72 80 80 80 88 9 9 9 I ssz 436 +5t) 44_7 441 484 444 397 400 436 436 309 309 339 339 20 20 22 22 .905 r0.KEUANGAN MENTERI INDONESIA REFUBLIK -36Secta Kendaraan Pengadaan Halaman Pemeliharaan NO KOTA Kendaraan dinas (Unlt/ Tahrrr I Gedung lm2ltahunf Kantor l^tl tahunf 72 72 72 72 72 72 72 72 9 9 9 9 o lorl 731 638 631 Pakalan Soplr/ Satpam lstell lharil Konsumsi Rapat Sedan Bus Mobll Box loKl 44 45 46 47 48 49 50 }ROPATIMUR 3ratislava fucharest fiev vloscow >raoue 3.s00 10.889 l l33 7? 72 72 72 72 a2 a2 83 84 9 9 9 9 9 9 9 9 9 9 9 9 9 9 9 490 393 221 ZIJ 350 _s0-o 458 431 474 458 453 474 484 442 191 367 346 380 JO/ 250 2tJ 9.9_q 300 350 285 275 225 275 3q0 350 1s0 50 25 50 50 33 34 3l 29 oo 50 50 50 _12= 31 3l 363 3_gg.500 72 72 72 9 9 9 9 304 304 325 259 251 251 ?68 25_t253 27t " 244 236 234 275 275 275 294 350 7to 646 686 8 8 8 8 3s0 233 249 733 62 63 64 OJ {!g!ers Cairo Khartoum Rabbat l nDoll 19.+z.623 70. 9 9 304 308 329 27s_ 250 zrc .399 l l.766 o.s00 72 63 9 9 9 9 9 ^_.990 rku ISIA TIMUR l€ijing :{onskonp fsaka fokyo 63 63 63 9 acJ .2s6 I 1.133 72..t76 1. 250 7lo 663 770 663 8 7 8 8 8 7lo 686 304 275 250 264 733 7to 686 733 58 59 60 61 1.644 10.766 I 1.889 72 72 OJ Kuwait Beirut Doha Damascus \nkara \bu Dhabi 3anaa Jeddah 72 o. -9sq 300 350 50 4l 51 47 _?_ 9 9 ._ 27t-275 389 354 359 376 359 2SO .275 39_q350 147 469 447 474 444 2rl 275 300 . ?so.350 350 350 350 25 50 50 50 150 150 3qo 389 -.j 12.277 o.399 0.?71 275 250 250 250 32 33 30 30 32 30 32 33 350 ISIA TENGAH fashkent \stana 10.367 1.496 358 287 372 309 250 275 585 510 791 690 642 845 642 642 49 43 r.407 _27F 300 505 550 6a2 744 AFRIKA BARAT s2 53 f)ekkar \il. l33 72 63 OJ 56 57 Dar Es Salaam Harare IFRIKA SELATAN Windhoek Cape Town Johannesburg Maputo AFRIKA UTARA 1O.367 4.

..0'64 2.592 2.423 4.229 8.500 7._ fawau TSIA PASIT'IK lanberra Darwin Melboume Noumea Perth Port Moresbv Svdnev Vanimo Wellington Suva Dilli 63 9 9 9 9 9 9 9 9 9 9 I 9 9 9 9 9 s39 2.229 4. 65 / 0 05 56 575 49 5t) sda 923 997 923 2.534 25 25 25 r 0 1 regdql_$ell B_Aeey14! r02 3anokok l03 104 l05 l06 t07 108 l09 110 111 Davao CiW Hanoi Ho Chi Minh Johor Bahru Kota Kinabalu Kuala Lumnur Vlanila Penang 4. 112 690 467 --.500 7.429 420 829 s63 539 533 539 2.s85 10.437 Gedung lm2ltahunf Ilalaman l^'l tahunl o Pengadaan Pakalan Inventaris Soplr/ Satpam Kantor lstell lorl 391 4t9 414 397 397 lharil Sedan Konsumsi Rapat Mobil Box 326 Bus 4t9 4t4 397 397 loKl 2l 2l 20 20 89 Pyongyans 90 91 Seoul Shanehai r0.9q3 2.22L .617 8.767 .229 4._ 138 140 tt2.500 8..O04 63 63 63 t12 113 4 l5 l6 17 Pnom Penh Jingapore y'iengane {anson 9.-2.t97 9.767 2._ 98s 923 923 923 Aq7 26 27 28 72 72 72 4s 4a _gqo 557 569 476 2.585 9.33r 9.443 2.592 2.585 20 2l 22 23 9.!37 137 112 lt2 -9?7 527 8ll 811 2.423 7.6t7 4.679 29 31 29 2A 29 28 29 27 27 .883 2.443 3 .907 9.563 2.732 8.-s33.883 2.064 2.592 429 429 8.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA -37 Pemeliharaan Sesa Kendataan NO KOTA Kendaraan dlnas lUntt/ 1o.?.500 )ongkhla 72 63 72 72 63 63 [gq'_q!s__.443 2.592 2.475 2.600 644 68 600 56 49 .F63 2.592 2.2. 63 63 72 72 63 63 9 9 9 321 149 575 _.520 4.905 9.197 9.500 7.58s 9.064 2.064 2."ls 515 137 137 527 527 2..068 2. 2.t64 9.446 792 792 792 8ll 811 2.197 8..585 9.423 55 1?.500 63 7.617 7. 29_7_ 284 9 9 9 9 9 287 287 247 294 294 198 132 t34 s99 509 JIJ 885 420 743 2.6!7 8.423 63 63 63 63 63 OJ o 3q1 301 301 294 294 110 140 140 t99 539 g?-.. :JOI 334 321 9 9 9 I 9 334 321 334 311 318 600 156 600 56 56 .704 .905 72 80 72 72 92 Guanezhou ASIA SELATAN I 9 9 387 37t 371 465 460 441 441 322 309 309 93 94 95 Kaboul leheran 96 97 98 99 100 lolombo Dhaka Islamabad Karachi New Delhi Mumbay ISIATENGGARA 9.617 7.534 2. 662 21 ll8 l9 9.592 _ .767 29 29 e?q .585 8.520 4.617 4. 11 6 2.737 .534 2.2.359 9.064 26 21 22 27 26 26 26 2l 4sg 430 99?. .475 28 26_ 24 25 ZJ _ 194 134 s.e-.475 2.101 24 ZJ 72 72 72 72 72 72 72 72 -9 9 Cs+ 334 9 9 9 9 .155 26 26 26 25 25 2l 2l 2l 240 240 430 430 662 662 240 301 240 250 314 301 297 301 240 tt2 140 430 539 430 444 662 429 662 __lt? 240 _ 116 146 1 4 0 .

dan Jakarta Selatan. dan air minum . Jakarta Timur. Jakarta Utara. Terhadap perjalanan untuk kegiatan dalam kabupatenlkota jam pergi pulang (tidak memerlukan waktu tempuh melebihi 8 (delapan) termasuk waktu transit) dapat menggunakan mekanisme perjalanan dinas dalam negeri. Satuan Biaya Keperluan Sehari-hari Perkantoran di Dalam Negeri Satuan Biaya Keperluan Sehari-Hari Perkantoran Untuk Satker di Dalam Negeri merupakan satuan biaya yang dikaitkan dengan jumlah pegawai digunakan untuk perencanaan kebutuhan biaya keperluan sehari-hari perkantoran berupa barang habis pakai yang secara langsung menunjang penyelenggaraan operasional dan untuk memenuhi kebutuhan minimal agar suatu kantor dapat memberikan pelayanan secara optimal. d. terdiri dari alat tulis kantor (ATK). langganan surat kabar/berita wal. Uang transpor kegiatan dalam kabupatenlkota tidak dapat diberikan kepada pegawai negeri atau non pegawai negeri yang melakukan rapat dalam komplek perkantoran yang sama. Jakarta Barat. Batas wilayah kabupaten/kota di Provinsi DKI Jakarta meliputi kesatuan wilayah Jakarta Pusat. c. Catatan : yang a. dapat diberikan secara at cost. Untuk yang mengharuskan kegiatan dalam kabupatenlkota menggunakan atau air maupun moda transportasi udara dan memerlukan biaya yang melebihi satuan biaya yang ditetapkan. Biaya transportasi dalam kota untuk kegiatan rapat dan kegiatan lainnya yang sejenis dapat dibebankan pada anggaran unit penyelenggara kegiatan. barang cetak. Dalam hal perjalanan dalam kota melebihi 8 (delapan) jam pergi pulang termasuk pelaksanaan kegiatannya maka dapat diberikan transpor dalam kota dan uang harian sebesar 75% (tujuh puluh lima persen) dari Satuan Biaya Uang Perjalanan Dinas Dalam Negeri kota berkenaan dan tidak diberikan penginapan.MENTERIKEUANGAN REPUBLIK INDONESIA PENJELASAN STANDAR BIAYA MASUKAN TAHUN ANGGARAN 2OT3 YANG BERFUNGSI SEBAGAI BATAS ESTIMASI Satuan Biaya Uang Transpor Kegiatan dalam KabupatenlKota Uang transpor dapat diberikan kepada pegawai negeri atau non pegawai negeri yang melakukan kegiatan/pekerjaan di luar kantor yang berkaitan dengan pelaksanaan tugas kantor/instansi yang bersifat insidentil dengan ketentuan masih dalam batas wilayah suatu kabupaten/kota. ialah. alat-alat rumah tangga. b. Uang transpor kegiatan dalam kabupatenlkota tidak dapat diberikan apabila perjalanannya menggunakan kendaraan dinas dan/ atau untuk perjalanan yang bersifat rutin.

narapidanaf tahanan.000.0O (lima puluh dua juta rupiah) per tahun. ABK cadangan pada kapal negara. namrln belum termasuk biaya perjalanan dinas peserta. namun belum termasuk perjalanan dinas peserta. diberikan kepada pegawai negeri yang jenis pekerjaannya dapat memberikan dampak buruk bagi kesehatan pegawai tersebut. petugas SROP dan VTIS. diberikan kepada anggota TNI/POLRI Non Organik.MENTERI KEUANGAN INDONESIA REPUBLIK Satuan kerja yang memiliki pegawai sampai dengan 4O (empat puluh) orang. Satuan biaya ini sudah termasuk biaya observasi lapangan. satker yang memiliki pegawai lebih dari 40 (empat puluh) orang dapat mengalokasikan paling banyak sesuai dengan besaran satuan biaya dikalikan dengan jumlah pegawai. Satuan Biaya Pengadaan Bahan Makanan Satuan Biaya Pengadaan Bahan Makanan merupakan satuan biaya yang digunakan untuk perencanaan kebutuhan biaya pengadaan bahan makanan. keluarga penjaga menara suar. petugas pengamatan laut. penlaga yang bagi biaya biaya menara menara suar. Rapat koordinasi tingkat Menteri/Eselon I/setara adalah rapat koordinasi yang pesertanya adalah Menteri/Eselon I/Pejabat yang setara. ABK aktif pada kapal negara. petugas bengkel dan galangan kapal kenavigasian. 6 Satuan Biaya Konsumsi Rapat Satuan Biaya Konsumsi Rapat merupakan satuan biaya yang digunakan untuk perencanaan kebutuhan biaya pengadaan konsumsi makanan termasuk minuman dan kudapan untuk rapatlpertemuan baik untuk rapat koordinasi tingkat Menteri/Eselon l/setara maupun untuk rapat biasa yang diselenggarakan di kantor. kelomook kelomDoK ten tenaga Kesenatan kesehatan keri Kefla lv . Sementara itu. petugas pabrik gas aga untuk suar. suar. Satuan Biaya Latihan Prajabatan Satuan Biaya Latihan Prajabatan merupakan satuan biaya yar:g digunakan untuk perencanaan kebutuhan biaya latihan prajabatan bagi calon pegawai negeri sebagai syarat untuk diangkat sebagai pegawai negeri. Satuan ini sudah termasuk biaya observasi lapangan. Satuan Biaya Makanan Penambah Daya Tahan Tubuh Satuan Biaya Makanan Penambah Daya Tahan Ttrbuh merupakan satuan biaya yang digunakan untuk perencanaan kebutuhan biaya pengadaan makanan/minuman bagi pegawai negeri sebagai penambah daya tahan tubuh. Satuan Biaya Diklat Pimpinan/Struktural Satuan Biaya Diklat Pimpinan/Struktural merupakan satuan biaya digunakan untuk perencanaan kebutuhan biaya diklat penjenjangan pejabatlpegawai yang akan/telah menduduki jabatan tertentu. penyandang masalah kesejahteraan sosial. dapat mengalokasikan paling banyak Rp52.0O0. pasien rumah sakit.

Kepulauan Riau. ABK Aktif Kapal Negara adalah awak kapal negara kenavigasian yang ditempatkan dan bekerja di kapal negara kenavigasian pada posisi tertentu pada saat berlayar.ara suar. Nusa Tenggara Timur. e. Jawa Barat. Sulawesi Selatan. Sulawesi Utara. Non Direktorat Jenderal Perhubungan Laut. Petugas Bengkel dan Galangan Kapal Kenavigasian adalah petugas yang memperbaiki dan merawat sarana prasarana kenavigasian di bengkel navigasi dan memperbaiki serta merawat kapal negara kenavigasian di galangan navigasi. Satuan biaya pengadaan bahan makanan dibedakan menurut rayon sebagai berikut: Rayon I : DKI Jakarta. Jawa Timur. DI Yograkarta. resclte team. Satuan biaya pengadaan bahan makanan kenavigasian diberikan kepada: a. Petugas Pabrik Gas Aga untuk Lampu Suar adalah petugas yang bekerja di pabrik gas aga di Balai Teknologi Keselamatan Pelayaran (BTKP). . g. Satuan biaya pengadaan bahan makanan untuk keluarga penjaga menara suar diberikan kepada istri/suami dan anak (maksimal 2 anak) pegawai penjaga menara suar sepanjang keluarga dimaksud mengikuti penjaga menara suar melaksanakan tugas di lokasi pos menara suar. mahasiswa/siswa sipil. Maluku. dan mahasiswa militer/semi militer. Riau. II. Sumatera Selatan. Maluku Utara. Jawa Tengah. Kalimantan Timur. b. Sumatera Utara. Rayon III : Sulawesi Tengah. Bengkulu. Kalimanatan Barat. Gorontalo. dan III untuk pengadaan bahan makanan narapidana/tahanan merupakan daerah-daerah yar'g terpencil danfata'u sulit dijangkau yang berada pada masing-masing rayon. Rayon II : Aceh. Sulawesi Tenggara. ABK Cadangan Kapal Negara adalah awak kapal negara kenavigasiaan yang siaga untuk ditempatkan pada kapal negara kenavigasian pada saat sandar dan bertolak serta bongkar muat. c. Bali. Sulawesi Barat. Nusa Tenggara Barat. d. Kalimantan Selatan. Papua. Keluarga Penjaga Menara Suar (PMS) adalah keluarga petugas penjaga menara yang ikut serta dalam bertugas menjaga menara suar. Bangka Belitung.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA -40- pelayaran. Petugas Stasiun Radio Pantai (SROP) dan Vessel Traffic Information Seruice (VTIS) adalah petugas yang mengoperasikan peralatan di Stasiun Radio Pantai (SROP) dan Vessel Traffic Information Seruice (VTIS) f.Pihak III. Sumatera Barat. Kalimantan Tengah. Papua Barat. Jambi. Lampung. gas disunakan sebasai bahan bakar baei lampu-lampu rnerl. Daerah Khusus Rayon I. Petugas Pengamatan Laut adalah petugas yang melaksanakan survey hidrografi pada alur pelayaran serta melakukan evaluasi alur dan perlintasan serta memonitoring pelaksanaan Sarana Bantuan Navigasi Pelayaran (SBNP). Pengaturan daerah khusus untuk pengadaan bahan makanan narapidanaf tal:'anan pada masing-masing rayon mengacu pada peraturan Kementerian Hukum dan HAM.

