Anda di halaman 1dari 3

Tujuan Pengembangan Bidang Kerjasama Sekolah Menengah Kejuruan

Tujuan pengembangan bidang kerjasama di SMK adalah untuk mempercepat waktu penyesuaian bagi lulusan Sekolah Kejuruan dalam memasuki dunia kerja yang pada akhirnya akan meningkatkan mutu sekolah menengah kejuruan. Pelaksanaan kerjasama sekolah dengan dunia kerja merupakan suatu strategi dalam mengatasi keterbatasan sumber daya yang ada disekolah dalam rangka mengembangkan sekolah. Dalam hal mengembangkan kerjasama antara sekolah dengan industri, sekolah harus bersikap bahwa sekolah lebih berkepentingan, dengan sikap seperti ini, sekolah harus mengambil inisiatif mendekati industri, juga yang perlu dipikirkan adalah agar yang ditawarkan sekolah tersebut sesuatu yang betul-betul dapat dirasakan membantu industri. Puncak dari pelaksanaan kerjasama antara sekolah dengan industri dapat menjadi lembaga institusi kemitraan .

Manfaat Pengembangan Bidang Kerjasama Di Sekolah Menengah Kejuruan 1. Bagi sekolah

a. Mengetahui informasi tentang dunia kerja yang relevan dengan kompetensi keahlian
yang ada disekolah.

b. Memperluas wawasan tentang teknologi baru. c. Pandangan industri bagi guru magang. d. Industri sebagai pengembangan sekolah. e. Peningkatan ketrampilan dan pengalaman kerja guru. f. Sarana sebagai penyaluran tenaga kerja. g. Tempat mengirim siswa PKL / PRAKERIN. h. Sumber pengembangan sekolah dan lulusanya. i. Tempat pembelajaran praktek. j. Meningkatkan daya saing lulusan. k. Mengurangi waktu tunggu lulusan. 2. Bagi siswa a. Peningkatan ketrampilan. b. Pengalaman bekerja sebagai karyawan. c. Informasi bimbingan karakter. d. Memperluas wawasan keilmuan sesuai dengan bidangnya. e. Memahami karakteristik industri sesuai dengan kompetensi keahlian masing-masing.

f. Menempa mental siswa sebelum memasuki dunia kerja. 3. Bagi industry a. Mitra kerja dalam beberapa program produk inovatif. b. Promosi perusahaan. c. Sebagai pengabdian masyarakat dan dunia pendidikan. d. Alih teknologi dan informasi. e. Mendapat sumber tenaga kerja 4.
Tambahan daerah pemasaran.

Landasan hukum Kerjasama Sekolah Dan Industri


Sebagai kekuatan hukum secara yuridis formal, dan untuk meningkatkan kepercayaan dunia usaha dan dunia industri maka perlu adanya perjanjian kerjasama yang terlebih dahulu dilakukan antara industri yang mungkin diwakili oleh pihak asosiasi industri atau lembaga profesi dengan lembaga pemerintah yang lebih tinggi, yaitu dinas pendidikan di masing-masing wilayah setingkat provinsi yang diterjemahkan sebagai MoU induk atau payung hukum yang lebih besar, dan pada setiap unit kerjasama, akan dilanjutkan dengan MoU ditingkat sekolah kejuruan (SMK) dengan masing-masing industri sesuai dengan kebutuhan masing-masing.

Selain itu kerjasama sekolah dan industri tercantum dalam :


1. Keputusan mentri pendidikan dan kebudayaan No.080/U/1999 tentang program pendidikan dan kerja lapangan 2. UndangUndang republik indonesia No 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional. 3. Peraturan pemerintah RI No.19 tahun 2005 tentang Standart Nasional Pendidikan. 4. Permendiknas RI No.23 Tahun 2006 tentang Standart Kompetensi isi untuk satuan Pendidikan Dasar dan Menengah. 5. SMK sebagai bentuk satuan pendidikan kejuruan sebagaimana ditegaskan dalam penjelasan pasal 15 UU Sisdiknas, merupakan pendidikan menengah yang mempersiapkan peserta didik terutama bekerja dalam bidang tertentu.