Satuan atribut/ perlengkapan. kepolisian. Satuan biaya tersebut tidak termasuk atribut/ perlengkapan. serta Jaksa pada Kejaksaan Negeri/Tinggi. AC Split. Printer. dibayarkan kepada pihak/orang yang menerjemahkan naskah asli ke dalam bahasa yang diinginkan. Hakim Mahkamah Konstitusi pada Mahkamah Konsitusi. Hakim pada pengadilan negeriltinggi. Sekolah Tinggi Kesejahteraan Sosial. . Akademi Migas). 9 Satuan Biaya Pemeliharaan Sarana Kantor Satuan Biaya untuk Pemeliharaan digunakan Sarana Kantor mempertahankan barang inventaris kantor (yang digunakan langsung oleh pegawai. b. meliputi: a.MENTERI KEUANGAN BEPUBLIK INDONESIA -4r- h. mahasiswa/siswa sipil (seperti mahasiswa pada Sekolah Tinggi Perikanan. Personal Computer/Notebook. diberikan untuk tahanan yang berada pada rumah tahanan kejaksaan. i. dan Hakim Pengadilan Pqjak. mahasiswa Institut Pemerintahan Dalam Negeri). mahasiswa/siswa militer/semi militer (seperti mahasiswa Akademi TNI/AKPOL. mahasiswa Penerbangan. khususnya meja dan kursi). 1 0 Satuan Biaya Toga Hakim dan Jaksa Satuan Biaya Toga Hakim dan Jaksa merupakan satuan biaya yang digunakan untuk perencanaan kebutuhan biaya pengadaan toga bagi Hakim Agung pada Mahkamah Agung. Penjaga Menara Suar (PMS) adalah petugas yang menjaga dan merawat menara suar agar dapat berfungsi dengan baik. dan Genset agar berada dalam kondisi normal (beroperasi dengan baik). dan BNN. L 2 Satuan Biaya Penerjemahan dan Pengetikan Satuan Biaya Penerjemahan dan Pengetikan merupakan satuan biaya yang digunakan untuk perencanaan kebutuhan biaya penerjemahan dan pengetikan. Kelompok Tenaga Kesehatan Kerja Pelayaran adalah petugas kesehatan yang bertugas memeriksa kondisi kesehatan para awak kapal pada saat pengurusan sertifikasi kepelautan. 1 1 Satuan Biaya Toga Mahasiswa Satuan Biaya Toga Mahasiswa merupakan satuan biaya yang digunakan untuk perencanaan kebutuhan biaya pengadaan toga bagi mahasiswa pada perguruan tinggi/akademi termasuk biaya sudah negeri. Satuan Biaya Konsumsi Tahanan Satuan Biaya Konsumsi Tahanan merupakan satuan biaya yang digunakan untuk perencanaan kebutuhan biaya pengadaan paket makanan tahanan. Untuk biaya pemeliharaan genset belum termasuk kebutuhan BBM. Satuan biaya pengadaan bahan makanan untuk mahasiswa/siswa kedinasan diberikan kepada mahasiswa/ siswa yang diasramakan.

Penggantian inventaris lama digunakan untuk penggantian meja dan kursi pegawai. l7 Satuan Biaya Pemeliharaan dan Operasional Kendaraan Dinas Satuan Biaya Pemeliharaan dan Operasional Kendaraan Dinas digunakan untuk mempertahankan kendaraan dinas a tetap dalam kondisi normal vl/ . RAB. sudah termasuk toner dan biaya perawatan. L4 Satuan Biaya Bantuan Beasiswa Program Gelar/Non gelar Dalam Negeri Satuan Biaya Bantuan Beasiswa Program Gelar/Non Gelar Dalam Negeri merupakan satuan biaya yang digunakan untuk perencanaan kebutuhan biaya bantuan mahasiswa program gelar/non gelar dalam negeri bagi pegawai negeri yang ditugaskan untuk melanjutkan pendidikan Diploma I. pengalokasiannya maksimal IOo/o(sepuluh persen) dari jumlah pegawai dan minimal untuk 1(satu) pegawai. Biaya untuk pendidikan ditanggung oleh Pemerintah secara at cost sedangkan untuk biaya riset program dapat dialokasikan bantuan biaya riset sesuai kemampuan keuangan kementerian/lembaga masing-masing. Khusus tenaga pengajar biasa pada perguruan tinggi yang ditugaskan mengikuti pendidikan fakultas pasca sarjana. besaran tunjangan tugas belajar merqiuk Keputusan Presiden Nomor 57 tahun 1986 tentang T\. Diploma III. 15 Satuan Biaya Sewa Mesin Fotokopi Satuan Biaya Sewa Mesin Fotokopi merupakan satuan biaya yang digunakan untuk perencanaan kebutuhan biaya sewa mesin fotokopi yang terdiri dari mesin fotokopi analog dan mesin fotokopi digital untuk menunjang pelaksanaan operasional kantor. dan SPTJM.rnjangan Belajar Bagi Tenaga Pengajar Biasa Pada Perguruan Tinggi Yang Ditugaskan Mengikuti Pendidikan Pada Fakultas Pasca Sarjana. uang buku dan referensi per tahun.MENTERI KEUANGAN REFUBLIK INDONESIA -42- Pembelian 13 Satuan Biaya Penggantian Inventaris Lama dan/atau Inventaris untuk Pegawai Baru Satuan Biaya Penggantian Inventaris Lama danf atau Pembelian Inventaris Untuk Pegawai Baru merupakan satuan biaya yang digunakan untuk perencanaan kebutuhan biaya penggantian inventaris lama dan/atau pembelian inventaris bagi pegawai baru. L 6 Honorarium Narasumber (Pakar/Praktisi/Pembicara Khususf untuk Kegiatan Seminar/ Rakor/ Sosialisasi/ Diseminasi/ FGD / Ke giatan Sejenis Honorarium Narasumber (Pakar/Praktisi/Pembicara Khusus) untuk Kegiatan Seminar/Rakor/Sosialisasi/Diseminasi/FGD/Kegiatan Sejenis merupakan satuan biaya yang digunakan untuk perencanaan kebutuhan biaya honorarium narasumber non pegawai negeri yang mempunyai keahlian tertentu/pengalaman dalam ilmu/bidang tertentu. Diploma IV atau Strata 1 (satu). sedangkan pembelian inventaris bagi pegawai baru disesuaikan dengan kebutuhan. dan pendidikan pasca sarjana (Strata 2 (dua) atau Strata 3 (tiga)) yang terdiri dari biaya hidup dan biaya operasional. yang dalam pengusulannya dilampiri dengan TOR.

L 9 Satuan Biaya Sewa Gedung Pertemuan (per empat jaml Satuan Biaya Sewa Gedung Pertemuan (per empat jam) merupakan satuan biaya yang digunakan untuk perencanaan kebutuhan biaya sewa gedung pertemuan untuk pelaksanaan kegiatan di luar kantor seperti rapat. Satuan biaya tersebut belum termasuk biaya pengurusan surat tanda nomor kendaraan (STNK). dan roda 6 (enam)/bus besar untuk kegiatan yang sifatnya insidentil dan dilakukan secara selektif serta efisien. 20 Satuan Biaya Sewa Kendaraan (per delapan jaml Satuan biaya sewa kendaraan (per delapan jam) merupakan satuan biaya yang digunakan untuk perencanaan kebutuhan biaya sewa kendaraan roda 4 (empat). Gedung/bangunan milik pihak lain (selain pemerintah pusat) yang disewa dan/atau dipinjam oleh pengguna barang dan dalam perjanjian diatur tentang adanya kewajiban bagi pengguna barang untuk melakukan pemeliharaan. Gedung/bangunan milik negara. Satuan biaya sewa kendaraan dapat diperuntukkan bagi Pejabat Negara (ketua/wakil ketua dan anggota lembaga negara. sound system. sudah termasuk sewa meja. Untuk sewa kendaraan operasional kantor yang tidak bersifat insidentil atau untuk jangka waktu yang lama. satuan biayanya menggunakan harga pasar. sosialisasi. dan fasilitas gedung pertemuan lainnya. tidak termasuk untuk pemeliharaan gedung/bangunan dalam negeri yang memiliki spesifikasi khusus yang diatur berdasarkan ketentuan yang berlaku. kursi. seleksi/ujian masuk pegawai dan kegiatan lain sejenis. 1 8 Satuan Biaya Pemeliharaan Gedung/Bangunan Dalam Negeri Satuan biaya digunakan untuk pemeliharaan rutin gedung/bangunan dalam negeri dengan maksud rnenjagalmempertahankan gedung dan bangunan kantor di dalam negeri agar tetap dalam kondisi semula atau perbaikan dengan tingkat kerusakan kurang dari atau sama dengan 2Yo (d:ua persen). pertemuan. menteri serta setingkat menteri) yang melakukan perjalanan dinas dan memerlukan sewa kendaraan dan diberikan secara at cost. termasuk untuk moda transportasi L/ . roda 6 (enam)/bus sedang. Satuan biaya sewa kendaraan sudah termasuk bahan bakar dan pengemudi. Satuan biaya pemeliharaan gedung/bangunan dalam negeri dialokasikan untuk: a. Gedung pertemuan adalah gedung yang biasa digunakan untuk pertemuan dengan kapasitas lebih dari 3O0 (tiga ratus) orang. baik dalam satuan bulanan atau untuk tahunan.MENTERIKEUANGAN REPUBLIK INDONESIA -43- dan siap pakai sesuai dengan peruntukannya termasuk biaya bahan bakar. Catatan: Untuk sewa kendaraan selain kendaraan roda 4 (empat). roda 6 (enam)/bus dan roda 6 (enam)/bus besar. b.

tahun. Satuan Biaya Pengadaan Kendaraan Operasional Bus merupakan satuan biaya yang digunakan untuk perencanaan kebutuhan biaya pengadaan kendaraan operasional dan f atau angkutan antar jemput pegawai. c. Sepanjang diperlukan. b. dan speed boat) dapat menggunakan biaya sewa sesuai harga pasar dan dilakukan secara selektif serta efisien. dan diberikan paling banyak 2 (dua) stel pakaian per. dan diberikan 1 (satu) potong jas per tahun. 23 Satuan Biaya Pengadaan Kendaraan Operasional Bus 24 Satuan Biaya Pengadaan Kendaraan Operasional Roda 2 {Duaf Operasional Kantor Dan/Atau Lapangan Satuan Biaya Pengadaan Kendaraan Operasional Roda 2 (Dua) Operasional Kantor dan/atau Lapangan merupakan satuan biaya yang digunakan untuk perencanaan kebutuhan biaya pengadaan kendaraan roda 2 (dua) termasuk trail yang digunakan untuk operasional kantor dan/atau lapangan guna menunjang pelaksanaan tugas dan fungsi. Satuan Biaya Pakaian Dinas Perawat Satuan Biaya Pakaian Dinas Perawat diperuntukkan bagi perawat yang penyediaannya secara selektif. 22 Satuan Biaya Pengadaan Kendaraan Operasional Kantor dan/atau Lapangan Roda 4 Satuan Biaya Pengadaan Kendaraan Operasional danf atau Lapangan Roda 4 merupakan satuan biaya yang digunakan untuk perencanaan kebutuhan biaya pengadaan kendaraan roda 4 (empat) operasional kantor dan/atau lapangan guna menunjang pelaksanaan tugas dan fungsi Kementerian Negara/Lembaga. 25 Satuan Biaya Pengadaan Pakaian Dinas (Stelf Satuan Biaya Pengadaan Pakaian Dinas (Stel) merupakan satuan biaya yang digunakan untuk pi:rencanaan kebutuhan biaya pengadaan Pakaian Dinas termasuk ongkos jahit dan atributnya yang meliputi : a. Satuan Biaya Pakaian Dinas Dokter Satuan Biaya Pakaian Dinas Dokter diperuntukkan bagi dokter yang penyediaannya secara selektif. dan diberikan paling banyak 2 (dua) stg! . dapat diberikan ongkos kirim untuk pengadaan kendaraan opersional bus . yang besarannya disesuaikan dengan harga pasar.KEUANGAN MENTERI INDONESIA REPUBLIK antar pulau di wilayah Indonesia (misalnya: perahu. 2 L Satuan Biaya Pengadaan Kendaraan Operasional Pejabat Satuan Biaya Pengadaan Kendaraan Operasional Pejabat merupakan satuan biaya yang digunakan untuk perencanaan kebutuhan biaya pengadaan kendaraan operasional pejabat eselon I dan eselon II. Satuan Biaya Pakaian Dinas Pegawai Satuan Biaya Pakaian Dinas Pegawai diperuntukkan bagi pegawai yang penvediaannva secara selektif.

MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA -45- per tahun dengan ketentuan sebagai berikut: 1) Harus ada ketentuan yang ditetapkan oleh Presiden pada awal pembentukan satker mengenai kewajiban penggunaan pakaian dinas pegawai. ikat pinggang. Satuan Biaya Pakaian Seragam Mahasiswaf Taruna Satuan Biaya Pakaian Seragam MahasiswafTaruna diperuntukkan bagi mahasiswaf taruna pada pendidikan kedinasan di bawah Kementerian Negara/Lembaga yang tertentu penggunaan seragamnya telah mendapatkan ijin prinsip dari Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi yang penyediaannya dilakukan secara selektif. c. topi. kopel. Kegiatan rapatlpertemuan di luar kantor dapat dilaksanakan sepanjang melibatkan eselon I lainnya. sudah termasuk perlengkapannya (sepatu. Kegiatan rapatlpertemuan di Luar Kantor pejabat Eselon III yang dihadiri paling sedikit 1 (satu) pejabat Eselon III. f. kaos security dan atribut lainnya) dan dapat diberikan paling banyak 2 (dua) stel per tahun. kaos kaki. Satuan biaya paket kegiatan rapatf pertemuan di Luar Kantor menurut lama penyelenggaraan terbagi dalam 3 (tiga)jenis: a. 2) Dalam hal satker yang pada awal pembentukannya tidak terdapat ketentuan yang mewajibkan penggunaan pakaian dinas pegawai. biaya pakaian dinas pegawai dapat dialokasikan setelah memiliki ijin prinsip dari Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi. paling banyak 2 (dua) stel per tahun. 26 Satuan Biaya Paket Kegiatan Rapat/Pertemuan di Luar Kantor Satuan Biaya Paket Kegiatan Rapat/Pertemuan di Luar Kantor merupakan satuan biaya yang digunakan untuk perencanaan kebutuhan biaya kegiatan rapatf pertemuan yang diselenggarakan di luar kantor dalam rangka penyelesaian pekerjaan yang perlu dilakukan secara intensif. Satuan biaya paket kegiatan rapatfpertemuan di luar kantor menurut peserta kegiatan terbagi dalam 3 (tiga)jenis: a. Satuan Biaya Pakaian Kerja Sopir/Pesuruh Satuan Biaya Pakaian Kerja Sopir/Pesuruh diperuntukkan bagi sopir/pesuruh yang diangkat berdasarkan surat keputusan KPA. dan dapat diberikan paling banyak 2 (dua) stel per tahun. Satuan Biaya Pakaian Kerja Satpam Satuan Biaya Pakaian Kerja Satpam diperuntukkan bagi satpam. Komponen naket m akomodasi 1 minuman selamat da . d. tali kurt dan peluit. Paket Fullboard Satuan biaya paket fullboard disediakan untuk paket kegiatan rapat yang diselenggarakan di luar kantor sehari penuh dan bermalarnf rnenginap. b. Kegiatan rapatf pertemuan di Luar Kantor pejabat Eselon I/Eselon II yang dihadiri paling sedikit 1 (satu) pejabat Eselon l/Eselon II. baju PDL. Kegiatan rapatlpertemuan di Luar Kantor pejabat Menteri/Setingkat Menteri adalah kegiatan rapatlpertemuan yang dihadiri paling sedikit 1 (satu) orang pejabat Menteri/ Setingkat Menteri. e.

fltp chart. sound. baik di dalam kota maupun di iuar kota 1) Kegiatan yang diselenggarakan di luar kota.ard. ruang pertemuan (termasuk screen projector.tu. uthite board. mikropon. Komponen biaya mencakup minuman selamat datang. Kegiatan rapatlpertemuan luar kantor dalam rangka penyelesaian pekerjaan yang dilakukan secara intensif harus menggunakan indeks satuan biaya tersebut di atas. hotel untuk seluruh pejabat negaraf pegawai dapat menggunakan hotel yang sama disesuaikan dengan kelas kamar hotel yang telah ditetapkan untuk setiap pejabat negaraf pegawai negeri. flip charL uhite board. alat tulis. makan 1 (satu) kali (siang). rehat kopi dan kudapan 2 (dua) kali. standard. b .. sgstem.t kantor minimal 8 (delapan) jam tanpa menginap' ko*pott"n paket mencakup minuman selamat datang. dan uang harian paket futlboard di luar kota (Lampiran I Nomor 27). rehat kopi dan kudapan 1 (satu) kali. Dalam hal rapat/pertemuan di luar kantor dilakukan secara bersamasama. soind.' sgstem.KEUANGAN MENTERI INDONESIA REPUBLIK -46- dan kudaPan 2 (dua) kali' ruang pertemuan dan fasilitasnya (termasuk screen projector. Kegiatan yang diselenggarakan secara futlboard dapat dilaksanakan. alokasi pada RKA-K/L terdiri atas: biaya transportasi yang diberikan secara at cost. alokasi pada RKAK/L terdiri atas: indeks paket pertemuan (fuIlboard/fulldag/halfdad. 27 Satuan Biaya Tiket Perjalanan Dinas Dalam Negeri (PP| Satuan biaya untuk pembelian tiket pesawat udara pulang pergi (PP) dari bandara keberanskatan suatu kota ke bandara kota tuiuan. dan permen). alat tulis. standard sound sgstem. d. ditetapkan sebagaimana dalam Lampiran I Nomor 27 e. uang saku dan biaya transportasi dalam kota. makan 1 (satu) kali. mikropon. uthite board. alat tulis. dan permen).t di l. dan permen). air mineral. stand. b. podium. Catatan : a.. indeks paket pertemuan lfullboard). 2) Pada kegiatan yang diselenggarakan di dalam kota. Ruang Pertemuan (termasuk screen projector. podium. mikropon. Besaran uang saku untuk kegiatan rapatlpertemuan di luar kantor. Akomodasi paketfullboard diatur sebagai berikut: : 1 (satu) kamar untuk 1 (satu) orang Pejabat Eselon II ke atas Pejabat Eselon III ke bawah = 1 (satu) kamar untuk 2 (dua) orang c. Satuan bi t. Paket Fulldag Satuan biaya paket fullday disediakan untuk kegiatan rapatlpertemuan yang dilakuka. air minezx ral.)/ / . podium. air mineral. Paket Halfdag paket kegiatan Satuan biaya paket hatfday disediakan untuk rapatlpertemuan-yang dilaliukan di luar kantor selama setengah sehari minimal 5 (lima) jam. flip chart.

satuan biaya tiket perjalanan dinas dalam negeri menggunakan metode at cost (sesuai pengeluaran). Dalam pelaksanaan anggaran.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA -47 - tiket termasuk biaya asuransi. b. Untuk perjalanan dinas Golongan C dan Golongan D yang lama ialanannya melebihi B (delanan) iam penerbansan {tidak termasuk waktu 29 . . Tarif Bisnis untuk perjalanan dinas Golongan B. Contoh penghitungan alokasi biaya taksi: Seorang pejabat/pegawai negeri melakukan perjalanan dinas jabatan dari Jakarta ke Yogjakarta. Gubernur/Pejabat Negara Lainnya Yang Setara. b. c. 2a Satuan Biaya Taksi Perjalanan Dinas Dalam Negeri Satuan Biaya Taksi Perjalanan Dinas Dalam Negeri merupakan satuan biaya yang digunakan untuk perencanaan kebutuhan biaya tarif satu kali perjalanan menuju taksi dari kantor kedudukan tempat bandarafpelabuhan/terminal/stasiun keberangkatan atau dari bandara/ pelabuhan/terminal/stasiun kedatangan menuju tempat tujuan di kota bandara / pelabuhan/ terminal/ stasiun kedatangan dan sebaliknya. Wakil Menteri Gubernur. Tarif Ekonomi untuk perjalanan dinas Golongan C dan Golongan D. Klasifikasi Tiket Perjalanan Dinas Luar Negeri : a. Indeks tarif taksi di Provinsi Kalimantan Timur dihitung dari Bandara Sepinggan (Balikpapan) sampai dengan kota Samarinda. Klasifikasi Tiket Perjalanan Dinas Dalam Negeri : a. Tarif Eksekutif untuk perjalanan dinas Golongan A. maka alokasi biaya taksi sebagai berikut : a) Berangkat biaya taksi dari tempat kedudukan di Jakarta ke Bandara SoekarnoHatta biaya taksi dari Bandara Adi Sucipto (Yograkarta) ke tempat tujuan (hotel/penginapan/ kantor) di Yograkarta b) Kembali biaya taksi dari hotellpenginapan (Yoryakarta) ke Bandara Adi Sucipto biaya taksi dari Bandara Soekarno-Hatta ke tempat kedudukan (Jakarta) Satuan Biaya Tiket Perjalanan Dinas Luar Negeri (PPf Satuan Biaya Tiket Perjalanan Dinas Luar Negeri (PP) merupakan satuan biaya yang digunakan untuk perencanaan kebutuhan biaya pembelian tiket pesawat udara dari bandara di Jakarta ke berbagai bandara kota tujuan di luar negeri pulang pergi (PP). b. serta setingkat Menteri. Tarif Bisnis untuk Ketua/Wakil Ketua dan Anggota Lembaga Tinggi Negara. Tarif Ekonomi untuk Pejabat Negara Lainnya dan Pejabat Eselon IIlkebawah. tidak termasuk airport tax serta biaya retribusi lainnya. dan Pejabat Eselon I. tidak termasuk airport tax serta biaya retribusi lainnya. Catatan: a. Satuan biaya tiket termasuk biaya asuransi.

merupakan satuan biaya yang digunakan untuk pemeliharaan rutin halaman gedung/bangunan perwakilan RI di luar u/ . merupakan satuan biaya yang digunakan untuk membiayai pengadaan kebutuhan alat tulis (misal: kertas. b. h. ATK. ballpoinf. Jamuan. Lampu. Pemeliharaan Kendaraan. dan amplop) yang alokasinya dikaitkan dengan jumlah pegawai. Pemeliharaan Gedung/Bangunan Duta/Konsul. merupakan satuan biaya yang digunakan untuk membiayai pengadaan media cetak. 2) Gedung/bangunan milik pihak lain (selain Pemerintah Republik Indonesia) yang disewa dan /atau dipinjam oleh pengguna barang dan dalam perjanjian diatur tentang adanya kewajiban bagi pengguna barang untuk melakukan pemeliharaan. merupakan satuan biaya yang digunakan untuk membiayai pengiriman dokumen diplomatik. satuan biaya tersebut sudah termasuk biaya penggantian ban salju. Pemeliharaan Halaman. f. termasuk biaya bahan bakar. e. i. Pengamanan Sendiri. merupakan satuan biaya yang digunakan untuk membiayai kegiatan jamuan tamu diplomatik yang dilaksanakan di luar kantor g. biaya asuransi kendaraan dapat dialokasikan sesuai kebutuhan riil dan dilengkapi dengan data dukung yarrg dapat dipertanggungj awabkan. Satuan biaya pemeliharaan gedung/Bangunan Kantor/Wisma Duta/Konsul di luar negeri dialokasikan untuk: 1) Gedung/bangunan milik negara. Kantor/Wisma merupakan satuan biaya yang digunakan untuk pemeliharaan rutin gedung/bangunan perwakilan RI di luar negeri dengan maksud untuk menjaga/mempertahankan gedung dan bangunan kantor perwakilan RI di luar negeri agar tetap dalam kondisi semula atau perbaikan dengan tingkat kerusakan kurang dari atau sama dengan 2%o (dua persen). merupakan satuan bia5ra yang digunakan untuk membiayai tenaga kerja yang ditunjuk untuk melakukan kegiatan pengamanan di kantor perwakilan dan wisma. merupakan satuan biaya yang digunakan untuk membiayai pengadaan penerangan di dalam gedung dan halaman kantor perwakilan d. Langganan Koran/Majalah. Kantong Diplomatik. Dalam hal terdapat peraturan dari negara setempat yang mewajibkan asuransi kendaraan. 30 Satuan Biaya Penyelenggaraan Penpakilan RI di Luar Negeri Satuan Biaya Penyelenggaraan Perwakilan RI di Luar Negeri merupakan satuan biaya yang digunakan untuk perencanaan kebutuhan biaya penyelenggaraan operasional perwakilan RI di luar negeri. merupakan satuan biaya yang digunakan untuk mempertahankan kendaraan dinas Perwakilan RI di luar negeri agar tetap dalam kondisi siap pakai sesuai dengan peruntukannya. Untuk negara yang mempunyai 4 (empat) musim. dapat menggunakan tarif bisnis. c.KEUANGAN MENTERI INDONESIA REPUBLIK -48- transit). berupa: a.

1. Sewa Kendaraan Sedan. Bus. merupakan satuan biaya yang digunakan untuk membiayai pengadaan pakaian dinas harian sopir/satpam pada perwakilan RI di luar negeri. merupakan satuan biaya yang digunakan untuk membiayai kebutuhan biaya sewa kendaraan sedan. pengalokasiannya maksimal lOo/o (sepuluh persen) dari jumlah pegawai (home staffl dan minimal untuk 1 (satu) pegawai. bus dengan kapasitas 32 (tiga puluh dua) Penumpang selama 8 (delapan) jam. m. Sewa Mesin Fotokopi. sedangkan pembelian inventaris bagi pegawai baru disesuaikan dengan kebutuhan. dan Box. 3) Untuk Satuan Biaya Pemeliharaarl dan Operasional Kendaraan Dinas. Penggantian Inventaris Lama dan/atau Pembelian Inventaris Untuk Pegawai Baru. dan Pengadaan Pakaian Dinas Dan/Atau Kerja. Pengadaan Operasional Kantor Dan/Atau Lapangan (Roda 4). Satuan biaya sewa tersebut sudah termasuk biaya bahan bakar dan pengemudi. Pengadaan Kendaraan Operasional Bus. k. merupakan satuan biaya yang digunakan untuk membiayai kebutuhan biaya pengadaan konsumsi rapat biasa yang diselenggarakan di kantor. Catatan Umum: 1) Satuan biaya yang terdapat dalam PMK ini sudah termasuk pajak. pada beberapa kabupaten diberikan toleransi pengusulan satuan biaya melebihi PMK Standar Biaya sebagai berikut : Provinsi Provinsi dari Satuan Aceh dari Satuan Sumut biava biava L/ . Pemeliharaan Gedung/Bangunan Dalam Negeri. 2) Satuan Biaya Diklat Pimpinan Struktural dan Diklat Prajabatan mengacu pada Peraturan Pemerintah Nomor 73 Tahun 2009 Tentang Jenis dan Tarif atas Jenis Penerimaan Negara Bukan Pajak yang Berlaku pada Lembaga Administrasi Negara. Pengadaan Inventaris. j. merupakan satuan biaya yang digunakan untuk membiayai pengadaan meja dan kursi pegawai pada perwakilan RI di luar negeri. Pemeliharaan Sarana Kantor. Pakaian Sopir/Satpam. dimana di dalamnya sudah termasuk makan dan kudapan. Sewa Kendaraan.KEUANGAN MENTERI INDONESIA REPUBLIK -49- Untuk perwakilan RI di negara yang mempunyai 4 (empat) musim dapat dialokasikan biaya pemeliharaan tambahan diluar gedung untuk fasilitas umum apabila ada ketentuan pemeliharaan dari negara yang bersangkutan sesuai dengan kebutuhan riil dan dilengkapi oleh data dukung yang dapat dipertanggungjawabkan. Pengadaan Kendaraan Roda 2 (dua) dan Operasional Kantor dan/atau Lapangan. dan mobil box untuk kegiatan yang sifatnya insidentil dan dilakukan secara selektif serta efisien. Konsumsi Rapat.

AGUSD. Oter Orans/Terbitan Salinan sesuai dengan aslinya MENTERI I(EUANGA\T. OJ Orang/Jam b. OH Orang/Hari c.W. ttd. OB Orang/Bulan d. MARTOWARDOJO G NIP.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA -50- Nias Selatan dari Satuan biava Provinsi Sumbar dari Satuan biava Provinsi Sulut dari Satuan Papua Puncak Java biaya Provinsi dari Satuan biaya Provinsi Papua Barat Pengertian Istilah: a. OP Orang/Paket f. OK Orang/Kegiatan g. OT Orang/Tahun e. OR Orang/Responden h. 1 Lli / .

OZ 2OI2 3 / MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA TATA CARA PENYUSUNAN DAN PENELAAHAN STANDARBIAYA KELUARANTAHUN ANGGARAN 2013 A. menentukan keluaran yang akan diusulkan menjadi SBK. 4/'t- . menentukan komponen/tahapan sebagaimana dimaksud dalam angka 4 sebagai biaya utama atau biaya pendukung: a. pelaporan dan evaluasi. misalnya: harga barang. mengindentifikasi dan mencermati keluaran kegiatan mengacu pada kriteriakriteria SBK. pelaksanaan. 2. RAB disusun sesuai dengan Format 2 untuk SBK sebagai Total Biaya Keluaran atau Format 3 untuk SBK sebagai Indeks Biaya Keluaran dengan eara memasukkan yang rincian dibutuhkan tiap alokasi anggaran komponen/tahapan yang berisi biaya masukan dengan mengacu pada Standar Biaya Masukan TA 2OL3 dan data pendukung lainnya yang dapat dipertanggungjawabkan. membuat Kerangka Acuan Kegiatan (KAK)/ Term of Reference (TOR) sesuai dengan Format 1. Penyusunan dan Peng4juan Usulan Standar Biaya Keluaran (SBK) Langkah-langkah yang dilakukan oleh Kementerian Negara/Lembaga dalam pen5rusunan SBK adalah sebagai berikut: 1. dan bangunan yang dikeluarkan Pemerintah Daerah. sedangkan usulan SBK yang berasal dari keluaran kegiatan yang telah ada pada RKA-K/L tahun anggaran 2OL2 namun belum ditetapkan menjadi SBK dapat melampirkan KAK/TOR sebelumnya untuk keluaran kegiatan yang sama. pelaksanaan. biaya pendukung adalah komponen biaya yang tidak berpengaruh secara langsung terhadap volume output. 3. b.LAMPIRAN III PERATURAN MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA TENTANG STANDAR BIAYA TAHUN ANGCARAN 2013 NoMoR 7 lPYIK. perencanaan. 6. tahapan dalam pencapaian suatu output adalah sebagaimana fungsi manajemen yaitu. pelaporan maupun evaluasi. penentuan komponen/tahapan dalam penyusunan SBK sebagaimana pada poin a harus dijelaskan/dijabarkan dalam setiap tahapannya baik pada perencanaan. menentukan SBK yang diusulkan sebagai total biaya keluaran atau indeks biaya keluaran. 7. biaya utama adalah komponen biaya yang berpengaruh terhadap volume suatu output. secara tlmum. menentukan komponen/tahapan yang benar-benar mempunyai keterkaitan dan kesesuaian dalam pencapaian keluaran kegiatan: a. Pen5rusunan RAB dilakukan dengan menggunakan Aplikasi SBK dengan tetap memperhatikan penggunaan Akun sesuai Bagan Akun Standar. membuat Rencana Anggaran Biaya (RAB). 5. Kernenterian Negara/Lembaga tidak perlu melampirkan KAK/TOR untuk usulan SBK yang pernah ditetapkan pada tahun anggaran 2012. b. 4. jasa.

MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA

-2catatan: a) Dalam hal Kementerian Negara/Lembaga telah melakukan monitoring dan evaluasi pelaksanaan keluaran kegiatan yang akan diusulkan SBK, maka hasil monitoring dan evaluasi pelaksanaan keluaran kegiatan dimaksud digunakan dalam penentuan tahapan maupun pen5rusunan RAB SBK. b) Dalam hal pen5rusunan RAB SBK terdapat jenis biaya-biaya yar:g digunakan di luar Standar Biaya yang telah ditetapkan/disetujui oleh Menteri Keuangan, maka harus dilengkapi dengan Surat Pernyataan Tanggung Jawab Mutlak (SPTJM) seperti dalam Format 8 dan data pendukung yang dapat dipertanggungj awabkan. c) Contoh Pen5rusunanSBK, TOR, dan RAB seperti pada Contoh 1 dan Contoh 2. B. menyimpan (backup)data usulan SBK; 9. membuat rekapitulasi usulan SBK sesuaiFormat 4; 10. menandatangani rekapitulasi usulan SBK dan mengajukan usulan SBK kepada Menteri Keuangan c.q. Direktur Jenderal Anggaran melalui Sekretaris Jenderal/Sekretaris Kementerian Negara/Sekretaris Utama atau pejabat lain yang berwenang dilengkapi: a) KAK/ToR; b) RAB; c) data pendukung (backup data)Aplikasi SBK; danf atau d) data pendukung lainnya yang diperlukan. B . Waktu Pengajuan SBK Usulan SBK tahun anggaran 2013 diajukan Kementerian Negara/Lembaga kepada Menteri Keuangan c.q. Direktur Jenderal Anggaran paling lambat minggu kedua bulan April 2AI2. C . Langkah-Langkah Penelaahan Usulan SBK Penelaahan SBK merupakan kegiatan meneliti dan menilai keluaran kegiatan yang diusulkan menjadi SBK, menilai komponen/tahapan yang digunakan dalam pencapaian keluaran, dan rincian pembiayaannya dengan memperhatikan kewajaran komponen/tahapan dan biaya yang digunakan dengan memegang prinsip efisiensi dan efektifitas. Langkah-langkah penelaahan SBK adalah sebagai berikut: 1. Direktorat Jenderal Anggaran (DJA) dalam hal ini Direktorat Anggaran lln/Il bersama Kementerian Negara/Lembaga melaksanakan penelaahan usulan SBK dengan langkah-langkah sebagai berikut: a. mengunggah (upload)ftIe backup data usulan SBK ke seruer; b. meneliti dan menilai usulan keluaran kesesuaian kriteria SBK yang ditetapkan; kegiatan dengan cara menilai

c. meneliti dan menilai komponenltahapan yang digunakan dalam pencapaian keluaran kegiatan dengan cara memeriksa keterkaitan, kesesuaian, dan kewajaran komponen/tahapan dengan keluaran kegiatan; d. meneliti dan menilai penerapan biaya, kewajaran alokasi anggaran, dan penerapan Bagan Akun Standar dengan cara memeriksa:

MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA -3-

1) kesesuaian penerapan biaya utama dan biaya pendukung; 2l kesesuaian jenis dan besaran biaya yang tidak terdapat dalam Standar Biaya Masukan dengan data pendukungnya; 3) kewajaran alokasi anggaran yang diusulkan dengan memperhatikan komponen/tahapan yang digunakan serta volume yang akan dicapai; 4l penggunaan akun sesuai Bagan Akun Standar. Catatan: Apabila DJA dalam hal ini Direktorat Anggaran I/Illlil telah melakukan monitoring dan evaluasi pelaksanaan keluaran kegiatan yang akan diusulkan SBK, maka hasil monitoring dan evaluasi pelaksanaan keluaran kegiatan dimaksud digunakan dalam penelaahan usulan SBK dimaksud. 2. Direktorat Anggaran Il[lm bersama Kementerian NegarafLembaga terkait menyepakati hasil penelaahan dan dituangkan dalam catatan penelaahan sesuai Format 5 (SBK sebagai Total Biaya Keluaran) dan Format 6 (SBK sebagai Indeks Biaya Keluaran); 3. Direktorat Anggaran I/Illm mengunggah (upload) data hasil penelaahan usulan SBK ke seruer, meneliti, mengoreksi hasil penelaahan usulan SBK sebagaimana pada angka 2 dan rriembuat rekapitulasi persetujuan usulan SBK sesuai Format 7; 4. Direktorat Anggaran lll!fi menyampaikan rekapitulasi usulan SBK yang sudah disetujui sebagimana pada angka 3 kepada Direktur Sistem Penganggaran,paling lambat minggu pertama bulan Mei 2OI2; 5. Direktorat Sistem Penganggaran melaksanakan kompilasi usulan SBK dan membuat konsep Peraturan Menteri Keuangan tentang Standar Biaya Keluaran (SBK) dan menyampaikannya kepada Direktur Jenderal Anggaran; 6. Direktur Jenderal Anggaran meneliti konsep Peraturan Menteri Keuangan tentang Standar Biaya Keiuaran (SBK) beserta lampirannya dan memaraf rancangan Peraturan Menteri Keuangan tentang SBK serta menyampaikannya kepada Menteri Keuangan untuk mendapat penetapan.

D . Dokumen Hasil Penelaahan SBK
Dokumen hasil penelaahan SBK terdiri dari: 1. Catatan penelaahan SBK, yang mencakup: a. uraian SBK; b. besaran SBK yang ditetapkan; c. penempatan akun; d. catatan; e. tandatangan petugas penelaah dari Kementerian Negara/Lembaga dan Ditjen Anggarant f. tandatangan Pejabat setingkat Eselon III Kementerian NegarafLembaga dan Kepala Subdirektorat Anggaran l/il|m. 2. Rekapitulasi Persetujuan SBK Rekapitulasi Kementerian SBK merupakan tiap-tiap daftar SBK Negara/Lembaga yang telah ditelaah dan disetujui Direktur AnggaranIlillUI.

KEUANGAN MENTERI INDONESIA REPUBLIK -4-

Format

1

KAK/TOR PER KELUARAN KEGIATAN Kementerian Negara/ Lembaga Unit Eselon I Program Hasil Unit Eselon Il/Satker Kegiatan Indikator Kinerja Kegiatan Satuan Ukur dan Jenis Keluaran Volume
(l)

(21 (3)
(4)

(s)
(6)

(71 (B) (e)

A.

Latar Belakang 1. Dasar Hukum T\.rgasFungsi/Kebijakan (to) 2. Gambaran UmuP (i1)

B. C.

Penerima ![anfaaf (12) Strategi Pencapaian Keluaran 1. Metode Pelaksanaan(13) 2.Tahapan dan Waktu Pelaksanaan (1a)

D . Waktu Pencapaian Keluar2n (1s) E. Biaya Yang Diperlukan (to) Penanggung jawab
(L7l

(r N I P . . . . . . . . . . . . . . . . . . .8 )

MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA

-5-

PETUNJUKPENGISIAN KAI{/TOR KAK/TOR merupakan. gambaran umum dan penjelasan mengenai keluaran kegiatan yang akan dicapai sesuai dengan tugas dan fungsi Kementerian Negara/Lembaga yang memuat latar belakang, penerima manfaat, strategi pencapaian, waktu pencapaian, dan biaya yang diperlukan, No (1) (2) (3) (4) Diisi nama unit eselonI.
Disi nama program sesuai hasil restrukturisasi program. Diisi dengan hasil yang akan dicapai dalam program.

Uraian
Diisi nama Kementerian Negara/Lembaga.

(s)
(6)

Diisi nama unit eselonII Diisi nama kegiatan. kegiatan sesuai hasil restrukturisasi

(71 Diisi uraian indikator kinerja kegiatan.
(8) Diisi nama satuan ukur dan jenis keluaran kegiatan. Diisi jumlah volume keluaran kegiatan. Volume yang dihasilkan bersifat kuantitatif yang terukur. Contoh: 5 peraturan PMI(, 200 orang peserta, 33 laporan LHP.

(e)

( 1 0 ) Diisi dengan dasar hukum tugas fungsi dan/atau ketentuan yang terkait langsung dengan kegiatan yang akan dilaksanakan. ( 11 ) Diisi gambaran umum mengenai keluaran kegiatan dan
volumenya yang akan dilaksanakan dan dicapai.

( 1 2 ) Diisi dengan penerima manfaat baik internal dan f atau
eksternal Kementerian Negara f Lembaga. Contoh : pegawai, petani, siswa.

( 1 3 ) Diisi dengan cara pelaksanaannya
atau swakelola.

berupa

kontraktual

(14) Diisi dengan komp onenf tahapan yang digunakan dalam pencapaian keluaran kegiatan, termasuk jadwal waktu (time table) pelaksanaan dan keterangan sifat komponenf tahapan tersebut termasuk biaya utama atau biaya penunjang.

(1s)

Diisi dengan kurun waktu pencapaian pelaksanaan. alokasi dana yang keluaran kegiatan. RAB yang merupakan rincian dalam pencapaian diperlukan

( 1 6 ) Diisi dengan lampiran

MENTEBI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA (r7) Diisi dengan nama penanggung jawab kegiatan (Eselon II I KepaIa satker vertikal). ( 1 8 ) Diisi dengan NIP penanggung jawab kegiatan. .

G r 0q 0a N 9x H ooo p P P P V J ^ x x . 6' Dr* EH Lox o fq i P Z oi J r'J0) 5F P) aJ x" P g Fl i. F? 0) i".x zm U.e.l p) p 5-e5!9 .^t3 { *J F) F) *l F) N @ r i\ L'J oj P9(DP dX Al H p u.- i0< !lm :z u! a o + d!D u. * .. di It 7iK 8zS z mo a> Ez P@6{Oq+ON o--@ e H o . FF U . ts g' t.) f 6 -F X ! w \ vd H dPHF Hi Hoc qp) F z 0q g) O0) HK PP oop) It 5p w5 H z A) H D @ z H H kti "J o o A) F) E: m p. H P FJ r. o o !D $ iv)a . H <cDFXC!C'dCX It IF' lrt It\) U EF.a Cs) @ '5 { Fi rr 6' tr Hk cffuo o X X X G T N (/t cr p x { X o d N o H tr N F 0q F) .fi1n HeHsI H[il 5x .ln lo lFl t\] z p) H H Al o z o a) o -l H z H ?frF*iL. z z 5ro N6' -) oq F) AJ H< o H z -r..

Diisi volume keluaran kegiatan Diisi dengan nama sub keluaran ada (optional). Diisi nama Kementerian Negaraf Lernbaga. pembentuk keluaran kegiatan jika (e) (10) (11) (r2) Diisi dengan nama komponen/tahapan yang digunakan dalam pencapaian keluaran kegiatan. bahan. Diisi dengan memberikan tanda check lfsf (V) untuk komponen yang termasuk biaya utama Diisi dengan memberikan tanda check lisf (V) untuk termasuk biaya pendukung komponen yang (13) (14) (1s) (16) (17) (18) Diisi dengan nama sub komponen yang digunakan dalam tahaPantahapan yang pencapaian keluaran kegiatan. (1) (21 (3) (4) Diisi nama unit eselonI Disi nam a pr o gr am hasil re strukturisasi pro gram. Diisi dengan uraian detil-detil yang digunakan.. satuan ukur. perjalanan. volume. kajian. jika ada (oPtional).. Penomoran/kode komponen/tahapan diisi dengan menggunakan angka yang dimulai dengan 011.KEUANGAN MENTERI INDONESIA REPUBLIK -8PETUNJUK PENGISIANRINCIANANGGARANBIAYA SBK SEBAGAI TOTAL BIAYA KELUARAN rincian RAB SBK sekurang-kurangnya memuat komponen/tahapan. (s) (6) (7) (8) Diisi nama unit eselon II Diisi nama kegiatan hasil restrukturisasi kegiatan' Diisi uraian indikator kinerja kegiatan. No Uraian Diisi tahun anggaran berkenaan.. Diisi nama satuan ukur dan jenis keluaran kegiatan. . biaya satuan ukur dari suatu keluaran kegiatan seperti honorarium yang terkait dengan keluaran. Diisi dengan hasil yang akan dicapai dalam program. Diisi jumlah keluaran (lcuantitatifl suatu kegiatan. | ^. misalnya: 0i 1 Komponen A OI2 KomponenB dst .. jumlah volume dan jumlah biaya keluaran kegiatan. Contoh: survey. komponen biaya. sosialisasi. u-torkshop. Diisi dengan akun yang digunakan sesuai dengan Bagan Akun Standar (BAS).. jasa profesi.

Diisi tanggal penyelesaian penelaahan. Diisi nama dan NIP pejabat eselon IV dan pelaksana dari Kementerian Negara/Lembaga. Diisi nama dan NIP pejabat eselon IV dan pelaksana dari Ditjen Anggaran. . anggaran yang diperlukan dalam pencapaian (231 (24) Diisi dengan nama penanggung jawab kegiatan. Dalam hal biaya satuan ukur tidak terdapat dalam SBM dapat yang dapat lainnya menggunakan data dukung dipertan ggungj awabkan. Diisi tanggal penyelesaian penelaahan. Diisi jumlah biaya yaitu perkalian dari nomor (L7) dan nomor (19). (2s) {26\ (27) (28]' (2e) (30) (31) Diisi tanda tangan pejabat eselon IV dan pelaksana dari Kementerian Negara/Lembaga. (2rl (22]' Diisi informasi tambahan berkaitan kondisi bagaimana suatu usulan SBK. Diisi dengan NIP penanggungjawab kegiatan. (20) Diisi biaya satuan ukur (biaya masukan) yang berpedoman pada SBM. Diisi dengan alokasi keluaran kesiatan. Diisi tanda tangan pejabat eselon IV dan pelaksana dari Ditjen Anggaran.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA ( 1 e ) Diisi nama satuan ukur masing-masing uraian detil yang digunakan.

+ .r i r I u. A) E a N 2 o P.z E9s3OO3cE + dD. 6 1 F e s E1E s* qr t3 lAt lr+ lo) z 'g Fl o I' n tri 0) o da oq A) FI* l t ' l al F1 F I i >xo tf o P f.< ttt m LJ !D' (ne 0) o * a. . tq Fix oq d H o o\ qF) nlJ '5 . Z I P tul rql El I > <l >1 >l >l F:l *i Hi E 6. ?68 ' o> zz mO @> e. F o + w Y !) > r1 z z t{l H 't A) A) d z =w i$ 6' ilq 6A) r 2. n a F] I :] uc A) 5 A) 5 t\) z x A) z 'U *i a) oq oc o H j g o o p) pr. P o ' iD 3 d FI cl >l NI >l zl A'. o A) K p) u. gr9 il#' 6'9 7p) KOC H!) p) { "J p E tr\ 3 P A) p s) H Xr .a { .is 6' cEH k r p cSw @ e. t9 o o o ?4 e A) { p x X o fr o o gq .IEJ lo l4 F) p z A) SI?F'FSFryST 3 o o 'Jl \) zl <l U I o l ol ll o F >la z FFFH-*Tf.E' o-9 flt 7* 5r: E = Ft HF.

(12) (13) (14) (1s) (16) (r7) . terdiri dari akun dan detil akun yang diperlukan. No (1) Uraian Diisi tahun anggaran berkenaan. biaya satuan ukur dari suatu keluaran kegiatan seperti honorarium yang terkait dengan keluaran. Contohnya: orangljarn. Diisi satuan ukur detil akun. Diisi penjabaran dari komponenf tahapan pelaksanaan kegiatan. Contoh: survei. orang/bulan. volume.KEUANGAN MENTERI INDONESIA REPUBLIK . jasa profesi. jumlah volume dan indeks biaya keluaran. perjalanan. Diisi hasil dari program. bahan. Diisi biaya satuan ukur (biaya masukan) yang berpedoman pada SBM. Diisi volume satuan detil akun.000 siswa. uorkshop. Dalam hal biaya satuan ukur tidak terdapat dalam SBM dapat yang dapat menggunakan lainnya data dukung dip ertan ggun gjawabkan. (s) (6) (71 (8) (e) (10) (11) Diisi jumlah volume satuan ukur yang dihitung. peserta.. Diisi dengan memberikan tanda ctrcck list (V) untuk komponen yang termasuk biava utama. Diisi dengan memberikan tanda check lfsf (V) untuk komponen yang termasuk biaya pendukung. sosialisasi. Penomoran/kode komponen/tahapan diisi dengan menggunakan angka yang dimulai dengan 0 L L.. Contoh: 2.. Diisi dengan nama komponen/tahapan yang digunakan dalam pencapaian keluaran kegiatan. (21 (3) (4) Diisi nama unit eselon I Diisi nama program hasil restrukturisasi program. orang.. kegiatan. Diisi nama Kementerian Negara/Lembaga. Diisi nama unit eselon II. Diisi nama keluaran kegiatan.. satuan ukur. rincian komponen biaya.orangfhart. Diisi nama kegiatan hasil restrukturisasi kegiatan. m2. kajian. misalnya: 011 KomponenA OL2 Komponen B dst.il- PETUNJUK PENGISIAN RINCIANANGGARANBIAYA SBK SEBAGAI INDEKS BIAYA KELUARAN RAB SBK sekurang-kurangnya memuat komponenf tahapan. km.

Diisi jumlah volume satuan ukur yang dihitung. Diisi nama dan NIP pejabat Kementerian Negara/ Lembaga. @gian dari total biaya dibagi volume. mencakup situasi dan kondisi bagaimana kegiatan dapat dilaksanakan.0OO siswa. eselon IV dan pelaksana dari (2s) (261 Diisi tanggal penyelesaian penelaahan. Diisi NIP pejabat penanggungjawab kegiatan. suatu (1e) (20) (2Ll (22) (23) (24) Diisi jumlah total biaya seluruh komponenf tahapan.KEUANGAN MENTEBI INDONESIA REPUBLIK (18) Diisi jumlah biaya yaitu perkalian dari nomor (14) dan nomor (16). (2e) (30) Diisi tanda tangan pejabat eselon IV dan pelaksana dari Ditjen Anggaran. Diisi nama pejabat penanggungjawab kegiatan. Diisi tanggal penyelesaian penelaahan. Diisi tanda tangan pejabat Kementerian Negar a I Lembaga. eselon (271 (28) IV dan pelaksana dari Diisi nama dan NIP pejabat eselon IV dan pelaksana dari Ditjen Anggaran. Contoh: 2. . Diisi keterangan.

.IK ..._tJ - Format 4 Lampiran Nomor Tanggal REKAPITULASI USULAN SBI( Kementerian Ne gara / Lernb aga :......... (4) Surat . .KEUANGAN MENTERI INDONESI.. SBK SBK Total Biaya Keluaran SBK Indeks Biaya Keluaran sBI( A (1r) SBK Total Biava l(eluaran SBK Indeks Biaya Keluaran . ' (l) (2) (31 Tahun A Unit Eselon I...q REPUBT.

Contoh: pelatihan 30 orang peserta dilaksanakan dalam waktu lima hari.KEUANGAN MENTERI INDONESIA REPUBLIK -L4- PETUNJUK PENGISIANREKAPITULASIUSULAN SBK No Uraian Diisi nama surat usulan SBK. Kementerian Negara/Lembaga dan kode bagian (1) (2J (3) (4) (s) (6) (7) (8) Diisi tahun anggaran berkenaan. Catatan Dalam hal rekapitulasi usulan SBK berjumlah lebih dari 1 halaman. Disi tanggal surat usulan SBK. (16). Diisi nama jabatan penanda tangan rekapitulasi usulan SBK. (15) (16) (r7) . Diisi tambahan informasi yang diperlukan berkaitan dengan usulan SBK. Contoh: pelatihan 30 orang peserta dilaksanakan dalam waktu lima hari. Diisi jumlah volume keluaran kegiatan yang diusulkan. (e) (10) (11) Diisi SBK Indeks Biaya Keluaran yang diusulkan. Diisi NIP pejabatpenandatangar. Diisi besaran besaran dana diusulkan. Diisi dengan angka 1 (satu). Diisi nama unit eselon I dan kode unit eselon I Diisi SBK Total Biaya Keluaran yang diusulkan. dan (17) berada di halaman terakhir rekapitulasi SBK. dan masing-masing lembar dibubuhi paraf pejabat yang bertanggungjawab.rekapitulasi usulan SBK. Diisi total alokasi anggaran yang diperlukan dalam pencapaian keluaran kegiatan./t . Diisi nama pejabat penanda tangan rekapitulasi usulan SBK. Nomor (15). Diisi nomor surat usulan SBK. indeks biaya keluaran yang yang (r2) (13) (14) Diisi tambahan informasi yang diperlukan berkaitan dengan usulan SBK. Diisi nama anggaran.

..KEUANGAN MENTERI INDONESIA REPUBLIK -15- Format 5 CATATAN PENELAAHAN USULAN SBK SEBAGAI TOTAL BIAYA I(ELUARAN .. (2s) Tanda Tangan . 2. . (291.u T A H U NA N G G A R A N : .. . Kementerian Negara / Lernbaga Unit Eselon I Program Hasil Unit Eselon II Kegiatan Indikator Kinerj a Kegiatan Satuan Ukur dan Jenis Keluaran Volume Hasil Penelaahan : (21 (4) (5) (6) (81 (e) (101 SBK (lu Volume (t2l Total Biaya Keluaran (13) Keterangan (i4l daLam ruDnl No AKUN (15) (16) Usulan (17) Hasil Penelaahan 1. . . Disetujui Oleh: Penelaah K I L Nama/NIP .126l. . 4. ..(. . ...1241 Tanggal . .(271 Penelaah DJA TandaTangan ..1221 Nama/NIP 1. . ... 2.. .. Jumiah Catatari: (2sl (18) (le) Ditelaah Oleh: Penelaah K / L Nama/NIP 1 . 2... . (28) Nama/NIP (301 Tanggal (311 Tanda Tangan (321 .... 3. ... . . Tanggal . 1 2 1 1 Penelaah DJA Tanda Tangan 123l Tanggal .. . ... . .

ukur dan jenis keluaran kegiatan. Diisi nama unit eselon II (s) (6) (7) (8) Diisi nama kegiatan hasil restrukturisasi kegiatan. Diisi nama dan NIP pejabat eselon IV dan pelaksana dari Kementerian Negara I Lembaga. Diisi jumlah keseluruhan biaya yang diusulkan. Dt*ffi (21 (3) (4) Disi nama program hasil restrukturisasi program. Diisi jumlah biaya yang disetujui untuk tiap AKUN. 33 laporan LHP' (t2) (13) (14) Diisi total biava keluaran. Diisi volume keluaran kegiatan. Diisi jumlah biaya yang diusulkan untuk tiap AKUN. Diisi jumlah keseluruhan biaya yang disetujui. Diisi kode dan uraian AKUN yang digunakan. Diisi dengan hasil yang akan dicapai dalam program. 2OOotangpeserta. Contoh: 5 peraturan PMK. Diisi tanda tangan pejabat Kementerian Ne gar a I Lembaga. dari Ditjen . (e) (10) ( 11 ) Diisi volume keluaran kegiatan. 200 orang peserta. Contoh: 5 peraturan PMK. Diisi hal-hal khusus/rekomendasi terkait proses penelaahan SBK. eselon (1s) (16) (17) (18) (1e) (20) (21) (22) (231 (24r.KEUANGAN MENTEBI INDONESTA REPUBLIK -16- PETUNJUK PENGISIAN CATATAN PENELAAHAN USULAN SBK SEBAGAI TOTAL BIAYA KELUARAN No (1) Uraian Diisi tahun anggaran berkenaan Diisi nama Kementerian Negaraf Lembaga. Mator Dtt* ""ttt" *t""n kinerja kegiatan. (25) IV dan pelaksana dari Diisi nama dan NIP pejabat eselon IV dan pelaksana Anggaran @elesaian penelaahan. 33 laporan LHP' Diisi nama SBK. Diisi tanggal penyelesaian penelaahan. Diisi tambahan informasi yang diperlukan berkaitan dengan usulan SBK.

Diisi nama dan NIP pejabat eselon III yang penelaahan dari Ditjen Anggaran. Diisi tanda tangan pejabat eselon III penelaahan dari Ditjen Anggaran. Diisi nama dan NIP pejabat eselon III yang penelaahan dari Kementerian Negar a I Lembaga. menyetujui menyetujui hasil hasil dari Ditjen hasil (26) (27) (28l' menyetujui (2el (30) (31) (321' Diisi tanggal persetujuan hasil penelaahan.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA No Uraian Diisi tanda tangan pejabat eselon IV dan pelaksana Anggaran. Diisi tanda tangan pejabat eselon III yang peneiaahan dari Kementerian Negaraf Lembaga. yang menyetujui hasil . Diisi tanggal persetujuan hasil penelaahan.

. . Disetujui Oleh: Penelaah K / L Nama/NIP l27l Penelaah DJA Tanda Tangan . (30) Tanggal (3U Tanda Tangan (32) . . (23) I Tanggal l22l Nama/NIP 124l Tanggal (2s) Tanda Tangan . (28l- Nama/NIP . Jumlah Catatan: l20l (18) (1e) Ditelaah Oleh: Penelaah K I L Nama/NIP T (21) Penelaah DJA Tanda Tangan .KEUANGAN MENTERI INDONESIA REPUBLIK -18- Format 6 CATATAN PENELAAHAN USULAN SBK SEBAGAI INDEKS BIAYA KELUARAN (l) : TAHUN ANGGARAN Kementerian Negara/ Lembaga Unit Eselon I Program Hasil Unit Eselon II Kegiatan Indikator Kinerj a I{egiatan Satuan Ukur dan Jenis Keluaran Volume Hasil Penelaahan : (21 (3) (41 (51 (6) (71 (81 (e) (10) SBK (l l) Volume {r2l Total Biaya Keluaran (131 Keterangan (14) dalam No ].l2el Tanggal .261 2. (1s) AKUN (16) Usulan (171 Hasil Penelaahan 2. 2.|.

Diisi tanda tangan pejabat Kementerian Negar a f Lemb aga. Diisi nama unit eselon II. Diisi tanggal penyelesaian penelaahan. Contoh: audit investigasi dilaksanakan dalam waktu lima hari. Diisi jumlah keseluruhan biaya yang disetujui. Diisi jumlah keseluruhan biaya yang diusulkan. Diisi nama hasil dari program. (s) (6) (7'. Diisi nama kegiatan restrukturisasi kegiatan. eselon IV dan pelaksana dari Diisi tanggal penyelesaian penelaahan. Diisi satuan SBK yang disetujui. Diisi tambahan informasi yang diperlukan berkaitan dengan usulan SBK.| (8) Diisi nama indikator kinerja kegiatan.KEUANGAN MENTEBI INDONESIA REPUBLTK PETUNJUK PENGISIANCATATANPENELAAHAN USULAN SBI{ SEBAGAI INDEI(S BIAYA I{ELUARAN No (1) Uraian Diisi tahun anggaran berkenaan Diisi nama anggaran Kementerian Negara/Lembaga dan kode bagian (21 (3) Diisi nama unit eselon I (41 Disi nama program hasil restrukturisasi program. Diisi tentang penelaahan. Diisi jumlah biaya yang disetujui untuk tiap akun. Diisi indeks SBK yang disetujui. eselon IV dan pelaksana dart (24) Diisi nama dan NIP pejabat eselon IV dan pelaksana Anggaran. dari Ditjen (2s) . hal-hal khusus yang terkait dengan proses (e) (10) ( 11 ) (r2) (13) (14) (1s) (16) (r7l (18) (1e) (20) (2Ll (22) (23) Diisi nama pejabat eselon III dari Kementerian NegaralLembaga. Diisi kode dan uraian akun. Diisi nama dan NIP pejabat Kementerian Negar a / Lembaga. Diisi satuan ukur dan jenis keluaran kegiatan. Diisi satuan ukur dan jenis keluaran yang diusulkan menjadi SBK. Diisi jumlah biaya yang diusulkan untuk tiap akun.

Diisi tanda tangan pejabat eselon penelaahan dari Ditjen Anggaran.KEUANGAN MENTERI INDONESIA REPUBLIK No Uraian Diisi tanda Anggaran. Diisi nama dan NIP pejabat eselon III yang penelaahan dari Ditjen Anggaran.t penelaahan dari Kementerian Negara/Lembaga. Diisi tanggal persetujuan hasil penelaahan. Diisi tanggal persetujuan hasil penelaahan.baga. III yang menYetujui menyetujui hasil hasil (321 menyetujui hasil . menyetujui (2el (30) (31) pejabat eselon III yang mg. (28) Diisi nama dan NIP pejabat eselon III yang penelaahan dari l(ementerian Negar a f Lem. tangan pejabat eselon IV dan pelaksana dari Ditjen hasil (261 (27l.

KEUANGAN MENTERI INDONESIA NEPUELIX - zL -

Format 7
Lampiran Nota Dinas Nomor Tanggal REI(APITULASI USULAN SBK YANG DISETUJUI
Kementerian negara/lembaga :
(5)

(r) (21 (31

Tahun Anggaran

No

1
I

Unit Eselon I .SBK 2
Eselon J (61 SBK Total Biava Keluaran sBK A t7l

Volume 3

Besaran

Keterangan

4

5

A
I

(8)

(e)

(10)

2
3

SBK B SBK C . dst

B I 2 3

SBK Indeks Biaya Keluaran (11) sBK A SBK B SBK C . dst

(12)

(13)

(14)

II A 1 2 3

Eselon I
SBK Total Biava I(eluaran

SBI{ A SBK B SBK C . dst

B 1 2

SBK Indeks Biaya Keluaran SBK A SBK B SBK C .. dst

3

(1s)
(16)

(18)

lrTl

(le) (20)

KEUANGAN MENTERI INDONESIA REFUBLIK

22-

PETUNJUK PENGISIAN REKAPITULASIUSULAN SBK YANG DISETUJUI No (1) Minas Dtt=t t""gg"l Diisi nomor nota dinas. dinas. ""t" Diisi nama Kementerian Negara/Lembaga anggaran.
Diisi tahun anggaran berkenaan. dan

Uraian persetujuan SBK.

{2)
(3)
(4)

kode bagian

(s)
(6)

Dtt"t

(71
(8)

Dtt"t SBK T"t"l
@me

""*"

""tt "selon

I dan kode eselon I.

keluaran kegiatan yang disetujui'
anggaran yang diperlukan dalam pencapaian

(e)
(10)

Diisi total alokasi keluaran kegiatan.

informasi yang diperlukan berkaitan dengan SBK Dtt"t t*"b"h"" Total Biaya Keluaran. contoh: pelatihan 30 orang peserta dilaksanakan dalam waktu lima hari. ffi Biaya Keluaran Yang disetujui. indeks biaya keluaran yang yang
Diisi dengan angka 1 (satu).

(11)

(r2l
(13)
(14)

Diisi besaran besaran dana disetujui

(1s)
(16)

informasi yang diperlukan berkaitan dengan SBK Dti"i tr*b"h"" indeks biaya keluaran yang disetujui. contoh: pelatihan 3o orang peserta dilaksanakan dalam waktu lima hari. Eselon II Kementerian Negara/Lembaga Dffi Pengusul. Eselon II Kementerian Negara/Lembaga @at Dit-t NIP P"l"b.t Eselon II Kementerian Negara/Lembaga' Diisi nama Jabatan Eselon II DJA (Direktur Anggaran Ilillml'

(r7l
(18)

(1e) Diisi Nama Direktur AnggaranIlIJlnl
(20) Mr Anggaranrlrllrrl
Catatan Dalam hal rekapitulasi usulan SBK yang disetujui berjumlah telift dari satu halaman, nomor (15), (16), (I71, (18), (19) dan (20) d.iletakkan pada halaman terakhir dan masing-masing lembar dibubuhi paraf pej abat yang bertanggung jawab.

MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA

-23'

Format 8 SURAT PERNYATAANTANGGUNG JAWAB MUTLAI{ . . . . . . .( 1 ) . NOMOR:......
(21 (3) (4)
tc,

Kode dan Nama Satuan Kerja Kode dan Nama Kegiatan Nama usulan SBK Tahun Anggaran

Yang bertanda tangan di bawah ini, saya selaku Pengguna Anggaran/Kuasa Pengguna Anggaran, satuan menyatakan bahwa saya bertanggung jawab penuh atas oleh

penggunaan Menteri atas.

biaya di luar standar biaya yang ditetapkan/disetujui Standar Biaya Keluaran

Keuangan dalam penyusunan

(SBK) tersebut di

Penghitungan

satuan biaya tersebut telah dilakukan

secara professional,

efisien, efektif, dan disertai data dukung yang dapat dipertanggungjawabkan. Demikian surat pernyataan ini dibuat dengan sebenarnya.

(6)

Pengguna/ Kuasa Pengguna Anggaran
(71

tanggal. bulan dan tahun. (41 Diisi nama usulan SBK. nama Diisi Anggaran. Diisi tahun anggaran berkenaan.MENTEHI KEUANGAN BEPUBLIK INDONESIA -24- TANGGUNG JAWAB MUTLAK PETUNJUK PENGISIAN SURAT PERNYATAAN No Uraian M (1) (21 (3) ffimakegiatan. Diisi tempat. pejabat Pengguna Anggaran/I(uasa Pengguna (s) (6) (71 (8) Diisi NIP/ NRP. .

z r! tH z L-J u w z X . 0q 0) f! 5 F-'t F r{/ F €|ord ooo trtss g. r a @ a ag gq co oli d= oJ.'-Fd o^x vL -- 3ZZ z H .fr N.H bhi po n -0 .'t E p r:4.FI X o 6 H 6'q qs o{ aa o d p F iD x u s UC !) gQl >. o9d Fiold "d n Lp . o h n0 o o H0q NP ko DP. F 5S @ zg I a trj a 'd t- e (1 \i t{ H= at rv== 9 Z e .

3. 2. b. Mencermati keluaran kegiatan "Rekomendasi Kebijakan Bidang Kelembagaan Mahkamah Agung" dan diambil kesimpulan bahwa keluaran tersebut bersifat berulang dari tahun ke tahun. Menentukan komponen/tahapan dalam pencapaian keluaran Rekomendasi Kebijakan Bidang Kelembagaan Mahkamah Agung serta menentukan sifat biaya dalam komponen/ tahapan sebagai berikut: Keluaran dan Tahapan Rekomendasi Kebijakan Bidang Kelembagaan Mahkamah Asune a. Mengindentifikasi dan menentukan keluaran yang akan diusulkan menjadi SBK. kegiatan Agung mempunyai Badan Urusan Administrasi Mahkamah Pelaksanaan Pen5rusunan Perencanaan dan Anggaran serta Penataan Organisasi Mahkamah Agung dengan keluaran berupa 5 (lima) Rekomendasi Kebijakan Bidang Kelembagaan Mahkamah Agung. Sifat Biava Pengelolaan data usulan peningkatan kelas pengadilan Pelaksanaan peninjauan lokasi pengadilan yang akan ditinekatkan Pelaporan hasil peninjauan untuk dijadikan rekomendasi Biaya Utama Biaya Utama Biaya Utama c. . Dalam Program Dukungan Manajemen dan Pelaksanaan T\rgas Teknis Lainnya.CONTOH 1 SBK SEBAGAI TOTAL BIAYA PENYUSUNANSBK KEBIJAKAN BIDANG KELEMBAGAAN MAHKAMAH AGUNG REPUBLIKINDONESIA Kementerian NegaraI Lembaga Unit Eselon I Program Hasil Unit Eselon II/ Satker Kegiatan Indikator Kinerj a Kegiatan Satuan Ukur/ Jenis Keluaran Volume Mahkamah Agung .RI Badan Urusan Administrasi Program Dukungan Manajemen dan Pelaksanaan T\rgas Teknis LainnYa Mahkamah Tersedianya dukungan manajemen dan tugas dalam penyelenggaranya fungsi peradilan Biro Perencanaan dan Organisasi dan Perencanaan Pen5rusunan Pelaksanaan Mahkamah Anggaran serta Penataan Organisasi Agung Kelembagaan Bidang Kebijakan Tersusunnya .RI Mahkamah Agung Rekomendasi / Kebijakan Bidang Kelembagaan 5 (lima) Langkah-Langkah Pen5rusunan SBK sebagai berikut: 1.

Persiapan bahan-bahan yang berhubungan organisasi dan tata keria dengan Biaya Pendukung Biava Pendukuns Biaya Pendukung Biava Pendukune Biaya Pendukung Biaya Pendukung Biaya Utama Biaya Utama Biaya Utama e . Pelaksanaan peninjauan lokasi pengadilan yang akan dibentuk t. ... Penelahaan dan pengkaiian organisasi pengadilan f.Pelaksanaan peninjauan lokasi pengadilan yang akan I r QK' dibentuk l.P Rp n___r(Pxxx'xxx xxx xxx r:r:-__r__. h. reKomenqasr bahan-bahan yang berhubungan dengan d. T:::f:. Rp D* Kp '_ RP Rp Rp n_ KD --rRp Rp '_ t(P Rp p. Pelaporan hasil penelahaan dan pengkajian untuk meniadi rekomendasi Persiapan bahan-bahan ketatalaksanaan Penelahaan dan pengkaj ian ketatalaksanaan peradilan s. Selanjutnya menjumlahkan alokasi anggaran dari masing-masing tahapan keluaran tersebut sebagai berikut: a. I Pelaporan hasil penelahaan dan pengkajian untuk diiadikan rekomendasi Pengelolaan data usulan pembentukan pensadilan k. Membuat Rincian Anggaran Biaya (RAB) Rekomendasi Kebijakan Bidang Kelembagaan MA dengan cara memasukkan rincian alokasi anggaran yang dibutuhkan untuk tiap-tiap tahapan yang berisi biaya masukan dengan mengacu pada SBM dan yang data pendukung lainnya dapat dipertanggungjawabkan ke Biaya dalam Aplikasi Standar dengan memperhatikan penggunaan akun sesuai Bagan Akun Standar. " menjadi rekomendasi g. Persiapan bahan-bahan ketatalaksanaan h. Pelaporan hasil peninjauan untuk dijadikan ^ c..1olungKatKan. Pengelola data usulan peningkatan kelas pengadilan 1_ Pelaksanaan peninjauan lokasi pengadilan yang akan ' D. Pelaporan peniniauan untuk diiadikan rekomendasi 4 . Penelahaan dan pengkajian organisasi pengadilan Pelaporan hasil penelahaan dan pengkajian untuk L Q ' i I.asi j. organisasi dan tata kerja e.. Pelaporan peninjauan untuk dijadikan rekomendasi Total Biaya Keluaran Rekomendasi Kebijakan Bidang Kelembagaan MA xxx xxx xxx )o(x xxx xxx xxx xxx )c(x :orx r^/ . Penelahaan dan pengkajian ketatalaksanaan peradilan Pelaporan hasil penelahaan dan pengkajian untuk r' " di. Pengelolaan data usulan pembentukan pengadilan 1.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA -27 - d.ladikan rekomlnd.

an Urusan Aclministrasi Mahkamah Agung kepada Menteri Keuangan c. Membuat rekapitulasi usulan SBK. Ree. Direktur Jenderal Anggaran.q. Menandatangani gsulan dan rekapitulasi usulan SBK. untuk selanjutnya diajukan olJh fepala Bad. Itl .MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA -28Dengan demikian SBK yang d"iusulkan untLrk mendapat penetapan adalah: Uraian Bidang Kebijakan Rekomendasi Mahkamah Agung RI Kelembagaan Volume 5 Satuan Biava Rekomendasi Rpxxx. Menyimp an (backup) d. dilengkapi dengan KAK/TOR. data pindukung lainnya serta data pendukung (baclatp data) Aplikasi SBK. 7 .ata SBK Rekomendasi Kebijakan Bidang Kelembagaan MA. 6 .xxx 5 .

Pelaksanakan peningkatan kelas pengadilan sebanyak 6 lokasi berdasarkan atas usulan yang masuk dan telah memenuhi persyaratan kriteria dan kaslifikasi sesuai dengan Peraturan Sekretaris Mahkamah Agung RI Nomor 01 Tahun 2008 tentang Kriteria Klasifikasi Pengadilan Tingkat Pertama adalah 1) Peradilan Umum : ' Pengadilan Negeri dan Pengadilan Agama Kisaran. Pasal 368 menyatakan bahwa Biro Perencanaan dan Organisasi mempunyai tugas melaksanakan koordinasi dan pembinaan penJrusunan rencana dan program.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA _29 _ CONTOH KERANGKA ACUAN KERJA/TERM OF REFERENCE Kementerian Negara I Lembaga Unit Eselon I Program Hasil Unit Eselon II/ Satker Kegiatan Mahkamah Agung . B . review organisasi dan pembakuan ketata laksanaan serta pembentukan pengadilan. r Pengadilan Negeri Pandeglang. Untuk penataan organisasi dan tata laksana ditegaskan pada Pasal 383 yaitu Bagian Organisasi dan Tata Laksana mempunyai tugas melaksanakan penataan dan evaluasi organisasi serta pen)rusunan pembakuan sarana kerja. penataan organisasi dan tata laksana serta evaluasi dan pelaporan di lingkungan Mahkamah Agung dan Pengadilan di semua lingkungan Peradilan. q/ . Gambaran Umum Bagian Organisasi dan Tata Laksana melaksanakan penataan organisasi dan tata laksana berdasarkan ketentuan-ketentuan yang berlaku atas kebijakan yang telah ditetapkan oleh atasan dan pimpinan di Mahkamah Agung meliputi peningkatan kelas. Latar Belakang Dasar hukum untuk melaksanakan kegiatan ini adalah Keputusan Sekretaris Mahkamah Agung RI Nomor MA/SEK/07 lIIll2006 tentang Organisasi dan Tata Kerja Sekretaris Mahkamah Agung RI.RI Badan Urusan Administrasi Program Dukungan Manajemen dan Pelaksanaan Tugas Teknis Lainnya Mahkamah Tersedianya dukungan manajemen dan tugas dalam penyelenggaranya fungsi peradilan Biro Perencanaan dan Organisasi dan Perencanaan Pen5rusunan Pelaksanaan Mahkamah Anggaran serta Penataan Organisasi Agung Kelembagaan Bidang Kebijakan Tersusunnya . anggaran.RI Mahkamah Agung Rekomendasi / Kebijakan Bidang Kelembagaan 5 (lima) Indikator Kineda Kegiatan Satuan Ukur/ Jenis Keluaran Volume A. prosedur dan sistem administrasi serta ketatalaksanaan. Dalam rangka pencapaian hai tersebut diatas perlu dilaksanakan kegiatankegiatan di tahun yang akan datang ini : a).

Pengadilan Negeri Rangkas Bitung.Review Organisasi dilaksanakan untuk menyesuaikan struktur organisasi yar-Lgaaa ai Mahkamah Agung RI dengan Pengadilan di + lingkungan peradilan yang dipertegas oleTrUidang-Uttd.grn Vl"fttamah Agung dan Badan Peradilan dibawahnya.iil"n dlbagian tertentu dalam kegiatan review t<epada para organisasi dan pembakuan ketatalaksanaan. akuntabel dan berkualitas serta memih. Terciptanya pembakuan barridalam standar proses prosedur dalam kinerja di lingku. diharapkan pelayanan hukum dapat diperluas kesempatan ni.J:"'^ MENTERI KEUANGAN . Penerima Manfaat Penerima manfaat dari kegiatan yang akan dilaksanakan adalah 1.asyarakat *"*p"iot"ft sehingga pada b. Terciptanya Organisasi dan Tata Keda baru di lingkungan Peradilan yang berada dibawah Mahkamah Agung 4. Pengadilan yang akan dibentuk adalah ' Pengadilan Tinggr Agama Kepulauan Riau .Pelaksanaan pembentukan pengadilan baru di 4 lokasi. .REPUBLTK')"r. Metode Pelaksanaan Metode pelaksanaan kegiatan yang dilaksanakan secara swakelola. Terlaksananya peningkatan kelas pada pengadilan sesuai dengan klasifikasi pengadilan di daerah 2.Pembakuan Ketatalaksanaan diiaksanakan dengan melakukan pembakuan baru dalam standar proses prosed. Terlaksananya pembentukan pengadilan baru di daerah yang mengalami pemekaran wilayah kabupaten/ kota.u.ur dalam kinerja di Mahkamah Agung sesuai dengan tuntutan Reformasi Birokrasi dalam terwujudnya lembe'ga penegak hukum yang transparan. beberapa Pengadilan Negeri di wilayah hukum semarang 2) Peradilan Agama : ' Pengadilan agama Muara Bulian ' Pengadilan Agama Kalianda dan Gunung Sugih ' Pengadilan Negeri dan Pengadilan Agama Depok b). Strategi Pencapaian Keluaran 1.-ab pada kebenaran dan keadilan masyarakat. 49 T-ahun 2OO9.ttg No. Undang-Undang No' Tahun 2OO9tentang Peradilan Tata Usaha Negara' c). akuntabel dan berkualitas serta memihak pada kebenaran dan keadilan masyarakat d). yaitu. apararur p"ru.t datangi lokasi yJng telah ditentukan untuk pelaksanaan kegiatan peningkatan kelas pengadGn dan pembentukan pengadilan dan dengan melibatkan ri"ngadakan plt gt 4i"tt dan evaluasi dengan "".Undang51 Undang No. 3. D. dengan L"ru. Pengadilan Tinggi Agama Denpasar ' Pengadilan Tinggi Agama Sulawesi Barat ' Pengadilan Tinggi Agama Irian Barat C. .i<hirnya tercapainya sasaran program yaitu terwujudnya lembaga penegak hukum yang transparan.*. SO tafrun tentang eera"dilan Agama.

b) Reuieu Organisasi Pada kegiatan review organisasi kegiatan yang dilakukan berdasarkan organisasi dan tata kerja Kepaniteraan dan Kesekretariatan yang berlaku di masing-masing lingkungan peradiian untuk disesuaikan dengan organisasi dan tata kerja yang berlaku di Mahkamah Agung Pusat. c) Pembakuan Tata Laksana { -- Pada kegiatan Pembakuan Tata Laksana yang dilakukan pengkajian dan penelaahan atas pedoman yang berlaku dengan pedoman yang telah ditetapkan dengan peraturan yang belaku dari instansi lain. Dari banyaknya usulan pembentukan pengadilan tersebut di Bagian Organisasi dan Tataiaksana dilakukan: . 2) Pelaksanaan dari peninjauan lokasi yang sudah ditetapkan. Urutan kegiatan yang dilakukan antara lai4 1. Dari banyaknya usulan peningkatan kelas tersebut di Bagian Organisasi dan Tatalaksana dilakukan: 1) Pengelolaan data dari invetarisir surat usulan yang masuk hingga membentuk tim peninjau ke lokasi yang sudah ditetapkan.3) Pelaporan dilakukan berdasarkan penghimpunan sehingga menjadi rekomedasi untuk disampaikan kepadapimpinan untuk ditindaklanjuti \k"-irrstansi terkait. Ta}:rap dan Waktu Pelaksanaan a) Peningkatan Kelas Pengadilan Pada kegiatan peningkatan kelas peradilan dilakukan berdasarkan berkas ke usulan peningkatan kelas yang bersangkutan yang dikirimkan Perencanaan dan Mahkamah Agung yang ditujukan kepada Biro Organisasi Badan Urusan Administrasi kemudian di himpun di Bagian Organisasi dan Tata Laksana. 2) Melakukan penelaahan dan pengkajian dari bahan yang disediakan serta bahan-bahan pendukung lainnya.MENTERI KEUANGAN REFUBLIK INDONESIA -31 - 2. 3) Pelaporan dilakukan berdasarkan penghimpunan sehingga menjadi L rekomedasi untuk disampaikan kepada pimpinan untuk ditindaklanjuti ke instansi terkait. d) Pembentukan Pengadilan Pada kegiatan pembentukan pengddilan--dilakukan berdasarkan berkas usulan pembentukan pengadilan yang dikirimkan. Pada tahap ini mengundang pejabat-pejabat terkait pada 4 lingkungan peradilan.)Persiapan bahan-bahan yang berhubungan dengan ketatalaksanaan 2) Melakukan peneiaanan-dtrn -pengkajian dari bahan yang disediakan serta bahan-bahan pendukung lainnya. 3) Pelaporan dari lokasi yang sudah dilakukan peninjauan. kemudian dilakukan penghimpunan sehingga menjadi 2 rekomedasi sesuai dengan jenis peradilannya untuk disampaikan kepada pimpinan untuk ditindaklanjuti ke instansi terkait.kg Mahkamah Agung yang ditujukan kepada Biro Perencanaan dan OrganiS-asi Bqdan Urusan Administrasi kemudian di himpun di Bagian Organisasi---clan--Tata Laksana. 1 =---====. Urutan kegiatan yang dilakukan antara lain : 1) Persiapan bahan-bahan yang menyangkut organisasi dan tata kerja yang berlaku di masing-masing lingkungan peradilan.

Biaya Yang Dibutuhkan Agung Pelaksanaan kegiatan untuk Kebijakan Bidang Kelembagaan Mahkamah .RI berjumlah Rp***.dilikukan peninjauan' kemudian 3) sehingga menjadi 1 rekomedasi sesuai dilakukan penghimp.. ttl/ .""*. Penanggung Jawab NIP. F.ilannya untuk Jisampaikan kepada ditindaklanjuti ke instansi terkait' E. 2) Pelaksanaan dari peninjauan lokasi Y?'g sudah ditetapkan.ata dari invetarisir surat usulan yang membentrrk tim peninjau ke lokasi yang sudah ditetapkan' -'*"."u'" pimpinan untuk dengan jenis perad. pelaporan dari loka-t su{ah. sebagaimana RAB terlampir' Demikian Kerangka Acuan Kerja dibuat untuk dipergunakan sebagaimana mestinya. . Kurun Waktu Pencapaian Keluaran terus menerus Keluaran kegiatan y"ttg terdiri dari 5 rekomendasi harus dicapai setiap tahun anggaran.MENTERI KEUANGAN BEPUBLIK ]NDONESIA masuk hingga 1) Pengeiolaan d.

o.*' A.FIEFfi F H HS 6 ii: a L Ep 5 Bn :z o + Hcu p a'l q. [ti #B 6 B t il X X X X H H> offi o X X X X t X X { X nP ^.9) i5 g P Ed irr o l-{ Ol UH otr hr 0) p d1 d n1 c-X o Q .t H o r-+ u (-- .rP p.rJ /tJ 0) B p q9. p iJ 0) $h FF ho pp w p Ft (l) d.HH <pzfr (J) oc t. Ep nt H FPP o 5' F ct }U p H nr '(J ts z * .d>pH >oEFF P x .J n H p H P H p P Fd o FJ P n s) g) o Fl 0q A) p tJ i\ PA) Eli oC') !'F) oE 5F) rnP np xia brW FI A) H < i'PH HP 0)n P p f' P n o p (l) EflgHF[re*giH :dFTEFE E'FFF< P g..ta Hphjp 8 H w. fiK fi I HE.PPh' PP.z r !cm I i X- ' 2. ci F H H 0c E 6 -1) 5€ irY F EH ffi$ 6StsK' . o?FE tsPS tsr'r tr. p.:R oPf F?(r) E@= cx eP g ["x FH..!.O z oFDX <cDFi xc oB :c b) 'dcx :BO (tl t\) ( ! o ts H H N) n 0 q i)o H g- 'd'd FgF w. J 0 ) P l tqSq Fi B r.ar fH + E -6' B fi H H $ '5 :F P}JH sd gIPq) f F: € ti X X X X il cffuo 5HF. 5P " E qF r ' o 5P Z o qq p '\ HB .q '' A.E Pil UH N 6ts.> mc) CD> G!) r< ijP tJ rq FH 5H.| gH 1 X X X X ct X . $ a iE H tu >c IiH.[ t> cDoc Pl m < lj LJ ld irr 6' Qru H HX o a H H $H. .1 !) p Er P P ij') a hi a* o 0) F oq D) F. F E P.S 0)u. .

o + (.P UP p a.P r+ a (l U Fl E !) P H FJ CJ. ^tD >'u Fl b) HA aA) H.l FI d: H p t'r) H Fl u 0q tr v) p a o H gq !) gq H '\ p a) H p H p g n H p H oc p !D H A) g F) P 0q X o d1 . w n1 Ft H }J H fpi!c o a ) F FR ots HH 'U o 13 Ft H H 6. (h E o Ed n )c o H H H \-..J. CD DPl EH D)-< rt p s? lv x0q gEU t cr d H 9) H o o a oq X p H a 0c o rd p -. 0) fi Fl 5 xH (aH ti @t n1 o H tJ 11_ )v a r+ $ H 0qtr '^lH H H o P p $ H 15. uc 0q o H H tr !l rl z H I A) A) a) Al H p) . p Fl w o ltr. o p) FO rt o P H - r. t\) H td'd ia o. F l. o c+ n H sl F U F) F) H p H tJ U) P{ H H t' F) (t tu o x n a . !) H P H I o F. H i7r ll H. F.H HP Pnl Fg vrd HO 5H HP PH t\) H H t r go E o0) HHH PPY P. f o.i H H G td H tr o H H . d 0) p) 0l F{ € pl k P p tr' Eg o.J o Fl p) a H . p) H p p) ts gq a P< gm Pni r-]g xzm oc o> zz rn 6) u>> I OJ + >z X X X X X X X X X X il X X X X X X X X X X X N X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X il X X X X X X X X X X X X X X H X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X H X X X X X X X X X .c4 DF] 4H V) r+ to -o 0i ilo *B$ Fp F)E -. n H H o Ltr. g U' o r+ rf tfP D AIFd '\ i) il.+ fi F' a) o Uc.tI HH H (^) CJI N H N) (Jl N) H t\) t\) Yo" -e (to ats.Y H o A) v.

p H p (tt .H uv PA FF1 F' n1 HH p H o H P o p p p H oHo H n. |.H @ '-l (Jl a\ (Jl Ctl N) N) H FU'g oo .t.i A)p) 4H P ira lv H P. p H H .J . E-i LA.o w H o 'd tt p f|l p H P r+ o Ft o 0q H FX 'H 6h9 -' r n1 H ! F) H s) F) H P * { JC o 0c H E id H oc H H z H P o H 6 X a o 11 Ft e. 4 vt p H g g ct) r : + i'6 r tu o H i! P.! F) H gq Fl r+ o r+ P - rt p) o c+ € c'.ts.J o p) n a p H gq p H r-l !l F r< -t t\ F) H p ol p 2. . H tIJ m 0) H !) H I DP h. p p E It o F) H 6 uJ H w p) P - F)H -P t+ o Fl t+ nl X H onr P p td p d Fl nt H a-O u.= lll m ts4 = I ttl n x= zfm ( c 9t mo >L 9. |J 'rJ | u .1 X X X X X X X HX X X X X X X X X X X X X X X X il X X X il X X X X X X X X X X X X t X X X X X X X X X X X X X H X X X X X il X x X H X X X X X X X X X X H X il t X X X X X X X X X X il X X X n X X X X . oF) ia(D 01 a p Fl H a+ h-t a n r.F ) !) H ru o (/) Fl ul N) N) H KP (y H q..l w o o) H 6.^J oo -. lD H H e.F D i-J 11 . H p H rJ H (. o H p) H P pl - gq o I A) v) o H p) F) H H F) p n (/) + 0q H A) H H H p H (h p H P A) p a p H P (l) 0q p) o o H e. 50 ) -n H D H .1 P F ! p t\) tv H h-l p..

Ed o r. o rl (.+ (a |.iHP PH N) H >'! H! aA vn 4.+ 'l A) pl l< um :z L --l qrd xzm oc o> zz mo CD> . li H !=.t w p H 7i o' H H ar H 15..1 l4Y F) p H I { 0g Fl F) Ft /\ a '\ H 0a p H o H t) orq p .5.. Frl 9) H H F) td H H d 4 p a 7. P p) i + o nlH @ iJ- ra -- 0q g . H Pi o n1 q g) p H . FE w o $ Do) HK iF) rl H P ts: X o Fl a+ H nL oiAA r+ P n1 'lJ a f. p) iJ o 0q p H p oq H P . nc= o a) A) a+ H p) UFt 'U o oH0 ) F. p H H a. p 'i a) p) F) r.!- s) a H F] p) a p H hd F) H |i g) H H o H 0q.!.: Ol irr \J 0) ol N N) td N) o 0q p 0) H ^tf (rl t\) ts N) lJ HH v^- (/l N) g€ l/\H p t\) (n r+ f-'1 'U H ptsu (no F. LM* ' U pn U pl F d. o! p H w PH p.rd o p Ft H 6 pr 'rJ o H lJ r.z r-tr X X X t t X X X X X X X X X X X X X X X X HX X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X H X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X x X X X X X X X Rt X X X X X X X X X X X X X X X X X t X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X .(D n E Fr H s) w a) H F) H P . U p ts! F) o H o o (+ I a X 'o H. H H Frl *b I+ gq gs LJ o H ff A) H g .N) N) HH t\) N) 6.t H {x xa.ts..i . $ l{ Hr UH OaHti Yts) l:.1. P H H F*i tr t' nt F) 5F m '(J td Ft H p f1 @ 5 ap{ H H d.e 'o H H z H FO n o H H tr .o1 E5 .1 n i.

2 !/ X il il X r z p "d o F X X X X X X X X ot H 0q H 0c X X X nl k € o oq FI - X X .(J o i H o H 0q p) p H 0) H 0q F) lJ p) c/q I H r) t\) H z m H pl orq iJ tr p z td td rl p H o H o !) Tm < u L I 0q 0c A) !D wm n vz --..1 U r-l F) H xx -zm oc c)> 7z ilt g p .t\) H t-l z H P r+ (u ol F) Fi -'l z 'd H Ul N) o -l Fl n N) *l grl gq F) H P o H nl t tEd E 'Oo id o iiFA H td o p H HS6 ts:! !l-LJ 15.i. d ^ p w 9l iJ r -l H t- m p c z n H (h F) H td p) FI . X ii L'J H Fil H .l F) H 0c F) H i) @> .

Dalam program Peningkatan Hubungan dan Politik Luar Bidang Uelalui Kerja Sama ASEAN terdapat kegiatan Kerja Sama ASEAN Ekonomi. Menentukan satuan ukur keluaran kegiatan adalah Institusi Pemerintah Non-Pemerintah.lumtafr Institusi Pemahaman Pemerintah yang Memiliki Teknis Sektoral dalam Kela Sama Ekonomi ASEAN Institusi Pemerintah dan Non-Pemerintah Nondan Pemerintah Institusi 24 Pemerintah Keluaran Volume dan Satuan Ukur Langkah-Langkah Pen5rusunan SBK sebagai berikut: diusulkan 1. -*"**-tt""a) b) Pelaksanaan c) Evaluasi d) Pelaporan 2 . serta 3.MENTERIKEUANGAN REPUBLIK INDONESIA -38- PENYUSUNANSBKINSTITUSIPEMERINTAHDAN NON PEMERINTAH YANG MEMILIKI PEMAHAMANTEKNIS SEKTORAL DALAM KERJA SAMA EKONOMI ASEAN Kementerian Negara f Lernbaga Unit Eselon I Program Unit Eselon II/ Satker Kegiatan Indikator Kinerj a Kegiatan Luar Negeri Direktorat Jenderal Kerja Sama ASEAN Peningkatan Hubungan dan Politik Luar NegeriMelalui Kerja Sama AS{AN Diiktorat Kerja Sama Ekonomi ASEAN Kerja Sama ASEAN Bidang Ekonomi Pemerintah dan Non. Mengidentifikasi dan menentukan keluaran kegiatan yang akan Negeri men3aai SBK. dan 2. WorksLtop Illeqal Loqqinq in ASEAN a) Perencanaan b) Pelaksanaan c) Evaluasi d) Pelaporan . Menentukan komponen/tahapan dalam pencapaian keluaran kegiatan menentukan sifat fi"yr dalarn-komponen/tahapan sebagai berikut: No Sub Keluaran dan TahaPan-TahaPan ASEAN Perencanaan Sifat Biaya Biava Pendukung Biava Utama Biava Pendukung Biava Pendukung Biava Pendukung Biava Utama Biava Pendukung Biava Pendukung 1 .

Menandatangani usulan dan rekapitulasi usulan SBK untuk selanjutnya diajukan oleh Sekretaris Jenderal Kementerian Luar Negeri kepada Menteri Keuangan c. 9 .OOO Dengan demikian SBK yang diusulkan untuk mendapat penetapan adalah: Jenis Satuan Institusi Biaya Institusi Pemerintah dan Non-Pemerintah yang Memiliki Pemahaman Teknis Sektoral dalam Kerja Sama Ekonomi ASEAN Rp66. Membuat rekapitulasi usulan SBK. Menyimp an (backup) data SBK. 5.OOO Jumlah Institusi Indeks Biava per institusi = Total Biava dibaei 24 Institusi Rp66.000 per institusi. Selanjutnya menjumlahkan seluruh alokasi anggaran pada masingmasing komponen/tahapan dan menentukan volume yang menjadi penentu indeks satuan sebagai berikut: Total Biava Rp1.7 92. Membuat Rincian Anggaran Biaya (RAB) keluaran kegiatan dengan cara memasukkan (input/ rincian alokaii anggaran yang dibutuhkan untuk tiap-tiap tahapan yang berisi biaya masukan dengan mengacu pada SBM dan data pendukung lainnya yang dapat dipertanggungiawabkan ke dalam Aplikasi Standar Biaya dengan memperhatikan penggunaan akun sesuai Bagan Akun Standar.792.000 6 .792. dilengkapi dengan RAB.q. 7 . data pendukung lainnya serta data pendukung (baclatp data)Aplikasi Standar Biaya.6O3.OO8. Direktur Jenderal Anggaran. .KEUANGAN MENTERI INDONESIA REPUBLIK -39- 4. Menentukan indeks satuan Institusi Pemerintah dan Non-Pemerintah yang Memiliki Pemahaman Teknis Sektoral dalam Kerja Sama Ekonomi ASEAN misalnya Rp66. 8 . Membuat Kerangka Acuan Keluaran (KAK).

1.H> ti9iD tri$H I H P '-[ FF $ il 0q A) O o r+ H o H w tr o o pl F) H o p a H -s Iq a\ p) w D E.8. *zui'F 3 ryH HHgHBEBEF: " 9uu PO) natFE'EgFg EE$E EiH o H I= !lm :1 r !gm L_tr XI FX q H 5 6E ' cn> .Hs) p) cD PB g' A' p H l"_ n.J< 0) E Pi . h' U) s) iJ a N al' t\) H N) t\) D) A H H Hp v) a H .> mO <0g (l ) tsF HEd k c0) r '. o !) (Jl N) . p o 9) H P : g $ Esrs a Fsr + [ ff $ g[r *gHl I aeB i $ B. KBS -. '. 5 HFg "Eq S iJ S F FFSFryFF f tt &ei*'il. H P * 5 d € r^ tE -z cW.g 9. e z . p orq pc F" F' .8i H g.fl o.fEiglFrFFqg E ' P . f l . H " Z E9 ' H O FrniFScupE{F 5 9 rd (D H H z FH.n: 0) p) i PF'"$EH ff $'B ?o iH oh't. s) H a H F) H o 5 .z lTt 0) E F F.F8.FFs Fc. rnP B> pP rc iJ ts 5.u." s Ea$ F{i m el? H r.q ?74-.q€ F$ '_Fe s-.6 c F F p."' t H t .N) H ts U) H P.J 0) F) tJ tD H H $ fl$v-8r.r -* h B H. ni I r. p.-* hl (-P Frtr X X X X X X X X X X X X cKcu 'itr6' tr kq tl ci tr FI 9) H X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X fi x \ a a -t N o r q- \ . 0) H nl H H p z N p) FJ ) p H tH H .r Fl 6 'F d H Fi X X X X X X X X X o F T EH Hg t= J o-E X X X X X X .f Ul N .

o }{ H rrl p H (Jl Ul I w \) B N) ul ul H N) N) o n1 t\) a r a.u @ r+ a 4 H Ul (tl P ul w N) v) N) r-l p FJ (/) t\) t\) t\) a+ H H F Ol N) N) H \o N) H t\) v) A) H D) 0) H v ul N ln Ul t\) H -. p w p Ft nl H Ft H F) Ft' $ H P )c z t) z P a-\ p H P a ffj n H FD H H z /1 U Ft n H z o p Fl n z U P tH P tJ z o p (h H p U) Fl p @ H p a H H.= PS x= zm a> Fz 9"= rnO X X X X X X il X X X X R H X X X X X X X X n X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X x X X X X X X il X x X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X il H X X X X X X X X X HX X X X t X X X X X fr X X X X X X X X X X X il X X X X X X x X X X X X X X X X X X X X a X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X il . o A) v) P !) p. (J) a+ \J o H cr € ' o . tH H P t' p H H z s) tp) H H P !D 0) t' !) H.1 >i. Es) p t w A) Fl g) p H H H H E. p F{ o w p) o z . w F) A) w Ft F] )q H p F) H t0 a 9) g) n) F) H o H w o o A) F) H ..t) o d FJ p (tl 6. p) H o oi H w o H a a N \o fTl w H v) r+ N) N) H - \o w w o o p) s) P t. p) F) Fri Ed H H N ts \o w o 0) ft n1 t0 a) a) H D H 5. P H H H P P P P F) p A) p) AF t.o H H H Frl F A td OJ N) A (. F N) N) N ts P H ! w o 0) wo d o F) A) 5 H p) FJ w w n1 Ft H \o Fil 8.

.. w o n\ H *l pl p p H d.^ o 0q F) - . "J p) 0q F) H tz t> IZ N z d .i €E ?FA E oz €o FZ U Fi \' H o H p 0q H p 0c e oq o o I € lD oP{ o t! b' o (r) { @ N) ..i a TE ts rE Ctt t\) N) F K n H f1 H \..-.a .J n L.^ o 00 .P F-i z *< :z u{ ttT !!m a FJ p x= zm (fC rv r p' rtAI m6) @> o> zz .H r+ o A) L. H P IJ RK hz vt4 A-H P. -l (1 l-1 H t'.z *l oq p.-r! !l Fl . z L..

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful